KEHAMILAN
EKTOPIK
Adilla Afra Amri
Preseptor :
dr. Cut Elfina, Sp.OG (K)
DEFINISI
Kehamilan ektopik adalah
suatu keadaan dimana
hasil konsepsi
berimplantasi, tumbuh dan
berkembang diluar
endometrium kavum uteri
Kehamilan ektopik merupakan kehamilan
yang berbahaya karena tempat
implantasinya tidak memberikan kesempatan
untuk tumbuh kembang mencapai aterm
EPIDEMIOLOGI
1 : 30.000
Frekuensi kehamilan ektopik
: kehamilan intrauterin dalam
konsepsi spontan
2,7 – 12,9 per
1000kelahiran hidup
Cenderung meningkat tiap tahun
Faktor-faktor yang terlibat adalah meningkatnya pemakaian
alat kontrasepsi dalam Rahim, penyakit radang panggul,
usia ibu yang lanjut, pembedahan pada tuba, dan
pengobatan infertilitas dengan terapi induksi superovulasi.
ETIOLOGI
Terjadi karena hambatan pada perjalanan sel telur dari
indung telur (ovarium) ke rahim (uterus)
a. Infeksi saluran telur (salpingitis), dapat menimbulkan gangguan
pada motilitas saluran telur.
b. Riwayat operasi tuba
c. Cacat bawaan pada tuba, seperti tuba sangat panjang
d. Kehamilan ektopik sebelumnya
e. Aborsi tuba dan pemakaian IUD
f. Bekas radang pada tuba menyebabkan perubahan-perubahan pada
endosalping, sehingga walaupun fertilisasi dapat terjadi gerakan
ovum ke uterus terlambat.
g. Merokok
h. Infeksi menukar seksual
i. Endometriosis
FAKTOR
RESIKO
PATOFISIOLOGI
KEHAMILAN
EKTOPIK
KLASIFIKASI
KEHAMILAN
EKTOPIK
MANIFESTASI
KLINIS
a. Amenorhea
b. Nyeri perut bagian bawah
c. Gejala kehamilan muda
d. Perdarahan pervaginam
berwarna coklat tua
e. Level hormon Human
Chorionic Gonadotropin
(HCG) rendah
f. Pada pemeriksaan pervagina
terdapat nyeri goyang bila
serviks
DIAGNOSIS
• ANAMNESIS
• PEMERIKSAAN FISIK &
KEBIDANAN – slinger pijn
sign
• PEMERIKSAAN PENUNJANG -
USG
TATALAKSANA
MANAJEMEN KEHAMILAN
MEDIKAMENTOSA –
METOTREKSAT
OPERASI

KEHAMILAN EKTOPIK.pptx

  • 1.
  • 2.
    DEFINISI Kehamilan ektopik adalah suatukeadaan dimana hasil konsepsi berimplantasi, tumbuh dan berkembang diluar endometrium kavum uteri Kehamilan ektopik merupakan kehamilan yang berbahaya karena tempat implantasinya tidak memberikan kesempatan untuk tumbuh kembang mencapai aterm
  • 3.
    EPIDEMIOLOGI 1 : 30.000 Frekuensikehamilan ektopik : kehamilan intrauterin dalam konsepsi spontan 2,7 – 12,9 per 1000kelahiran hidup Cenderung meningkat tiap tahun Faktor-faktor yang terlibat adalah meningkatnya pemakaian alat kontrasepsi dalam Rahim, penyakit radang panggul, usia ibu yang lanjut, pembedahan pada tuba, dan pengobatan infertilitas dengan terapi induksi superovulasi.
  • 4.
    ETIOLOGI Terjadi karena hambatanpada perjalanan sel telur dari indung telur (ovarium) ke rahim (uterus) a. Infeksi saluran telur (salpingitis), dapat menimbulkan gangguan pada motilitas saluran telur. b. Riwayat operasi tuba c. Cacat bawaan pada tuba, seperti tuba sangat panjang d. Kehamilan ektopik sebelumnya e. Aborsi tuba dan pemakaian IUD f. Bekas radang pada tuba menyebabkan perubahan-perubahan pada endosalping, sehingga walaupun fertilisasi dapat terjadi gerakan ovum ke uterus terlambat. g. Merokok h. Infeksi menukar seksual i. Endometriosis FAKTOR RESIKO
  • 5.
  • 6.
  • 7.
    MANIFESTASI KLINIS a. Amenorhea b. Nyeriperut bagian bawah c. Gejala kehamilan muda d. Perdarahan pervaginam berwarna coklat tua e. Level hormon Human Chorionic Gonadotropin (HCG) rendah f. Pada pemeriksaan pervagina terdapat nyeri goyang bila serviks
  • 8.
    DIAGNOSIS • ANAMNESIS • PEMERIKSAANFISIK & KEBIDANAN – slinger pijn sign • PEMERIKSAAN PENUNJANG - USG TATALAKSANA MANAJEMEN KEHAMILAN MEDIKAMENTOSA – METOTREKSAT OPERASI