BIODATA
DESTIAN HARYU AGRIYANTO S.KEP.,NS.,CWCS
PENGURUS HIPERCCI D.I YOGYAKARTA
SUPERVISOR ICU-PICU RS PKU MUHAMMADIYAH GAMPING 2019-2023
WA : 085601197703
e-mail : dharyu@gmail.com
instagram : @destian.haryu
KEGAWATDARURATAN
• Gawat artinya mengancam nyawa, sedangkan darurat adalah perlu mendapatkan
penanganan atau tindakan segera untuk menghilangkan ancaman nyawa korban. Jadi,
gawat darurat adalah keadaan yang mengancam nyawa yang harus dilakukan tindakan
segera untuk menghindari kecacatan bahkan kematian korban (hutabarat & putra,
2016).
PELAYANAN GAWAT DARURAT
• Pre hospital rentang kondisi gawat darurat pada pre hospital dapat dilakukan orang
awam khusus ataupun petugas kesehatan diharapkan dapat melakukan tindakan
penanganan
• In hospital kondisi gawat darurat in hospital dilakukan tindakan menolong korban oleh
petugas kesehatan
• Post hospital kondisi gawat darurat post hospital hampir semua pihak menyatakan
sudah tidak ada lagi kondisi gawat darurat padahal kondisi gawat darurat ada yang
terjadi setelah diberikan pelayanan di rumah sakit, contohnya korban perkosa
IN HOSPITAL
• Memberikan pertolongan profesional kepada korban bencana sesuai dengan kondisinya
• Memberikan bantuan hidup dasar (BHD) dan bantuan hidup lanjut (BHL)
• Melakukan stabilisasi dan mempertahankan hemodinamika yang akurat
• Melakukan rehabilitasi agar produktifitas korban setelah kembali ke masyarakat
setidaknya setara bila dibanding bencana menimpanya
• Melakukan pendidikan kesehatan dan melatih korban mengenali kondisinya dengan
segala kelebihan yang dimiliki
DIAGNOSIS KEPERAWATAN PADA
KEGAWATAN
• Airway
• Bersihan jalan nafas tidak efektif
• Resiko aspirasi
• Breathing
• Gangguan pertukaran gas
• Pola nafas tidak efektif
• Gangguan ventilasi spontan
• Circulation
• Hipovolemia / hypervolemia
• Gangguan sirkulasi spontan
• Penurunan curah jantung
• Perfusi perifer tidak efektif
• Resiko infeksi
• Resiko perdarahan
DIAGNOSIS KEPERAWATAN PADA
KEGAWATAN
• Disability
• Penurunan kapasitas adaptif intracranial
• Resiko perfusi cerebral tidak efektif
• Exposure
• Nyeri akut
• Gangguan integritas jaringan (kulit, mukosa, tulang)
• Resiko cedera/resiko jatuh
EWS
CODE BLUE
888 888
888 888
FROMAT AKTIFASI CODE BLUE
• Code blue…. Code blue….. Code blue….
• (Jumlah pasien) orang pasien (laki-laki / perempuan) (anak / dewasa) di
(lokasi detil kejadian, misal = bangsal naim kamar 217 lantai 2) tim code blue
harap segera merapat
• Diulang 3x
PROSEDUR KOMUNIKASI PENANGANAN
KEADAAN DARURAT MEDIK (CODE BLUE)
Posko
satpam
888
Satpam jaga
Orang
pertama
Korban
IGD
Rujuk
Opname
1. Spv satpam
Tim Code Blue
Lokasi
darurat
medis
• Angka pasti penderita
henti jantung mendadak
tidak diketahui
• Sekitar 25 % datang dalam
keadaan pulseless
ventricular arrhythmias
• Henti jantung mendadak
dengan pulseless
ventricular arrhythmias
memiliki kemungkinan
tertolong lebih baik
CHAIN OF SURVIVAL (RANTAI KEHIDUPAN)
Di rumah sakit
Di luar rumah sakit
RESUSITASI JANTUNG PARU
(2015 AHA GUIDELINE UPDATE)
D R S C A B
EVALUASI
30 KOMPRESI : 2 VENTILASI
ATAU
KOMPRESI SAJA 100-120 X/M
Evaluasi setiap 5 siklus
(Cek nadi karotis)
Ada nadi Tidak Ada nadi
Posisi recovery Lanjut RJP
RESUSITASI
JANTUNG PARU
“
”
PEMERIKSAAN EKG
Pemeriksaan elektrokardiografi (EKG) adalah tindakan untuk merekam aktivitas listrik jantung dari nodus
sinoatrial yang dikonduksi dalam jantung yang mengakibatkan jantung berkontraksi sehingga dapat direkam
melalui elektroda yang dilekatkan pada kulit
Elektrokardiografi :
Ilmu yang mempelajari perubahan - perubahan potensial / voltage
dalam jantung
Elektrokardiograf :
Alat untuk merekam aktivitas kelistrikan jantung dalam waktu tertentu
Elektrokardiogram :
Grafik hasil catatan
SISTIM KONDUKSI
SA node
Sumber impuls normal/
alamiah , 60 -100x/mnt
AV node
Bisa mengeluarkan
impuls 40-60x/mnt
Berkas His
Serabut Purkinje
Impuls 20-40 x/mnt
Letf Bundle Branch
RigthBundleBranch
ADA 2 MACAM SANDAPAN ( lead ) EKG
1. Sandapan bipolar
I, ii, iii
2. Sandapan unipolar
A. Sandapan unipolar ekstremitas
Avr, avl, avf
B. Sandapan unipolar prekordial
v1 – v6
SANDAPAN EKG
I
SANDAPAN UNIPOLAR
PREKORDIAL
a. V1 : Pada intercosta ke 4 pada garis sternum sebelah kanan
b. V2 : Pada intercosta ke 4 pada garis sternum kiri
c. V3 : Pertengahan antara V2 dan V4
d. V4 : Pada intercosta ke 5 pada axilla bagian belakang kiri.
e. V5 : Pada axilla sebelah depan kiri
f. V6 :Pada intercosta ke 5 pada mid axilla
PEMASANGAN SADAPAN EKTERMITAS
Sambung kabel EKG pada kedua pergelangan tangan dan kedua tungkai pasien, untuk sadapan
ekstremitas LEAD (LEAD I, II, III , AVR,AVL,AVF) dengan cara sebagai berikut :
• Warna merah pada tangan kanan
• Warna kuning pada tangan kiri
• Warna hijau pada kaki kiri Warna hitam pada kaki kanan
SOP EKG FUKUDA-ME
1. Hubungkan kabel elektroda pada pasien
2. Hidupkan power switch
3. Hidupkan operation switch
4. Pilih lead 1 pada lead selector dan yakinkan bahwa tidak ada gangguan pada sinyal
5. Letakkan stilus pada tengah-tengah yertas
6. Tekan tombol START. STOP untuk memulai perekaman.
7. Tekan tombol kalibrasi 1mv untuk merekam sinyal kalibrasi pada waktu istirahat pada QRS
8. Tekan tombol START.STOP untuk menghentikan perekaman
9. Pilih lead ECG berikutnya pada lead selector ulangi pengoperasian tersebut hingga komplit
12 lead perekaman. Setelah selesai matikan operation switch terlebih dahulu selanjutnya
matikan power switch
10.Lepaskan elektroda pada pasien
EKG NORMAL
1. IRAMA ( RHYTHM )
2. FREKUENSI JANTUNG ( HEART RATE )
3. POSISI LISTRIK JANTUNG ( AXIS )
4. GELOMBANG : P, Q, QRS, T, U
5. INTERVAL PR, QT
6. SEGMAN ST
7. KELAINAN-KELAINAN
TAHAPAN INTERPRETASI EKG
VENTRICULARTACHYCARDIA(VT )
- Disritmiaberasaldarisatutempatdlm ventrikel
- Disretmiayang mengacamjiwa
- QRS : ukuerandan bentuksama, lebar,aneh
- Frekuensi: > 150x/mnt
- Jarangterjdpd orangdewasadg jantungnormal
- Umumterjadisebagaikomplikasidariinfark
Ventricular Tachycardia
VENTRICULARFIBRILLATION
- Impulscardiactdkterkoordinasi&
menyebarsecaracepatdengan
berbagaiukurandanaturan
- Kegagalanpadakontraksijantung
- Irama: ireversibel
- Frek:tidakdapatdihitung
- Gel.P, PRinterval: tidakada
- GelQRS : tidakdpt dihitung
Ventricular Fibrillation
VF dan VT pulseless
90 % Kematian IMA
Terjadi dalam 2 jam pertama IMA
PENATALAKSANAAN:
1. DEFIBRILASI
2. RJP termasuk ETT
3. Farmakologis / obat-obatan
* Epinefrin
* Lidocaine, Amiodarone
Pulseless Electrical Activity
Review for most frequent causes
• Hypovolemia
• Hypoxia
• Hydrogen ion - acidosis
• Hyper-/ hypokalemia
• Hypothermia
• “Tablets” (drug OD, accidents)
• Tamponade, cardiac
• Tension pneumothorax
• Thrombosis, coronary (ACS)
• Thrombosis, pulmonary (embolism)
Epinephrine 1 mg IV push,
repeat every 3 to 5 minutes
Atropine 1 mg IV (if PEA rate is slow),
repeat every 3 to 5 minutes as needed, to a total
dose of 0.04 mg/kg
JENAZAH MASUK MOLEN
AKIBAT TIDAK BERTANYA
HTTPS://FORMS.GLE/ZPTU55N9GCB3JUK57 POST TES

Kegawatdaruratan dan EKG (1).pptx

  • 2.
    BIODATA DESTIAN HARYU AGRIYANTOS.KEP.,NS.,CWCS PENGURUS HIPERCCI D.I YOGYAKARTA SUPERVISOR ICU-PICU RS PKU MUHAMMADIYAH GAMPING 2019-2023 WA : 085601197703 e-mail : dharyu@gmail.com instagram : @destian.haryu
  • 3.
    KEGAWATDARURATAN • Gawat artinyamengancam nyawa, sedangkan darurat adalah perlu mendapatkan penanganan atau tindakan segera untuk menghilangkan ancaman nyawa korban. Jadi, gawat darurat adalah keadaan yang mengancam nyawa yang harus dilakukan tindakan segera untuk menghindari kecacatan bahkan kematian korban (hutabarat & putra, 2016).
  • 4.
    PELAYANAN GAWAT DARURAT •Pre hospital rentang kondisi gawat darurat pada pre hospital dapat dilakukan orang awam khusus ataupun petugas kesehatan diharapkan dapat melakukan tindakan penanganan • In hospital kondisi gawat darurat in hospital dilakukan tindakan menolong korban oleh petugas kesehatan • Post hospital kondisi gawat darurat post hospital hampir semua pihak menyatakan sudah tidak ada lagi kondisi gawat darurat padahal kondisi gawat darurat ada yang terjadi setelah diberikan pelayanan di rumah sakit, contohnya korban perkosa
  • 5.
    IN HOSPITAL • Memberikanpertolongan profesional kepada korban bencana sesuai dengan kondisinya • Memberikan bantuan hidup dasar (BHD) dan bantuan hidup lanjut (BHL) • Melakukan stabilisasi dan mempertahankan hemodinamika yang akurat • Melakukan rehabilitasi agar produktifitas korban setelah kembali ke masyarakat setidaknya setara bila dibanding bencana menimpanya • Melakukan pendidikan kesehatan dan melatih korban mengenali kondisinya dengan segala kelebihan yang dimiliki
  • 7.
    DIAGNOSIS KEPERAWATAN PADA KEGAWATAN •Airway • Bersihan jalan nafas tidak efektif • Resiko aspirasi • Breathing • Gangguan pertukaran gas • Pola nafas tidak efektif • Gangguan ventilasi spontan • Circulation • Hipovolemia / hypervolemia • Gangguan sirkulasi spontan • Penurunan curah jantung • Perfusi perifer tidak efektif • Resiko infeksi • Resiko perdarahan
  • 8.
    DIAGNOSIS KEPERAWATAN PADA KEGAWATAN •Disability • Penurunan kapasitas adaptif intracranial • Resiko perfusi cerebral tidak efektif • Exposure • Nyeri akut • Gangguan integritas jaringan (kulit, mukosa, tulang) • Resiko cedera/resiko jatuh
  • 9.
  • 10.
  • 11.
    FROMAT AKTIFASI CODEBLUE • Code blue…. Code blue….. Code blue…. • (Jumlah pasien) orang pasien (laki-laki / perempuan) (anak / dewasa) di (lokasi detil kejadian, misal = bangsal naim kamar 217 lantai 2) tim code blue harap segera merapat • Diulang 3x
  • 12.
    PROSEDUR KOMUNIKASI PENANGANAN KEADAANDARURAT MEDIK (CODE BLUE) Posko satpam 888 Satpam jaga Orang pertama Korban IGD Rujuk Opname 1. Spv satpam Tim Code Blue Lokasi darurat medis
  • 13.
    • Angka pastipenderita henti jantung mendadak tidak diketahui • Sekitar 25 % datang dalam keadaan pulseless ventricular arrhythmias • Henti jantung mendadak dengan pulseless ventricular arrhythmias memiliki kemungkinan tertolong lebih baik
  • 15.
    CHAIN OF SURVIVAL(RANTAI KEHIDUPAN) Di rumah sakit Di luar rumah sakit
  • 16.
    RESUSITASI JANTUNG PARU (2015AHA GUIDELINE UPDATE) D R S C A B
  • 18.
    EVALUASI 30 KOMPRESI :2 VENTILASI ATAU KOMPRESI SAJA 100-120 X/M Evaluasi setiap 5 siklus (Cek nadi karotis) Ada nadi Tidak Ada nadi Posisi recovery Lanjut RJP RESUSITASI JANTUNG PARU
  • 19.
    “ ” PEMERIKSAAN EKG Pemeriksaan elektrokardiografi(EKG) adalah tindakan untuk merekam aktivitas listrik jantung dari nodus sinoatrial yang dikonduksi dalam jantung yang mengakibatkan jantung berkontraksi sehingga dapat direkam melalui elektroda yang dilekatkan pada kulit
  • 20.
    Elektrokardiografi : Ilmu yangmempelajari perubahan - perubahan potensial / voltage dalam jantung Elektrokardiograf : Alat untuk merekam aktivitas kelistrikan jantung dalam waktu tertentu Elektrokardiogram : Grafik hasil catatan
  • 21.
    SISTIM KONDUKSI SA node Sumberimpuls normal/ alamiah , 60 -100x/mnt AV node Bisa mengeluarkan impuls 40-60x/mnt Berkas His Serabut Purkinje Impuls 20-40 x/mnt Letf Bundle Branch RigthBundleBranch
  • 22.
    ADA 2 MACAMSANDAPAN ( lead ) EKG 1. Sandapan bipolar I, ii, iii 2. Sandapan unipolar A. Sandapan unipolar ekstremitas Avr, avl, avf B. Sandapan unipolar prekordial v1 – v6 SANDAPAN EKG
  • 23.
    I SANDAPAN UNIPOLAR PREKORDIAL a. V1: Pada intercosta ke 4 pada garis sternum sebelah kanan b. V2 : Pada intercosta ke 4 pada garis sternum kiri c. V3 : Pertengahan antara V2 dan V4 d. V4 : Pada intercosta ke 5 pada axilla bagian belakang kiri. e. V5 : Pada axilla sebelah depan kiri f. V6 :Pada intercosta ke 5 pada mid axilla
  • 24.
    PEMASANGAN SADAPAN EKTERMITAS Sambungkabel EKG pada kedua pergelangan tangan dan kedua tungkai pasien, untuk sadapan ekstremitas LEAD (LEAD I, II, III , AVR,AVL,AVF) dengan cara sebagai berikut : • Warna merah pada tangan kanan • Warna kuning pada tangan kiri • Warna hijau pada kaki kiri Warna hitam pada kaki kanan
  • 25.
    SOP EKG FUKUDA-ME 1.Hubungkan kabel elektroda pada pasien 2. Hidupkan power switch 3. Hidupkan operation switch 4. Pilih lead 1 pada lead selector dan yakinkan bahwa tidak ada gangguan pada sinyal 5. Letakkan stilus pada tengah-tengah yertas 6. Tekan tombol START. STOP untuk memulai perekaman. 7. Tekan tombol kalibrasi 1mv untuk merekam sinyal kalibrasi pada waktu istirahat pada QRS 8. Tekan tombol START.STOP untuk menghentikan perekaman 9. Pilih lead ECG berikutnya pada lead selector ulangi pengoperasian tersebut hingga komplit 12 lead perekaman. Setelah selesai matikan operation switch terlebih dahulu selanjutnya matikan power switch 10.Lepaskan elektroda pada pasien
  • 26.
  • 27.
    1. IRAMA (RHYTHM ) 2. FREKUENSI JANTUNG ( HEART RATE ) 3. POSISI LISTRIK JANTUNG ( AXIS ) 4. GELOMBANG : P, Q, QRS, T, U 5. INTERVAL PR, QT 6. SEGMAN ST 7. KELAINAN-KELAINAN TAHAPAN INTERPRETASI EKG
  • 29.
    VENTRICULARTACHYCARDIA(VT ) - Disritmiaberasaldarisatutempatdlmventrikel - Disretmiayang mengacamjiwa - QRS : ukuerandan bentuksama, lebar,aneh - Frekuensi: > 150x/mnt - Jarangterjdpd orangdewasadg jantungnormal - Umumterjadisebagaikomplikasidariinfark
  • 30.
  • 31.
    VENTRICULARFIBRILLATION - Impulscardiactdkterkoordinasi& menyebarsecaracepatdengan berbagaiukurandanaturan - Kegagalanpadakontraksijantung -Irama: ireversibel - Frek:tidakdapatdihitung - Gel.P, PRinterval: tidakada - GelQRS : tidakdpt dihitung
  • 32.
  • 33.
    VF dan VTpulseless 90 % Kematian IMA Terjadi dalam 2 jam pertama IMA PENATALAKSANAAN: 1. DEFIBRILASI 2. RJP termasuk ETT 3. Farmakologis / obat-obatan * Epinefrin * Lidocaine, Amiodarone
  • 34.
    Pulseless Electrical Activity Reviewfor most frequent causes • Hypovolemia • Hypoxia • Hydrogen ion - acidosis • Hyper-/ hypokalemia • Hypothermia • “Tablets” (drug OD, accidents) • Tamponade, cardiac • Tension pneumothorax • Thrombosis, coronary (ACS) • Thrombosis, pulmonary (embolism) Epinephrine 1 mg IV push, repeat every 3 to 5 minutes Atropine 1 mg IV (if PEA rate is slow), repeat every 3 to 5 minutes as needed, to a total dose of 0.04 mg/kg
  • 35.
  • 36.