TUGAS SISTEM SOSIAL-KESADARAN SOSIAL 1
Kesadaran Sosial membentuk Solidaritas Sosial dalam Konflik Sosial : Perobohan Tembok Pengaman
BandaraKualanamu
SIAGIAN, YANTI, SYAFIRIA, PRATIWI, PUTRI, SATRIANI
KESADARAN SOSIAL MEMBENTUK SOLIDARITAS
SOSIAL DALAM KONFLIK SOSIAL: PEROBOHAN
TEMBOK PENGAMAN BANDARA KUALANAMU
Lidya Nauli Br. Siagian 21040113120004
Novi Yanti 21040113120048
Brillian Syafiria 21040113140076
Hanifah Cindy Pratiwi 21040113130100
Laras Kun Rahmanti Putri 21040113130114
Tegar Satriani 21040113130128
Fakultas Teknik
Jurusan Perencanaan Kota dan Wilayah
Universitas Diponegoro
ABSTRAK
Dalam berkehidupan, konflik sosial selalu terjadi, tidak dapat terhindarkan. Konflik
sendiri ialah suatu keadaan dimana dua atau lebih orang atau kelompok berada di
dalam posisi diametral, dengan ciri khas adanya perbedaan pandangan, sikap dan
perilaku. Konflik sosial yang akan dibahas pada jurnal ini ialah konflik antara pihak
warga Desa Perkebunan Ramunia dan Desa Ramunia II dengan Pihak PT Angkasa Pura
II selaku pengelola Bandara Kualanamu (Pemerintah). Konflik ini diawali dengan
pembangunan Bandara Internasional Kualanamu di Kabupaten Deli Serdang dimana
bangunan dindingnya memotong alur sungai sehingga membendung aliran air sungai
dan berpotensi menimbulkan bencana banjir kepada masyarakat sekitar. Hal ini dapat
terjadi karena minimnya kepekaan sosial pihak pemerintah, dimana pemerintah kurang
dapat memikirkan dampak dari pembangunan bandara kepada semua orang secara
keseluruhan.Konfik ini kemudian mendapat tanggapan dari masyarakat sekitar berupa
pemberontakan dan penghancuran bangunan dinding bandara secara massal. Hal ini
mengindikasikan adanya kesadaran sosial dari masyarakat setempat terkait keselamatan
dan nasib mereka secara bersama-sama terkait dengan pembangunan bandara tersebut
yang selanjutnya akan membentuk solidaritas publik .
Kata Kunci: konflik sosial, kesadaran sosial, solidaritas publik, Tembok Kualanamu
PENDAHULUAN
Masyarakat di Indonesia sangat beragam karena dipengaruhi oleh faktor ras, etnis,
agama, dan status. Dapat digarisbawahi bahwa konflik merupakan proses sosial yang
pasti akan terjadi di tengah-tengah masyarakat yang dinamis. Konflik terjadi karena
adanya perbedaan atau kesalahpahaman antara individu atau kelompok masyarakat yang
satu dengan individu atau kelompok masyarakat lainnya. Dalam konflik pasti terdapat
perselisihan dan pertentangan. Konflik bisa dialami oleh siapa saja pada berbagai lapisan
sosial masyarakat. Konflik bisa dimulai dari keluarga, masyarakat sekitar, nasional, dan
global yang muncul akibat rendahnya kesadaran sosial masyarakat dalam menghadapi
suatu masalah yang akan memunculkan pihak-pihak yang pro dan kontra terhadap
Korespondensi penulis: Universitas Diponegoro, Jalan Prof.H.
Soedharto, SH, 50275, Semarang, Telp. : 024-7460038, Fax: 024-
7460038
E-mail: lidya.nauli17@pwk.undip.ac.id(L.NSiagian)
novi.yanti17@pwk.undip.ac.id (N. Yanti)
brillian.syafiria17@pwk.undip.ac.id (B. Syafiria)
hanifah.cindy17@pwk.undip.ac.id (H.C. Pratiwi)
laras.kun17@pwk.undip.ac.id (L. K. R. Putri)
tegar.satriani17@pwk.undip.ac.id(T. Satriani)
TUGAS SISTEM SOSIAL-KESADARAN SOSIAL 2
Kesadaran Sosial membentuk Solidaritas Sosial dalam Konflik Sosial : Perobohan Tembok Pengaman
BandaraKualanamu
SIAGIAN, YANTI, SYAFIRIA, PRATIWI, PUTRI, SATRIANI
masalah tersebut.
Kesadaran sosial adalah representasi jiwa seseorang akan dirinya sendiri dan
orang lain ( (Bachrie, 2009) Wegner dan Guiliano, 1982 dalam Bachrie, 2009. Sedangkan
Prasolova Forland (2002) dalam Bachrie (2009) mengungkapkan bahwa kesadaran sosial
ada hubungannya dengan kewasapadaan seseorang terhadap situasi sosial ang dialami
oleh diri sendiri dan orang lain, sehingga individu dapat menjadi tahu dan menyadari hal-
hal yang terjadi di sekelilingnya, seperti mengenai apa yang orang lain lakukan, apakah
seseorang terlibat dalam sesuatu percakapan dan dapat diganggu, siapa saja yang berada
di sekitar, dan keadaan apa yang sedang terjadi. Dalam hal ini kesadaran sosial dapat
dilihat sebagai sebuah presentasi dari persepsi individu tentang informasi yang
berhubungan dengan tujuan sosialnya ( Seldon, 1996 dalam Bachrie, 2009).
Bentuk kesadaran sosial yang digunakan oleh seseorang dapat dipengaruhi oleh
tiga hal, yaitu kognisi, tujuan, dan motif. Sheldon (1996) dalam Bachrie (2009)
menjelaskan bahwa setiap individu memiliki kebiasaan atau gaya tersendiri dalam
memperhatikan informasi yang didapat dari lingkungan sosialnya. Hal ini menunjukkan
bahwa sistem kognitif yang dimiliki setiap individu berbeda satu sama lain dan dapat
mempengaruhi kesadaran sosial mereka dalam berinteraksi sosial (Emmons, 1989 dalam
Bachrie, 2009).
Dalam jurnal ini, akan dipaparkan tentang identifikasi dari salah satu
permasalahan kesadaran sosial, yaitu Perobohan empat kolomtembok pengaman Bandara
Kualanamu oleh warga sekitar yaitu warga Desa Perkebunan Ramunia dan Desa
Ramunia II Kecamatan Pantailabu yang terjadi pada Hari Minggu, 21 September 2014,
kesadaran sosial membentuk solidaritas publik dalam permasalahan sosial, serta simpulan
dan rekomendasi yang dihasilkan dari permasalahan kesadaran sosial tersebut.
IDENTIFIKASI MASALAH
Masalah yang terjadi adalah Warga Desa Perkebunan Ramunia dan Desa Ramunia II
Kecamatan Pantai Labu merobohkan tembok bandara Kualanamu untuk mencegah
adanya banjir. Tembok bandara Kualanamu dibangun di atas saluran peninggalan
Belanda sehingga menyebabkan aliran sungai tersebut menjadi tersumbat. Hujan deras
yang mengguyur wilayah tersebut selama berjam-jam membuat sungai yang dilalui
tembok bandara Kualanamu tidak mampu lagi menampung volume air sehingga
membuat air sungai tersebut meluap.
Warga langsung beramai-ramai merubuhkan tembok bandara tersebut untuk
mencegah terjadi banjir karena itulah satu-satunya cara yang dapat dilakukan agar tidak
terjadi banjir di permukiman mereka. Tanpa dikomando, puluhan warga di dua desa
tersebut termasuk kepala desa setempat melompat ke sungai yang berarus deras tersebut
dan merubuhkan empat kolom tembok bandara sehingga air sungai dapat mengalir
keluar. Puluhan warga dari dua desa yang ada di sekitar sungai yang meluap khawatir
jika air sungai yang meluap membanjiri rumah mereka. Warga berenang ke arah tembok
pembatas bandara itu yang berjarak beberapa meter dari benteng sungai. Saat berada di
dekat tembok warga pun mengikatkan tali tambang ke besi pondasi tembok. Setelah
memastikan tali terikat kuat, puluhan warga yang berdiri di benteng sungai pun menarik
tali itu dengan sekuat tenaga. Seketika tembok pun berhasil dirubuhkan dan air sungai
yang meluap pun mengalir ke sungai yang berada di dalam kawasan bandara.
Aksi warga merubuhkan tembok pembatas bandara sepanjang kira-kira lima meter
dan setinggi kira-kira 3 meter itu dikawal ketat puluhan petugas gabungan yang terdiri
dari petugas AVSEC, petugas keamanan, petugas Polsek serta TNI. Sementara itu Kepala
Desa setempat mengungkapkan bahwa proyek pembangunan kanal Belanda ini, sudah
dimulai sejak 2 tahun lalu namun karena terkendala biaya ganti rugi maka
pembengunannya berhenti sejak sekira 8 buan yang lalu. Jadi kanal yang seharusnya
berfungsi sebagai penyalur aliran air tidak dapat berfungsi optimal. Kondisi ini
diperparah dengan adanya tembok bandara Kualanamu yang dibangun di atas saluran
tersebut sehingga sangat rawan terkena banjir apabila diguyur hujan deras.
TUGAS SISTEM SOSIAL-KESADARAN SOSIAL 3
Kesadaran Sosial membentuk Solidaritas Sosial dalam Konflik Sosial : Perobohan Tembok Pengaman
BandaraKualanamu
SIAGIAN, YANTI, SYAFIRIA, PRATIWI, PUTRI, SATRIANI
KESADARAN SOSIAL MEMBENTUK SOLIDARITAS PUBLIK
DALAM PERMASALAHAN SOSIAL
Kesadaran sosial merupakan respon individual yang menyatakan ketidakpuasan terhadap
situasi yang dialami. Hal tersebut muncul relatif bersamaan dengan atau tanpa melibatkan
kontak di antara sesama anggota masyarakat. Tanggung jawab bersama (social
responsibility) adalah akumulasi dari tahap sebelumnya yang mengarahkan sikap prilaku
dan tindakan individu-individu di dalam masyarakat.
Dengan kasus perobohan tembok Bandara Kualanamu dapat dilihat bahwa
masyarakat Desa Perkebunan Ramunia dan Ramunia II memiliki sebuah kesadaran
sosial. Ketidakpuasan terhadap situasi yang dialami warganya yaitu rawannya terjadi
banjir ketika hujan datang karena air sungai tidak mampu menampung air.
Respon individual tersebut muncul berawal dari rasa khawatir bahwa permukiman
yang mereka diami akan terendam banjir. Respon individual masyarakat yang
menyatakan ketidakpuasan terhadap pembangunan tembok bandara muncul relatif
bersamaan tanpa melibatkan kontak diantara sesama anggota masyarakat desa. Respon
mereka ini terakumulasi ke dalam bentuk tanggung jawab bersama (social responsibility)
yang mengarahkan sikap, perilaku dan tindakan individu-individu di dalam masyarakat,
dalam hal ini ialah aksi bersama perobohan empat kolom tembok pengaman Bandara
Kualanamu.
Konflik antara pemerintah dan masyarakat di sekitar bandara Kualanamu ini
terjadi karena pemerintah kurang peka terhadap dampak yang mungkin terjadi kepada
masyarakat. Konflik yang ditimbulkan dari permasalahan ini merupakan konflik sosial,
karena dampaknya dirasakan oleh orang banyak, khususnya masyarakat desa setempat,
yaitu Desa Perkebunan Ramunia dan Desa Ramunia II. Hal ini mendapat tanggapan dari
masyarakat berupa aksi fisik perobohan tembok bandara secara massal. Aksi ini berjalan
karena adanya ikatan sosial yang kuat di antara masyarakat, maka masyarakat secara
otomatis memiliki kesamaan pikiran yaitu merobohkan bangunan tembok bandara.
Karena konflik menimbulkan perlawanan secara fisik, maka konflik ini termasuk ke
dalam konflik aktual.
Kesadaran sosial di Desa Perkebunan Ramunia dan Desa Ramunia II ini terbentuk
karena intensitas interaksi yang kuat di antara warga, skala yang cenderung sempit yaitu
sebatas satu-dua wilayah desa, frekuensi yang sering dari masyarakatnya, serta sumber
yang berasal dari luar masyarakat. Interaksi dan frekuensi interaksi masyarakat yang
menimbulkan ikatan yang kuat ini terbentuk dari tradisi, agama, dan peraturan yang ada
dan selama ini sudah berjalan. Antar warga terdapat kecenderungan yang sama dari hal-
hal ini. Kemudian sumber konflik, yaitu pemerintah, sebagai bagian yang dianggap
kurang menyatu dengan masyarakat juga menimbulkan rasa kepercayaan yang minim
dari masyarakat. Kurangnya rasa kepercayaan (trust) ini juga berpotensi menyebabkan
pertentangan antara masyarakat dengan pemerintah.
Solidaritas publik merupakan ekspresi konkret tanggung jawab sosial yang
diwujudkan oleh individu-individu dalam bentuk perhatian, dukungan moral, bantuan,
dan keberpihakan kepada kelompok masyarakat yang dirugikan (affected groups) atau
kurang beruntung (vulnerable groups). Solidaritas publik sekurang-kurangnya melibatkan
dua pihak. Dalam kasus ini, pihak yang dirugikan sebelum terjadinya peristiwa
perobohan tembok adalah warga Desa Perkebunan Ramuna dan warga Desa Ramunia II.
Pihak tersebut dirugikan karena pihak tersebut ialah pihak yang menerima kerawanan
banjir akibat pembangunan tembok pengaman Bandara Kualanamu. Sedangkan pihak
yang beruntung adalah pihak PT Angkasa Pura II sebagai pengelola Bandara Kualanamu.
Pihak tersebut beruntung karena pembangunan tembok pengaman Bandara Kualanamu
merupakan rencananya. Akan tetapi, karena adanya kesadaran publik akan adanya bahaya
bencana banjir membuat suatu aksi bersama berupa perobohan empat kolom tembok
pengaman bandara. Atas adanya aksi bersama itu, maka pihak yang dirugikan berbalik
menjadi PT Angkasa Pura II yang kehilangan empat kolom tembok pengaman bandara.
Sedangkan pihak yang diuntungkan adalah Pihak warga sekitar yang terhindar dari
ancaman banjir.
TUGAS SISTEM SOSIAL-KESADARAN SOSIAL 4
Kesadaran Sosial membentuk Solidaritas Sosial dalam Konflik Sosial : Perobohan Tembok Pengaman
BandaraKualanamu
SIAGIAN, YANTI, SYAFIRIA, PRATIWI, PUTRI, SATRIANI
Solidaritas publik pun dapat terlihat dari petugas gabungan yang terdiri dari
petugas AVSEC, petugas keamanan pos 8 yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi,
petugas Polsek Beringin, serta TNI yang mengawal berjalannya aksi warga dua desa
tersebut terhadap obyek vital negara yaitu sebuah bandara.
Setelah aksi warga tersebut, pihak manajemen PT Angaksa Pura II menunjukkan
ekspresi konkret tanggung jawab sosial yang berwujud sebuah pembangunan gorong-
gorong dan pembersihan saluran drainase serta perbaikan panel Kualanamu International
Airport tersebut. Hal tersebut diungkapkan oleh Manager Humas dan Protokuler PT
Angksa Pura II Dewandono Prastyo Nugroho pada Hari Selasa, 23 September 2014
kepada redaksi Waspada Online di Medan. Beliau mengatakan bahwa General Manager
PT Angkasa Pura II Kualanamu, HT Said Ridwan, dalam rapat koordinasi dengan seluruh
stakeholder terkait menyatakan solusi untuk mengatasi air meluap dari anak sungai ke
lahan warga, PT AP I akan menambah gorong-gorong sebagai altenatif sementara
mengurangi debit air sungai. Selain itu, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak
kepolisian yakni Kapolres Deliserdang AKBP M. Edi Faryadi untuk siap mengamankan
pelaksanaan proyek di luar bandara,
Sedangkan terkait proyek Kementerian Pekerjaan Umum Cq Balai Sungai yang
belum rampung, Prasetyo Nugraha (Waspada Online, 2014) berpendapat bahwa pihak
Balai sungai masih terkendala dengan persoalan ganti rugi lahan dan menegaskan bahwa
pihak tersebut akan menuntaskan pekerjaannya Februari tahun depan.
SIMPULAN DAN REKOMENDASI
Dari kasus pembongkaran tembok bandara Kualanamu, dapat diambil kesimpulan bahwa
kesadaran sosial adalah sesuatu yang dibutuhkan oleh sebuah kelompok masyarakat agar
dapat menangani semua permasalahan yang berpotensi mengancam keamanan dan
kepentingan yang ada. Karena pada dasarnya kesadaran sosial muncul dengan ditandai
oleh reaksi spontan dari ketidakpuasan atas keadaan sekitar. Kesadaran sosial dapat
timbul dari reaksi individual sebagai salah satu bagian dari masyarakat, yang kemudian
dapat berpengaruh terhadap anggota masyarakat lainnya. Sehingga identitas dari
kesadaran sosialnya bukan semata atas keinginan individu, tetapi telah berkembang
menjadi keinginan masyarakat. Kesadaran sosial suatu masyarakat dapat menunjukkan
kepekaan dan kepedulian seseorang/kelompok terhadap permasalahan sosial. Kesadaran
sosial juga dapat menunjukkan tingkat kematangan mentalitas dan berpikir seseorang
untuk terlibat dalam pencarian solusi permasalahan sosial. Jadi kelompok masyarakat
yang dapat secara cepat terlibat dalam pemecahan masalah di sekitar mereka sudah dapat
dinilai sebagai kelompok masyarakat yang memiliki kematangan mentalitas dan berfikir.
Kasus pembongkaran tembok bandara Kualanamu merupakan sebuah contoh kesadaran
sosial yang membuahkan hasil karena upaya masyarakat berhasil mencegah potensi
banjir yang dapat menggenangi permukiman mereka. Kerugian yang ditimbulkan dari
pembongkaran tembok bandara tersebut tidak sebanding dengan kerugian yang dapat
ditimbulkan dari dampak banjir yang dapat terjadi.
Seharusnya pemerintah setempat lebih memperhatikan lagi dampak pembangunan
bagi masyarakat agar tidak ada kerugian yang ditimbulkan dari pembangunan. Semua
dampak yang ditimbulkan oleh pembangunan dapat menyebabkan pertentangan dan
ketidaksetujuan dari pihak masyarakat, sehingga menyebabkan konflik. Terlebih lagi
kasus yang telah dijelaskan terjadi di sekitar bandara Kualanamu yang merupakan
bandara internasional dan merupakan salah satu gerbang masuk Indonesia. Dari sinilah
kepekaan sosial dari pemerintah diperlukan untuk lebih dapat meningkatkan lagi
kesejahteraan masyarakat sekitar bandara Kualanamu.
Untuk masyarakat desa Perkebunan Ramunia dan Desa Ramunia II Kecamatan
Pantai Labu agar lebih mengutamakan jalan musyawarah dengan pihak berwenang untuk
bersama-sama mencari cara untuk memecahkan masalah. Kesadaran sosial yang tidak
diimbangi dengan pemikiran yang matang akan menimbulkan permasalahan yang lebih
besar, meskipun pada kasus diatas spontanitas masyarakat kedua desa tersebut dapat
mencegah potensi banjir yang disebabkan oleh tersumbatnya aliran sungai oleh tembok
TUGAS SISTEM SOSIAL-KESADARAN SOSIAL 5
Kesadaran Sosial membentuk Solidaritas Sosial dalam Konflik Sosial : Perobohan Tembok Pengaman
BandaraKualanamu
SIAGIAN, YANTI, SYAFIRIA, PRATIWI, PUTRI, SATRIANI
bandara Kualanamu. Tidak semua masalah memiliki situasi dan kondisi yang sama serta
jalan keluar yang sama, yaitu melalui tanggapan spontan dengan aksi fisik.
UCAPAN TERIMA KASIH
1. Ucapan terima kasih kepada narasumber yang telah membagi informasi sehingga
pemperlengkap data dalam jurnal ini.
2. Ucapan terima kasih kepada semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu
yang telah mendukung dalam pembuatan jurnal ini.
DAFTAR ACUAN
Bachrie, N. S. (2009). Hubungan Jenis Sekolah dan Identifikasi Nilai Moral
Individualisme Terhadap Kesadaran Sosial Siswa SMA di Jakarta. Depok:
Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.
Diputri, C. I. (2014, 09 23). AP II Segera Perbaiki Panel KNIA. Diunduh pada tanggal 12
10, 2014, dari Waspada Online: www.wadpada.co.id
Redaksi Sumut Post. (2014, 9 22). Tembok Bandara Kualanamu Dijebol. Diunduh pada
tanggal 12 9, 2014, dari Sumut Post: www.sumut post.co
Tembok Bandara Kualanamu Jebol. (2013, 09 23). Diunduh pada tanggal 12 1, 2014, dari
Metro Siantar: www.metrosiantar.com

Jurnal Kesadaran Sosial Bandara Kualanamu

  • 1.
    TUGAS SISTEM SOSIAL-KESADARANSOSIAL 1 Kesadaran Sosial membentuk Solidaritas Sosial dalam Konflik Sosial : Perobohan Tembok Pengaman BandaraKualanamu SIAGIAN, YANTI, SYAFIRIA, PRATIWI, PUTRI, SATRIANI KESADARAN SOSIAL MEMBENTUK SOLIDARITAS SOSIAL DALAM KONFLIK SOSIAL: PEROBOHAN TEMBOK PENGAMAN BANDARA KUALANAMU Lidya Nauli Br. Siagian 21040113120004 Novi Yanti 21040113120048 Brillian Syafiria 21040113140076 Hanifah Cindy Pratiwi 21040113130100 Laras Kun Rahmanti Putri 21040113130114 Tegar Satriani 21040113130128 Fakultas Teknik Jurusan Perencanaan Kota dan Wilayah Universitas Diponegoro ABSTRAK Dalam berkehidupan, konflik sosial selalu terjadi, tidak dapat terhindarkan. Konflik sendiri ialah suatu keadaan dimana dua atau lebih orang atau kelompok berada di dalam posisi diametral, dengan ciri khas adanya perbedaan pandangan, sikap dan perilaku. Konflik sosial yang akan dibahas pada jurnal ini ialah konflik antara pihak warga Desa Perkebunan Ramunia dan Desa Ramunia II dengan Pihak PT Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Kualanamu (Pemerintah). Konflik ini diawali dengan pembangunan Bandara Internasional Kualanamu di Kabupaten Deli Serdang dimana bangunan dindingnya memotong alur sungai sehingga membendung aliran air sungai dan berpotensi menimbulkan bencana banjir kepada masyarakat sekitar. Hal ini dapat terjadi karena minimnya kepekaan sosial pihak pemerintah, dimana pemerintah kurang dapat memikirkan dampak dari pembangunan bandara kepada semua orang secara keseluruhan.Konfik ini kemudian mendapat tanggapan dari masyarakat sekitar berupa pemberontakan dan penghancuran bangunan dinding bandara secara massal. Hal ini mengindikasikan adanya kesadaran sosial dari masyarakat setempat terkait keselamatan dan nasib mereka secara bersama-sama terkait dengan pembangunan bandara tersebut yang selanjutnya akan membentuk solidaritas publik . Kata Kunci: konflik sosial, kesadaran sosial, solidaritas publik, Tembok Kualanamu PENDAHULUAN Masyarakat di Indonesia sangat beragam karena dipengaruhi oleh faktor ras, etnis, agama, dan status. Dapat digarisbawahi bahwa konflik merupakan proses sosial yang pasti akan terjadi di tengah-tengah masyarakat yang dinamis. Konflik terjadi karena adanya perbedaan atau kesalahpahaman antara individu atau kelompok masyarakat yang satu dengan individu atau kelompok masyarakat lainnya. Dalam konflik pasti terdapat perselisihan dan pertentangan. Konflik bisa dialami oleh siapa saja pada berbagai lapisan sosial masyarakat. Konflik bisa dimulai dari keluarga, masyarakat sekitar, nasional, dan global yang muncul akibat rendahnya kesadaran sosial masyarakat dalam menghadapi suatu masalah yang akan memunculkan pihak-pihak yang pro dan kontra terhadap Korespondensi penulis: Universitas Diponegoro, Jalan Prof.H. Soedharto, SH, 50275, Semarang, Telp. : 024-7460038, Fax: 024- 7460038 E-mail: lidya.nauli17@pwk.undip.ac.id(L.NSiagian) novi.yanti17@pwk.undip.ac.id (N. Yanti) brillian.syafiria17@pwk.undip.ac.id (B. Syafiria) hanifah.cindy17@pwk.undip.ac.id (H.C. Pratiwi) laras.kun17@pwk.undip.ac.id (L. K. R. Putri) tegar.satriani17@pwk.undip.ac.id(T. Satriani)
  • 2.
    TUGAS SISTEM SOSIAL-KESADARANSOSIAL 2 Kesadaran Sosial membentuk Solidaritas Sosial dalam Konflik Sosial : Perobohan Tembok Pengaman BandaraKualanamu SIAGIAN, YANTI, SYAFIRIA, PRATIWI, PUTRI, SATRIANI masalah tersebut. Kesadaran sosial adalah representasi jiwa seseorang akan dirinya sendiri dan orang lain ( (Bachrie, 2009) Wegner dan Guiliano, 1982 dalam Bachrie, 2009. Sedangkan Prasolova Forland (2002) dalam Bachrie (2009) mengungkapkan bahwa kesadaran sosial ada hubungannya dengan kewasapadaan seseorang terhadap situasi sosial ang dialami oleh diri sendiri dan orang lain, sehingga individu dapat menjadi tahu dan menyadari hal- hal yang terjadi di sekelilingnya, seperti mengenai apa yang orang lain lakukan, apakah seseorang terlibat dalam sesuatu percakapan dan dapat diganggu, siapa saja yang berada di sekitar, dan keadaan apa yang sedang terjadi. Dalam hal ini kesadaran sosial dapat dilihat sebagai sebuah presentasi dari persepsi individu tentang informasi yang berhubungan dengan tujuan sosialnya ( Seldon, 1996 dalam Bachrie, 2009). Bentuk kesadaran sosial yang digunakan oleh seseorang dapat dipengaruhi oleh tiga hal, yaitu kognisi, tujuan, dan motif. Sheldon (1996) dalam Bachrie (2009) menjelaskan bahwa setiap individu memiliki kebiasaan atau gaya tersendiri dalam memperhatikan informasi yang didapat dari lingkungan sosialnya. Hal ini menunjukkan bahwa sistem kognitif yang dimiliki setiap individu berbeda satu sama lain dan dapat mempengaruhi kesadaran sosial mereka dalam berinteraksi sosial (Emmons, 1989 dalam Bachrie, 2009). Dalam jurnal ini, akan dipaparkan tentang identifikasi dari salah satu permasalahan kesadaran sosial, yaitu Perobohan empat kolomtembok pengaman Bandara Kualanamu oleh warga sekitar yaitu warga Desa Perkebunan Ramunia dan Desa Ramunia II Kecamatan Pantailabu yang terjadi pada Hari Minggu, 21 September 2014, kesadaran sosial membentuk solidaritas publik dalam permasalahan sosial, serta simpulan dan rekomendasi yang dihasilkan dari permasalahan kesadaran sosial tersebut. IDENTIFIKASI MASALAH Masalah yang terjadi adalah Warga Desa Perkebunan Ramunia dan Desa Ramunia II Kecamatan Pantai Labu merobohkan tembok bandara Kualanamu untuk mencegah adanya banjir. Tembok bandara Kualanamu dibangun di atas saluran peninggalan Belanda sehingga menyebabkan aliran sungai tersebut menjadi tersumbat. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama berjam-jam membuat sungai yang dilalui tembok bandara Kualanamu tidak mampu lagi menampung volume air sehingga membuat air sungai tersebut meluap. Warga langsung beramai-ramai merubuhkan tembok bandara tersebut untuk mencegah terjadi banjir karena itulah satu-satunya cara yang dapat dilakukan agar tidak terjadi banjir di permukiman mereka. Tanpa dikomando, puluhan warga di dua desa tersebut termasuk kepala desa setempat melompat ke sungai yang berarus deras tersebut dan merubuhkan empat kolom tembok bandara sehingga air sungai dapat mengalir keluar. Puluhan warga dari dua desa yang ada di sekitar sungai yang meluap khawatir jika air sungai yang meluap membanjiri rumah mereka. Warga berenang ke arah tembok pembatas bandara itu yang berjarak beberapa meter dari benteng sungai. Saat berada di dekat tembok warga pun mengikatkan tali tambang ke besi pondasi tembok. Setelah memastikan tali terikat kuat, puluhan warga yang berdiri di benteng sungai pun menarik tali itu dengan sekuat tenaga. Seketika tembok pun berhasil dirubuhkan dan air sungai yang meluap pun mengalir ke sungai yang berada di dalam kawasan bandara. Aksi warga merubuhkan tembok pembatas bandara sepanjang kira-kira lima meter dan setinggi kira-kira 3 meter itu dikawal ketat puluhan petugas gabungan yang terdiri dari petugas AVSEC, petugas keamanan, petugas Polsek serta TNI. Sementara itu Kepala Desa setempat mengungkapkan bahwa proyek pembangunan kanal Belanda ini, sudah dimulai sejak 2 tahun lalu namun karena terkendala biaya ganti rugi maka pembengunannya berhenti sejak sekira 8 buan yang lalu. Jadi kanal yang seharusnya berfungsi sebagai penyalur aliran air tidak dapat berfungsi optimal. Kondisi ini diperparah dengan adanya tembok bandara Kualanamu yang dibangun di atas saluran tersebut sehingga sangat rawan terkena banjir apabila diguyur hujan deras.
  • 3.
    TUGAS SISTEM SOSIAL-KESADARANSOSIAL 3 Kesadaran Sosial membentuk Solidaritas Sosial dalam Konflik Sosial : Perobohan Tembok Pengaman BandaraKualanamu SIAGIAN, YANTI, SYAFIRIA, PRATIWI, PUTRI, SATRIANI KESADARAN SOSIAL MEMBENTUK SOLIDARITAS PUBLIK DALAM PERMASALAHAN SOSIAL Kesadaran sosial merupakan respon individual yang menyatakan ketidakpuasan terhadap situasi yang dialami. Hal tersebut muncul relatif bersamaan dengan atau tanpa melibatkan kontak di antara sesama anggota masyarakat. Tanggung jawab bersama (social responsibility) adalah akumulasi dari tahap sebelumnya yang mengarahkan sikap prilaku dan tindakan individu-individu di dalam masyarakat. Dengan kasus perobohan tembok Bandara Kualanamu dapat dilihat bahwa masyarakat Desa Perkebunan Ramunia dan Ramunia II memiliki sebuah kesadaran sosial. Ketidakpuasan terhadap situasi yang dialami warganya yaitu rawannya terjadi banjir ketika hujan datang karena air sungai tidak mampu menampung air. Respon individual tersebut muncul berawal dari rasa khawatir bahwa permukiman yang mereka diami akan terendam banjir. Respon individual masyarakat yang menyatakan ketidakpuasan terhadap pembangunan tembok bandara muncul relatif bersamaan tanpa melibatkan kontak diantara sesama anggota masyarakat desa. Respon mereka ini terakumulasi ke dalam bentuk tanggung jawab bersama (social responsibility) yang mengarahkan sikap, perilaku dan tindakan individu-individu di dalam masyarakat, dalam hal ini ialah aksi bersama perobohan empat kolom tembok pengaman Bandara Kualanamu. Konflik antara pemerintah dan masyarakat di sekitar bandara Kualanamu ini terjadi karena pemerintah kurang peka terhadap dampak yang mungkin terjadi kepada masyarakat. Konflik yang ditimbulkan dari permasalahan ini merupakan konflik sosial, karena dampaknya dirasakan oleh orang banyak, khususnya masyarakat desa setempat, yaitu Desa Perkebunan Ramunia dan Desa Ramunia II. Hal ini mendapat tanggapan dari masyarakat berupa aksi fisik perobohan tembok bandara secara massal. Aksi ini berjalan karena adanya ikatan sosial yang kuat di antara masyarakat, maka masyarakat secara otomatis memiliki kesamaan pikiran yaitu merobohkan bangunan tembok bandara. Karena konflik menimbulkan perlawanan secara fisik, maka konflik ini termasuk ke dalam konflik aktual. Kesadaran sosial di Desa Perkebunan Ramunia dan Desa Ramunia II ini terbentuk karena intensitas interaksi yang kuat di antara warga, skala yang cenderung sempit yaitu sebatas satu-dua wilayah desa, frekuensi yang sering dari masyarakatnya, serta sumber yang berasal dari luar masyarakat. Interaksi dan frekuensi interaksi masyarakat yang menimbulkan ikatan yang kuat ini terbentuk dari tradisi, agama, dan peraturan yang ada dan selama ini sudah berjalan. Antar warga terdapat kecenderungan yang sama dari hal- hal ini. Kemudian sumber konflik, yaitu pemerintah, sebagai bagian yang dianggap kurang menyatu dengan masyarakat juga menimbulkan rasa kepercayaan yang minim dari masyarakat. Kurangnya rasa kepercayaan (trust) ini juga berpotensi menyebabkan pertentangan antara masyarakat dengan pemerintah. Solidaritas publik merupakan ekspresi konkret tanggung jawab sosial yang diwujudkan oleh individu-individu dalam bentuk perhatian, dukungan moral, bantuan, dan keberpihakan kepada kelompok masyarakat yang dirugikan (affected groups) atau kurang beruntung (vulnerable groups). Solidaritas publik sekurang-kurangnya melibatkan dua pihak. Dalam kasus ini, pihak yang dirugikan sebelum terjadinya peristiwa perobohan tembok adalah warga Desa Perkebunan Ramuna dan warga Desa Ramunia II. Pihak tersebut dirugikan karena pihak tersebut ialah pihak yang menerima kerawanan banjir akibat pembangunan tembok pengaman Bandara Kualanamu. Sedangkan pihak yang beruntung adalah pihak PT Angkasa Pura II sebagai pengelola Bandara Kualanamu. Pihak tersebut beruntung karena pembangunan tembok pengaman Bandara Kualanamu merupakan rencananya. Akan tetapi, karena adanya kesadaran publik akan adanya bahaya bencana banjir membuat suatu aksi bersama berupa perobohan empat kolom tembok pengaman bandara. Atas adanya aksi bersama itu, maka pihak yang dirugikan berbalik menjadi PT Angkasa Pura II yang kehilangan empat kolom tembok pengaman bandara. Sedangkan pihak yang diuntungkan adalah Pihak warga sekitar yang terhindar dari ancaman banjir.
  • 4.
    TUGAS SISTEM SOSIAL-KESADARANSOSIAL 4 Kesadaran Sosial membentuk Solidaritas Sosial dalam Konflik Sosial : Perobohan Tembok Pengaman BandaraKualanamu SIAGIAN, YANTI, SYAFIRIA, PRATIWI, PUTRI, SATRIANI Solidaritas publik pun dapat terlihat dari petugas gabungan yang terdiri dari petugas AVSEC, petugas keamanan pos 8 yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi, petugas Polsek Beringin, serta TNI yang mengawal berjalannya aksi warga dua desa tersebut terhadap obyek vital negara yaitu sebuah bandara. Setelah aksi warga tersebut, pihak manajemen PT Angaksa Pura II menunjukkan ekspresi konkret tanggung jawab sosial yang berwujud sebuah pembangunan gorong- gorong dan pembersihan saluran drainase serta perbaikan panel Kualanamu International Airport tersebut. Hal tersebut diungkapkan oleh Manager Humas dan Protokuler PT Angksa Pura II Dewandono Prastyo Nugroho pada Hari Selasa, 23 September 2014 kepada redaksi Waspada Online di Medan. Beliau mengatakan bahwa General Manager PT Angkasa Pura II Kualanamu, HT Said Ridwan, dalam rapat koordinasi dengan seluruh stakeholder terkait menyatakan solusi untuk mengatasi air meluap dari anak sungai ke lahan warga, PT AP I akan menambah gorong-gorong sebagai altenatif sementara mengurangi debit air sungai. Selain itu, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian yakni Kapolres Deliserdang AKBP M. Edi Faryadi untuk siap mengamankan pelaksanaan proyek di luar bandara, Sedangkan terkait proyek Kementerian Pekerjaan Umum Cq Balai Sungai yang belum rampung, Prasetyo Nugraha (Waspada Online, 2014) berpendapat bahwa pihak Balai sungai masih terkendala dengan persoalan ganti rugi lahan dan menegaskan bahwa pihak tersebut akan menuntaskan pekerjaannya Februari tahun depan. SIMPULAN DAN REKOMENDASI Dari kasus pembongkaran tembok bandara Kualanamu, dapat diambil kesimpulan bahwa kesadaran sosial adalah sesuatu yang dibutuhkan oleh sebuah kelompok masyarakat agar dapat menangani semua permasalahan yang berpotensi mengancam keamanan dan kepentingan yang ada. Karena pada dasarnya kesadaran sosial muncul dengan ditandai oleh reaksi spontan dari ketidakpuasan atas keadaan sekitar. Kesadaran sosial dapat timbul dari reaksi individual sebagai salah satu bagian dari masyarakat, yang kemudian dapat berpengaruh terhadap anggota masyarakat lainnya. Sehingga identitas dari kesadaran sosialnya bukan semata atas keinginan individu, tetapi telah berkembang menjadi keinginan masyarakat. Kesadaran sosial suatu masyarakat dapat menunjukkan kepekaan dan kepedulian seseorang/kelompok terhadap permasalahan sosial. Kesadaran sosial juga dapat menunjukkan tingkat kematangan mentalitas dan berpikir seseorang untuk terlibat dalam pencarian solusi permasalahan sosial. Jadi kelompok masyarakat yang dapat secara cepat terlibat dalam pemecahan masalah di sekitar mereka sudah dapat dinilai sebagai kelompok masyarakat yang memiliki kematangan mentalitas dan berfikir. Kasus pembongkaran tembok bandara Kualanamu merupakan sebuah contoh kesadaran sosial yang membuahkan hasil karena upaya masyarakat berhasil mencegah potensi banjir yang dapat menggenangi permukiman mereka. Kerugian yang ditimbulkan dari pembongkaran tembok bandara tersebut tidak sebanding dengan kerugian yang dapat ditimbulkan dari dampak banjir yang dapat terjadi. Seharusnya pemerintah setempat lebih memperhatikan lagi dampak pembangunan bagi masyarakat agar tidak ada kerugian yang ditimbulkan dari pembangunan. Semua dampak yang ditimbulkan oleh pembangunan dapat menyebabkan pertentangan dan ketidaksetujuan dari pihak masyarakat, sehingga menyebabkan konflik. Terlebih lagi kasus yang telah dijelaskan terjadi di sekitar bandara Kualanamu yang merupakan bandara internasional dan merupakan salah satu gerbang masuk Indonesia. Dari sinilah kepekaan sosial dari pemerintah diperlukan untuk lebih dapat meningkatkan lagi kesejahteraan masyarakat sekitar bandara Kualanamu. Untuk masyarakat desa Perkebunan Ramunia dan Desa Ramunia II Kecamatan Pantai Labu agar lebih mengutamakan jalan musyawarah dengan pihak berwenang untuk bersama-sama mencari cara untuk memecahkan masalah. Kesadaran sosial yang tidak diimbangi dengan pemikiran yang matang akan menimbulkan permasalahan yang lebih besar, meskipun pada kasus diatas spontanitas masyarakat kedua desa tersebut dapat mencegah potensi banjir yang disebabkan oleh tersumbatnya aliran sungai oleh tembok
  • 5.
    TUGAS SISTEM SOSIAL-KESADARANSOSIAL 5 Kesadaran Sosial membentuk Solidaritas Sosial dalam Konflik Sosial : Perobohan Tembok Pengaman BandaraKualanamu SIAGIAN, YANTI, SYAFIRIA, PRATIWI, PUTRI, SATRIANI bandara Kualanamu. Tidak semua masalah memiliki situasi dan kondisi yang sama serta jalan keluar yang sama, yaitu melalui tanggapan spontan dengan aksi fisik. UCAPAN TERIMA KASIH 1. Ucapan terima kasih kepada narasumber yang telah membagi informasi sehingga pemperlengkap data dalam jurnal ini. 2. Ucapan terima kasih kepada semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah mendukung dalam pembuatan jurnal ini. DAFTAR ACUAN Bachrie, N. S. (2009). Hubungan Jenis Sekolah dan Identifikasi Nilai Moral Individualisme Terhadap Kesadaran Sosial Siswa SMA di Jakarta. Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Diputri, C. I. (2014, 09 23). AP II Segera Perbaiki Panel KNIA. Diunduh pada tanggal 12 10, 2014, dari Waspada Online: www.wadpada.co.id Redaksi Sumut Post. (2014, 9 22). Tembok Bandara Kualanamu Dijebol. Diunduh pada tanggal 12 9, 2014, dari Sumut Post: www.sumut post.co Tembok Bandara Kualanamu Jebol. (2013, 09 23). Diunduh pada tanggal 12 1, 2014, dari Metro Siantar: www.metrosiantar.com