Konflik antara warga desa dan pihak bandara terjadi karena pembangunan tembok bandara yang membendung aliran sungai dan berpotensi menyebabkan banjir. Warga kemudian merobohkan tembok untuk mencegah banjir. Peristiwa ini menunjukkan kesadaran sosial dan solidaritas publik warga dalam menghadapi ancaman bencana bersama-sama.