Oleh Kelompok 7:
Eko Nur Rohman (05)
Khairudin Firdhaus (08)
Lanyca Putia Erda N (13)
Rida Yunita P (22)
SMA Negeri 1 Jetis
Tahun Pelajaran 2014/2015

 Interpretasi adalah menafsirkan fakta sejarah dan
merangkai fakta tersebut menjadi satu kesatuan yang
harmonis dan masuk akal. Interpretasi dalam sejarah dapat
juga diartikan sebagai penafsiran suatu peristiwa atau
memberikan pandangan teoritis terhadap suatu peristiwa.
Pengertian Interpretasi

 Bersifat Logis
 Bersifat Deskriptif
 Bersifat Selektif
 Dan bersifat Obyektif
Sifat Interpretasi

 Tujuan interpretasi biasanya adalah untuk
memberikan pengertian, tapi kadang, tujuannya
justru untuk membuat kebingungan bagi para
pembaca.
Tujuan Interpretasi

 Perbedaan sudut pandang antara penulis sejarah
Indonesia menganggap Diponegoro adalah
pahlawan, sedangkan penulis sejarah Belanda
menganggap Diponegoro adalah pemberontak.
Contoh

 Sejarah sebagai suatu peristiwa dapat diungkap
kembali oleh para sejarawan melalui berbagai
sumber, baik berbentuk data, dokumen
perpustakaan, buku, berkunjung ke situs-situs
sejarah atau wawancara, sehingga dapat terkumpul
dan mendukung dalam proses interpretasi. Dengan
demikian, setelah kritik selesai maka langkah
berikutnya adalah melakukan interpretasi atau
penafsiran dan analisis terhadap data yang
diperoleh dari berbagai sumber.
Sumber-sumber Interpretasi
 Ada dua macam interpretasi, yakni analisis dan sintesis.
Analisis berarti menguraikan. Dalam analisis, beberapa
kemungkinan yang dikandung oleh suatu sumber sejarah
dicoba untuk dilihat. Misalnya dalam suatu dokumen yang
ditemukan ada suatu daftar anggota wajib militer suatu
Negara. Dari daftar tersebut, terlihat sejumlah nama yang
menunjukkan kekhasan daerah-daerah tertentu yang berbeda-
beda. Dari daftar tersebut, dapat dianalisis bahwa anggota
wajib militer itu terdiri dari beraneka ragam suku bangsa.
 Sementara itu, sintetis berarti menyatukan. Dalam sintetis,
beberapa data yang ada dikelompokkan menjadi satu dengan
generalisasi konseptual (konsep umum). Misalnya, ada data
tentang pertempuran, rapat-rapat, penggantian pejabat,
pembunuhan, orang-orang yang mengungsi, penurunan dan
pengibaran bendera. Peng-sintetis-an data-data tersebut
menghasilkan fakta bahwa telah terjadi revolusi.
Macam-macam interpretasi
Seorang peneliti menulis tentang peristiwa gempa yang
melanda Bantul Yogyakarta. Data yang bisa di dapat :
 jumlah korban
 jumlah rumah yang roboh,
 inrastruktur yang rusak
Data-data yang telah di analisis disatukan sehingga
menghasilkan fakta bahwa gempa tersebut benar-benar
terjadi.
Contoh

 Untuk menghasilkan interpretasi yang baik, ada beberapa
hal yang harus dimiliki oleh seorang sejarawan, seperti
keterampilan dalam membaca sumber. Keterampilan ini
mencakup keterampilan dalam menafsirkan makna
bahasa yang digunakan pada sumber khususnya sumber
tertulis. Misalnya, dokumen yang digunakan berbahasa
Jawa Kuno atau berbahasa Belanda. Untuk dapat
menginterpretasikan isi dokumen itu, seorang sejarawan
harus mengetahui struktur bahasa Jawa Kuno dan
struktur bahasa Belanda karena struktur bahasa pada
masing-masing bahasa mempunyai karakter tersendiri.
Menghasilkan
Interpretasi yang baik

 Masyayan1.wordpress.com
 Sejarah10-jz.blogspot.com
Sumber

TERIMA KASIH

Interpretasi Power Point

  • 1.
    Oleh Kelompok 7: EkoNur Rohman (05) Khairudin Firdhaus (08) Lanyca Putia Erda N (13) Rida Yunita P (22) SMA Negeri 1 Jetis Tahun Pelajaran 2014/2015
  • 2.
      Interpretasi adalahmenafsirkan fakta sejarah dan merangkai fakta tersebut menjadi satu kesatuan yang harmonis dan masuk akal. Interpretasi dalam sejarah dapat juga diartikan sebagai penafsiran suatu peristiwa atau memberikan pandangan teoritis terhadap suatu peristiwa. Pengertian Interpretasi
  • 3.
      Bersifat Logis Bersifat Deskriptif  Bersifat Selektif  Dan bersifat Obyektif Sifat Interpretasi
  • 4.
      Tujuan interpretasibiasanya adalah untuk memberikan pengertian, tapi kadang, tujuannya justru untuk membuat kebingungan bagi para pembaca. Tujuan Interpretasi
  • 5.
      Perbedaan sudutpandang antara penulis sejarah Indonesia menganggap Diponegoro adalah pahlawan, sedangkan penulis sejarah Belanda menganggap Diponegoro adalah pemberontak. Contoh
  • 6.
      Sejarah sebagaisuatu peristiwa dapat diungkap kembali oleh para sejarawan melalui berbagai sumber, baik berbentuk data, dokumen perpustakaan, buku, berkunjung ke situs-situs sejarah atau wawancara, sehingga dapat terkumpul dan mendukung dalam proses interpretasi. Dengan demikian, setelah kritik selesai maka langkah berikutnya adalah melakukan interpretasi atau penafsiran dan analisis terhadap data yang diperoleh dari berbagai sumber. Sumber-sumber Interpretasi
  • 7.
     Ada duamacam interpretasi, yakni analisis dan sintesis. Analisis berarti menguraikan. Dalam analisis, beberapa kemungkinan yang dikandung oleh suatu sumber sejarah dicoba untuk dilihat. Misalnya dalam suatu dokumen yang ditemukan ada suatu daftar anggota wajib militer suatu Negara. Dari daftar tersebut, terlihat sejumlah nama yang menunjukkan kekhasan daerah-daerah tertentu yang berbeda- beda. Dari daftar tersebut, dapat dianalisis bahwa anggota wajib militer itu terdiri dari beraneka ragam suku bangsa.  Sementara itu, sintetis berarti menyatukan. Dalam sintetis, beberapa data yang ada dikelompokkan menjadi satu dengan generalisasi konseptual (konsep umum). Misalnya, ada data tentang pertempuran, rapat-rapat, penggantian pejabat, pembunuhan, orang-orang yang mengungsi, penurunan dan pengibaran bendera. Peng-sintetis-an data-data tersebut menghasilkan fakta bahwa telah terjadi revolusi. Macam-macam interpretasi
  • 8.
    Seorang peneliti menulistentang peristiwa gempa yang melanda Bantul Yogyakarta. Data yang bisa di dapat :  jumlah korban  jumlah rumah yang roboh,  inrastruktur yang rusak Data-data yang telah di analisis disatukan sehingga menghasilkan fakta bahwa gempa tersebut benar-benar terjadi. Contoh
  • 9.
      Untuk menghasilkaninterpretasi yang baik, ada beberapa hal yang harus dimiliki oleh seorang sejarawan, seperti keterampilan dalam membaca sumber. Keterampilan ini mencakup keterampilan dalam menafsirkan makna bahasa yang digunakan pada sumber khususnya sumber tertulis. Misalnya, dokumen yang digunakan berbahasa Jawa Kuno atau berbahasa Belanda. Untuk dapat menginterpretasikan isi dokumen itu, seorang sejarawan harus mengetahui struktur bahasa Jawa Kuno dan struktur bahasa Belanda karena struktur bahasa pada masing-masing bahasa mempunyai karakter tersendiri. Menghasilkan Interpretasi yang baik
  • 10.
  • 11.