1
TEORI BELAJAR
 Aliran Tingkah Laku
 Thorndike
 Watson
 Clark Hull
 Edwin Guthrie
 Skinner
 Aliran Sibernetik
 Landa
 Pask & Scott
 Aliran Humanistik
 Bloom & Krathwohl
 Kolb
 Honey & Mumford
 Habermas
 Aliran Kognitif
 Piaget
 Ausubel
 Bruner
2
TEORI BELAJAR BEHAVIORISME
(TINGKAH LAKU)
 Belajar adalah perubahan tingkah laku
 Proses belajar mengajar :
Penguatan (+)
Stimulus Proses Respons
Penguatan (-)
 Faktor lain ialah penguatan (reinforcement) yang dapat memperkuat
timbulnya respons. Reinforcement bisa positive bisa negative
 Yang terpenting adalah masukan berupa stimulus dan keluaran berupa
respons (karena dapat diamati)
 Kritik :
1. tidak mampu menjelaskan proses belajar yang kompleks
2. tidak semua hasil belajar dapat diamati dan diukur
3
APLIKASI BEHAVIORISME DALAM
PROSES BM
MELIPUTI LANGKAH-LANGKAH :
 Menentukan tujuan instruksional
 Menganalisis lingkungan kelas, termasuk “entry behavior”
mahasiswa
 Menentukan materi pelajaran
 Memecah materi pelajaran menjadi bagian-bagian kecil
 Menyajikan materi pelajaran
 Memberikan stimulus berupa : pertanyaan, tes, latihan,
tugas-tugas
 Mengamati dan mengkaji respons yang diberikan
 Memberikan penguatan (positif maupun negatif)
 Memberikan stimulus baru
 Mengevaluasi hasil belajar
 Memberikan penguatan, dan seterusnya
4
TEORI BELAJAR KOGNITIVISME
 Belajar adalah perubahan persepsi dan pemahaman (tidak selalu
berbentuk perubahan tingkah laku yang dapat diamati)
 Setiap orang telah mempunyai pengetahuan/pengalaman dalam
dirinya, yang tertata dalam bentuk struktur kognitif. Proses belajar
terjadi bila materi yang baru beradaptasi dengan struktur kognitif
yang sudah dimiliki
A B C D ABCD = Struktur
kognitif
mahasiswa
 Teori belajar yang berkembang berdasarkan teori ini ialah teori
perkembangan Piaget, teori kognitif Bruner, dan teori bermakna
Ausubel
 Kritik :
1. Lebih dekat pada psikologi daripada teori belajar,
sukar diaplikasikan
2. Sukar dipraktekkan, karena tidak mungkin memahami
“struktur kognitif” yang ada dalam setiap orang mahasiswa
5
KOGNITIVISME :
TEORI PERKEMBANGAN PIAGET
1. Proses Belajar : terjadi menurut tahap-tahap
perkembangan sesuai umur
2. Tahap-Tahap :
 asimilasi (penyesuaian pengetahuan baru
dengan struktur kognitif yang sudah ada)
 akomodasi (penyesuaian struktur kognitif
mahasiswa dengan pengetahuan baru)
 equilibrasi (penyeimbangan mental
setelah terjadi proses asimilasi /
akomodasi
6
APLIKASI TEORI PERKEMBANGAN PIAGET
1) Menentukan tujuan instruksional
2) Memilih materi pelajaran
3) Menentukan topik yang dapat dipelajari secara
aktif oleh mahasiswa (bimbingan minimum oleh
dosen)
4) Merancang kegiatan belajar yang cocok untuk
topik yang akan dipelajari mahasiswa
5) Mempersiapkan berbagai pertanyaan yang
memacu krativitas mahasiswa untuk berdiskusi
atau bertanya
6) Mengevaluasi proses dan hasil belajar
7
KOGNITIVISME : BRUNER
 Terjadinya proses belajar lebih ditentukan oleh cara
kita mengatur materi pelajaran
 Proses belajar terjadi melalui tahap-tahap :
 enaktif (aktivitas mahasiwa untuk memahami
lingkungan melalui observasi langsung realitas)
 ikonik (mahasiswa mengobservasi realitas tidak secara
langsung, tetapi melalui sumber sekunder , misalnya
melalui gambar-gambar atau tulisan)
 simbolik (mahasiswa membuat abstraksi berupa teori,
penafsiran, analisis terhadap realitas yang telah
diamati dan alami)
8
APLIKASI TEORI KOGNITIF BRUNER
 Menentukan tujuan-tujuan instruksional
 Memilih materi pelajaran
 Menentukan topik yang bisa dipelajari secara
induktif oleh mahasiswa
 Mencari contoh, tugas, ilustrasi, dsb.nya
 Mengatur topik-topik mulai dari yang paling konkret
ke abstrak, dari yang sederhana ke kompleks, dari
tahap enaktif, ikonik ke simbolik, dsb.nya
 Mengevaluasi proses dan hasil belajar
9
TEORI BERMAKNA AUSUBEL
 Proses Belajar terjadi bila mahasiswa mampu
mengasimilasikan pengetahuan yang dimiliki dengan
pengetahuan baru
 Proses Belajar terjadi melalui tahap-tahap:
 memperhatikan stimulus yang diberikan
 memahami makna stimulus
 menyimpan dan menggunakan informasi
yang sudah dipahami
 Konsep penting : “Advance Organizer”, yang
merupakan gambaran singkat isi pelajaran baru, yang
berfungsi sebagai (1) kerangka konseptual sebagai titik
tolak proses belajar, (2) penghubung antara ilmu yang
baru dengan apa yang sudah dimiliki mahasiswa, (3)
fasilitator yang mempermudah mahasiswa belajar
10
APLIKASI TEORI BERMAKNA AUSUBEL
 Menentukan tujuan instruksional
 Mengukur kesiapan mahasiswa
 Memilih materi pelajaran
 Mengidentifikasi prinsip - prinsip yang harus dikuasai
mahasiswa
 Menyajikan pandangan menyeluruh tentang apa yang
harus dipelajari
 Menggunakan “advance organizer” dengan cara
membuat rangkuman
 Mengajar mahasiswa memahami konsep dan prinsip
dengan fokus pada hubungan antara konsep yang
ada
 Mengevaluasi proses dan hasil belajar
11
TEORI BELAJAR HUMANISTIK
 Belajar adalah untuk “memanusiakan” manusia
 Cenderung bersifat eklektik, dalam arti memanfaatkan teknik
belajar apapun asal tujuan belajar tercapai
 Contoh: Ausubel (meaningful learning), lihat juga kognitivisme
 Krathwohl & Bloom, ada 3 kawasan tujuan belajar : Kognitif, Afektif
dan Psikomotor
 Kolb, ada 4 tahap dalam proses belajar, yaitu : pengalaman
konkrit, pengalaman aktif dan reflektif, konseptualisasi, dan
eksperimentasi aktif
 Honey & Mumford, berdasarkan teori Kolb membagi mahasiswa
menjadi 4 macam: Aktifis, Reflektor, Teoris, dan Pragmatis
 Habermas, ada 3 tipe belajar : belajar teknis, belajar praktis dan
belajar emansipatoris
 Kritik : sukar digunakan dalam konteks yang lebih praktis,dan lebih
dekat dengan dunia filsafat daripada dunia pendidikan
12
APLIKASI TEORI BELAJAR HUMANISTIK
DALAM PROSES BM
 Dalam prakteknya cenderung mendorong mahasiswa untuk
berpikir induktif (dari contoh ke konsep, dari konkrit ke
abstrak, dari khusus ke umum, dsb.nya )
 Teori ini mementingkan faktor pengalaman (keterlibatan
aktif mahasiswa di dalam proses BM)
 Aplikasinya melalui tahap-tahap :
1. menentukan tujuan instruksional
2. menentukan materi pelajaran
3. mengidentifikasi “ entry behavior” mahasiswa
4. mengidentifikasi topik-topik yang memungkinkan
mahasiswa mempelajarinya secara aktif dan
seterusnya………….
13
TEORI BELAJAR SIBERNETIK
 Belajar adalah pengolahan informasi
 Yang terpenting adalah “sistem informasi”, yang akan menentukan
terjadinya proses belajar. Jadi tidak ada satu pun jenis cara belajar
yang ideal untuk segala situasi
 Contoh : Landa (pendekatan algoritmik dan heuristik), Pask & Scott
(tipe mahasiswa “wholist” dan “serialist”)
 Pendekatan belajar “algoritmik” menuntut mahasiswa berpikir
sistematis, tahap demi tahap, linier menuju ke suatu target tertentu
(memahami rumus matematika)
 Pendekatan “heuristik” menuntut mah. berpikir divergen, menyebar
ke beberapa target sekaligus. Memahami suatu konsep yang penuh
arti ganda dan penafsiran, biasanya menuntut cara berpikir
demikian
 Mah.tipe “wholist” cenderung mempelajari sesuatu dari tahap yang
paling umum ke tahap yang lebih khusus
 Mah.tipe “serialist; cenderung berpikir secara “algoritmik”
 Kritik : Lebih menekankan pada sistem informasi, kurang
memperhatikan bagaimana proses belajar berlangsung (Sulit
dipraktekkan)
14
APLIKASI TEORI BELAJAR SIBERNETIK
DALAM PROSES BM
• Menentukan tujuan instruksional
• Menentukan materi pelajaran
• Mengkaji sistem informasi yang terkandung dalam
materi tersebut
• Menentukan pendekatan belajar yang sesuai dengan
sistem informasi itu (apakah algoritmik atau heuristik)
• Menyusun materi dalam urutan yang sesuai dengan
sistem informasinya
• Menyajikan materi dan membimbing mahasiswa
belajar dengan pola yang sesuai dengan urutan
pelajaran
15
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PROSES
BELAJAR MENGAJAR
INTERNAL :
 Kemampuan
 Motivasi
 Perhatian
 Ingatan
 Lupa
 Retensi
 Transfer
EKSTERNAL
 Kondisi Belajar
 Tujuan Belajar
 Pemberian Umpan
Balik
16
ANALISIS HASIL KERJA YANG RENDAH
Jarang Belum
berlatih menguasai
menggunakan pengetahuan/
keterampilan keterampilan
4 1
Prestasi
belajar
3 rendah 2
Konsekuensi Sifat atau struktur
negatif tugas yang sulit
pelaksanaan atau tidak
tugas menyenangkan
17
MOTIVASI
 Pengertian : “Movere” =
menggerakkan
 Kondisi yang :
- menimbulkan perilaku
- mengarahkan perilaku
- mempertahankan intensitas
perilaku
18
ARCS MODEL
 PERHATIAN (ATTENTION)
 RELEVANSI (RELEVANCE)
 KEPERCAYAAN DIRI (CONFIDENCE)
 KEPUASAN ( SATISFACTION)
19
ATTENTION
Perhatian
ditimbulkan oleh
elemen yang :
Baru
Aneh
Kontradiktif
Kompleks
20
STRATEGI UNTUK MERANGSANG MINAT DAN
PERHATIAN MAHASISWA
 Gunakan metode instruksional yang bervariasi
 Gunakan variasi media (transparansi, videotape,
dsb.nya) untuk melengkapi perkuliahan
 Bila tepat, gunakan humor dalam presentasi
 Gunakan peristiwa nyata sebagai contoh untuk
memperjelas konsep
 Gunakan teknik bertanya untuk melibatkan mahasiswa
21
RELEVANCY (RELEVANSI)
Hubungan antara materi kuliah dengan kebutuhan
dan kondisi mahasiswa
 Motif pribadi (McClelland)
 Kebutuhan untuk berprestasi
(needs for achievement)
 Kebutuhan untuk memiliki kuasa (needs for power)
 Kebutuhan untuk berafiliasi (needs for affiliation)
 Motif instrumental , bahwa keberhasilan dalam suatu tugas
adalah langkah untuk mencapai keberhasilan lebih lanjut
 Nilai kultural, apabila tujuan yang ingin dicapai sesuai
dengan nilai yang dianut oleh mahasiswa dan kelompok
22
STRATEGI UNTUK MENUNJUKKAN
RELEVANSI PERKULIAHAN
 Sampaikan apa kemampuan mahasiswa setelah
mempelajari kuliah tersebut, berarti perlu
menjelaskan tujuan instruksional
 Menjelaskan manfaat pengetahuan/
keterampilan yang akan dipelajari yang bekaitan
dengan pekerjaan lulusan nanti
 Berikan contoh, latihan atau tes yang langsung
berhubungan dengan profesi tertentu
23
KEPERCAYAAN DIRI (CONFIDENCE)
24
STRATEGI UNTUK MENINGKATKAN
KEPERCAYAAN DIRI (CONFIDENCE)
• Memperbanyak pengalaman berhasil mahasiswa
(urutan materi dari mudah ke sukar)
• Perkuliahan disusun dalam bagian yang lebih kecil
• Meningkatkan harapan untuk berhasil dengan
menyatakan persyaratannya ( tujuan instruksional dan
kriteria tes pada awal kuliah)
• Memungkinkan kontrol keberhasilan di tangan
mahasiswa (adanya Kontrak Perkuliahan)
• Tumbuh kembangkan kepercayaan diri mahasiswa
• Berikan umpan balik yang konstruktif
25
SATISFACTION
26
STRATEGI UNTUK MENINGKATKAN
KEPUASAN
 Gunakan pujian secara verbal dan umpan balik yang
informatif, bukan ancaman atau sejenisnya
 Berikan kesempatan mahasiswa segera mempraktekkan
pengetahuan yang dipelajarinya
 Minta mahasiswa membantu teman yang belum berhasil
menguasai suatu keterampilan atau pengetahuan
 Bandingkan prestasi mahasiswa dengan prestasinya
sendiri di masa lalu atau standar lain, bukan dengan
mahasiswa lain

inisiasi-1.ppt

  • 1.
    1 TEORI BELAJAR  AliranTingkah Laku  Thorndike  Watson  Clark Hull  Edwin Guthrie  Skinner  Aliran Sibernetik  Landa  Pask & Scott  Aliran Humanistik  Bloom & Krathwohl  Kolb  Honey & Mumford  Habermas  Aliran Kognitif  Piaget  Ausubel  Bruner
  • 2.
    2 TEORI BELAJAR BEHAVIORISME (TINGKAHLAKU)  Belajar adalah perubahan tingkah laku  Proses belajar mengajar : Penguatan (+) Stimulus Proses Respons Penguatan (-)  Faktor lain ialah penguatan (reinforcement) yang dapat memperkuat timbulnya respons. Reinforcement bisa positive bisa negative  Yang terpenting adalah masukan berupa stimulus dan keluaran berupa respons (karena dapat diamati)  Kritik : 1. tidak mampu menjelaskan proses belajar yang kompleks 2. tidak semua hasil belajar dapat diamati dan diukur
  • 3.
    3 APLIKASI BEHAVIORISME DALAM PROSESBM MELIPUTI LANGKAH-LANGKAH :  Menentukan tujuan instruksional  Menganalisis lingkungan kelas, termasuk “entry behavior” mahasiswa  Menentukan materi pelajaran  Memecah materi pelajaran menjadi bagian-bagian kecil  Menyajikan materi pelajaran  Memberikan stimulus berupa : pertanyaan, tes, latihan, tugas-tugas  Mengamati dan mengkaji respons yang diberikan  Memberikan penguatan (positif maupun negatif)  Memberikan stimulus baru  Mengevaluasi hasil belajar  Memberikan penguatan, dan seterusnya
  • 4.
    4 TEORI BELAJAR KOGNITIVISME Belajar adalah perubahan persepsi dan pemahaman (tidak selalu berbentuk perubahan tingkah laku yang dapat diamati)  Setiap orang telah mempunyai pengetahuan/pengalaman dalam dirinya, yang tertata dalam bentuk struktur kognitif. Proses belajar terjadi bila materi yang baru beradaptasi dengan struktur kognitif yang sudah dimiliki A B C D ABCD = Struktur kognitif mahasiswa  Teori belajar yang berkembang berdasarkan teori ini ialah teori perkembangan Piaget, teori kognitif Bruner, dan teori bermakna Ausubel  Kritik : 1. Lebih dekat pada psikologi daripada teori belajar, sukar diaplikasikan 2. Sukar dipraktekkan, karena tidak mungkin memahami “struktur kognitif” yang ada dalam setiap orang mahasiswa
  • 5.
    5 KOGNITIVISME : TEORI PERKEMBANGANPIAGET 1. Proses Belajar : terjadi menurut tahap-tahap perkembangan sesuai umur 2. Tahap-Tahap :  asimilasi (penyesuaian pengetahuan baru dengan struktur kognitif yang sudah ada)  akomodasi (penyesuaian struktur kognitif mahasiswa dengan pengetahuan baru)  equilibrasi (penyeimbangan mental setelah terjadi proses asimilasi / akomodasi
  • 6.
    6 APLIKASI TEORI PERKEMBANGANPIAGET 1) Menentukan tujuan instruksional 2) Memilih materi pelajaran 3) Menentukan topik yang dapat dipelajari secara aktif oleh mahasiswa (bimbingan minimum oleh dosen) 4) Merancang kegiatan belajar yang cocok untuk topik yang akan dipelajari mahasiswa 5) Mempersiapkan berbagai pertanyaan yang memacu krativitas mahasiswa untuk berdiskusi atau bertanya 6) Mengevaluasi proses dan hasil belajar
  • 7.
    7 KOGNITIVISME : BRUNER Terjadinya proses belajar lebih ditentukan oleh cara kita mengatur materi pelajaran  Proses belajar terjadi melalui tahap-tahap :  enaktif (aktivitas mahasiwa untuk memahami lingkungan melalui observasi langsung realitas)  ikonik (mahasiswa mengobservasi realitas tidak secara langsung, tetapi melalui sumber sekunder , misalnya melalui gambar-gambar atau tulisan)  simbolik (mahasiswa membuat abstraksi berupa teori, penafsiran, analisis terhadap realitas yang telah diamati dan alami)
  • 8.
    8 APLIKASI TEORI KOGNITIFBRUNER  Menentukan tujuan-tujuan instruksional  Memilih materi pelajaran  Menentukan topik yang bisa dipelajari secara induktif oleh mahasiswa  Mencari contoh, tugas, ilustrasi, dsb.nya  Mengatur topik-topik mulai dari yang paling konkret ke abstrak, dari yang sederhana ke kompleks, dari tahap enaktif, ikonik ke simbolik, dsb.nya  Mengevaluasi proses dan hasil belajar
  • 9.
    9 TEORI BERMAKNA AUSUBEL Proses Belajar terjadi bila mahasiswa mampu mengasimilasikan pengetahuan yang dimiliki dengan pengetahuan baru  Proses Belajar terjadi melalui tahap-tahap:  memperhatikan stimulus yang diberikan  memahami makna stimulus  menyimpan dan menggunakan informasi yang sudah dipahami  Konsep penting : “Advance Organizer”, yang merupakan gambaran singkat isi pelajaran baru, yang berfungsi sebagai (1) kerangka konseptual sebagai titik tolak proses belajar, (2) penghubung antara ilmu yang baru dengan apa yang sudah dimiliki mahasiswa, (3) fasilitator yang mempermudah mahasiswa belajar
  • 10.
    10 APLIKASI TEORI BERMAKNAAUSUBEL  Menentukan tujuan instruksional  Mengukur kesiapan mahasiswa  Memilih materi pelajaran  Mengidentifikasi prinsip - prinsip yang harus dikuasai mahasiswa  Menyajikan pandangan menyeluruh tentang apa yang harus dipelajari  Menggunakan “advance organizer” dengan cara membuat rangkuman  Mengajar mahasiswa memahami konsep dan prinsip dengan fokus pada hubungan antara konsep yang ada  Mengevaluasi proses dan hasil belajar
  • 11.
    11 TEORI BELAJAR HUMANISTIK Belajar adalah untuk “memanusiakan” manusia  Cenderung bersifat eklektik, dalam arti memanfaatkan teknik belajar apapun asal tujuan belajar tercapai  Contoh: Ausubel (meaningful learning), lihat juga kognitivisme  Krathwohl & Bloom, ada 3 kawasan tujuan belajar : Kognitif, Afektif dan Psikomotor  Kolb, ada 4 tahap dalam proses belajar, yaitu : pengalaman konkrit, pengalaman aktif dan reflektif, konseptualisasi, dan eksperimentasi aktif  Honey & Mumford, berdasarkan teori Kolb membagi mahasiswa menjadi 4 macam: Aktifis, Reflektor, Teoris, dan Pragmatis  Habermas, ada 3 tipe belajar : belajar teknis, belajar praktis dan belajar emansipatoris  Kritik : sukar digunakan dalam konteks yang lebih praktis,dan lebih dekat dengan dunia filsafat daripada dunia pendidikan
  • 12.
    12 APLIKASI TEORI BELAJARHUMANISTIK DALAM PROSES BM  Dalam prakteknya cenderung mendorong mahasiswa untuk berpikir induktif (dari contoh ke konsep, dari konkrit ke abstrak, dari khusus ke umum, dsb.nya )  Teori ini mementingkan faktor pengalaman (keterlibatan aktif mahasiswa di dalam proses BM)  Aplikasinya melalui tahap-tahap : 1. menentukan tujuan instruksional 2. menentukan materi pelajaran 3. mengidentifikasi “ entry behavior” mahasiswa 4. mengidentifikasi topik-topik yang memungkinkan mahasiswa mempelajarinya secara aktif dan seterusnya………….
  • 13.
    13 TEORI BELAJAR SIBERNETIK Belajar adalah pengolahan informasi  Yang terpenting adalah “sistem informasi”, yang akan menentukan terjadinya proses belajar. Jadi tidak ada satu pun jenis cara belajar yang ideal untuk segala situasi  Contoh : Landa (pendekatan algoritmik dan heuristik), Pask & Scott (tipe mahasiswa “wholist” dan “serialist”)  Pendekatan belajar “algoritmik” menuntut mahasiswa berpikir sistematis, tahap demi tahap, linier menuju ke suatu target tertentu (memahami rumus matematika)  Pendekatan “heuristik” menuntut mah. berpikir divergen, menyebar ke beberapa target sekaligus. Memahami suatu konsep yang penuh arti ganda dan penafsiran, biasanya menuntut cara berpikir demikian  Mah.tipe “wholist” cenderung mempelajari sesuatu dari tahap yang paling umum ke tahap yang lebih khusus  Mah.tipe “serialist; cenderung berpikir secara “algoritmik”  Kritik : Lebih menekankan pada sistem informasi, kurang memperhatikan bagaimana proses belajar berlangsung (Sulit dipraktekkan)
  • 14.
    14 APLIKASI TEORI BELAJARSIBERNETIK DALAM PROSES BM • Menentukan tujuan instruksional • Menentukan materi pelajaran • Mengkaji sistem informasi yang terkandung dalam materi tersebut • Menentukan pendekatan belajar yang sesuai dengan sistem informasi itu (apakah algoritmik atau heuristik) • Menyusun materi dalam urutan yang sesuai dengan sistem informasinya • Menyajikan materi dan membimbing mahasiswa belajar dengan pola yang sesuai dengan urutan pelajaran
  • 15.
    15 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHIPROSES BELAJAR MENGAJAR INTERNAL :  Kemampuan  Motivasi  Perhatian  Ingatan  Lupa  Retensi  Transfer EKSTERNAL  Kondisi Belajar  Tujuan Belajar  Pemberian Umpan Balik
  • 16.
    16 ANALISIS HASIL KERJAYANG RENDAH Jarang Belum berlatih menguasai menggunakan pengetahuan/ keterampilan keterampilan 4 1 Prestasi belajar 3 rendah 2 Konsekuensi Sifat atau struktur negatif tugas yang sulit pelaksanaan atau tidak tugas menyenangkan
  • 17.
    17 MOTIVASI  Pengertian :“Movere” = menggerakkan  Kondisi yang : - menimbulkan perilaku - mengarahkan perilaku - mempertahankan intensitas perilaku
  • 18.
    18 ARCS MODEL  PERHATIAN(ATTENTION)  RELEVANSI (RELEVANCE)  KEPERCAYAAN DIRI (CONFIDENCE)  KEPUASAN ( SATISFACTION)
  • 19.
    19 ATTENTION Perhatian ditimbulkan oleh elemen yang: Baru Aneh Kontradiktif Kompleks
  • 20.
    20 STRATEGI UNTUK MERANGSANGMINAT DAN PERHATIAN MAHASISWA  Gunakan metode instruksional yang bervariasi  Gunakan variasi media (transparansi, videotape, dsb.nya) untuk melengkapi perkuliahan  Bila tepat, gunakan humor dalam presentasi  Gunakan peristiwa nyata sebagai contoh untuk memperjelas konsep  Gunakan teknik bertanya untuk melibatkan mahasiswa
  • 21.
    21 RELEVANCY (RELEVANSI) Hubungan antaramateri kuliah dengan kebutuhan dan kondisi mahasiswa  Motif pribadi (McClelland)  Kebutuhan untuk berprestasi (needs for achievement)  Kebutuhan untuk memiliki kuasa (needs for power)  Kebutuhan untuk berafiliasi (needs for affiliation)  Motif instrumental , bahwa keberhasilan dalam suatu tugas adalah langkah untuk mencapai keberhasilan lebih lanjut  Nilai kultural, apabila tujuan yang ingin dicapai sesuai dengan nilai yang dianut oleh mahasiswa dan kelompok
  • 22.
    22 STRATEGI UNTUK MENUNJUKKAN RELEVANSIPERKULIAHAN  Sampaikan apa kemampuan mahasiswa setelah mempelajari kuliah tersebut, berarti perlu menjelaskan tujuan instruksional  Menjelaskan manfaat pengetahuan/ keterampilan yang akan dipelajari yang bekaitan dengan pekerjaan lulusan nanti  Berikan contoh, latihan atau tes yang langsung berhubungan dengan profesi tertentu
  • 23.
  • 24.
    24 STRATEGI UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAANDIRI (CONFIDENCE) • Memperbanyak pengalaman berhasil mahasiswa (urutan materi dari mudah ke sukar) • Perkuliahan disusun dalam bagian yang lebih kecil • Meningkatkan harapan untuk berhasil dengan menyatakan persyaratannya ( tujuan instruksional dan kriteria tes pada awal kuliah) • Memungkinkan kontrol keberhasilan di tangan mahasiswa (adanya Kontrak Perkuliahan) • Tumbuh kembangkan kepercayaan diri mahasiswa • Berikan umpan balik yang konstruktif
  • 25.
  • 26.
    26 STRATEGI UNTUK MENINGKATKAN KEPUASAN Gunakan pujian secara verbal dan umpan balik yang informatif, bukan ancaman atau sejenisnya  Berikan kesempatan mahasiswa segera mempraktekkan pengetahuan yang dipelajarinya  Minta mahasiswa membantu teman yang belum berhasil menguasai suatu keterampilan atau pengetahuan  Bandingkan prestasi mahasiswa dengan prestasinya sendiri di masa lalu atau standar lain, bukan dengan mahasiswa lain

Editor's Notes