Indeks Keberhasilan Pelatihan
SMA Double Track
Tim ITS
Visi, Misi
SMA Double
Track
Apa itu Indeks Keberhasilan
Pelatihan SMA Double Track?
• Indeks Keberhasilan Pelatihan (IKP)
SMA Double Track digunakan panitia
penyelenggara (Dinas Pendidikan Prov
Jatim dan ITS) sebagai alat untuk
mengukur status perkembangan suatu
sekolah penyelenggara pelatihan
Double Track, sehingga rekomendasi
kebijakan yang diperlukan akan lebih
tepat sasaran.
Apa saja indeks
Keberhasilan Pelatihan
SMA Double Track?
9 Indikator Keberhasilan Sekolah
1. Tercapainya Jam
Pelatihan >=120 JP
 Setiap trainer perlu melaporkan pelaksanaan
pelatihan secara berkala (foto pelatihan,
absensi, materi);
 Fasilitator setiap minggu mengupload kegiatan
trainer melalui www.admindt.net
 Aktifitas laporan sekolah setiap bulan di
monitor oleh Kordinator Monev Kabupaten
2. Jumlah KUS yang terbentuk
sesuai penerimaan rombel
 KUS merupakan Kelompok Usaha Siswa yang
dibentuk, dilatih dan dikembangkan dalam
program double track.
 KUS dibentuk oleh trainer dengan jumlah 4-5
siswa.
 Setiap KUS dibimbing untuk memproduksi
produk yang dibutuhkan masyarakat.
 Setiap KUS diarahkan untuk mampu menjual
produk hasil pelatihanya supaya memiliki
omset transaksi.
 Setiap KUS diberikan kesempatan diluar
pelatihan untuk melatih kemampuan menjual
dan memasarkan produk.
3. Terbentuknya KUS
Unggulan & Omset
 KUS Unggulan diseleksi dari beberapa KUS di
dalam 1 rombel.
 KUS Unggulan memiliki kriteria sbb:
 Memiliki produk unggulan
 Memiliki data transaksi penjualan yang besar
 Memiliki data pencatatan transaksi
 Memiliki media promosi
 Memiliki toko online
 Memiliki data pelanggan
 KUS Unggulan didorong untuk memotivasi KUS
yang lain didalam satu rombel.
4. Nilai Omset Sekolah
Secara Keseluruhan
 Nilai omset sekolah diperoleh dari penjumlahan
omset keseluruhan KUS dan DT Mart yang ada di
sekolah.
 Nilai omset dihitung sejak pelatihan SMA Double
Track dilaksanakan yaitu ± 8 bulan.
 Sumber omset sekolah penyelengga SMA Double
Track adalah yang dihasilkan oleh peserta
pelatihan SMA Double Track bukan usaha sekolah
diluar Double Track.
 Untuk meningkatkan Omset Sekolah perlu
sinergi dengan kegiatan sekolah yang bisa di
support oleh KUS dan DT Mart, contoh (Konsumsi
rapat, seragam sekolah, acara2 wisuda sekolah,
dll)
5. Jumlah DUDI yang
bermitra dengan sekolah
 DUDI adalah dunia usaha dan dunia industry
yang mengikat Kerjasama dengan sekolah
dalam rangka membantu pelaksanaan
pelatihan SMA Double Track.
 Bukti Kerjasama dapat dibuktikan dengan MoU
yang sederhana tetapi bisa berjalan optimal.
 1 Rombel keterampilan minimal Kerjasama
dengan 1 DUDI.
 Bidang Kerjasama DUDI disesuaikan dengan
topik keterampilan yang ada di sekolah.
6. Sinergi DUDI dengan
sekolah
 Sinergi DUDI dengan sekolah adalah
aktualisasi kegiatan sekolah Bersama DUDI
pada saat program pelatihan berjalan sampai
pasca pelatihan selesai.
 Sinergi DUDI dapat dituangkan dalam
beberapa hal, missal:
 Menerima siswa untuk magang
 Menerima alumni untuk menjadi tenaga kerja
 Sekolah memberikan pekerjaan kepada DUDI dimana
tenaga kerjanya berasal dari siswa Double Track.
 DUDI bisa menyediakan peralatan, barang habis pakai
untuk kebutuhan pelatihan serta SDM narsum untuk
sharing pengalaman.
7. Jumlah Produk Unggulan
 Produk Unggulan sekolah adalah produk karya
siswa/alumni program SMA Double Track.
 Minimal setiap KUS memiliki satu produk
unggulan yang laku di masyarakat.
 Jumlah produk unggulan minimal berbading
lurus dengan jumlah rombel yang ada, atau
sebanding dengan jumlah KUS yang terbentuk.
 Kriteria Produk Unggulan
 Produk sering dipesan masyarakat
 Produk sudah memiliki katalog
 Cara pemesanan produk sudah jelas
 Sudah dipasarkan di toko online atau media social
dengan pelanggan dari wilayah berbeda.
 Produk dijamin halal dan tanpa resiko bagi konsumen
8. Jumlah Alumni yang
Mandiri
 Alumni Double Track adalah mereka yang telah
menyelesaikan pelatihan Double Track dan dinyatakan
lulus walaupun statusnya masih menjadi siswa.
 Sekolah dinyatakan berhasil apabila banyak alumninya
yang mandiri (bekerja atau berwirausaha).
 Alumni yang masih berstatus siswa bisa jadi mereka
disebut berwirausaha, jika mereka telah menjalankan
usahanya secara penuh atau tidak dengan cara online.
 Alumni yang bekerja atau melanjutkan usaha orang
tua mereka dikatakan mandiri jika mereka sudah secara
penuh bekerja.
 Alumni yang melanjutkan kuliah dan mereka tetap
menjalankan usaha mereka maka mereka juga bsa
dikatan sebagai alumni yang telah mandiri.
9. Performa Sekolah (KS,
Fasilitator, Administrasi, Trainer,
Siswa)
 Performa sekolah adalah indeks yang paling
besar dinilai dari keaktifan sekolah menjalankan
program SMA Double Track.
 Kriteria Performa Sekolah:
 Keaktifan KS melakukan inovasi dan terobosan di sekolah
untuk percepatan kemandirian siswa.
 Keaktifan Fasilitator dalam melaporkan aktifitas
pelatihan dan program yang berjalan di Sekolah.
 Keaktifan administrasi melaporkan SPJ pelaksanaan
peatihan di sekolah.
 Keaktifan trainer mendampingi KUS dengan menciptakan
inovasi produk unggulan dan mendorong tingginya
transaksi KUS
 Keaktifan siswa mengikuti pelatihan di sekolah, acara
pengembangan kewirausahaan secara online dan aktif
mendokumentasikan kegiatanya di media social KUS.
 Keaktifan mengikuti acara pameran dan lomba-lomba
untuk menumbuhkan kemandirian siswa
TERIMA KASIH
Maju Bersama, Hebat Semua, Gemilang

Indeks Keberhasilan Pelatihan (IKM)_2022.pptx

  • 1.
  • 2.
  • 3.
    Apa itu IndeksKeberhasilan Pelatihan SMA Double Track? • Indeks Keberhasilan Pelatihan (IKP) SMA Double Track digunakan panitia penyelenggara (Dinas Pendidikan Prov Jatim dan ITS) sebagai alat untuk mengukur status perkembangan suatu sekolah penyelenggara pelatihan Double Track, sehingga rekomendasi kebijakan yang diperlukan akan lebih tepat sasaran.
  • 4.
    Apa saja indeks KeberhasilanPelatihan SMA Double Track?
  • 5.
  • 6.
    1. Tercapainya Jam Pelatihan>=120 JP  Setiap trainer perlu melaporkan pelaksanaan pelatihan secara berkala (foto pelatihan, absensi, materi);  Fasilitator setiap minggu mengupload kegiatan trainer melalui www.admindt.net  Aktifitas laporan sekolah setiap bulan di monitor oleh Kordinator Monev Kabupaten
  • 7.
    2. Jumlah KUSyang terbentuk sesuai penerimaan rombel  KUS merupakan Kelompok Usaha Siswa yang dibentuk, dilatih dan dikembangkan dalam program double track.  KUS dibentuk oleh trainer dengan jumlah 4-5 siswa.  Setiap KUS dibimbing untuk memproduksi produk yang dibutuhkan masyarakat.  Setiap KUS diarahkan untuk mampu menjual produk hasil pelatihanya supaya memiliki omset transaksi.  Setiap KUS diberikan kesempatan diluar pelatihan untuk melatih kemampuan menjual dan memasarkan produk.
  • 8.
    3. Terbentuknya KUS Unggulan& Omset  KUS Unggulan diseleksi dari beberapa KUS di dalam 1 rombel.  KUS Unggulan memiliki kriteria sbb:  Memiliki produk unggulan  Memiliki data transaksi penjualan yang besar  Memiliki data pencatatan transaksi  Memiliki media promosi  Memiliki toko online  Memiliki data pelanggan  KUS Unggulan didorong untuk memotivasi KUS yang lain didalam satu rombel.
  • 9.
    4. Nilai OmsetSekolah Secara Keseluruhan  Nilai omset sekolah diperoleh dari penjumlahan omset keseluruhan KUS dan DT Mart yang ada di sekolah.  Nilai omset dihitung sejak pelatihan SMA Double Track dilaksanakan yaitu ± 8 bulan.  Sumber omset sekolah penyelengga SMA Double Track adalah yang dihasilkan oleh peserta pelatihan SMA Double Track bukan usaha sekolah diluar Double Track.  Untuk meningkatkan Omset Sekolah perlu sinergi dengan kegiatan sekolah yang bisa di support oleh KUS dan DT Mart, contoh (Konsumsi rapat, seragam sekolah, acara2 wisuda sekolah, dll)
  • 10.
    5. Jumlah DUDIyang bermitra dengan sekolah  DUDI adalah dunia usaha dan dunia industry yang mengikat Kerjasama dengan sekolah dalam rangka membantu pelaksanaan pelatihan SMA Double Track.  Bukti Kerjasama dapat dibuktikan dengan MoU yang sederhana tetapi bisa berjalan optimal.  1 Rombel keterampilan minimal Kerjasama dengan 1 DUDI.  Bidang Kerjasama DUDI disesuaikan dengan topik keterampilan yang ada di sekolah.
  • 11.
    6. Sinergi DUDIdengan sekolah  Sinergi DUDI dengan sekolah adalah aktualisasi kegiatan sekolah Bersama DUDI pada saat program pelatihan berjalan sampai pasca pelatihan selesai.  Sinergi DUDI dapat dituangkan dalam beberapa hal, missal:  Menerima siswa untuk magang  Menerima alumni untuk menjadi tenaga kerja  Sekolah memberikan pekerjaan kepada DUDI dimana tenaga kerjanya berasal dari siswa Double Track.  DUDI bisa menyediakan peralatan, barang habis pakai untuk kebutuhan pelatihan serta SDM narsum untuk sharing pengalaman.
  • 12.
    7. Jumlah ProdukUnggulan  Produk Unggulan sekolah adalah produk karya siswa/alumni program SMA Double Track.  Minimal setiap KUS memiliki satu produk unggulan yang laku di masyarakat.  Jumlah produk unggulan minimal berbading lurus dengan jumlah rombel yang ada, atau sebanding dengan jumlah KUS yang terbentuk.  Kriteria Produk Unggulan  Produk sering dipesan masyarakat  Produk sudah memiliki katalog  Cara pemesanan produk sudah jelas  Sudah dipasarkan di toko online atau media social dengan pelanggan dari wilayah berbeda.  Produk dijamin halal dan tanpa resiko bagi konsumen
  • 13.
    8. Jumlah Alumniyang Mandiri  Alumni Double Track adalah mereka yang telah menyelesaikan pelatihan Double Track dan dinyatakan lulus walaupun statusnya masih menjadi siswa.  Sekolah dinyatakan berhasil apabila banyak alumninya yang mandiri (bekerja atau berwirausaha).  Alumni yang masih berstatus siswa bisa jadi mereka disebut berwirausaha, jika mereka telah menjalankan usahanya secara penuh atau tidak dengan cara online.  Alumni yang bekerja atau melanjutkan usaha orang tua mereka dikatakan mandiri jika mereka sudah secara penuh bekerja.  Alumni yang melanjutkan kuliah dan mereka tetap menjalankan usaha mereka maka mereka juga bsa dikatan sebagai alumni yang telah mandiri.
  • 14.
    9. Performa Sekolah(KS, Fasilitator, Administrasi, Trainer, Siswa)  Performa sekolah adalah indeks yang paling besar dinilai dari keaktifan sekolah menjalankan program SMA Double Track.  Kriteria Performa Sekolah:  Keaktifan KS melakukan inovasi dan terobosan di sekolah untuk percepatan kemandirian siswa.  Keaktifan Fasilitator dalam melaporkan aktifitas pelatihan dan program yang berjalan di Sekolah.  Keaktifan administrasi melaporkan SPJ pelaksanaan peatihan di sekolah.  Keaktifan trainer mendampingi KUS dengan menciptakan inovasi produk unggulan dan mendorong tingginya transaksi KUS  Keaktifan siswa mengikuti pelatihan di sekolah, acara pengembangan kewirausahaan secara online dan aktif mendokumentasikan kegiatanya di media social KUS.  Keaktifan mengikuti acara pameran dan lomba-lomba untuk menumbuhkan kemandirian siswa
  • 15.
    TERIMA KASIH Maju Bersama,Hebat Semua, Gemilang