KELOMPOK III
Muhammad Risal (D111 09 007)
Yanti Destisari (D111 09 008)
Novia (D111 09 009)
Nurul Rahayu Baso Amir (D111 09 012)
Anastasia Mani’ Sarungallo (D111 09 013)
Safar (D111 09 017)
Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu
proses produksi baik industri maupun domestik
(rumah tangga). Dimana masyarakat bermukim,
disanalah berbagai jenis limbah akan dihasilkan. Ada
sampah, ada air kakus (black water), dan ada air
buangan dari berbagai aktivitas domestik lainnya (grey
water).
Limbah dapat dibagi atas :
Limbah padat
Limbah cair
Pencemaran air limbah dapat berasal dari berbagai
sumber, seperti yang ditunjukkan pada skema di bawah
ini.
Pembuangan hasil Rumah
Tangga :
•Hasil pencucian
•Hasil buangan tinja

Pertanian dan Peternakan
•Pestisida
•Kotoran Ternak

sungai

Industri
•Cairan Kimia hasil produksi

Laut

Kegiatan lain

sungai

Perkantoran
•Air hasil pembuangan
Mekanisme pencemaran air limbah tersebut dapat dibandingkan
dengan mekanisme pencemaran pada air tanah. Dalam hal ini
dapat ditunjukkan bahwa sumber pencemaran air limbah dan air

tanah adalah sama.
a)


Dampak dari pencemaran air limbah rumah tangga
Berkurangnya jumlah oksigen terlarut di dalam air karena

sebagian besar oksigen digunakan oleh bakteri untuk
melakukan proses pembusukan sampah.


Sampah anorganik ke sungai, dapat berakibat menghalangi

cahaya matahari sehingga menghambat proses fotosintesis
dari tumbuhan air dan alga, yang menghasilkan oksigen.


Deterjen sangat sukar diuraikan oleh bakteri sehingga akan

tetap aktif untuk jangka waktu yang lama di dalam air,
mencemari air dan meracuni berbagai organisme air.


dll.
Dampak dari limbah industri ini dapat dibedakan atas
beberapa bagian berdasarkan sektro industri masing –
masing, yaitu :


Limbah Industri Pangan
Sektor Industri/usaha kecil pangan yang mencemari
lingkungan antara lain ; tahu, tempe, tapioka dan pengolahan
ikan (industri hasil laut). Limbah usaha kecil pangan dapat
menimbulkan

masalah

dalam

penanganannya

karena

mengandung sejumlah besar karbohidrat, protein, lemak ,
garam-garam, mineral, dan sisa-sisa bahan kimia yang

digunakan dalam pengolahan dan pembersihan. Sebagai
contohnya limbah industri tahu, tempe, tapioka industri hasil
laut dan industri pangan lainnya, dapat menimbulkan bau

yang

menyengat

dan

polusi

berat

pada

pembuangannya tidak diberi perlakuan yang tepat.

air

bila
Limbah Industri Kimia & Bahan Bangunan


o

Keracunan yang akut, yakni keracunan akibat masuknya
dosis tertentu kedalam tubuh melalui mulut, kulit,
pernafasan dan akibatnya dapat dilihat dengan segera,
misalnya keracunan H2S, Co dalan dosis tinggi. Dapat
menimbulkan lemas dan kematian. Keracunan Fenal
dapat menimbulkan sakit perut dan sebagainya.

o

Keracunan kronis, sebagai akibat masuknya zat-zat toksis
kedalam tubuh dalam dosis yang kecil tetapi terus
menerus dan berakumulasi dalam tubuh, sehingga

efeknya baru terasa dalam jangka panjang misalnya
keracunan timbal, arsen, raksa, asbes dan sebagainya.
o

dll.


Limbah Industri Logam & Ekektronika.
Bahaya dari bahan-bahan pencemar yang mungkin dihasilkan dari prosesproses dalam industri besi-baja/logam terhadap kesehatan yaitu :
a. Debu, dapat menyebabkan iritasi, sesak nafas

b. Kebisingan, mengganggu pendengaran, menyempitkan pembuluh darah, ketegangan otot,

menurunya kewaspadaan, kosentrasi pemikiran dan efisiensi kerja.
c. Karbon Monoksida (CO), dapat menyebabkan gangguan serius, yang diawali dengan napas

pendek dan sakit kepala, berat, pusing-pusing pikiran kacau dan melemahkan penglihatan dan
pendengaran. Bila keracunan berat, dapat mengakibatkan pingsan yang bisa diikuti dengan
kematian.
d. Karbon Dioksida (CO2), dapat mengakibatkan sesak nafas, kemudian sakit kepala, pusing-

pusing, nafas pendek, otot lemah, mengantuk dan telinganya berdenging.
e. Belerang Dioksida (SO2), pada konsentrasi 6-12 ppm dapat menyebabkan iritasi pada hidung

dan tenggorokan, peradangan lensa mata (pada konsentrasi 20 ppm), pembengkakan paruparu/celah suara.
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa secara garis besar
pencemaran air limbah dapat dibedakan atas pencemaran oleh limbah
rumah tangga dan pencemaran oleh limbah industri. Limbah rumah
tangga dan limbah industry ini dapat memberikan dampak negative
terhadap kehidupan makhluk hidup. Oleh sebab itu, untuk

menghindari terjadinya dampak tersebut maka dibutuhkan tindakan
konkret dalam penanganannya. Salah satu cara yang dapat dilakukan
adalah bagaimana untuk mengelolah limbah tersebut. Tidak hanya itu,
tetapi juga dibutuhkan kesadaran dari masyarakat akan pentingnya
pengelolahan limbah ini.
TERIMA KASIH

Mekanisme dan dampak pencemaran air

  • 1.
    KELOMPOK III Muhammad Risal(D111 09 007) Yanti Destisari (D111 09 008) Novia (D111 09 009) Nurul Rahayu Baso Amir (D111 09 012) Anastasia Mani’ Sarungallo (D111 09 013) Safar (D111 09 017)
  • 3.
    Limbah adalah buanganyang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). Dimana masyarakat bermukim, disanalah berbagai jenis limbah akan dihasilkan. Ada sampah, ada air kakus (black water), dan ada air buangan dari berbagai aktivitas domestik lainnya (grey water). Limbah dapat dibagi atas : Limbah padat Limbah cair
  • 4.
    Pencemaran air limbahdapat berasal dari berbagai sumber, seperti yang ditunjukkan pada skema di bawah ini.
  • 5.
    Pembuangan hasil Rumah Tangga: •Hasil pencucian •Hasil buangan tinja Pertanian dan Peternakan •Pestisida •Kotoran Ternak sungai Industri •Cairan Kimia hasil produksi Laut Kegiatan lain sungai Perkantoran •Air hasil pembuangan
  • 6.
    Mekanisme pencemaran airlimbah tersebut dapat dibandingkan dengan mekanisme pencemaran pada air tanah. Dalam hal ini dapat ditunjukkan bahwa sumber pencemaran air limbah dan air tanah adalah sama.
  • 12.
    a)  Dampak dari pencemaranair limbah rumah tangga Berkurangnya jumlah oksigen terlarut di dalam air karena sebagian besar oksigen digunakan oleh bakteri untuk melakukan proses pembusukan sampah.  Sampah anorganik ke sungai, dapat berakibat menghalangi cahaya matahari sehingga menghambat proses fotosintesis dari tumbuhan air dan alga, yang menghasilkan oksigen.  Deterjen sangat sukar diuraikan oleh bakteri sehingga akan tetap aktif untuk jangka waktu yang lama di dalam air, mencemari air dan meracuni berbagai organisme air.  dll.
  • 13.
    Dampak dari limbahindustri ini dapat dibedakan atas beberapa bagian berdasarkan sektro industri masing – masing, yaitu :
  • 14.
     Limbah Industri Pangan SektorIndustri/usaha kecil pangan yang mencemari lingkungan antara lain ; tahu, tempe, tapioka dan pengolahan ikan (industri hasil laut). Limbah usaha kecil pangan dapat menimbulkan masalah dalam penanganannya karena mengandung sejumlah besar karbohidrat, protein, lemak , garam-garam, mineral, dan sisa-sisa bahan kimia yang digunakan dalam pengolahan dan pembersihan. Sebagai contohnya limbah industri tahu, tempe, tapioka industri hasil laut dan industri pangan lainnya, dapat menimbulkan bau yang menyengat dan polusi berat pada pembuangannya tidak diberi perlakuan yang tepat. air bila
  • 15.
    Limbah Industri Kimia& Bahan Bangunan  o Keracunan yang akut, yakni keracunan akibat masuknya dosis tertentu kedalam tubuh melalui mulut, kulit, pernafasan dan akibatnya dapat dilihat dengan segera, misalnya keracunan H2S, Co dalan dosis tinggi. Dapat menimbulkan lemas dan kematian. Keracunan Fenal dapat menimbulkan sakit perut dan sebagainya. o Keracunan kronis, sebagai akibat masuknya zat-zat toksis kedalam tubuh dalam dosis yang kecil tetapi terus menerus dan berakumulasi dalam tubuh, sehingga efeknya baru terasa dalam jangka panjang misalnya keracunan timbal, arsen, raksa, asbes dan sebagainya. o dll.
  • 16.
     Limbah Industri Logam& Ekektronika. Bahaya dari bahan-bahan pencemar yang mungkin dihasilkan dari prosesproses dalam industri besi-baja/logam terhadap kesehatan yaitu : a. Debu, dapat menyebabkan iritasi, sesak nafas b. Kebisingan, mengganggu pendengaran, menyempitkan pembuluh darah, ketegangan otot, menurunya kewaspadaan, kosentrasi pemikiran dan efisiensi kerja. c. Karbon Monoksida (CO), dapat menyebabkan gangguan serius, yang diawali dengan napas pendek dan sakit kepala, berat, pusing-pusing pikiran kacau dan melemahkan penglihatan dan pendengaran. Bila keracunan berat, dapat mengakibatkan pingsan yang bisa diikuti dengan kematian. d. Karbon Dioksida (CO2), dapat mengakibatkan sesak nafas, kemudian sakit kepala, pusing- pusing, nafas pendek, otot lemah, mengantuk dan telinganya berdenging. e. Belerang Dioksida (SO2), pada konsentrasi 6-12 ppm dapat menyebabkan iritasi pada hidung dan tenggorokan, peradangan lensa mata (pada konsentrasi 20 ppm), pembengkakan paruparu/celah suara.
  • 17.
    Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa secara garis besar pencemaran air limbah dapat dibedakan atas pencemaran oleh limbah rumah tangga dan pencemaran oleh limbah industri. Limbah rumah tangga dan limbah industry ini dapat memberikan dampak negative terhadap kehidupan makhluk hidup. Oleh sebab itu, untuk menghindari terjadinya dampak tersebut maka dibutuhkan tindakan konkret dalam penanganannya. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah bagaimana untuk mengelolah limbah tersebut. Tidak hanya itu, tetapi juga dibutuhkan kesadaran dari masyarakat akan pentingnya pengelolahan limbah ini.
  • 18.