HIDROKARBON
Atikah Ashriyani, S. Si
Senyawa Karbon
• Klorofil : C55H7205N4Mg
• Hemoglobin :
C2932H4724N8280840S8Fe4
• Elpiji : C3H8
Kekhasan Atom Karbon
• Konfigurasi elektron : memiliki 4 elektron valensi
• Antaratom karbon dapat berikatan membentuk rantai atom karbon
yang tidak terbatas
• Ikatan antaraton karbon dapat bervariasi
• Tunggal
• Rangkap
• Rangkap tiga
• Bentuk rantai atom karbon dapat bervariasi
• Rantai terbuka (alifatik)
• Rantai tertutup (siklik)
Kedudukan Atom Karbon
• Atom C primer 1o (atom karbon yang mengikat satu atom karbon lain)
• Atom C sekunder 2o (atom karbon yang mengikat dua atom karbon
lain)
• Atom C tersier 3o (atom karbon yang mengikat tiga atom karbon lain)
• Atom C kuartener 4o (atom karbon yang mengikat empat atom karbon
lain)
Hidrokarbon
• Senyawa karbon yangh tersusun
dari atom karbon dan hidrogen
saja
• Hidrokarbon
• Jenuh : hidrokarbon yang rantai
karbonnya berikatan tunggal
semua
• Tidak jenuh : hidrokarbon yang
mempunyai ikatan rangkap atau
rangkap tiga pada ikatan karbonnya
Alkana
• Hidrokarbon Jenuh
• Rumus umum : CnH2n+2
• Deret homolog alkana
Tata Nama Alkana
1. Jika tidak bercabang, maka di
depan alkana diberi huruf n
2. Jika rantai karbon bercabang
• Tentukan rantai utama
• Beri nomor dari ujung yang dekat
cabang
3. Tetapkan nama cabang
4. Urutan penyebutan : nomor
letak cabang - nama cabang -
nama rantai utama
5. Cabang lebih dari satu :
• Diurutkan berdasarkan urutan
alfabet nama cabang
• Cabang yang sama lebih dari satu
diberi awalan di (2), tri (3), tetra
(4) dan seterusnya
6. Apabila menemukan struktur
yang disingkat, maka untuk
mempermudah, uraikan dulu
strukturnya
Isomer Alkana
• Isomer : senyawa yang
mempunyai rumus molekul sma,
tetapi memiliki rumus struktur
dan sifat yang berbeda
• Isomer butana (C4H10) ada 2
Sifat-Sifat Alkana
• Sifat fisis
• Semakin banyak atom karbon, semakin tinggi titik didih dan titik lebur
• Pada suhu kamar, alkana C1-C4 berwujud gas, C5-C17 berwujud cair, C > 17
berwujud padat
• Alkana adalah senyawa kovalen nonpolar, jadi tidak larut dalam air
• Alkana mempunyai massa jenis yang lebih rendah daripada air
• Cairan alkana tidak menghantar arus listrik
Sifat-Sifat Alkana
• Sifat Kimia
• Hidrokarbon jenuh > kurang
reaktif
• Reaksi alkana > substitusi
• Pembakaran sempurna
• Dengan gas klorin dapat bereaksi
Alkena
• Hidrokarbon tak jenuh
• Rumus umum : CnH2n
• Titik didih dan titik lebur alkena lebih rendah dari alkana
• Semakin panjang rantai, semakin tinggi titik lebur dan titik didihnya
Tata Nama Alkena
• disebut seperti alkana, tapi dengan akhiran ena
• Tentukan rantai utama paling panjang yang memiliki ikatan rangkap
• Penomoran dimulai dari ujung yang paling dekat dengan ikatan
rangkap
• Letak ikatan rangkap diberi nomor dan disebut sebelum nama rantai
utama
• Tata nama penyebutan cabang sama dengan pada tata nama alkana
• Urutan penyebutan : nomor cabang - nama cabang - nomor letak
ikatan rangkap - nama rantai utama
Isomer Alkena
• Isomer Rantai : perbedaan bentuk rantai
• Isomer Posisi : perbedaan posisi ikatan rangkap
• Isomer Geometri : perbedaan posisi ruang gugus-gugus pada ikatan
rangkap
Sifat Alkena
• Sifat fisis
• Pada suhu kamar, C2 - C4
berwujud gas, sedangkan alkena
lain berwujud cair
• Alkena tidak larut dalam air
• Sifat Kimia
• Lebih reaktif dari alkana
• Reaksi alkena
• Adisi alkena dengan hidrogen
menghasilkan alkana
• Adisi alkena dengan gas HX : aturan
markovnikov
• Jika atom karbon yang berikatan rangkap
mengikat jumlah atom hidrogen berbeda,
maka atom X akan terikat pada atom karbon
yang mengikat sedikit hidrogen
• Jika jumlah atom karbon pada ikatan
rangkapnya mengikat jumlah atom hidrogen
sama banyak, atom X akan terikat pada atom C
yang mempunyai rantai karbon paling panjang
• Adisi alkena dengan gas X2
Alkuna
• Hidrokarbon tidak jenuh rangkap 3
• Rumus umum : CnH2n-2
• Tatanama : seperti alkea, hanya diubah menjadi “una” di belakang
• Isomer : rantai dan posisi
Sifat Alkuna
• Fisis
• Untuk jumlah atom karbon yang sama, alkuna memiliki titik didih dan lebur
yang lebih tinggi dari alkana
• Pada suhu kamar, etuna adalah gas dan yang lain berbentuk cair
• Alkuna tidak larut dalam air
• Kimia (reaksi)
• Adisi alkuna dengan hidrogen menghasilkan alkana
• Adisi alkena dengan gas HX : aturan markovnikov
• Adisi alkena dengan gas X2
• Atom hidrogen dapat disubstitusi oleh logam natrium
Manfaat Hidrokarbon
• Alkana
• BBM
• Pelarut
• Lilin dan Aspal
• Alkena dan Alkuna
• Plastik
• Karet dan getah perca
• Las karbid
• Freon
• Anastesi
Minyak Bumi
Proses dan Hasil Pengolahan Minyak Bumi
• Pengolahan minyak bumi menggunakan proses distilasi bertingkat
Mutu Bahan Bakar Minyak
• Mutu bensin dinyatakan dalam RON (research octane number)
• Nilai Oktan ditentukan oleh isooktana dan n-heptana
• Jika ada bahan bakar dengan bilangan oktan 70, maka artinya bahan
bakar tersebut terdiri dari 70% isooktana dan 30% n-heptana
• Bensin standar merupakan campuran senyawa n-heptana dan
isooktana
• Menaikkan angka oktan dengan menambah zat aditif : MTBE, ETBE,
isooktana, toluen

HIDROKARBON.pptx

  • 1.
  • 2.
    Senyawa Karbon • Klorofil: C55H7205N4Mg • Hemoglobin : C2932H4724N8280840S8Fe4 • Elpiji : C3H8
  • 3.
    Kekhasan Atom Karbon •Konfigurasi elektron : memiliki 4 elektron valensi • Antaratom karbon dapat berikatan membentuk rantai atom karbon yang tidak terbatas • Ikatan antaraton karbon dapat bervariasi • Tunggal • Rangkap • Rangkap tiga • Bentuk rantai atom karbon dapat bervariasi • Rantai terbuka (alifatik) • Rantai tertutup (siklik)
  • 4.
    Kedudukan Atom Karbon •Atom C primer 1o (atom karbon yang mengikat satu atom karbon lain) • Atom C sekunder 2o (atom karbon yang mengikat dua atom karbon lain) • Atom C tersier 3o (atom karbon yang mengikat tiga atom karbon lain) • Atom C kuartener 4o (atom karbon yang mengikat empat atom karbon lain)
  • 5.
    Hidrokarbon • Senyawa karbonyangh tersusun dari atom karbon dan hidrogen saja • Hidrokarbon • Jenuh : hidrokarbon yang rantai karbonnya berikatan tunggal semua • Tidak jenuh : hidrokarbon yang mempunyai ikatan rangkap atau rangkap tiga pada ikatan karbonnya
  • 6.
    Alkana • Hidrokarbon Jenuh •Rumus umum : CnH2n+2 • Deret homolog alkana
  • 7.
    Tata Nama Alkana 1.Jika tidak bercabang, maka di depan alkana diberi huruf n 2. Jika rantai karbon bercabang • Tentukan rantai utama • Beri nomor dari ujung yang dekat cabang 3. Tetapkan nama cabang 4. Urutan penyebutan : nomor letak cabang - nama cabang - nama rantai utama 5. Cabang lebih dari satu : • Diurutkan berdasarkan urutan alfabet nama cabang • Cabang yang sama lebih dari satu diberi awalan di (2), tri (3), tetra (4) dan seterusnya 6. Apabila menemukan struktur yang disingkat, maka untuk mempermudah, uraikan dulu strukturnya
  • 8.
    Isomer Alkana • Isomer: senyawa yang mempunyai rumus molekul sma, tetapi memiliki rumus struktur dan sifat yang berbeda • Isomer butana (C4H10) ada 2
  • 9.
    Sifat-Sifat Alkana • Sifatfisis • Semakin banyak atom karbon, semakin tinggi titik didih dan titik lebur • Pada suhu kamar, alkana C1-C4 berwujud gas, C5-C17 berwujud cair, C > 17 berwujud padat • Alkana adalah senyawa kovalen nonpolar, jadi tidak larut dalam air • Alkana mempunyai massa jenis yang lebih rendah daripada air • Cairan alkana tidak menghantar arus listrik
  • 10.
    Sifat-Sifat Alkana • SifatKimia • Hidrokarbon jenuh > kurang reaktif • Reaksi alkana > substitusi • Pembakaran sempurna • Dengan gas klorin dapat bereaksi
  • 11.
    Alkena • Hidrokarbon takjenuh • Rumus umum : CnH2n • Titik didih dan titik lebur alkena lebih rendah dari alkana • Semakin panjang rantai, semakin tinggi titik lebur dan titik didihnya
  • 12.
    Tata Nama Alkena •disebut seperti alkana, tapi dengan akhiran ena • Tentukan rantai utama paling panjang yang memiliki ikatan rangkap • Penomoran dimulai dari ujung yang paling dekat dengan ikatan rangkap • Letak ikatan rangkap diberi nomor dan disebut sebelum nama rantai utama • Tata nama penyebutan cabang sama dengan pada tata nama alkana • Urutan penyebutan : nomor cabang - nama cabang - nomor letak ikatan rangkap - nama rantai utama
  • 13.
    Isomer Alkena • IsomerRantai : perbedaan bentuk rantai • Isomer Posisi : perbedaan posisi ikatan rangkap • Isomer Geometri : perbedaan posisi ruang gugus-gugus pada ikatan rangkap
  • 14.
    Sifat Alkena • Sifatfisis • Pada suhu kamar, C2 - C4 berwujud gas, sedangkan alkena lain berwujud cair • Alkena tidak larut dalam air • Sifat Kimia • Lebih reaktif dari alkana • Reaksi alkena • Adisi alkena dengan hidrogen menghasilkan alkana • Adisi alkena dengan gas HX : aturan markovnikov • Jika atom karbon yang berikatan rangkap mengikat jumlah atom hidrogen berbeda, maka atom X akan terikat pada atom karbon yang mengikat sedikit hidrogen • Jika jumlah atom karbon pada ikatan rangkapnya mengikat jumlah atom hidrogen sama banyak, atom X akan terikat pada atom C yang mempunyai rantai karbon paling panjang • Adisi alkena dengan gas X2
  • 15.
    Alkuna • Hidrokarbon tidakjenuh rangkap 3 • Rumus umum : CnH2n-2 • Tatanama : seperti alkea, hanya diubah menjadi “una” di belakang • Isomer : rantai dan posisi
  • 16.
    Sifat Alkuna • Fisis •Untuk jumlah atom karbon yang sama, alkuna memiliki titik didih dan lebur yang lebih tinggi dari alkana • Pada suhu kamar, etuna adalah gas dan yang lain berbentuk cair • Alkuna tidak larut dalam air • Kimia (reaksi) • Adisi alkuna dengan hidrogen menghasilkan alkana • Adisi alkena dengan gas HX : aturan markovnikov • Adisi alkena dengan gas X2 • Atom hidrogen dapat disubstitusi oleh logam natrium
  • 17.
    Manfaat Hidrokarbon • Alkana •BBM • Pelarut • Lilin dan Aspal • Alkena dan Alkuna • Plastik • Karet dan getah perca • Las karbid • Freon • Anastesi
  • 18.
  • 19.
    Proses dan HasilPengolahan Minyak Bumi • Pengolahan minyak bumi menggunakan proses distilasi bertingkat
  • 20.
    Mutu Bahan BakarMinyak • Mutu bensin dinyatakan dalam RON (research octane number) • Nilai Oktan ditentukan oleh isooktana dan n-heptana • Jika ada bahan bakar dengan bilangan oktan 70, maka artinya bahan bakar tersebut terdiri dari 70% isooktana dan 30% n-heptana • Bensin standar merupakan campuran senyawa n-heptana dan isooktana • Menaikkan angka oktan dengan menambah zat aditif : MTBE, ETBE, isooktana, toluen