Yogik Irawan H1C113015
Riza Aditianor H1C113070
Winda H1C113207
Teuku Ryan H1C113228
04/17/15 1
04/17/15 2
Pengenalan GeologiPengenalan Geologi
Secara tidak langsungSecara tidak langsung
04/17/15 3
Struktur batuan dibedakan menjadi
1. Struktur Primer
• Perlapisan
• Silang siur
• GradedBedding
• Laminasi
• RippleMark
2. Struktur sekunder
• Lapisan miring
• Perlipatan
• Magma yang menerobos batuan.
04/17/15 4
Unsur-Unsur Struktur Garis
Jurus (strike)
Kemiringan (dip)
Kemiringan semu (apparent dip)
Arah kemiringan (dip direction)
04/17/15 5
Unsur-Unsur Struktur Garis
Arah penunjaman (trend)
Arah kelurusan (bearing)
Rake/pitch
Penunjaman (plunge)
04/17/15 6
04/17/15 7
04/17/15 8
Pengukuran kedalaman ada 2 :Pengukuran kedalaman ada 2 :
1. Secara Langsung1. Secara Langsung 2. Tidak Langung2. Tidak Langung
Kekar adalah struktur retakan/rekahan terbentuk pada
batuan akibat suatu gaya yang bekerja pada batuan
tersebut dan belum mengalami pergeseran
04/17/15 9
Metode statistika yang akan diuraikan di sini terdiri dari dua metode yang pengelompokkannya
didasarkan atas banyaknya atau pada parameter yang didasarkan atas banyaknya bentuk dan
pola pada sejumlah data dari struktur yang hanya mempunyai satu parameter saja dan kedua
metode statistika dengan dua parameter, yakni pembuatan diagram yang berdasarkan sejumlah
data struktur yang ada memiliki dua parameter.
Contoh KekarContoh Kekar
04/17/15 10
04/17/15 11
Batuan dikatakan tersingkap bila
ketinggiannya sama dengan
permukaan bumi. Bila setiap
singkapan batuan yang sama
dihubungkan dengan batas yang
jelas pada peta maka akan terlihat
suatu bentuk penyebaran
batuan. Bentuk penyebaran
tersebut dikenal dengan pola
singkapan.
04/17/15 12
Bidang sesar, yaitu suatu bidang sepanjang rekahan dalam batuan yang
digeserkan.
Dip sesar, yaitu sudut antara bidang sesar dengan bidang horizontal serta
diukur tegak lurus dengan jurus sesar. Strike dan dip sesar menunjukkan
kedudukan dari bidang sesar.
Hade, yaitu sudut antara garis vertikal dengan bidang sesar dan merupakan
penyiku dari dip sesar.
Throw, yaitu komponen vertikal dari slip/separation diukur pada bidang vertikal
yang tegak lurus jurus seasar.
Heave, yaitu komponen horizontal dari suatu slip/separtion, diukur pada bidang
vertikal yang tegak lurus jurus sesar.
Hanging wall dan foot wall, yaitu blok yang terletak di atas bidang sesar dan di
bawah bidang sesar.
04/17/15 13
04/17/15 14
04/17/15 15
Macam-macam LipatanMacam-macam Lipatan
Hukum “V”Hukum “V”
Lapisan horizontal
akan membentuk
pola singkapan yang
mengikuti garis kontur
Lapisan dengan
kemiringan yang
berlawanan atau
kemiringan lereng, maka
kenampakan lapisan
akan memotong lembah
dengan pola singkapan
yang membentuk huruf
“V” yang berlawanan
dengan arah kemiringan
lembah.
Pada lapisan tegak akan
membentuk pola
singkapan dan berupa
garis lurus dimana pola
singkapan ini tidak dipe-
ngaruhi oleh kedaan
topografi.
Hukum “V”Hukum “V”
Lapisan yang miring
searah dengan
kemiringan lereng
dimana arah kemiringan
lapisan
lebih besar dari pada
kemiringan lerengyang
membentuk pola
singkapan huruf “V”
mengarah sama dengan
arah kemiringan pada
lereng
Lapisan dengan
kemiringan yang searah
dengan pola
kemiringan lereng,
maka pola
singkapannya akan
membentuk huruf “V”
yang berlawanan
dengan arah suatu
kemiringan lereng.
Lapisan yang
kemiringannya
searah dengan
kemiringan
lereng, maka pola
singkapan
tampak seperti gambar.
Sekian dan Terima Kasih
Atas perhatiannya,
anda layak mendapat senyuman dari kami.

Geologi Strukture

  • 1.
    Yogik Irawan H1C113015 RizaAditianor H1C113070 Winda H1C113207 Teuku Ryan H1C113228 04/17/15 1
  • 2.
  • 3.
    Pengenalan GeologiPengenalan Geologi Secaratidak langsungSecara tidak langsung 04/17/15 3
  • 4.
    Struktur batuan dibedakanmenjadi 1. Struktur Primer • Perlapisan • Silang siur • GradedBedding • Laminasi • RippleMark 2. Struktur sekunder • Lapisan miring • Perlipatan • Magma yang menerobos batuan. 04/17/15 4
  • 5.
    Unsur-Unsur Struktur Garis Jurus(strike) Kemiringan (dip) Kemiringan semu (apparent dip) Arah kemiringan (dip direction) 04/17/15 5
  • 6.
    Unsur-Unsur Struktur Garis Arahpenunjaman (trend) Arah kelurusan (bearing) Rake/pitch Penunjaman (plunge) 04/17/15 6
  • 7.
  • 8.
    04/17/15 8 Pengukuran kedalamanada 2 :Pengukuran kedalaman ada 2 : 1. Secara Langsung1. Secara Langsung 2. Tidak Langung2. Tidak Langung
  • 9.
    Kekar adalah strukturretakan/rekahan terbentuk pada batuan akibat suatu gaya yang bekerja pada batuan tersebut dan belum mengalami pergeseran 04/17/15 9 Metode statistika yang akan diuraikan di sini terdiri dari dua metode yang pengelompokkannya didasarkan atas banyaknya atau pada parameter yang didasarkan atas banyaknya bentuk dan pola pada sejumlah data dari struktur yang hanya mempunyai satu parameter saja dan kedua metode statistika dengan dua parameter, yakni pembuatan diagram yang berdasarkan sejumlah data struktur yang ada memiliki dua parameter. Contoh KekarContoh Kekar
  • 10.
  • 11.
    04/17/15 11 Batuan dikatakantersingkap bila ketinggiannya sama dengan permukaan bumi. Bila setiap singkapan batuan yang sama dihubungkan dengan batas yang jelas pada peta maka akan terlihat suatu bentuk penyebaran batuan. Bentuk penyebaran tersebut dikenal dengan pola singkapan.
  • 12.
    04/17/15 12 Bidang sesar,yaitu suatu bidang sepanjang rekahan dalam batuan yang digeserkan. Dip sesar, yaitu sudut antara bidang sesar dengan bidang horizontal serta diukur tegak lurus dengan jurus sesar. Strike dan dip sesar menunjukkan kedudukan dari bidang sesar. Hade, yaitu sudut antara garis vertikal dengan bidang sesar dan merupakan penyiku dari dip sesar. Throw, yaitu komponen vertikal dari slip/separation diukur pada bidang vertikal yang tegak lurus jurus seasar. Heave, yaitu komponen horizontal dari suatu slip/separtion, diukur pada bidang vertikal yang tegak lurus jurus sesar. Hanging wall dan foot wall, yaitu blok yang terletak di atas bidang sesar dan di bawah bidang sesar.
  • 13.
  • 14.
  • 15.
  • 16.
    Hukum “V”Hukum “V” Lapisanhorizontal akan membentuk pola singkapan yang mengikuti garis kontur Lapisan dengan kemiringan yang berlawanan atau kemiringan lereng, maka kenampakan lapisan akan memotong lembah dengan pola singkapan yang membentuk huruf “V” yang berlawanan dengan arah kemiringan lembah. Pada lapisan tegak akan membentuk pola singkapan dan berupa garis lurus dimana pola singkapan ini tidak dipe- ngaruhi oleh kedaan topografi.
  • 17.
    Hukum “V”Hukum “V” Lapisanyang miring searah dengan kemiringan lereng dimana arah kemiringan lapisan lebih besar dari pada kemiringan lerengyang membentuk pola singkapan huruf “V” mengarah sama dengan arah kemiringan pada lereng Lapisan dengan kemiringan yang searah dengan pola kemiringan lereng, maka pola singkapannya akan membentuk huruf “V” yang berlawanan dengan arah suatu kemiringan lereng. Lapisan yang kemiringannya searah dengan kemiringan lereng, maka pola singkapan tampak seperti gambar.
  • 18.
    Sekian dan TerimaKasih Atas perhatiannya, anda layak mendapat senyuman dari kami.