Persentation sistem digital




Nama: Genanda
                S1/TI/2A/P
Hukum ditributif


Hukum komutasi pada prisipnya adalah adanya
 pembagian (pengelompokan) variable dalam satu
 persamaan aljabar boolean.

Soal
A+(B.C)=(A+B)(A+C)
(A+B)(A+C)
JAWABAN


    A         A+(B.C)
    B
C


    B
                        (A+B)(A+C)

    A


    C
TABEL KEBENARANNYA

A        B              C         A+(B.C)
0        0              0           0
0        0              1           0
0        1              0           0
0        1              1           1
1        0              0           1
1        0              1           1
1        1              0           1
1        1              1           1

        Tabel kebenaran A+(b.C)
A   B        C       (A+B)    (A+C)    (A+B)(A+C
                                           )
0   0        0         0        0          0
0   0         1        0        1          0
0   1        0         1        0          0
0   1         1        1        1          1
1   0        0         1        1          1
1   0         1        1        1          1
1   1        0         1        1          1
1   1         1        1        1          1
    Tabel kebenaran untuk (A+B)(A+C)
Hukum De Morgan ( diambil dari nama seorang
  matematik dari inggris 1806-1871)
  merupakan pengembangan dari aljabar
  boole, yaitu menyelesaikan berbagai masalah
  dalam aljabar boole dengan menggunakan
  negasi NAND atau NOR.
Soal
(A+B)’=A’+b’
JAWABAN


        A
              (A+B)’
        B


   A
            A’+B’

    B
A             B                (A+B)’
0             1                    0
1             0                    0



    Tabel kebenaran untuk (A+B)’
A   B       A’   B’   A’+B’
0   1       1    0     1
1   0       0    1     1




        *
Hukum asosiasi pada prisipnya adalah adanya
 hubungan keterikatan antara variable dalam
 satu persamaan aljabar boole, hukum ini
 berlaku untuk gerbang AND


Soal
A+(B+C)=(A+B)+C




                  *
C
B   A+(B+C)

A


A
B   (A+B)+C

C
A    B            C          B+C    A+(B+C)
0    0            0           0       0
0    0            1           1       1
0    1            0           1       1
0    1            1           1       1
1    0            0           0       1
1    0            1           1       1
1    1            0           1       1
1    1            1           1       1

    Tabel kebenaran untuk A+(B+C)
A    B         C        (A+B)    (A+B)+C
0    0         0         0           0
0    0         1         0           1
0    1         0         1           1
0    1         1         1           1
1    0         0         1           1
1    0         1         1           1
1    1         0         1           1
1    1         1         1           1


    Tabel kebenaran untukl (A+B)+C
selesai

Gen

  • 1.
  • 2.
    Hukum ditributif Hukum komutasipada prisipnya adalah adanya pembagian (pengelompokan) variable dalam satu persamaan aljabar boolean. Soal A+(B.C)=(A+B)(A+C) (A+B)(A+C)
  • 3.
    JAWABAN A A+(B.C) B C B (A+B)(A+C) A C
  • 4.
    TABEL KEBENARANNYA A B C A+(B.C) 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 1 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 Tabel kebenaran A+(b.C)
  • 5.
    A B C (A+B) (A+C) (A+B)(A+C ) 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 1 0 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Tabel kebenaran untuk (A+B)(A+C)
  • 6.
    Hukum De Morgan( diambil dari nama seorang matematik dari inggris 1806-1871) merupakan pengembangan dari aljabar boole, yaitu menyelesaikan berbagai masalah dalam aljabar boole dengan menggunakan negasi NAND atau NOR. Soal (A+B)’=A’+b’
  • 7.
    JAWABAN A (A+B)’ B A A’+B’ B
  • 8.
    A B (A+B)’ 0 1 0 1 0 0 Tabel kebenaran untuk (A+B)’
  • 9.
    A B A’ B’ A’+B’ 0 1 1 0 1 1 0 0 1 1 *
  • 10.
    Hukum asosiasi padaprisipnya adalah adanya hubungan keterikatan antara variable dalam satu persamaan aljabar boole, hukum ini berlaku untuk gerbang AND Soal A+(B+C)=(A+B)+C *
  • 11.
    C B A+(B+C) A A B (A+B)+C C
  • 12.
    A B C B+C A+(B+C) 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 Tabel kebenaran untuk A+(B+C)
  • 13.
    A B C (A+B) (A+B)+C 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 Tabel kebenaran untukl (A+B)+C
  • 14.