: Ya. Akhirnya. Rasanya begitu sulit menunggu.
Sebelum Pernikahan
                     : Apakah kau ingin aku pergi?
                     : Tidak! Jangan sekali pun berpikir tentang itu.
                     : Apakah kau mencintaiku?
                     : Tentu saja! Berulang-ulang kali!
                     : Pernahkah kau mengkhianatiku?
                     : Tidak! Mengapa kau sampai menanyakannya?
                     : Maukah kau menciumku?
                     : Setiap ada kesempatan.
                     : Apakah kau akan memukulku?
                     : Kau gila! Aku bukan orang seperti itu!
                     : Dapatkah aku percaya padamu?
                     : Ya
                     : Sayang …
: Ya. Akhirnya. Rasanya begitu sulit menunggu.
Sesudah Pernikahan
                     : Apakah kau ingin aku pergi?
                     : Tidak! Jangan sekali pun berpikir tentang itu.
                     : Apakah kau mencintaiku?
                     : Tentu saja! Berulang-ulang kali!
                     : Pernahkah kau mengkhianatiku?
                     : Tidak! Mengapa kau sampai menanyakannya?
                     : Maukah kau menciumku?
                     : Setiap ada kesempatan.
                     : Apakah kau akan memukulku?
                     : Kau gila! Aku bukan orang seperti itu!
                     : Dapatkah aku percaya padamu?
                     : Ya
                     : Sayang …
Fondasi Pernikahan
 Bagian manakah yang terpenting dalam seluruh
  rangkaian ibadah pemberkatan nikah?
 Bagian manakah yang merupakan fondasi sebuah
  pernikahan?
 Penting untuk dihayati, bukan hanya bagi
  Evan dan Monica yang akan membuat perjanjian,
  tetapi juga bagi yang sudah menikah maupun
  yang berencana menikah.
Matius 19:3-12
3   Maka datanglah orang-orang Farisi kepada-Nya untuk
    mencobai Dia. Mereka bertanya: “Apakah diperbolehkan
    orang menceraikan isterinya dengan alasan apa saja?”
4   Jawab Yesus: “Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang
    menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka
    laki-laki dan perempuan?
5   Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan
    ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga
    keduanya itu menjadi satu daging.
6   Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu.
    Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh
    diceraikan manusia.”
7   Kata mereka kepada-Nya: “Jika demikian, apakah
    sebabnya Musa memerintahkan untuk memberikan surat
    cerai jika orang menceraikan isterinya?”
Matius 19:3-12
8    Kata Yesus kepada mereka: “Karena ketegaran hatimu
     Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi
     sejak semula tidaklah demikian.
9    Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan
     isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan
     perempuan lain, ia berbuat zinah.”
10   Murid-murid itu berkata kepada-Nya: “Jika demikian
     halnya hubungan antara suami dan isteri, lebih baik
     jangan kawin.”
11   Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: “Tidak semua
     orang dapat mengerti perkataan itu, hanya mereka yang
     dikaruniai saja.
12   Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir
     demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan
     demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat
     dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena
     Kerajaan Sorga. Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia
     mengerti.”
Janji Pernikahan
Saya mengaku di hadapan Allah dan jemaat-Nya,
mengambil Engkau sebagai istriku/suamiku yang
sah dan satu-satunya.
Selanjutnya sesuai dengan Firman Tuhan, saya hidup
bersamanya mulai hari ini dan seterusnya,
baik pada waktu senang maupun susah, kelimpahan
maupun kekurangan, sehat maupun sakit,
saya akan senantiasa mengasihimu, melindungimu/
menghormatimu, sampai maut memisahkan kita.
Inilah janji kesetiaan yang saya ucapkan dengan
tulus hati.
Saya mengaku di hadapan Allah dan jemaat-
      Nya, mengambil Engkau sebagai istriku/
      suamiku yang sah dan satu-satunya …

Pernikahan bukan didasarkan pada perasaan
saja melainkan pada perjanjian.
 Tingkat keintiman berbanding lurus dengan
  tingkat komitmen bukan tingkat perasaan.
 Perasaan (“kebahagiaan”, romantisme) bukan hal
  yang permanen.
 Pernikahan (antara dua pendosa) bukan hal
  yang mudah.
Saya mengaku di hadapan Allah dan jemaat-
Nya, mengambil Engkau sebagai istriku/
suamiku yang sah dan satu-satunya …
Saya mengaku di hadapan Allah dan jemaat-
Nya, mengambil Engkau sebagai istriku/
suamiku yang sah dan satu-satunya …
Saya mengaku di hadapan Allah dan jemaat-
Nya, mengambil Engkau sebagai istriku/
suamiku yang sah dan satu-satunya …
Saya mengaku di hadapan Allah dan jemaat-
      Nya, mengambil Engkau sebagai istriku/
      suamiku yang sah dan satu-satunya …

Perjanjian bukan penjara melainkan pengaman.
 Saya berubah, pasangan saya berubah, situasi
  kehidupan berubah.  Apakah kita dapat
  mempertahankannya?
 Setiap pernikahan akan mengalami masa susah.
   Apakah kita dapat melaluinya?
 Perjanjian menjadi dasar untuk berharap dan
  membangun kembali.  Pertanyaannya bukan lagi
  apakah melainkan bagaimanakah.
DIETRICHBONHOEFFER,
          Letters and Papers from Prison

   Cinta datang darimu, tetapi pernikahan
           dari atas, dari Tuhan. …
     Bukan cinta yang mempertahankan
pernikahan, namun sejak saat ini, pernikahan
     yang akan mempertahankan cinta.

 Love comes from you, but marriage from above, from
 God. … It is not your love that sustains the marriage,
but from now on, the marriage that sustains your love.
Selanjutnya sesuai dengan Firman Tuhan,
      saya hidup bersamanya mulai hari ini
      dan seterusnya, …
Matius 19:3-5
3 Jawab Yesus: “Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang
  menciptakan manusia sejak semula menjadikan
  mereka laki-laki dan perempuan?
4 Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan
  meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu
  dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi
  satu daging.
5 Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan
  satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan
  Allah, tidak boleh diceraikan manusia.”
Selanjutnya sesuai dengan Firman Tuhan,
       saya hidup bersamanya mulai hari ini
       dan seterusnya, …

Karya Tuhan dalam pernikahan:
 Tuhan yang menciptakan laki-laki &
  perempuan (ay 3)
 Tuhan yang menetapkan pernikahan (ay 4)
    meninggalkan ayah dan ibunya
    bersatu dengan pasangannya
 Tuhan yang menyatukan dua pribadi (ay 5)
Selanjutnya sesuai dengan Firman Tuhan,
       saya hidup bersamanya mulai hari ini
       dan seterusnya, …
Kolose 1:16 … di dalam Dialah telah diciptakan
   segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di
   bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan,
   baik singgasana, maupun kerajaan, baik
   pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu
   diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.
Efesus 5:31-32 Sebab itu laki-laki akan
   meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu
   dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi
   satu daging. Rahasia ini besar, tetapi yang aku
   maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat.
Selanjutnya sesuai dengan Firman Tuhan,
     saya hidup bersamanya mulai hari ini
     dan seterusnya, …

Tujuan Tuhan dalam pernikahan:
Suami dan istri …
 Menjadi (becoming) pribadi yang sesuai
  rancangan-Nya, mencerminkan Tuhan
 Melakukan (doing) pelayanan yang sesuai
  rancangan-Nya, memuliakan Tuhan
 Menyatakan (displaying) hubungan
  Kristus dengan jemaat
Selanjutnya sesuai dengan Firman Tuhan,
saya hidup bersamanya mulai hari ini
dan seterusnya, …

                Pernikahan mengajar kita:
                • Mengasihi
                • Menghormati
                • Menyatakan dosa kita
                • Mengampuni
                • Memiliki hati hamba
                • Mengenal Tuhan
                • Menyadari kehadiran Tuhan
                • Mengembangkan panggilan
                  hidup
Selanjutnya sesuai dengan Firman Tuhan,
saya hidup bersamanya mulai hari ini
dan seterusnya, …


                Kita perlu belajar melihat
                  pernikahan sebagai
                  disiplin rohani, di mana
                  Tuhan membentuk hidup
                  kita makin serupa Kristus.
                Hidup berdekatan dengan
                  seseorang 24/7 bisa
                  menjadi tantangan rohani
                  terbesar yang kita hadapi.
… saya akan senantiasa mengasihimu,
       melindungimu/menghormatimu, baik pada
       waktu senang maupun susah, kelimpahan
       maupun kekurangan, sehat maupun sakit,
       sampai maut memisahkan kita.

 Tidak ada janji pernikahan jika tidak ada “dalam
  keadaan susah”, “kekurangan”, “sakit”. “Seumur
  hidup”, bukan “sepanjang masih saling mencintai”.
 Perjanjian (“Saya bersedia”) lebih besar dari
  komitmen (“Saya berusaha/mencobanya”).
 Kebahagiaan adalah hasil sampingan dari
  kebersamaan, ketenteraman, kesetiaan,
  pengorbanan.
Robertson & Mauriel McQuilkin
Robertson McQuilkin mengundurkan diri dari
kedudukannya sebagai Rektor di Universitas
Internasional Columbia karena ingin merawat
istrinya, Muriel, yang sakit Alzheimer.
Muriel sudah seperti bayi, tidak bisa berbuat apa-
apa, bahkan untuk makan, mandi, dan buang air pun
ia harus dibantu. Robertson memutuskan untuk
merawat istrinya dengan tangannya sendiri, karena
Muriel adalah wanita yang sangat istimewa baginya.
Robertson & Mauriel McQuilkin
Namun pernah suatu kali ketika Robertson membersihkan
lantai bekas ompol Muriel dan di luar kesadaran Muriel
malah menyerakkan air seninya sendiri, maka Robertson
tiba-tiba kehilangan kendali emosinya. Ia menepis tangan
Muriel dan memukul betisnya, guna menghentikannya.
Setelah itu Robertson menyesal dan berkata dalam hatinya,
“Apa gunanya saya memukulnya, walaupun tidak keras,
tetapi itu cukup mengejutkannya. Selama 44 tahun kami
menikah, saya belum pernah memukulnya karena marah,
namun kini di saat ia sangat membutuhkan saya, saya
memperlakukannya demikian. Ampuni saya, ya Tuhan.”
Lalu tanpa peduli apakah Muriel mengerti atau tidak,
Robertson meminta maaf atas hal yang telah dilakukannya.
Robertson & Mauriel McQuilkin
Pada tanggal 14 Februari 1995, Robertson dan Muriel,
memasuki hari istimewa karena pada tanggal itu di tahun
1948, Robertson melamar Muriel. Dan pada hari istimewa
itu Robertson memandikan Muriel, lalu menyiapkan makan
malam dengan menu kesukaan Muriel dan pada malam
harinya menjelang tidur ia mencium dan menggenggam
tangan Muriel lalu berdoa, “Tuhan Yesus yang baik, Engkau
mengasihi Muriel lebih dari aku mengasihinya, karena itu
jagalah kekasih hatiku ini sepanjang malam dan biarlah ia
mendengar nyanyian malaikat-Mu. Amin!”
Pagi harinya, ketika Robetson berolah-raga dengan
menggunakan sepeda statisnya, Muriel terbangun dari
tidurnya. Ia berusaha mengambil posisi yang nyaman,
kemudian melempar senyum manis kepada Robertson.
Robertson & Mauriel McQuilkin
Untuk pertama kalinya setelah selama berbulan-
bulan Muriel yang tidak pernah berbicara
memanggil Robertson dengan suara yang lembut dan
bening, “Sayangku ... Sayangku ....”
Robertson melompat dari sepedanya dan segera
memeluk wanita yang sangat dikasihinya itu.
“Sayangku, kau benar-benar mencintaiku bukan?”
tanya Muriel.
Setelah melihat anggukan dan senyum di wajah
Robertson, Muriel berbisik, “Aku bahagia!”
Dan ternyata itulah kata-kata terakhir yang
diucapkan Muriel kepada Robertson.
… Inilah janji kesetiaan yang
        saya ucapkan dengan tulus hati.

Melalui pengucapan perjanjian, kita menanamkan masa
depan di dalam diri kita.
Ishak: “Adikmu telah datang dengan tipu daya dan telah
  merampas berkat yang untukmu itu. … maka kepadamu,
  apa lagi yang dapat kuperbuat, ya anakku?”(Kej 27:35-37)
Maleakhi: Oleh sebab TUHAN telah menjadi saksi antara
  engkau dan isteri masa mudamu yang kepadanya engkau
  telah tidak setia, padahal dialah teman sekutumu dan
  isteri seperjanjianmu. (Mal 2:14)
Yesus: Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak,
  hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada
  itu berasal dari si jahat. (Mat 5:37)

Fondasi Pernikahan

  • 2.
    : Ya. Akhirnya.Rasanya begitu sulit menunggu. Sebelum Pernikahan : Apakah kau ingin aku pergi? : Tidak! Jangan sekali pun berpikir tentang itu. : Apakah kau mencintaiku? : Tentu saja! Berulang-ulang kali! : Pernahkah kau mengkhianatiku? : Tidak! Mengapa kau sampai menanyakannya? : Maukah kau menciumku? : Setiap ada kesempatan. : Apakah kau akan memukulku? : Kau gila! Aku bukan orang seperti itu! : Dapatkah aku percaya padamu? : Ya : Sayang …
  • 3.
    : Ya. Akhirnya.Rasanya begitu sulit menunggu. Sesudah Pernikahan : Apakah kau ingin aku pergi? : Tidak! Jangan sekali pun berpikir tentang itu. : Apakah kau mencintaiku? : Tentu saja! Berulang-ulang kali! : Pernahkah kau mengkhianatiku? : Tidak! Mengapa kau sampai menanyakannya? : Maukah kau menciumku? : Setiap ada kesempatan. : Apakah kau akan memukulku? : Kau gila! Aku bukan orang seperti itu! : Dapatkah aku percaya padamu? : Ya : Sayang …
  • 4.
    Fondasi Pernikahan  Bagianmanakah yang terpenting dalam seluruh rangkaian ibadah pemberkatan nikah?  Bagian manakah yang merupakan fondasi sebuah pernikahan?  Penting untuk dihayati, bukan hanya bagi Evan dan Monica yang akan membuat perjanjian, tetapi juga bagi yang sudah menikah maupun yang berencana menikah.
  • 5.
    Matius 19:3-12 3 Maka datanglah orang-orang Farisi kepada-Nya untuk mencobai Dia. Mereka bertanya: “Apakah diperbolehkan orang menceraikan isterinya dengan alasan apa saja?” 4 Jawab Yesus: “Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan? 5 Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. 6 Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.” 7 Kata mereka kepada-Nya: “Jika demikian, apakah sebabnya Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai jika orang menceraikan isterinya?”
  • 6.
    Matius 19:3-12 8 Kata Yesus kepada mereka: “Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian. 9 Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah.” 10 Murid-murid itu berkata kepada-Nya: “Jika demikian halnya hubungan antara suami dan isteri, lebih baik jangan kawin.” 11 Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: “Tidak semua orang dapat mengerti perkataan itu, hanya mereka yang dikaruniai saja. 12 Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Sorga. Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti.”
  • 7.
    Janji Pernikahan Saya mengakudi hadapan Allah dan jemaat-Nya, mengambil Engkau sebagai istriku/suamiku yang sah dan satu-satunya. Selanjutnya sesuai dengan Firman Tuhan, saya hidup bersamanya mulai hari ini dan seterusnya, baik pada waktu senang maupun susah, kelimpahan maupun kekurangan, sehat maupun sakit, saya akan senantiasa mengasihimu, melindungimu/ menghormatimu, sampai maut memisahkan kita. Inilah janji kesetiaan yang saya ucapkan dengan tulus hati.
  • 8.
    Saya mengaku dihadapan Allah dan jemaat- Nya, mengambil Engkau sebagai istriku/ suamiku yang sah dan satu-satunya … Pernikahan bukan didasarkan pada perasaan saja melainkan pada perjanjian.  Tingkat keintiman berbanding lurus dengan tingkat komitmen bukan tingkat perasaan.  Perasaan (“kebahagiaan”, romantisme) bukan hal yang permanen.  Pernikahan (antara dua pendosa) bukan hal yang mudah.
  • 9.
    Saya mengaku dihadapan Allah dan jemaat- Nya, mengambil Engkau sebagai istriku/ suamiku yang sah dan satu-satunya …
  • 10.
    Saya mengaku dihadapan Allah dan jemaat- Nya, mengambil Engkau sebagai istriku/ suamiku yang sah dan satu-satunya …
  • 11.
    Saya mengaku dihadapan Allah dan jemaat- Nya, mengambil Engkau sebagai istriku/ suamiku yang sah dan satu-satunya …
  • 12.
    Saya mengaku dihadapan Allah dan jemaat- Nya, mengambil Engkau sebagai istriku/ suamiku yang sah dan satu-satunya … Perjanjian bukan penjara melainkan pengaman.  Saya berubah, pasangan saya berubah, situasi kehidupan berubah.  Apakah kita dapat mempertahankannya?  Setiap pernikahan akan mengalami masa susah.  Apakah kita dapat melaluinya?  Perjanjian menjadi dasar untuk berharap dan membangun kembali.  Pertanyaannya bukan lagi apakah melainkan bagaimanakah.
  • 13.
    DIETRICHBONHOEFFER, Letters and Papers from Prison Cinta datang darimu, tetapi pernikahan dari atas, dari Tuhan. … Bukan cinta yang mempertahankan pernikahan, namun sejak saat ini, pernikahan yang akan mempertahankan cinta. Love comes from you, but marriage from above, from God. … It is not your love that sustains the marriage, but from now on, the marriage that sustains your love.
  • 14.
    Selanjutnya sesuai denganFirman Tuhan, saya hidup bersamanya mulai hari ini dan seterusnya, … Matius 19:3-5 3 Jawab Yesus: “Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan? 4 Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. 5 Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.”
  • 15.
    Selanjutnya sesuai denganFirman Tuhan, saya hidup bersamanya mulai hari ini dan seterusnya, … Karya Tuhan dalam pernikahan:  Tuhan yang menciptakan laki-laki & perempuan (ay 3)  Tuhan yang menetapkan pernikahan (ay 4)  meninggalkan ayah dan ibunya  bersatu dengan pasangannya  Tuhan yang menyatukan dua pribadi (ay 5)
  • 16.
    Selanjutnya sesuai denganFirman Tuhan, saya hidup bersamanya mulai hari ini dan seterusnya, … Kolose 1:16 … di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Efesus 5:31-32 Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat.
  • 17.
    Selanjutnya sesuai denganFirman Tuhan, saya hidup bersamanya mulai hari ini dan seterusnya, … Tujuan Tuhan dalam pernikahan: Suami dan istri …  Menjadi (becoming) pribadi yang sesuai rancangan-Nya, mencerminkan Tuhan  Melakukan (doing) pelayanan yang sesuai rancangan-Nya, memuliakan Tuhan  Menyatakan (displaying) hubungan Kristus dengan jemaat
  • 18.
    Selanjutnya sesuai denganFirman Tuhan, saya hidup bersamanya mulai hari ini dan seterusnya, … Pernikahan mengajar kita: • Mengasihi • Menghormati • Menyatakan dosa kita • Mengampuni • Memiliki hati hamba • Mengenal Tuhan • Menyadari kehadiran Tuhan • Mengembangkan panggilan hidup
  • 19.
    Selanjutnya sesuai denganFirman Tuhan, saya hidup bersamanya mulai hari ini dan seterusnya, … Kita perlu belajar melihat pernikahan sebagai disiplin rohani, di mana Tuhan membentuk hidup kita makin serupa Kristus. Hidup berdekatan dengan seseorang 24/7 bisa menjadi tantangan rohani terbesar yang kita hadapi.
  • 20.
    … saya akansenantiasa mengasihimu, melindungimu/menghormatimu, baik pada waktu senang maupun susah, kelimpahan maupun kekurangan, sehat maupun sakit, sampai maut memisahkan kita.  Tidak ada janji pernikahan jika tidak ada “dalam keadaan susah”, “kekurangan”, “sakit”. “Seumur hidup”, bukan “sepanjang masih saling mencintai”.  Perjanjian (“Saya bersedia”) lebih besar dari komitmen (“Saya berusaha/mencobanya”).  Kebahagiaan adalah hasil sampingan dari kebersamaan, ketenteraman, kesetiaan, pengorbanan.
  • 21.
    Robertson & MaurielMcQuilkin Robertson McQuilkin mengundurkan diri dari kedudukannya sebagai Rektor di Universitas Internasional Columbia karena ingin merawat istrinya, Muriel, yang sakit Alzheimer. Muriel sudah seperti bayi, tidak bisa berbuat apa- apa, bahkan untuk makan, mandi, dan buang air pun ia harus dibantu. Robertson memutuskan untuk merawat istrinya dengan tangannya sendiri, karena Muriel adalah wanita yang sangat istimewa baginya.
  • 22.
    Robertson & MaurielMcQuilkin Namun pernah suatu kali ketika Robertson membersihkan lantai bekas ompol Muriel dan di luar kesadaran Muriel malah menyerakkan air seninya sendiri, maka Robertson tiba-tiba kehilangan kendali emosinya. Ia menepis tangan Muriel dan memukul betisnya, guna menghentikannya. Setelah itu Robertson menyesal dan berkata dalam hatinya, “Apa gunanya saya memukulnya, walaupun tidak keras, tetapi itu cukup mengejutkannya. Selama 44 tahun kami menikah, saya belum pernah memukulnya karena marah, namun kini di saat ia sangat membutuhkan saya, saya memperlakukannya demikian. Ampuni saya, ya Tuhan.” Lalu tanpa peduli apakah Muriel mengerti atau tidak, Robertson meminta maaf atas hal yang telah dilakukannya.
  • 23.
    Robertson & MaurielMcQuilkin Pada tanggal 14 Februari 1995, Robertson dan Muriel, memasuki hari istimewa karena pada tanggal itu di tahun 1948, Robertson melamar Muriel. Dan pada hari istimewa itu Robertson memandikan Muriel, lalu menyiapkan makan malam dengan menu kesukaan Muriel dan pada malam harinya menjelang tidur ia mencium dan menggenggam tangan Muriel lalu berdoa, “Tuhan Yesus yang baik, Engkau mengasihi Muriel lebih dari aku mengasihinya, karena itu jagalah kekasih hatiku ini sepanjang malam dan biarlah ia mendengar nyanyian malaikat-Mu. Amin!” Pagi harinya, ketika Robetson berolah-raga dengan menggunakan sepeda statisnya, Muriel terbangun dari tidurnya. Ia berusaha mengambil posisi yang nyaman, kemudian melempar senyum manis kepada Robertson.
  • 24.
    Robertson & MaurielMcQuilkin Untuk pertama kalinya setelah selama berbulan- bulan Muriel yang tidak pernah berbicara memanggil Robertson dengan suara yang lembut dan bening, “Sayangku ... Sayangku ....” Robertson melompat dari sepedanya dan segera memeluk wanita yang sangat dikasihinya itu. “Sayangku, kau benar-benar mencintaiku bukan?” tanya Muriel. Setelah melihat anggukan dan senyum di wajah Robertson, Muriel berbisik, “Aku bahagia!” Dan ternyata itulah kata-kata terakhir yang diucapkan Muriel kepada Robertson.
  • 25.
    … Inilah janjikesetiaan yang saya ucapkan dengan tulus hati. Melalui pengucapan perjanjian, kita menanamkan masa depan di dalam diri kita. Ishak: “Adikmu telah datang dengan tipu daya dan telah merampas berkat yang untukmu itu. … maka kepadamu, apa lagi yang dapat kuperbuat, ya anakku?”(Kej 27:35-37) Maleakhi: Oleh sebab TUHAN telah menjadi saksi antara engkau dan isteri masa mudamu yang kepadanya engkau telah tidak setia, padahal dialah teman sekutumu dan isteri seperjanjianmu. (Mal 2:14) Yesus: Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat. (Mat 5:37)