Latar Belakang
• Beberapakasus kritis tidak bisa
diselamatkan karena orang disekitar korban
tidak tahu cara menolong korban yang benar
• Umumnya masyarakat lebih dahulu
mengetahui ada korban/orang lain yang
cedera/kritis dibandingkan tenaga medis
ataupun Tim Tanggap darurat
3.
• FIRST AIDpada kecelakaan
• Memberikan pertolongan pada kondisi yang
mengancam nyawa
• Melindungi cidera yang lebih lanjut /
komplikasi
• Mengatur transportasi korban ke fasilitas
kesehatan
TUJUAN
4.
Pasien / Korbanmengalami henti nafas dan henti jantung
mempunyai harapan hidup lebih baik jika semua langkah dalam
” Rantai Penyelamatan ” ( Chain Survival )
Pendahuluan
Cardiac Arrest
• Seranganjantung, tenggelam, tersengat listrik, dan
masalah lain dapat menyebabkan jantung korban
berhenti memompa darah. Ini disebut cardiac arrest
(henti jantung)
• Organ vital, terutama otak, akan kekurangan oksigen
• Sirkulasi dapat dipertahankan dengan cara melakukan
kompresi dada
• Kompresi dada membantu jantung mengeluarkan
darah ke seluruh jaringan tubuh
Urutan Pelaksanaan Bantuan
HidupDasar
• Kenali kejadian
• Segera minta bantuan
Aktivasi Sistem Respon Darurat
Lakukan urutan tindakan pertolongan BHD
Danger
Response
Circulation/CPR
Airway
Breathing
11.
Danger
• Lihat Bahayadi sekitar lokasi kejadian
• Pastikan anda,rekan anda dan korban
dalam keadaan aman dari bahaya
JANGAN MENJADI KORBAN BERIKUTNYA !!
SEBELUM tindakan pertolonganpertama periksalah:
• Bahaya Electrikal
• Bahaya Kimia
• Gas Toksik & Noxious
• Bahaya Batuan
• Api
• Alat yang tidak stabil
Amankan Lokasi Kejadian
Resusitasi Jantung Paru
•Kompresi dada dilakukan sebanyak satu siklus
(30 kompresi, sekitar 18 detik).
• RJP yang efektif, kecepatan kompresi diharapkan mencapai sekitar
100 kompresi/menit dengan kedalaman sekitar 5 cm (2
inchi). Lokasi kompresi dilakukan pada tengah dada pasien.
• Setelah kompresi dada dilakukan sebanyak satu siklus dilanjutkan
dengan ventilasi mulut ke mulut sebanyak 2 kali ventilasi.
18.
AED
(AUTOMATED EXTERNAL DEFIBRILLATOR)
•Defibrillator sistem komputer
yang dapat :
– Menganalisa irama jantung seorang
korban yang mengalami henti
jantung
– Mengisi tingkat energi yang sesuai
– Mengenal irama yg dapat dilakukan
tindakan defibrilasi (shock)
– Mampu memberikan petunjuk bagi
penolong dengan memberikan
petunjuk secara verbal & indikator
cahaya
• Jika RJP/NapasBuatan diberikan segera kerusakan otak yang terjadi
• 0 - 4 menit
• 4 - 6 menit
• 6 - 10 menit
• 10 menit +
WAKTU EMAS
27.
SAMPAI KAPAN ANDA
MELAKUKANCPR ?
• Sampai korban ada respon
• Sampai anda letih
• Jika korban sudah dipastikan meninggal, dengan :
– EKG Flat (no respon)
– Stetoskop (-) Bunyi jantung (2-3 menit)
– Nafas (-), Nadi (-), Reflek Cahaya -/-
– Pupil midriasis maximal
Hasil tersebut didapat setelah pemberian Adrenalin 1
mg setidaknya 3 kali.
IF VICTIM STARTSTO BREATHE NORMALLY
PLACE IN RECOVERY POSITION
• Mempertahankan jalan napas tetap terbuka
• Mencegah terjadinya aspirasi (masuknya
muntahan ke jalan napas)
CHOKING
Choking adalah suatukeadaan kedaruratan yang disebabkan
adanya obstruksi/sumbatan yang bersifat mekanik dan
menghalangi aliran udara dari luar tubuh masuk ke paru-paru
Tersedak bisa menyebabkan penyumbatan jalan napas dan
dapat menyebabkan kematian
Ketika seseorang tersedak saluran udara diblokir
oksigen tidak bisa masuk ke paru-paru.
Otak sangat sensitif terhadap kekurangan oksigen dan mulai
mati dalam waktu 4-6 menit.
Pada saat itu pertolongan pertama harus dilakukan.
1. Sumbatan padasaluran napas yang
disebabkan benda asing
2. Penyakit pada saluran napas yang
melibatkan obstruksi saluran napas
3. Penekanan pada larynx, pharynx dan trakhea
saat tercekik.
ETIOLOGI
37.
1. Kesulitan berbicara/terbatasuntuk bicara
2. Bila bisa bernapas terlihat dipaksakan dan timbul suara
mengi/terengah-engah
3. Korban mengeluarkan batuk, bersendawa maupun suara muntah
yang keras yang tidak bisa dikontrol
4. Korban panik sambil memegang leher dan tenggorok dan
berusaha muntah dengan memasukkan jari tangan ke mulut
5. Wajah korban berubah menjadi biru karena sianosis
6. Bila berlangsung lama korban akan kehilangan kesadaran
TANDA DAN GEJALA KLINIS
Letakkan lengan Andapada
korban dan pegang tangan
Anda dengan tangan lain di
garis tengah tepat di bawah
rusuk.
Membuat gerakan, cepat keras
ke dalam dan ke atas dalam
upaya untuk membantu orang
dalam batuk objek.
Manuver ini harus diulangi
sampai orang mampu bernapas
atau kehilangan kesadaran.
PROTOKOL
Luka bakar adalahluka yang terjadi
akibat sentuhan permukaan tubuh
dengan benda-benda yang
menghasilkan panas (api,cairan
panas, listrik, radiasi dll) atau zat-zat
yang bersifat membakar.
Pendahuluan
BURN INJURY
Hanya meliputi lapisankulit yang
paling atas saja (epidermis).
Ditandai dengan kemerahan, nyeri
dan kadang-kadang bengkak
Luka bakar superficial (derajat satu)
46.
Meliputi lapisan palingluar kulit
yang rusak dan lapisan
dibawahnya terganggu.
Luka bakar jenis ini paling sakit ,
ditandai dengan gelembung-
gelembung pada kulit berisi
cairan, bengkak, kulit kemerahan
atau putih, lembab dan rusak.
Luka bakar derajat dua (sedikit
lebih dalam)
47.
Lapisan yang terkenatidak terbatas, bahkan
dapat sampai ke tulang dan organ dalam. Luka
bakar ini paling berat dan ditandai dengan
kulit biasanya kering, pucat atau putih, namun
dapat juga gosong dan hitam.Dapat diikuti
dengan mati rasa karena kerusakan saraf.
Daerah disekitarnya nyeri.
Luka bakar derajat tiga
48.
Wounds in SpecialAreas
Wajah
Telinga
Tangan
Alat kelamin
Kaki
Memiliki arti fungsional dan kosmetik yang
tinggi
49.
Seorang dewasa denganluka bakar,
persentase luas dapat dihitung sebagai berikut:
Kepala = 9%
Dada (depan) = 9%
Perut (depan) = 9%
Atas / pertengahan kembali / rendah dan bokong = 18%
Setiap lengan = 9% (depan = 4,5%, belakang = 4,5%)
Selangkangan = 1%
Setiap kaki = 18% total (depan = 9%, kembali = 9%)
Sebagai contoh, jika kedua kaki (18% x 2 =
36%), selangkangan (1%) dan dada depan dan
perut dibakar, ini akan melibatkan 55% dari
tubuh.
Luas Luka Bakar
50.
Luka bakar dikategorikanmenurut mekanisme injurinya meliputi :
Luka Bakar Termal
Luka bakar thermal (panas) disebabkan oleh karena terpapar atau
kontak dengan api, cairan panas atau objek-objek panas lainnya.
Luka bakar tersiram kopi panas
ETIOLOGI
51.
Luka Bakar Kimia
Lukabakar kimia disebabkan oleh kontaknya jaringan kulit
dengan asam atau basa kuat.
Luka bakar kimia dapat terjadi misalnya karena kontak dengan
zat-zat pembersih yang sering dipergunakan untuk keperluan
rumah tangga dan berbagai zat kimia yang digunakan dalam
bidang industri, pertanian dan militer.
Luka bakar H2SO4
52.
Luka BakarElektrik
Luka bakar electric (listrik) disebabkan oleh panas yang
digerakan dari energi listrik yang dihantarkan melalui tubuh.
Berat ringannya luka dipengaruhi oleh lamanya kontak,
tingginya voltage dan cara gelombang elektrik itu sampai
mengenai tubuh.
ETIOLOGI
Tersengat listrik.
53.
Luka BakarRadiasi
Luka bakar radiasi disebabkan oleh terpapar dengan sumber
radioaktif..
Terbakar oleh sinar matahari akibat terpapar yang terlalu
lama juga merupakan salah satu tipe luka bakar radiasi.
Terbakar radiasi nuklir 1945
54.
Terpenting dalam pertolonganpertama pada luka bakar adalah
segera membebaskan korban dari sumber luka bakar kemudian
cooling / pendinginan
Tindakan Terpenting adalah :
• Segera menghentikan paparan panas
• DR CAB
• Mencegah meluas dan mendalamnya kerusakan jaringan kulit
(cooling)
• Mencegah dan mengatasi infeksi
• Mencegah perlengketan jari tangan/kaki
PENANGANAN
55.
Pendinginan:
◦ Hentikanproses luka bakarnya. Alirkan air dingin pada bagian
yang terkena. Bila ada bahan kimia alirkan air terus menerus
sekurang-kurangnya selama 20 menit.
◦ Buka pakaian penderita
◦ Jangan mengelupas bagian yang melepuh
◦ Upayakan penderita senyaman mungkin
PENDINGINAN
LOKASI PERDARAHAN
1. Didalam tubuh dimana terjadi perdarahan dari
organ internal
2. Di luar tubuh dimana terjadi perdarahan yang
keluar dari bukaan alami
3. Di luar tubuh dimana darah keluar melalui
perlukaan pada kulit.
60.
HAL YANG MEMPERBERATPERDARAHAN
1. Riwayat kelainan darah
2. Konsumsi obat pengencer darah
Perlu perhatian khusus!
61.
HAL YANG HARUSDIPERHATIKAN DALAM PERTOLONGAN PERTAMA PADA
PERDARAHAN
1. Bila mungkin,selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah menolong korban.
2. Selalu gunakan sarung tangan latex, bila alergi bisa gunakan non latex/sintetik.
3. Menekan langsung pada tempat yang berdarah akan menghentikan perdarahan secara
efektif.
4. Berikan suntikan tetanus setelah selesai menolong korban (BILA PERLU)
5. Luka di daerah dada dan perut bisa menjadi serius karena ada kemungkinan perdarahan
internal yang berat dan berakhir menjadi shock.
6. Bila ada organ internal yang muncul keluar dari luka jangan didorong ke dalam, tutupi luka
dengan perban/kain bersih yang basah dan tekan perlahan.
7. Perdarahan bisa menyebabkan memar, kompres dengan handuk berisi es untuk
mengurangi bengkak.
63.
LANGKAH-LANGKAH PERTOLONGAN PERTAMAPADA PERDARAHAN
1. Tenangkan diri dulu baru tenangkan korban.
2. Bila lukanya superfisial, cuci dengan air hangat dan sabun lalu
keringkan.
3. Baringkan korban untuk mengurangi kemungkinan pingsan dengan cara
meningkatkan aliran darah ke otak. Bila memungkinkan naikkan bagian
yang berdarah.
4. Bersihkan kotoran maupun debu dari luka. Bila berupa benda tajam
JANGAN dicabut. Pasang perban dan plester di sekitar benda tersebut
dan pastikan tetap terfiksasi.
64.
LANGKAH-LANGKAH PERTOLONGAN PERTAMAPADA PERDARAHAN (LANJUTAN)
5. Berikan tekanan langsung pada sisi luar luka dengan kasa steril, kain
bersih maupun tangan.
6. Pertahankan tekanan sampai perdarahan berhenti. Setelahnya tutup
rapat luka dengan kain dan plester atau ikat kencang. Kompres luka
yang sudah ditutup itu dengan handuk berisi es.
7. Bila perdarahan masih berlanjut dan merembes, cukup tambahkan lagi
kain di atas kain pertama dan ikat kuat.
65.
LANGKAH-LANGKAH PERTOLONGAN PERTAMABILA PERDARAHAN BERAT
DAN MENCEGAH SHOCK
1. Pastikan bagian yang terluka dalam posisi stabil.
2. Baringkan korban dan angkat kaki sekitar 30 cm dari tanah.
3. Selimuti korban.
4. Jangan banyak menggerakan korban bila ada cedera kepala,
leher, punggung maupun kaki.
66.
JANGAN:
1. Menggunakan torniquetuntuk mengontrol perdarahan.
2. Bila tekanan terus menerus tidak menghentikan perdarahan dan perdarahan
memang berat maka torniquet boleh digunakan.
3. Mengintip luka, dengan meminimalkan gangguan pada luka maka tingkat
keberhasilan mengontrol perdarahan semakin tinggi.
4. Mencabut obyek apa pun dari luka karena akan memperberat luka tersebut.
5. Mengganti pembalut luka bila basah oleh darah, cukup tambahkan lagi
kain/perban di atasnya.
6. Membersihkan luka yang besar karena akan memperberat perdarahan.
7. Jangan membersihkan luka setelah bisa mengendalikan perdarahan. Cari
bantuan medis.
68.
FRACTURES AND DISLOCATION
PatahTulang (fraktur)
Adalah keadaan dimana terjadi
kerusakan struktur tulang
sehingga terjadi perubahan
bentuk (deformasi) dan
kehilangan fungsi
Penyebab utama : trauma dan
osteoporosis (pengeroposan
tulang)
69.
1. Pertahankan posisi
2.Cegah infeksi
3. Atasi syok dan perdarahan
4. Imobilisasi (fiksasi dengan pembidaian)
5. Pengobatan :
- Antibiotika
- ATS (Anti Tetanus Serum)
- Anti inflamasi (anti radang)
- Analgetik/ pengurang rasa sakit
PRINSIP PERTAMA PENANGANAN PATAH TULANG
70.
Keluarnya ujungtulang dari sendinya karena sendi terenggang
melebihi normal (tulang lepas dari sendi).
CIRI UMUM :
Perubahan Bentuk
Nyeri dan Kaku
Terdengar derik patahan
Bengkak
Memar
Ganguan sirkulasi
DISLOCATION
71.
1. Cedera olahraga
Pemain basket dan keeper pemain sepak bola paling sering
mengalami dislokasi pada tangan dan jari-jari karena secara
tidak sengaja menangkap bola dari pemain lain.
PENYEBAB DISLOKASI
72.
2. Trauma yangtidak berhubungan dengan olah raga
Benturan keras pada sendi saat kecelakaan motor biasanya
menyebabkan dislokasi.
3. Terjatuh
Terjatuh dari tangga atau terjatuh saat berdansa diatas lantai
yang licin
4. Patologis : terjadinya ‘tear’ligament dan kapsul articuler yang
merupakan komponen vital penghubung tulang.
PENYEBAB DISLOKASI
73.
• Melakukan reduksiringan dengan cara menarik persendian
yang bersangkutan pada sumbu memanjang
• Jangan memaksa melakukan reposisi jika penderita
mengalami rasa nyeri yang hebat karena dapat menimbulkan
fraktur.
• Imobilisasi
Jangan menggerakkan bagian yang telah direposisi
• Fiksasi
Minimalkan gerak dengan melakukan pembidaian
PERTOLONGAN DISLOKASI
74.
1. Cukup kuatuntuk menyokong
2. Cukup panjang
3. Diberi bantalan kapas
4. Ikat diatas dan dibawah garis fraktur (garis patah)
5. Ikatan tidak boleh terlalu kencang atau terlalu kendur.
PEDOMAN PEMBIDAIAN
SYARAT PEMBIDAIAN
1. Membidai dengan bidai jadi ataupun improvisasi, haruslah
tetap mengikuti pedoman umum.
2. Sedapat mungkin beritahukan rencana tindakan kepada
penderita.
3. Sebelum membidai paparkan seluruh bagian yang cedera dan
rawat perdarahan bila ada.
75.
4. Selalu bukaatau bebaskan pakaian pada daerah sendi
sebelum membidai, buka perhiasan di daerah patah atau di
bagian distalnya.
5. Jangan berupaya merubah posisi bagian yang cedera.
Upayakan membidai dalam posisi ketika ditemukan.
6. Jangan berusaha memasukkan bagian tulang yang patah.
7. Bidai harus meliputi dua sendi dari tulang yang patah.
Sebelum dipasang diukur lebih dulu pada anggota badan
penderita yang sehat.
8. Bila cedera terjadi pada sendi, bidai kedua tulang yang
mengapit sendi tersebut.
77.
DEFINISI
9. Lapisi bidaidengan bahan yang lunak, bila memungkinkan.
10. Ikatan jangan terlalu keras dan jangan longgar.
( Cara mengechecknya dengan kemampuan pengisian
kapiler dan meraba denyut nadi )
11. Ikatan harus cukup jumlahnya, dimulai dari sendi yang
banyak bergerak, kemudian sendi atas dari tulang yang
patah. (artinya balutan dilakukan dari bagian bawah ke atas)
12. Jangan membidai berlebihan
13. Kurangi rasa sakit.
14. Istirahatkan bagian yang cedera.
15. Kompres es bagian yang cedera (khususnya pada patah
tulang tertutup)
16. Baringkan penderita pada posisi yang nyaman.
PEDOMAN PEMBIDAIAN
Pada dasarnya tulangitu merupakan benda padat, namun masih sedikit memiliki kelenturan.
Bila teregang melampau batas kelenturannya maka tulang tersebut akan patah.
Cedera dapat terjadi sebagai akibat :
Gaya langsung.
Tulang langsung menerima gaya yang besar sehingga patah.
Gaya Tidak langsung
Gaya yang terjadi pada satu bagian tubuh diteruskan ke bagian tubuh lainnya yang relatif
lemah, sehingga akhirnya bagian lain inilah yang patah. Bagian yang menerima benturan
langsung tidak mengalami cedera berarti
Gaya puntir.
Selain gaya langsung, juga tulang dapat menerima puntiran atau terputar sampai patah. Ini
sering terjadi pada lengan.
Mekanisme terjadinya cedera harus diperhatikan pada kasus-kasus yang berhubungan
dengan patah tulang. Ini dapat memberikan gambaran kasar kepada kita seberapa berat
cedera yang kita hadapi.
80.
TANDA DAN GEJALA
Mengingatbesarnya gaya yang diterima maka kadang kasus patah tulang
gejalanya dapat tidak jelas.
Beberapa gejala dan tanda yang mungkin dijumpai pada patah tulang :
1. Terjadi perubahan bentuk pada anggota badan yang patah. Seing
merupakan satu-satunya tanda yang terlihat. Cara yang paling baik untuk
menentukannya adalah dengan membandingkannya dengan sisi yang sehat.
2. Nyeri di daerah yang patah dan kaku pada saat ditekan atau bila digerakkan.
3. Bengkak, disertai memar / perubahan warna di daerah yang cedera.
4. Terdengar suara berderak pada daerah yang patah (suara ini tidak perlu
dibuktikan dengan menggerakkan bagian cedera tersebut).
5. Mungkin terlihat bagian tulang yang patah pada luka.
• Keadaan saatseseorang ketika di dalam air tidak dapat
timbul ke permukaan sehingga mengancam jiwa
• Terjadi penurunan kesadaran karena korban kekurangan
oksigen akibat jalan napas tersumbat dipenuhi air
DROWNING
PENGERTIAN DROWNING
GEJALA UMUM
1. Asfiksi dengan atau tanpa kegagalan sirkulasi dan edema
otak.
2. Muntah akibat masuknya air dalam lambung. Dapat
menyebabkan aspirasi.
84.
GEJALA DAN TANDAORANG TENGGELAM
1. Tenggelam di Air Tawar
hemodilusi (pengenceran konsentrasi darah) yang hebat
sehingga menimbulkan gangguan elektrolit dan berlanjut
sebagai fibrilasi ventrikel.
2. Tenggelam di Air Asin
hemokonsentrasi (peningkatan kekentalan darah) sehingga
beban jantung bertambah, yang tampak sebagai
melambatnya denyut nadi, hipotensi dan edema paru.
85.
Gejala Umum
1. Asfiksidengan atau tanpa kegagalan sirkulasi dan
edema otak.
2. Muntah akibat masuknya air dalam lambung. Dapat
menyebabkan aspirasi.
86.
1. First Aid
2.CPR
3. Mouth to mouth
PENATALAKSANAAN DI DALAM AIR
87.
1. Hanya bolehdilakukan oleh penolong yang ahli dan
berpengalaman
2. Selalu upayakan untuk membawa korban ke darat/kapal lebih
dulu
3. Bila korban sadar jangan melompat ke air, cari pijakan kuat
dan gunakan tali/tongkat/pelampung untuk menarik
4. Bila korban tidak sadar dan permukaan air cukup rendah
sehingga penolong bisa berdiri aman,dekati korban dan
hadapkan wajah korban ke atas
5. Cek tanda-tanda vital dan lakukan resusitasi sedini mungkin
PENATALAKSANAAN DI DALAM AIR
89.
FIRST AID FORELECTRIC SHOCK
Terjadi saat tubuh kita dialiri arus listrik bila menjadi
penghubung antara dua titik yang memiliki beda potensial
listrik (dinyatakan dengan Volt)
Terjadi karena tubuh manusia merupakan konduktor
listrik yang baik karena mengandung cairan
90.
DEFINISI SENGATAN LISTRIK
•Terjadi saat tubuh kita dialiri arus listrik bila
menjadi penghubung antara dua titik yang
memiliki beda potensial listrik (dinyatakan
dengan Volt)
• Terjadi karena tubuh manusia merupakan
konduktor listrik yang baik karena mengandung
cairan
91.
1. Tubuh menjadipenghubung (ground) dari sumber
listrik yang bertegangan tinggi ke tanah yang
bertekanan rendah
2. Arus listik yang mengalir ke dalam tubuh akan
menghasilkan panas yang dapat membakar jaringan
dan menimbulkan gangguan seperti henti napas,
kejang otot, denyut jantung tidak teratur, luka bakar
dan kematian
APA YANG TERJADI SAAT KESETRUM
92.
Faktor-faktor yang MempengaruhiDerajat Keparahan
• Ukuran fisik bidang kontak
Semakin luas > hambatan<< > tegangan makin besar
• Kondisi umum dan hambatan tubuh
Tahanan listrik dalam tubuh berubah sesuai kondisi
Wanita << laki-laki
• Jumlah miliampere
Semakin besar arus listrik yang melewati tubuh
manusia, semakin besar pula resiko kesetrum yang
ditimbulkan bagi tubuh manusia.
93.
• Bagian tubuhyang dialiri arus
Bila mengenai organ tubuh penting
(jantung,otak) bisa menyebabkan kematian
Lamanya arus mengalir
Berdasarkan hasil studi sangat
berbahaya bila melebihi 3 detik
• Perhatikan sekelilingkorban terlebih
dahulu dan hindari kontak. Pastikan
terlebih dahulu korban sudah tidak ada
kontak dengan sumber listrik.
• Jika sumber listrik tidak mungkin
dipadamkan, jauhkan korban dari sumber
listrik dengan menggunakan bahan-bahan
yang tidak menghantarkan listrik
(isolator), misalnya yang terbuat dari
plastik, kayu, atau bahan isolator lainnya.
LANGKAH PENYELAMATAN KORBAN
97.
• Jika sumberlistrik tidak mungkin dipadamkan, jauhkan
korban dari sumber listrik dengan menggunakan bahan-
bahan yang tidak menghantarkan listrik (isolator),
misalnya yang terbuat dari plastik, kayu, atau bahan
isolator lainnya,
LANGKAH PENYELAMATAN KORBAN
98.
• Cegah syokyang bisa terjadi terhadap korban dengan
cara membaringkan korban dengan posisi telentang dan
posisi kaki lebih tinggi dari jantung
• Periksa tanda-tanda kehidupan korban, seperti
pernapasan, denyut jantung, atau gerakan. Jika tidak
terdeteksi, lakukan pertolongan pernapasan dengan
CPR
LANGKAH PENYELAMATAN KORBAN
Editor's Notes
#6 Sel otak tidak bertahan lebih dari beberapa menit saja tanpa suplai
Untuk memastikan bahwa darah mengandung cukup oksigen maka kompresi dada harus disertai dengan bantuan
Penelitian membuktikan bahwa tindakan RJP yang efektif dapat meningkatkan kesempatan hidup seseorang yang mengalami henti jantung.
Instruktur menjelaskan bahwa pada training ini partisipan hanya akan mempelajari prosedur RJP pada orang dewasa (usia > 8 tahun) dan bagian terpenting dari RJP adalah kompresi dada.
#12 Pengenalan dini. Jika seorang penolong menemukan korban dewasa yang tidak ada respon (tidak ada pergerakan atau respon terhadap stimulus luar) atau melihat korban tiba-tiba jatuh pingsan, maka penolong harus memastikan keamanan tempat kejadian lalu mengecek respon dengan menepuk bahu korban selagi meneriakkan nama korban. Jika penolong lebih dari satu orang maka langkah-langkah dalam algoritma ini dapat dilakukan bersamaan dan sinergis.
Aktivasi sistem respon darurat.
Penolong sebaiknya mengaktivasi sistem respon darurat yang dalam hal ini berarti menghubungi institusi yang mempunyai fasilitas/layanan gawat darurat, hal ini dapat beruba menghubungi rumah sakit, polisi, atau instansi terkait. Penolong non petugas kesehatan harus siap menerima instruksi dan melakukannya.
Jika melihat korban tidak berespon dan dan tidak bernapas atau hanya sesak terengah-engah maka penolong dapat mengasumsikan bahwa korban mengalami henti jantung.
Pemeriksaan denyut nadi.
Riset menunjukkan bahwa terdapat kesulitan dalam pemeriksaan denyut nadi korban baik dilakukan oleh penolong non petugas ksesehatan ataupun petugas kesehatan sehingga dapat membuang waktu yang berharga.
#16 RJP dini akan memperpanjang masa fibrilasi ventrikel
Korban yang menerima RJP dini - ibaratnya menerima shock listrik (defibrillation)
Mengembalikan sirkulasi darah yang telah terhenti
#17
Berbeda dengan panduan BLS AHA 2005, tetapi pada BLS AHA 2010 kompresi dada dilakukan terlebih dahulu sebelum adanya dua kali ventilasi awal sehingga membentuk Algoritma “C-A-B”.
Untuk mendapatkan kompresi dada yang efektif dalam algoritma tersebut terdapat dua kata kunci yaitu “push hard, push fast” yang berarti “tekan kuat, tekan cepat” hal ini memudahkan penolong non petugas kesehatan dalam melakukan kompresi seefektif mungkin.
Hal yang perlu diperhatikan adalah berikan jarak 1 detik antar ventilasi, perhatikan kenaikan dada korban untuk memastikan volume tidal yang masuk adekuat, dan perbandingan kompresi dan ventilasi untuk satu siklus adalah 30 : 2.