FIRST AID TRAINING
Latar Belakang
• Beberapa kasus kritis tidak bisa
diselamatkan karena orang disekitar korban
tidak tahu cara menolong korban yang benar
• Umumnya masyarakat lebih dahulu
mengetahui ada korban/orang lain yang
cedera/kritis dibandingkan tenaga medis
ataupun Tim Tanggap darurat
• FIRST AID pada kecelakaan
• Memberikan pertolongan pada kondisi yang
mengancam nyawa
• Melindungi cidera yang lebih lanjut /
komplikasi
• Mengatur transportasi korban ke fasilitas
kesehatan
TUJUAN
Pasien / Korban mengalami henti nafas dan henti jantung
mempunyai harapan hidup lebih baik jika semua langkah dalam
” Rantai Penyelamatan ” ( Chain Survival )
Pendahuluan
Tidak ada Tindakan!
Cardiac Arrest
• Serangan jantung, tenggelam, tersengat listrik, dan
masalah lain dapat menyebabkan jantung korban
berhenti memompa darah. Ini disebut cardiac arrest
(henti jantung)
• Organ vital, terutama otak, akan kekurangan oksigen
• Sirkulasi dapat dipertahankan dengan cara melakukan
kompresi dada
• Kompresi dada membantu jantung mengeluarkan
darah ke seluruh jaringan tubuh
A
l
g
o
r
i
t
m
a
B
L
S
2
0
1
0
Urutan Pelaksanaan Bantuan
Hidup Dasar
• Kenali kejadian
• Segera minta bantuan
Aktivasi Sistem Respon Darurat
Lakukan urutan tindakan pertolongan BHD
 Danger
 Response
 Circulation/CPR
 Airway
 Breathing
Danger
• Lihat Bahaya di sekitar lokasi kejadian
• Pastikan anda,rekan anda dan korban
dalam keadaan aman dari bahaya
JANGAN MENJADI KORBAN BERIKUTNYA !!
PENGENALAN DINI
Serangan Jantung
Elektrikal
Tenggelam
Obat-obatan
Semakin cepat anda kenali masalah, semakin baik hasil yang anda dapatkan
PENGENALAN DINI
Gas Toxic
Kecelakaan
Reaksi Alergi
SEBELUM tindakan pertolongan pertama periksalah:
• Bahaya Electrikal
• Bahaya Kimia
• Gas Toksik & Noxious
• Bahaya Batuan
• Api
• Alat yang tidak stabil
Amankan Lokasi Kejadian
Aktivasi Sistem Respon Darurat.
espon
Resusitasi Jantung Paru
Bila tidak teraba
nadi A. Carotis
Resusitasi Jantung Paru
• Kompresi dada dilakukan sebanyak satu siklus
(30 kompresi, sekitar 18 detik).
• RJP yang efektif, kecepatan kompresi diharapkan mencapai sekitar
100 kompresi/menit dengan kedalaman sekitar 5 cm (2
inchi). Lokasi kompresi dilakukan pada tengah dada pasien.
• Setelah kompresi dada dilakukan sebanyak satu siklus dilanjutkan
dengan ventilasi mulut ke mulut sebanyak 2 kali ventilasi.
AED
(AUTOMATED EXTERNAL DEFIBRILLATOR)
• Defibrillator  sistem komputer
yang dapat :
– Menganalisa irama jantung seorang
korban yang mengalami henti
jantung
– Mengisi tingkat energi yang sesuai
– Mengenal irama yg dapat dilakukan
tindakan defibrilasi (shock)
– Mampu memberikan petunjuk bagi
penolong dengan memberikan
petunjuk secara verbal & indikator
cahaya
AED
• Gunakan program/panduan
yang ada, kenali apakah ritme
tersebut dapat diterapi kejut
atau tidak (dipandu AED) 
– IYA
• Terapi kejut 1 kali
• Lanjutkan RJP 2 menit dan periksa
ritme kembali.
– TIDAK
• RJP 2 menit
• CEK ulang ritme AED
AED
Head tilt-Chin lift
keluarkan benda yang ada di mulut
korban
Hati-hati pada kecurigaan adanya
FRAKTUR CERVICAL!!!
Jaw Thrust
Dilakukan pada
kecurigaan
fraktur cervical
Look, Feel & Listen
• Jika RJP/Napas Buatan diberikan segera kerusakan otak yang terjadi
• 0 - 4 menit
• 4 - 6 menit
• 6 - 10 menit
• 10 menit +
WAKTU EMAS
SAMPAI KAPAN ANDA
MELAKUKAN CPR ?
• Sampai korban ada respon
• Sampai anda letih
• Jika korban sudah dipastikan meninggal, dengan :
– EKG  Flat (no respon)
– Stetoskop  (-) Bunyi jantung (2-3 menit)
– Nafas (-), Nadi (-), Reflek Cahaya -/-
– Pupil midriasis maximal
Hasil tersebut didapat setelah pemberian Adrenalin 1
mg setidaknya 3 kali.
Alat Pelindung Diri (APD)
MASKER
IF VICTIM STARTS TO BREATHE NORMALLY
PLACE IN RECOVERY POSITION
• Mempertahankan jalan napas tetap terbuka
• Mencegah terjadinya aspirasi (masuknya
muntahan ke jalan napas)
CHOKING
CHOKING
Choking adalah suatu keadaan kedaruratan yang disebabkan
adanya obstruksi/sumbatan yang bersifat mekanik dan
menghalangi aliran udara dari luar tubuh masuk ke paru-paru
Tersedak bisa menyebabkan penyumbatan jalan napas dan
dapat menyebabkan kematian
Ketika seseorang tersedak  saluran udara diblokir 
oksigen tidak bisa masuk ke paru-paru.
Otak sangat sensitif terhadap kekurangan oksigen dan mulai
mati dalam waktu 4-6 menit.
Pada saat itu pertolongan pertama harus dilakukan.
CHOKING
1. Sumbatan pada saluran napas yang
disebabkan benda asing
2. Penyakit pada saluran napas yang
melibatkan obstruksi saluran napas
3. Penekanan pada larynx, pharynx dan trakhea
saat tercekik.
ETIOLOGI
1. Kesulitan berbicara/terbatas untuk bicara
2. Bila bisa bernapas terlihat dipaksakan dan timbul suara
mengi/terengah-engah
3. Korban mengeluarkan batuk, bersendawa maupun suara muntah
yang keras yang tidak bisa dikontrol
4. Korban panik sambil memegang leher dan tenggorok dan
berusaha muntah dengan memasukkan jari tangan ke mulut
5. Wajah korban berubah menjadi biru karena sianosis
6. Bila berlangsung lama korban akan kehilangan kesadaran
TANDA DAN GEJALA KLINIS
1. Encourage to cough
2. Back Slap (5-20x)
3. Heimlich Maneuver
4. Self Heimlich Maneuver
5. Modified chest trust
6. CPR
PROTOKOL
Letakkan lengan Anda pada
korban dan pegang tangan
Anda dengan tangan lain di
garis tengah tepat di bawah
rusuk.
Membuat gerakan, cepat keras
ke dalam dan ke atas dalam
upaya untuk membantu orang
dalam batuk objek.
Manuver ini harus diulangi
sampai orang mampu bernapas
atau kehilangan kesadaran.
PROTOKOL
LUKA BAKAR
MUK-3 TEAM
MITRA USAHA KATIGA
www.muk3.com
Training Department
Luka bakar adalah luka yang terjadi
akibat sentuhan permukaan tubuh
dengan benda-benda yang
menghasilkan panas (api,cairan
panas, listrik, radiasi dll) atau zat-zat
yang bersifat membakar.
Pendahuluan
BURN INJURY
Berdasarkan dalamnya luka bakar
dibagi menjadi :
:
Pembagian
Hanya meliputi lapisan kulit yang
paling atas saja (epidermis).
Ditandai dengan kemerahan, nyeri
dan kadang-kadang bengkak
Luka bakar superficial (derajat satu)
Meliputi lapisan paling luar kulit
yang rusak dan lapisan
dibawahnya terganggu.
Luka bakar jenis ini paling sakit ,
ditandai dengan gelembung-
gelembung pada kulit berisi
cairan, bengkak, kulit kemerahan
atau putih, lembab dan rusak.
Luka bakar derajat dua (sedikit
lebih dalam)
Lapisan yang terkena tidak terbatas, bahkan
dapat sampai ke tulang dan organ dalam. Luka
bakar ini paling berat dan ditandai dengan
kulit biasanya kering, pucat atau putih, namun
dapat juga gosong dan hitam.Dapat diikuti
dengan mati rasa karena kerusakan saraf.
Daerah disekitarnya nyeri.
Luka bakar derajat tiga
Wounds in Special Areas
Wajah
Telinga
Tangan
Alat kelamin
Kaki
Memiliki arti fungsional dan kosmetik yang
tinggi
Seorang dewasa dengan luka bakar,
persentase luas dapat dihitung sebagai berikut:
Kepala = 9%
Dada (depan) = 9%
Perut (depan) = 9%
Atas / pertengahan kembali / rendah dan bokong = 18%
Setiap lengan = 9% (depan = 4,5%, belakang = 4,5%)
Selangkangan = 1%
Setiap kaki = 18% total (depan = 9%, kembali = 9%)
Sebagai contoh, jika kedua kaki (18% x 2 =
36%), selangkangan (1%) dan dada depan dan
perut dibakar, ini akan melibatkan 55% dari
tubuh.
Luas Luka Bakar
Luka bakar dikategorikan menurut mekanisme injurinya meliputi :
Luka Bakar Termal
Luka bakar thermal (panas) disebabkan oleh karena terpapar atau
kontak dengan api, cairan panas atau objek-objek panas lainnya.
Luka bakar tersiram kopi panas
ETIOLOGI
Luka Bakar Kimia
Luka bakar kimia disebabkan oleh kontaknya jaringan kulit
dengan asam atau basa kuat.
Luka bakar kimia dapat terjadi misalnya karena kontak dengan
zat-zat pembersih yang sering dipergunakan untuk keperluan
rumah tangga dan berbagai zat kimia yang digunakan dalam
bidang industri, pertanian dan militer.
Luka bakar H2SO4
 Luka Bakar Elektrik
Luka bakar electric (listrik) disebabkan oleh panas yang
digerakan dari energi listrik yang dihantarkan melalui tubuh.
Berat ringannya luka dipengaruhi oleh lamanya kontak,
tingginya voltage dan cara gelombang elektrik itu sampai
mengenai tubuh.
ETIOLOGI
Tersengat listrik.
 Luka Bakar Radiasi
Luka bakar radiasi disebabkan oleh terpapar dengan sumber
radioaktif..
Terbakar oleh sinar matahari akibat terpapar yang terlalu
lama juga merupakan salah satu tipe luka bakar radiasi.
Terbakar radiasi nuklir 1945
Terpenting dalam pertolongan pertama pada luka bakar adalah
segera membebaskan korban dari sumber luka bakar kemudian
cooling / pendinginan
Tindakan Terpenting adalah :
• Segera menghentikan paparan panas
• DR CAB
• Mencegah meluas dan mendalamnya kerusakan jaringan kulit
(cooling)
• Mencegah dan mengatasi infeksi
• Mencegah perlengketan jari tangan/kaki
PENANGANAN
 Pendinginan:
◦ Hentikan proses luka bakarnya. Alirkan air dingin pada bagian
yang terkena. Bila ada bahan kimia alirkan air terus menerus
sekurang-kurangnya selama 20 menit.
◦ Buka pakaian penderita
◦ Jangan mengelupas bagian yang melepuh
◦ Upayakan penderita senyaman mungkin
PENDINGINAN
BLEEDING MANAGEMENT
MUK-3 TEAM
PENDAHULUAN
Pengertian:
Bleeding/perdarahan adalah suatu keadaan
dimana tubuh kehilangan darah yang bisa
terjadi di dalam/luar tubuh.
LOKASI PERDARAHAN
1. Di dalam tubuh dimana terjadi perdarahan dari
organ internal
2. Di luar tubuh dimana terjadi perdarahan yang
keluar dari bukaan alami
3. Di luar tubuh dimana darah keluar melalui
perlukaan pada kulit.
HAL YANG MEMPERBERAT PERDARAHAN
1. Riwayat kelainan darah
2. Konsumsi obat pengencer darah
Perlu perhatian khusus!
HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM PERTOLONGAN PERTAMA PADA
PERDARAHAN
1. Bila mungkin,selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah menolong korban.
2. Selalu gunakan sarung tangan latex, bila alergi bisa gunakan non latex/sintetik.
3. Menekan langsung pada tempat yang berdarah akan menghentikan perdarahan secara
efektif.
4. Berikan suntikan tetanus setelah selesai menolong korban (BILA PERLU)
5. Luka di daerah dada dan perut bisa menjadi serius karena ada kemungkinan perdarahan
internal yang berat dan berakhir menjadi shock.
6. Bila ada organ internal yang muncul keluar dari luka jangan didorong ke dalam, tutupi luka
dengan perban/kain bersih yang basah dan tekan perlahan.
7. Perdarahan bisa menyebabkan memar, kompres dengan handuk berisi es untuk
mengurangi bengkak.
LANGKAH-LANGKAH PERTOLONGAN PERTAMA PADA PERDARAHAN
1. Tenangkan diri dulu baru tenangkan korban.
2. Bila lukanya superfisial, cuci dengan air hangat dan sabun lalu
keringkan.
3. Baringkan korban untuk mengurangi kemungkinan pingsan dengan cara
meningkatkan aliran darah ke otak. Bila memungkinkan naikkan bagian
yang berdarah.
4. Bersihkan kotoran maupun debu dari luka. Bila berupa benda tajam
JANGAN dicabut. Pasang perban dan plester di sekitar benda tersebut
dan pastikan tetap terfiksasi.
LANGKAH-LANGKAH PERTOLONGAN PERTAMA PADA PERDARAHAN (LANJUTAN)
5. Berikan tekanan langsung pada sisi luar luka dengan kasa steril, kain
bersih maupun tangan.
6. Pertahankan tekanan sampai perdarahan berhenti. Setelahnya tutup
rapat luka dengan kain dan plester atau ikat kencang. Kompres luka
yang sudah ditutup itu dengan handuk berisi es.
7. Bila perdarahan masih berlanjut dan merembes, cukup tambahkan lagi
kain di atas kain pertama dan ikat kuat.
LANGKAH-LANGKAH PERTOLONGAN PERTAMA BILA PERDARAHAN BERAT
DAN MENCEGAH SHOCK
1. Pastikan bagian yang terluka dalam posisi stabil.
2. Baringkan korban dan angkat kaki sekitar 30 cm dari tanah.
3. Selimuti korban.
4. Jangan banyak menggerakan korban bila ada cedera kepala,
leher, punggung maupun kaki.
JANGAN:
1. Menggunakan torniquet untuk mengontrol perdarahan.
2. Bila tekanan terus menerus tidak menghentikan perdarahan dan perdarahan
memang berat maka torniquet boleh digunakan.
3. Mengintip luka, dengan meminimalkan gangguan pada luka maka tingkat
keberhasilan mengontrol perdarahan semakin tinggi.
4. Mencabut obyek apa pun dari luka karena akan memperberat luka tersebut.
5. Mengganti pembalut luka bila basah oleh darah, cukup tambahkan lagi
kain/perban di atasnya.
6. Membersihkan luka yang besar karena akan memperberat perdarahan.
7. Jangan membersihkan luka setelah bisa mengendalikan perdarahan. Cari
bantuan medis.
FRACTURES AND DISLOCATION
Patah Tulang (fraktur)
Adalah keadaan dimana terjadi
kerusakan struktur tulang
sehingga terjadi perubahan
bentuk (deformasi) dan
kehilangan fungsi
Penyebab utama : trauma dan
osteoporosis (pengeroposan
tulang)
1. Pertahankan posisi
2. Cegah infeksi
3. Atasi syok dan perdarahan
4. Imobilisasi (fiksasi dengan pembidaian)
5. Pengobatan :
- Antibiotika
- ATS (Anti Tetanus Serum)
- Anti inflamasi (anti radang)
- Analgetik/ pengurang rasa sakit
PRINSIP PERTAMA PENANGANAN PATAH TULANG
 Keluarnya ujung tulang dari sendinya karena sendi terenggang
melebihi normal (tulang lepas dari sendi).
CIRI UMUM :
 Perubahan Bentuk
 Nyeri dan Kaku
 Terdengar derik patahan
 Bengkak
 Memar
 Ganguan sirkulasi
DISLOCATION
1. Cedera olah raga
Pemain basket dan keeper pemain sepak bola paling sering
mengalami dislokasi pada tangan dan jari-jari karena secara
tidak sengaja menangkap bola dari pemain lain.
PENYEBAB DISLOKASI
2. Trauma yang tidak berhubungan dengan olah raga
Benturan keras pada sendi saat kecelakaan motor biasanya
menyebabkan dislokasi.
3. Terjatuh
Terjatuh dari tangga atau terjatuh saat berdansa diatas lantai
yang licin
4. Patologis : terjadinya ‘tear’ligament dan kapsul articuler yang
merupakan komponen vital penghubung tulang.
PENYEBAB DISLOKASI
• Melakukan reduksi ringan dengan cara menarik persendian
yang bersangkutan pada sumbu memanjang
• Jangan memaksa melakukan reposisi jika penderita
mengalami rasa nyeri yang hebat karena dapat menimbulkan
fraktur.
• Imobilisasi
Jangan menggerakkan bagian yang telah direposisi
• Fiksasi
Minimalkan gerak dengan melakukan pembidaian
PERTOLONGAN DISLOKASI
1. Cukup kuat untuk menyokong
2. Cukup panjang
3. Diberi bantalan kapas
4. Ikat diatas dan dibawah garis fraktur (garis patah)
5. Ikatan tidak boleh terlalu kencang atau terlalu kendur.
PEDOMAN PEMBIDAIAN
SYARAT PEMBIDAIAN
1. Membidai dengan bidai jadi ataupun improvisasi, haruslah
tetap mengikuti pedoman umum.
2. Sedapat mungkin beritahukan rencana tindakan kepada
penderita.
3. Sebelum membidai paparkan seluruh bagian yang cedera dan
rawat perdarahan bila ada.
4. Selalu buka atau bebaskan pakaian pada daerah sendi
sebelum membidai, buka perhiasan di daerah patah atau di
bagian distalnya.
5. Jangan berupaya merubah posisi bagian yang cedera.
Upayakan membidai dalam posisi ketika ditemukan.
6. Jangan berusaha memasukkan bagian tulang yang patah.
7. Bidai harus meliputi dua sendi dari tulang yang patah.
Sebelum dipasang diukur lebih dulu pada anggota badan
penderita yang sehat.
8. Bila cedera terjadi pada sendi, bidai kedua tulang yang
mengapit sendi tersebut.
DEFINISI
9. Lapisi bidai dengan bahan yang lunak, bila memungkinkan.
10. Ikatan jangan terlalu keras dan jangan longgar.
( Cara mengechecknya dengan kemampuan pengisian
kapiler dan meraba denyut nadi )
11. Ikatan harus cukup jumlahnya, dimulai dari sendi yang
banyak bergerak, kemudian sendi atas dari tulang yang
patah. (artinya balutan dilakukan dari bagian bawah ke atas)
12. Jangan membidai berlebihan
13. Kurangi rasa sakit.
14. Istirahatkan bagian yang cedera.
15. Kompres es bagian yang cedera (khususnya pada patah
tulang tertutup)
16. Baringkan penderita pada posisi yang nyaman.
PEDOMAN PEMBIDAIAN
Proses Patah Tulang dan Penyembuhannya di
Tingkat Seluler
Pada dasarnya tulang itu merupakan benda padat, namun masih sedikit memiliki kelenturan.
Bila teregang melampau batas kelenturannya maka tulang tersebut akan patah.
Cedera dapat terjadi sebagai akibat :
Gaya langsung.
Tulang langsung menerima gaya yang besar sehingga patah.
Gaya Tidak langsung
Gaya yang terjadi pada satu bagian tubuh diteruskan ke bagian tubuh lainnya yang relatif
lemah, sehingga akhirnya bagian lain inilah yang patah. Bagian yang menerima benturan
langsung tidak mengalami cedera berarti
Gaya puntir.
Selain gaya langsung, juga tulang dapat menerima puntiran atau terputar sampai patah. Ini
sering terjadi pada lengan.
Mekanisme terjadinya cedera harus diperhatikan pada kasus-kasus yang berhubungan
dengan patah tulang. Ini dapat memberikan gambaran kasar kepada kita seberapa berat
cedera yang kita hadapi.
TANDA DAN GEJALA
Mengingat besarnya gaya yang diterima maka kadang kasus patah tulang
gejalanya dapat tidak jelas.
Beberapa gejala dan tanda yang mungkin dijumpai pada patah tulang :
1. Terjadi perubahan bentuk pada anggota badan yang patah. Seing
merupakan satu-satunya tanda yang terlihat. Cara yang paling baik untuk
menentukannya adalah dengan membandingkannya dengan sisi yang sehat.
2. Nyeri di daerah yang patah dan kaku pada saat ditekan atau bila digerakkan.
3. Bengkak, disertai memar / perubahan warna di daerah yang cedera.
4. Terdengar suara berderak pada daerah yang patah (suara ini tidak perlu
dibuktikan dengan menggerakkan bagian cedera tersebut).
5. Mungkin terlihat bagian tulang yang patah pada luka.
FIRST AID:
DROWNING
MUK-3 TEAM
• Keadaan saat seseorang ketika di dalam air tidak dapat
timbul ke permukaan sehingga mengancam jiwa
• Terjadi penurunan kesadaran karena korban kekurangan
oksigen akibat jalan napas tersumbat dipenuhi air
DROWNING
PENGERTIAN DROWNING
GEJALA UMUM
1. Asfiksi dengan atau tanpa kegagalan sirkulasi dan edema
otak.
2. Muntah akibat masuknya air dalam lambung. Dapat
menyebabkan aspirasi.
GEJALA DAN TANDA ORANG TENGGELAM
1. Tenggelam di Air Tawar
hemodilusi (pengenceran konsentrasi darah) yang hebat
sehingga menimbulkan gangguan elektrolit dan berlanjut
sebagai fibrilasi ventrikel.
2. Tenggelam di Air Asin
hemokonsentrasi (peningkatan kekentalan darah) sehingga
beban jantung bertambah, yang tampak sebagai
melambatnya denyut nadi, hipotensi dan edema paru.
Gejala Umum
1. Asfiksi dengan atau tanpa kegagalan sirkulasi dan
edema otak.
2. Muntah akibat masuknya air dalam lambung. Dapat
menyebabkan aspirasi.
1. First Aid
2. CPR
3. Mouth to mouth
PENATALAKSANAAN DI DALAM AIR
1. Hanya boleh dilakukan oleh penolong yang ahli dan
berpengalaman
2. Selalu upayakan untuk membawa korban ke darat/kapal lebih
dulu
3. Bila korban sadar jangan melompat ke air, cari pijakan kuat
dan gunakan tali/tongkat/pelampung untuk menarik
4. Bila korban tidak sadar dan permukaan air cukup rendah
sehingga penolong bisa berdiri aman,dekati korban dan
hadapkan wajah korban ke atas
5. Cek tanda-tanda vital dan lakukan resusitasi sedini mungkin
PENATALAKSANAAN DI DALAM AIR
FIRST AID FOR ELECTRIC SHOCK
Terjadi saat tubuh kita dialiri arus listrik bila menjadi
penghubung antara dua titik yang memiliki beda potensial
listrik (dinyatakan dengan Volt)
Terjadi karena tubuh manusia merupakan konduktor
listrik yang baik karena mengandung cairan
DEFINISI SENGATAN LISTRIK
• Terjadi saat tubuh kita dialiri arus listrik bila
menjadi penghubung antara dua titik yang
memiliki beda potensial listrik (dinyatakan
dengan Volt)
• Terjadi karena tubuh manusia merupakan
konduktor listrik yang baik karena mengandung
cairan
1. Tubuh menjadi penghubung (ground) dari sumber
listrik yang bertegangan tinggi ke tanah yang
bertekanan rendah
2. Arus listik yang mengalir ke dalam tubuh akan
menghasilkan panas yang dapat membakar jaringan
dan menimbulkan gangguan seperti henti napas,
kejang otot, denyut jantung tidak teratur, luka bakar
dan kematian
APA YANG TERJADI SAAT KESETRUM
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Derajat Keparahan
• Ukuran fisik bidang kontak
Semakin luas > hambatan<< > tegangan makin besar
• Kondisi umum dan hambatan tubuh
Tahanan listrik dalam tubuh berubah sesuai kondisi
Wanita << laki-laki
• Jumlah miliampere
Semakin besar arus listrik yang melewati tubuh
manusia, semakin besar pula resiko kesetrum yang
ditimbulkan bagi tubuh manusia.
• Bagian tubuh yang dialiri arus
Bila mengenai organ tubuh penting
(jantung,otak) bisa menyebabkan kematian
Lamanya arus mengalir
Berdasarkan hasil studi sangat
berbahaya bila melebihi 3 detik
Perbedaan Arus AC dan Arus DC
• Perhatikan sekeliling korban terlebih
dahulu dan hindari kontak. Pastikan
terlebih dahulu korban sudah tidak ada
kontak dengan sumber listrik.
• Jika sumber listrik tidak mungkin
dipadamkan, jauhkan korban dari sumber
listrik dengan menggunakan bahan-bahan
yang tidak menghantarkan listrik
(isolator), misalnya yang terbuat dari
plastik, kayu, atau bahan isolator lainnya.
LANGKAH PENYELAMATAN KORBAN
• Jika sumber listrik tidak mungkin dipadamkan, jauhkan
korban dari sumber listrik dengan menggunakan bahan-
bahan yang tidak menghantarkan listrik (isolator),
misalnya yang terbuat dari plastik, kayu, atau bahan
isolator lainnya,
LANGKAH PENYELAMATAN KORBAN
• Cegah syok yang bisa terjadi terhadap korban dengan
cara membaringkan korban dengan posisi telentang dan
posisi kaki lebih tinggi dari jantung
• Periksa tanda-tanda kehidupan korban, seperti
pernapasan, denyut jantung, atau gerakan. Jika tidak
terdeteksi, lakukan pertolongan pernapasan dengan
CPR
LANGKAH PENYELAMATAN KORBAN
firssjahdjahdjkashdkhsajkjkasaskldkashdk

firssjahdjahdjkashdkhsajkjkasaskldkashdk

  • 1.
  • 2.
    Latar Belakang • Beberapakasus kritis tidak bisa diselamatkan karena orang disekitar korban tidak tahu cara menolong korban yang benar • Umumnya masyarakat lebih dahulu mengetahui ada korban/orang lain yang cedera/kritis dibandingkan tenaga medis ataupun Tim Tanggap darurat
  • 3.
    • FIRST AIDpada kecelakaan • Memberikan pertolongan pada kondisi yang mengancam nyawa • Melindungi cidera yang lebih lanjut / komplikasi • Mengatur transportasi korban ke fasilitas kesehatan TUJUAN
  • 4.
    Pasien / Korbanmengalami henti nafas dan henti jantung mempunyai harapan hidup lebih baik jika semua langkah dalam ” Rantai Penyelamatan ” ( Chain Survival ) Pendahuluan
  • 5.
  • 6.
    Cardiac Arrest • Seranganjantung, tenggelam, tersengat listrik, dan masalah lain dapat menyebabkan jantung korban berhenti memompa darah. Ini disebut cardiac arrest (henti jantung) • Organ vital, terutama otak, akan kekurangan oksigen • Sirkulasi dapat dipertahankan dengan cara melakukan kompresi dada • Kompresi dada membantu jantung mengeluarkan darah ke seluruh jaringan tubuh
  • 7.
  • 10.
    Urutan Pelaksanaan Bantuan HidupDasar • Kenali kejadian • Segera minta bantuan Aktivasi Sistem Respon Darurat Lakukan urutan tindakan pertolongan BHD  Danger  Response  Circulation/CPR  Airway  Breathing
  • 11.
    Danger • Lihat Bahayadi sekitar lokasi kejadian • Pastikan anda,rekan anda dan korban dalam keadaan aman dari bahaya JANGAN MENJADI KORBAN BERIKUTNYA !!
  • 12.
    PENGENALAN DINI Serangan Jantung Elektrikal Tenggelam Obat-obatan Semakincepat anda kenali masalah, semakin baik hasil yang anda dapatkan
  • 13.
  • 14.
    SEBELUM tindakan pertolonganpertama periksalah: • Bahaya Electrikal • Bahaya Kimia • Gas Toksik & Noxious • Bahaya Batuan • Api • Alat yang tidak stabil Amankan Lokasi Kejadian
  • 15.
    Aktivasi Sistem ResponDarurat. espon
  • 16.
    Resusitasi Jantung Paru Bilatidak teraba nadi A. Carotis
  • 17.
    Resusitasi Jantung Paru •Kompresi dada dilakukan sebanyak satu siklus (30 kompresi, sekitar 18 detik). • RJP yang efektif, kecepatan kompresi diharapkan mencapai sekitar 100 kompresi/menit dengan kedalaman sekitar 5 cm (2 inchi). Lokasi kompresi dilakukan pada tengah dada pasien. • Setelah kompresi dada dilakukan sebanyak satu siklus dilanjutkan dengan ventilasi mulut ke mulut sebanyak 2 kali ventilasi.
  • 18.
    AED (AUTOMATED EXTERNAL DEFIBRILLATOR) •Defibrillator  sistem komputer yang dapat : – Menganalisa irama jantung seorang korban yang mengalami henti jantung – Mengisi tingkat energi yang sesuai – Mengenal irama yg dapat dilakukan tindakan defibrilasi (shock) – Mampu memberikan petunjuk bagi penolong dengan memberikan petunjuk secara verbal & indikator cahaya
  • 19.
  • 20.
    • Gunakan program/panduan yangada, kenali apakah ritme tersebut dapat diterapi kejut atau tidak (dipandu AED)  – IYA • Terapi kejut 1 kali • Lanjutkan RJP 2 menit dan periksa ritme kembali. – TIDAK • RJP 2 menit • CEK ulang ritme AED AED
  • 21.
    Head tilt-Chin lift keluarkanbenda yang ada di mulut korban Hati-hati pada kecurigaan adanya FRAKTUR CERVICAL!!!
  • 22.
  • 23.
  • 26.
    • Jika RJP/NapasBuatan diberikan segera kerusakan otak yang terjadi • 0 - 4 menit • 4 - 6 menit • 6 - 10 menit • 10 menit + WAKTU EMAS
  • 27.
    SAMPAI KAPAN ANDA MELAKUKANCPR ? • Sampai korban ada respon • Sampai anda letih • Jika korban sudah dipastikan meninggal, dengan : – EKG  Flat (no respon) – Stetoskop  (-) Bunyi jantung (2-3 menit) – Nafas (-), Nadi (-), Reflek Cahaya -/- – Pupil midriasis maximal Hasil tersebut didapat setelah pemberian Adrenalin 1 mg setidaknya 3 kali.
  • 28.
  • 29.
  • 30.
    IF VICTIM STARTSTO BREATHE NORMALLY PLACE IN RECOVERY POSITION • Mempertahankan jalan napas tetap terbuka • Mencegah terjadinya aspirasi (masuknya muntahan ke jalan napas)
  • 33.
  • 34.
    CHOKING Choking adalah suatukeadaan kedaruratan yang disebabkan adanya obstruksi/sumbatan yang bersifat mekanik dan menghalangi aliran udara dari luar tubuh masuk ke paru-paru Tersedak bisa menyebabkan penyumbatan jalan napas dan dapat menyebabkan kematian Ketika seseorang tersedak  saluran udara diblokir  oksigen tidak bisa masuk ke paru-paru. Otak sangat sensitif terhadap kekurangan oksigen dan mulai mati dalam waktu 4-6 menit. Pada saat itu pertolongan pertama harus dilakukan.
  • 35.
  • 36.
    1. Sumbatan padasaluran napas yang disebabkan benda asing 2. Penyakit pada saluran napas yang melibatkan obstruksi saluran napas 3. Penekanan pada larynx, pharynx dan trakhea saat tercekik. ETIOLOGI
  • 37.
    1. Kesulitan berbicara/terbatasuntuk bicara 2. Bila bisa bernapas terlihat dipaksakan dan timbul suara mengi/terengah-engah 3. Korban mengeluarkan batuk, bersendawa maupun suara muntah yang keras yang tidak bisa dikontrol 4. Korban panik sambil memegang leher dan tenggorok dan berusaha muntah dengan memasukkan jari tangan ke mulut 5. Wajah korban berubah menjadi biru karena sianosis 6. Bila berlangsung lama korban akan kehilangan kesadaran TANDA DAN GEJALA KLINIS
  • 38.
    1. Encourage tocough 2. Back Slap (5-20x) 3. Heimlich Maneuver 4. Self Heimlich Maneuver 5. Modified chest trust 6. CPR PROTOKOL
  • 39.
    Letakkan lengan Andapada korban dan pegang tangan Anda dengan tangan lain di garis tengah tepat di bawah rusuk. Membuat gerakan, cepat keras ke dalam dan ke atas dalam upaya untuk membantu orang dalam batuk objek. Manuver ini harus diulangi sampai orang mampu bernapas atau kehilangan kesadaran. PROTOKOL
  • 42.
    LUKA BAKAR MUK-3 TEAM MITRAUSAHA KATIGA www.muk3.com Training Department
  • 43.
    Luka bakar adalahluka yang terjadi akibat sentuhan permukaan tubuh dengan benda-benda yang menghasilkan panas (api,cairan panas, listrik, radiasi dll) atau zat-zat yang bersifat membakar. Pendahuluan BURN INJURY
  • 44.
    Berdasarkan dalamnya lukabakar dibagi menjadi : : Pembagian
  • 45.
    Hanya meliputi lapisankulit yang paling atas saja (epidermis). Ditandai dengan kemerahan, nyeri dan kadang-kadang bengkak Luka bakar superficial (derajat satu)
  • 46.
    Meliputi lapisan palingluar kulit yang rusak dan lapisan dibawahnya terganggu. Luka bakar jenis ini paling sakit , ditandai dengan gelembung- gelembung pada kulit berisi cairan, bengkak, kulit kemerahan atau putih, lembab dan rusak. Luka bakar derajat dua (sedikit lebih dalam)
  • 47.
    Lapisan yang terkenatidak terbatas, bahkan dapat sampai ke tulang dan organ dalam. Luka bakar ini paling berat dan ditandai dengan kulit biasanya kering, pucat atau putih, namun dapat juga gosong dan hitam.Dapat diikuti dengan mati rasa karena kerusakan saraf. Daerah disekitarnya nyeri. Luka bakar derajat tiga
  • 48.
    Wounds in SpecialAreas Wajah Telinga Tangan Alat kelamin Kaki Memiliki arti fungsional dan kosmetik yang tinggi
  • 49.
    Seorang dewasa denganluka bakar, persentase luas dapat dihitung sebagai berikut: Kepala = 9% Dada (depan) = 9% Perut (depan) = 9% Atas / pertengahan kembali / rendah dan bokong = 18% Setiap lengan = 9% (depan = 4,5%, belakang = 4,5%) Selangkangan = 1% Setiap kaki = 18% total (depan = 9%, kembali = 9%) Sebagai contoh, jika kedua kaki (18% x 2 = 36%), selangkangan (1%) dan dada depan dan perut dibakar, ini akan melibatkan 55% dari tubuh. Luas Luka Bakar
  • 50.
    Luka bakar dikategorikanmenurut mekanisme injurinya meliputi : Luka Bakar Termal Luka bakar thermal (panas) disebabkan oleh karena terpapar atau kontak dengan api, cairan panas atau objek-objek panas lainnya. Luka bakar tersiram kopi panas ETIOLOGI
  • 51.
    Luka Bakar Kimia Lukabakar kimia disebabkan oleh kontaknya jaringan kulit dengan asam atau basa kuat. Luka bakar kimia dapat terjadi misalnya karena kontak dengan zat-zat pembersih yang sering dipergunakan untuk keperluan rumah tangga dan berbagai zat kimia yang digunakan dalam bidang industri, pertanian dan militer. Luka bakar H2SO4
  • 52.
     Luka BakarElektrik Luka bakar electric (listrik) disebabkan oleh panas yang digerakan dari energi listrik yang dihantarkan melalui tubuh. Berat ringannya luka dipengaruhi oleh lamanya kontak, tingginya voltage dan cara gelombang elektrik itu sampai mengenai tubuh. ETIOLOGI Tersengat listrik.
  • 53.
     Luka BakarRadiasi Luka bakar radiasi disebabkan oleh terpapar dengan sumber radioaktif.. Terbakar oleh sinar matahari akibat terpapar yang terlalu lama juga merupakan salah satu tipe luka bakar radiasi. Terbakar radiasi nuklir 1945
  • 54.
    Terpenting dalam pertolonganpertama pada luka bakar adalah segera membebaskan korban dari sumber luka bakar kemudian cooling / pendinginan Tindakan Terpenting adalah : • Segera menghentikan paparan panas • DR CAB • Mencegah meluas dan mendalamnya kerusakan jaringan kulit (cooling) • Mencegah dan mengatasi infeksi • Mencegah perlengketan jari tangan/kaki PENANGANAN
  • 55.
     Pendinginan: ◦ Hentikanproses luka bakarnya. Alirkan air dingin pada bagian yang terkena. Bila ada bahan kimia alirkan air terus menerus sekurang-kurangnya selama 20 menit. ◦ Buka pakaian penderita ◦ Jangan mengelupas bagian yang melepuh ◦ Upayakan penderita senyaman mungkin PENDINGINAN
  • 57.
  • 58.
    PENDAHULUAN Pengertian: Bleeding/perdarahan adalah suatukeadaan dimana tubuh kehilangan darah yang bisa terjadi di dalam/luar tubuh.
  • 59.
    LOKASI PERDARAHAN 1. Didalam tubuh dimana terjadi perdarahan dari organ internal 2. Di luar tubuh dimana terjadi perdarahan yang keluar dari bukaan alami 3. Di luar tubuh dimana darah keluar melalui perlukaan pada kulit.
  • 60.
    HAL YANG MEMPERBERATPERDARAHAN 1. Riwayat kelainan darah 2. Konsumsi obat pengencer darah Perlu perhatian khusus!
  • 61.
    HAL YANG HARUSDIPERHATIKAN DALAM PERTOLONGAN PERTAMA PADA PERDARAHAN 1. Bila mungkin,selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah menolong korban. 2. Selalu gunakan sarung tangan latex, bila alergi bisa gunakan non latex/sintetik. 3. Menekan langsung pada tempat yang berdarah akan menghentikan perdarahan secara efektif. 4. Berikan suntikan tetanus setelah selesai menolong korban (BILA PERLU) 5. Luka di daerah dada dan perut bisa menjadi serius karena ada kemungkinan perdarahan internal yang berat dan berakhir menjadi shock. 6. Bila ada organ internal yang muncul keluar dari luka jangan didorong ke dalam, tutupi luka dengan perban/kain bersih yang basah dan tekan perlahan. 7. Perdarahan bisa menyebabkan memar, kompres dengan handuk berisi es untuk mengurangi bengkak.
  • 63.
    LANGKAH-LANGKAH PERTOLONGAN PERTAMAPADA PERDARAHAN 1. Tenangkan diri dulu baru tenangkan korban. 2. Bila lukanya superfisial, cuci dengan air hangat dan sabun lalu keringkan. 3. Baringkan korban untuk mengurangi kemungkinan pingsan dengan cara meningkatkan aliran darah ke otak. Bila memungkinkan naikkan bagian yang berdarah. 4. Bersihkan kotoran maupun debu dari luka. Bila berupa benda tajam JANGAN dicabut. Pasang perban dan plester di sekitar benda tersebut dan pastikan tetap terfiksasi.
  • 64.
    LANGKAH-LANGKAH PERTOLONGAN PERTAMAPADA PERDARAHAN (LANJUTAN) 5. Berikan tekanan langsung pada sisi luar luka dengan kasa steril, kain bersih maupun tangan. 6. Pertahankan tekanan sampai perdarahan berhenti. Setelahnya tutup rapat luka dengan kain dan plester atau ikat kencang. Kompres luka yang sudah ditutup itu dengan handuk berisi es. 7. Bila perdarahan masih berlanjut dan merembes, cukup tambahkan lagi kain di atas kain pertama dan ikat kuat.
  • 65.
    LANGKAH-LANGKAH PERTOLONGAN PERTAMABILA PERDARAHAN BERAT DAN MENCEGAH SHOCK 1. Pastikan bagian yang terluka dalam posisi stabil. 2. Baringkan korban dan angkat kaki sekitar 30 cm dari tanah. 3. Selimuti korban. 4. Jangan banyak menggerakan korban bila ada cedera kepala, leher, punggung maupun kaki.
  • 66.
    JANGAN: 1. Menggunakan torniquetuntuk mengontrol perdarahan. 2. Bila tekanan terus menerus tidak menghentikan perdarahan dan perdarahan memang berat maka torniquet boleh digunakan. 3. Mengintip luka, dengan meminimalkan gangguan pada luka maka tingkat keberhasilan mengontrol perdarahan semakin tinggi. 4. Mencabut obyek apa pun dari luka karena akan memperberat luka tersebut. 5. Mengganti pembalut luka bila basah oleh darah, cukup tambahkan lagi kain/perban di atasnya. 6. Membersihkan luka yang besar karena akan memperberat perdarahan. 7. Jangan membersihkan luka setelah bisa mengendalikan perdarahan. Cari bantuan medis.
  • 68.
    FRACTURES AND DISLOCATION PatahTulang (fraktur) Adalah keadaan dimana terjadi kerusakan struktur tulang sehingga terjadi perubahan bentuk (deformasi) dan kehilangan fungsi Penyebab utama : trauma dan osteoporosis (pengeroposan tulang)
  • 69.
    1. Pertahankan posisi 2.Cegah infeksi 3. Atasi syok dan perdarahan 4. Imobilisasi (fiksasi dengan pembidaian) 5. Pengobatan : - Antibiotika - ATS (Anti Tetanus Serum) - Anti inflamasi (anti radang) - Analgetik/ pengurang rasa sakit PRINSIP PERTAMA PENANGANAN PATAH TULANG
  • 70.
     Keluarnya ujungtulang dari sendinya karena sendi terenggang melebihi normal (tulang lepas dari sendi). CIRI UMUM :  Perubahan Bentuk  Nyeri dan Kaku  Terdengar derik patahan  Bengkak  Memar  Ganguan sirkulasi DISLOCATION
  • 71.
    1. Cedera olahraga Pemain basket dan keeper pemain sepak bola paling sering mengalami dislokasi pada tangan dan jari-jari karena secara tidak sengaja menangkap bola dari pemain lain. PENYEBAB DISLOKASI
  • 72.
    2. Trauma yangtidak berhubungan dengan olah raga Benturan keras pada sendi saat kecelakaan motor biasanya menyebabkan dislokasi. 3. Terjatuh Terjatuh dari tangga atau terjatuh saat berdansa diatas lantai yang licin 4. Patologis : terjadinya ‘tear’ligament dan kapsul articuler yang merupakan komponen vital penghubung tulang. PENYEBAB DISLOKASI
  • 73.
    • Melakukan reduksiringan dengan cara menarik persendian yang bersangkutan pada sumbu memanjang • Jangan memaksa melakukan reposisi jika penderita mengalami rasa nyeri yang hebat karena dapat menimbulkan fraktur. • Imobilisasi Jangan menggerakkan bagian yang telah direposisi • Fiksasi Minimalkan gerak dengan melakukan pembidaian PERTOLONGAN DISLOKASI
  • 74.
    1. Cukup kuatuntuk menyokong 2. Cukup panjang 3. Diberi bantalan kapas 4. Ikat diatas dan dibawah garis fraktur (garis patah) 5. Ikatan tidak boleh terlalu kencang atau terlalu kendur. PEDOMAN PEMBIDAIAN SYARAT PEMBIDAIAN 1. Membidai dengan bidai jadi ataupun improvisasi, haruslah tetap mengikuti pedoman umum. 2. Sedapat mungkin beritahukan rencana tindakan kepada penderita. 3. Sebelum membidai paparkan seluruh bagian yang cedera dan rawat perdarahan bila ada.
  • 75.
    4. Selalu bukaatau bebaskan pakaian pada daerah sendi sebelum membidai, buka perhiasan di daerah patah atau di bagian distalnya. 5. Jangan berupaya merubah posisi bagian yang cedera. Upayakan membidai dalam posisi ketika ditemukan. 6. Jangan berusaha memasukkan bagian tulang yang patah. 7. Bidai harus meliputi dua sendi dari tulang yang patah. Sebelum dipasang diukur lebih dulu pada anggota badan penderita yang sehat. 8. Bila cedera terjadi pada sendi, bidai kedua tulang yang mengapit sendi tersebut.
  • 77.
    DEFINISI 9. Lapisi bidaidengan bahan yang lunak, bila memungkinkan. 10. Ikatan jangan terlalu keras dan jangan longgar. ( Cara mengechecknya dengan kemampuan pengisian kapiler dan meraba denyut nadi ) 11. Ikatan harus cukup jumlahnya, dimulai dari sendi yang banyak bergerak, kemudian sendi atas dari tulang yang patah. (artinya balutan dilakukan dari bagian bawah ke atas) 12. Jangan membidai berlebihan 13. Kurangi rasa sakit. 14. Istirahatkan bagian yang cedera. 15. Kompres es bagian yang cedera (khususnya pada patah tulang tertutup) 16. Baringkan penderita pada posisi yang nyaman. PEDOMAN PEMBIDAIAN
  • 78.
    Proses Patah Tulangdan Penyembuhannya di Tingkat Seluler
  • 79.
    Pada dasarnya tulangitu merupakan benda padat, namun masih sedikit memiliki kelenturan. Bila teregang melampau batas kelenturannya maka tulang tersebut akan patah. Cedera dapat terjadi sebagai akibat : Gaya langsung. Tulang langsung menerima gaya yang besar sehingga patah. Gaya Tidak langsung Gaya yang terjadi pada satu bagian tubuh diteruskan ke bagian tubuh lainnya yang relatif lemah, sehingga akhirnya bagian lain inilah yang patah. Bagian yang menerima benturan langsung tidak mengalami cedera berarti Gaya puntir. Selain gaya langsung, juga tulang dapat menerima puntiran atau terputar sampai patah. Ini sering terjadi pada lengan. Mekanisme terjadinya cedera harus diperhatikan pada kasus-kasus yang berhubungan dengan patah tulang. Ini dapat memberikan gambaran kasar kepada kita seberapa berat cedera yang kita hadapi.
  • 80.
    TANDA DAN GEJALA Mengingatbesarnya gaya yang diterima maka kadang kasus patah tulang gejalanya dapat tidak jelas. Beberapa gejala dan tanda yang mungkin dijumpai pada patah tulang : 1. Terjadi perubahan bentuk pada anggota badan yang patah. Seing merupakan satu-satunya tanda yang terlihat. Cara yang paling baik untuk menentukannya adalah dengan membandingkannya dengan sisi yang sehat. 2. Nyeri di daerah yang patah dan kaku pada saat ditekan atau bila digerakkan. 3. Bengkak, disertai memar / perubahan warna di daerah yang cedera. 4. Terdengar suara berderak pada daerah yang patah (suara ini tidak perlu dibuktikan dengan menggerakkan bagian cedera tersebut). 5. Mungkin terlihat bagian tulang yang patah pada luka.
  • 82.
  • 83.
    • Keadaan saatseseorang ketika di dalam air tidak dapat timbul ke permukaan sehingga mengancam jiwa • Terjadi penurunan kesadaran karena korban kekurangan oksigen akibat jalan napas tersumbat dipenuhi air DROWNING PENGERTIAN DROWNING GEJALA UMUM 1. Asfiksi dengan atau tanpa kegagalan sirkulasi dan edema otak. 2. Muntah akibat masuknya air dalam lambung. Dapat menyebabkan aspirasi.
  • 84.
    GEJALA DAN TANDAORANG TENGGELAM 1. Tenggelam di Air Tawar hemodilusi (pengenceran konsentrasi darah) yang hebat sehingga menimbulkan gangguan elektrolit dan berlanjut sebagai fibrilasi ventrikel. 2. Tenggelam di Air Asin hemokonsentrasi (peningkatan kekentalan darah) sehingga beban jantung bertambah, yang tampak sebagai melambatnya denyut nadi, hipotensi dan edema paru.
  • 85.
    Gejala Umum 1. Asfiksidengan atau tanpa kegagalan sirkulasi dan edema otak. 2. Muntah akibat masuknya air dalam lambung. Dapat menyebabkan aspirasi.
  • 86.
    1. First Aid 2.CPR 3. Mouth to mouth PENATALAKSANAAN DI DALAM AIR
  • 87.
    1. Hanya bolehdilakukan oleh penolong yang ahli dan berpengalaman 2. Selalu upayakan untuk membawa korban ke darat/kapal lebih dulu 3. Bila korban sadar jangan melompat ke air, cari pijakan kuat dan gunakan tali/tongkat/pelampung untuk menarik 4. Bila korban tidak sadar dan permukaan air cukup rendah sehingga penolong bisa berdiri aman,dekati korban dan hadapkan wajah korban ke atas 5. Cek tanda-tanda vital dan lakukan resusitasi sedini mungkin PENATALAKSANAAN DI DALAM AIR
  • 89.
    FIRST AID FORELECTRIC SHOCK Terjadi saat tubuh kita dialiri arus listrik bila menjadi penghubung antara dua titik yang memiliki beda potensial listrik (dinyatakan dengan Volt) Terjadi karena tubuh manusia merupakan konduktor listrik yang baik karena mengandung cairan
  • 90.
    DEFINISI SENGATAN LISTRIK •Terjadi saat tubuh kita dialiri arus listrik bila menjadi penghubung antara dua titik yang memiliki beda potensial listrik (dinyatakan dengan Volt) • Terjadi karena tubuh manusia merupakan konduktor listrik yang baik karena mengandung cairan
  • 91.
    1. Tubuh menjadipenghubung (ground) dari sumber listrik yang bertegangan tinggi ke tanah yang bertekanan rendah 2. Arus listik yang mengalir ke dalam tubuh akan menghasilkan panas yang dapat membakar jaringan dan menimbulkan gangguan seperti henti napas, kejang otot, denyut jantung tidak teratur, luka bakar dan kematian APA YANG TERJADI SAAT KESETRUM
  • 92.
    Faktor-faktor yang MempengaruhiDerajat Keparahan • Ukuran fisik bidang kontak Semakin luas > hambatan<< > tegangan makin besar • Kondisi umum dan hambatan tubuh Tahanan listrik dalam tubuh berubah sesuai kondisi Wanita << laki-laki • Jumlah miliampere Semakin besar arus listrik yang melewati tubuh manusia, semakin besar pula resiko kesetrum yang ditimbulkan bagi tubuh manusia.
  • 93.
    • Bagian tubuhyang dialiri arus Bila mengenai organ tubuh penting (jantung,otak) bisa menyebabkan kematian Lamanya arus mengalir Berdasarkan hasil studi sangat berbahaya bila melebihi 3 detik
  • 94.
    Perbedaan Arus ACdan Arus DC
  • 96.
    • Perhatikan sekelilingkorban terlebih dahulu dan hindari kontak. Pastikan terlebih dahulu korban sudah tidak ada kontak dengan sumber listrik. • Jika sumber listrik tidak mungkin dipadamkan, jauhkan korban dari sumber listrik dengan menggunakan bahan-bahan yang tidak menghantarkan listrik (isolator), misalnya yang terbuat dari plastik, kayu, atau bahan isolator lainnya. LANGKAH PENYELAMATAN KORBAN
  • 97.
    • Jika sumberlistrik tidak mungkin dipadamkan, jauhkan korban dari sumber listrik dengan menggunakan bahan- bahan yang tidak menghantarkan listrik (isolator), misalnya yang terbuat dari plastik, kayu, atau bahan isolator lainnya, LANGKAH PENYELAMATAN KORBAN
  • 98.
    • Cegah syokyang bisa terjadi terhadap korban dengan cara membaringkan korban dengan posisi telentang dan posisi kaki lebih tinggi dari jantung • Periksa tanda-tanda kehidupan korban, seperti pernapasan, denyut jantung, atau gerakan. Jika tidak terdeteksi, lakukan pertolongan pernapasan dengan CPR LANGKAH PENYELAMATAN KORBAN

Editor's Notes

  • #6 Sel otak tidak bertahan lebih dari beberapa menit saja tanpa suplai Untuk memastikan bahwa darah mengandung cukup oksigen maka kompresi dada harus disertai dengan bantuan Penelitian membuktikan bahwa tindakan RJP yang efektif dapat meningkatkan kesempatan hidup seseorang yang mengalami henti jantung. Instruktur menjelaskan bahwa pada training ini partisipan hanya akan mempelajari prosedur RJP pada orang dewasa (usia > 8 tahun) dan bagian terpenting dari RJP adalah kompresi dada.
  • #12 Pengenalan dini. Jika seorang penolong menemukan korban dewasa yang tidak ada respon (tidak ada pergerakan atau respon terhadap stimulus luar) atau melihat korban tiba-tiba jatuh pingsan, maka penolong harus memastikan keamanan tempat kejadian lalu mengecek respon dengan menepuk bahu korban selagi meneriakkan nama korban. Jika penolong lebih dari satu orang maka langkah-langkah dalam algoritma ini dapat dilakukan bersamaan dan sinergis. Aktivasi sistem respon darurat. Penolong sebaiknya mengaktivasi sistem respon darurat yang dalam hal ini berarti menghubungi institusi yang mempunyai fasilitas/layanan gawat darurat, hal ini dapat beruba menghubungi rumah sakit, polisi, atau instansi terkait. Penolong non petugas kesehatan harus siap menerima instruksi dan melakukannya. Jika melihat korban tidak berespon dan dan tidak bernapas atau hanya sesak terengah-engah maka penolong dapat mengasumsikan bahwa korban mengalami henti jantung. Pemeriksaan denyut nadi.  Riset menunjukkan bahwa terdapat kesulitan dalam pemeriksaan denyut nadi korban baik dilakukan oleh penolong non petugas ksesehatan ataupun petugas kesehatan sehingga dapat membuang waktu yang berharga.
  • #16 RJP dini akan memperpanjang masa fibrilasi ventrikel Korban yang menerima RJP dini - ibaratnya menerima shock listrik (defibrillation) Mengembalikan sirkulasi darah yang telah terhenti
  • #17  Berbeda dengan panduan BLS AHA 2005, tetapi pada BLS AHA 2010 kompresi dada dilakukan terlebih dahulu sebelum adanya dua kali ventilasi awal sehingga membentuk Algoritma “C-A-B”. Untuk mendapatkan  kompresi dada yang efektif dalam algoritma tersebut terdapat dua kata kunci yaitu “push hard, push fast” yang berarti “tekan kuat, tekan cepat” hal ini memudahkan penolong non petugas kesehatan dalam melakukan kompresi seefektif mungkin. Hal yang perlu diperhatikan adalah berikan jarak 1 detik antar ventilasi, perhatikan kenaikan dada korban untuk memastikan volume tidal yang masuk adekuat, dan perbandingan kompresi dan ventilasi untuk satu siklus adalah 30 : 2.