FALLACY
PSIKOLOGI A
KELOMPOK ENAM :
DINA ARIANI
NUZULHARDIYANTI
ATHINA SARAYA
ANUGRAENI YASIR
FELICIA LIONG
“Fallacyadalah kekeliruan dalam
penalarankarena ada penyalahgunaan
bahasadan relevansi”
FALLACY KARENA PENYALAHGUNAAN BAHASA
Fallacy of
compotition
Contohnya:
Susu rasanya enak. Coklat rasanya enak.
Ayam bakar rasanya enak juga. Mangga
juga enak. Sambal terasi enak juga, lho.
Mari kita buat masakan super enak dengan
mencampur susu, coklat, ayam bakar,
mangga, dan sambal menjadi satu. Pasti
uenak!
Fallacy of
division
BAGIAN BAGIAN KESELURUHAN
Contohnya:
sumber daya alam yang ada di Negara ini
sangat kaya, maka rakyatnya juga pasti
kaya raya
Fallacy of accent
Kesalahan penekanan
ucapan
Hal disampaikan berbeda
dengan yang ditafsirkan.
Contohnya:
“kita tidak boleh membicarakan
kejelekan, kawan.”
Fallacy of
amphiboly
PENGGUNAAN KALIMAT YANG BISA
DITAFSIRKAN BERBEDA
Contohnya:
seorang pemuda pergi ke peramal untuk bertanya apakah ia akan menang
dalam permainan judi yang akan ia ikuti. Peramal tersebut menjawab
dengan mengatakan: “kamu akan mendapatkan pengalaman yang bagus
malam ini.” Dari jawaban yang ia dapatkan, ia menyimpulkan bahwa malam
ini ia akan menang dalam permainan judi. Tetapi ternyata ia kalah, sehingga
ia mendatangi peramal tersebut untuk menanyakan mengapa ramalannya
bisa meleset. Sang peramal menjawab, “saya benar sebab dengan kesalahan
itu anda akan mendapatkan pengalaman yang bagus, yaitu bahwa judi akan
membawa penderitaan.”
Fallacyof
equivocation
pengunaan kata yang sama yang
mengandung lebih dari satu makna.
Contohnya:
Malang itu kota yang indah. Orang miskin
bernasib malang, jadi orang miskin
bernasib indah.
FALLACY KARENA PENYALAHGUNAAN RELEVANSI
1. Fallacy of four terms
(Kekeliruan karena
menggunakan empat term)
Orang yang berpenyakit menular harus
diasingkan. Orang berpenyakit panu
adalah membuat penularan penyakit,
jadi dia harus diasingkan
2. Fallacy of undistributed
middle (Kekeliruan karena
kedua term penengah tidak
mencakup)
Orang yang terlalu banyak belajar
kurus. Dia kurus sekali, karena itu
tentulah ia banyak belajar.
3. Fallacy of Illicit process
(Kekeliruan karena
proses tidak benar)
Kuda adalah binatang. Sapi bukan
kuda, jadi ia bukan binatang.
4. Fallacy of two negative
premises (Kekeliruan karena
menyimpulkan dari dua
premis yang negatif)
Tidak satupun barang yang baik itu
murah. Semua barang di toko itu
adalah tidak murah, jadi semua
barang di toko itu adalah baik.
5. Fallacy of affirming the
consequent (Kekliruan
karena mengakui akibat)
Bila kita bisa berkendaraan
secepat cahaya, maka kita
bisa mendarat di bulan. Kita
telah dapat mendarat di
bulan berarti kita telah dapat
berkendara secepat cahaya.
6. Fallacy of denying
antecedent (Kekekliruan
karena menolak sebab)
Bila permintaan bertambah,
maka harga naik. Sekarang
permintaan tidak bertambah,
jadi harga tidak naik.
7. Fallacy of disjunction
(Kekeliriuan dalam
bentuk disyungtif)
Dia pergi ke Jakarta atau ke
Bandung. Ternyata tidak di
Bandung, berarti ia berada di
Jakarta
8. Fallacy of Inconsistency
(Kekekliruan karena tidak
konsisen)
Tuhan adalah Mahakuasa, karena itu Ia
bisa menciptakan Tuhan lain yang lebih
kuasa dari Dia.
9. Fallacy of Hasty generalization
(Kekeliriuan karena membuat
generalisasi yang terburu-buru)
Panen di kabupaten itu gagal, kalau
begitu tahun ini Indonesia harus
mengimpor beras.
10. Fallacy of Forced hypothesis
(Kekeliruan karena memaksakan praduga)
Seorang pegawai datang ke kantor dengan
luka goresan di pipinya. Seseorang
menyatakan bahwa istrinyalah yang
melukainya dalam suatu percekcokan
karena diketahui selama ini orang itu
kurang harmonis hubungannya dengan
istrinya. Padahal sebenarnya karena
goresen besi pagar.
11. Fallacy of begging the
question (Kekeliruan karena
mengundang permasalahan)
Tuhan itu mesti ada karena ada bumi.
12. Fallacy of Circular Argument
(Kekeliruan karena menggunakan
argument yang berputar)
Ekonomi Negara x tidak baik
karena banyak pegawai yang
korupsi. Mengapa banyak
pegawai yang korupsi ?
jawabnya karena ekonomi
Negara kurang baik.
13. Fallacy of argumentative leap
(Kekeliruan karena berganti
dasar)
Ia kelak menjadi mahaguru, sebab
orang tuanya cerdas. Premis pada
kalimat tersebut adalah ia kelak
menjadi mahaguru, namun
konklusinya adalah sebab
orangtuanya cerdas.
14. Fallacy of appealing
to authority (Kekeliruan
karena mendasarkan
pada otoritas)
Dokter John mengatakan
bangunan ini sangat
kuat. Argumen dokter
John kemudian
dipercaya karena dokter
John merupakan orang
dokter yang sangat
hebat
15. Fallacy of
appealing to force
(Kekeliruan karena
mendasarkan pada
kekuasaan)
Kau masih juga
membantah
pendapatku. Kau baru
satu tahun duduk di
bangku perguruan
tinggi, aku sudah lima
tahun.
16. Fallacy of
Abusing (Kekeliruan
karena menyerang
pribadi)
Dia adalah seorang
yang brutal, jangan
dengarkan
pendapatnya.
17. Fallacy of Ignoring
(Kekeliruan karena kurang
tahu)
Kalau kau tidak bisa membuktikan hantu
itu ada, sudah jelas pendapatku bahwa
hantu itu tidak ada benar.
18. Fallacy of Complex
Question (Kekeliruan karena
pertanyaan yang ruwet)
Jam berapa kau pulang semalam? (yang
ditanya sebenarnya tidak pergi. Penanya
hendak memaksakan pengakuannya
bahwa yang ditanya semalam pergi)
19. Fallcy of Oversimplification
(Kekeliruan karena alasan
terlalu sederhana)
Kendaraan buatan Honda adalah
terbaik, karena paling banyak
peminatnya.
20. Fallacy of Accident
(Kekeliruan karena
menetapkan sifat)
Daging yang kita makan hari ini adalah
dibeli kemarin. Daging yang dibeli
kemarin adalah daging mentah, jadi hari
ini kita makan daging mentah.
21. Fallacy of Irrelevant
Argument (Kekeliruan
karena argumen yang
tidak relevan)
Pisau silet itu berbahaya
daripada peluru, karena
tangan kita sering teriris
pisau silet tapi tidak
perna oleh peluru.
22. Fallacy of false
analogy (kekeliriuan
karena salah
mengambil analogi)
Seniman patung
memerlukan patung
untuk menciptakan
karya-karya seni, maka
Tuhan pun memerlukan
bahan untuk
menciptakan Alam
Semesta.
23. Fallacy of Appealing
to pity (kekeliruan karena
mengundang belas
kasihan)
Seorang anak yang
mencuri obat untuk
Ibunya yang sedang sakit
karena ia tidak punya
cukup uang untuk
membelinya.
Fallacy

Fallacy

  • 1.
    FALLACY PSIKOLOGI A KELOMPOK ENAM: DINA ARIANI NUZULHARDIYANTI ATHINA SARAYA ANUGRAENI YASIR FELICIA LIONG
  • 2.
    “Fallacyadalah kekeliruan dalam penalarankarenaada penyalahgunaan bahasadan relevansi”
  • 3.
    FALLACY KARENA PENYALAHGUNAANBAHASA Fallacy of compotition Contohnya: Susu rasanya enak. Coklat rasanya enak. Ayam bakar rasanya enak juga. Mangga juga enak. Sambal terasi enak juga, lho. Mari kita buat masakan super enak dengan mencampur susu, coklat, ayam bakar, mangga, dan sambal menjadi satu. Pasti uenak!
  • 4.
    Fallacy of division BAGIAN BAGIANKESELURUHAN Contohnya: sumber daya alam yang ada di Negara ini sangat kaya, maka rakyatnya juga pasti kaya raya
  • 5.
    Fallacy of accent Kesalahanpenekanan ucapan Hal disampaikan berbeda dengan yang ditafsirkan. Contohnya: “kita tidak boleh membicarakan kejelekan, kawan.”
  • 6.
    Fallacy of amphiboly PENGGUNAAN KALIMATYANG BISA DITAFSIRKAN BERBEDA Contohnya: seorang pemuda pergi ke peramal untuk bertanya apakah ia akan menang dalam permainan judi yang akan ia ikuti. Peramal tersebut menjawab dengan mengatakan: “kamu akan mendapatkan pengalaman yang bagus malam ini.” Dari jawaban yang ia dapatkan, ia menyimpulkan bahwa malam ini ia akan menang dalam permainan judi. Tetapi ternyata ia kalah, sehingga ia mendatangi peramal tersebut untuk menanyakan mengapa ramalannya bisa meleset. Sang peramal menjawab, “saya benar sebab dengan kesalahan itu anda akan mendapatkan pengalaman yang bagus, yaitu bahwa judi akan membawa penderitaan.”
  • 7.
    Fallacyof equivocation pengunaan kata yangsama yang mengandung lebih dari satu makna. Contohnya: Malang itu kota yang indah. Orang miskin bernasib malang, jadi orang miskin bernasib indah.
  • 8.
    FALLACY KARENA PENYALAHGUNAANRELEVANSI 1. Fallacy of four terms (Kekeliruan karena menggunakan empat term) Orang yang berpenyakit menular harus diasingkan. Orang berpenyakit panu adalah membuat penularan penyakit, jadi dia harus diasingkan 2. Fallacy of undistributed middle (Kekeliruan karena kedua term penengah tidak mencakup) Orang yang terlalu banyak belajar kurus. Dia kurus sekali, karena itu tentulah ia banyak belajar.
  • 9.
    3. Fallacy ofIllicit process (Kekeliruan karena proses tidak benar) Kuda adalah binatang. Sapi bukan kuda, jadi ia bukan binatang. 4. Fallacy of two negative premises (Kekeliruan karena menyimpulkan dari dua premis yang negatif) Tidak satupun barang yang baik itu murah. Semua barang di toko itu adalah tidak murah, jadi semua barang di toko itu adalah baik.
  • 10.
    5. Fallacy ofaffirming the consequent (Kekliruan karena mengakui akibat) Bila kita bisa berkendaraan secepat cahaya, maka kita bisa mendarat di bulan. Kita telah dapat mendarat di bulan berarti kita telah dapat berkendara secepat cahaya. 6. Fallacy of denying antecedent (Kekekliruan karena menolak sebab) Bila permintaan bertambah, maka harga naik. Sekarang permintaan tidak bertambah, jadi harga tidak naik. 7. Fallacy of disjunction (Kekeliriuan dalam bentuk disyungtif) Dia pergi ke Jakarta atau ke Bandung. Ternyata tidak di Bandung, berarti ia berada di Jakarta
  • 11.
    8. Fallacy ofInconsistency (Kekekliruan karena tidak konsisen) Tuhan adalah Mahakuasa, karena itu Ia bisa menciptakan Tuhan lain yang lebih kuasa dari Dia. 9. Fallacy of Hasty generalization (Kekeliriuan karena membuat generalisasi yang terburu-buru) Panen di kabupaten itu gagal, kalau begitu tahun ini Indonesia harus mengimpor beras.
  • 12.
    10. Fallacy ofForced hypothesis (Kekeliruan karena memaksakan praduga) Seorang pegawai datang ke kantor dengan luka goresan di pipinya. Seseorang menyatakan bahwa istrinyalah yang melukainya dalam suatu percekcokan karena diketahui selama ini orang itu kurang harmonis hubungannya dengan istrinya. Padahal sebenarnya karena goresen besi pagar. 11. Fallacy of begging the question (Kekeliruan karena mengundang permasalahan) Tuhan itu mesti ada karena ada bumi.
  • 13.
    12. Fallacy ofCircular Argument (Kekeliruan karena menggunakan argument yang berputar) Ekonomi Negara x tidak baik karena banyak pegawai yang korupsi. Mengapa banyak pegawai yang korupsi ? jawabnya karena ekonomi Negara kurang baik. 13. Fallacy of argumentative leap (Kekeliruan karena berganti dasar) Ia kelak menjadi mahaguru, sebab orang tuanya cerdas. Premis pada kalimat tersebut adalah ia kelak menjadi mahaguru, namun konklusinya adalah sebab orangtuanya cerdas.
  • 14.
    14. Fallacy ofappealing to authority (Kekeliruan karena mendasarkan pada otoritas) Dokter John mengatakan bangunan ini sangat kuat. Argumen dokter John kemudian dipercaya karena dokter John merupakan orang dokter yang sangat hebat 15. Fallacy of appealing to force (Kekeliruan karena mendasarkan pada kekuasaan) Kau masih juga membantah pendapatku. Kau baru satu tahun duduk di bangku perguruan tinggi, aku sudah lima tahun. 16. Fallacy of Abusing (Kekeliruan karena menyerang pribadi) Dia adalah seorang yang brutal, jangan dengarkan pendapatnya.
  • 15.
    17. Fallacy ofIgnoring (Kekeliruan karena kurang tahu) Kalau kau tidak bisa membuktikan hantu itu ada, sudah jelas pendapatku bahwa hantu itu tidak ada benar. 18. Fallacy of Complex Question (Kekeliruan karena pertanyaan yang ruwet) Jam berapa kau pulang semalam? (yang ditanya sebenarnya tidak pergi. Penanya hendak memaksakan pengakuannya bahwa yang ditanya semalam pergi) 19. Fallcy of Oversimplification (Kekeliruan karena alasan terlalu sederhana) Kendaraan buatan Honda adalah terbaik, karena paling banyak peminatnya. 20. Fallacy of Accident (Kekeliruan karena menetapkan sifat) Daging yang kita makan hari ini adalah dibeli kemarin. Daging yang dibeli kemarin adalah daging mentah, jadi hari ini kita makan daging mentah.
  • 16.
    21. Fallacy ofIrrelevant Argument (Kekeliruan karena argumen yang tidak relevan) Pisau silet itu berbahaya daripada peluru, karena tangan kita sering teriris pisau silet tapi tidak perna oleh peluru. 22. Fallacy of false analogy (kekeliriuan karena salah mengambil analogi) Seniman patung memerlukan patung untuk menciptakan karya-karya seni, maka Tuhan pun memerlukan bahan untuk menciptakan Alam Semesta. 23. Fallacy of Appealing to pity (kekeliruan karena mengundang belas kasihan) Seorang anak yang mencuri obat untuk Ibunya yang sedang sakit karena ia tidak punya cukup uang untuk membelinya.