Zakat Dalam Syariat Islam‫زكاة‬
1. Febrina Yuzelia
2. Muhamad Singgih
3. Abdul Maris
4. Ditto
5. Risky Nur Huda
6. Indra Setiawan
Pengertian Zakat
Ekonomi Syariah - Zakat
2
Pengertian Zakat menurut Syariah Islam –
Zakat adalah jumlah aset/harta yang harus
dikeluarkan oleh orang yang beragama Islam dan
diberikan kepada kelompok yang berhak
menerimanya (orang miskin dan sebagainya).
Menurut kondisi yang ditetapkan oleh hukum
Islam. Zakat merupakan pilar ketiga dari rukun
Islam.
Sejarah Zakat
Ekonomi Syariah - Zakat
3
Setiap Muslim wajib memberikan sedekah rezeki yang Allah berikan.
Kewajiban ini tertulis dalam Al-Quran. Pada awalnya, Al-Qur’an hanya
mengatakan untuk memberikan sedekah (memberi luar, tidak wajib). Namun,
di hari kemudian, umat Islam diperintahkan untuk membayar zakat. Zakat
menjadi wajib hukumnya sejak tahun 662 M. Nabi Muhammad
melembagakan perintah zakat dengan menetapkan pajak progresif bagi
orang kaya untuk meringankan beban kehidupan mereka yang miskin. Sejak
saat ini, zakat diterapkan dalam negara-negara Islam. Hal ini menunjukkan
bahwa di masa depan ada regulasi amal, khususnya mengenai jumlah zakat
tersebut.
Pada saat khalifah, zakat dikumpulkan oleh pegawai sipil dan didistribusikan
kepada kelompok orang tertentu. Kelompok ini miskin, janda, budak yang
ingin membeli kebebasan mereka, orang-orang yang tenggelam dalam utang
dan tidak mampu membayar.
Jenis Zakat
Ekonomi Syariah - Zakat
4
1. Zakat fitrah
Zakat yang wajib dikeluarkan muslim
menjelang Idul Fitri pada bulan suci Ramadan.
Besar zakat ini setara dengan 3,5 liter (2,7
kilogram) makanan pokok yang ada di daerah
bersangkutan.
2. Zakat maal (harta)
Zakat yang dikeluarkan seorang muslim yang
mencakup hasil perniagaan, pertanian,
pertambangan, hasil laut, hasil ternak, harta
temuan, emas dan perak. Masing-masing
jenis memiliki perhitungannya sendiri-sendiri.
Hak Hak Zakat
Ekonomi Syariah - Zakat
5
Ada delapan pihak yang berhak menerima zakat, dinyatakan dalam
Surah at-Taubah ayat 60, yaitu:
Fakir – Mereka yang hampir tidak memiliki apa-
apa yang tidak dapat memenuhi kebutuhan
dasar hidup.
Miskin – Mereka yang memiliki harta, tetapi
tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar
untuk hidup.
Amil – Mereka yang mengumpulkan dan
mendistribusikan zakat.
Mu’allaf – Mereka yang baru masuk Islam dan
membutuhkan bantuan untuk menyesuaikan diri
dengan keadaan baru mereka.
Budak – budak yang ingin membebaskan
Gharimin – Mereka yang berhutang uang untuk
kebutuhan Halal dan tidak mampu
memenuhinya.
Fisabilillah – Mereka yang berjuang di jalan
Allah, misalnya: propaganda, perang dan
sebagainya.
Ibnus Sabil – Mereka yang kehabisan biaya di
perjalanan.
Haram Bagi Penerima
Ekonomi Syariah - Zakat
6
• Orang kaya dan orang-orang yang masih mampu bekerja.
• Budak masih mendapatkan uang atau tanggungan dari tuannya.
• Sebuah keturunan Nabi Muhammad (bait Ahlul).
• Orang yang tanggungan orang yang berzakat, seperti anak-anak dan istri
Faedah zakat
Ekonomi Syariah - Zakat
7
• Dengan persepuluhan berarti telah menjalankan salah satu rukun Islam yang menyediakan budak kebahagiaan dan
keselamatan dunia dan akhirat.
• Sebuah cara untuk hamba untuk taqarrub (mendekatkan diri) kepada Tuhannya, akan menambah iman karena kehadirannya
yang mencakup beberapa jenis ketaatan.
• Muhammad juga menjelaskan bahwa amal akan dikembangkan oleh keberuntungan Allah dua kali lipat.
Faedah akhlak
• Menanamkan sifat kemuliaan, toleransi dan toleransi terhadap wajib pajak pribadi.
• Wajib pajak biasanya identik dengan sifat rahmat (kasih sayang) dan lembut kepada saudaranya yang tidak
memiliki.
• Ini adalah fakta bahwa menyumbangkan sesuatu yang bermanfaat baik berupa harta maupun raga bagi kaum
• Menjadi tangan yang lebih baik daripada tangan di bawah.
Faedah kesosialan
• Zakat merupakan sarana untuk membantu dalam memenuhi hajat hidup miskin yang merupakan
kelompok mayoritas sebagian besar negara di dunia.
• Memberikan dukungan kekuatan bagi kaum Muslimin dan mengangkat eksistensi mereka. Hal ini
dapat dilihat dalam kelompok penerima, salah satunya adalah mujahidin fi sabilillah.
• Zakat bisa mengurangi kecemburuan sosial, dendam dan kebencian yang ada di dalam dada miskin.
Zakat memiliki beberapa faedah yang sangat berguna bagi umat Islam, diantaranya faedah agama
(diniyyah), akhlak (khuluqiyah) dan kesosialan (ijtimaiyyah). Berikut penjelasan lebih mengenai
faedah-faedahnya.
Faedah agama
Mengenal arti Zakat, Infak, Sedekah, Hibah,
dan Hadiah
Mengenal makna Zakat
Ekonomi Syariah - Zakat
9
Di masyarakat beredar pemahaman bahwa zakat adalah sejumlah harta yang
telah ditentukan jenis, kadar, dan yang dibayarkan berhak menerimanya pada
waktu yang telah ditentukan pula. Dan zakat inilah yang merupakan salah satu
rukun agama Islam. Allah tegaskan dalam Alquran, yang artinya,
“Dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang
rukuk.” (QS. Al Baqarah 43)
Pemahaman di atas benar, namun perlu diingat kadangkala para ulama
menggunakan kata zakat pada zakat sunah.
Ibnul Arabi berkata: Kata zakat digunakan untuk menyebut zakat wajib, namun
kadang kala juga digunakan untuk menyebut zakat sunah, nafkah, hak, dan
memaafkan suatu kesalahan.” (Fathul Bari, 3:296)
Mengenal makna Infak
Ekonomi Syariah - Zakat
10
Kata infak dalam dalil-dalil Alquran, hadis dan juga budaya ulama memiliki makna yang
cukup luas, karena mencakup semua jenis pembelanjaan harta kekayaan.
Allah Ta’ala berfirman, yang artinya:
“Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan,
dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang
demikian.” (QS. Al-Furqan: 67).
Hal serupa juga nampak dengan jelas pada sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam berikut:
“Kelak pada hari Qiyamat, kaki setiap anak Adam tidak akan bergeser dari hadapan
Allah hingga ditanya perihal lima hal: umurnya untuk apa ia habiskan, masa mudanya
untuk apa ia lewatkan, harta kekayaannya dari mana ia peroleh dan kemana ia
infakkan (belanjakan) dan apa yang ia lakukan dengan ilmunya.” (HR. at-Tirmidzi)
Kemanapun dan untuk tujuan apapun, baik tujuan yang dibenarkan secara syariat
ataupun diharamkan, semuanya disebut dengan infak.Oleh karena itu pada banyak
dalil perintah untuk berinfak disertai dengan penjelasan infak di jalan Allah,
sebagaimana pada ayat berikut, yang artinya,
“Dan infakkanlah/belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah.” (QS. Al-Baqarah: 195)
Mengenal makna Sedekah
Ekonomi Syariah - Zakat
11
Kata sedekah dalam banyak dalil memiliki makna yang sama dengan kata zakat,
sebagaimana disebutkan pada ayat berikut, yang artinya,
“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu
membersihkan dan mensucikan mereka.” (QS. At Taubah: 103)
Dalam hadis yang shahih, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Bila anak Adam meninggal dunia maka seluruh pahala amalannya terputus,
kecuali pahala tiga amalan: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak
shaleh yang senantiasa mendoakan kebakan untuknya.” (QS. at-Tirmidzi dan
lainnya)
Berdasarkan ini semua, Imam Mawardi menyimpulkan: Sedekah adalah zakat dan
zakat adalah sedekah. Dua kata yang berbeda teksnya namun memiliki arti yang
sama. (al-Ahkam as-Sulthaniyyah, Hal. 145)
Dengan demikian sedekah mencakup yang wajib dan mencakup pula yang
sunah, asalkan bertujuan untuk mencari keridhaan Allah ‘Azza wa Jalla semata.
Mengenal makna Hibah
Ekonomi Syariah - Zakat
12
Ketika Anda memberikan sebagian harta kepada orang lain, pasti ada tujuan tertentu
yang hendak Anda capai. Bila tujuan utama dari pemberian Anda adalah rasa iba dan
keinginan menolong orang lain, maka pemberian ini diistilahkan dalam syariat Islam
dengan hibah. Rasa iba yang menguasai perasaan Anda ketika mengetahui atau
melihat kondisi penerima pemberian lebih dominan dibanding kesadaran untuk
memohon pahala dari Allah. Sebagai contoh, mari kita simak ucapan sahabat Abu
Bakar ketika membatalkan hibahnya kepada putri beliau tercinta
Aisyah radhiyallahu ‘anha:
“Wahai putriku, tidak ada orang yang lebih aku cintai agar menjadi kaya dibanding
engkau dan sebaliknya tidak ada orang yang paling menjadikan aku berduka bila ia
ditimpa kemiskinan dibanding engkau.Sedangkan dahulu aku pernah memberimu
hasil panen sebanyak 20 wasaq (sekitar 3.180 Kg).Bila pemberian ini telah engkau
ambil, maka yang sudah tidak mengapa, namun bila belum maka pemberianku itu
sekarang aku tarik kembali menjadi bagian dari harta warisan peninggalanku.” (HR.
Imam Malik)
Mengenal makna Hadiah
Ekonomi Syariah - Zakat
13
Diantara bentuk pemberian harta kepada orang lain yang juga banyak dikenal oleh
masyarakat ialah hadiah. Dan saya yakin Anda pernah memberikan suatu hadiah kepada
orang lain atau mungkin juga Anda menerimanya dari orang lain. Tentu Anda menyadari
bahwa hadiah Anda tidaklah Anda berikan kepada sembarang orang, apalagi orang yang
belum Anda kenal.Hanya orang-orang spesial dalam hidup Anda yang berhak
mendapatkan hadiah Anda.
Hadiah yang Anda berikan kepada seseorang, sejatinya hanyalah salah satu bentuk dari
penghargaan Anda kepadanya.Sebagaimana melalui hadiah yang Anda berikan, seakan
Anda ingin meningkatkan keeratan hubungan antara Anda berdua. Demikianlah
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengartikan makna hadiah dalam kehidupan
masyarakat melalui sabdanya:
“Hendaknya kalian saling memberi hadiah niscaya kalian saling cinta mencintai.” (HR.
Bukhari dalam kitab al-Adab al-Mufrad)
Berdasarkan ini, Anda dapat mengetahui berbagai pemberian yang selama ini oleh
berbagai pihak disebut dengan hadiah, semisal hadiah pada pembelian suatu produk, atau
undian atau lainnya.Pemberian-pemberian ini sejatinya tidak layak disebut hadiah,
mengingat semuanya sarat dengan tujuan komersial, dan bukan untuk meningkatkan
keeratan hubungan yang tanpa pamrih.
Harta Benda Yang Wajib Dizakati
Ekonomi Syariah - Zakat
14
Tambang adalah emas dan perak yang digali dari bumi
yang ada sejak semula. Zakatnya adalah 2,5% atau
1/40, dengan syarat cukup satu nishab, dan tidak di
syaratkan sampai haul.
Merupakan logam mulia yang selain merupakan
tambang elok, juga sering dijadikan perhiasan. Emas
dan perak juga dijadikan mata uang yang berlaku dari
waktu ke waktu. Islam memandang emas dan perak
sebagai harta yang (potensial) berkembang.
Semua harta benda yang diperdagangkan apabila
memenuhi syarat, wajib dizakati. Semua ulama
madzhab sepakat bahwa jumlah (kadar) yang wajib
dikeluarkan dalam zakat tanaman dan buah-buahan
adalah sepuluh persen (10%)
berbagai macam harta benda yang disimpan oleh
orang-orang dulu di dalam tanah, seperti emas, perak,
tembaga, pundi-pundi berharga dan lain-lain.
Emas dan Perak
Hasil Tambang dan
Tanaman Jahiliyah
Penemuan benda-
benda terpendam
Barang Perdagangan,
Hewan & Makanan
1
2
3
4
5
6
Hikmah dari zakat antara lain:
Hikmah zakat
Ekonomi Syariah - Zakat
15
Mengurangi kesenjangan sosial antara mereka dengan
orang miskin.
“When you give
someone Charity,
BE THANKFUL OF
THEM.
You May be fixing
their worldly life,
but they are fixing
your AKHIRAH” –
Dr. Bilal Philips
Pilar amal jama’i antara mereka dengan Mujahidin dan
pengkhotbah yang berjuang untuk meningkatkan firman Allah.
Membersihkan , mengikis karakter buruk, serta properti
pembersihan dan tahanan dari keserakahan orang fasik.
Untuk pengembangan potensi ummat dan dukungan moral
untuk mereka yang baru masuk Islam
Ungkapan rasa syukur atas nikmat yang Allah berikan
Meningkatkan pendapatan negara untuk proyek-proyek
yang berguna bagi masyarakat.
Ekonomi Syariah - Zakat
Kesimpulan16
Zakat adalah salah satu rukun Islam. Zakat secara bahasa berarti tumbuh dan
bertambah. Dan menurut syari’at berarti sedekah wajib dari sebagian harta, sebab
dengan mengeluarkan zakat, maka pelakunya akan tumbuh mendapat kedudukan tinggi
di sisi Allah SWT dan menjadi orang yang suci serta disucikan. Juga bisa berarti berkah,
bersih, suci, subur, dan berkembang maju. Macam-macam zakat secara garis besar ada
dua macam yaitu zakat harta benda atau maal dan zakat fitrah. Harta-harta yang wajib
dizakati diantaranya emas dan perak, hasil tambang dan tanaman jahiliyah,penemuan
benda-benda terpendam (rikaz), barang dagangan, makanan pokok dan buah-buahan,
binatang ternak, perusahaan dan penghasilan. Sedangkan para mustahiq/penerima
zakat yaitu Fakir, Miskin, Amil, muallaf, Budak, Gharimin, fisabilillah, dan ibnus sabil.
Thank you! 
Any questions?
Ekonomi Syariah – Zakat
https://id.wikipedia.org/wiki/Zakat#Sejarah_zakat
https://aliabdussalam.wordpress.com/2012/11/12/zakat-makalah/

Ekonomi syariah - Zakat

  • 1.
    Zakat Dalam SyariatIslam‫زكاة‬ 1. Febrina Yuzelia 2. Muhamad Singgih 3. Abdul Maris 4. Ditto 5. Risky Nur Huda 6. Indra Setiawan
  • 2.
    Pengertian Zakat Ekonomi Syariah- Zakat 2 Pengertian Zakat menurut Syariah Islam – Zakat adalah jumlah aset/harta yang harus dikeluarkan oleh orang yang beragama Islam dan diberikan kepada kelompok yang berhak menerimanya (orang miskin dan sebagainya). Menurut kondisi yang ditetapkan oleh hukum Islam. Zakat merupakan pilar ketiga dari rukun Islam.
  • 3.
    Sejarah Zakat Ekonomi Syariah- Zakat 3 Setiap Muslim wajib memberikan sedekah rezeki yang Allah berikan. Kewajiban ini tertulis dalam Al-Quran. Pada awalnya, Al-Qur’an hanya mengatakan untuk memberikan sedekah (memberi luar, tidak wajib). Namun, di hari kemudian, umat Islam diperintahkan untuk membayar zakat. Zakat menjadi wajib hukumnya sejak tahun 662 M. Nabi Muhammad melembagakan perintah zakat dengan menetapkan pajak progresif bagi orang kaya untuk meringankan beban kehidupan mereka yang miskin. Sejak saat ini, zakat diterapkan dalam negara-negara Islam. Hal ini menunjukkan bahwa di masa depan ada regulasi amal, khususnya mengenai jumlah zakat tersebut. Pada saat khalifah, zakat dikumpulkan oleh pegawai sipil dan didistribusikan kepada kelompok orang tertentu. Kelompok ini miskin, janda, budak yang ingin membeli kebebasan mereka, orang-orang yang tenggelam dalam utang dan tidak mampu membayar.
  • 4.
    Jenis Zakat Ekonomi Syariah- Zakat 4 1. Zakat fitrah Zakat yang wajib dikeluarkan muslim menjelang Idul Fitri pada bulan suci Ramadan. Besar zakat ini setara dengan 3,5 liter (2,7 kilogram) makanan pokok yang ada di daerah bersangkutan. 2. Zakat maal (harta) Zakat yang dikeluarkan seorang muslim yang mencakup hasil perniagaan, pertanian, pertambangan, hasil laut, hasil ternak, harta temuan, emas dan perak. Masing-masing jenis memiliki perhitungannya sendiri-sendiri.
  • 5.
    Hak Hak Zakat EkonomiSyariah - Zakat 5 Ada delapan pihak yang berhak menerima zakat, dinyatakan dalam Surah at-Taubah ayat 60, yaitu: Fakir – Mereka yang hampir tidak memiliki apa- apa yang tidak dapat memenuhi kebutuhan dasar hidup. Miskin – Mereka yang memiliki harta, tetapi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar untuk hidup. Amil – Mereka yang mengumpulkan dan mendistribusikan zakat. Mu’allaf – Mereka yang baru masuk Islam dan membutuhkan bantuan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan baru mereka. Budak – budak yang ingin membebaskan Gharimin – Mereka yang berhutang uang untuk kebutuhan Halal dan tidak mampu memenuhinya. Fisabilillah – Mereka yang berjuang di jalan Allah, misalnya: propaganda, perang dan sebagainya. Ibnus Sabil – Mereka yang kehabisan biaya di perjalanan.
  • 6.
    Haram Bagi Penerima EkonomiSyariah - Zakat 6 • Orang kaya dan orang-orang yang masih mampu bekerja. • Budak masih mendapatkan uang atau tanggungan dari tuannya. • Sebuah keturunan Nabi Muhammad (bait Ahlul). • Orang yang tanggungan orang yang berzakat, seperti anak-anak dan istri
  • 7.
    Faedah zakat Ekonomi Syariah- Zakat 7 • Dengan persepuluhan berarti telah menjalankan salah satu rukun Islam yang menyediakan budak kebahagiaan dan keselamatan dunia dan akhirat. • Sebuah cara untuk hamba untuk taqarrub (mendekatkan diri) kepada Tuhannya, akan menambah iman karena kehadirannya yang mencakup beberapa jenis ketaatan. • Muhammad juga menjelaskan bahwa amal akan dikembangkan oleh keberuntungan Allah dua kali lipat. Faedah akhlak • Menanamkan sifat kemuliaan, toleransi dan toleransi terhadap wajib pajak pribadi. • Wajib pajak biasanya identik dengan sifat rahmat (kasih sayang) dan lembut kepada saudaranya yang tidak memiliki. • Ini adalah fakta bahwa menyumbangkan sesuatu yang bermanfaat baik berupa harta maupun raga bagi kaum • Menjadi tangan yang lebih baik daripada tangan di bawah. Faedah kesosialan • Zakat merupakan sarana untuk membantu dalam memenuhi hajat hidup miskin yang merupakan kelompok mayoritas sebagian besar negara di dunia. • Memberikan dukungan kekuatan bagi kaum Muslimin dan mengangkat eksistensi mereka. Hal ini dapat dilihat dalam kelompok penerima, salah satunya adalah mujahidin fi sabilillah. • Zakat bisa mengurangi kecemburuan sosial, dendam dan kebencian yang ada di dalam dada miskin. Zakat memiliki beberapa faedah yang sangat berguna bagi umat Islam, diantaranya faedah agama (diniyyah), akhlak (khuluqiyah) dan kesosialan (ijtimaiyyah). Berikut penjelasan lebih mengenai faedah-faedahnya. Faedah agama
  • 8.
    Mengenal arti Zakat,Infak, Sedekah, Hibah, dan Hadiah
  • 9.
    Mengenal makna Zakat EkonomiSyariah - Zakat 9 Di masyarakat beredar pemahaman bahwa zakat adalah sejumlah harta yang telah ditentukan jenis, kadar, dan yang dibayarkan berhak menerimanya pada waktu yang telah ditentukan pula. Dan zakat inilah yang merupakan salah satu rukun agama Islam. Allah tegaskan dalam Alquran, yang artinya, “Dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.” (QS. Al Baqarah 43) Pemahaman di atas benar, namun perlu diingat kadangkala para ulama menggunakan kata zakat pada zakat sunah. Ibnul Arabi berkata: Kata zakat digunakan untuk menyebut zakat wajib, namun kadang kala juga digunakan untuk menyebut zakat sunah, nafkah, hak, dan memaafkan suatu kesalahan.” (Fathul Bari, 3:296)
  • 10.
    Mengenal makna Infak EkonomiSyariah - Zakat 10 Kata infak dalam dalil-dalil Alquran, hadis dan juga budaya ulama memiliki makna yang cukup luas, karena mencakup semua jenis pembelanjaan harta kekayaan. Allah Ta’ala berfirman, yang artinya: “Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.” (QS. Al-Furqan: 67). Hal serupa juga nampak dengan jelas pada sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut: “Kelak pada hari Qiyamat, kaki setiap anak Adam tidak akan bergeser dari hadapan Allah hingga ditanya perihal lima hal: umurnya untuk apa ia habiskan, masa mudanya untuk apa ia lewatkan, harta kekayaannya dari mana ia peroleh dan kemana ia infakkan (belanjakan) dan apa yang ia lakukan dengan ilmunya.” (HR. at-Tirmidzi) Kemanapun dan untuk tujuan apapun, baik tujuan yang dibenarkan secara syariat ataupun diharamkan, semuanya disebut dengan infak.Oleh karena itu pada banyak dalil perintah untuk berinfak disertai dengan penjelasan infak di jalan Allah, sebagaimana pada ayat berikut, yang artinya, “Dan infakkanlah/belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah.” (QS. Al-Baqarah: 195)
  • 11.
    Mengenal makna Sedekah EkonomiSyariah - Zakat 11 Kata sedekah dalam banyak dalil memiliki makna yang sama dengan kata zakat, sebagaimana disebutkan pada ayat berikut, yang artinya, “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka.” (QS. At Taubah: 103) Dalam hadis yang shahih, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Bila anak Adam meninggal dunia maka seluruh pahala amalannya terputus, kecuali pahala tiga amalan: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang senantiasa mendoakan kebakan untuknya.” (QS. at-Tirmidzi dan lainnya) Berdasarkan ini semua, Imam Mawardi menyimpulkan: Sedekah adalah zakat dan zakat adalah sedekah. Dua kata yang berbeda teksnya namun memiliki arti yang sama. (al-Ahkam as-Sulthaniyyah, Hal. 145) Dengan demikian sedekah mencakup yang wajib dan mencakup pula yang sunah, asalkan bertujuan untuk mencari keridhaan Allah ‘Azza wa Jalla semata.
  • 12.
    Mengenal makna Hibah EkonomiSyariah - Zakat 12 Ketika Anda memberikan sebagian harta kepada orang lain, pasti ada tujuan tertentu yang hendak Anda capai. Bila tujuan utama dari pemberian Anda adalah rasa iba dan keinginan menolong orang lain, maka pemberian ini diistilahkan dalam syariat Islam dengan hibah. Rasa iba yang menguasai perasaan Anda ketika mengetahui atau melihat kondisi penerima pemberian lebih dominan dibanding kesadaran untuk memohon pahala dari Allah. Sebagai contoh, mari kita simak ucapan sahabat Abu Bakar ketika membatalkan hibahnya kepada putri beliau tercinta Aisyah radhiyallahu ‘anha: “Wahai putriku, tidak ada orang yang lebih aku cintai agar menjadi kaya dibanding engkau dan sebaliknya tidak ada orang yang paling menjadikan aku berduka bila ia ditimpa kemiskinan dibanding engkau.Sedangkan dahulu aku pernah memberimu hasil panen sebanyak 20 wasaq (sekitar 3.180 Kg).Bila pemberian ini telah engkau ambil, maka yang sudah tidak mengapa, namun bila belum maka pemberianku itu sekarang aku tarik kembali menjadi bagian dari harta warisan peninggalanku.” (HR. Imam Malik)
  • 13.
    Mengenal makna Hadiah EkonomiSyariah - Zakat 13 Diantara bentuk pemberian harta kepada orang lain yang juga banyak dikenal oleh masyarakat ialah hadiah. Dan saya yakin Anda pernah memberikan suatu hadiah kepada orang lain atau mungkin juga Anda menerimanya dari orang lain. Tentu Anda menyadari bahwa hadiah Anda tidaklah Anda berikan kepada sembarang orang, apalagi orang yang belum Anda kenal.Hanya orang-orang spesial dalam hidup Anda yang berhak mendapatkan hadiah Anda. Hadiah yang Anda berikan kepada seseorang, sejatinya hanyalah salah satu bentuk dari penghargaan Anda kepadanya.Sebagaimana melalui hadiah yang Anda berikan, seakan Anda ingin meningkatkan keeratan hubungan antara Anda berdua. Demikianlah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengartikan makna hadiah dalam kehidupan masyarakat melalui sabdanya: “Hendaknya kalian saling memberi hadiah niscaya kalian saling cinta mencintai.” (HR. Bukhari dalam kitab al-Adab al-Mufrad) Berdasarkan ini, Anda dapat mengetahui berbagai pemberian yang selama ini oleh berbagai pihak disebut dengan hadiah, semisal hadiah pada pembelian suatu produk, atau undian atau lainnya.Pemberian-pemberian ini sejatinya tidak layak disebut hadiah, mengingat semuanya sarat dengan tujuan komersial, dan bukan untuk meningkatkan keeratan hubungan yang tanpa pamrih.
  • 14.
    Harta Benda YangWajib Dizakati Ekonomi Syariah - Zakat 14 Tambang adalah emas dan perak yang digali dari bumi yang ada sejak semula. Zakatnya adalah 2,5% atau 1/40, dengan syarat cukup satu nishab, dan tidak di syaratkan sampai haul. Merupakan logam mulia yang selain merupakan tambang elok, juga sering dijadikan perhiasan. Emas dan perak juga dijadikan mata uang yang berlaku dari waktu ke waktu. Islam memandang emas dan perak sebagai harta yang (potensial) berkembang. Semua harta benda yang diperdagangkan apabila memenuhi syarat, wajib dizakati. Semua ulama madzhab sepakat bahwa jumlah (kadar) yang wajib dikeluarkan dalam zakat tanaman dan buah-buahan adalah sepuluh persen (10%) berbagai macam harta benda yang disimpan oleh orang-orang dulu di dalam tanah, seperti emas, perak, tembaga, pundi-pundi berharga dan lain-lain. Emas dan Perak Hasil Tambang dan Tanaman Jahiliyah Penemuan benda- benda terpendam Barang Perdagangan, Hewan & Makanan
  • 15.
    1 2 3 4 5 6 Hikmah dari zakatantara lain: Hikmah zakat Ekonomi Syariah - Zakat 15 Mengurangi kesenjangan sosial antara mereka dengan orang miskin. “When you give someone Charity, BE THANKFUL OF THEM. You May be fixing their worldly life, but they are fixing your AKHIRAH” – Dr. Bilal Philips Pilar amal jama’i antara mereka dengan Mujahidin dan pengkhotbah yang berjuang untuk meningkatkan firman Allah. Membersihkan , mengikis karakter buruk, serta properti pembersihan dan tahanan dari keserakahan orang fasik. Untuk pengembangan potensi ummat dan dukungan moral untuk mereka yang baru masuk Islam Ungkapan rasa syukur atas nikmat yang Allah berikan Meningkatkan pendapatan negara untuk proyek-proyek yang berguna bagi masyarakat.
  • 16.
    Ekonomi Syariah -Zakat Kesimpulan16 Zakat adalah salah satu rukun Islam. Zakat secara bahasa berarti tumbuh dan bertambah. Dan menurut syari’at berarti sedekah wajib dari sebagian harta, sebab dengan mengeluarkan zakat, maka pelakunya akan tumbuh mendapat kedudukan tinggi di sisi Allah SWT dan menjadi orang yang suci serta disucikan. Juga bisa berarti berkah, bersih, suci, subur, dan berkembang maju. Macam-macam zakat secara garis besar ada dua macam yaitu zakat harta benda atau maal dan zakat fitrah. Harta-harta yang wajib dizakati diantaranya emas dan perak, hasil tambang dan tanaman jahiliyah,penemuan benda-benda terpendam (rikaz), barang dagangan, makanan pokok dan buah-buahan, binatang ternak, perusahaan dan penghasilan. Sedangkan para mustahiq/penerima zakat yaitu Fakir, Miskin, Amil, muallaf, Budak, Gharimin, fisabilillah, dan ibnus sabil.
  • 17.
    Thank you!  Anyquestions? Ekonomi Syariah – Zakat https://id.wikipedia.org/wiki/Zakat#Sejarah_zakat https://aliabdussalam.wordpress.com/2012/11/12/zakat-makalah/