WAQAF
Here is where your
presentation begins
Wakaf adalah kata dari bahasa Arab “Waqf”
berarti menahan diri. Sedangkan menurut
fiqih Islam, wakaf merupakan hak pribadi
dipindah menjadi kepemilikan secara umum
atau lembaga agar manfaatnya mampu
dinikmati masyarakat.
Pengertian
01
Pengertian Waqaf
Dasar Hukum Wakaf
Mewakafkan harta benda yang dimiliki kepada masyarakat luas ternyata
juga memiliki dasar hukum. Dasar hukum ini tercantum dalam Al Quran
dan beberapa hadist.
Beberapa dalil atau hukum dasarnya tertera dalam Al Quran surah Al
Imran ayat 92, surat Al Baqarah ayat 267, dan surat Al Baqarah ayat 261.
Selain itu, ada juga hadist yang digunakan sebagai dasar hukum, seperti
hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.
Apa hukumnya wakaf? Hukum wakaf adalah sunnah muakkad atau
amalan sunnah yang dianjurkan. Sebab, wakaf merupakan sedekah
jariyah yang pahalanya terus mengalir meskipun orang yang mewakafkan
atau waqif telah wafat. Artinya: "Kamu tidak akan memperoleh kebajikan,
sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai.
Dasar Hukum Waqaf
02
Syarat Wakaf
ada 4 syarat yang perlu dilakukan seseorang saat berniat melakukan wakaf.
1. Mauquf
Mauquf sendiri adalah benda yang akan diwakafkan.Benda tersebut setidaknya harus memenuhi 4
syarat. Pertama, mauquf dimiliki oleh seseorang. Kedua, mauquf memiliki nilai manfaat. Ketiga, mauquf
harus jelas keberadaannya saat kegiatan wakaf berlangsung. Keempat, mauquf memang benar
bertujuan untuk diwakafkan.
2. Wakif
Syarat selanjutnya adalah adanya wakif. Serupa dengan mauquf, tidak semua orang memenuhi syarat
untuk menjadi wakif. Lalu apa saja syarat menjadi wakif?
Seseorang dapat menjadi wakif apabila orang tersebut dalam keadaan akal yang sehat, merdeka,
dewasa, dan tidak di bawah pengampunan.
3. Shighot
Shighot berhubungan dengan ucapan. Saat akan melakukan wakaf, perlu mengucapkan kata-kata yang
menunjukkan kepastian, sangat mungkin direalisasikan, kekal, dan tidak mengucapkan syarat tambahan
dan mengucapkan syarat yang bisa membatalkan kegiatan wakaf.
4. Mauquf ‘alaih
Mauquf ‘alaih adalah pihak yang menerima barang yang diwakafkan. Ada dua jenis mauquf ‘alaih, yakni
mu’ayyan dan ghairu mu’ayyan.
Syarat Waqaf
03
Rukun Wakaf
Kegiatan wakaf tidak akan dapat terlaksana tanpa
memenuhi rukun-rukunnya. Seperti yang telah kita
ketahui, rukun wakaf ada 4, sebagai berikut:
1. Adanya orang yang berwakaf (waqif)
2. Tersedianya benda yang diwakafkan (mauquf).
3. Adanya orang yang menerima manfaat wakaf (mauquf
‘alaih).
4. Terucapnya lafadz atau ikrar wakaf (sighah)
Rukun Waqaf
03
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
ْ
‫ن‬َ‫ل‬
‫َا‬‫ن‬َ‫ت‬
‫وا‬ُ‫ل‬
ْ
‫ر‬ِ‫ب‬‫ال‬
‫ى‬ّٰ‫ت‬َ‫ح‬
‫ا‬‫و‬ُ‫ق‬ِ‫ف‬‫ن‬ُ‫ت‬
‫ا‬‫م‬ِ‫م‬
َْ‫ن‬‫ُّو‬‫ب‬ ِ‫ح‬ُ‫ت‬
ْ
ۗ
‫ا‬َ‫م‬ َ‫و‬
‫ا‬‫و‬ُ‫ق‬ِ‫ف‬‫ن‬ُ‫ت‬
ِْ‫م‬
ْ
‫ن‬
ْ
‫ء‬‫َي‬‫ش‬
ْ
ِ‫ا‬َ‫ف‬
ْ
‫ن‬
ْ
َ ّٰ
‫ّللا‬
ْ
‫ه‬ِ‫ب‬
ْ
‫م‬‫ي‬ِ‫ل‬َ‫ع‬
"Kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakkan
sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa pun yang kamu infakkan,
tentang hal itu, sungguh Allah Maha mengetahui."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 92)
Artinya: “Apabila seseorang telah meninggal dunia, maka terputuslah amal
perbuatannya kecuali dari tiga perkara, yaitu sedekah jariah (wakaf), ilmu
pengetahuan, dan anak soleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim)
Dalam hadist tersebut, para ulama menafsirkan sedekah jariyah yang
mengalir pahalanya adalah wakaf. Karena wakaf adalah satu-satunya
bentuk sedekah yang dapat dimanfaatkan secara permanen oleh
penerimanya.
Pahala Jariyah yang Tak Terputus
ْ
‫ن‬َ‫ع‬
‫ي‬ِ‫ب‬َ‫أ‬
ْ
َ‫ة‬ َ‫ر‬‫ي‬ َ‫ر‬ُ‫ه‬
‫رضي‬
‫هللا‬
‫عنه‬
ْ
‫ن‬َ‫أ‬
َْ‫ل‬‫و‬ُ‫س‬ َ‫ر‬
ْ
ِ‫هللا‬
َْ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬ : ‫ا‬َ‫ذ‬ِ‫إ‬
َْ‫ات‬َ‫م‬
ُْ‫ان‬َ‫س‬‫ن‬ِ‫اْل‬
َْ‫ع‬َ‫ط‬َ‫ق‬‫ِن‬‫ا‬
ْ
ُ‫ه‬‫ن‬َ‫ع‬
ْ
ُ‫ه‬ُ‫ل‬َ‫م‬َ‫ع‬
ْ
ِ‫إ‬
ْ
‫َل‬
ْ
‫ن‬ِ‫م‬
ْ
‫ة‬َ‫ث‬ َ
‫َل‬َ‫ث‬
ْ
‫ة‬َ‫ق‬َ‫د‬َ‫ص‬
ْ
‫ة‬َ‫ي‬ ِ
‫ار‬َ‫ج‬
ْ
‫و‬َ‫أ‬
ْ
‫م‬‫ل‬ِ‫ع‬
ْ
ُ‫ع‬َ‫ف‬َ‫ت‬‫ُن‬‫ي‬
ْ
ِ‫ه‬ِ‫ب‬
ْ
‫و‬َ‫أ‬
ْ
‫د‬َ‫ل‬ َ‫و‬
ْ
‫ح‬ِ‫ل‬‫ا‬َ‫ص‬
ْ
‫و‬ُ‫ع‬‫د‬َ‫ي‬
ْ
ُ‫ه‬َ‫ل‬
Dalil yang menjelaskan
tentang Waqaf
04
IKRAR WAKAF
Ikrar wakaf adalah kehendak atau pernyataan dari wakif (orang yang memwakafkan
hartanya) yang diucapkan secara lisan maupun tulisan kepada lembaga penerima
wakaf/nazhir untuk mewakafkan harta bendanya guna dimanfaatkan bagi kesejahteraan
umum.
Ikrar wakaf akan terlaksana dengan baik apabila terpenuhi syarat dan rukunnya. Syarat-
syarat ikrar wakaf meliputi:
- ucapan ikrar wakaf harus mengandung kata kata yang menunjukkan kekalnya (ta'bid),
tidak sah wakaf jika ucapannya dengan batas waktu tertentu.
- ucapan ikrar wakaf dapat direalisasikan segera (tanjiz), tanpa disangkutkan, atau
digantungkan kepada syarat tertentu.
- ucapan ikrar wakaf bersifat pasti
- ucapan ikrar wakaf tidak diikuti oleh syarat yang membatalkan.
apabila semua persyaratan dapat terpenuhi, maka penguasaan atas tanah wakaf bagi
penerima wakaf sah. Pewakaf (wakif) tidak dapat lagi menarik kembali kepemilikan harta
tersebut karena telah berpindah kepada Allah Swt. dan penguasaan harta tersebut
berpindah kepada orang yang menerima wakaf (nair). Secara umum, penerima wakaf
(nair) dianggap pemiliknya, tetapi bersifat tidak penuh (gaira tammah).
Ikrar Waqaf
05
Hikmah wakaf
Menghilangkan sifat tamak dan kikir manusia atas harta yang dimilikinya.
Menanamkan kesadaran bahwa di dalam setiap harta benda itu meski telah
menjadi milik seseorang secara sah, tetapi masih ada di dalamnya harta agama
yang mesti diserahkan sebagaimana halnya juga zakat.
Menyadarkan seseorang bahwa kehidupan di akhirat memerlukan persiapan yang
cukup . Maka persiapan bekal itu diantaranya adalah harta yang pernah
diwakafkan
Dapat menopang dan mengerakan kehidupan sosial kemasyarakatan umat islam,
baik aspek ekonomi, pendidikan, sosial budaya dan lainnya.
Keutamaan wakaf
Wakaf akan terus memajukan dakwah, menghidupkan lembaga sosial keagamaan,
mengembangkan potensi umat, menyejahterakan umat, memberantas kebodohan,
memutus mata rantai kemiskinan, memupus kesenjangan sosial.sosial.IKRAR
Hikmah dan Keutamaan
Waqaf
06
Harta Wakaf dan Pemanfaatan Wakaf
Pemanfaatan harta wakaf haruslah memegang prinsip yang pertama yakni dijaga
keberadaan, keselamatan dan kelestariannya agar tidak berkurang
kebermanfaatannya.
Pemanfaatan Wakaf bukan hanya untuk sebagai sarana tempat ibadah dan
tempat penguburan, dengan dikelola secara produktif dan professional. Harta wakaf
berupa tanah maupun uang bisa membantu pemerintah dalam mengentaskan
kemiskinan dan bahkan mewujudkan kesejahteraan umum, bukan hanya umat
Islam.
Harta benda wakaf adalah harta benda yang memiliki daya tahan lama dan manfaat
jangka panjang, selain itu, harta wakaf mempunyai nilai ekonomi menurut syari'ah.
harta benda wakaf terdiri atas dua macam , yaitu benda tidak bergerak dan benda
bergerak.
Harta dan Pemanfaatan
Waqaf
07
1. *Wakaf* benda tidak bergerak
a.] Hak atas tanah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku baik
yang sudah maupun yang belum terdaftar.
b.] Bangunan atau bagian bangunan yang terdiri atas tanah.
c.] Tanaman dan benda lain yang berkaitan dengan tanah.
d.] Hak milik atas satuan rumah susun sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
yang berlaku.
2. *Wakaf* benda bergerak
a.] Wakaf uang dilakukan oleh Lembaga Keuangan Syari' ah yang ditunjuk oleh Menteri Agama.
Dana wakaf berupa uang dapat diinvestasikan pada aset-aset financial dan pada aset riil.
b.] Logam mulia , yaitu logam dan batu mulia yang memiliki manfaat jangka panjang.
c.] Surat berharga.
d.] Kendaraan.
e.] Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI). HAKI mencabut hak cipta , hak paten , merek , dan
desain produk industri.
f.] Hak sewa seperti wakaf bangunan dalam bentuk rumah.
Harta dan Pemanfaatan
Waqaf
07
prinsip pengelolaan wakaf sesuai aturan Islam berikut ini:
•Asas Keberlangsungan Manfaat
Substansi penting dalam wakaf itu bukan dari pemeliharaan bendanya,
melainkan terkait manfaat dari benda tersebut untuk kepentingan
masyarakat umum.
•Asas Pertanggungjawaban
Prinsip asas pertanggungjawaban:
– tanggung jawab kepada Allah, yakni apakah perilaku dan perbuatan
pengelolaan wakaf telah sesuai atau justru bertentangan dengan aturan-
aturan-Nya.
– tanggung jawab kelembagaan, yakni tanggung jawab terhadap
pemberi wewenang
– tanggung jawab hukum, tanggung jawab berdasarkan ketentuan-
ketentuan hukum yang berlaku
– tanggung jawab sosial, berkaitan dengan moral masyarakat
Prinsip Pengolahan Waqaf
08
•Asas Profesional Manajemen
Asas profesional menejmen menduduki posisi penting dalam pewakafan
karena sebagai penentu wakaf yg bermanfaat bagi penerimanya .
Untuk memenuhi asas profesional manajemen ini maka pewakaf harus
mengikuti beberapa sifat nabi yakni amanah , Shidiq , Fatonah , tabligh.
•Asas Keadilan Sosial
Agar tidak menjadi hal yang dusta. Pengelolaan harta wakaf harus dilakukan
dengan baik serta memperhatikan beberapa hal berikut ini:
– program bervariasi
– mengoptimalkan manfaat untuk tujuan menjadikannya paling baik tanpa
merugikan pihak manapun
– pengelolaan yang kreatif, profesional serta akuntabel
Prinsip Pengolahan Waqaf
08
Kelompok 1
1. Ahmad Faisal
2. Arvih Meilani
3. Fadjri Ali Syachbana
4. Hasna Nabilah
5. Iis Chalisha
6. Indah Bunga Kasih
Kelompok 1
7. Isye Syakilla A.
8. Naelul Fuadah
9. Rika Amelia
10. Rendy Eka S.
11. Sintia Rahayu
12. Siti Holipah
TERIMA
KASIH

DOC-20230515-WA0001..pptx

  • 1.
    WAQAF Here is whereyour presentation begins
  • 2.
    Wakaf adalah katadari bahasa Arab “Waqf” berarti menahan diri. Sedangkan menurut fiqih Islam, wakaf merupakan hak pribadi dipindah menjadi kepemilikan secara umum atau lembaga agar manfaatnya mampu dinikmati masyarakat. Pengertian 01 Pengertian Waqaf
  • 3.
    Dasar Hukum Wakaf Mewakafkanharta benda yang dimiliki kepada masyarakat luas ternyata juga memiliki dasar hukum. Dasar hukum ini tercantum dalam Al Quran dan beberapa hadist. Beberapa dalil atau hukum dasarnya tertera dalam Al Quran surah Al Imran ayat 92, surat Al Baqarah ayat 267, dan surat Al Baqarah ayat 261. Selain itu, ada juga hadist yang digunakan sebagai dasar hukum, seperti hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Apa hukumnya wakaf? Hukum wakaf adalah sunnah muakkad atau amalan sunnah yang dianjurkan. Sebab, wakaf merupakan sedekah jariyah yang pahalanya terus mengalir meskipun orang yang mewakafkan atau waqif telah wafat. Artinya: "Kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Dasar Hukum Waqaf 02
  • 4.
    Syarat Wakaf ada 4syarat yang perlu dilakukan seseorang saat berniat melakukan wakaf. 1. Mauquf Mauquf sendiri adalah benda yang akan diwakafkan.Benda tersebut setidaknya harus memenuhi 4 syarat. Pertama, mauquf dimiliki oleh seseorang. Kedua, mauquf memiliki nilai manfaat. Ketiga, mauquf harus jelas keberadaannya saat kegiatan wakaf berlangsung. Keempat, mauquf memang benar bertujuan untuk diwakafkan. 2. Wakif Syarat selanjutnya adalah adanya wakif. Serupa dengan mauquf, tidak semua orang memenuhi syarat untuk menjadi wakif. Lalu apa saja syarat menjadi wakif? Seseorang dapat menjadi wakif apabila orang tersebut dalam keadaan akal yang sehat, merdeka, dewasa, dan tidak di bawah pengampunan. 3. Shighot Shighot berhubungan dengan ucapan. Saat akan melakukan wakaf, perlu mengucapkan kata-kata yang menunjukkan kepastian, sangat mungkin direalisasikan, kekal, dan tidak mengucapkan syarat tambahan dan mengucapkan syarat yang bisa membatalkan kegiatan wakaf. 4. Mauquf ‘alaih Mauquf ‘alaih adalah pihak yang menerima barang yang diwakafkan. Ada dua jenis mauquf ‘alaih, yakni mu’ayyan dan ghairu mu’ayyan. Syarat Waqaf 03
  • 5.
    Rukun Wakaf Kegiatan wakaftidak akan dapat terlaksana tanpa memenuhi rukun-rukunnya. Seperti yang telah kita ketahui, rukun wakaf ada 4, sebagai berikut: 1. Adanya orang yang berwakaf (waqif) 2. Tersedianya benda yang diwakafkan (mauquf). 3. Adanya orang yang menerima manfaat wakaf (mauquf ‘alaih). 4. Terucapnya lafadz atau ikrar wakaf (sighah) Rukun Waqaf 03
  • 6.
    Allah Subhanahu WaTa'ala berfirman: ْ ‫ن‬َ‫ل‬ ‫َا‬‫ن‬َ‫ت‬ ‫وا‬ُ‫ل‬ ْ ‫ر‬ِ‫ب‬‫ال‬ ‫ى‬ّٰ‫ت‬َ‫ح‬ ‫ا‬‫و‬ُ‫ق‬ِ‫ف‬‫ن‬ُ‫ت‬ ‫ا‬‫م‬ِ‫م‬ َْ‫ن‬‫ُّو‬‫ب‬ ِ‫ح‬ُ‫ت‬ ْ ۗ ‫ا‬َ‫م‬ َ‫و‬ ‫ا‬‫و‬ُ‫ق‬ِ‫ف‬‫ن‬ُ‫ت‬ ِْ‫م‬ ْ ‫ن‬ ْ ‫ء‬‫َي‬‫ش‬ ْ ِ‫ا‬َ‫ف‬ ْ ‫ن‬ ْ َ ّٰ ‫ّللا‬ ْ ‫ه‬ِ‫ب‬ ْ ‫م‬‫ي‬ِ‫ل‬َ‫ع‬ "Kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa pun yang kamu infakkan, tentang hal itu, sungguh Allah Maha mengetahui." (QS. Ali 'Imran 3: Ayat 92) Artinya: “Apabila seseorang telah meninggal dunia, maka terputuslah amal perbuatannya kecuali dari tiga perkara, yaitu sedekah jariah (wakaf), ilmu pengetahuan, dan anak soleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim) Dalam hadist tersebut, para ulama menafsirkan sedekah jariyah yang mengalir pahalanya adalah wakaf. Karena wakaf adalah satu-satunya bentuk sedekah yang dapat dimanfaatkan secara permanen oleh penerimanya. Pahala Jariyah yang Tak Terputus ْ ‫ن‬َ‫ع‬ ‫ي‬ِ‫ب‬َ‫أ‬ ْ َ‫ة‬ َ‫ر‬‫ي‬ َ‫ر‬ُ‫ه‬ ‫رضي‬ ‫هللا‬ ‫عنه‬ ْ ‫ن‬َ‫أ‬ َْ‫ل‬‫و‬ُ‫س‬ َ‫ر‬ ْ ِ‫هللا‬ َْ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬ : ‫ا‬َ‫ذ‬ِ‫إ‬ َْ‫ات‬َ‫م‬ ُْ‫ان‬َ‫س‬‫ن‬ِ‫اْل‬ َْ‫ع‬َ‫ط‬َ‫ق‬‫ِن‬‫ا‬ ْ ُ‫ه‬‫ن‬َ‫ع‬ ْ ُ‫ه‬ُ‫ل‬َ‫م‬َ‫ع‬ ْ ِ‫إ‬ ْ ‫َل‬ ْ ‫ن‬ِ‫م‬ ْ ‫ة‬َ‫ث‬ َ ‫َل‬َ‫ث‬ ْ ‫ة‬َ‫ق‬َ‫د‬َ‫ص‬ ْ ‫ة‬َ‫ي‬ ِ ‫ار‬َ‫ج‬ ْ ‫و‬َ‫أ‬ ْ ‫م‬‫ل‬ِ‫ع‬ ْ ُ‫ع‬َ‫ف‬َ‫ت‬‫ُن‬‫ي‬ ْ ِ‫ه‬ِ‫ب‬ ْ ‫و‬َ‫أ‬ ْ ‫د‬َ‫ل‬ َ‫و‬ ْ ‫ح‬ِ‫ل‬‫ا‬َ‫ص‬ ْ ‫و‬ُ‫ع‬‫د‬َ‫ي‬ ْ ُ‫ه‬َ‫ل‬ Dalil yang menjelaskan tentang Waqaf 04
  • 7.
    IKRAR WAKAF Ikrar wakafadalah kehendak atau pernyataan dari wakif (orang yang memwakafkan hartanya) yang diucapkan secara lisan maupun tulisan kepada lembaga penerima wakaf/nazhir untuk mewakafkan harta bendanya guna dimanfaatkan bagi kesejahteraan umum. Ikrar wakaf akan terlaksana dengan baik apabila terpenuhi syarat dan rukunnya. Syarat- syarat ikrar wakaf meliputi: - ucapan ikrar wakaf harus mengandung kata kata yang menunjukkan kekalnya (ta'bid), tidak sah wakaf jika ucapannya dengan batas waktu tertentu. - ucapan ikrar wakaf dapat direalisasikan segera (tanjiz), tanpa disangkutkan, atau digantungkan kepada syarat tertentu. - ucapan ikrar wakaf bersifat pasti - ucapan ikrar wakaf tidak diikuti oleh syarat yang membatalkan. apabila semua persyaratan dapat terpenuhi, maka penguasaan atas tanah wakaf bagi penerima wakaf sah. Pewakaf (wakif) tidak dapat lagi menarik kembali kepemilikan harta tersebut karena telah berpindah kepada Allah Swt. dan penguasaan harta tersebut berpindah kepada orang yang menerima wakaf (nair). Secara umum, penerima wakaf (nair) dianggap pemiliknya, tetapi bersifat tidak penuh (gaira tammah). Ikrar Waqaf 05
  • 8.
    Hikmah wakaf Menghilangkan sifattamak dan kikir manusia atas harta yang dimilikinya. Menanamkan kesadaran bahwa di dalam setiap harta benda itu meski telah menjadi milik seseorang secara sah, tetapi masih ada di dalamnya harta agama yang mesti diserahkan sebagaimana halnya juga zakat. Menyadarkan seseorang bahwa kehidupan di akhirat memerlukan persiapan yang cukup . Maka persiapan bekal itu diantaranya adalah harta yang pernah diwakafkan Dapat menopang dan mengerakan kehidupan sosial kemasyarakatan umat islam, baik aspek ekonomi, pendidikan, sosial budaya dan lainnya. Keutamaan wakaf Wakaf akan terus memajukan dakwah, menghidupkan lembaga sosial keagamaan, mengembangkan potensi umat, menyejahterakan umat, memberantas kebodohan, memutus mata rantai kemiskinan, memupus kesenjangan sosial.sosial.IKRAR Hikmah dan Keutamaan Waqaf 06
  • 9.
    Harta Wakaf danPemanfaatan Wakaf Pemanfaatan harta wakaf haruslah memegang prinsip yang pertama yakni dijaga keberadaan, keselamatan dan kelestariannya agar tidak berkurang kebermanfaatannya. Pemanfaatan Wakaf bukan hanya untuk sebagai sarana tempat ibadah dan tempat penguburan, dengan dikelola secara produktif dan professional. Harta wakaf berupa tanah maupun uang bisa membantu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan dan bahkan mewujudkan kesejahteraan umum, bukan hanya umat Islam. Harta benda wakaf adalah harta benda yang memiliki daya tahan lama dan manfaat jangka panjang, selain itu, harta wakaf mempunyai nilai ekonomi menurut syari'ah. harta benda wakaf terdiri atas dua macam , yaitu benda tidak bergerak dan benda bergerak. Harta dan Pemanfaatan Waqaf 07
  • 10.
    1. *Wakaf* bendatidak bergerak a.] Hak atas tanah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku baik yang sudah maupun yang belum terdaftar. b.] Bangunan atau bagian bangunan yang terdiri atas tanah. c.] Tanaman dan benda lain yang berkaitan dengan tanah. d.] Hak milik atas satuan rumah susun sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 2. *Wakaf* benda bergerak a.] Wakaf uang dilakukan oleh Lembaga Keuangan Syari' ah yang ditunjuk oleh Menteri Agama. Dana wakaf berupa uang dapat diinvestasikan pada aset-aset financial dan pada aset riil. b.] Logam mulia , yaitu logam dan batu mulia yang memiliki manfaat jangka panjang. c.] Surat berharga. d.] Kendaraan. e.] Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI). HAKI mencabut hak cipta , hak paten , merek , dan desain produk industri. f.] Hak sewa seperti wakaf bangunan dalam bentuk rumah. Harta dan Pemanfaatan Waqaf 07
  • 11.
    prinsip pengelolaan wakafsesuai aturan Islam berikut ini: •Asas Keberlangsungan Manfaat Substansi penting dalam wakaf itu bukan dari pemeliharaan bendanya, melainkan terkait manfaat dari benda tersebut untuk kepentingan masyarakat umum. •Asas Pertanggungjawaban Prinsip asas pertanggungjawaban: – tanggung jawab kepada Allah, yakni apakah perilaku dan perbuatan pengelolaan wakaf telah sesuai atau justru bertentangan dengan aturan- aturan-Nya. – tanggung jawab kelembagaan, yakni tanggung jawab terhadap pemberi wewenang – tanggung jawab hukum, tanggung jawab berdasarkan ketentuan- ketentuan hukum yang berlaku – tanggung jawab sosial, berkaitan dengan moral masyarakat Prinsip Pengolahan Waqaf 08
  • 12.
    •Asas Profesional Manajemen Asasprofesional menejmen menduduki posisi penting dalam pewakafan karena sebagai penentu wakaf yg bermanfaat bagi penerimanya . Untuk memenuhi asas profesional manajemen ini maka pewakaf harus mengikuti beberapa sifat nabi yakni amanah , Shidiq , Fatonah , tabligh. •Asas Keadilan Sosial Agar tidak menjadi hal yang dusta. Pengelolaan harta wakaf harus dilakukan dengan baik serta memperhatikan beberapa hal berikut ini: – program bervariasi – mengoptimalkan manfaat untuk tujuan menjadikannya paling baik tanpa merugikan pihak manapun – pengelolaan yang kreatif, profesional serta akuntabel Prinsip Pengolahan Waqaf 08
  • 13.
    Kelompok 1 1. AhmadFaisal 2. Arvih Meilani 3. Fadjri Ali Syachbana 4. Hasna Nabilah 5. Iis Chalisha 6. Indah Bunga Kasih
  • 14.
    Kelompok 1 7. IsyeSyakilla A. 8. Naelul Fuadah 9. Rika Amelia 10. Rendy Eka S. 11. Sintia Rahayu 12. Siti Holipah
  • 15.