DINAMIKA ROTASI
DAN
KESETIMBANGAN BENDA TEGAR
Kompetensi Dasar 3.1:
Menerapkan konsep torsi, momen inersia, titik
berat, dan momentum sudut pada benda tegar
(statis dan dinamis) dalam kehidupan sehari-hari
misalnya dalam olahraga
Indikator:
1. Mendefinisikan momen gaya (torsi) dan momen inersia
2. Memformulasikan momen gaya (torsi) yang bekerja pada benda
3. Memformulasikan momen inersia untuk sistem partikel dan
untuk berbagai bentuk benda tegar
4. Merumuskan hukum II newton pada gerak translasi dan gerak
rotasi
5. Menerapkan hukum II newton untuk menyelesaikan
permasalahan yang berkaitan dengan gerak benda tegar pada
berbagai kondisi
6. Menganalisis besaran-besaran fisis pada sistem benda yang
bergerak translasi dan rotasi
7. Memformulasikan hukum kekekalan momentum sudut
8. Menerapkan hukum kekekalan momentum sudut dalam
kehidupan sehari-hari
9. Menerapkan hukum newton untuk menganalisis keseimbangan
sistem partikel dan keseimbangan benda tegar.
10. Menentukan titik berat sistem partikel dan benda tegar
Pra Syarat
• Kinematika (GLB dan GLBB)
• Hukum Newton
• Vektor
Istilah
• Dinamika
• Rotasi
• Setimbang
• Partikel
• Benda Tegar
Momen gaya/Torsi :
Kecenderungan suatu gaya untuk memutar benda
terhadap suatu poros
Contoh:
)
(
F
r
r x F
 
Dengan r adalah jarak dari pusat putaran ke titik
tangkap gaya
Besar momen gaya: sin
rF
 

menyatakan sudut terkecil antara r dan F

F
r
 sin
r F
 

Cara 1
F
r

Cara 2

sin
F
sin
r 
sin
r F
 

Jarak dari poros sampai memotong tegak lurus garis
kerja gaya sering disebut lengan ( ), sehingga besar
momen gaya sering dituliskan:
lF
 
l
Tanda positif atau negatif ditentukan dari
arah putaran benda
(Konsistensi)
1 2
1 1 2 2 .....
l F l F
  
 
  

Resultan Momen Gaya/Torsi
Contoh soal:
Buku Paket hal 16
Contoh 1.4
Latihan soal:
Buku Paket hal 45
No. 1, 2, 5
Momen Inersia:
Ukuran kelembaman benda terhadap gerak rotasi
1. Momen Inersia partikel
Satu partikel
Banyak partikel
2
mr
I 
......
2
2
2
2
1
1
2



  r
m
r
m
r
m
I
i
i
i
Contoh soal:
Buku Paket hal 17
o m
m
2
m
3
a
2
I r dm
 
a
a
a
Soal:
Bola A bermassa = 60 gram dan bola B = 40 gram dihubungkan
batang AB (massanya diabaikan).
Jika kedua bola diputar dengan sumbu putar di P maka momen inersia sistem adalah….
A. 12,25 .10 –4 kg m2
B. 13,50 .10 –4 kg m2
C. 14,50 .10 –4 kg m2
D. 15,50 .10 –4 kg m2
E. 16,25 .10–4 kg m2
2. Momen Inersia Benda Tegar massa kontinu
Teorema Sumbu Sejajar:
Cara untuk menentukan momen inersia benda yang
porosnya digeser sejarak tertentu (misal d) tetapi
masih sejajar dengan sumbu poros pusat
2
pm
I I md
 
d
pm
Contoh soal:
Buku Paket hal 19
(contoh 1.6)
Soal:
Batang AB massa 2 kg diputar melalui titik A ternyata momen
inersianya 8 kg m2. Bila diputar melalui titik pusat O (AO = OB),
momen inersianya menjadi …
A. 2 kg m2
B. 4 kg m2
C. 8 kg m2
D. 12 kg m2
E. 16 kg m2
Soal:
Diberikan sebuah batang tipis dengan panjang 4
meter dan bermassa 240 gram seperti gambar
berikut:
tentukan besar momen inersia batang jika poros
digeser ke kanan sejauh 1 meter!
Hk. I Newton
0
F 

Diam
GLB
Hk. II Newton
F ma


0
2
0
2 2
0
1
2
2
t
t
v v at
s v t at
v v as
 
 
 
Hk. Newton (Translasi)
Hk. III Newton
A R
F F
 
Analogi Translasi-Rotasi



I

No Besaran Hubungan
Translasi Rotasi
1. Jarak tempuh (s) Sudut tempuh ( )
2. Kecepatan linear (v) Kecepatan sudut ( )
3. Percepatan linear (a) Percepatan sudut ( )
4. Massa (m) Momen inersia ( )
5. Gaya (F) Momen Gaya ( )




I
s r


v r


a r


2
I mr

Fr
 
Hk. I Newton
0
 

Diam
GMB/GRB
Hk. II Newton
I
 


0
2
0
2 2
0
1
2
2
t
t
t
t t
  
  
  
 
 
 
Hk. Newton (Rotasi)
Contoh soal:
Sebuah batu gerinda 2 kg dengan jari-jari 10
cm diputar 120 rad/s. Motor dipadamkan dan
sebuah pahat ditekankan pada permukaan batu
gerinda dengan suatu gaya yang memiliki
komponen tangensial 2 N. Berapa lama waktu
yang diperlukan oleh gerinda sejak gaya
diberikan hingga berhenti?
Hk. II Newton untuk gerak rotasi

 I
  I lF
 
Soal:
1. Sebuah batu gerinda (roda pejal) bermassa 4 kg dan jari-jari 8
cm. Ketika sebuah momen gaya tetap dikerjakan, roda mencapai
kecepatan sudut 1200 rpm dalam waktu 15 sekon. Anggap roda
mulai dari keadaan diam, tentukan:
• Percepatan sudut
• Resultan momen gaya yang dikerjakan
• Sudut putaran yang ditempuh dalam waktu 15 s
2. Sebuah bola pejal dengan massa M dan jari-jari R diletakkan pada
lantai licin, seperti pada gambar.
Jika x = ½ R, Tentukan percepatan tangensial bola tersebut
(nyatakan dalam M, R, dan F).
Gabungan gerak Translasi – Rotasi
1. Menggelinding pada bidang Horizontal
2. Menggelinding pada bidang miring
3. Sistem benda-katrol
sistem 1 beben dan 1 katrol
sistem 2 beban dan 1 katrol
Tips:
Untuk Menganalisis ketiga gerak diatas:
1. Gambarlah diagram bebas gaya
2. Gunakan Hukum II Newton untuk gerak translasi
dan rotasi
3. Substitusikan persamaan a r


Contoh soal:
1. Sebuah silinder pejal bermassa M dan jari-jari R ditarik dengan
gaya F seperti pada gambar. Tentukan percepatan linear bola
tersebut (nyatakan dalam F dan M) apabila
a) tidak ada gesekan,
b) ada gesekan antar bola dengan lantai
2. Jika suatu benda yang momen inersianya dapat dinyatakan
dengan I=kmr2 menggelinding pada bidang miring, Tentukan:
o Percepatan tangensial benda
o Kecepatan benda di dasar bidang
4. Pada sistem katrol seperti pada gambar,
katrol berbentuk lempeng pejal homogen
bermassa 2M dan jari-jari R, sedangkan
beban bermassa M. Tali dililitkan kemudian
benda dilepaskan sehingga bergerak ke
bawah. Tentukan percepatan sudut rotasi
katrol?
Buktikan bahwa percepatan benda pada
sistem berikut adalah:
Dengan mk adalah massa katrol
g
m
m
m
m
m
a
k












2
1
2
1
2
1
Energi kinetik:
Translasi: Rotasi:
2
2
1

I
EK 
Energi kinetik benda menggelinding:
)
(
2
1 2
2

I
mv
EK 

2
2
1
mv
EK 
Hukum kekekalan energi mekanik pada gerak
menggelinding
Momentum sudut
Hukum kekekalan momentum sudut:
“Jika jumlah torsi yang bekerja pada suatu benda
sama dengan nol, maka momentum sudut sistem
konstan”
T R
EM k
EP EK EK k

  

I
L 
'
'
'
'
2
2
1
1
2
2
1
1
'






I
I
I
I
atau
I
I
L
L





Untuk partikel
2
I mr
v
r



L mrv

Latihan:
Buku Paket
hal 45-46
(6,7,11)
Contoh:
Buku Paket
hal 23 dan 25
(1.8 dan 1.10)
Dua piringan memiliki inersia masing-masing I dan 2I
dipasang pada satu poros yang licin dan dapat berputar
bersama sebagai satu sistem. Piringan pertama awalnya
diputar dengan kecepatan sudut ω dan yang kedua
dengan kecepatan sudut 2ω (keduanya berputar dalam
arah yang sama) dan kemudian keduanya disatukan dan
terus berputar dengan kecepatan sudut Ω. Ω sama
dengan....
Sebuah piringan berbentuk silinder pejal homogen mula-
mula berputar pada porosnya dengan kecepatan sudut 9
rad/s. Bidang piringan sejajar dengan bidang horizontal.
Massa dan jari-jari piringan 0,6 kg dan 0,2 m. bila diatas
piringan diletakkan cincin (massa dan jari-jarinya sama
dengan piringan) tepat diatas pusat piringan, maka
piringan dan cincin akan bersama-sama berputar dengan
kecepatan sudut....
a. 2 rad/s
b. 3 rad/s
c. 4 rad/s
d. 5 rad/s
e. 6 rad/s
KESEtIMBANGAN
PARTIKEL
Benda yang ukurannya dapat diabaikan/ dianggap satu titik
sehingga hanya mungkin bergerak translasi tidak bergerak
rotasi
Partikel
Syarat partikel seimbang
Σ F = 0
Untuk satu dimensi
Σ Fx = 0
Untuk dua dimensi
Σ Fx = 0 Σ Fy = 0
Untuk tiga dimensi
Σ Fx = 0 Σ Fy = 0 Σ Fz = 0
Contoh
25 N 25 N
T
w
Σ F = 0
T - w = 0
T = w
T = 25 N
Buku Paket hal 32
Contoh 1.13 (pelajari)
400 N
530
370
530
370 530
370
T1
T1
T2 T2
T2y
T2x
T1x
T1y
w
530
370
T1
T2
T2y
T2x
T1x
T1y
w
Dengan Persamaan sinus
F1
F2
F3
ά3
ά2
ά1
sin ά1
F1
=
sin ά3
F3
sin ά2
F2
=
Latihan:
Buku Paket hal 47 (17)
Hal 48 (4 B)
LKS hal 11 (15), 12 (4C)
KESETIMBANGAN BENDA TEGAR
Syarat benda tegar setimbang
Σ F = 0
Σ  = 0
Buku Paket hal 33-34
Contoh 1.16-1.17 (pelajari)
Contoh:
10 N 40 N
x = ?
A B
Batang AB (ringan) panjangnya 1 m. Agar
batang AB setimbang horizontal, berapakah
jarak x?
O
8 N
300
A B
Pada ujung batang AB digantungkan sebuah beban 8 N. Bila
massa batang AB diabaikan, berapakah tegangan tali yang
menopang batang tersebut?
8 N
300
B
A
T Ty
Tx
L
Batang BC bersandar pada dinding licin dan bertumpu
pada lantai kasar. Buktikan bahwa koefisien gesekan di B
pada saat batang tepat akan bergeser adalah
A B
C



tan
2
1

A B
C
NB
Nc
w
f
Latihan:
Buku Paket hal 47 (18-20)
LKS hal 11 (13-14), 12 (3B)
TITIK BERAT
MENENTUKAN TITIK BERAT DENGAN
PERCOBAAN
Titik berat …….?
Buat tiga lubang
A
C
B
Dengan perhitungan
x
y
(x0,y0)
(x1,y1)
(x2,y2)
(x3,y3)
w
w1
w3
w2
x1w1 + x2w2 + x3w3 + …
x0 =
w1 + w2 + w3 + …
y1w1 + y2w2 + y3w3 + …
y0 =
w1 + w2 + w3 + …
0
x1m1g+x2m2g+x3m3g+ …
x0 =
m1g+m2g+m3g + …
Menghitung titik berat dari massa partikel
w = mg
y1m1 + y2m2 + y3m3 + …
y0 =
m1 + m2 + m3 + …
x1m1+x2m2+x3m3+ …
x0 =
m1+m2+m3 + …
x1V1+x2V2+x3V3+ …
x0 =
V1+V2+V3+ …
Menghitung titik berat benda homogen
berdimensi tiga
m = V
y1V1 + y2V2 + y3V3 + …
y0 =
V1 + V2 + V3 + …
x1V1+x2V2+x3V3+ …
x0 =
V1+V2+V3+ …
x1A1t+x2A2t+x3A3t+ …
x0 =
A1t+A2t+A3t+ …
Menghitung titik berat benda homogen
berdimensi dua
V = At
y1A1 + y2A2 + y3A3 + …
y0 =
A1 + A2 + A3 + …
x1A1+x2A2+x3A3+ …
x0 =
A1+A2+A3+ …
x1pl1+x2pl2+x3pl3+ …
x0 =
pl1+pl2+pl3+ …
Menghitung titik berat benda homogen
berdimensi satu
A = p l
y1l1 + y2l2 + y3l3 + …
y0 =
l1 + l2 + l3 + …
x1l1+x2l2+x3l3+ …
x0 =
l1+l2+l3+ …

Dinamika Rotasi.pptx

  • 1.
  • 2.
    Kompetensi Dasar 3.1: Menerapkankonsep torsi, momen inersia, titik berat, dan momentum sudut pada benda tegar (statis dan dinamis) dalam kehidupan sehari-hari misalnya dalam olahraga
  • 3.
    Indikator: 1. Mendefinisikan momengaya (torsi) dan momen inersia 2. Memformulasikan momen gaya (torsi) yang bekerja pada benda 3. Memformulasikan momen inersia untuk sistem partikel dan untuk berbagai bentuk benda tegar 4. Merumuskan hukum II newton pada gerak translasi dan gerak rotasi 5. Menerapkan hukum II newton untuk menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan gerak benda tegar pada berbagai kondisi 6. Menganalisis besaran-besaran fisis pada sistem benda yang bergerak translasi dan rotasi 7. Memformulasikan hukum kekekalan momentum sudut 8. Menerapkan hukum kekekalan momentum sudut dalam kehidupan sehari-hari 9. Menerapkan hukum newton untuk menganalisis keseimbangan sistem partikel dan keseimbangan benda tegar. 10. Menentukan titik berat sistem partikel dan benda tegar
  • 4.
    Pra Syarat • Kinematika(GLB dan GLBB) • Hukum Newton • Vektor Istilah • Dinamika • Rotasi • Setimbang • Partikel • Benda Tegar
  • 5.
    Momen gaya/Torsi : Kecenderungansuatu gaya untuk memutar benda terhadap suatu poros Contoh: ) ( F r r x F   Dengan r adalah jarak dari pusat putaran ke titik tangkap gaya Besar momen gaya: sin rF    menyatakan sudut terkecil antara r dan F 
  • 6.
    F r  sin r F   Cara 1 F r  Cara 2  sin F sin r  sin r F   
  • 7.
    Jarak dari porossampai memotong tegak lurus garis kerja gaya sering disebut lengan ( ), sehingga besar momen gaya sering dituliskan: lF   l Tanda positif atau negatif ditentukan dari arah putaran benda (Konsistensi)
  • 8.
    1 2 1 12 2 ..... l F l F          Resultan Momen Gaya/Torsi Contoh soal: Buku Paket hal 16 Contoh 1.4 Latihan soal: Buku Paket hal 45 No. 1, 2, 5
  • 9.
    Momen Inersia: Ukuran kelembamanbenda terhadap gerak rotasi 1. Momen Inersia partikel Satu partikel Banyak partikel 2 mr I  ...... 2 2 2 2 1 1 2      r m r m r m I i i i Contoh soal: Buku Paket hal 17 o m m 2 m 3 a 2 I r dm   a a a
  • 10.
    Soal: Bola A bermassa= 60 gram dan bola B = 40 gram dihubungkan batang AB (massanya diabaikan). Jika kedua bola diputar dengan sumbu putar di P maka momen inersia sistem adalah…. A. 12,25 .10 –4 kg m2 B. 13,50 .10 –4 kg m2 C. 14,50 .10 –4 kg m2 D. 15,50 .10 –4 kg m2 E. 16,25 .10–4 kg m2
  • 11.
    2. Momen InersiaBenda Tegar massa kontinu
  • 12.
    Teorema Sumbu Sejajar: Carauntuk menentukan momen inersia benda yang porosnya digeser sejarak tertentu (misal d) tetapi masih sejajar dengan sumbu poros pusat 2 pm I I md   d pm Contoh soal: Buku Paket hal 19 (contoh 1.6)
  • 13.
    Soal: Batang AB massa2 kg diputar melalui titik A ternyata momen inersianya 8 kg m2. Bila diputar melalui titik pusat O (AO = OB), momen inersianya menjadi … A. 2 kg m2 B. 4 kg m2 C. 8 kg m2 D. 12 kg m2 E. 16 kg m2
  • 14.
    Soal: Diberikan sebuah batangtipis dengan panjang 4 meter dan bermassa 240 gram seperti gambar berikut: tentukan besar momen inersia batang jika poros digeser ke kanan sejauh 1 meter!
  • 15.
    Hk. I Newton 0 F  Diam GLB Hk. II Newton F ma   0 2 0 2 2 0 1 2 2 t t v v at s v t at v v as       Hk. Newton (Translasi) Hk. III Newton A R F F  
  • 16.
    Analogi Translasi-Rotasi    I  No BesaranHubungan Translasi Rotasi 1. Jarak tempuh (s) Sudut tempuh ( ) 2. Kecepatan linear (v) Kecepatan sudut ( ) 3. Percepatan linear (a) Percepatan sudut ( ) 4. Massa (m) Momen inersia ( ) 5. Gaya (F) Momen Gaya ( )     I s r   v r   a r   2 I mr  Fr  
  • 17.
    Hk. I Newton 0   Diam GMB/GRB Hk. II Newton I     0 2 0 2 2 0 1 2 2 t t t t t                Hk. Newton (Rotasi)
  • 18.
    Contoh soal: Sebuah batugerinda 2 kg dengan jari-jari 10 cm diputar 120 rad/s. Motor dipadamkan dan sebuah pahat ditekankan pada permukaan batu gerinda dengan suatu gaya yang memiliki komponen tangensial 2 N. Berapa lama waktu yang diperlukan oleh gerinda sejak gaya diberikan hingga berhenti? Hk. II Newton untuk gerak rotasi   I   I lF  
  • 19.
    Soal: 1. Sebuah batugerinda (roda pejal) bermassa 4 kg dan jari-jari 8 cm. Ketika sebuah momen gaya tetap dikerjakan, roda mencapai kecepatan sudut 1200 rpm dalam waktu 15 sekon. Anggap roda mulai dari keadaan diam, tentukan: • Percepatan sudut • Resultan momen gaya yang dikerjakan • Sudut putaran yang ditempuh dalam waktu 15 s 2. Sebuah bola pejal dengan massa M dan jari-jari R diletakkan pada lantai licin, seperti pada gambar. Jika x = ½ R, Tentukan percepatan tangensial bola tersebut (nyatakan dalam M, R, dan F).
  • 20.
    Gabungan gerak Translasi– Rotasi 1. Menggelinding pada bidang Horizontal 2. Menggelinding pada bidang miring 3. Sistem benda-katrol sistem 1 beben dan 1 katrol sistem 2 beban dan 1 katrol Tips: Untuk Menganalisis ketiga gerak diatas: 1. Gambarlah diagram bebas gaya 2. Gunakan Hukum II Newton untuk gerak translasi dan rotasi 3. Substitusikan persamaan a r  
  • 21.
    Contoh soal: 1. Sebuahsilinder pejal bermassa M dan jari-jari R ditarik dengan gaya F seperti pada gambar. Tentukan percepatan linear bola tersebut (nyatakan dalam F dan M) apabila a) tidak ada gesekan, b) ada gesekan antar bola dengan lantai 2. Jika suatu benda yang momen inersianya dapat dinyatakan dengan I=kmr2 menggelinding pada bidang miring, Tentukan: o Percepatan tangensial benda o Kecepatan benda di dasar bidang
  • 22.
    4. Pada sistemkatrol seperti pada gambar, katrol berbentuk lempeng pejal homogen bermassa 2M dan jari-jari R, sedangkan beban bermassa M. Tali dililitkan kemudian benda dilepaskan sehingga bergerak ke bawah. Tentukan percepatan sudut rotasi katrol?
  • 23.
    Buktikan bahwa percepatanbenda pada sistem berikut adalah: Dengan mk adalah massa katrol g m m m m m a k             2 1 2 1 2 1
  • 24.
    Energi kinetik: Translasi: Rotasi: 2 2 1  I EK Energi kinetik benda menggelinding: ) ( 2 1 2 2  I mv EK   2 2 1 mv EK 
  • 25.
    Hukum kekekalan energimekanik pada gerak menggelinding Momentum sudut Hukum kekekalan momentum sudut: “Jika jumlah torsi yang bekerja pada suatu benda sama dengan nol, maka momentum sudut sistem konstan” T R EM k EP EK EK k      I L  ' ' ' ' 2 2 1 1 2 2 1 1 '       I I I I atau I I L L      Untuk partikel 2 I mr v r    L mrv 
  • 26.
    Latihan: Buku Paket hal 45-46 (6,7,11) Contoh: BukuPaket hal 23 dan 25 (1.8 dan 1.10)
  • 27.
    Dua piringan memilikiinersia masing-masing I dan 2I dipasang pada satu poros yang licin dan dapat berputar bersama sebagai satu sistem. Piringan pertama awalnya diputar dengan kecepatan sudut ω dan yang kedua dengan kecepatan sudut 2ω (keduanya berputar dalam arah yang sama) dan kemudian keduanya disatukan dan terus berputar dengan kecepatan sudut Ω. Ω sama dengan....
  • 28.
    Sebuah piringan berbentuksilinder pejal homogen mula- mula berputar pada porosnya dengan kecepatan sudut 9 rad/s. Bidang piringan sejajar dengan bidang horizontal. Massa dan jari-jari piringan 0,6 kg dan 0,2 m. bila diatas piringan diletakkan cincin (massa dan jari-jarinya sama dengan piringan) tepat diatas pusat piringan, maka piringan dan cincin akan bersama-sama berputar dengan kecepatan sudut.... a. 2 rad/s b. 3 rad/s c. 4 rad/s d. 5 rad/s e. 6 rad/s
  • 29.
  • 30.
    Benda yang ukurannyadapat diabaikan/ dianggap satu titik sehingga hanya mungkin bergerak translasi tidak bergerak rotasi Partikel Syarat partikel seimbang Σ F = 0
  • 31.
    Untuk satu dimensi ΣFx = 0 Untuk dua dimensi Σ Fx = 0 Σ Fy = 0 Untuk tiga dimensi Σ Fx = 0 Σ Fy = 0 Σ Fz = 0
  • 32.
    Contoh 25 N 25N T w Σ F = 0 T - w = 0 T = w T = 25 N
  • 33.
    Buku Paket hal32 Contoh 1.13 (pelajari)
  • 34.
  • 35.
  • 36.
  • 37.
    Dengan Persamaan sinus F1 F2 F3 ά3 ά2 ά1 sinά1 F1 = sin ά3 F3 sin ά2 F2 = Latihan: Buku Paket hal 47 (17) Hal 48 (4 B) LKS hal 11 (15), 12 (4C)
  • 38.
    KESETIMBANGAN BENDA TEGAR Syaratbenda tegar setimbang Σ F = 0 Σ  = 0 Buku Paket hal 33-34 Contoh 1.16-1.17 (pelajari)
  • 39.
    Contoh: 10 N 40N x = ? A B Batang AB (ringan) panjangnya 1 m. Agar batang AB setimbang horizontal, berapakah jarak x? O
  • 41.
    8 N 300 A B Padaujung batang AB digantungkan sebuah beban 8 N. Bila massa batang AB diabaikan, berapakah tegangan tali yang menopang batang tersebut?
  • 42.
  • 43.
    Batang BC bersandarpada dinding licin dan bertumpu pada lantai kasar. Buktikan bahwa koefisien gesekan di B pada saat batang tepat akan bergeser adalah A B C    tan 2 1 
  • 44.
    A B C NB Nc w f Latihan: Buku Pakethal 47 (18-20) LKS hal 11 (13-14), 12 (3B)
  • 46.
  • 47.
    MENENTUKAN TITIK BERATDENGAN PERCOBAAN Titik berat …….? Buat tiga lubang A C B
  • 51.
    Dengan perhitungan x y (x0,y0) (x1,y1) (x2,y2) (x3,y3) w w1 w3 w2 x1w1 +x2w2 + x3w3 + … x0 = w1 + w2 + w3 + … y1w1 + y2w2 + y3w3 + … y0 = w1 + w2 + w3 + … 0
  • 52.
    x1m1g+x2m2g+x3m3g+ … x0 = m1g+m2g+m3g+ … Menghitung titik berat dari massa partikel w = mg y1m1 + y2m2 + y3m3 + … y0 = m1 + m2 + m3 + … x1m1+x2m2+x3m3+ … x0 = m1+m2+m3 + …
  • 53.
    x1V1+x2V2+x3V3+ … x0 = V1+V2+V3+… Menghitung titik berat benda homogen berdimensi tiga m = V y1V1 + y2V2 + y3V3 + … y0 = V1 + V2 + V3 + … x1V1+x2V2+x3V3+ … x0 = V1+V2+V3+ …
  • 54.
    x1A1t+x2A2t+x3A3t+ … x0 = A1t+A2t+A3t+… Menghitung titik berat benda homogen berdimensi dua V = At y1A1 + y2A2 + y3A3 + … y0 = A1 + A2 + A3 + … x1A1+x2A2+x3A3+ … x0 = A1+A2+A3+ …
  • 55.
    x1pl1+x2pl2+x3pl3+ … x0 = pl1+pl2+pl3+… Menghitung titik berat benda homogen berdimensi satu A = p l y1l1 + y2l2 + y3l3 + … y0 = l1 + l2 + l3 + … x1l1+x2l2+x3l3+ … x0 = l1+l2+l3+ …