Apa Itu Dilalah ?
Mata Kuliah : Ilmu Mantiq
Dosen Pengampu : Dewi Anggraeni, M.A.
Nama Kelompok 3
Gita Rahmawati (2121078)
Amirah Fauzatinnisa (2121081)
Pengertian Dilalah
•Dari kata bahasa Arab yaitu, Daala-
Yadulu-Dilalah yang mempunyai arti
petunjuk atau yang menunjukan
Bahasa
• Memahami sesuatu (yang ditunjuk) dari
sesuatu yang lain (yang menunjuki)
• Sesuatu (yang ditunjuki) disebut “madlul”,
sedang sesuatu (yang menunjuki) disebut
“daal”.
Istilah
Pembagian
Dilalah
Dilalah
Lafdziyyah
Dilalah Ghair
Lafdziyyah
Thabi’iyyah
• Apabila si penunjuk
merupakan gejala
alam.
• Seperti orang yang
merintih-rintih
“aduh”
menunjukkan
kesakitan.
‘Aqliyyah
• Apabila si penunjuk
merupakan pikiran.
• Seperi adanya
suara di balik suatu
kamar.
Wadh’iyyah
• Apabila si penunjuk
itu merupakan
bikinan atau istilah
• Seperti emas hitam
artinya minyak.
Dilalah Lafdziyyah
Apabila yang menunjuki itu merupakan lafadz atau suara.
Dilalah Ghair Lafdziyyah
Apabila si penunjuk bukan merupakan lafadz atau suara.
Thabi’iyyah
Apabila si penunjuk merupakan gejala alam, seperti muka merah menunjukkan malu.
‘Aqliyyah
Apabila si penunjuk merupakan akal pikir, seperti menunjukkan ada orang yang
memindahkannya.
Wadh’iyyah
Apabila si penunjuk itu merupakan istilah yang dibuat untuk menunjukkan arti yang dapat
dipahami, seperti menunjukkan berhenti.
Pembagian
Dilalah Lafdziyyah
Wadh’iyyah
Muthabaqiyyah
Lafadz yang menunjukkan kepada arti adalam
keseluruhan atau sepenuhnya.
Tadhammuniyah
Lafadz yang menunjukkan kepada sebagian
maknanya saja.
Iltizamiyyah
Lafadz yang menunjukkan kepada sesuatu yang di luar
maknanya tetapi merupakan kelaziman bagi sesuatu itu.
Menggunakan dilalah
muthabiqiyah dan
tadhomiyah dalam dialog dan
risalah-risalah ilmiah,
dengan tujuan
menyampaikan definisi dan
argumentasi yang benar.
1
Menggunakan dilalah
iltizamiyah, walaupun
penggunaannya dalam dialog
keseharian dan sastra akan
tetapi penggunaanya dalam
ilmu-ilmu untuk definisi dan
argumentasi, masih menjadi
perdebatan.
2
Para ilmuan mantiq setelah membahas berbagai bagian dilalah lafadz,
dalam rangka menjelaskan metode yang benar dalam menggunakannya,
mereka sampai kepada 2 kesimpulan:
Terima Kasih

Dallah dalam Ilmu Mantiq

  • 1.
    Apa Itu Dilalah? Mata Kuliah : Ilmu Mantiq Dosen Pengampu : Dewi Anggraeni, M.A. Nama Kelompok 3 Gita Rahmawati (2121078) Amirah Fauzatinnisa (2121081)
  • 2.
    Pengertian Dilalah •Dari katabahasa Arab yaitu, Daala- Yadulu-Dilalah yang mempunyai arti petunjuk atau yang menunjukan Bahasa • Memahami sesuatu (yang ditunjuk) dari sesuatu yang lain (yang menunjuki) • Sesuatu (yang ditunjuki) disebut “madlul”, sedang sesuatu (yang menunjuki) disebut “daal”. Istilah
  • 3.
  • 4.
    Thabi’iyyah • Apabila sipenunjuk merupakan gejala alam. • Seperti orang yang merintih-rintih “aduh” menunjukkan kesakitan. ‘Aqliyyah • Apabila si penunjuk merupakan pikiran. • Seperi adanya suara di balik suatu kamar. Wadh’iyyah • Apabila si penunjuk itu merupakan bikinan atau istilah • Seperti emas hitam artinya minyak. Dilalah Lafdziyyah Apabila yang menunjuki itu merupakan lafadz atau suara.
  • 5.
    Dilalah Ghair Lafdziyyah Apabilasi penunjuk bukan merupakan lafadz atau suara. Thabi’iyyah Apabila si penunjuk merupakan gejala alam, seperti muka merah menunjukkan malu. ‘Aqliyyah Apabila si penunjuk merupakan akal pikir, seperti menunjukkan ada orang yang memindahkannya. Wadh’iyyah Apabila si penunjuk itu merupakan istilah yang dibuat untuk menunjukkan arti yang dapat dipahami, seperti menunjukkan berhenti.
  • 6.
    Pembagian Dilalah Lafdziyyah Wadh’iyyah Muthabaqiyyah Lafadz yangmenunjukkan kepada arti adalam keseluruhan atau sepenuhnya. Tadhammuniyah Lafadz yang menunjukkan kepada sebagian maknanya saja. Iltizamiyyah Lafadz yang menunjukkan kepada sesuatu yang di luar maknanya tetapi merupakan kelaziman bagi sesuatu itu.
  • 7.
    Menggunakan dilalah muthabiqiyah dan tadhomiyahdalam dialog dan risalah-risalah ilmiah, dengan tujuan menyampaikan definisi dan argumentasi yang benar. 1 Menggunakan dilalah iltizamiyah, walaupun penggunaannya dalam dialog keseharian dan sastra akan tetapi penggunaanya dalam ilmu-ilmu untuk definisi dan argumentasi, masih menjadi perdebatan. 2 Para ilmuan mantiq setelah membahas berbagai bagian dilalah lafadz, dalam rangka menjelaskan metode yang benar dalam menggunakannya, mereka sampai kepada 2 kesimpulan:
  • 8.