PENATALAKSANAAN DEFORMITAS DENTOFASIAL DENGAN
OSTEODISTRAKSI
SKRIPSI
Diajukan untuk menempuh ujian sarjana
pada Fakultas Kedokteran Gigi
Universitas Padjadjaran
Joy andrey
160110080033
UNIVERSITAS PADJADJARAN
FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI
BANDUNG
2011
JUDUL : PENATALAKSANAAN DEFORMITAS
DENTOFASIAL DENGAN OSTEODISTRAKSI
PENYUSUN : JOY ANDREY
NPM : 160110080033
Bandung, Februari 2011
Menyetujui :
Pembimbing Utama,
Ida Ayu Astuti drg., Sp.BM
NIP 19500730 198003 2 001
Pembimbing Pendamping,
Asri Arumsari, drg., Sp. BM
NIP 19620702 198901 2001
ABSTRAK
Deformitas dentofasial merupakan suatu keadaan deformitas yang menetap pada
gigi dan rahang sehingga mempengaruhi benuk wajah seseorang. Malformasi yang terjadi
dapat mengenai satu rahang saja ataupun struktur kraniofasial yang lain. Deformitas
dentofasial secara konvensional dapat dirawat dengan perawatan ortodonti dan
pembedahan. Saat ini telah diperkenalkan sebuah tehnik baru yaitu osteodistraksi.
Osteodistraksi merupakan merupakan proses pembentukan tulang baru diantara
segmen tulang yang dipisahkan secara bertahap untuk pemanjangan tulang dan
menghasilkan pertumbuhan tulang secara alami. Seluruh jaringan sekitar, termasuk otot,
syaraf, pembuluh darah, TMJ, jaringan gusi, dan ligament periodontal, beradaptasi
terhadap adanya tekanan bertahap dari pemanjangan tulang.
Osteodistraksi memiliki beberapa tahapan, yaitu fase osteotomi, latensi, distraksi,
dan konsolidasi. Proses distraksi diawali dengan osteotomi pada rahang yang mengalami
kelainan, kemudian diikuti dengan penempatan distraktor sesuai dengan kebutuhan dan
tingkat keparahan dan kelainan. Dalam proses distraksi aktivasi merupakan hal yang
penting. Aktivasi yang ideal adalah 1 mm perhari untuk mendapatkan daya distraksi yang
ideal sehingga menghasilkan pemanjangan rahang sesuai dengan yang diharapkan.
Osteodistraksi membutuhkan diagnosa dan rencana perawatan. Untuk menunjang
diagnosa, dilakukan pemeriksaan klinis yang menyeluruh, analisa sefalometri, dan analisa
model studi. Osteodistraksi dianggap efektf dalam penanganan kasus deformitas
dentofasial, terutama pada malformasi yang disertai defisiensi jaringan.
ABSTRACT
Dentofacial deformity has been described as a deformity that affects primarily
the jaws and dentition that can affect the contour of the face. Such malformations may be
isolated to one jaw or may involve multiple craniofacial structures. Conventionally,
dentofacial deformities can be treated by integrated orthodontics-surgical treatment.
Recently, a new technique performed distraction osteogenesis or osteodistraction.
Osteodistraction is a biologic process of new bone formation between the bone
segments that are gradually separated for bone lengthening and produces continuous
bone formation naturally. All surrounding tissues, including muscles, nerves, cartilage,
blood vessels and skin, appears to adapt to the gradual tension of bone lengthening.
In general, osteodistraction could be involved in several phase, including
osteotomy phase, latency, distraction, and consolidartion. Distraction procces was
initially performed by osteotomy in area of bone deficiency, then followed by distractor
placement. During the the distraction, activation is an important thing. An optimal
distraction is done at a rate of 1mm per day, resulting bone advancement which is
achieved.
Osteodistraction also needs careful evaluation of the diagnostic and treatment
plan to achieve successful results. Distraction osteogenesis is believed to be effective for
dentofacial deformities improvement, especially in malformation with abnormal tissue
deficiency.
DAFTAR ISI
Halaman
ABSTRAK………………………………………………………………………………….
ABSTRACT…………………………………………………………………………….......
PRAKATA………………………………………………………………………………….
DAFTAR ISI………………………………………………………………………………..
DAFTAR TABEL…………………………………………………………………………..
DAFTAR GAMBAR………………………………………………………………….........
BAB 1 PENDAHULUAN……………………………………………………………….. 1
1.1 Latar Belakang………………………………………….…..…….......1
1.2 Metode Penulisan………………...……………………….…..……....2
1.3 Organisasi Karangan……………………………………….......……..3
BAB 2 OSTEODISTRAKSI……………………………….…………………..………….4
2.1 Definisi dan Sejarah………………………..………….………….…………4
2.2 Tahapan Ostedistraksi……………………….……….……….……………..5
2.2.1 Osteotomi……………………………….…………………..…………6
2.2.2 Fase Latensi……………………………….…………………..……….6
2.2.3 Fase Distraksi……………………………….…………………..……..7
2.2.4 Fase Konsolidasi……………………………….…………………..…..8
2.3 Respon Jaringan Terhadap Proses Distraksi….……..…………….…………9
2.4 Tipe Distraktor……………………………………………..…….…………12
2.5 Indikasi dan Kontraindikasi………………….…………..…………………14
2.5.1 Indikasi…………………………………………….……..…………..14
2.5.2 Kontraindikasi……………………………..………………….……...16
2.6 Keuntungan dan Kerugian………………..………………..……………….17
BAB 3 DEFORMITAS DENTOFASIAL…………...……………..……………………19
3.1 Definisi ………….………………………………………….……………...19
3.2 Etiologi…………………………..………………………………………....19
3.3 Osteodistraksi pada Deformitas Dentofasial…….…….……….…………..28
BAB 4 PERAWATAN DEFORMITAS DENTOFASIAL DENGAN
OSTEODISTRAKSI…………………………………………...……...…...……30
4.1 Persiapan dan Pemeriksaan Prabedah……………….…………………..…30
4.2 Tehnik Osteodistraksi…………......…………………..……………………34
4.2.1 Mandibular Lengthening……………………………………………..34
4.2.2 Mandibular Widening (Osteodistraksi Simfisis Transmandibular)….39
4.2.3 Maxila Lengthening…………………………………………………..45
4.2.4 Maxilla Widening (Osteodistraksi Transpalatal……………………...53
4.3 Komplikasi…………………………………….……………..…………….59
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………….………………...63
DAFTAR TABEL
No. Tabel Teks Halaman
3.1 Sindrom-sindrom kongenital yang dapat terjadi selama masa
perkembangan embrio…………………………………………………..20
3.2 Teratogen yang dapat memicu sindrom kongenital…………………….21
DAFTAR GAMBAR
N0. Gambar Teks Halaman
2.1 Fase Distraksi…………………………………………………………….5
2.2 Gambaran Radiologi pada Tikus selama proses distraksi………………..7
2.3 Alat Distraksi Ekstraoral pada Mandibula dan Maksila………………..13
2.4 Alat Distraksi Intraoral pada Mandibula dan maksila………………….13
3.1 Treacher Collins Syndrome dan Hemifacial Mirosomia……………….22
3.2 Celah Bibir dan Palatum……………………………………………......23
3.3 Achondroplasia dan Apert Syndrome………………………………….24
3.4 Defisiensi Bagian Tengah Wajah dan Mandibula………………….......25
3.5 Asimetri Wajah karena trauma kondilus dan Defisiensi midfasial karena
trauma pada masa kecil…………………………………………………27
3.6 Model Gigi Pasien Paralisis Stroke……………………………………..27
4.1 Osteotomi pada Mandibula……………………………………………..35
4.2 Reposisi Jaringan Lunak………………………………………………..37
4.3 Penyelesaian Osteotomi………………………………………………...37
4.4 Step Osteotomi…………..…………..…………..…………..………….43
4.5 Osteotomi vertkal pada Midline…………..…………..………………...44
4.6 Keadaan klinis sebelum perawatan distraksi transmandibular…………44
4.7 Tahap predistraksi………………………………………………………45
4.8 Postkonsolidasi…………………………………………………………45
4.9 Gambaran klinis setelah perawatan ortodonti selesai…………………..45
4.10 Variasi desain pada tehnik osteotomi Leffort I…………………………47
4.11 Pemasangan distraktor pada maksila…………………………………...48
4.12 Insisi pada maksila……………………………………………………..48
4.13 Desain osteotomi U (horseshoe type) pada palatal……………………49
4.14 Pemasangan Distraktor Palatal Untuk Mengontrol Gerakan
Dalam Arah Anteroposterior……………………………………………49
4.15 Pemasangan Distraktor Maksila………………………………………...51
4.16 Profil Wajah Sebelum (kiri) dan Sesudah (kanan)
Perawatan Osteodistraksi……………………………………………….52
4.17 Gambaran Intraoral dan Radiografi Pasien dengan Defisiensi
Maksila yang Parah…………………………………………………......52
4.18 Osteotomi pada Dinding Lateral Maksila…………………………...…..55
4.19 Midline Osteotomy yang Diselesaikan Dengan Ostetome……………...56
4.20 Seluruh Osteotomi Selesai…..…………………………………………..57
4.21 Tahap Osteotomi Hingga Reposisi Mukosa pada Palatum……………..57
4.22 Tahapan Osteodistraksi Transpalatal……………………………………58
4.23 Osteotomi diantara Molar Pertama dan Kedua…………………………60
4.24 Lengan Distraksi Patah………………………………………………….61
Cover

Cover

  • 1.
    PENATALAKSANAAN DEFORMITAS DENTOFASIALDENGAN OSTEODISTRAKSI SKRIPSI Diajukan untuk menempuh ujian sarjana pada Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Joy andrey 160110080033 UNIVERSITAS PADJADJARAN FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI BANDUNG 2011
  • 2.
    JUDUL : PENATALAKSANAANDEFORMITAS DENTOFASIAL DENGAN OSTEODISTRAKSI PENYUSUN : JOY ANDREY NPM : 160110080033 Bandung, Februari 2011 Menyetujui : Pembimbing Utama, Ida Ayu Astuti drg., Sp.BM NIP 19500730 198003 2 001 Pembimbing Pendamping, Asri Arumsari, drg., Sp. BM NIP 19620702 198901 2001
  • 3.
    ABSTRAK Deformitas dentofasial merupakansuatu keadaan deformitas yang menetap pada gigi dan rahang sehingga mempengaruhi benuk wajah seseorang. Malformasi yang terjadi dapat mengenai satu rahang saja ataupun struktur kraniofasial yang lain. Deformitas dentofasial secara konvensional dapat dirawat dengan perawatan ortodonti dan pembedahan. Saat ini telah diperkenalkan sebuah tehnik baru yaitu osteodistraksi. Osteodistraksi merupakan merupakan proses pembentukan tulang baru diantara segmen tulang yang dipisahkan secara bertahap untuk pemanjangan tulang dan menghasilkan pertumbuhan tulang secara alami. Seluruh jaringan sekitar, termasuk otot, syaraf, pembuluh darah, TMJ, jaringan gusi, dan ligament periodontal, beradaptasi terhadap adanya tekanan bertahap dari pemanjangan tulang. Osteodistraksi memiliki beberapa tahapan, yaitu fase osteotomi, latensi, distraksi, dan konsolidasi. Proses distraksi diawali dengan osteotomi pada rahang yang mengalami kelainan, kemudian diikuti dengan penempatan distraktor sesuai dengan kebutuhan dan tingkat keparahan dan kelainan. Dalam proses distraksi aktivasi merupakan hal yang penting. Aktivasi yang ideal adalah 1 mm perhari untuk mendapatkan daya distraksi yang ideal sehingga menghasilkan pemanjangan rahang sesuai dengan yang diharapkan. Osteodistraksi membutuhkan diagnosa dan rencana perawatan. Untuk menunjang diagnosa, dilakukan pemeriksaan klinis yang menyeluruh, analisa sefalometri, dan analisa model studi. Osteodistraksi dianggap efektf dalam penanganan kasus deformitas dentofasial, terutama pada malformasi yang disertai defisiensi jaringan.
  • 4.
    ABSTRACT Dentofacial deformity hasbeen described as a deformity that affects primarily the jaws and dentition that can affect the contour of the face. Such malformations may be isolated to one jaw or may involve multiple craniofacial structures. Conventionally, dentofacial deformities can be treated by integrated orthodontics-surgical treatment. Recently, a new technique performed distraction osteogenesis or osteodistraction. Osteodistraction is a biologic process of new bone formation between the bone segments that are gradually separated for bone lengthening and produces continuous bone formation naturally. All surrounding tissues, including muscles, nerves, cartilage, blood vessels and skin, appears to adapt to the gradual tension of bone lengthening. In general, osteodistraction could be involved in several phase, including osteotomy phase, latency, distraction, and consolidartion. Distraction procces was initially performed by osteotomy in area of bone deficiency, then followed by distractor placement. During the the distraction, activation is an important thing. An optimal distraction is done at a rate of 1mm per day, resulting bone advancement which is achieved. Osteodistraction also needs careful evaluation of the diagnostic and treatment plan to achieve successful results. Distraction osteogenesis is believed to be effective for dentofacial deformities improvement, especially in malformation with abnormal tissue deficiency.
  • 5.
    DAFTAR ISI Halaman ABSTRAK…………………………………………………………………………………. ABSTRACT……………………………………………………………………………....... PRAKATA…………………………………………………………………………………. DAFTAR ISI……………………………………………………………………………….. DAFTARTABEL………………………………………………………………………….. DAFTAR GAMBAR…………………………………………………………………......... BAB 1 PENDAHULUAN……………………………………………………………….. 1 1.1 Latar Belakang………………………………………….…..…….......1 1.2 Metode Penulisan………………...……………………….…..……....2 1.3 Organisasi Karangan……………………………………….......……..3 BAB 2 OSTEODISTRAKSI……………………………….…………………..………….4 2.1 Definisi dan Sejarah………………………..………….………….…………4 2.2 Tahapan Ostedistraksi……………………….……….……….……………..5 2.2.1 Osteotomi……………………………….…………………..…………6 2.2.2 Fase Latensi……………………………….…………………..……….6 2.2.3 Fase Distraksi……………………………….…………………..……..7
  • 6.
    2.2.4 Fase Konsolidasi……………………………….…………………..…..8 2.3Respon Jaringan Terhadap Proses Distraksi….……..…………….…………9 2.4 Tipe Distraktor……………………………………………..…….…………12 2.5 Indikasi dan Kontraindikasi………………….…………..…………………14 2.5.1 Indikasi…………………………………………….……..…………..14 2.5.2 Kontraindikasi……………………………..………………….……...16 2.6 Keuntungan dan Kerugian………………..………………..……………….17 BAB 3 DEFORMITAS DENTOFASIAL…………...……………..……………………19 3.1 Definisi ………….………………………………………….……………...19 3.2 Etiologi…………………………..………………………………………....19 3.3 Osteodistraksi pada Deformitas Dentofasial…….…….……….…………..28 BAB 4 PERAWATAN DEFORMITAS DENTOFASIAL DENGAN OSTEODISTRAKSI…………………………………………...……...…...……30 4.1 Persiapan dan Pemeriksaan Prabedah……………….…………………..…30 4.2 Tehnik Osteodistraksi…………......…………………..……………………34 4.2.1 Mandibular Lengthening……………………………………………..34 4.2.2 Mandibular Widening (Osteodistraksi Simfisis Transmandibular)….39
  • 7.
    4.2.3 Maxila Lengthening…………………………………………………..45 4.2.4Maxilla Widening (Osteodistraksi Transpalatal……………………...53 4.3 Komplikasi…………………………………….……………..…………….59 DAFTAR PUSTAKA………………………………………………….………………...63
  • 8.
    DAFTAR TABEL No. TabelTeks Halaman 3.1 Sindrom-sindrom kongenital yang dapat terjadi selama masa perkembangan embrio…………………………………………………..20 3.2 Teratogen yang dapat memicu sindrom kongenital…………………….21
  • 9.
    DAFTAR GAMBAR N0. GambarTeks Halaman 2.1 Fase Distraksi…………………………………………………………….5 2.2 Gambaran Radiologi pada Tikus selama proses distraksi………………..7 2.3 Alat Distraksi Ekstraoral pada Mandibula dan Maksila………………..13 2.4 Alat Distraksi Intraoral pada Mandibula dan maksila………………….13 3.1 Treacher Collins Syndrome dan Hemifacial Mirosomia……………….22 3.2 Celah Bibir dan Palatum……………………………………………......23 3.3 Achondroplasia dan Apert Syndrome………………………………….24 3.4 Defisiensi Bagian Tengah Wajah dan Mandibula………………….......25 3.5 Asimetri Wajah karena trauma kondilus dan Defisiensi midfasial karena trauma pada masa kecil…………………………………………………27 3.6 Model Gigi Pasien Paralisis Stroke……………………………………..27 4.1 Osteotomi pada Mandibula……………………………………………..35 4.2 Reposisi Jaringan Lunak………………………………………………..37 4.3 Penyelesaian Osteotomi………………………………………………...37 4.4 Step Osteotomi…………..…………..…………..…………..………….43 4.5 Osteotomi vertkal pada Midline…………..…………..………………...44 4.6 Keadaan klinis sebelum perawatan distraksi transmandibular…………44
  • 10.
    4.7 Tahap predistraksi………………………………………………………45 4.8Postkonsolidasi…………………………………………………………45 4.9 Gambaran klinis setelah perawatan ortodonti selesai…………………..45 4.10 Variasi desain pada tehnik osteotomi Leffort I…………………………47 4.11 Pemasangan distraktor pada maksila…………………………………...48 4.12 Insisi pada maksila……………………………………………………..48 4.13 Desain osteotomi U (horseshoe type) pada palatal……………………49 4.14 Pemasangan Distraktor Palatal Untuk Mengontrol Gerakan Dalam Arah Anteroposterior……………………………………………49 4.15 Pemasangan Distraktor Maksila………………………………………...51 4.16 Profil Wajah Sebelum (kiri) dan Sesudah (kanan) Perawatan Osteodistraksi……………………………………………….52 4.17 Gambaran Intraoral dan Radiografi Pasien dengan Defisiensi Maksila yang Parah…………………………………………………......52 4.18 Osteotomi pada Dinding Lateral Maksila…………………………...…..55 4.19 Midline Osteotomy yang Diselesaikan Dengan Ostetome……………...56 4.20 Seluruh Osteotomi Selesai…..…………………………………………..57 4.21 Tahap Osteotomi Hingga Reposisi Mukosa pada Palatum……………..57 4.22 Tahapan Osteodistraksi Transpalatal……………………………………58 4.23 Osteotomi diantara Molar Pertama dan Kedua…………………………60 4.24 Lengan Distraksi Patah………………………………………………….61