• Slide 1 – Judul: Bunga Tunggal dan Bunga
Majemuk
• “Selamat pagi semuanya. Hari ini kita akan
membahas topik penting dalam Matematika
Bisnis, yaitu tentang Bunga Tunggal dan Bunga
Majemuk. Konsep ini sering digunakan dalam
dunia keuangan, perbankan, dan investasi
untuk menghitung keuntungan atau biaya
pinjaman dari suatu modal.”
• Pengertian Bunga Tunggal
• “Bunga tunggal adalah bunga yang dihitung
hanya dari modal awal saja, tidak dari hasil
bunga sebelumnya. Artinya, setiap periode
perhitungan, besarnya bunga tetap sama.
Jenis bunga ini biasanya digunakan untuk
pinjaman jangka pendek, seperti pinjaman
pribadi atau koperasi.”
Rumus Bunga Tunggal
• Secara matematis, bunga tunggal dirumuskan
sebagai:
• I=P×i×nI = P times i times nI=P×i×n Keterangan:
• I = jumlah bunga
• P = modal awal (principal)
• i = suku bunga per periode
• n = lama waktu pinjaman
• Jadi, bunga dihitung dari perkalian antara modal,
suku bunga, dan waktu pinjaman.”
Contoh Soal Bunga Tunggal
• Contohnya, seorang pedagang kecil meminjam
uang Rp100.000 selama 3 bulan dengan bunga
6% per tahun.
Kita ubah 3 bulan menjadi ¼ tahun, maka:
• Artinya, bunga yang harus dibayar adalah
Rp1.500.”
Jumlah Akhir (Total Pembayaran)
• Jumlah total yang harus dibayar pada akhir
periode disebut jumlah akhir (F).
Rumusnya:
• Untuk contoh tadi:
• Jadi, total yang harus dikembalikan pedagang
pada akhir 3 bulan adalah Rp101.500.”
Pengertian Bunga Majemuk
• Berbeda dengan bunga tunggal, bunga majemuk
adalah bunga yang dihitung berdasarkan modal
awal ditambah bunga sebelumnya.
Artinya, bunga periode pertama akan ikut dihitung
dalam perhitungan bunga periode berikutnya.
Karena itu, sering disebut juga bunga berbunga.
Bunga majemuk banyak digunakan pada tabungan,
deposito, dan investasi jangka panjang.”
Rumus Bunga Majemuk
• Rumus umum bunga majemuk adalah:
• Keterangan:
• F = jumlah uang akhir
• P = modal awal
• i = tingkat bunga per periode
• n = jumlah periode waktu
• Semakin lama periode dan semakin besar bunga,
nilai akhirnya akan meningkat secara eksponensial.”
Contoh Soal Bunga Majemuk
• Misalnya, seseorang menyimpan uang
Rp1.000 dengan bunga 5% per tahun selama 3
tahun.
Maka:
• Artinya, setelah 3 tahun, uangnya menjadi
Rp1.158, termasuk bunga yang terus
bertambah setiap tahun.
Perbandingan Bunga Tunggal dan Majemuk
Aspek Bunga Tunggal Bunga Majemuk
Dasar perhitungan Hanya modal awal Modal + bunga
sebelumnya
Pertumbuhan Linear Eksponensial
Cocok untuk Pinjaman jangka pendek Investasi jangka panjang
Dari dua contoh tadi, dapat kita lihat perbedaan utamanya:
Jadi, dalam praktik bisnis, bunga majemuk biasanya menghasilkan nilai akhir
yang lebih besar dibanding bunga tunggal.”
• Kesimpulannya, memahami kedua jenis bunga
ini sangat penting untuk pengambilan
keputusan keuangan.
Bunga tunggal lebih sederhana dan cocok
untuk pinjaman pendek, sementara bunga
majemuk lebih menguntungkan untuk
investasi jangka panjang.

BUNGA TUNGGAL DAN MAJEMUK fsvdssvfvvsvsvsv.pptx

  • 1.
    • Slide 1– Judul: Bunga Tunggal dan Bunga Majemuk • “Selamat pagi semuanya. Hari ini kita akan membahas topik penting dalam Matematika Bisnis, yaitu tentang Bunga Tunggal dan Bunga Majemuk. Konsep ini sering digunakan dalam dunia keuangan, perbankan, dan investasi untuk menghitung keuntungan atau biaya pinjaman dari suatu modal.”
  • 2.
    • Pengertian BungaTunggal • “Bunga tunggal adalah bunga yang dihitung hanya dari modal awal saja, tidak dari hasil bunga sebelumnya. Artinya, setiap periode perhitungan, besarnya bunga tetap sama. Jenis bunga ini biasanya digunakan untuk pinjaman jangka pendek, seperti pinjaman pribadi atau koperasi.”
  • 3.
    Rumus Bunga Tunggal •Secara matematis, bunga tunggal dirumuskan sebagai: • I=P×i×nI = P times i times nI=P×i×n Keterangan: • I = jumlah bunga • P = modal awal (principal) • i = suku bunga per periode • n = lama waktu pinjaman • Jadi, bunga dihitung dari perkalian antara modal, suku bunga, dan waktu pinjaman.”
  • 4.
    Contoh Soal BungaTunggal • Contohnya, seorang pedagang kecil meminjam uang Rp100.000 selama 3 bulan dengan bunga 6% per tahun. Kita ubah 3 bulan menjadi ¼ tahun, maka: • Artinya, bunga yang harus dibayar adalah Rp1.500.”
  • 5.
    Jumlah Akhir (TotalPembayaran) • Jumlah total yang harus dibayar pada akhir periode disebut jumlah akhir (F). Rumusnya: • Untuk contoh tadi: • Jadi, total yang harus dikembalikan pedagang pada akhir 3 bulan adalah Rp101.500.”
  • 6.
    Pengertian Bunga Majemuk •Berbeda dengan bunga tunggal, bunga majemuk adalah bunga yang dihitung berdasarkan modal awal ditambah bunga sebelumnya. Artinya, bunga periode pertama akan ikut dihitung dalam perhitungan bunga periode berikutnya. Karena itu, sering disebut juga bunga berbunga. Bunga majemuk banyak digunakan pada tabungan, deposito, dan investasi jangka panjang.”
  • 7.
    Rumus Bunga Majemuk •Rumus umum bunga majemuk adalah: • Keterangan: • F = jumlah uang akhir • P = modal awal • i = tingkat bunga per periode • n = jumlah periode waktu • Semakin lama periode dan semakin besar bunga, nilai akhirnya akan meningkat secara eksponensial.”
  • 8.
    Contoh Soal BungaMajemuk • Misalnya, seseorang menyimpan uang Rp1.000 dengan bunga 5% per tahun selama 3 tahun. Maka: • Artinya, setelah 3 tahun, uangnya menjadi Rp1.158, termasuk bunga yang terus bertambah setiap tahun.
  • 9.
    Perbandingan Bunga Tunggaldan Majemuk Aspek Bunga Tunggal Bunga Majemuk Dasar perhitungan Hanya modal awal Modal + bunga sebelumnya Pertumbuhan Linear Eksponensial Cocok untuk Pinjaman jangka pendek Investasi jangka panjang Dari dua contoh tadi, dapat kita lihat perbedaan utamanya: Jadi, dalam praktik bisnis, bunga majemuk biasanya menghasilkan nilai akhir yang lebih besar dibanding bunga tunggal.”
  • 10.
    • Kesimpulannya, memahamikedua jenis bunga ini sangat penting untuk pengambilan keputusan keuangan. Bunga tunggal lebih sederhana dan cocok untuk pinjaman pendek, sementara bunga majemuk lebih menguntungkan untuk investasi jangka panjang.