BEP (Break Event Point)
atau Titik Impas
PRAKARYA DAN KEWIRAUSAHAAN
KELAS XI SEMESTER GANJIL
OLEH : YAYAN SUPYANI
TUJUAN PEMBELAJARAN :
➢ Peserta didik memahami pengertian BEP dengan baik dan benar.
➢ Peserta didik memahami manfaat BEP dengan baik dan benar.
➢ Peserta didik memahami komponen BEP dengan baik dan benar.
➢ Peserta didik mampu Menghitung BEP perunit dan BEP rupiah dengan
benar
DIMENSI PROFIL PELAJAR PANCASILA :
➢ BERNALAR KRITIS : Peserta didik mampu mengungkapkan ide dan
menanggapi ketika diskusi kelas dan kerja kelompok
➢ KREATIF : Menemukan pola matematika dan mampu menyelesaikan
soal dengan cara sendiri.
Pengertian BEP
⚫ BEP dapat diartikan suatu keadaan dimana dalam operasi perusahaan,
perusahaan tidak memperoleh laba dan tidak menderita kerugian (Munawir,
1986)
⚫ BEP adalah titik produksi, dimana hasil penjualan sama persis dengan total
biaya produksi. (Alwi, 1993) sehingga tidak ada laba dan tidak ada rugi.
Lanjutan…
⚫ Analisa BEP adalah suatu analisa untuk menentukan tingkat penjualan yang
harus dicapai oleh suatu perusahaan agar perusahaan tersebut tidak menderita
kerugian, tetapi juga belum memperoleh keuntungan. Dengan analisa BEP ini
juga akan diketahui berbagai tingkat keuntungan atau kerugian untuk berbagai
tingkat penjualan. (Munawir, 1986)
⚫ Dari segi produksi, BEP adalah titik yang menunjukkan tingkat produksi
barang/jasa yang dijual tetapi tidak memberikan keuntungan maupun kerugian.
Atau tingkat produksi barang/jasa dijual, di mana total penghasilan dan biaya
dalam keadaan impas atau sama besarnya. (Alwi, 1993)
Manfaat BEP
BEP amatlah penting kalau kita membuat usaha agar kita tidak mengalami
kerugian, diantara manfaat BEP adalah ;
1) Alat perencanaan untuk hasilkan laba.
2) Memberikan informasi mengenai berbagai tingkat volume penjualan,
serta hubungannya dengan kemungkinan memperoleh laba menurut
tingkat penjualan yang bersangkutan.
3) Mengevaluasi laba dari perusahaan secara keseluruhan.
4) Mengganti system laporan yang tebal dengan grafik yang mudah dibaca
dan dimengerti.
Komponen Perhitungan BEP
▶ Fixed Cost atau Biaya Tetap (FC)
Komponen ini merupakan biaya yang tetap atau konstan jika adanya tindakan
produksi atau meskipun perusahaan tidak berproduksi.
Total biaya pengeluaran tidak akan mengalami perubahan apabila terjadi
perubahan volume produksi. Biaya tetap secara total akan selalu konstan sampai
tingkat kapasitas penuh.
Biaya ini adalah biaya yang tetap kita harus keluarkan walaupun kita hanya menjual 1
unit atau 2 unit, 5 unit, 100 unit atau tidak menjual sama sekali.
Jadi, Biaya tetap (FC) adalah biaya yang jumlah totalnya tetap (tidak
tergantung volume produksi) dalam kisaran volume kegiatan tertentu.
Contoh Biaya Tetap
▶ Biaya untuk pembayaran sewa tempat/gedung.
▶ Biaya untuk pembayaran Pajak Bumi Bangunan (PBB)
▶ Biaya untuk pembayaran asuransi
▶ Biaya untuk upah tenaga kerja
▶ Biaya penyusutan alat-alat produksi/ mesin
Komponen Perhitungan BEP
▶ Variable Cost atau Biaya Variabel (VC)
Komponen ini merupakan biaya per unit yang sifatnya dinamis
tergantung dari tindakan volume produksinya. Jika produksi yang
direncanakan meningkat, berarti biaya variabelnya pasti akan meningkat.
atau total biaya pengeluaran berubah-ubah bergantung kepada
perubahan volume produksi/penjualan.
Jadi, Biaya Variabel (VC) adalah biaya yang jumlah totalnya berubah
sebanding dengan perubahan volume kegiatan.
Contoh Biaya Variabel
▶ Biaya untuk pembayaran bahan baku
▶ Biaya distribusi barang
▶ Biaya untuk komisi penjualan
▶ Biaya listrik
▶ Biaya kemasan dan label
Perbedaan Biaya Tetap dan Biaya Variabel
▶ Dilihat dari segi waktu
Biaya tetap merupakan pengeluaran yang biasanya tidak terjadi setiap hari. Biaya tetap
bisa dikeluarkan selama beberapa periode seperti per bulan, per tahun ataupun per
beberapa tahun sekali. Sementara itu, biaya variabel merupakan biaya yang dikeluarkan
dengan rentang waktu lebih pendek, bisa saja seminggu sekali ataupun tiap hari.
▶ Dilihat berdasarkan penentuan harganya
Perbedaan selanjutnya ialah berdasarkan penentuan harga. Walaupun jumlahnya besar,
biaya tetap sangat jarang digunakan sebagai dasar penentuan suatu harga barang
dan/atau jasa. Hal ini berbeda dengan biaya variabel dimana pada biaya ini menjadi
salah satu dasar penentuan harga suatu barang dan/atau jasa.
Perbedaan Biaya Tetap dan Biaya Variabel
▶ Dilihat berdasarkan nominal pembayaran
Selanjutnya perbedaan antara biaya tetap dan biaya variabel dilihat dari jumlah atau
nominal pembayaran. Biaya tetap umumnya memiliki nominal yang jauh lebih tinggi
daripada biaya variabel. Bahkan jika perusahaan berada pada profitabilitas nol atau
dalam arti lain tidak mendapatkan untung, nominal dari biaya tetap tidak akan berubah.
Berbeda halnya dengan biaya variabel dimana nominal ataupun jumlah yang
dikeluarkan jauh lebih rendah dan dapat disesuaikan dengan keadaan keuangan
perusahaan.
Perbedaan Biaya Tetap dan Biaya Variabel
▶ Dilihat berdasarkan segi hubungannya dengan produksi
Pada dasarnya biaya tetap adalah biaya yang tidak berhubungan langsung dengan proses
produksi barang. Jika terjadi pengurangan produksi, maka nominal biaya tetap tidak akan
berubah. Biaya variabel, di sisi lain, sangat terkait dengan proses produksi yang dikeluarkan
oleh perusahaan.
▶ Dibedakan berdasarkan pencatatan keuangan pada akuntansi
Laporan biaya variabel adalah laporan yang dapat dibuat setiap hari, setiap satu minggu,
bahkan setiap bulannya berdasarkan arus keluar masuk suatu produk. Di sisi lain, intensitas
pembuatan laporan untuk biaya tetap sangat jarang, bisa sebulan, setahun atau beberapa
tahun sekali.
▶ Selling Price atau Harga Produk (P)
Komponen ini adalah harga jual per unit barang atau jasa yang
telah diproduksi
Menentukan BEP
dapat dilakukan dengan menggunakan dua
Untuk menentukan BEP
pendekatan yaitu
1. Secara grafik/kurva
2. Secara matematis.
Menentukan BEP
Secara Grafik/Kurva
⚫ Besarnya jumlah unit yang dihasilkan dan volume yang terjual terlihat pada
sumbu horizontal (sumbu X) dan besarnya biaya dan penghasilan dari
penjualan atau penerimaan akan terlihat pada sumbu vertikal (sumbu Y).
⚫ Dalam gambar, BEP dapat ditentukan yaitu pada titik persilangan antara garis
penghasilan penjualan dengan garis biaya total. Apabila dari titik tersebut
ditarik garis lurus vertikal kebawah sampai sumbu Y akan nampak besarnya “BE”
dalam unit. Jika dari titik tersebut ditarik garis lurus horizontal ke samping
sampai sumbu Y, maka akan nampak besarnya “BE” dalam Rupiah.
Grafik BEP
Keterangan:
TR = Total Revenue (Penerimaan)
Q = Quantities (Produksi)
FC = Fixed Cost (Biaya Tetap)
VC = Variable Cost (Biaya Variabel)
TC = Total Cost (Total Biaya)
BEP = Break Even Point (Titik Impas
BE
P
TR TC
VC
FC
Grafik BEP
Perhitungan BEP secara Matematis
1. Break Even Point (BEP) Penjualan dalam Unit
BEP volume produksi menggambarkan produksi minimal yang harus dihasilkan
pada perusahaan agar tidak mengalami kerugian.
Rumus perhitungan BEP unit seperti berikut.
▶ Break Even Point (BEP) Rupiah
Perhitungan BEP secara Matematis
Contoh Soal :
1. Dalam usaha g a n t u n g a n k u n c i r e s i n , biaya tetap yang
harus dikeluarkan adalah Rp. 250.000,- dan biaya variabelnya
sebesar Rp. 3.000,- per unit. Direncanakan produk dijual dengan
harga Rp. 5.000,- per pcs. Maka titik-impas atau BEP usaha tersebut
adalah:
Atau:
Jadi, harus bisa menjual 125 gantungan kunci atau menjual sebesar Rp.
625.000,- supaya usaha gantungan kunci tersebut mencapai titik-impas (BEP).
Maksudnya adalah laku 125 gantungan atau hasil Rp. 625.000,- tersebut sudah
dapat digunakan untuk menutup semua pengeluaran tanpa harus merugi.
Ketika mampu menjual 126 gantungan kunci, maka 1 gantungan kunci itu
merupakan keuntungan yang diperoleh.
Latihan Soal
Perhitungan BEP
Kerjakan Soal di bawah ini di buku :
1) Suatu perusahaan Hiasan dinding mengeluarkan biaya tetap sebesar
Rp 800.000, kemudian biaya variabel perunit Rp 30.000. Harga jual
perunit Rp 40.000, maka berapa BEP perunitnya?
2) Sebuah perusahan tekstil “Usaha Maju” dengan biaya tetap
Rp.500.000. Biaya variabel per unit Rp.15.000. harga jual per unit
Rp.30.000. berapa BEP perusahan tekstil dalam rupiah?
3. Rencana penjualan produk kerajinan tahun 2016 meliputi kedua jenis produk
adalah sebagai berikut:
Biaya Tetap keseluruhan Rp. 5.000.000,- setahun
Dengan data tersebut, tentukan
1. BEP produk A dalam unit
2. BEP produk B dalam unit, dan
3. BEP perusahaan secara keseluruhan dalam rupiah
No Nama Produk Jumlah unit Harga/unit Total
1 Produk X 1.000 Rp. 5.000 Rp. 5.000.000,00
2 Biaya variable X 1.000 Rp. 2.500 Rp. 2.500.000,00
4. Selesaikan Soal berikut :
Total Biaya tetap keseluruhan Rp.6.000.000,-
Hitunglah :
1. BEP unit
2. BEP rupiah
SELAMAT MENGERJAKAN ☺

BREAK EVEN POINT (BEP) KELAS XI edit 1.pdf

  • 1.
    BEP (Break EventPoint) atau Titik Impas PRAKARYA DAN KEWIRAUSAHAAN KELAS XI SEMESTER GANJIL OLEH : YAYAN SUPYANI
  • 2.
    TUJUAN PEMBELAJARAN : ➢Peserta didik memahami pengertian BEP dengan baik dan benar. ➢ Peserta didik memahami manfaat BEP dengan baik dan benar. ➢ Peserta didik memahami komponen BEP dengan baik dan benar. ➢ Peserta didik mampu Menghitung BEP perunit dan BEP rupiah dengan benar
  • 3.
    DIMENSI PROFIL PELAJARPANCASILA : ➢ BERNALAR KRITIS : Peserta didik mampu mengungkapkan ide dan menanggapi ketika diskusi kelas dan kerja kelompok ➢ KREATIF : Menemukan pola matematika dan mampu menyelesaikan soal dengan cara sendiri.
  • 4.
    Pengertian BEP ⚫ BEPdapat diartikan suatu keadaan dimana dalam operasi perusahaan, perusahaan tidak memperoleh laba dan tidak menderita kerugian (Munawir, 1986) ⚫ BEP adalah titik produksi, dimana hasil penjualan sama persis dengan total biaya produksi. (Alwi, 1993) sehingga tidak ada laba dan tidak ada rugi.
  • 5.
    Lanjutan… ⚫ Analisa BEPadalah suatu analisa untuk menentukan tingkat penjualan yang harus dicapai oleh suatu perusahaan agar perusahaan tersebut tidak menderita kerugian, tetapi juga belum memperoleh keuntungan. Dengan analisa BEP ini juga akan diketahui berbagai tingkat keuntungan atau kerugian untuk berbagai tingkat penjualan. (Munawir, 1986) ⚫ Dari segi produksi, BEP adalah titik yang menunjukkan tingkat produksi barang/jasa yang dijual tetapi tidak memberikan keuntungan maupun kerugian. Atau tingkat produksi barang/jasa dijual, di mana total penghasilan dan biaya dalam keadaan impas atau sama besarnya. (Alwi, 1993)
  • 6.
    Manfaat BEP BEP amatlahpenting kalau kita membuat usaha agar kita tidak mengalami kerugian, diantara manfaat BEP adalah ; 1) Alat perencanaan untuk hasilkan laba. 2) Memberikan informasi mengenai berbagai tingkat volume penjualan, serta hubungannya dengan kemungkinan memperoleh laba menurut tingkat penjualan yang bersangkutan. 3) Mengevaluasi laba dari perusahaan secara keseluruhan. 4) Mengganti system laporan yang tebal dengan grafik yang mudah dibaca dan dimengerti.
  • 7.
    Komponen Perhitungan BEP ▶Fixed Cost atau Biaya Tetap (FC) Komponen ini merupakan biaya yang tetap atau konstan jika adanya tindakan produksi atau meskipun perusahaan tidak berproduksi. Total biaya pengeluaran tidak akan mengalami perubahan apabila terjadi perubahan volume produksi. Biaya tetap secara total akan selalu konstan sampai tingkat kapasitas penuh. Biaya ini adalah biaya yang tetap kita harus keluarkan walaupun kita hanya menjual 1 unit atau 2 unit, 5 unit, 100 unit atau tidak menjual sama sekali. Jadi, Biaya tetap (FC) adalah biaya yang jumlah totalnya tetap (tidak tergantung volume produksi) dalam kisaran volume kegiatan tertentu.
  • 8.
    Contoh Biaya Tetap ▶Biaya untuk pembayaran sewa tempat/gedung. ▶ Biaya untuk pembayaran Pajak Bumi Bangunan (PBB) ▶ Biaya untuk pembayaran asuransi ▶ Biaya untuk upah tenaga kerja ▶ Biaya penyusutan alat-alat produksi/ mesin
  • 9.
    Komponen Perhitungan BEP ▶Variable Cost atau Biaya Variabel (VC) Komponen ini merupakan biaya per unit yang sifatnya dinamis tergantung dari tindakan volume produksinya. Jika produksi yang direncanakan meningkat, berarti biaya variabelnya pasti akan meningkat. atau total biaya pengeluaran berubah-ubah bergantung kepada perubahan volume produksi/penjualan. Jadi, Biaya Variabel (VC) adalah biaya yang jumlah totalnya berubah sebanding dengan perubahan volume kegiatan.
  • 10.
    Contoh Biaya Variabel ▶Biaya untuk pembayaran bahan baku ▶ Biaya distribusi barang ▶ Biaya untuk komisi penjualan ▶ Biaya listrik ▶ Biaya kemasan dan label
  • 11.
    Perbedaan Biaya Tetapdan Biaya Variabel ▶ Dilihat dari segi waktu Biaya tetap merupakan pengeluaran yang biasanya tidak terjadi setiap hari. Biaya tetap bisa dikeluarkan selama beberapa periode seperti per bulan, per tahun ataupun per beberapa tahun sekali. Sementara itu, biaya variabel merupakan biaya yang dikeluarkan dengan rentang waktu lebih pendek, bisa saja seminggu sekali ataupun tiap hari. ▶ Dilihat berdasarkan penentuan harganya Perbedaan selanjutnya ialah berdasarkan penentuan harga. Walaupun jumlahnya besar, biaya tetap sangat jarang digunakan sebagai dasar penentuan suatu harga barang dan/atau jasa. Hal ini berbeda dengan biaya variabel dimana pada biaya ini menjadi salah satu dasar penentuan harga suatu barang dan/atau jasa.
  • 12.
    Perbedaan Biaya Tetapdan Biaya Variabel ▶ Dilihat berdasarkan nominal pembayaran Selanjutnya perbedaan antara biaya tetap dan biaya variabel dilihat dari jumlah atau nominal pembayaran. Biaya tetap umumnya memiliki nominal yang jauh lebih tinggi daripada biaya variabel. Bahkan jika perusahaan berada pada profitabilitas nol atau dalam arti lain tidak mendapatkan untung, nominal dari biaya tetap tidak akan berubah. Berbeda halnya dengan biaya variabel dimana nominal ataupun jumlah yang dikeluarkan jauh lebih rendah dan dapat disesuaikan dengan keadaan keuangan perusahaan.
  • 13.
    Perbedaan Biaya Tetapdan Biaya Variabel ▶ Dilihat berdasarkan segi hubungannya dengan produksi Pada dasarnya biaya tetap adalah biaya yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi barang. Jika terjadi pengurangan produksi, maka nominal biaya tetap tidak akan berubah. Biaya variabel, di sisi lain, sangat terkait dengan proses produksi yang dikeluarkan oleh perusahaan. ▶ Dibedakan berdasarkan pencatatan keuangan pada akuntansi Laporan biaya variabel adalah laporan yang dapat dibuat setiap hari, setiap satu minggu, bahkan setiap bulannya berdasarkan arus keluar masuk suatu produk. Di sisi lain, intensitas pembuatan laporan untuk biaya tetap sangat jarang, bisa sebulan, setahun atau beberapa tahun sekali.
  • 14.
    ▶ Selling Priceatau Harga Produk (P) Komponen ini adalah harga jual per unit barang atau jasa yang telah diproduksi
  • 15.
    Menentukan BEP dapat dilakukandengan menggunakan dua Untuk menentukan BEP pendekatan yaitu 1. Secara grafik/kurva 2. Secara matematis.
  • 16.
    Menentukan BEP Secara Grafik/Kurva ⚫Besarnya jumlah unit yang dihasilkan dan volume yang terjual terlihat pada sumbu horizontal (sumbu X) dan besarnya biaya dan penghasilan dari penjualan atau penerimaan akan terlihat pada sumbu vertikal (sumbu Y). ⚫ Dalam gambar, BEP dapat ditentukan yaitu pada titik persilangan antara garis penghasilan penjualan dengan garis biaya total. Apabila dari titik tersebut ditarik garis lurus vertikal kebawah sampai sumbu Y akan nampak besarnya “BE” dalam unit. Jika dari titik tersebut ditarik garis lurus horizontal ke samping sampai sumbu Y, maka akan nampak besarnya “BE” dalam Rupiah.
  • 17.
    Grafik BEP Keterangan: TR =Total Revenue (Penerimaan) Q = Quantities (Produksi) FC = Fixed Cost (Biaya Tetap) VC = Variable Cost (Biaya Variabel) TC = Total Cost (Total Biaya) BEP = Break Even Point (Titik Impas BE P TR TC VC FC
  • 18.
  • 19.
    Perhitungan BEP secaraMatematis 1. Break Even Point (BEP) Penjualan dalam Unit BEP volume produksi menggambarkan produksi minimal yang harus dihasilkan pada perusahaan agar tidak mengalami kerugian. Rumus perhitungan BEP unit seperti berikut.
  • 20.
    ▶ Break EvenPoint (BEP) Rupiah Perhitungan BEP secara Matematis
  • 21.
    Contoh Soal : 1.Dalam usaha g a n t u n g a n k u n c i r e s i n , biaya tetap yang harus dikeluarkan adalah Rp. 250.000,- dan biaya variabelnya sebesar Rp. 3.000,- per unit. Direncanakan produk dijual dengan harga Rp. 5.000,- per pcs. Maka titik-impas atau BEP usaha tersebut adalah:
  • 22.
    Atau: Jadi, harus bisamenjual 125 gantungan kunci atau menjual sebesar Rp. 625.000,- supaya usaha gantungan kunci tersebut mencapai titik-impas (BEP). Maksudnya adalah laku 125 gantungan atau hasil Rp. 625.000,- tersebut sudah dapat digunakan untuk menutup semua pengeluaran tanpa harus merugi. Ketika mampu menjual 126 gantungan kunci, maka 1 gantungan kunci itu merupakan keuntungan yang diperoleh.
  • 23.
  • 24.
    Kerjakan Soal dibawah ini di buku : 1) Suatu perusahaan Hiasan dinding mengeluarkan biaya tetap sebesar Rp 800.000, kemudian biaya variabel perunit Rp 30.000. Harga jual perunit Rp 40.000, maka berapa BEP perunitnya? 2) Sebuah perusahan tekstil “Usaha Maju” dengan biaya tetap Rp.500.000. Biaya variabel per unit Rp.15.000. harga jual per unit Rp.30.000. berapa BEP perusahan tekstil dalam rupiah?
  • 25.
    3. Rencana penjualanproduk kerajinan tahun 2016 meliputi kedua jenis produk adalah sebagai berikut: Biaya Tetap keseluruhan Rp. 5.000.000,- setahun
  • 26.
    Dengan data tersebut,tentukan 1. BEP produk A dalam unit 2. BEP produk B dalam unit, dan 3. BEP perusahaan secara keseluruhan dalam rupiah
  • 27.
    No Nama ProdukJumlah unit Harga/unit Total 1 Produk X 1.000 Rp. 5.000 Rp. 5.000.000,00 2 Biaya variable X 1.000 Rp. 2.500 Rp. 2.500.000,00 4. Selesaikan Soal berikut : Total Biaya tetap keseluruhan Rp.6.000.000,- Hitunglah : 1. BEP unit 2. BEP rupiah
  • 28.