Page44
BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
Akuntabilitas kinerja adalah kewajiban untuk menjawab dari perorangan,
badan hukum atau pimpinan kolektif secara transparan mengenai keberhasilan
atau kegagalan dalam melaksanakan misi organisasi kepada pihak-pihak yang
berwenang menerima pelaporan akuntabilitas/pemberi amanah. Dinas
Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Banjarbaru selaku
pengemban amanah masyarakat melaksanakan kewajiban berakuntabilitas
melalui penyajian Laporan Akuntabilitas Kinerja Dinas Penanaman Modal dan
Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Banjarbaru yang dibuat sesuai ketentuan
yang diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang
Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), Keputusan Kepala
LAN Nomor 239/IX/618/2003 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan
Pelaporan Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Negara
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun
2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata
Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. Laporan tersebut
memberikan gambaran penilaian tingkat pecapaian target masing-masing
indikator sasaran srategis yang ditetapkan dalam dokumen Renstra Tahun
2016-2021 maupun Rencana Kerja Tahun 2018 Sesuai dengan ketentuan
tersebut, pengukuran kinerja digunakan untuk menilai keberhasilan dan
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH
DINAS PENANAMAN MODAL DAN PTSP
KOTA BANJARBARU
Page45
kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program, sasaran yang
ditetapkan untuk mewujudkan Visi dan Misi Dinas Penanaman Modal dan
Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Banjarbaru.
3.1. Perjanjian Kinerja
Perjanjian kinerja merupakan pelaksanaan Instruksi Presiden
Nomor 5 Tahun 2014 tentang percepatan pemberantasan korupsi
sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis
Penyusunan Perjanjian Kinerja. Dokumen Perjanjian Kinerja Merupakan
suatu dokumen pernyataan kinerja/kesepakatan kinerja/perjanjian
kinerja antara atasan dengan bawahan untuk mewujudkan target kinerja
tertentu berdasarkan pada sumberdaya yang dimiliki oleh Dinas
Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Untuk menjamin
tercapainya sasaran dan target secara optimal dan tepat waktu, visi dan
misi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu harus
menjadi acuan sekaligus landasan penyusunan strategi. Dari visi dan
misi tersebut dirumuskan sasaran strategis.
Penyusunan perjanjian kinerja merupakan salah satu tahapan
dalam Sistem Akuntabilitas Instansi Pemrintah yang termuat dalam
Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas
Kinerja Instansi Pemerintah. Menurut petunjuk teknis perjanjian kinerja,
palporan kinerja dan tatacara reviu instansi pemerintah yang termuat
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH
DINAS PENANAMAN MODAL DAN PTSP
KOTA BANJARBARU
Page46
dalam Permenpan Nomor 53 Tahun 2014. Kinerja yang disepakati tidak
dibatasi pada kinerja yang dihasilkan atas kegiatan tahun berangkutan,
tetapi termasuk kinerja (outcome) yang seharusnya terwujud akibat
kegiatan tahun-tahun sebelumnya. Dengan demikian target kinerja yang
diperjanjikan juga mencakup outcome yang dihasilkan dari kegiatan
tahun-tahun sebelumnya, sehingga terwujud kesinambungan kinerja
setiap tahunnya.
3.1.1. Tujuan Penyusunan:
1. Sebagai wujud nyata komitmen Bupati/Walikota dan pimpinan SKPD
untuk meningkatkan integritas, akuntabilitas, transparansi dan
kinerja aparatur;
2. Menciptakan tolok ukur kinerja sebagai dasar evaluasi kinerja ASN;
3. Sebagai dasar penilaian keberhasilan/kegagalan pencapaian tujuan
dan sasaran organisasi dan sebagai dasar pemberian penghargaan
dan sanksi;
4. Sebagai dasar bagi Walikota untuk melakukan monitoring, evaluasi,
dan supervisi atas perkembangan/kemajuan kinerja pimpinan SKPD.
5. Sebagai dasar dalam penetapan sasaran kinerja pegawai.
3.1.2. Penyusunan Perjanjian Kinerja:
1. Pihak yang menyusun perjanjian kinerja;
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH
DINAS PENANAMAN MODAL DAN PTSP
KOTA BANJARBARU
Page47
2. Pemerintah Daerah menyusun Perjanjian Kinerja tingkat Pemerintah
yang ditandatangani oleh Bupati/Walikota;
3. Pimpinan SKPD menyusun Perjanjian Kinerja kemudian
ditandatangani oleh Bupati/Walikota dan pimpinan SKPD.
3.1.3. Waktu Penyusunan
Perjanjian kinerja harus disusun, setelah SKPD menerima dokumen
pelaksanaan anggaran, paling lambat satu bulan setelah dokumen
anggaran disahkan.
3.1.4. Penggunaan Sasaran dan Indikator
Perjanjian Kinerja menyajikan Indikator Kinerja Utama yang
menggambarkan hasil yang utama dan kondisi yang seharusnya, tanpa,
mengesampingkan indikator yang lain yang relevan. Untuk Pemerintah
Daerah sasaran yang digunakan menggambarkan dampak dan
outcome yang di hasilkan serta menggunakan Indikator Kinerja Utama
Pemerintah Daerah dan indikator kinerja lainnya yang relevan.
Sedangkan tingkat Eselon II dan Eselon III sasaran yang digunakan
menggambarkan outcome dan output pada bidangnya serta
menggunakan Indikator Utama SKPD dan Indikator kinerja lain yang
relevan. Sesuai dengan tujuan dan sasaran jangka menengah Dinas
Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Banjarbaru
dan sebagai bahan yang diperjanjikan oleh Kepala Dinas Penanaman
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH
DINAS PENANAMAN MODAL DAN PTSP
KOTA BANJARBARU
Page48
Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Banjarbaru dengan
Walikota Banjarbaru dan besaran anggaran yang direncanakan melalui
Program / Kegiatan pada Tahun 2018 adalah sebagai berikut :
Tabel 2.1
Perjanjian Kinerja
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota
Banjarbaru Tahun 2018
NO.
SASARAN
STRATEGIS
IKU / INDIKATOR
KINERJA
SATUAN TARGET
1.
Meningkatnya
Realisasi Investasi
Daerah
Nilai Investasi PMDN Milyar Rupiah 380
Nilai Investasi PMA Milyar Rupiah 14
2.
Terwujudnya
Kepuasan Masyarakat
Dalam Pelayanan
Perizinan dan
Penanaman Modal
Nilai Indeks Kepuasan
Masyarakat
Angka
Kriteria
80,5
Nilai Skor Kepatuhan
Standart Pelayanan
Angka
Kriteria
98
Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Rp. 625.454.100,-
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana
Aparatur Rp. 354.870.500,-
Program Peningkatan Disiplin Aparatur Rp. 12.250.000,-
Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan
Capaian Kinerja dan Keuangan Rp. 68.578.900,-
Program Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi Rp. 202.950.000,-
Program Peningkatan Iklim Investasi dan Realisasi Investasi Rp. 63.385.300,-
Program Peningkatan Pelayanan Masyarakat Rp. 635.927.500,-
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH
DINAS PENANAMAN MODAL DAN PTSP
KOTA BANJARBARU
Page49
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH
DINAS PENANAMAN MODAL DAN PTSP
KOTA BANJARBARU
Page50
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH
DINAS PENANAMAN MODAL DAN PTSP
KOTA BANJARBARU
Page51
3.2. Perencanaan Strategis
Rencana strategis merupakan suatu proses yang berorientasi pada hasil
yang ingin dicapai selama kurun waktu satu sampai lima tahun dengan mempe
rhitungkan potensi, peluang dan kendala yang ada atau mungkin timbul.
Rencana Strategis Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu
Pintu Kota Banjarbaru Tahun 2016-2021 merupakan bagian integral dan
kebijaksanaan dan program Pemerintah Kota Banjarbaru dan merupakan
landasan dan pedoman bagi seluruh aparat pelaksana pada jajaran Dinas
Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dalam melaksanakan
tugas-tugas penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan selama kurun
waktu 5 (lima) tahun.
Dalam rangka implementasi atau penjabaran dari misi, ditetapkan tujuan
yang merupakan sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan pada kurun waktu
tertentu serta menggambarkan arah strategis organisasi, perbaikan-perbaikan
yang ingin dicapai sesuai dengan tugas dan fungsi serta meletak kan kerangka
proiritas untuk memfokuskan program dan kegiatan yang akan dilaksanakan.
Untuk menjabarkan tujuan agar terukur dan dapat dicapai secara nyata, Dinas
Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu menyusun sasaran
strategis, sasaran Strategis Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu
Satu Pintu Tahun 2016-2021 adalah sebagai berikut:
1. Meningkatnya Realisasi Investasi Daerah;
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH
DINAS PENANAMAN MODAL DAN PTSP
KOTA BANJARBARU
Page52
2. Terwujudnya Kepuasan Masyarakat dalam Pelayanan Perizinan dan
Penanaman Modal:
3. Meningkatkan Pelayanan dan Akuntabilitas Kinerja Dinas
Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.
Sasaran strategis Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu
Pintu, diatas akan dicapai melalui 6Program yang akan dilaksanakan oleh
masing-masing eselon III sesuai dengan tugas dan fungsinya. Adapun ke 5
(lima) program tersebut adalah:
1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran;
Program ini bertujuan untuk mewujudkan kepuasan masayarakat
dalam pelayanan dan perizinan dan penanaman modal serta untuk
mewujudkan peningkatan pelayanan dan akuntabilitas kinerja;
2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur;
Program ini bertujuan untukmewujudkan kepuasan masyarakat dalm
memfasilitasi proses perizinan;
3. Program Peningkatan Sistem Pelaporan Capaian dan Kinerja dan
Keuangan;
Program ini bertujuan meningkatkan kinerja SKPD dalam
pemenuhan laporan capaian kinerja dan keuangan;
4. Program Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi;
Program ini bertujuan untuk mewujudkan kepuasan masyarakat
dalam pelayanan perizinan dan penanaman modal;
5. Program Peningkatan Iklim Investasi Dan Realisasi Investasi;
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH
DINAS PENANAMAN MODAL DAN PTSP
KOTA BANJARBARU
Page53
Program ini bertujuan untuk mewujudkan kepuasan masyarakat
dalam pelayanan perizinan dan penanaman modal;
6. Program Peningkatan Pelayanan Masyarakat;
Program ini bertujuan untuk mewujudkan kepuasan masyarakat
dalam pelayanan perizinan dan penanaman modal.
3.3. Capaian Kinerja
Adapun pengukuran kinerja dilakukan dengan cara membandingkan
target setiap Indikator Kinerja Sasaran dengan realisasi nya. Setelah dilakukan
penghitungan realisasi akan diketahui selisih atau celah kinerja (performance
gap). Selanjutnya berdasarkan selisih kinerja tersebut dilakukan evaluasi guna
mendapatkan strategi yang tepat untuk peningkatan kinerja dimasa yang akan
datang (performane improvment). Dalam memberikan penilaian tingkat
capaian kinerja setiap sasaran, menggunakan skala pengukuran 4 (empat)
kategori sebagai berikut:
a. Bila Indikator Sasaran mempunyai makna progres positif, maka skala
yang digunakan sebagai berikut:
Skor Rentang Capaian Kategori Capaian
4 Lebih dari 100% Sangat Baik
3 75% sampai 100% Baik
2 55% sampai 75% Cukup
1 1 Kurang dari 55% Kurang
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH
DINAS PENANAMAN MODAL DAN PTSP
KOTA BANJARBARU
Page54
b. Sebaliknya bilamana Indikator sasaran mempunyai makna progres
negatif, maka skala yang digunakan sebagai berikut:
Skor Rentang Capaian Kategori Capaian
1 Lebih dari 100% Kurang
2 75% sampai 100% Cukup
3 55% sampai 75% Baik
4 1 Kurang dari 55% Sangat Baik
Pengukuran tingkat capaian kinerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan
Terpadu Satu Pintu Kota Banjarbaru Tahun 2018 diukur dengan cara
membandingkan antara target pencapaian Indikator Sasaran yang telah
ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan
Terpadu Satu Pintu Kota Banjarbaru Tahun 2018 dengan realisasinya.
Tingkat capaian kinerja Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kota
Banjarbaru Tahun 2018 berdasarkan hasil pegukurannya dapat digambarkan
dalam tabel sebagai berikut:
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH
DINAS PENANAMAN MODAL DAN PTSP
KOTA BANJARBARU
Page55
HASIL CAPAIAN KINERJA
SASARAN
STRATEGIS
INDIKATOR
KINERJA
TARGET REALISASI
CAPAIAN
(%)
Meningkatnya
Realisasi
Investasi
Daerah
Nilai Investasi
Daerah
Pertahun
(Rp)
Rp. 1.556,6
M
Rp. 1.630,45
M
104,74
Nilai Investasi
Daerah
PMDN (Rp)
Rp. 380 M Rp. 516,55 M 135,9
Nilai Investasi
Daerah PMA
(Rp)
Rp. 14 M Rp. 23,5 M 167,8
Terwujudnya
Kepuasan
Masyarakat
Dalam
Pelayanan
Perizinan dan
Penanaman
Modal
Nilai Indeka
Kepuasan
Masyarakat
80,5 84,85 105,4
Nilai Skor
Kepatuhan
Standar
Pelayanan
Versi
Ombudsman
98 98,875 100,89
3.4 Capaian Kinerja Organisasi
Adapun pengukuran kinerja dilakukan dengan cara membandingkan
target setiap indikator kinerja sasaran dengan realisasinya. Setelah dilakukan
perhitungan akan diketahui selisih atau celah kinerja (performance gap).
Selanjutnya berdasarkan selisih kinerja tersebut dilakukan evaluasi guna
mendapatkan strategi yang tepat untuk peningkatan kinerja dimasa yang akan
datang (performane improvment). Secara umum Dinas Penanaman Modal dan
Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Banjarbaru telah dapat melaksanakan
tugas pokok dan fungsinya instansi pelayanan masyarakat bidang Penanaman
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH
DINAS PENANAMAN MODAL DAN PTSP
KOTA BANJARBARU
Page56
Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu di Kota Banjarbaru, baik kegiatan
yang bersifat administrasi maupun bersifat teknis secara proporsional telah
berjalan dengan baik, hal ini dalam rangka membina, meningkatkan,
mengembangkan UKM serta pelaku usaha disegala bidang untuk menunjang
pembangunan ekonimi daerah.
Pengukuran tingkat capaian kinerja Dinas Penanaman Modal dan
Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Banjarbaru Tahun 2018 diukur dengan
cara membandingkan antara target pencapaian indikator kinerja sasaran yang
telah ditetapkan dalam Penetapan Kinerja Dinas Penanaman Modal dan
Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Banjarbar Tahun 2018 dengan
realisasinya.
Tingkat pencapaian kinerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu
Satu Pintu Kota Banjarbaru berdasarkan hasil pengukuran kinerja dapat
digambarkan dalam tabel sebagai berikut:
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH
DINAS PENANAMAN MODAL DAN PTSP
KOTA BANJARBARU
Page57
HASIL CAPAIAN KINERJA DINAS PENANAMAN MODAL DAN
PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KOTA BANJARBARU
Tujuan 1
Meningkatnya Perekonomian dan Kemandirian Daerah
Sasaran Strategis 1
Meningkatnya Realisasi Investasi Daerah
Indikator
Kinerja
Target
2018
(Milyar
Rp)
Capaian/Ralisasi
%
Capaian
Kategori2016
(Milyar Rp)
2017
(Milyar
Rp)
2018
(Milyar
Rp)
Nilai Investasi
Daerah
Pertahun (Rp)
1.556,6 790,6 1.090,4 1.630,45 104,74
Sangat
Baik
Nilai Investasi
Daerah PMDN
(Rp)
380 410 289,8 516,55 135,9
Sangat
Baik
Nilai Investasi
Daerah PMA
(Rp)
14 10,6 10,005 23,5 167,8
Sangat
Baik
Grafik Perkembangan Nilai Investasi Daerah Pertahun
Rp0
Rp200.000.000.000
Rp400.000.000.000
Rp600.000.000.000
Rp800.000.000.000
Rp1.000.000.000.000
Rp1.200.000.000.000
Rp1.400.000.000.000
Rp1.600.000.000.000
Rp1.800.000.000.000
Target Realisasi
Tahun 2016
Tahun 2017
Tahun 2018
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH
DINAS PENANAMAN MODAL DAN PTSP
KOTA BANJARBARU
Page58
Grafik Perkembangan Nilai Investasi Daerah PMDN
Grafik Perkembangan Nilai Investasi Daerah PMA
Rp0
Rp100.000.000.000
Rp200.000.000.000
Rp300.000.000.000
Rp400.000.000.000
Rp500.000.000.000
Rp600.000.000.000
Target Realisasi
Tahun 2016
Tahun 2017
Tahun 2018
Rp0
Rp5.000.000.000
Rp10.000.000.000
Rp15.000.000.000
Rp20.000.000.000
Rp25.000.000.000
Target Realisasi
Tahun 2016
Tahun 2017
Tahun 2018
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH
DINAS PENANAMAN MODAL DAN PTSP
KOTA BANJARBARU
Page59
Tujuan 2
Meningkatkan Kepuasan Masyarakat Dalam Pelayanan Perizinan dan Penanaman
Modal
Sasaran Strategis 2
Terwujudnya Kepuasan Masyarakat Dalam Pelayanan Perizinan dan Penanaman
Modal
Indikator
Kinerja
Target 2018
Capaian/Ralisasi %
Capaian
Kategori
2016 2017 2018
Nilai Indeks
Kepuasan
Masyarakat
80,5 81,345 81,326 84,85 105,4 Sangat Baik
Nilai Skor
Kepatuhan
Standar
Pelayanan Versi
Ombudsman
98 80.07 98 98,875 100,89 Sangat Baik
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH
DINAS PENANAMAN MODAL DAN PTSP
KOTA BANJARBARU
Page60
Grafik Perkembangan Hasil Survey Kepuasan Masyarakat Dinas
Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Banjarbaru
Program dan Kegiatan Yang Mendukung
Program/Kegiatan
Indikator Kinerja
Program/Kegiatan
Target Realisasi
Capaian
(%)
Program
Peningkatan Iklim
Investasi dan
Realisasi Investasi
Jumlah Izin
Penanaman Modal
Yang Diterbitkan
25 SK 31 SK 124
Program
Peningkatan
Promosi dan
Kerjasama
Investasi
Jumlah Kerjasama
Investasi (PMA
dan PMDN)
22
Investor
31
Investor
140,90
Program
Peningkatan
Pelayanan
Masyarakat
Nilai Survey Indeks
Kepuasan
Masyarakat (IKM)
80,5 84,85 105,4
0
20
40
60
80
100
120
Target 2018 Capaian 2016 Capaian 2017 Capaian 2018
Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat
Nilai Skor Kepatuhan Standar
Pelayanan Versi Ombudsman
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH
DINAS PENANAMAN MODAL DAN PTSP
KOTA BANJARBARU
Page61
Disamping ke 3 (tiga) program diatas yang mendukung terhadap pencapaian
sasaran strategis Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
Kota Banjarbaru juga mempunyai beberapa program penunjang, diantaranya
sebagai berikut:
1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran;
Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas kelembagaan, pelayanan
administrasi perkantoran.
2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur;
Program ini bertujuan untuk memberikan dukungan dalam bidang
penyediaan maupun pemeliharaan sarana dan prasarana yang
diperlukan dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi agar dapat
memberikan pelayanan yang lebih baik dan nyaman bagi para
pemangku kepentingan.
3. Program Pengembangan Sistem Capaian Kinerja dan Keuangan;
Program ini bertujuan untuk memberikan dukungan dalam bidang
penyediaan laporan capaian kinerja dan kauangan.
3.5. Pengukuran Keberhasilan Kinerja
Dalam sasaran strategis yang pertama, terdapat 2 indikator kinerja utama yang
dapat diukur dengan rumusan/formula tertentu, adapun pencapaian target
kinerja atas sasaran strategis pertama serta analisis dari ke dua indikator
kinerja utamanya akan dilakukan evaluasi dan analisis kinerja,
penjelasandalam menghadapi permasalahan-permasalahan pencapaian
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH
DINAS PENANAMAN MODAL DAN PTSP
KOTA BANJARBARU
Page62
kinerja, beserta upaya-upaya yang dilakukan serta rencana tindak lanjut yang
akan dilakukan untuk pencapaian target kinerja tahun berikutnya.
Pengukuran Keberhasialan Kinerja
Sasaran
Strategis
Capaian Kategori
Penanggung
Jawab
Meningkatnya
Realisasi
Investasi Daerah
Nilai Investasi
Daerah Pertahun
Sangat Baik
Bidang
Penanaman -
Modal
Nilai Investasi
Daerah PMDN
Sangat Baik
Nilai Investasi
Daerah PMA
Sangat Baik
Terwujudnya
Kepuasan
Masyarakat
Dalam
Pelayanan
Perizinan dan
Penanaman
Modal
Nilai Indeks
Kepuasan
Masyarakat
Sangat Baik
- Bidang
Pelayanan
Perizinan
- Bidang
Pelayanan
Perizinan
Tertentu
- Bidang
Informasi
dan
Pengaduan
Nilai Skor
Kepatuhan
Standar
Pelayanan
Publik Versi
Ombudsman
Sangat Baik
3.6. Evaluasi dan Analisis Kinerja
Berdasarkan hasil pencapaian kinerja tersebut, dilakukan evaluasi dan analisis
kinerja untuk setiap sasaran strategis, yang meliputi perbandingan hasil
capaian kinerja, penjelasan dalam menghadapi permasalahan-permasalahan
yang dilakukan serta rencana tindak lanjut yang akan dilakukan untuk
pencapaian kinerja tahun berikutnya.
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH
DINAS PENANAMAN MODAL DAN PTSP
KOTA BANJARBARU
Page63
Meningkatnya Realisasi Investasi Daerah
Tabel: Sasaran Strategis 1
Tingkat Capaian Kinerja Tahun 2017-2018
Sasaran Strategis
Indikator
Kinerja
Target 2018
(Milyar Rp)
Capaian/Realisasi
% Capaian
2017
(Milyar
Rp)
2018
(Milyar Rp)
Nilai Investasi
Daerah
Pertahun (Rp)
1.556,6 1.090,4 1.630,45 104,74
Nilai Investasi
Daerah PMDN
(Rp)
380 289,8 516,55 135,9
Nilai Investasi
Daerah PMA
(Rp)
14 10,005 23,5 167,8
Terwujudnya Kepuasan Masyarakat Dalam Pelayanan Perizinan Dan
Penanaman Modal
Tabel: Sasaran Strategis 2
Tingkat Capaian Kinerja Tahun 2017-2018
Sasaran Strategis
Indikator
Kinerja
Target 2018
Capaian/Realisasi
% Capaian
2017
2018
Nilai Indeks
Kepuasan
Masyarakat
80,5 81,326 84,85 105,4
Nilai Skor
Kepatuhan
Standar
Pelayanan
Versi
Ombudsman
98 98 98,875 100,89
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH
DINAS PENANAMAN MODAL DAN PTSP
KOTA BANJARBARU
Page64
Tabel: Perbandingan Capaian Kinerja s/d Akhir Periode Renstra
No.
Sasaran
Strategis
Indikator
Kinerja
Target
Akhir
Renstra
Realisasi
2018
Tingkat
Kemajuan
1
Meningkatnya
Realisasi
Investasi
Daerah
Nilai
Investasi
Daerah
Pertahun
(Rp)
2.976,6 1.630,45 54,78
Nilai Investasi
Daerah
PMDN (Rp)
500 516,55 103,3
Nilai Investasi
Daerah PMA
(Rp)
23 23,5 102,2
2
Terwujudnya
Kepuasan
Masyarakat
Dalam
Pelayanan
Perizinan dan
Penanaman
Modal
Nilai Indeks
Kepuasan
Masyarakat
81,2 84,85 104,4%
Nilai Skor
Kepatuhan
Standar
Pelayanan
Versi
Ombudsman
99 98,875 99,87%
Setelah dilakukan evaluasi dan analisis kinerja untuk setiap sasaran strategis,
selanjutnya dilakukan analisis terhadap keberhasilan dan kegagalan, yang
meliputi penjelasan dalam menghadapi permasalahan-permasalahan kinerja,
beserta upaya-upaya yang dilakukan, serta rencana tindak lanjut yang akan
dilakunan untuk pencapaian kinerja tahun berikutnya.
1. Sasaran 1
Meningkatnya Realisasi Investasi Daerah
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH
DINAS PENANAMAN MODAL DAN PTSP
KOTA BANJARBARU
Page65
Indikator Kinerja Sasaran Nilai Investasi Daerah Pertahun terdiri dari
Nilai Investasi Daerah PMDN dan Nilai Investasi Daerah PMA. Target
akumulasi dari Nilai Investasi daerah Pertahu adalah sebesar Rp.
1.556,6 Milyar dengan Target Nilai Investasi PMDN adalah sebesar Rp.
380 Milyar dan Target Nilai Investasi PMA adalah sebesar Rp. 14 Milyar.
Realisasi pencapaian Nilai Investasi Daerah Pertahun sebesar Rp.
1.630,45 M dengan prosentase capain sebesar 104,74% . Realisasi
Nilai Investasi PMDN sebesar Rp. 516,55 M dengan prosentase capaian
sebesar 135,9% dan untuk Nilai Investasi Daerah PMA terrealisasi
sebesar Rp.23,5 M dengan prosentase capaian sebesar 167,8%.
• Kendala/Permasalahan yang dihadapi untuk mencapai sasaran
strategis Meningkatnya Realisasi Investasi Daerah:
1. Kurangnya kesadaran pelaku usaha untuk mengurus legalitas
perizinanny, salah satunya juga masih banyaknya
perusahaan yang tidak mengirimkan LKPM (Laporan
Kegiatan Penanaman Modal), sehingga mempersulit
dilakukan pengendalian, pemantauan dan pengawasan.
2. Kegiatan promosi belum bisa mengakomodir potensi investasi
yang layak untuk dijual.
3. Belum tersedianya sarana dan prasarana promosi potensi
unggulan dan peluang investasi.
4. Kebijakan Investasi harus mampu mendorong perbaikan-
perbaikan iklim investasi sehingga tercipta iklim investasi
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH
DINAS PENANAMAN MODAL DAN PTSP
KOTA BANJARBARU
Page66
yang kondusif agar investor dapat melakukan investasi
dengan aman dan dengan biaya serendah mungkin.
• Upaya yang telah dilakukan untuk mencapai sasaran strategis
tersebut adalah;
a. Penambahan dan pelimpahan kewenangan perizinan kepada
lembaga PTSP serta kewenanganpenuh terhadap
penandatanganan izin.
b. Meningkatkan kegiatan sosialisasi dan promosi investasi
daerah dengan lebih mempromosikan daerah yang
berpeluang dan berpotensi untuk investasi yang
berkelanjutan.
c. Meningkatkan kemudahan Pelayanan Perizinan Terintegrasi
melalui Online Single Submission (OSS) bagi pelaku
usaha/investor baik yang baru maupun yang sudah
melaksanakan kegiatannya.
d. Memaksimalkan pemanfaatan teknologi informasi dalam
mendukung proses pelayanan perizinan yang berdampak
kepada meningkatnya investasi, seperti memaksimalkan
perizinan secara online.
• Rencana tindak lanjut untuk mencapai sasaran strategis pada
tahun berikutnya:
1. Melakukan koordinasi dengan Bagian Organisasi sebagai
koordinator percepatan Reformasi Birokrasi terkait SOTK
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH
DINAS PENANAMAN MODAL DAN PTSP
KOTA BANJARBARU
Page67
(Struktur Organisasi dan Tata Kelola) Dinas Penanaman
Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Banjarbaru;
2. Mengikuti kegiatan promosi yang lebih prioritas yang dapat
menjual potensi dan peluang investasi di Kota Banjarbaru;
3. Memaksimalkan dan mengembangkan teknologi informasi
untuk lebih meningkatkan pelayanan yang berdampak pada
peningkatan investasi;
4. Mengintensifkan kegiatan sosialisasi terkait prosedur dan
kebijakan dalam pelayanan perizinan (web, brosur, spanduk
dll).
2. Sasaran 2
Terwujudnya Kepuasan Masyarakat Dalam Pelayanan Perizinan dan
Penanaman Modal.
Indikator Kinerja : Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat dan Nilai Skor
Kepatuhan Standar Pelayanan Versi Ombudsman. Target dari Sasaran
Strategis Terwujudnya Kepuasan Masyarakat Dalam Pelayanan
Perizinan dan Penanaman Modal dengan Indikator Kinerja Nilai Indeks
Kepuasan Masyarakat, pada tahun 2018 menetapkan target sebesar
80,5 dan realsiasi pencapaian pada tahun 2018 sebesar 84,85 dengan
prosentase capaian sebesar 105,4%. Sedangkan untuk Indikator Kinerja
Nilai Skor Kepatuhan Standar Pelayanan Versi Ombudsman pada tahun
2018 menetapkan target sebesar 98 dan realisasi pencapaian pada
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH
DINAS PENANAMAN MODAL DAN PTSP
KOTA BANJARBARU
Page68
tahun 2018 sebesar 98,875 dengan prosentase capai sebesar 100,89.
• Kendala/Permasalahan yang dihadapi dalam mencapai sasaran
strategis
Terwujudnya Kepuasan Masyarakat Dalam Pelayanan Perizinan
dan Penanaman Modal:
1. Percepatan waktu pelayanan perizinan yang dianggap masih
terlalu lama;
2. Persyaratan perizinan masih terlalu membebani pemohon;
3. Keinginan pemohon untuk dapat memperloleh akses
pelayanan dengan mudah;
4. Kurangnya sosialisasi terhadap kebijakan terkait pelayanan
perizinan;
5. Kurangnya sumber daya manusia dalam menunjang
percepatan pelayanan perizinan;
6. Sarana dan prasarana yang kurang memadai.
• Upaya yang telah dilakukan untuk mencapai Sasaran Strategis
tersebut:
1. Upaya peningkatan kecepatan pelayanan dapat dilakukan
dengan menghitung beban kerja untuk menambah karyawan;
2. Meningkatkan kedisiplinan karyawan dalam melaksanakan
pelayanan agar selalu berpedoman pada SOP;
3. Meningkatkan kegiatan sosialisasi terhadap prosedur
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH
DINAS PENANAMAN MODAL DAN PTSP
KOTA BANJARBARU
Page69
pelayanan dan persyaratan perizinan;
4. Pembenahan aspek sarana dan prasarana juga termasuk
infrastruktur yang ada termasuk kemudahan mengkases
internet/web, penataan ruang pelayanan dan konsultasi,
penyediaan brosur dan spanduk pelayanan perizinan dll.
• Rencana tindak lanjut untuk mencapai sasaran strategis pada
tahun berikutnya:
1. Penguatan dari segi teknologi informasi untuk menunjang
proses elayanan perizinan dengan cepat dan mudah;
2. Memaksimalkan pelayanan Sistem Online untuk prosedur
pelayanan perizinan;
3. Memaksimalkan mekanisme pengaduan untuk memberikan
respon yang cepat kepada masyarakat terhadap complain
pelayanan perizinan;
4. Penguatan pada Sumber Daya Manusia dengan memahami
teknologi informasi sebagai bagian dari pelayanan perizinan.
5. Meningkatkan kenyamanan bagi pemohon yang
datanglangsung dengan meningkatkan sarana dan prasarana
maupun infrastruktur pendukung lainnya.
8.7. Laporan Realisasi Anggaran
Pendapatan Asli Daerah
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota
Banjarbaru pada tahun 2018 ditargetkan mendapatkan Pendapatan Asli
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH
DINAS PENANAMAN MODAL DAN PTSP
KOTA BANJARBARU
Page70
Daerah (PAD) Retribusi Perizinan Tertentu Rp. 3.750.000.000,- dengan
Realisasi PAD Retrebusi sebesar Rp. 1.923.342.105,- dengan
prosentase capaian sebesar 51,29%. Pada tahun 2018 Dinas
Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Banjarbaru
mendapatkan alokasi anggaran belanja tidak langsung sebesar Rp.
5.861.626.250,- dengan realisasi sebesar Rp. 5.537.484.301,-
sedangkan belanja langsung sebesar Rp. 1.963.416.300,- dengan
realisasi sebesar Rp. 1.818.772.395,-.
Tabel Realisasi Anggaran
Tahun 2018
PROGRAM KEGIATAN ANGGARAN REALISASI %
Program
Pelayanan
Administrasi
Perkantoran
Penyediaan
Jasa
Komunikasi
Sumberdaya
Air dan Listrik
91.900.000 53.484.614 58,19
Penyediaan
Jasa Peralatan
dan
Perlengkapan
Kantor
4.810.000 4.800.000 99,79
Penyediaan
Jasa
Kebersihan
Kebersihan
Kantor
16.800.000 16.800.000 100
Penyediaan
Alat Tulis
Kantor
19.523.000 19.523.000 100
Penyediaan
Barang Cetak
dan
Penggandaan
30.117.100 30.117.100 100
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH
DINAS PENANAMAN MODAL DAN PTSP
KOTA BANJARBARU
Page71
Penyediaan
Bahan Bacaan
dan Peraturan
Perundang-
undangan
3.144.000 3.120.000 99,23
Penyediaan
Makanan dan
Minuman
76.960.000 75.955.000 98,69
Rapat-rapat
Koordinasi dan
Konsultasi ke
Luar Daerah
218.500.000 218.498.231 99,99
Penyediaan
Jasa Non PNS
163.800.000 163.800.000 100
Program
Peningkatan
Sarana dan
Prasarana
Aparatur
Pengadaan
Peralatan
Gedung Kantor
46.800.000 46.250.000 98,82
Pemeliharaan
Rutin/Berkala
Mobil Jabatan
34.990.000 34.909.800 99,77
Pemeliharaan
Rutin/Berkala
Kendaraan
Dinas/Operasio
nal
72.122.500 69.970.500 97,01
Pemeliharaan
Rutin/Berkala
Peralatan
Gedung Kantor
34.958.000 34.950.000 99,97
Rehabilitasi
Sedang/Berat
Gedung Kantor
166.000.000 161.716.200 97,41
Program
Peningkatan
Disiplin
Aparatur
Pengadaan
Pakaian
Khusus Hari-
hari Tertentu
12.250.000 12.250.000 100
Program
Peningkatan
Pengemban
gan Sistem
Pelaporan
Capaian
Kinerja dan
Keuangan
Penyusunan
Laporan
Capaian
Kinerja dan
IkhtisaRealisas
i Kinerja SKPD
29.278.900 29.278.900 100
Penyusunan
Perencanaan
dan Pelaporan
Keuangan
26.220.000 26.195.000 99,90
Perencanaan
dan Pelaporan
Manajemen
13.080.000 13.080.000 100
Page72
Aset/Barang
Program
Peningkatan
Promosi dan
Kerjasama
Investasi
Penyelenggara
an Pameran
Investasi
202.950.000 199.765.000 98,43
Program
Peningkatan
Iklim
Investasi
dan
Realisasi
Investasi
Penyusunan
Sistem
Informasi
Penanaman
Modal di
Daerah
18.926.000 18.926.000 100
Peningkatan
Kegiatan
Pemantauan,
Pembinaan,
Pengawasan
Pelaksanaan
Penanaman
Modal
44.459.300 42.059.300 94,60
Program
Peningkatan
Pelayanan
Masyarakat
Pendataan dan
Survey
Perizinan
75.293.300 73.797.550 98,01
Pendataan dan
Survey
Perizinan
Reklame
114.725.000 85.194.000 74,25
Pengukuran
IKM
33.649.000 33.649.000 100
Pengolahan
Data Perizinan
317.791.400 293.528.400 92,36
Pendataan,
Monitoring dan
Evaluasi
Perizinan
Tertentu
94.468.800 58.154.800 61,55
Page73
3.8 Pencapaian Kinerja dan Anggaran.
PROGRAM/
KEGIATAN
INDIKATOR
KINERJA
%
CAPAIAN
KINERJA
%
PENYERAPAN
ANGGARAN
TINGKAT
EFISIENSI
Peningkatan
Promosi dan
Kerjasama
Investasi
Program
Peningkatan
Iklim
Investasi dan
Realsiasi
Investasi
Nilai
Investasi
Daerah
Pertahun
(Rp)
104,74 98,43 6,31
Nilai
Investasi
Daerah
PMDN (Rp.)
135,9 96.21 39,69
Nilai
Investasi
Daerah PMA
(Rp.)
167,8 96.21 71,59
Program
Peningkatan
Pelayanan
Masyarakat
Nilai Indeks
Kepuasan
Masyarakat
105,4 87,16 17,18
Nilai Skor
Kepatuhan
Standar
Pelayanan
Versi
Ombudsman
100,89 87,16 13,73
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH
DINAS PENANAMAN MODAL DAN PTSP
KOTA BANJARBARU

Bab iii fix

  • 1.
    Page44 BAB III AKUNTABILITAS KINERJA Akuntabilitaskinerja adalah kewajiban untuk menjawab dari perorangan, badan hukum atau pimpinan kolektif secara transparan mengenai keberhasilan atau kegagalan dalam melaksanakan misi organisasi kepada pihak-pihak yang berwenang menerima pelaporan akuntabilitas/pemberi amanah. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Banjarbaru selaku pengemban amanah masyarakat melaksanakan kewajiban berakuntabilitas melalui penyajian Laporan Akuntabilitas Kinerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Banjarbaru yang dibuat sesuai ketentuan yang diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), Keputusan Kepala LAN Nomor 239/IX/618/2003 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. Laporan tersebut memberikan gambaran penilaian tingkat pecapaian target masing-masing indikator sasaran srategis yang ditetapkan dalam dokumen Renstra Tahun 2016-2021 maupun Rencana Kerja Tahun 2018 Sesuai dengan ketentuan tersebut, pengukuran kinerja digunakan untuk menilai keberhasilan dan LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS PENANAMAN MODAL DAN PTSP KOTA BANJARBARU
  • 2.
    Page45 kegagalan pelaksanaan kegiatansesuai dengan program, sasaran yang ditetapkan untuk mewujudkan Visi dan Misi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Banjarbaru. 3.1. Perjanjian Kinerja Perjanjian kinerja merupakan pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2014 tentang percepatan pemberantasan korupsi sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Perjanjian Kinerja. Dokumen Perjanjian Kinerja Merupakan suatu dokumen pernyataan kinerja/kesepakatan kinerja/perjanjian kinerja antara atasan dengan bawahan untuk mewujudkan target kinerja tertentu berdasarkan pada sumberdaya yang dimiliki oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Untuk menjamin tercapainya sasaran dan target secara optimal dan tepat waktu, visi dan misi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu harus menjadi acuan sekaligus landasan penyusunan strategi. Dari visi dan misi tersebut dirumuskan sasaran strategis. Penyusunan perjanjian kinerja merupakan salah satu tahapan dalam Sistem Akuntabilitas Instansi Pemrintah yang termuat dalam Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Menurut petunjuk teknis perjanjian kinerja, palporan kinerja dan tatacara reviu instansi pemerintah yang termuat LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS PENANAMAN MODAL DAN PTSP KOTA BANJARBARU
  • 3.
    Page46 dalam Permenpan Nomor53 Tahun 2014. Kinerja yang disepakati tidak dibatasi pada kinerja yang dihasilkan atas kegiatan tahun berangkutan, tetapi termasuk kinerja (outcome) yang seharusnya terwujud akibat kegiatan tahun-tahun sebelumnya. Dengan demikian target kinerja yang diperjanjikan juga mencakup outcome yang dihasilkan dari kegiatan tahun-tahun sebelumnya, sehingga terwujud kesinambungan kinerja setiap tahunnya. 3.1.1. Tujuan Penyusunan: 1. Sebagai wujud nyata komitmen Bupati/Walikota dan pimpinan SKPD untuk meningkatkan integritas, akuntabilitas, transparansi dan kinerja aparatur; 2. Menciptakan tolok ukur kinerja sebagai dasar evaluasi kinerja ASN; 3. Sebagai dasar penilaian keberhasilan/kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran organisasi dan sebagai dasar pemberian penghargaan dan sanksi; 4. Sebagai dasar bagi Walikota untuk melakukan monitoring, evaluasi, dan supervisi atas perkembangan/kemajuan kinerja pimpinan SKPD. 5. Sebagai dasar dalam penetapan sasaran kinerja pegawai. 3.1.2. Penyusunan Perjanjian Kinerja: 1. Pihak yang menyusun perjanjian kinerja; LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS PENANAMAN MODAL DAN PTSP KOTA BANJARBARU
  • 4.
    Page47 2. Pemerintah Daerahmenyusun Perjanjian Kinerja tingkat Pemerintah yang ditandatangani oleh Bupati/Walikota; 3. Pimpinan SKPD menyusun Perjanjian Kinerja kemudian ditandatangani oleh Bupati/Walikota dan pimpinan SKPD. 3.1.3. Waktu Penyusunan Perjanjian kinerja harus disusun, setelah SKPD menerima dokumen pelaksanaan anggaran, paling lambat satu bulan setelah dokumen anggaran disahkan. 3.1.4. Penggunaan Sasaran dan Indikator Perjanjian Kinerja menyajikan Indikator Kinerja Utama yang menggambarkan hasil yang utama dan kondisi yang seharusnya, tanpa, mengesampingkan indikator yang lain yang relevan. Untuk Pemerintah Daerah sasaran yang digunakan menggambarkan dampak dan outcome yang di hasilkan serta menggunakan Indikator Kinerja Utama Pemerintah Daerah dan indikator kinerja lainnya yang relevan. Sedangkan tingkat Eselon II dan Eselon III sasaran yang digunakan menggambarkan outcome dan output pada bidangnya serta menggunakan Indikator Utama SKPD dan Indikator kinerja lain yang relevan. Sesuai dengan tujuan dan sasaran jangka menengah Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Banjarbaru dan sebagai bahan yang diperjanjikan oleh Kepala Dinas Penanaman LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS PENANAMAN MODAL DAN PTSP KOTA BANJARBARU
  • 5.
    Page48 Modal dan PelayananTerpadu Satu Pintu Kota Banjarbaru dengan Walikota Banjarbaru dan besaran anggaran yang direncanakan melalui Program / Kegiatan pada Tahun 2018 adalah sebagai berikut : Tabel 2.1 Perjanjian Kinerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Banjarbaru Tahun 2018 NO. SASARAN STRATEGIS IKU / INDIKATOR KINERJA SATUAN TARGET 1. Meningkatnya Realisasi Investasi Daerah Nilai Investasi PMDN Milyar Rupiah 380 Nilai Investasi PMA Milyar Rupiah 14 2. Terwujudnya Kepuasan Masyarakat Dalam Pelayanan Perizinan dan Penanaman Modal Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat Angka Kriteria 80,5 Nilai Skor Kepatuhan Standart Pelayanan Angka Kriteria 98 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Rp. 625.454.100,- Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Rp. 354.870.500,- Program Peningkatan Disiplin Aparatur Rp. 12.250.000,- Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan Rp. 68.578.900,- Program Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi Rp. 202.950.000,- Program Peningkatan Iklim Investasi dan Realisasi Investasi Rp. 63.385.300,- Program Peningkatan Pelayanan Masyarakat Rp. 635.927.500,- LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS PENANAMAN MODAL DAN PTSP KOTA BANJARBARU
  • 6.
    Page49 LAPORAN KINERJA INSTANSIPEMERINTAH DINAS PENANAMAN MODAL DAN PTSP KOTA BANJARBARU
  • 7.
    Page50 LAPORAN KINERJA INSTANSIPEMERINTAH DINAS PENANAMAN MODAL DAN PTSP KOTA BANJARBARU
  • 8.
    Page51 3.2. Perencanaan Strategis Rencanastrategis merupakan suatu proses yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu satu sampai lima tahun dengan mempe rhitungkan potensi, peluang dan kendala yang ada atau mungkin timbul. Rencana Strategis Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Banjarbaru Tahun 2016-2021 merupakan bagian integral dan kebijaksanaan dan program Pemerintah Kota Banjarbaru dan merupakan landasan dan pedoman bagi seluruh aparat pelaksana pada jajaran Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dalam melaksanakan tugas-tugas penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan selama kurun waktu 5 (lima) tahun. Dalam rangka implementasi atau penjabaran dari misi, ditetapkan tujuan yang merupakan sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan pada kurun waktu tertentu serta menggambarkan arah strategis organisasi, perbaikan-perbaikan yang ingin dicapai sesuai dengan tugas dan fungsi serta meletak kan kerangka proiritas untuk memfokuskan program dan kegiatan yang akan dilaksanakan. Untuk menjabarkan tujuan agar terukur dan dapat dicapai secara nyata, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu menyusun sasaran strategis, sasaran Strategis Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Tahun 2016-2021 adalah sebagai berikut: 1. Meningkatnya Realisasi Investasi Daerah; LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS PENANAMAN MODAL DAN PTSP KOTA BANJARBARU
  • 9.
    Page52 2. Terwujudnya KepuasanMasyarakat dalam Pelayanan Perizinan dan Penanaman Modal: 3. Meningkatkan Pelayanan dan Akuntabilitas Kinerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Sasaran strategis Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, diatas akan dicapai melalui 6Program yang akan dilaksanakan oleh masing-masing eselon III sesuai dengan tugas dan fungsinya. Adapun ke 5 (lima) program tersebut adalah: 1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran; Program ini bertujuan untuk mewujudkan kepuasan masayarakat dalam pelayanan dan perizinan dan penanaman modal serta untuk mewujudkan peningkatan pelayanan dan akuntabilitas kinerja; 2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur; Program ini bertujuan untukmewujudkan kepuasan masyarakat dalm memfasilitasi proses perizinan; 3. Program Peningkatan Sistem Pelaporan Capaian dan Kinerja dan Keuangan; Program ini bertujuan meningkatkan kinerja SKPD dalam pemenuhan laporan capaian kinerja dan keuangan; 4. Program Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi; Program ini bertujuan untuk mewujudkan kepuasan masyarakat dalam pelayanan perizinan dan penanaman modal; 5. Program Peningkatan Iklim Investasi Dan Realisasi Investasi; LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS PENANAMAN MODAL DAN PTSP KOTA BANJARBARU
  • 10.
    Page53 Program ini bertujuanuntuk mewujudkan kepuasan masyarakat dalam pelayanan perizinan dan penanaman modal; 6. Program Peningkatan Pelayanan Masyarakat; Program ini bertujuan untuk mewujudkan kepuasan masyarakat dalam pelayanan perizinan dan penanaman modal. 3.3. Capaian Kinerja Adapun pengukuran kinerja dilakukan dengan cara membandingkan target setiap Indikator Kinerja Sasaran dengan realisasi nya. Setelah dilakukan penghitungan realisasi akan diketahui selisih atau celah kinerja (performance gap). Selanjutnya berdasarkan selisih kinerja tersebut dilakukan evaluasi guna mendapatkan strategi yang tepat untuk peningkatan kinerja dimasa yang akan datang (performane improvment). Dalam memberikan penilaian tingkat capaian kinerja setiap sasaran, menggunakan skala pengukuran 4 (empat) kategori sebagai berikut: a. Bila Indikator Sasaran mempunyai makna progres positif, maka skala yang digunakan sebagai berikut: Skor Rentang Capaian Kategori Capaian 4 Lebih dari 100% Sangat Baik 3 75% sampai 100% Baik 2 55% sampai 75% Cukup 1 1 Kurang dari 55% Kurang LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS PENANAMAN MODAL DAN PTSP KOTA BANJARBARU
  • 11.
    Page54 b. Sebaliknya bilamanaIndikator sasaran mempunyai makna progres negatif, maka skala yang digunakan sebagai berikut: Skor Rentang Capaian Kategori Capaian 1 Lebih dari 100% Kurang 2 75% sampai 100% Cukup 3 55% sampai 75% Baik 4 1 Kurang dari 55% Sangat Baik Pengukuran tingkat capaian kinerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Banjarbaru Tahun 2018 diukur dengan cara membandingkan antara target pencapaian Indikator Sasaran yang telah ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Banjarbaru Tahun 2018 dengan realisasinya. Tingkat capaian kinerja Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kota Banjarbaru Tahun 2018 berdasarkan hasil pegukurannya dapat digambarkan dalam tabel sebagai berikut: LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS PENANAMAN MODAL DAN PTSP KOTA BANJARBARU
  • 12.
    Page55 HASIL CAPAIAN KINERJA SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGETREALISASI CAPAIAN (%) Meningkatnya Realisasi Investasi Daerah Nilai Investasi Daerah Pertahun (Rp) Rp. 1.556,6 M Rp. 1.630,45 M 104,74 Nilai Investasi Daerah PMDN (Rp) Rp. 380 M Rp. 516,55 M 135,9 Nilai Investasi Daerah PMA (Rp) Rp. 14 M Rp. 23,5 M 167,8 Terwujudnya Kepuasan Masyarakat Dalam Pelayanan Perizinan dan Penanaman Modal Nilai Indeka Kepuasan Masyarakat 80,5 84,85 105,4 Nilai Skor Kepatuhan Standar Pelayanan Versi Ombudsman 98 98,875 100,89 3.4 Capaian Kinerja Organisasi Adapun pengukuran kinerja dilakukan dengan cara membandingkan target setiap indikator kinerja sasaran dengan realisasinya. Setelah dilakukan perhitungan akan diketahui selisih atau celah kinerja (performance gap). Selanjutnya berdasarkan selisih kinerja tersebut dilakukan evaluasi guna mendapatkan strategi yang tepat untuk peningkatan kinerja dimasa yang akan datang (performane improvment). Secara umum Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Banjarbaru telah dapat melaksanakan tugas pokok dan fungsinya instansi pelayanan masyarakat bidang Penanaman LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS PENANAMAN MODAL DAN PTSP KOTA BANJARBARU
  • 13.
    Page56 Modal dan PelayananTerpadu Satu Pintu di Kota Banjarbaru, baik kegiatan yang bersifat administrasi maupun bersifat teknis secara proporsional telah berjalan dengan baik, hal ini dalam rangka membina, meningkatkan, mengembangkan UKM serta pelaku usaha disegala bidang untuk menunjang pembangunan ekonimi daerah. Pengukuran tingkat capaian kinerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Banjarbaru Tahun 2018 diukur dengan cara membandingkan antara target pencapaian indikator kinerja sasaran yang telah ditetapkan dalam Penetapan Kinerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Banjarbar Tahun 2018 dengan realisasinya. Tingkat pencapaian kinerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Banjarbaru berdasarkan hasil pengukuran kinerja dapat digambarkan dalam tabel sebagai berikut: LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS PENANAMAN MODAL DAN PTSP KOTA BANJARBARU
  • 14.
    Page57 HASIL CAPAIAN KINERJADINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KOTA BANJARBARU Tujuan 1 Meningkatnya Perekonomian dan Kemandirian Daerah Sasaran Strategis 1 Meningkatnya Realisasi Investasi Daerah Indikator Kinerja Target 2018 (Milyar Rp) Capaian/Ralisasi % Capaian Kategori2016 (Milyar Rp) 2017 (Milyar Rp) 2018 (Milyar Rp) Nilai Investasi Daerah Pertahun (Rp) 1.556,6 790,6 1.090,4 1.630,45 104,74 Sangat Baik Nilai Investasi Daerah PMDN (Rp) 380 410 289,8 516,55 135,9 Sangat Baik Nilai Investasi Daerah PMA (Rp) 14 10,6 10,005 23,5 167,8 Sangat Baik Grafik Perkembangan Nilai Investasi Daerah Pertahun Rp0 Rp200.000.000.000 Rp400.000.000.000 Rp600.000.000.000 Rp800.000.000.000 Rp1.000.000.000.000 Rp1.200.000.000.000 Rp1.400.000.000.000 Rp1.600.000.000.000 Rp1.800.000.000.000 Target Realisasi Tahun 2016 Tahun 2017 Tahun 2018 LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS PENANAMAN MODAL DAN PTSP KOTA BANJARBARU
  • 15.
    Page58 Grafik Perkembangan NilaiInvestasi Daerah PMDN Grafik Perkembangan Nilai Investasi Daerah PMA Rp0 Rp100.000.000.000 Rp200.000.000.000 Rp300.000.000.000 Rp400.000.000.000 Rp500.000.000.000 Rp600.000.000.000 Target Realisasi Tahun 2016 Tahun 2017 Tahun 2018 Rp0 Rp5.000.000.000 Rp10.000.000.000 Rp15.000.000.000 Rp20.000.000.000 Rp25.000.000.000 Target Realisasi Tahun 2016 Tahun 2017 Tahun 2018 LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS PENANAMAN MODAL DAN PTSP KOTA BANJARBARU
  • 16.
    Page59 Tujuan 2 Meningkatkan KepuasanMasyarakat Dalam Pelayanan Perizinan dan Penanaman Modal Sasaran Strategis 2 Terwujudnya Kepuasan Masyarakat Dalam Pelayanan Perizinan dan Penanaman Modal Indikator Kinerja Target 2018 Capaian/Ralisasi % Capaian Kategori 2016 2017 2018 Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat 80,5 81,345 81,326 84,85 105,4 Sangat Baik Nilai Skor Kepatuhan Standar Pelayanan Versi Ombudsman 98 80.07 98 98,875 100,89 Sangat Baik LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS PENANAMAN MODAL DAN PTSP KOTA BANJARBARU
  • 17.
    Page60 Grafik Perkembangan HasilSurvey Kepuasan Masyarakat Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Banjarbaru Program dan Kegiatan Yang Mendukung Program/Kegiatan Indikator Kinerja Program/Kegiatan Target Realisasi Capaian (%) Program Peningkatan Iklim Investasi dan Realisasi Investasi Jumlah Izin Penanaman Modal Yang Diterbitkan 25 SK 31 SK 124 Program Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi Jumlah Kerjasama Investasi (PMA dan PMDN) 22 Investor 31 Investor 140,90 Program Peningkatan Pelayanan Masyarakat Nilai Survey Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) 80,5 84,85 105,4 0 20 40 60 80 100 120 Target 2018 Capaian 2016 Capaian 2017 Capaian 2018 Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat Nilai Skor Kepatuhan Standar Pelayanan Versi Ombudsman LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS PENANAMAN MODAL DAN PTSP KOTA BANJARBARU
  • 18.
    Page61 Disamping ke 3(tiga) program diatas yang mendukung terhadap pencapaian sasaran strategis Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Banjarbaru juga mempunyai beberapa program penunjang, diantaranya sebagai berikut: 1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran; Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas kelembagaan, pelayanan administrasi perkantoran. 2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur; Program ini bertujuan untuk memberikan dukungan dalam bidang penyediaan maupun pemeliharaan sarana dan prasarana yang diperlukan dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik dan nyaman bagi para pemangku kepentingan. 3. Program Pengembangan Sistem Capaian Kinerja dan Keuangan; Program ini bertujuan untuk memberikan dukungan dalam bidang penyediaan laporan capaian kinerja dan kauangan. 3.5. Pengukuran Keberhasilan Kinerja Dalam sasaran strategis yang pertama, terdapat 2 indikator kinerja utama yang dapat diukur dengan rumusan/formula tertentu, adapun pencapaian target kinerja atas sasaran strategis pertama serta analisis dari ke dua indikator kinerja utamanya akan dilakukan evaluasi dan analisis kinerja, penjelasandalam menghadapi permasalahan-permasalahan pencapaian LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS PENANAMAN MODAL DAN PTSP KOTA BANJARBARU
  • 19.
    Page62 kinerja, beserta upaya-upayayang dilakukan serta rencana tindak lanjut yang akan dilakukan untuk pencapaian target kinerja tahun berikutnya. Pengukuran Keberhasialan Kinerja Sasaran Strategis Capaian Kategori Penanggung Jawab Meningkatnya Realisasi Investasi Daerah Nilai Investasi Daerah Pertahun Sangat Baik Bidang Penanaman - Modal Nilai Investasi Daerah PMDN Sangat Baik Nilai Investasi Daerah PMA Sangat Baik Terwujudnya Kepuasan Masyarakat Dalam Pelayanan Perizinan dan Penanaman Modal Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat Sangat Baik - Bidang Pelayanan Perizinan - Bidang Pelayanan Perizinan Tertentu - Bidang Informasi dan Pengaduan Nilai Skor Kepatuhan Standar Pelayanan Publik Versi Ombudsman Sangat Baik 3.6. Evaluasi dan Analisis Kinerja Berdasarkan hasil pencapaian kinerja tersebut, dilakukan evaluasi dan analisis kinerja untuk setiap sasaran strategis, yang meliputi perbandingan hasil capaian kinerja, penjelasan dalam menghadapi permasalahan-permasalahan yang dilakukan serta rencana tindak lanjut yang akan dilakukan untuk pencapaian kinerja tahun berikutnya. LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS PENANAMAN MODAL DAN PTSP KOTA BANJARBARU
  • 20.
    Page63 Meningkatnya Realisasi InvestasiDaerah Tabel: Sasaran Strategis 1 Tingkat Capaian Kinerja Tahun 2017-2018 Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target 2018 (Milyar Rp) Capaian/Realisasi % Capaian 2017 (Milyar Rp) 2018 (Milyar Rp) Nilai Investasi Daerah Pertahun (Rp) 1.556,6 1.090,4 1.630,45 104,74 Nilai Investasi Daerah PMDN (Rp) 380 289,8 516,55 135,9 Nilai Investasi Daerah PMA (Rp) 14 10,005 23,5 167,8 Terwujudnya Kepuasan Masyarakat Dalam Pelayanan Perizinan Dan Penanaman Modal Tabel: Sasaran Strategis 2 Tingkat Capaian Kinerja Tahun 2017-2018 Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target 2018 Capaian/Realisasi % Capaian 2017 2018 Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat 80,5 81,326 84,85 105,4 Nilai Skor Kepatuhan Standar Pelayanan Versi Ombudsman 98 98 98,875 100,89 LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS PENANAMAN MODAL DAN PTSP KOTA BANJARBARU
  • 21.
    Page64 Tabel: Perbandingan CapaianKinerja s/d Akhir Periode Renstra No. Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Akhir Renstra Realisasi 2018 Tingkat Kemajuan 1 Meningkatnya Realisasi Investasi Daerah Nilai Investasi Daerah Pertahun (Rp) 2.976,6 1.630,45 54,78 Nilai Investasi Daerah PMDN (Rp) 500 516,55 103,3 Nilai Investasi Daerah PMA (Rp) 23 23,5 102,2 2 Terwujudnya Kepuasan Masyarakat Dalam Pelayanan Perizinan dan Penanaman Modal Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat 81,2 84,85 104,4% Nilai Skor Kepatuhan Standar Pelayanan Versi Ombudsman 99 98,875 99,87% Setelah dilakukan evaluasi dan analisis kinerja untuk setiap sasaran strategis, selanjutnya dilakukan analisis terhadap keberhasilan dan kegagalan, yang meliputi penjelasan dalam menghadapi permasalahan-permasalahan kinerja, beserta upaya-upaya yang dilakukan, serta rencana tindak lanjut yang akan dilakunan untuk pencapaian kinerja tahun berikutnya. 1. Sasaran 1 Meningkatnya Realisasi Investasi Daerah LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS PENANAMAN MODAL DAN PTSP KOTA BANJARBARU
  • 22.
    Page65 Indikator Kinerja SasaranNilai Investasi Daerah Pertahun terdiri dari Nilai Investasi Daerah PMDN dan Nilai Investasi Daerah PMA. Target akumulasi dari Nilai Investasi daerah Pertahu adalah sebesar Rp. 1.556,6 Milyar dengan Target Nilai Investasi PMDN adalah sebesar Rp. 380 Milyar dan Target Nilai Investasi PMA adalah sebesar Rp. 14 Milyar. Realisasi pencapaian Nilai Investasi Daerah Pertahun sebesar Rp. 1.630,45 M dengan prosentase capain sebesar 104,74% . Realisasi Nilai Investasi PMDN sebesar Rp. 516,55 M dengan prosentase capaian sebesar 135,9% dan untuk Nilai Investasi Daerah PMA terrealisasi sebesar Rp.23,5 M dengan prosentase capaian sebesar 167,8%. • Kendala/Permasalahan yang dihadapi untuk mencapai sasaran strategis Meningkatnya Realisasi Investasi Daerah: 1. Kurangnya kesadaran pelaku usaha untuk mengurus legalitas perizinanny, salah satunya juga masih banyaknya perusahaan yang tidak mengirimkan LKPM (Laporan Kegiatan Penanaman Modal), sehingga mempersulit dilakukan pengendalian, pemantauan dan pengawasan. 2. Kegiatan promosi belum bisa mengakomodir potensi investasi yang layak untuk dijual. 3. Belum tersedianya sarana dan prasarana promosi potensi unggulan dan peluang investasi. 4. Kebijakan Investasi harus mampu mendorong perbaikan- perbaikan iklim investasi sehingga tercipta iklim investasi LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS PENANAMAN MODAL DAN PTSP KOTA BANJARBARU
  • 23.
    Page66 yang kondusif agarinvestor dapat melakukan investasi dengan aman dan dengan biaya serendah mungkin. • Upaya yang telah dilakukan untuk mencapai sasaran strategis tersebut adalah; a. Penambahan dan pelimpahan kewenangan perizinan kepada lembaga PTSP serta kewenanganpenuh terhadap penandatanganan izin. b. Meningkatkan kegiatan sosialisasi dan promosi investasi daerah dengan lebih mempromosikan daerah yang berpeluang dan berpotensi untuk investasi yang berkelanjutan. c. Meningkatkan kemudahan Pelayanan Perizinan Terintegrasi melalui Online Single Submission (OSS) bagi pelaku usaha/investor baik yang baru maupun yang sudah melaksanakan kegiatannya. d. Memaksimalkan pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung proses pelayanan perizinan yang berdampak kepada meningkatnya investasi, seperti memaksimalkan perizinan secara online. • Rencana tindak lanjut untuk mencapai sasaran strategis pada tahun berikutnya: 1. Melakukan koordinasi dengan Bagian Organisasi sebagai koordinator percepatan Reformasi Birokrasi terkait SOTK LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS PENANAMAN MODAL DAN PTSP KOTA BANJARBARU
  • 24.
    Page67 (Struktur Organisasi danTata Kelola) Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Banjarbaru; 2. Mengikuti kegiatan promosi yang lebih prioritas yang dapat menjual potensi dan peluang investasi di Kota Banjarbaru; 3. Memaksimalkan dan mengembangkan teknologi informasi untuk lebih meningkatkan pelayanan yang berdampak pada peningkatan investasi; 4. Mengintensifkan kegiatan sosialisasi terkait prosedur dan kebijakan dalam pelayanan perizinan (web, brosur, spanduk dll). 2. Sasaran 2 Terwujudnya Kepuasan Masyarakat Dalam Pelayanan Perizinan dan Penanaman Modal. Indikator Kinerja : Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat dan Nilai Skor Kepatuhan Standar Pelayanan Versi Ombudsman. Target dari Sasaran Strategis Terwujudnya Kepuasan Masyarakat Dalam Pelayanan Perizinan dan Penanaman Modal dengan Indikator Kinerja Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat, pada tahun 2018 menetapkan target sebesar 80,5 dan realsiasi pencapaian pada tahun 2018 sebesar 84,85 dengan prosentase capaian sebesar 105,4%. Sedangkan untuk Indikator Kinerja Nilai Skor Kepatuhan Standar Pelayanan Versi Ombudsman pada tahun 2018 menetapkan target sebesar 98 dan realisasi pencapaian pada LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS PENANAMAN MODAL DAN PTSP KOTA BANJARBARU
  • 25.
    Page68 tahun 2018 sebesar98,875 dengan prosentase capai sebesar 100,89. • Kendala/Permasalahan yang dihadapi dalam mencapai sasaran strategis Terwujudnya Kepuasan Masyarakat Dalam Pelayanan Perizinan dan Penanaman Modal: 1. Percepatan waktu pelayanan perizinan yang dianggap masih terlalu lama; 2. Persyaratan perizinan masih terlalu membebani pemohon; 3. Keinginan pemohon untuk dapat memperloleh akses pelayanan dengan mudah; 4. Kurangnya sosialisasi terhadap kebijakan terkait pelayanan perizinan; 5. Kurangnya sumber daya manusia dalam menunjang percepatan pelayanan perizinan; 6. Sarana dan prasarana yang kurang memadai. • Upaya yang telah dilakukan untuk mencapai Sasaran Strategis tersebut: 1. Upaya peningkatan kecepatan pelayanan dapat dilakukan dengan menghitung beban kerja untuk menambah karyawan; 2. Meningkatkan kedisiplinan karyawan dalam melaksanakan pelayanan agar selalu berpedoman pada SOP; 3. Meningkatkan kegiatan sosialisasi terhadap prosedur LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS PENANAMAN MODAL DAN PTSP KOTA BANJARBARU
  • 26.
    Page69 pelayanan dan persyaratanperizinan; 4. Pembenahan aspek sarana dan prasarana juga termasuk infrastruktur yang ada termasuk kemudahan mengkases internet/web, penataan ruang pelayanan dan konsultasi, penyediaan brosur dan spanduk pelayanan perizinan dll. • Rencana tindak lanjut untuk mencapai sasaran strategis pada tahun berikutnya: 1. Penguatan dari segi teknologi informasi untuk menunjang proses elayanan perizinan dengan cepat dan mudah; 2. Memaksimalkan pelayanan Sistem Online untuk prosedur pelayanan perizinan; 3. Memaksimalkan mekanisme pengaduan untuk memberikan respon yang cepat kepada masyarakat terhadap complain pelayanan perizinan; 4. Penguatan pada Sumber Daya Manusia dengan memahami teknologi informasi sebagai bagian dari pelayanan perizinan. 5. Meningkatkan kenyamanan bagi pemohon yang datanglangsung dengan meningkatkan sarana dan prasarana maupun infrastruktur pendukung lainnya. 8.7. Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan Asli Daerah Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Banjarbaru pada tahun 2018 ditargetkan mendapatkan Pendapatan Asli LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS PENANAMAN MODAL DAN PTSP KOTA BANJARBARU
  • 27.
    Page70 Daerah (PAD) RetribusiPerizinan Tertentu Rp. 3.750.000.000,- dengan Realisasi PAD Retrebusi sebesar Rp. 1.923.342.105,- dengan prosentase capaian sebesar 51,29%. Pada tahun 2018 Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Banjarbaru mendapatkan alokasi anggaran belanja tidak langsung sebesar Rp. 5.861.626.250,- dengan realisasi sebesar Rp. 5.537.484.301,- sedangkan belanja langsung sebesar Rp. 1.963.416.300,- dengan realisasi sebesar Rp. 1.818.772.395,-. Tabel Realisasi Anggaran Tahun 2018 PROGRAM KEGIATAN ANGGARAN REALISASI % Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Penyediaan Jasa Komunikasi Sumberdaya Air dan Listrik 91.900.000 53.484.614 58,19 Penyediaan Jasa Peralatan dan Perlengkapan Kantor 4.810.000 4.800.000 99,79 Penyediaan Jasa Kebersihan Kebersihan Kantor 16.800.000 16.800.000 100 Penyediaan Alat Tulis Kantor 19.523.000 19.523.000 100 Penyediaan Barang Cetak dan Penggandaan 30.117.100 30.117.100 100 LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS PENANAMAN MODAL DAN PTSP KOTA BANJARBARU
  • 28.
    Page71 Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang- undangan 3.144.0003.120.000 99,23 Penyediaan Makanan dan Minuman 76.960.000 75.955.000 98,69 Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi ke Luar Daerah 218.500.000 218.498.231 99,99 Penyediaan Jasa Non PNS 163.800.000 163.800.000 100 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Pengadaan Peralatan Gedung Kantor 46.800.000 46.250.000 98,82 Pemeliharaan Rutin/Berkala Mobil Jabatan 34.990.000 34.909.800 99,77 Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan Dinas/Operasio nal 72.122.500 69.970.500 97,01 Pemeliharaan Rutin/Berkala Peralatan Gedung Kantor 34.958.000 34.950.000 99,97 Rehabilitasi Sedang/Berat Gedung Kantor 166.000.000 161.716.200 97,41 Program Peningkatan Disiplin Aparatur Pengadaan Pakaian Khusus Hari- hari Tertentu 12.250.000 12.250.000 100 Program Peningkatan Pengemban gan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan IkhtisaRealisas i Kinerja SKPD 29.278.900 29.278.900 100 Penyusunan Perencanaan dan Pelaporan Keuangan 26.220.000 26.195.000 99,90 Perencanaan dan Pelaporan Manajemen 13.080.000 13.080.000 100
  • 29.
    Page72 Aset/Barang Program Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi Penyelenggara an Pameran Investasi 202.950.000199.765.000 98,43 Program Peningkatan Iklim Investasi dan Realisasi Investasi Penyusunan Sistem Informasi Penanaman Modal di Daerah 18.926.000 18.926.000 100 Peningkatan Kegiatan Pemantauan, Pembinaan, Pengawasan Pelaksanaan Penanaman Modal 44.459.300 42.059.300 94,60 Program Peningkatan Pelayanan Masyarakat Pendataan dan Survey Perizinan 75.293.300 73.797.550 98,01 Pendataan dan Survey Perizinan Reklame 114.725.000 85.194.000 74,25 Pengukuran IKM 33.649.000 33.649.000 100 Pengolahan Data Perizinan 317.791.400 293.528.400 92,36 Pendataan, Monitoring dan Evaluasi Perizinan Tertentu 94.468.800 58.154.800 61,55
  • 30.
    Page73 3.8 Pencapaian Kinerjadan Anggaran. PROGRAM/ KEGIATAN INDIKATOR KINERJA % CAPAIAN KINERJA % PENYERAPAN ANGGARAN TINGKAT EFISIENSI Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi Program Peningkatan Iklim Investasi dan Realsiasi Investasi Nilai Investasi Daerah Pertahun (Rp) 104,74 98,43 6,31 Nilai Investasi Daerah PMDN (Rp.) 135,9 96.21 39,69 Nilai Investasi Daerah PMA (Rp.) 167,8 96.21 71,59 Program Peningkatan Pelayanan Masyarakat Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat 105,4 87,16 17,18 Nilai Skor Kepatuhan Standar Pelayanan Versi Ombudsman 100,89 87,16 13,73 LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS PENANAMAN MODAL DAN PTSP KOTA BANJARBARU