1
Laporan Pratikum Dasar Agroteknologi
ACARA I
TEHNIK BUDIDAYA TANAMAN
Disusun Oleh:
AMANDA ADJIE NUGRAHA
17011020
Dosen :
TYASTUTI PURWANI, Ir, MP
PROGRAM KEAHLIAN AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS AGROTEKNOLOGI
UNIVERSITAS MERCU BUANA YOGYAKARTA
YOGYAKARTA
2
KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha
Panyayang, saya panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah
melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada saya, sehingga saya dapat
menyelesaikan laporan ini.
laporan ini telah saya buat dengan apa yang saya lihat. Karna itu saya
membuat laporan tentang pengamatan bahan tanam
Terlepas dari semua itu, saya menyadari sepenuhnya bahwa masih ada
kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena
itu dengan tangan terbuka saya menerima segala saran dan kritik dari pembaca,
agar saya dapat memperbaiki laporan ini.
Akhir kata kami berharap semoga laporan hasil pengamatan jagung manis
ini bisa dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.
Yogyakarta, 2 january 2018
Amanda Adjie Nugraha
3
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii
BAB I PENDAHULUAN 1
1.1 Latar belakang 1
1.2 Tujuan Pratikum 1
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2
2.1 Taksonomi tanaman jagung 2
2.2 Morfologi tanaman jagung 3
2.3 Syarat tumbuh tanaman jagung 5
BAB III METODE PRAKTIKUM 6
3.1 Waktu dan tempat 6
3.2 Bahan dan alat 6
3.3 Cara kerja 6
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 9
4.1 HASIL 9
4.2 PEMBAHASAN 12
KESIMPULAN DAN SARAN 14
DAFTAR PUSTAKA 15
4
BAB I
PENDAHULUAN
1.3 Latar belakang
Tanaman jagung yang dalam bahasa ilmiahnya disebut Zea mays L.,
adalah salah satu jenis tanaman biji-bijian yang menurut sejarahnya berasal
dari Amerika. Orang-orang Eropa yang datang ke Amerika membawa benih
jagung tersebut ke negaranya. Melalui Eropa tanaman jagung terus menyebar
ke Asia dan Afrika. Baru sekitar abad ke-16 tanaman jagung ini oleh orang
Portugis dibawa ke Pakistan, Tiongkok dan daerah-daerah lainnya di Asia
termasuk Indonesia (Wirawan dan wahab, 2007).
Di Indonesia daerah-daerah penghasil tanaman jagung adalah Jawa
Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Madura, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa
Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, dan Maluku. Khusus
daerah Jawa Timur dan Madura, tanaman jagung dibudidayakan cukup
intensif karena selain tanah dan iklimnya sangat mendukung untuk
pertumbuhan tanaman jagung (Warisno, 2007). Jagung merupakan salah satu
pangan dunia yang terpenting selain gandum dan padi. Sebagai sumber
karbohidrat utama di Amerika Tengah dan Selatan, jagung juga menjadi
alternatif sumber pangan di Amerika Serikat. Penduduk beberapa daerah di
Indonesia juga menggunakan jagung sebagai bahan pangan yang penting.
Selain sebagai sumber karbohidrat, jagung juga ditanam (Suprapto, 1999).
Prospek usaha tani tanaman jagung cukup cerah bila dikelola secara
intensif dan komersial berpola agribisnis. Permintaan pasar dalam negeri dan
peluang ekspor komoditas jagung cenderung meningkat dari tahun ke tahun,
baik untuk memenuhi kebutuhan pangan. Hasil penelitian agroekonomi tahun
1981- 1986 menunjukkan bahwa permintaan terhadap jagung terus meningkat
(Rukmana, 1997).
1.4 Tujuan Pratikum
5
Supaya Mahasiswa dapat mengetahui dapat mengetahui bagaimana tehnik
budidaya tanaman yang baik dan benar.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Taksonomi tanaman jagung
Tanaman jagung (Zea Mays L.) merupakan salah satu jenis tanaman
pangan biji-bijian dari keluarga rumput-rumputan. Tanaman ini merupakan
salah satu tanaman pangan yang penting, selain gandum dan padi. Tanaman
jagung berasal dari Amerika yang tersebar ke Asia dan Afrika, melalui
kegiatan bisnis orang Eropa ke Amerika. Pada abad ke-16 orang portugal
menyerbarluaskannya ke Asia termasuk Indonesia. Jagung oleh orang Belanda
dinamakan main dan oleh orang Inggris (Ki-Jin, 2000).
Secara umum, jagung memiliki kandungan gizi dan vitamin. Di antaranya
kalori, protein, lemak, karbohidrat, kalsium, dan mengandung banyak vitamin.
Kingdom : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Monocotiledon
Ordo : Poales
Famili : Poaceae
Genus : Zea
Spesies : Zea mays L (Sepriliyana, 2010).
6
Pembuatan bedengan dilakukan setelah tanah diolah. Bedengan dilengkapi
dengan saluran pembuangan air. Ukuran bedengan adalah lebar 1-1,2 meter.
Panjang 3-5 meter, dan tinggi 15-20 cm antara dua bedeng, dibuat parit untuk
memasukkan dan mengalirkan air ke tempat penanaman (Yudiwanti, 2010).
Benih yang akan digunakan sebaiknya bermutu tinggi, baik mutu genetik, fisik
maupun fisiologinya. Berasal dari varietas unggul (daya tumbuh besar, tidak
tercampur benih lain, tidak mengandung kotoran, tidak tercemar hama dan
penyakit). Benih yang demikian dapat diperoleh bila menggunakan benih
bersertifikat (Sirait, 1989). Pada waktu pengolahan lahan, keadaan tanah
hendaknya tidak terlampau basah, tetapi cukup lembab hingga mudah
dikerjakan, sampai tanah cukup gembur. Tanah berpasir atau tanah ringan
tidak banyak memerlukan pengerjaan tanah. Pada tanah berat dengan
kelebihan air, perlu dibuat (drainase) pembuatan saluran dan pembubunan
yang tepat dapat menghindarkan terjadinya genangan air (Poehlman, 1959).
2.2 Morfologi tanaman jagung
 Akar.
Akar jagung tergolong akar serabut yang dapat mencapai kedalaman 8
m meskipun sebagian besar berada pada kisaran 2 m. Pada tanaman yang
sudah cukup dewasa muncul akar adventif dari buku-buku batang bagian
bawah yang membantu menyangga tegaknya tanaman (Burhanuddin,
2009).
 Batang jagung
Batang jagung tegak dan mudah terlihat, sebagaimana sorgum dan
tebu, namun tidak seperti padi atau gandum. Terdapat mutan yang
batangnya tidak tumbuh pesat sehingga tanaman berbentuk roset. Batang
beruas-ruas. Ruas terbungkus pelepah daun yang muncul dari buku.
Batang jagung cukup kokoh namun tidak banyak mengandung lignin
(Irfan, 1999).
7
 Daun.
Daun jagung adalah daun sempurna. Bentuknya memanjang. Antara
pelepah dan helai daun terdapat ligula. Tulang daun sejajar dengan ibu
tulang daun. Permukaan daun ada yang licin dan ada yang berambut.
Stomata pada daun jagung berbentuk halter, yang khas dimiliki familia
Poaceae. Setiap stomata dikelilingi sel-sel epidermis berbentuk kipas.
Struktur ini berperan penting dalam respon tanaman menanggapi defisit air
pada selsel daun (Puslitbangtan, 1993).
 Bunga.
Jagung memiliki bunga jantan dan bunga betina yang terpisah (diklin)
dalam satu tanaman (monoecious). Tiap kuntum bunga memiliki struktur
khas bunga dari suku Poaceae, yang disebut floret. Pada jagung, dua floret
dibatasi oleh sepasang glumae (tunggal: gluma). Bunga jantan tumbuh di
bagian puncak tanaman, berupa karangan bunga (inflorescence). Serbuk
sari berwarna kuning dan beraroma khas. Bunga betina tersusun dalam
tongkol (Sinuraya, 1989).
 Tongkol.
Tongkol tumbuh dari buku, di antara batang dan pelepah daun. Pada
umumnya, satu tanaman hanya dapat menghasilkan satu tongkol produktif
meskipun memiliki sejumlah bunga betina. Buah Jagung siap panen
Beberapa varietas unggul dapat menghasilkan lebih dari satu tongkol
produktif, dan disebut sebagai varietas prolifik. Bunga jantan jagung
cenderung siap untuk penyerbukan 2-5 hari lebih dini daripada bunga
betinanya protandri (Soemadi, 2000).
8
2.3 Syarat tumbuh tanaman jagung
 Iklim
Iklim sedang hingga daerah beriklim basah. Pada lahan tidak
beririgasi, curah hujan ideal 85-200 mm/bulan dan harus merata. Sinar
matahari cukup dan tidak ternaungi Suhu 21-340C, optimum 23-270C.
Perkecambahan benih memerlukan suhu ± 300C (Effendi, 1999).
 Tanah
Tanah gembur, subur dan kaya humus. Jenis tanah: andosol, latosol,
grumosol, dan tanah berpasir. Tanah grumosol memerlukan pengolahan
tanah yang baik. Tanah terbaik bertekstur lempung/liat berdebu. pH tanah
5,6 – 7,5. Aerasi dan ketersediaan air dalam kondisi baik. Kemiringan ≤
8%, lahan miring > 8%, perlu di teras. Tinggi tempat 1.000-1800 m dpl,
optimum 0-600 m dpl (Sukarsono, 2003).
9
BAB III
METODE PRAKTIKUM
3.1 Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada tiap hari rabu , di UPT Kebun
Percobaan dan Penelitian Universitas Mercu Buana Yogyakarta di Gunung
Bulu, Argorejo.
3.2 Bahan dan alat
a. Bahan
Dalam praktikum ini bahan yang digunakan adalah jagung manis (zea
mays sacharata)
b. Alat
Dan alat-alat yang di gunakan cangkul, patok, meteran.
3.3 Cara kerja
1. Jarak tanam
Pola tanam dapat digunakan sebagai landasan untuk meningkatkan
produktivitas lahan. Hanya saja dalam pengelolaannya diperlukan
pemahan kaedah teoritis dan keterampilan yang baik tentang semua
faktor yang menentukan produktivitas lahan tersebut. Biasanya,
pengelolaan lahan sempit untuk mendapatkan hasil/pendapatan yang
optimal maka pendekatan pertanian terpadu, ramah lingkungan, dan semua
hasil tanaman merupakan produk utama adalah pendekatan yang bijak
(Sukarsono, 2000). Dalam praktikum jarak tanam yang digunakan dengan
ukuran 75cm x 25cm dan ukuran plot 2m x 2 m Pola hubungan tanaman
adalah hubungan yang dibentuk antar individu-individu tanaman pada
lahan yang telah ditanami.
10
Pola hubungan tanaman bertujuan untuk mengatur agar semua
individu tanaman dapat memanfaatkan semua lingkungan tumbuhnya agar
tumbuh optimal dan seragam, serta untuk pertimbangan teknis lainnya.
2. Pemeliharaan tanaman
a) Penyiangan
Penyiangan dilakukan 2 minggu sekali. Penyiangan pada tanaman
jagung yang masih muda dapat dengan tangan atau cangkul kecil,
garpu dll. Penyiangan jangan sampai mengganggu perakaran tanaman
yang pada umur tersebut masih belum cukup kuat mencengkeram
tanah maka dilakukan setelah tanaman berumur 15 hari (Sania, 1988).
b) Penyisipan
Tanaman yang tumbuhnya paling tidak baik, dipotong dengan
pisau atau gunting tajam tepat di atas permukaan tanah. Pencabutan
tanaman secara langsung tidak boleh dilakukan, karena akan melukai
akar tanaman lain yang akan dibiarkan tumbuh. Penyulaman bertujuan
untuk mengganti benih yang tidak tumbuh/mati, dilakukan 7-10 hari
sesudah tanam (hst). Jumlah dan jenis benih serta perlakuan dalam
penyulaman sama dengan sewaktu penanaman (Iskandar, 1988).
c) Penyiraman
Setelah benih ditanam, dilakukan penyiraman secukupnya, kecuali
bila tanah telah lembab, tujuannya menjaga agar tanaman tidak layu.
Namun menjelang tanaman berbunga, air yang diperlukan lebih besar
sehingga perlu dialirkan air pada parit-parit di antara bumbunan
tanaman jagung (Poehlman, 1959).
11
d) Pembumbunan
Pembumbunan dilakukan bersamaan dengan penyiangan untuk
memperkokoh posisi batang agar tanaman tidak mudah rebah dan
menutup akar yang bermunculan di atas permukaan tanah karena
adanya aerasi. Dilakukan saat tanaman berumur 6 minggu, bersamaan
dengan waktu pemupukan. Tanah di sebelah kanan dan kiri barisan
tanaman diuruk dengan cangkul, kemudian ditimbun di barisan
tanaman. Dengan cara ini akan terbentuk guludan yang memanjang
(Anonimus, 2000).
e) Pemupukan
Dosis pupuk jagung yang digunakan dalam praktikum ini urea
sebanyak 300 gr sp 36sebanyak 300 gr dan KCLsebanyak 200 gr.
Pemupukan ini di lakukan hanya satu kali, pada tanaman mengalami
masa pegetatif. Pupuk di berikan ketika tanaman jagung berumur 3-4
minggu setelah tanam (Effendi, 1999)
12
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.3 HASIL
Berdasrkan hasil observasi lapang Praktikum DASAR AGRO ”Tehnik
Budidaya Tanaman” di di UPT Kebun Percobaan dan Penelitian Universitas
Mercu Buana Yogyakarta di Gunung Bulu, Argorejo.
1. Tehnik Penanaman
No Uraian Keterangan
1. Pola tanam Pergiliran tanaman dengan padi
2. Sistem budidaya Budidaya konvensional
3. Jarak tanam yang digunakan 75 x 20 cm
4. Waktu penanaman musim kemarau
5. Jumlah benih per lubang 1 butir
6. Teknik penanaman Manual dengan cara tugal
7. Alat yang digunakan menanam Bambu runcing dan sejenisnya
2. Pelaksanaan Pemeliharaan Tanaman
No Uraian Keterangan
1. Umur penyulaman jagung 7 hari setelah tanam
2. Umur pelaksanaan penyiangan 7 hari setelah tanam
3. Teknik penyiangan jagung Manual, menggunakan alat
4. Nama alat penyiangan jagung Sabit
5. Teknik pengairan tanaman
Di siram setiap hari dua kali pagi
dan sore
6. Asal sumber air Sungai
7. Jenis pupuk
Anorganik = Urea 180 kg / ha
Kcl 120 kg / ha
8. Periode pemupukan Saat tanam dan 45 HST
9. Waktu pemupukan Pagi hari
13
3. Pengamatan tinggi tanaman
Tabel. 1 Pengamatan Tinggi Tanaman Jagung Manis
Sampel
Pengamatan Tinggi Tanaman Jagung Manis(cm)
25/1
0
01/1
1
08/11 15/11 22/11 29/11 06/12 13/12
20/1
2
1. 7 21 45 85 140 144 - - -
2. 11 23 55 106 162 165 165 166 167
3. 5 15 42 65 137 139 141 141 142
4. 14 30 52 112 176 178 - - -
5. 16 27 60 89 200 203 - - -
6. 16 27 52 93 168 169 170 172 172
7. 14 29 49 93 147 152 - - -
8. 13 22 64 122 224 228 - - -
9. 13 30 61 118 197 215 233 235 235
10. 7 18 40 72 152 162 - - -
4. Pengamatan jumlah daun
Tabel. 2 Pengamatan Jumlah Daun Tanaman Jagung Manis
Sampel 25/10 01/11 08/11 15/11 22/11 29/11 06/12 13/12
20/
12
1. 3 6 8 10 12 13 - - -
2. 4 7 9 10 12 12 12 13 13
3. 3 6 8 9 11 12 12 12 12
4. 5 8 9 10 11 12 - - -
5. 5 8 9 11 12 13 - - -
6. 5 8 10 12 12 12 13 13 12
7. 5 8 8 10 10 11 - - -
8. 5 7 10 11 11 12 - - -
9. 8 8 10 12 11 13 13 13 13
10. 3 7 9 11 10 13 - - -
14
5. Penimbangan sampel tumbuhan
Tabel. 3 Perhitungan Berat Tanaman Jagung Manis
Sampel Berat Tanaman Basah
Berat Tanaman
Kering
1. 600 gram 92 gram
2. 400 gram 60,2 gram
Tabel. 4 berat tanaman sesudah kering
Sampel Awal berat
tanaman
Sesudah di open
1 57,5 gram 55,5 gram
2 133,9 gram 129,1 gram
Berat hasil panen : 2, 68 kg
1. Bobot jagung + klobot
 Sampel 6 : 187 gr
 Sampel 2 : 137 gr
2. Bobot jagung tanpa klobot
 Sampel 6 : 143 gr
 Sampel 2 : 77 gr
3. Warna biji
 Sampel 6 : kuning terang
 Sampel 2 : kuning pucat
4. Jumlah biji
 Sampel 6 : 277 gr
 Sampel 2 : 158 gr
5. Jumlah tongkol
 Sampel 6 : 1 Tongkol
 Sampel 2 : 1 Tongkol
6. Rasa jagung
 Sampel 6 : kurang manis
 Sampel 2 : manis
15
4.4 PEMBAHASAN
Luas petakan adalah (2m x 3m) pada penanaman jagung di pilih jarak
tanam (25cm x 30cm) sehingga petakan dapat diisi 90 lobang tanaman
jagung. jarak tanam ini dipilih karena jarak tanam dapat mempengaruhi
populasi tanaman, efisiensi penggunaan cahaya, perkembangan hama
penyakit, juga mempengaruhi kompetesi antara tanaman di sebelahnya
dalam menyerap air dan unsur hara. Tiap kelompok di berikan 1 petakan
dimana tiap petakan dapat diisi tanaman 35 benih jagung dimana tiap
lobang di isi 1 tanaman jagung..Tinggi tanaman Dari data yang didapat
bahwa setiap ajgung memiliki ketinggin sesuai dengan pertumbuhan dan
nutrisi yang di dapat jadi tinggi batang dapat berbeda beda.
benih jagung perlubang tanaman mengalami persaingan dalam
memenuhi kebutuhan cahaya matahari, air, maupun unsur hara. Namun,
ada juga tanaman yng tumbuh kerdil, hal ini dikarenakan penyebaran
pupuk yang tidak merata. Lebar daun ke-6 merupakan indicator
pertumbuhan yang lebih baik. Pada pengamatan diketahui bahwa lebar
daun jagung berbeda beda opertiam tanamannya. Hal ini juga dikarenakan
terjadinya persaingan dalam memperebutkan unsure hara. Pada tanaman
jagung perlubang tanaman, pemberian pupuk KCL tidak dapat diserap
dengan baik oleh tanaman jagung karena terjadi persaingan tanaman dalam
satu lubang. Tanaman cenderung mengambil K dalam jumlah yang lebih
banyak dari jumlah yang dibutuhkan tetapi tidak menambah produksi. K
bukan merupakan unsure penyusun jaringan tanaman.
Factor lain yang menyebabkan lebar daun ke-6 relatif lebih kecil yaitu
bahan organic yang terdapat dalam tanah, dan struktur tanah. Jika daun ke-
6 mulai menguning atau bahkan mati, ini menunjukkan dimulainya
pertumbuhan malay. Keluarnya Malay. Dimulainya fase generatif pada
pertumbuhan tanaman jagung ditunjukkan dengan mulai timbulnya malay.
Jika pertumbuhan malay sebanyak 75% atau lebih dari seluruh sample
maka itu disebut hati dimulainya pertumbuhan malay.
16
Beberapa faktor yang menyebabkan perbedaan pertumbuhan tanaman
tersebut yaitu :
1. Faktor Cahaya
Cahaya bermanfaat bagi tumbuhan terutama sebagai energi yang
nantinya digunakan untuk proses fotosintesis. Cahaya juga berperan dalam
proses pembentukan klorofil. Akan tetapi cahaya dapat bersifat sebagai
penghambat (inhibitor) pada proses pertumbuhan, hal ini terjadi karena
cahaya dapat memacu difusi auksin ke bagian yang tidak terkena cahaya.
Sehingga, pada proses perkecambahan yang diletakkan di tempat yang
gelap akan menyebabkan terjadinya etiolasi dimana kacang hijau tumbuh
lebih panjang namun tidak subur pertumbuhannya.
2. Faktor Suhu
Suhu yang cukup (suhu ruangan) dapat mengoptimalkan kerja
hormon-hormon tumbuhan karena kerja enzim/hormon (faktor internal)
tumbuhan sangat dipengaruhi oleh suhu lingkungan. Semakin panas atau
dingin suhu ruangan maka hormon tumbuhan 마무 semakin tidak bekerja
3. Faktor Air dan Nutrisi
Air sangat diperlukan oleh tumbuhan sebagai media terjadinya reaksi
kimia, dan tanaman hijau yang kekurangan air lambat laun akan layu.
Rupanya dalam percobaan, detergen tidak hanya memberi air sebagai
media reaksi kimia namun juga memberi nutrisi karena mengandung Asam
Nitrat dan Natrium Trifosfat yang juga ada dalam kandungan pupuk untuk
17
KESIMPULAN DAN SARAN
KESIMPULAN
Dari hasil yang telah kami teliti dalam praktikum dasar Agro dapat kami tarik
kesimpulan yaitu :
 Dalam proses penanaman jagung perlu diperhatikan beberapa faktor, agar
tanamannya dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan panen yang
maksimal. Faktor-faktor yang diperhatikan adalah :
o Jarak tanam
o pemberian pupuk NPK
o Pengendalian hama dan penyakit
 Persaingan tanaman jagung sangat terlihat pada tiap tanaman jagung
sehingga terjadi persaingan perebutan unsur hara yang dapat di lihat dari
pertumbuhan tanaman jagung.
SARAN
Hanya inilah hasil penelitian dari kami mengenai budidaya jagung,
semoga hasil penelitian kami ini dapat bermanfaat sebagai landasan dasar
pengetahuan budidaya jagung bagi kami.
18
DAFTAR PUSTAKA
http://news.nationalgeographic.com/news/2006/03/0302_060302_peru_corn.html]
http://www.kontan.co.id/index.php/bisnis/news/37303/Produksi-Jagung-Nasional-
Terganjal-
http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/01/tgl/09/time/0
91302/idnews/876754/idkanal/317
http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/01/tgl/09/time/0
91302/idnews/876754/idkanal/317
http://www.kontan.co.id/index.php/bisnis/news/37303/Produksi-Jagung-Nasional-
Terganjal-Cuaca
http://news.nationalgeographic.com/news/2006/03/0302_060302_peru_corn.html
James, M. G.. "Characterization of the Maize Gene sugary1, a Determinant of
James, M. G.. "Characterization of the Maize Gene sugary1, a Determinant of
Starch Composition in Kernels". The Plant Cell 7 (4): 417-429.
Sumber Direktorat Gizi, Departemen Kesehatan Republik Indonesia
Starch Composition in Kernels". The Plant Cell 7 (4): 417-429.
Sumber Direktorat Gizi, Departemen Kesehatan Republik Indonesia

Bab i

  • 1.
    1 Laporan Pratikum DasarAgroteknologi ACARA I TEHNIK BUDIDAYA TANAMAN Disusun Oleh: AMANDA ADJIE NUGRAHA 17011020 Dosen : TYASTUTI PURWANI, Ir, MP PROGRAM KEAHLIAN AGROTEKNOLOGI FAKULTAS AGROTEKNOLOGI UNIVERSITAS MERCU BUANA YOGYAKARTA YOGYAKARTA
  • 2.
    2 KATA PENGANTAR Dengan menyebutnama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, saya panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada saya, sehingga saya dapat menyelesaikan laporan ini. laporan ini telah saya buat dengan apa yang saya lihat. Karna itu saya membuat laporan tentang pengamatan bahan tanam Terlepas dari semua itu, saya menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka saya menerima segala saran dan kritik dari pembaca, agar saya dapat memperbaiki laporan ini. Akhir kata kami berharap semoga laporan hasil pengamatan jagung manis ini bisa dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca. Yogyakarta, 2 january 2018 Amanda Adjie Nugraha
  • 3.
    3 DAFTAR ISI KATA PENGANTARii DAFTAR ISI iii BAB I PENDAHULUAN 1 1.1 Latar belakang 1 1.2 Tujuan Pratikum 1 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2 2.1 Taksonomi tanaman jagung 2 2.2 Morfologi tanaman jagung 3 2.3 Syarat tumbuh tanaman jagung 5 BAB III METODE PRAKTIKUM 6 3.1 Waktu dan tempat 6 3.2 Bahan dan alat 6 3.3 Cara kerja 6 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 9 4.1 HASIL 9 4.2 PEMBAHASAN 12 KESIMPULAN DAN SARAN 14 DAFTAR PUSTAKA 15
  • 4.
    4 BAB I PENDAHULUAN 1.3 Latarbelakang Tanaman jagung yang dalam bahasa ilmiahnya disebut Zea mays L., adalah salah satu jenis tanaman biji-bijian yang menurut sejarahnya berasal dari Amerika. Orang-orang Eropa yang datang ke Amerika membawa benih jagung tersebut ke negaranya. Melalui Eropa tanaman jagung terus menyebar ke Asia dan Afrika. Baru sekitar abad ke-16 tanaman jagung ini oleh orang Portugis dibawa ke Pakistan, Tiongkok dan daerah-daerah lainnya di Asia termasuk Indonesia (Wirawan dan wahab, 2007). Di Indonesia daerah-daerah penghasil tanaman jagung adalah Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Madura, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, dan Maluku. Khusus daerah Jawa Timur dan Madura, tanaman jagung dibudidayakan cukup intensif karena selain tanah dan iklimnya sangat mendukung untuk pertumbuhan tanaman jagung (Warisno, 2007). Jagung merupakan salah satu pangan dunia yang terpenting selain gandum dan padi. Sebagai sumber karbohidrat utama di Amerika Tengah dan Selatan, jagung juga menjadi alternatif sumber pangan di Amerika Serikat. Penduduk beberapa daerah di Indonesia juga menggunakan jagung sebagai bahan pangan yang penting. Selain sebagai sumber karbohidrat, jagung juga ditanam (Suprapto, 1999). Prospek usaha tani tanaman jagung cukup cerah bila dikelola secara intensif dan komersial berpola agribisnis. Permintaan pasar dalam negeri dan peluang ekspor komoditas jagung cenderung meningkat dari tahun ke tahun, baik untuk memenuhi kebutuhan pangan. Hasil penelitian agroekonomi tahun 1981- 1986 menunjukkan bahwa permintaan terhadap jagung terus meningkat (Rukmana, 1997). 1.4 Tujuan Pratikum
  • 5.
    5 Supaya Mahasiswa dapatmengetahui dapat mengetahui bagaimana tehnik budidaya tanaman yang baik dan benar. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Taksonomi tanaman jagung Tanaman jagung (Zea Mays L.) merupakan salah satu jenis tanaman pangan biji-bijian dari keluarga rumput-rumputan. Tanaman ini merupakan salah satu tanaman pangan yang penting, selain gandum dan padi. Tanaman jagung berasal dari Amerika yang tersebar ke Asia dan Afrika, melalui kegiatan bisnis orang Eropa ke Amerika. Pada abad ke-16 orang portugal menyerbarluaskannya ke Asia termasuk Indonesia. Jagung oleh orang Belanda dinamakan main dan oleh orang Inggris (Ki-Jin, 2000). Secara umum, jagung memiliki kandungan gizi dan vitamin. Di antaranya kalori, protein, lemak, karbohidrat, kalsium, dan mengandung banyak vitamin. Kingdom : Plantae Divisio : Spermatophyta Subdivisi : Angiospermae Kelas : Monocotiledon Ordo : Poales Famili : Poaceae Genus : Zea Spesies : Zea mays L (Sepriliyana, 2010).
  • 6.
    6 Pembuatan bedengan dilakukansetelah tanah diolah. Bedengan dilengkapi dengan saluran pembuangan air. Ukuran bedengan adalah lebar 1-1,2 meter. Panjang 3-5 meter, dan tinggi 15-20 cm antara dua bedeng, dibuat parit untuk memasukkan dan mengalirkan air ke tempat penanaman (Yudiwanti, 2010). Benih yang akan digunakan sebaiknya bermutu tinggi, baik mutu genetik, fisik maupun fisiologinya. Berasal dari varietas unggul (daya tumbuh besar, tidak tercampur benih lain, tidak mengandung kotoran, tidak tercemar hama dan penyakit). Benih yang demikian dapat diperoleh bila menggunakan benih bersertifikat (Sirait, 1989). Pada waktu pengolahan lahan, keadaan tanah hendaknya tidak terlampau basah, tetapi cukup lembab hingga mudah dikerjakan, sampai tanah cukup gembur. Tanah berpasir atau tanah ringan tidak banyak memerlukan pengerjaan tanah. Pada tanah berat dengan kelebihan air, perlu dibuat (drainase) pembuatan saluran dan pembubunan yang tepat dapat menghindarkan terjadinya genangan air (Poehlman, 1959). 2.2 Morfologi tanaman jagung  Akar. Akar jagung tergolong akar serabut yang dapat mencapai kedalaman 8 m meskipun sebagian besar berada pada kisaran 2 m. Pada tanaman yang sudah cukup dewasa muncul akar adventif dari buku-buku batang bagian bawah yang membantu menyangga tegaknya tanaman (Burhanuddin, 2009).  Batang jagung Batang jagung tegak dan mudah terlihat, sebagaimana sorgum dan tebu, namun tidak seperti padi atau gandum. Terdapat mutan yang batangnya tidak tumbuh pesat sehingga tanaman berbentuk roset. Batang beruas-ruas. Ruas terbungkus pelepah daun yang muncul dari buku. Batang jagung cukup kokoh namun tidak banyak mengandung lignin (Irfan, 1999).
  • 7.
    7  Daun. Daun jagungadalah daun sempurna. Bentuknya memanjang. Antara pelepah dan helai daun terdapat ligula. Tulang daun sejajar dengan ibu tulang daun. Permukaan daun ada yang licin dan ada yang berambut. Stomata pada daun jagung berbentuk halter, yang khas dimiliki familia Poaceae. Setiap stomata dikelilingi sel-sel epidermis berbentuk kipas. Struktur ini berperan penting dalam respon tanaman menanggapi defisit air pada selsel daun (Puslitbangtan, 1993).  Bunga. Jagung memiliki bunga jantan dan bunga betina yang terpisah (diklin) dalam satu tanaman (monoecious). Tiap kuntum bunga memiliki struktur khas bunga dari suku Poaceae, yang disebut floret. Pada jagung, dua floret dibatasi oleh sepasang glumae (tunggal: gluma). Bunga jantan tumbuh di bagian puncak tanaman, berupa karangan bunga (inflorescence). Serbuk sari berwarna kuning dan beraroma khas. Bunga betina tersusun dalam tongkol (Sinuraya, 1989).  Tongkol. Tongkol tumbuh dari buku, di antara batang dan pelepah daun. Pada umumnya, satu tanaman hanya dapat menghasilkan satu tongkol produktif meskipun memiliki sejumlah bunga betina. Buah Jagung siap panen Beberapa varietas unggul dapat menghasilkan lebih dari satu tongkol produktif, dan disebut sebagai varietas prolifik. Bunga jantan jagung cenderung siap untuk penyerbukan 2-5 hari lebih dini daripada bunga betinanya protandri (Soemadi, 2000).
  • 8.
    8 2.3 Syarat tumbuhtanaman jagung  Iklim Iklim sedang hingga daerah beriklim basah. Pada lahan tidak beririgasi, curah hujan ideal 85-200 mm/bulan dan harus merata. Sinar matahari cukup dan tidak ternaungi Suhu 21-340C, optimum 23-270C. Perkecambahan benih memerlukan suhu ± 300C (Effendi, 1999).  Tanah Tanah gembur, subur dan kaya humus. Jenis tanah: andosol, latosol, grumosol, dan tanah berpasir. Tanah grumosol memerlukan pengolahan tanah yang baik. Tanah terbaik bertekstur lempung/liat berdebu. pH tanah 5,6 – 7,5. Aerasi dan ketersediaan air dalam kondisi baik. Kemiringan ≤ 8%, lahan miring > 8%, perlu di teras. Tinggi tempat 1.000-1800 m dpl, optimum 0-600 m dpl (Sukarsono, 2003).
  • 9.
    9 BAB III METODE PRAKTIKUM 3.1Waktu dan Tempat Praktikum ini dilaksanakan pada tiap hari rabu , di UPT Kebun Percobaan dan Penelitian Universitas Mercu Buana Yogyakarta di Gunung Bulu, Argorejo. 3.2 Bahan dan alat a. Bahan Dalam praktikum ini bahan yang digunakan adalah jagung manis (zea mays sacharata) b. Alat Dan alat-alat yang di gunakan cangkul, patok, meteran. 3.3 Cara kerja 1. Jarak tanam Pola tanam dapat digunakan sebagai landasan untuk meningkatkan produktivitas lahan. Hanya saja dalam pengelolaannya diperlukan pemahan kaedah teoritis dan keterampilan yang baik tentang semua faktor yang menentukan produktivitas lahan tersebut. Biasanya, pengelolaan lahan sempit untuk mendapatkan hasil/pendapatan yang optimal maka pendekatan pertanian terpadu, ramah lingkungan, dan semua hasil tanaman merupakan produk utama adalah pendekatan yang bijak (Sukarsono, 2000). Dalam praktikum jarak tanam yang digunakan dengan ukuran 75cm x 25cm dan ukuran plot 2m x 2 m Pola hubungan tanaman adalah hubungan yang dibentuk antar individu-individu tanaman pada lahan yang telah ditanami.
  • 10.
    10 Pola hubungan tanamanbertujuan untuk mengatur agar semua individu tanaman dapat memanfaatkan semua lingkungan tumbuhnya agar tumbuh optimal dan seragam, serta untuk pertimbangan teknis lainnya. 2. Pemeliharaan tanaman a) Penyiangan Penyiangan dilakukan 2 minggu sekali. Penyiangan pada tanaman jagung yang masih muda dapat dengan tangan atau cangkul kecil, garpu dll. Penyiangan jangan sampai mengganggu perakaran tanaman yang pada umur tersebut masih belum cukup kuat mencengkeram tanah maka dilakukan setelah tanaman berumur 15 hari (Sania, 1988). b) Penyisipan Tanaman yang tumbuhnya paling tidak baik, dipotong dengan pisau atau gunting tajam tepat di atas permukaan tanah. Pencabutan tanaman secara langsung tidak boleh dilakukan, karena akan melukai akar tanaman lain yang akan dibiarkan tumbuh. Penyulaman bertujuan untuk mengganti benih yang tidak tumbuh/mati, dilakukan 7-10 hari sesudah tanam (hst). Jumlah dan jenis benih serta perlakuan dalam penyulaman sama dengan sewaktu penanaman (Iskandar, 1988). c) Penyiraman Setelah benih ditanam, dilakukan penyiraman secukupnya, kecuali bila tanah telah lembab, tujuannya menjaga agar tanaman tidak layu. Namun menjelang tanaman berbunga, air yang diperlukan lebih besar sehingga perlu dialirkan air pada parit-parit di antara bumbunan tanaman jagung (Poehlman, 1959).
  • 11.
    11 d) Pembumbunan Pembumbunan dilakukanbersamaan dengan penyiangan untuk memperkokoh posisi batang agar tanaman tidak mudah rebah dan menutup akar yang bermunculan di atas permukaan tanah karena adanya aerasi. Dilakukan saat tanaman berumur 6 minggu, bersamaan dengan waktu pemupukan. Tanah di sebelah kanan dan kiri barisan tanaman diuruk dengan cangkul, kemudian ditimbun di barisan tanaman. Dengan cara ini akan terbentuk guludan yang memanjang (Anonimus, 2000). e) Pemupukan Dosis pupuk jagung yang digunakan dalam praktikum ini urea sebanyak 300 gr sp 36sebanyak 300 gr dan KCLsebanyak 200 gr. Pemupukan ini di lakukan hanya satu kali, pada tanaman mengalami masa pegetatif. Pupuk di berikan ketika tanaman jagung berumur 3-4 minggu setelah tanam (Effendi, 1999)
  • 12.
    12 BAB IV HASIL DANPEMBAHASAN 4.3 HASIL Berdasrkan hasil observasi lapang Praktikum DASAR AGRO ”Tehnik Budidaya Tanaman” di di UPT Kebun Percobaan dan Penelitian Universitas Mercu Buana Yogyakarta di Gunung Bulu, Argorejo. 1. Tehnik Penanaman No Uraian Keterangan 1. Pola tanam Pergiliran tanaman dengan padi 2. Sistem budidaya Budidaya konvensional 3. Jarak tanam yang digunakan 75 x 20 cm 4. Waktu penanaman musim kemarau 5. Jumlah benih per lubang 1 butir 6. Teknik penanaman Manual dengan cara tugal 7. Alat yang digunakan menanam Bambu runcing dan sejenisnya 2. Pelaksanaan Pemeliharaan Tanaman No Uraian Keterangan 1. Umur penyulaman jagung 7 hari setelah tanam 2. Umur pelaksanaan penyiangan 7 hari setelah tanam 3. Teknik penyiangan jagung Manual, menggunakan alat 4. Nama alat penyiangan jagung Sabit 5. Teknik pengairan tanaman Di siram setiap hari dua kali pagi dan sore 6. Asal sumber air Sungai 7. Jenis pupuk Anorganik = Urea 180 kg / ha Kcl 120 kg / ha 8. Periode pemupukan Saat tanam dan 45 HST 9. Waktu pemupukan Pagi hari
  • 13.
    13 3. Pengamatan tinggitanaman Tabel. 1 Pengamatan Tinggi Tanaman Jagung Manis Sampel Pengamatan Tinggi Tanaman Jagung Manis(cm) 25/1 0 01/1 1 08/11 15/11 22/11 29/11 06/12 13/12 20/1 2 1. 7 21 45 85 140 144 - - - 2. 11 23 55 106 162 165 165 166 167 3. 5 15 42 65 137 139 141 141 142 4. 14 30 52 112 176 178 - - - 5. 16 27 60 89 200 203 - - - 6. 16 27 52 93 168 169 170 172 172 7. 14 29 49 93 147 152 - - - 8. 13 22 64 122 224 228 - - - 9. 13 30 61 118 197 215 233 235 235 10. 7 18 40 72 152 162 - - - 4. Pengamatan jumlah daun Tabel. 2 Pengamatan Jumlah Daun Tanaman Jagung Manis Sampel 25/10 01/11 08/11 15/11 22/11 29/11 06/12 13/12 20/ 12 1. 3 6 8 10 12 13 - - - 2. 4 7 9 10 12 12 12 13 13 3. 3 6 8 9 11 12 12 12 12 4. 5 8 9 10 11 12 - - - 5. 5 8 9 11 12 13 - - - 6. 5 8 10 12 12 12 13 13 12 7. 5 8 8 10 10 11 - - - 8. 5 7 10 11 11 12 - - - 9. 8 8 10 12 11 13 13 13 13 10. 3 7 9 11 10 13 - - -
  • 14.
    14 5. Penimbangan sampeltumbuhan Tabel. 3 Perhitungan Berat Tanaman Jagung Manis Sampel Berat Tanaman Basah Berat Tanaman Kering 1. 600 gram 92 gram 2. 400 gram 60,2 gram Tabel. 4 berat tanaman sesudah kering Sampel Awal berat tanaman Sesudah di open 1 57,5 gram 55,5 gram 2 133,9 gram 129,1 gram Berat hasil panen : 2, 68 kg 1. Bobot jagung + klobot  Sampel 6 : 187 gr  Sampel 2 : 137 gr 2. Bobot jagung tanpa klobot  Sampel 6 : 143 gr  Sampel 2 : 77 gr 3. Warna biji  Sampel 6 : kuning terang  Sampel 2 : kuning pucat 4. Jumlah biji  Sampel 6 : 277 gr  Sampel 2 : 158 gr 5. Jumlah tongkol  Sampel 6 : 1 Tongkol  Sampel 2 : 1 Tongkol 6. Rasa jagung  Sampel 6 : kurang manis  Sampel 2 : manis
  • 15.
    15 4.4 PEMBAHASAN Luas petakanadalah (2m x 3m) pada penanaman jagung di pilih jarak tanam (25cm x 30cm) sehingga petakan dapat diisi 90 lobang tanaman jagung. jarak tanam ini dipilih karena jarak tanam dapat mempengaruhi populasi tanaman, efisiensi penggunaan cahaya, perkembangan hama penyakit, juga mempengaruhi kompetesi antara tanaman di sebelahnya dalam menyerap air dan unsur hara. Tiap kelompok di berikan 1 petakan dimana tiap petakan dapat diisi tanaman 35 benih jagung dimana tiap lobang di isi 1 tanaman jagung..Tinggi tanaman Dari data yang didapat bahwa setiap ajgung memiliki ketinggin sesuai dengan pertumbuhan dan nutrisi yang di dapat jadi tinggi batang dapat berbeda beda. benih jagung perlubang tanaman mengalami persaingan dalam memenuhi kebutuhan cahaya matahari, air, maupun unsur hara. Namun, ada juga tanaman yng tumbuh kerdil, hal ini dikarenakan penyebaran pupuk yang tidak merata. Lebar daun ke-6 merupakan indicator pertumbuhan yang lebih baik. Pada pengamatan diketahui bahwa lebar daun jagung berbeda beda opertiam tanamannya. Hal ini juga dikarenakan terjadinya persaingan dalam memperebutkan unsure hara. Pada tanaman jagung perlubang tanaman, pemberian pupuk KCL tidak dapat diserap dengan baik oleh tanaman jagung karena terjadi persaingan tanaman dalam satu lubang. Tanaman cenderung mengambil K dalam jumlah yang lebih banyak dari jumlah yang dibutuhkan tetapi tidak menambah produksi. K bukan merupakan unsure penyusun jaringan tanaman. Factor lain yang menyebabkan lebar daun ke-6 relatif lebih kecil yaitu bahan organic yang terdapat dalam tanah, dan struktur tanah. Jika daun ke- 6 mulai menguning atau bahkan mati, ini menunjukkan dimulainya pertumbuhan malay. Keluarnya Malay. Dimulainya fase generatif pada pertumbuhan tanaman jagung ditunjukkan dengan mulai timbulnya malay. Jika pertumbuhan malay sebanyak 75% atau lebih dari seluruh sample maka itu disebut hati dimulainya pertumbuhan malay.
  • 16.
    16 Beberapa faktor yangmenyebabkan perbedaan pertumbuhan tanaman tersebut yaitu : 1. Faktor Cahaya Cahaya bermanfaat bagi tumbuhan terutama sebagai energi yang nantinya digunakan untuk proses fotosintesis. Cahaya juga berperan dalam proses pembentukan klorofil. Akan tetapi cahaya dapat bersifat sebagai penghambat (inhibitor) pada proses pertumbuhan, hal ini terjadi karena cahaya dapat memacu difusi auksin ke bagian yang tidak terkena cahaya. Sehingga, pada proses perkecambahan yang diletakkan di tempat yang gelap akan menyebabkan terjadinya etiolasi dimana kacang hijau tumbuh lebih panjang namun tidak subur pertumbuhannya. 2. Faktor Suhu Suhu yang cukup (suhu ruangan) dapat mengoptimalkan kerja hormon-hormon tumbuhan karena kerja enzim/hormon (faktor internal) tumbuhan sangat dipengaruhi oleh suhu lingkungan. Semakin panas atau dingin suhu ruangan maka hormon tumbuhan 마무 semakin tidak bekerja 3. Faktor Air dan Nutrisi Air sangat diperlukan oleh tumbuhan sebagai media terjadinya reaksi kimia, dan tanaman hijau yang kekurangan air lambat laun akan layu. Rupanya dalam percobaan, detergen tidak hanya memberi air sebagai media reaksi kimia namun juga memberi nutrisi karena mengandung Asam Nitrat dan Natrium Trifosfat yang juga ada dalam kandungan pupuk untuk
  • 17.
    17 KESIMPULAN DAN SARAN KESIMPULAN Darihasil yang telah kami teliti dalam praktikum dasar Agro dapat kami tarik kesimpulan yaitu :  Dalam proses penanaman jagung perlu diperhatikan beberapa faktor, agar tanamannya dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan panen yang maksimal. Faktor-faktor yang diperhatikan adalah : o Jarak tanam o pemberian pupuk NPK o Pengendalian hama dan penyakit  Persaingan tanaman jagung sangat terlihat pada tiap tanaman jagung sehingga terjadi persaingan perebutan unsur hara yang dapat di lihat dari pertumbuhan tanaman jagung. SARAN Hanya inilah hasil penelitian dari kami mengenai budidaya jagung, semoga hasil penelitian kami ini dapat bermanfaat sebagai landasan dasar pengetahuan budidaya jagung bagi kami.
  • 18.
    18 DAFTAR PUSTAKA http://news.nationalgeographic.com/news/2006/03/0302_060302_peru_corn.html] http://www.kontan.co.id/index.php/bisnis/news/37303/Produksi-Jagung-Nasional- Terganjal- http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/01/tgl/09/time/0 91302/idnews/876754/idkanal/317 http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/01/tgl/09/time/0 91302/idnews/876754/idkanal/317 http://www.kontan.co.id/index.php/bisnis/news/37303/Produksi-Jagung-Nasional- Terganjal-Cuaca http://news.nationalgeographic.com/news/2006/03/0302_060302_peru_corn.html James, M.G.. "Characterization of the Maize Gene sugary1, a Determinant of James, M. G.. "Characterization of the Maize Gene sugary1, a Determinant of Starch Composition in Kernels". The Plant Cell 7 (4): 417-429. Sumber Direktorat Gizi, Departemen Kesehatan Republik Indonesia Starch Composition in Kernels". The Plant Cell 7 (4): 417-429. Sumber Direktorat Gizi, Departemen Kesehatan Republik Indonesia