PERUBAHAN FISIK DAN
FISIOLOGIS PADA KALA II
Sagita Darma Sari, SST, M.Kes
Batasan kala II
Dimulai dari pembukaan lengkap dan berakhir
pada saat bayi lahir
Fase-fase kala II
Menurut Adehold dan Robert kala II dibagi menjadi 3 fase
1. Fase keredaan
dimulai dari pembukaan lengkap s.d. timbulnya
keinginan meneran secara berirama dan sering
2. Fase peneranan aktif
Dimulai saat meneran hingga bagian teremdah janin
tdk masuk lagi antara peneran yg dilakukan
3. Fase perineal
Dimulai dari crowning hingga lahirnya seluruh tbh bayi
Perubahan fisik yg tjd pada
kala II
1. Kontraksi uterus
kontraksi selama kala II tjd lbh sering dan sedikit lama
yaitu setiap 2’,lamanya 60-90’
2. Perubahan-perubahan uterus
a. SAR(segmen atas rahim) dan segmen bawah rahim
(SBR)
b. perubahan pd servikpembukaan lengkap
c. vagina dan dasar panggul
stlh pembukaan lengkap dan ketuban pecah tjd
perubahan, terutama pd dasar panggul yg diregangkan
bag. Depan janin shg saluran yg dinding-dindingnya
tipis k/ suatu regangan dan kepala sampai di vulva, anus
terbuka dan perineum menonjol
Perubahan fisiologis pada janin
sesuai dg mekanisme persalinan
 Penurunan
 Fleksi
 Putaran paksi dalam
 Ekspulsi
 Putaran paksi luar
Perubahan fisiologis pd
persalinan kala II
Pada kala ini ibu merasa
1. Sangat lelah
2. Menutup mata diantara 2 kontraksi dan
mencoba untuk tidur
3. Respon terhadap pertanyaan hanya satu
kata diantara 2 kontraksi, ibu sulit untuk
mengikuti perintah yg sederhana sekalipun,
hal ini disebabkan k/ ibu lebih terfokus pd
dirinya d/p bayinya
Lanjutan
4. Ibu akan merasakan kontraksi yg sangat
menyakitkan dan melelahkan
5. Sebagian wanita merasakan nyeri yg sgt kuat
pd setiap peneranan dan berusaha melawan
kontraksi
6. Melakukan setiap usaha yg mendorong u/
meneran
7.Tegang, cemas, gelisah, lekas marah dan
tersinggung
Perubahan fisiologis
 Tekanan darah
TD meningkat 15-22 mmHg, hal ini dipgrh o/
adanya dorongan meneran.
 Metabolisme meningkat spt halnya pd kala I
k/ adanya usaha meneran dr ibu yg
menyebabkan peningkatan aktivitas skletal
 Denyut nadi meningkat
 Suhu tubuh
tjd peningkatan plg tinggi tjd pd kelahiran
dan segera ssdh itu. Peningkatan normal 0.5-
1C
 Respirasi, ginjal dan hematologik sama pd
kala I
Gastrointestinal
Berkurangnya motolitas gastrik dan absorpsi
terus lanjut selama kala II. Biasanya mual dan
muntah saat transisi hilang selama kala
II,tetapi tetap ada pada beberapa
wanita.Muntah,yg terjadi, biasanya spordic.
Muntah konstan dan terus menerus pada
waktu kapan saja selama persalinan adalah
abnormal dan indikasi abnormal seperti
pecahnya uteri atau toksemia
Gejala dan Tanda Kala II
 Ada rasa ingin meneran saat kontraksi
 Ada dorongan pada rektum atau vagina
 Perineum terlihat menonjol
 Vulva dan sfinkter ani membuka
 Peningkatan pengeluaran lendir dan darah
Persiapan penolong
persalinan
 Sarung tangan dan barier protektif lainnya
 Tempat bersalin
 Peralatan dan bahan yang diperlukan
 Tempat meletakkan dan lingkungan yang
nyaman bagi bayi
 Penyiapan ibu dan keluarganya (Asuhan Sayang
Ibu, bersihkan perineum dan lipat paha,
kosongkan kandung kemih, amniotomi, dan
menjelaskan peran suami/pendamping
Penatalaksanaan Kala II
 Setelah pembukaan lengkap, pimpin
untuk meneran apabila timbul dorongan
spontan untuk melakukan hal itu
 Beristirahat diantara kontraksi
 Berikan posisi yang nyaman bagi ibu
 Pantau kondisi janin
 Bila ingin meneran tapi pembukaan belum
lengkap, anjurkan bernafas cepat/biasa,
atur posisi agar nyaman, upayakan tidak
meneran hingga pembukaan lengkap
Episiotomi
 Tidak dilakukan secara rutin
 Bila tidak tepat waktu dan prosedurnya salah,
terjadi peningkatan jumlah perdarahan,
laserasi derajat 3 atau 4 dan kejadian
hematoma
 Menyebabkan nyeri pascapersalinan
 Meningkatkan risiko infeksi
Episiotomi untuk mempercepat
persalinan, dilakukan pada:
 Terjadi gawat janin dan persalinan
mungkin harus diselesaikan dengan
bantuan alat (ekstraksi cunam atau
vakum)
 Adanya penyulit (distosia bahu, persalinan
sungsang)
 Adanya parut yang menghambat proses
pengeluaran bayi
Pada saat pengeluaran,
perhatikan hal-hal berikut:
 Posisi ibu saat melahirkan bayi
 Cegah terjadinya laserasi atau trauma
 Proses melahirkan kepala
 Memeriksa lilitan tali pusat pada leher bayi
 Proses melahirkan bahu
 Proses melahirkan tubuh bayi
 Mengusap muka, mengeringkan dan
rangsangan taktil pada bayi
 Memotong tali pusat
Gejala dan Tanda Distosia
Bahu
 “Turtle Sign” : kepala terdorong keluar tetapi
kembali ke dalam vagina setelah kontraksi
atau ibu berhenti meneran
 Tidak terjadi putaran paksi luar apabila
kepala telah lahir
 Kepala tetap pada posisinya (dalam vagina)
walau ibu meneran sekuat mungkin
Tanda pastikan persalinan kala dua :
• Pembukaan serviks lengkap atau
•Kepala janin terilihat dari introitus
vagina
Dengan
spontan
untuk
meneran ?
Lanjutankan dengan
penatalaksanaan
fisiologis :
• Pecahkan selaput
ketuban bila belum
pecah
•Anjurkan untuk mulai
meneran
•Nilai
DJJ,kontraksi,tanda -
tanda vital, kandung
kemih secara rutin
•Anjurkan untuk minum
•Anjurkan perubahan
posisi
Bayi lahir
dalam 60
menit pada
multi para
atau 120
menit pad
Lakukan :
• manajemen
aktif kala tiga
•Asuhan bayi
baru lahir
Rujuk segera
Tidak
Ya
Ya
Tidak
ALUR PENATALAKSANAAN
KALA II FISIOLOGIS
•Anjurka n perubahan posisi
•Lakukan stimulasi putting susu
•Minta ibu mengosongkan
kandung kemihnya
•Anjurkan untuk minum
•Nilai DJJ,Kontraksi dan tanda
tanda vital
•Evaluasi dalam 60 menit
Dorong
untuk
meneran
•Bimbing ibu untuk meneran
saat kontaksi
•Anjurkan untuk minum
•Anjurkan perubahan posisi
•Lakukan stimulasi putting susu
•Nilai DJJ setiap 5 – 10 menit
Lanjutkan dengan
penatalaksanaan fisio logis
persalinan kala dua
Bayi lahir
dalam waktu
60 menit (atau
kelahiran bayi
akan segera
terjadi )
Lakukan:
•Manajemen aktif kala
tiga
•Asuhan bayi baru lahir
Rujuk segera
Ya
Ya
Tidak
Tidak
Posisi pada kala II
Posisi duduk atau
setengah duduk
Keuntungan
 Memudahkan untuk beristirahat diantara
kontraksi
 Gaya grafitasi membantu ibu dalam
melahirkan bayi
 Alur jalan lahir yang perlu ditempuh
untuk bisa keluar lebih pendek.
 Suplai oksigen dari ibu ke janin
berlangsung optimal.
Kerugian
 Posisi ini bisa menyebabkan keluhan
pegal di punggung dan kelelahan,
apalagi kalau proses persalinannya lama.
Merangkak atau miring
Dilakukan bila posisi kepala belum
tepat
Keuntungan :
• Peredaran darah balik ibu mengalir
lancar.
• Pengiriman oksigen dalam darah ibu
ke janin melalui plasenta tidak
terganggu. Karena tidak terlalu
menekan, proses pembukaan
berlangsung perlahan-lahan sehingga
persalinan relatif lebih nyaman.
Kerugian :
• Posisi ini membuat dokter atau bidan
sedikit kesulitan membantu proses
persalinan. Kepala bayi lebih sulit
dipegang atau diarahkan.
• Bila harus melakukan episiotomi pun
posisinya lebih sulit.
Jongkok atau berdiri
Keuntungan
Gaya gravitasi membantu ibu dalam
melahirkan
Kerugian :
Dokter atau bidan sedikit kesulitan bila
harus membantu persalinan melalui
episiotomi atau memantau
perkembangan pembukaan
Dokumentasi kala II
subyektif
Ibu mengatakan ingin
mengedan
Nyeri semakin kuat
Dan sering
Ibu mengatakan ingin
BAB
obyektif
1. Doran teknus perjol vulka (dorongan
meneran, tekanan pd anus dan vulva
membuka)
2. tanda-tanda vital (TD, S, N, RR)
3. Hasil pemeriksaan dalam (lengkap)
Assesment
G..P…A… partus
kala II
Janin……
Planning
 Memberitahu hasil pemeriksaan
 Amniotomi(apabila ketuban belum
pecah) nilai air ketuban
 Memberikan support mental,
mendampingi ibu dan memberikan
rasa nyaman
 Obs. His/30’,djj(tiap 5-10’/selesai ibu
meneran), kandung kemih dan
TTV(nadi/30’)
 Memberikan nutrisi dan hidrasi
 Memimpin u/ meneran, mengatur posisinya
 Menolong kelahiran bayi
 Melakukan IMD
askeb 2 (1).ppt

askeb 2 (1).ppt

  • 1.
    PERUBAHAN FISIK DAN FISIOLOGISPADA KALA II Sagita Darma Sari, SST, M.Kes
  • 2.
    Batasan kala II Dimulaidari pembukaan lengkap dan berakhir pada saat bayi lahir
  • 3.
    Fase-fase kala II MenurutAdehold dan Robert kala II dibagi menjadi 3 fase 1. Fase keredaan dimulai dari pembukaan lengkap s.d. timbulnya keinginan meneran secara berirama dan sering 2. Fase peneranan aktif Dimulai saat meneran hingga bagian teremdah janin tdk masuk lagi antara peneran yg dilakukan 3. Fase perineal Dimulai dari crowning hingga lahirnya seluruh tbh bayi
  • 4.
    Perubahan fisik ygtjd pada kala II 1. Kontraksi uterus kontraksi selama kala II tjd lbh sering dan sedikit lama yaitu setiap 2’,lamanya 60-90’ 2. Perubahan-perubahan uterus a. SAR(segmen atas rahim) dan segmen bawah rahim (SBR) b. perubahan pd servikpembukaan lengkap c. vagina dan dasar panggul stlh pembukaan lengkap dan ketuban pecah tjd perubahan, terutama pd dasar panggul yg diregangkan bag. Depan janin shg saluran yg dinding-dindingnya tipis k/ suatu regangan dan kepala sampai di vulva, anus terbuka dan perineum menonjol
  • 5.
    Perubahan fisiologis padajanin sesuai dg mekanisme persalinan  Penurunan  Fleksi  Putaran paksi dalam  Ekspulsi  Putaran paksi luar
  • 6.
    Perubahan fisiologis pd persalinankala II Pada kala ini ibu merasa 1. Sangat lelah 2. Menutup mata diantara 2 kontraksi dan mencoba untuk tidur 3. Respon terhadap pertanyaan hanya satu kata diantara 2 kontraksi, ibu sulit untuk mengikuti perintah yg sederhana sekalipun, hal ini disebabkan k/ ibu lebih terfokus pd dirinya d/p bayinya
  • 7.
    Lanjutan 4. Ibu akanmerasakan kontraksi yg sangat menyakitkan dan melelahkan 5. Sebagian wanita merasakan nyeri yg sgt kuat pd setiap peneranan dan berusaha melawan kontraksi 6. Melakukan setiap usaha yg mendorong u/ meneran 7.Tegang, cemas, gelisah, lekas marah dan tersinggung
  • 8.
    Perubahan fisiologis  Tekanandarah TD meningkat 15-22 mmHg, hal ini dipgrh o/ adanya dorongan meneran.  Metabolisme meningkat spt halnya pd kala I k/ adanya usaha meneran dr ibu yg menyebabkan peningkatan aktivitas skletal
  • 9.
     Denyut nadimeningkat  Suhu tubuh tjd peningkatan plg tinggi tjd pd kelahiran dan segera ssdh itu. Peningkatan normal 0.5- 1C  Respirasi, ginjal dan hematologik sama pd kala I
  • 10.
    Gastrointestinal Berkurangnya motolitas gastrikdan absorpsi terus lanjut selama kala II. Biasanya mual dan muntah saat transisi hilang selama kala II,tetapi tetap ada pada beberapa wanita.Muntah,yg terjadi, biasanya spordic. Muntah konstan dan terus menerus pada waktu kapan saja selama persalinan adalah abnormal dan indikasi abnormal seperti pecahnya uteri atau toksemia
  • 11.
    Gejala dan TandaKala II  Ada rasa ingin meneran saat kontraksi  Ada dorongan pada rektum atau vagina  Perineum terlihat menonjol  Vulva dan sfinkter ani membuka  Peningkatan pengeluaran lendir dan darah
  • 12.
    Persiapan penolong persalinan  Sarungtangan dan barier protektif lainnya  Tempat bersalin  Peralatan dan bahan yang diperlukan  Tempat meletakkan dan lingkungan yang nyaman bagi bayi  Penyiapan ibu dan keluarganya (Asuhan Sayang Ibu, bersihkan perineum dan lipat paha, kosongkan kandung kemih, amniotomi, dan menjelaskan peran suami/pendamping
  • 13.
    Penatalaksanaan Kala II Setelah pembukaan lengkap, pimpin untuk meneran apabila timbul dorongan spontan untuk melakukan hal itu  Beristirahat diantara kontraksi  Berikan posisi yang nyaman bagi ibu  Pantau kondisi janin  Bila ingin meneran tapi pembukaan belum lengkap, anjurkan bernafas cepat/biasa, atur posisi agar nyaman, upayakan tidak meneran hingga pembukaan lengkap
  • 14.
    Episiotomi  Tidak dilakukansecara rutin  Bila tidak tepat waktu dan prosedurnya salah, terjadi peningkatan jumlah perdarahan, laserasi derajat 3 atau 4 dan kejadian hematoma  Menyebabkan nyeri pascapersalinan  Meningkatkan risiko infeksi
  • 15.
    Episiotomi untuk mempercepat persalinan,dilakukan pada:  Terjadi gawat janin dan persalinan mungkin harus diselesaikan dengan bantuan alat (ekstraksi cunam atau vakum)  Adanya penyulit (distosia bahu, persalinan sungsang)  Adanya parut yang menghambat proses pengeluaran bayi
  • 16.
    Pada saat pengeluaran, perhatikanhal-hal berikut:  Posisi ibu saat melahirkan bayi  Cegah terjadinya laserasi atau trauma  Proses melahirkan kepala  Memeriksa lilitan tali pusat pada leher bayi  Proses melahirkan bahu  Proses melahirkan tubuh bayi  Mengusap muka, mengeringkan dan rangsangan taktil pada bayi  Memotong tali pusat
  • 17.
    Gejala dan TandaDistosia Bahu  “Turtle Sign” : kepala terdorong keluar tetapi kembali ke dalam vagina setelah kontraksi atau ibu berhenti meneran  Tidak terjadi putaran paksi luar apabila kepala telah lahir  Kepala tetap pada posisinya (dalam vagina) walau ibu meneran sekuat mungkin
  • 18.
    Tanda pastikan persalinankala dua : • Pembukaan serviks lengkap atau •Kepala janin terilihat dari introitus vagina Dengan spontan untuk meneran ? Lanjutankan dengan penatalaksanaan fisiologis : • Pecahkan selaput ketuban bila belum pecah •Anjurkan untuk mulai meneran •Nilai DJJ,kontraksi,tanda - tanda vital, kandung kemih secara rutin •Anjurkan untuk minum •Anjurkan perubahan posisi Bayi lahir dalam 60 menit pada multi para atau 120 menit pad Lakukan : • manajemen aktif kala tiga •Asuhan bayi baru lahir Rujuk segera Tidak Ya Ya Tidak ALUR PENATALAKSANAAN KALA II FISIOLOGIS
  • 19.
    •Anjurka n perubahanposisi •Lakukan stimulasi putting susu •Minta ibu mengosongkan kandung kemihnya •Anjurkan untuk minum •Nilai DJJ,Kontraksi dan tanda tanda vital •Evaluasi dalam 60 menit Dorong untuk meneran •Bimbing ibu untuk meneran saat kontaksi •Anjurkan untuk minum •Anjurkan perubahan posisi •Lakukan stimulasi putting susu •Nilai DJJ setiap 5 – 10 menit Lanjutkan dengan penatalaksanaan fisio logis persalinan kala dua Bayi lahir dalam waktu 60 menit (atau kelahiran bayi akan segera terjadi ) Lakukan: •Manajemen aktif kala tiga •Asuhan bayi baru lahir Rujuk segera Ya Ya Tidak Tidak
  • 20.
    Posisi pada kalaII Posisi duduk atau setengah duduk Keuntungan  Memudahkan untuk beristirahat diantara kontraksi  Gaya grafitasi membantu ibu dalam melahirkan bayi  Alur jalan lahir yang perlu ditempuh untuk bisa keluar lebih pendek.  Suplai oksigen dari ibu ke janin berlangsung optimal. Kerugian  Posisi ini bisa menyebabkan keluhan pegal di punggung dan kelelahan, apalagi kalau proses persalinannya lama.
  • 21.
    Merangkak atau miring Dilakukanbila posisi kepala belum tepat Keuntungan : • Peredaran darah balik ibu mengalir lancar. • Pengiriman oksigen dalam darah ibu ke janin melalui plasenta tidak terganggu. Karena tidak terlalu menekan, proses pembukaan berlangsung perlahan-lahan sehingga persalinan relatif lebih nyaman. Kerugian : • Posisi ini membuat dokter atau bidan sedikit kesulitan membantu proses persalinan. Kepala bayi lebih sulit dipegang atau diarahkan. • Bila harus melakukan episiotomi pun posisinya lebih sulit.
  • 22.
    Jongkok atau berdiri Keuntungan Gayagravitasi membantu ibu dalam melahirkan Kerugian : Dokter atau bidan sedikit kesulitan bila harus membantu persalinan melalui episiotomi atau memantau perkembangan pembukaan
  • 23.
    Dokumentasi kala II subyektif Ibumengatakan ingin mengedan Nyeri semakin kuat Dan sering Ibu mengatakan ingin BAB
  • 24.
    obyektif 1. Doran teknusperjol vulka (dorongan meneran, tekanan pd anus dan vulva membuka) 2. tanda-tanda vital (TD, S, N, RR) 3. Hasil pemeriksaan dalam (lengkap)
  • 25.
  • 26.
    Planning  Memberitahu hasilpemeriksaan  Amniotomi(apabila ketuban belum pecah) nilai air ketuban  Memberikan support mental, mendampingi ibu dan memberikan rasa nyaman  Obs. His/30’,djj(tiap 5-10’/selesai ibu meneran), kandung kemih dan TTV(nadi/30’)
  • 27.
     Memberikan nutrisidan hidrasi  Memimpin u/ meneran, mengatur posisinya  Menolong kelahiran bayi  Melakukan IMD