SEJARAH SINGKAT BAHASASEJARAH SINGKAT BAHASA
INDONESIAINDONESIA
1.1. Abad ke-7: B. MelayuAbad ke-7: B. Melayu
dengan hurufdengan huruf
Pallawa; dalamPallawa; dalam
prasasti tertua masaprasasti tertua masa
kerajaan Sriwijayakerajaan Sriwijaya
2.2. Abad ke-13 sampaiAbad ke-13 sampai
abad ke-19: B.abad ke-19: B.
Melayu; huruf ArabMelayu; huruf Arab
(Tulisan Jawi)(Tulisan Jawi)
3.3. Ejaan latin untukEjaan latin untuk
bahasa Melayu mulaibahasa Melayu mulai
ditulis oleh Pigafetta,ditulis oleh Pigafetta,
selanjutnya oleh deselanjutnya oleh de
Houtman, CasperHoutman, Casper
Wiltens, SebastianusWiltens, Sebastianus
Dancaert, danDancaert, dan
Joannes Roman.Joannes Roman.
4.4. 1901: ditetapkannya1901: ditetapkannya
Ejaan Van OphuijsenEjaan Van Ophuijsen
SEJARAH SINGKAT BAHASASEJARAH SINGKAT BAHASA
INDONESIAINDONESIA
Van Ophuijsen 1901 :Van Ophuijsen 1901 :
boekoe, ma’lum,boekoe, ma’lum,
’adil, mulai,’adil, mulai,
masalah, tida’,masalah, tida’,
pende’pende’
5.5. 28 Oktober28 Oktober
1928:Kongres1928:Kongres
Pemuda; SumpahPemuda; Sumpah
Pemuda:B.Pemuda:B.
Indonesia.Indonesia.
6.6. 1938: Kongres BI1938: Kongres BI
pertama di Solo.pertama di Solo.
7.7. 1942: masa Jepang;1942: masa Jepang;
pelarangan B.pelarangan B.
Belanda; dampakBelanda; dampak
positif BI.positif BI.
8.8. 18 Agustus 1945:18 Agustus 1945:
penetapan UUD’45;penetapan UUD’45;
“B. Negara ialah BI”“B. Negara ialah BI”
pasal 36.pasal 36.
SEJARAH SINGKAT BAHASASEJARAH SINGKAT BAHASA
INDONESIAINDONESIA
9.9. 1947:1947: Ejaan SoewandiEjaan Soewandi
atau Ejaan Republik,atau Ejaan Republik,
C/Soewandi : buku,C/Soewandi : buku,
maklum, adil,maklum, adil,
mulai, masalah,mulai, masalah,
tidak, pendektidak, pendek
10.10. 1954:1954: KongresKongres
Bahasa Indonesia IIBahasa Indonesia II
di Medan. Mendikbuddi Medan. Mendikbud
((Mr. Muh. Yamin)Mr. Muh. Yamin)
Hasilnya:Hasilnya:1) ejaan1) ejaan
sedapat-dapatnyasedapat-dapatnya
menggambarkan satumenggambarkan satu
fonem dengan satufonem dengan satu
huruf;huruf;
2) penetapan ejaan2) penetapan ejaan
hendaknya dilakukanhendaknya dilakukan
oleh satu badan yangoleh satu badan yang
kompeten;kompeten;
3) ejaan itu3) ejaan itu
hendaknya praktishendaknya praktis
tetapi ilmiah.tetapi ilmiah.
SEJARAH SINGKAT BAHASASEJARAH SINGKAT BAHASA
INDONESIAINDONESIA
11.11. 1956:1956: kongres BI dikongres BI di
Singapura (1956)Singapura (1956)
yang menghasilkanyang menghasilkan
suatu resolusi u/suatu resolusi u/
menyatukan ejaan B.menyatukan ejaan B.
Melayu diMelayu di
Semenanjung MelayuSemenanjung Melayu
dengan ejaan BI didengan ejaan BI di
Indonesia. DihasilkanIndonesia. Dihasilkan
ejaan Melindoejaan Melindo
(Ejaan Melayu-(Ejaan Melayu-
Indonesia)Indonesia)
12.12. 1962: mengalami1962: mengalami
kegagalan peresmiankegagalan peresmian
Melindo karena adanyaMelindo karena adanya
konfrontasi antarakonfrontasi antara
Indonesia dan Malaysia.Indonesia dan Malaysia.
13.13. 1966 : Lembaga Bahasa1966 : Lembaga Bahasa
dan Kesusastraan (LBK)dan Kesusastraan (LBK)
membentuk panitia,membentuk panitia,
diketuai oleh Anton M.diketuai oleh Anton M.
Moeliono & mengusulkanMoeliono & mengusulkan
konsep baru sebagaikonsep baru sebagai
gantiganti konsep Melindokonsep Melindo
SEJARAH SINGKAT BAHASASEJARAH SINGKAT BAHASA
INDONESIAINDONESIA
14.14. 1972, setelah melalui1972, setelah melalui
beberapa kalibeberapa kali
seminar, akhirnyaseminar, akhirnya
konsep LBK menjadikonsep LBK menjadi
konsep bersamakonsep bersama
Indonesia-MalaysiaIndonesia-Malaysia
yang seterusnyayang seterusnya
menjadi Sistem Ejaanmenjadi Sistem Ejaan
Baru yang disebutBaru yang disebut
EYD. MashuriEYD. Mashuri
(MENDIKBUD)(MENDIKBUD)
15.15. 1975:1975: PedomanPedoman
Umum Ejaan YangUmum Ejaan Yang
DisempurnakanDisempurnakan
SEJARAH SINGKAT BAHASASEJARAH SINGKAT BAHASA
INDONESIAINDONESIA
Ada empat ejaan yangAda empat ejaan yang
sudah diresmikansudah diresmikan
pemakaiannya yaitu :pemakaiannya yaitu :
1.1. Ejaan VanEjaan Van
Ophuijsen (1901)Ophuijsen (1901)
2. Ejaan Soewandi2. Ejaan Soewandi
(1947)(1947)
3. Ejaan Yang3. Ejaan Yang
DisempurnakanDisempurnakan
(1972)(1972)
4. Pedoman Umum4. Pedoman Umum
EYD (1975)EYD (1975)
Sistem ejaan yang belumSistem ejaan yang belum
atau tidak sempatatau tidak sempat
diresmikan olehdiresmikan oleh
pemerintah adalah :pemerintah adalah :
1.1. EjaanEjaan
Pembaharuan (1957)Pembaharuan (1957)
2. Ejaan Melindo2. Ejaan Melindo
(1959)(1959)
3. Ejaan LBK (1966)3. Ejaan LBK (1966)
ASAL KATA INDONESIAASAL KATA INDONESIA
► catatan kuno bangsacatatan kuno bangsa
India menamaiIndia menamai
kepulauan inikepulauan ini
DwipantaraDwipantara
(Kepulauan Tanah(Kepulauan Tanah
Seberang), nama yangSeberang), nama yang
diturunkan dari kataditurunkan dari kata
SansekertaSansekerta dwipadwipa
(pulau) dan(pulau) dan antaraantara
(luar, seberang)(luar, seberang)
► catatan bangsacatatan bangsa
Tionghoa kawasanTionghoa kawasan
kepulauan kita dinamaikepulauan kita dinamai
Nan-haiNan-hai (Kepulauan(Kepulauan
Laut Selatan)Laut Selatan)
► Bangsa ArabBangsa Arab
menyebut tanah airmenyebut tanah air
kitakita Jaza’ir al-JawiJaza’ir al-Jawi
(Kepulauan Jawa).(Kepulauan Jawa).
Nama Latin untukNama Latin untuk
kemenyan adalahkemenyan adalah
benzoebenzoe, berasal dari, berasal dari
bahasa Arabbahasa Arab lubanluban
jawijawi (kemenyan Jawa),(kemenyan Jawa),
sebab para pedagangsebab para pedagang
Arab memperolehArab memperoleh
kemenyan dari batangkemenyan dari batang
pohonpohon StyraxStyrax
SumatranaSumatrana yangyang
dahulu hanya tumbuhdahulu hanya tumbuh
► Bangsa-bangsa EropaBangsa-bangsa Eropa
yang pertama kaliyang pertama kali
datang itudatang itu
beranggapan bahwaberanggapan bahwa
Asia hanya terdiri dariAsia hanya terdiri dari
Arab, Persia, India,Arab, Persia, India,
dan Cina. Bagidan Cina. Bagi
mereka, daerah yangmereka, daerah yang
terbentang luas antaraterbentang luas antara
Persia dan CinaPersia dan Cina
semuanya adalahsemuanya adalah
“Hindia”.“Hindia”.
►Semenanjung Asia Selatan mereka sebutSemenanjung Asia Selatan mereka sebut
“Hindia Muka” dan daratan Asia Tenggara“Hindia Muka” dan daratan Asia Tenggara
dinamai “Hindia Belakang”. Sedangkandinamai “Hindia Belakang”. Sedangkan
tanah air kita memperoleh namatanah air kita memperoleh nama
“Kepulauan Hindia” (“Kepulauan Hindia” (Indische Archipel,Indische Archipel,
Indian Archipelago, l’Archipel IndienIndian Archipelago, l’Archipel Indien) atau) atau
“Hindia Timur” (“Hindia Timur” (Oost Indie, East Indies,Oost Indie, East Indies,
Indes OrientalesIndes Orientales).).
►Nama lain yang juga dipakai adalahNama lain yang juga dipakai adalah
“Kepulauan Melayu” (“Kepulauan Melayu” (Maleische Archipel,Maleische Archipel,
Malay Archipelago, l’Archipel MalaisMalay Archipelago, l’Archipel Malais).).
► Masa penjajahanMasa penjajahan Belanda, nama resmi yangBelanda, nama resmi yang
digunakan adalahdigunakan adalah Nederlandsch-IndieNederlandsch-Indie (Hindia(Hindia
Belanda)Belanda)
► PPemerintah pendudukan Jepang 1942-1945emerintah pendudukan Jepang 1942-1945
memakai istilahmemakai istilah To-IndoTo-Indo (Hindia Timur(Hindia Timur
► Eduard Douwes Dekker (1820-1887), yangEduard Douwes Dekker (1820-1887), yang
dikenal dengan nama samaran Multatuli, pernahdikenal dengan nama samaran Multatuli, pernah
mengusulkan nama yang spesifik untukmengusulkan nama yang spesifik untuk
menyebutkan kepulauan tanah air kita, yaitumenyebutkan kepulauan tanah air kita, yaitu
InsulindeInsulinde, yang artinya juga “Kepulauan Hindia”, yang artinya juga “Kepulauan Hindia”
(bahasa Latin(bahasa Latin insulainsula berarti pulau). Tetapiberarti pulau). Tetapi
rupanya namarupanya nama InsulindeInsulinde ini kurang populer.ini kurang populer.
► Pada tahun 1920-an, Ernest Francois EugenePada tahun 1920-an, Ernest Francois Eugene
Douwes Dekker (1879-1950), yang kita kenalDouwes Dekker (1879-1950), yang kita kenal
sebagai Dr. Setiabudi (cucu dari adik Multatuli),sebagai Dr. Setiabudi (cucu dari adik Multatuli),
memopulerkan suatu nama untuk tanah air kitamemopulerkan suatu nama untuk tanah air kita
sebagaisebagai Nusantara, suatu istilah yang telahNusantara, suatu istilah yang telah
tenggelam berabad-abad lamanya. Setiabuditenggelam berabad-abad lamanya. Setiabudi
mengambil nama itu dari Pararaton, naskah kunomengambil nama itu dari Pararaton, naskah kuno
zaman Majapahit yang ditemukan di Bali padazaman Majapahit yang ditemukan di Bali pada
akhir abad ke-19 lalu diterjemahkan oleh J.L.A.akhir abad ke-19 lalu diterjemahkan oleh J.L.A.
Brandes dan diterbitkan oleh NicholaasBrandes dan diterbitkan oleh Nicholaas
Johannes Krom pada tahun 1920.Johannes Krom pada tahun 1920.
►Nusantara usulan Setiabudi jauh berbedaNusantara usulan Setiabudi jauh berbeda
dengan pengertian, nusantara zamandengan pengertian, nusantara zaman
Majapahit.Majapahit.
►MMasa Majapahit Nusantara digunakan untukasa Majapahit Nusantara digunakan untuk
menyebutkan pulau-pulau di luar Jawamenyebutkan pulau-pulau di luar Jawa
(antara dalam bahasa Sansekerta artinya(antara dalam bahasa Sansekerta artinya
luar, seberang) sebagai lawan dariluar, seberang) sebagai lawan dari
JawadwipaJawadwipa (Pulau Jawa). Kita tentu pernah(Pulau Jawa). Kita tentu pernah
mendengar Sumpah Palapa dari Gajahmendengar Sumpah Palapa dari Gajah
Mada, *”Lamun huwus kalah nusantara,Mada, *”Lamun huwus kalah nusantara,
isun amukti palapa” *(Jika telah kalah pulau-isun amukti palapa” *(Jika telah kalah pulau-
pulau seberang, barulah saya menikmatipulau seberang, barulah saya menikmati
istirahat).istirahat).
►Oleh Dr. Setiabudi kata nusantara diberiOleh Dr. Setiabudi kata nusantara diberi
pengertian yang nasionalistis.pengertian yang nasionalistis.
►Dengan mengambil kata Melayu asli antara,Dengan mengambil kata Melayu asli antara,
maka Nusantara kini memiliki arti yang barumaka Nusantara kini memiliki arti yang baru
yaitu “nusa di antara dua benua dan duayaitu “nusa di antara dua benua dan dua
samudra”, sehingga Jawa pun termasuksamudra”, sehingga Jawa pun termasuk
dalam definisi nusantara yang modern.dalam definisi nusantara yang modern.
►Istilah nusantara dari Setiabudi ini denganIstilah nusantara dari Setiabudi ini dengan
cepat menjadi populer penggunaannyacepat menjadi populer penggunaannya
sebagai alternatif dari nama Hindiasebagai alternatif dari nama Hindia
Belanda.Belanda.
►Sampai hari ini istilah nusantara tetap kitaSampai hari ini istilah nusantara tetap kita
pakai untuk menyebutkan wilayah tanah airpakai untuk menyebutkan wilayah tanah air
kita dari Sabang sampai Merauke.kita dari Sabang sampai Merauke.
►Sampai hari ini istilah nusantara tetap kitaSampai hari ini istilah nusantara tetap kita
pakai untuk menyebutkan wilayah tanah airpakai untuk menyebutkan wilayah tanah air
kita dari Sabang sampai Merauke.kita dari Sabang sampai Merauke.
►Pada tahun 1847 di Singapura terbit sebuahPada tahun 1847 di Singapura terbit sebuah
majalah ilmiah tahunan,majalah ilmiah tahunan, Journal of theJournal of the
Indian Archipelago and Eastern AsiaIndian Archipelago and Eastern Asia
(JIAEA), yang dikelola oleh James(JIAEA), yang dikelola oleh James
Richardson Logan (1819-1869), orangRichardson Logan (1819-1869), orang
Skotlandia yang meraih sarjana hukum dariSkotlandia yang meraih sarjana hukum dari
Universitas Edinburgh.Universitas Edinburgh.
►Sampai hari ini istilah nusantara tetap kitaSampai hari ini istilah nusantara tetap kita
pakai untuk menyebutkan wilayah tanah airpakai untuk menyebutkan wilayah tanah air
kita dari Sabang sampai Merauke.kita dari Sabang sampai Merauke.
►Pada tahun 1847 di Singapura terbit sebuahPada tahun 1847 di Singapura terbit sebuah
majalah ilmiah tahunan,majalah ilmiah tahunan, Journal of theJournal of the
Indian Archipelago and Eastern AsiaIndian Archipelago and Eastern Asia
(JIAEA), yang dikelola oleh James(JIAEA), yang dikelola oleh James
Richardson Logan (1819-1869), orangRichardson Logan (1819-1869), orang
Skotlandia yang meraih sarjana hukum dariSkotlandia yang meraih sarjana hukum dari
Universitas Edinburgh.Universitas Edinburgh.
► TTahun 1849 seorang ahli etnologi bangsa Inggris,ahun 1849 seorang ahli etnologi bangsa Inggris,
George Samuel Windsor Earl (1813-1865),George Samuel Windsor Earl (1813-1865),
menggabungkan diri sebagai redaksi majalahmenggabungkan diri sebagai redaksi majalah
JIAEA. Dalam JIAEA Volume IV tahun 1850,JIAEA. Dalam JIAEA Volume IV tahun 1850,
halaman 66-74, Earl menulis artikelhalaman 66-74, Earl menulis artikel On theOn the
Leading Characteristics of the Papuan, AustralianLeading Characteristics of the Papuan, Australian
and Malay-Polynesian Nationsand Malay-Polynesian Nations..
► Dalam artikelnya itu Earl menegaskan bahwaDalam artikelnya itu Earl menegaskan bahwa
sudah tiba saatnya bagi penduduk Kepulauansudah tiba saatnya bagi penduduk Kepulauan
Hindia atau Kepulauan Melayu untuk memilikiHindia atau Kepulauan Melayu untuk memiliki
nama khas (nama khas (a distinctive namea distinctive name), sebab nama), sebab nama
Hindia tidaklah tepat dan sering rancu denganHindia tidaklah tepat dan sering rancu dengan
penyebutan India yang lain.penyebutan India yang lain.
► Earl mengajukan dua pilihan nama:Earl mengajukan dua pilihan nama: IndunesiaIndunesia
atauatau MalayunesiaMalayunesia ((nesosnesos dalam bahasa Yunanidalam bahasa Yunani
berarti pulau). Pada halaman 71 artikelnya ituberarti pulau). Pada halaman 71 artikelnya itu
tertulis:tertulis: … the inhabitants of the Indian… the inhabitants of the Indian
Archipelago or Malayan Archipelago wouldArchipelago or Malayan Archipelago would
become respectively Indunesians orbecome respectively Indunesians or
Malayunesians.Malayunesians.
► Earl memilih namaEarl memilih nama MalayunesiaMalayunesia (Kepulauan(Kepulauan
Melayu) daripadaMelayu) daripada IndunesiaIndunesia (Kepulauan Hindia),(Kepulauan Hindia),
sebabsebab MalayunesiaMalayunesia sangat tepat untuk rassangat tepat untuk ras
Melayu, sedangkanMelayu, sedangkan IndunesiaIndunesia bisa juga digunakanbisa juga digunakan
untuk Ceylon (Srilanka) dan Maldives (Maladewa).untuk Ceylon (Srilanka) dan Maldives (Maladewa).
Lagi pula, kata Earl, bukankah bahasa MelayuLagi pula, kata Earl, bukankah bahasa Melayu
dipakai di seluruh kepulauan ini? Dalam tulisannyadipakai di seluruh kepulauan ini? Dalam tulisannya
itu Earl memang menggunakan istilahitu Earl memang menggunakan istilah
►Dalam JIAEA Volume IV itu juga, halamanDalam JIAEA Volume IV itu juga, halaman
252-347, James Richardson Logan menulis252-347, James Richardson Logan menulis
artikelartikel The Ethnology of the IndianThe Ethnology of the Indian
ArchipelagoArchipelago. Pada awal tulisannya, Logan. Pada awal tulisannya, Logan
pun menyatakan perlunya nama khas bagipun menyatakan perlunya nama khas bagi
kepulauan tanah air kita, sebab istilahkepulauan tanah air kita, sebab istilah
“Indian Archipelago” terlalu panjang dan“Indian Archipelago” terlalu panjang dan
membingungkan. Logan memungut namamembingungkan. Logan memungut nama
IndunesiaIndunesia yang dibuang Earl, dan huruf uyang dibuang Earl, dan huruf u
digantinya dengan huruf o agar ucapannyadigantinya dengan huruf o agar ucapannya
lebih baik.lebih baik. Maka lahirlah istilahMaka lahirlah istilah
IndonesiaIndonesia..
►Sejak saat itu Logan secara konsistenSejak saat itu Logan secara konsisten
menggunakan nama “Indonesia” dalammenggunakan nama “Indonesia” dalam
tulisan-tulisan ilmiahnya, dan lambat launtulisan-tulisan ilmiahnya, dan lambat laun
pemakaian istilah ini menyebar di kalanganpemakaian istilah ini menyebar di kalangan
para ilmuwan bidang etnologi dan geografi.para ilmuwan bidang etnologi dan geografi.
►Pada tahun 1884 guru besar etnologi diPada tahun 1884 guru besar etnologi di
Universitas Berlin yang bernama AdolfUniversitas Berlin yang bernama Adolf
Bastian (1826-1905) menerbitkan bukuBastian (1826-1905) menerbitkan buku
IIndonesien oder die Inseln des Malayischenndonesien oder die Inseln des Malayischen
ArchipelArchipel sebanyak lima volume, yangsebanyak lima volume, yang
memuat hasil penelitiannya ketikamemuat hasil penelitiannya ketika
mengembara ke tanah air kita tahun 1864mengembara ke tanah air kita tahun 1864
sampai 1880.sampai 1880.
►Buku Bastian inilah yang memopulerkanBuku Bastian inilah yang memopulerkan
istilah “Indonesia” di kalangan sarjanaistilah “Indonesia” di kalangan sarjana
Belanda, sehingga sempat timbul anggapanBelanda, sehingga sempat timbul anggapan
bahwa istilah “Indonesia” itu ciptaanbahwa istilah “Indonesia” itu ciptaan
Bastian. Pendapat yang tidak benar itu,Bastian. Pendapat yang tidak benar itu,
antara lain tercantum dalamantara lain tercantum dalam EncyclopedieEncyclopedie
van Nederlandsch-Indievan Nederlandsch-Indie tahun 1918.tahun 1918.
Padahal Bastian mengambil istilahPadahal Bastian mengambil istilah
“Indonesia” itu dari tulisan-tulisan Logan.“Indonesia” itu dari tulisan-tulisan Logan.
► Putra ibu pertiwi yang mula-mulaPutra ibu pertiwi yang mula-mula
menggunakan istilah “Indonesia” adalahmenggunakan istilah “Indonesia” adalah
Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara).Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara).
Ketika di buang ke negeri Belanda tahun 1913Ketika di buang ke negeri Belanda tahun 1913
beliau mendirikan sebuah biro pers denganbeliau mendirikan sebuah biro pers dengan
namanama Indonesische Pers-bureauIndonesische Pers-bureau..
► Makna politis Pada dasawarsa 1920-an, namaMakna politis Pada dasawarsa 1920-an, nama
“Indonesia” yang merupakan istilah ilmiah“Indonesia” yang merupakan istilah ilmiah
dalam etnologi dan geografi itu diambil alihdalam etnologi dan geografi itu diambil alih
oleh tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaanoleh tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan
tanah air kita, sehingga nama “Indonesia”tanah air kita, sehingga nama “Indonesia”
akhirnya memiliki makna politis, yaitu identitasakhirnya memiliki makna politis, yaitu identitas
suatu bangsa yang memperjuangkansuatu bangsa yang memperjuangkan
kemerdekaan!kemerdekaan!
►Pada tahun 1922 atas inisiatif MohammadPada tahun 1922 atas inisiatif Mohammad
Hatta, seorang mahasiswaHatta, seorang mahasiswa HandelsHandels
HoogeschoolHoogeschool (Sekolah Tinggi Ekonomi) di(Sekolah Tinggi Ekonomi) di
Rotterdam, organisasi pelajar danRotterdam, organisasi pelajar dan
mahasiswa Hindia di Negeri Belanda (yangmahasiswa Hindia di Negeri Belanda (yang
terbentuk tahun 1908 dengan namaterbentuk tahun 1908 dengan nama
Indische VereenigingIndische Vereeniging) berubah nama) berubah nama
menjadimenjadi Indonesische VereenigingIndonesische Vereeniging atauatau
Perhimpoenan Indonesia.Perhimpoenan Indonesia.
► Majalah mereka, Hindia Poetra, berganti namaMajalah mereka, Hindia Poetra, berganti nama
menjadi Indonesia Merdeka. Bung Hattamenjadi Indonesia Merdeka. Bung Hatta
menegaskan dalam tulisannya, “Negaramenegaskan dalam tulisannya, “Negara
Indonesia Merdeka yang akan datang (Indonesia Merdeka yang akan datang (dede
toekomstige vrije Indonesische staattoekomstige vrije Indonesische staat) mustahil) mustahil
disebut “Hindia Belanda”. Juga tidak “Hindia”disebut “Hindia Belanda”. Juga tidak “Hindia”
saja, sebab dapat menimbulkan kekeliruansaja, sebab dapat menimbulkan kekeliruan
dengan India yang asli. Bagi kami namadengan India yang asli. Bagi kami nama
Indonesia menyatakan suatu tujuan politik (Indonesia menyatakan suatu tujuan politik (eeneen
politiek doelpolitiek doel), karena melambangkan dan), karena melambangkan dan
mencita-citakan suatu tanah air di masa depan,mencita-citakan suatu tanah air di masa depan,
dan untuk mewujudkannya tiap orangdan untuk mewujudkannya tiap orang
Indonesia (Indonesia (IndonesierIndonesier) akan berusaha dengan) akan berusaha dengan
segala tenaga dan kemampuannya.segala tenaga dan kemampuannya.
►Sementara itu, di tanah air Dr. SutomoSementara itu, di tanah air Dr. Sutomo
mendirikanmendirikan Indonesische Studie ClubIndonesische Studie Club padapada
tahun 1924. Tahun itu juga Perserikatantahun 1924. Tahun itu juga Perserikatan
Komunis Hindia berganti nama menjadiKomunis Hindia berganti nama menjadi
Partai Komunis Indonesia (PKI). Lalu padaPartai Komunis Indonesia (PKI). Lalu pada
tahun 1925 Jtahun 1925 Jong Islamieten Bondong Islamieten Bond
membentuk kepanduanmembentuk kepanduan NationaalNationaal
Indonesische PadvinderijIndonesische Padvinderij (Natipij). Itulah(Natipij). Itulah
tiga organisasi di tanah air yang mula-mulatiga organisasi di tanah air yang mula-mula
menggunakan nama “Indonesia”.menggunakan nama “Indonesia”.
► Akhirnya nama “Indonesia” dinobatkan sebagaiAkhirnya nama “Indonesia” dinobatkan sebagai
nama tanah air, bangsa dan bahasa kita padanama tanah air, bangsa dan bahasa kita pada
Kerapatan Pemoeda-Pemoedi Indonesia tanggalKerapatan Pemoeda-Pemoedi Indonesia tanggal
28 Oktober 1928, yang kini kita sebut Sumpah28 Oktober 1928, yang kini kita sebut Sumpah
Pemuda.Pemuda.
► Pada bulan Agustus 1939 tiga orang anggotaPada bulan Agustus 1939 tiga orang anggota
VolksraadVolksraad (Dewan Rakyat; DPR zaman Belanda),(Dewan Rakyat; DPR zaman Belanda),
Muhammad Husni Thamrin, WiwohoMuhammad Husni Thamrin, Wiwoho
Purbohadidjojo, dan Sutardjo Kartohadikusumo,Purbohadidjojo, dan Sutardjo Kartohadikusumo,
mengajukan mosi kepada Pemerintah Belandamengajukan mosi kepada Pemerintah Belanda
agar nama “Indonesia” diresmikan sebagaiagar nama “Indonesia” diresmikan sebagai
pengganti nama “Nederlandsch-Indie”. Tetapipengganti nama “Nederlandsch-Indie”. Tetapi
Belanda keras kepala sehingga mosi ini ditolakBelanda keras kepala sehingga mosi ini ditolak
mentah-mentah.mentah-mentah.
►Maka kehendak Allah pun berlaku. DenganMaka kehendak Allah pun berlaku. Dengan
jatuhnya tanah air kita ke tangan Jepangjatuhnya tanah air kita ke tangan Jepang
pada tanggal 8 Maret 1942, lenyaplah namapada tanggal 8 Maret 1942, lenyaplah nama
“Hindia Belanda” untuk selama-lamanya.“Hindia Belanda” untuk selama-lamanya.
Lalu pada tanggal 17 Agustus 1945, atasLalu pada tanggal 17 Agustus 1945, atas
berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa,berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa,
lahirlah Republik Indonesia.lahirlah Republik Indonesia.

Asalkata ind

  • 1.
    SEJARAH SINGKAT BAHASASEJARAHSINGKAT BAHASA INDONESIAINDONESIA 1.1. Abad ke-7: B. MelayuAbad ke-7: B. Melayu dengan hurufdengan huruf Pallawa; dalamPallawa; dalam prasasti tertua masaprasasti tertua masa kerajaan Sriwijayakerajaan Sriwijaya 2.2. Abad ke-13 sampaiAbad ke-13 sampai abad ke-19: B.abad ke-19: B. Melayu; huruf ArabMelayu; huruf Arab (Tulisan Jawi)(Tulisan Jawi) 3.3. Ejaan latin untukEjaan latin untuk bahasa Melayu mulaibahasa Melayu mulai ditulis oleh Pigafetta,ditulis oleh Pigafetta, selanjutnya oleh deselanjutnya oleh de Houtman, CasperHoutman, Casper Wiltens, SebastianusWiltens, Sebastianus Dancaert, danDancaert, dan Joannes Roman.Joannes Roman. 4.4. 1901: ditetapkannya1901: ditetapkannya Ejaan Van OphuijsenEjaan Van Ophuijsen
  • 2.
    SEJARAH SINGKAT BAHASASEJARAHSINGKAT BAHASA INDONESIAINDONESIA Van Ophuijsen 1901 :Van Ophuijsen 1901 : boekoe, ma’lum,boekoe, ma’lum, ’adil, mulai,’adil, mulai, masalah, tida’,masalah, tida’, pende’pende’ 5.5. 28 Oktober28 Oktober 1928:Kongres1928:Kongres Pemuda; SumpahPemuda; Sumpah Pemuda:B.Pemuda:B. Indonesia.Indonesia. 6.6. 1938: Kongres BI1938: Kongres BI pertama di Solo.pertama di Solo. 7.7. 1942: masa Jepang;1942: masa Jepang; pelarangan B.pelarangan B. Belanda; dampakBelanda; dampak positif BI.positif BI. 8.8. 18 Agustus 1945:18 Agustus 1945: penetapan UUD’45;penetapan UUD’45; “B. Negara ialah BI”“B. Negara ialah BI” pasal 36.pasal 36.
  • 3.
    SEJARAH SINGKAT BAHASASEJARAHSINGKAT BAHASA INDONESIAINDONESIA 9.9. 1947:1947: Ejaan SoewandiEjaan Soewandi atau Ejaan Republik,atau Ejaan Republik, C/Soewandi : buku,C/Soewandi : buku, maklum, adil,maklum, adil, mulai, masalah,mulai, masalah, tidak, pendektidak, pendek 10.10. 1954:1954: KongresKongres Bahasa Indonesia IIBahasa Indonesia II di Medan. Mendikbuddi Medan. Mendikbud ((Mr. Muh. Yamin)Mr. Muh. Yamin) Hasilnya:Hasilnya:1) ejaan1) ejaan sedapat-dapatnyasedapat-dapatnya menggambarkan satumenggambarkan satu fonem dengan satufonem dengan satu huruf;huruf; 2) penetapan ejaan2) penetapan ejaan hendaknya dilakukanhendaknya dilakukan oleh satu badan yangoleh satu badan yang kompeten;kompeten; 3) ejaan itu3) ejaan itu hendaknya praktishendaknya praktis tetapi ilmiah.tetapi ilmiah.
  • 4.
    SEJARAH SINGKAT BAHASASEJARAHSINGKAT BAHASA INDONESIAINDONESIA 11.11. 1956:1956: kongres BI dikongres BI di Singapura (1956)Singapura (1956) yang menghasilkanyang menghasilkan suatu resolusi u/suatu resolusi u/ menyatukan ejaan B.menyatukan ejaan B. Melayu diMelayu di Semenanjung MelayuSemenanjung Melayu dengan ejaan BI didengan ejaan BI di Indonesia. DihasilkanIndonesia. Dihasilkan ejaan Melindoejaan Melindo (Ejaan Melayu-(Ejaan Melayu- Indonesia)Indonesia) 12.12. 1962: mengalami1962: mengalami kegagalan peresmiankegagalan peresmian Melindo karena adanyaMelindo karena adanya konfrontasi antarakonfrontasi antara Indonesia dan Malaysia.Indonesia dan Malaysia. 13.13. 1966 : Lembaga Bahasa1966 : Lembaga Bahasa dan Kesusastraan (LBK)dan Kesusastraan (LBK) membentuk panitia,membentuk panitia, diketuai oleh Anton M.diketuai oleh Anton M. Moeliono & mengusulkanMoeliono & mengusulkan konsep baru sebagaikonsep baru sebagai gantiganti konsep Melindokonsep Melindo
  • 5.
    SEJARAH SINGKAT BAHASASEJARAHSINGKAT BAHASA INDONESIAINDONESIA 14.14. 1972, setelah melalui1972, setelah melalui beberapa kalibeberapa kali seminar, akhirnyaseminar, akhirnya konsep LBK menjadikonsep LBK menjadi konsep bersamakonsep bersama Indonesia-MalaysiaIndonesia-Malaysia yang seterusnyayang seterusnya menjadi Sistem Ejaanmenjadi Sistem Ejaan Baru yang disebutBaru yang disebut EYD. MashuriEYD. Mashuri (MENDIKBUD)(MENDIKBUD) 15.15. 1975:1975: PedomanPedoman Umum Ejaan YangUmum Ejaan Yang DisempurnakanDisempurnakan
  • 6.
    SEJARAH SINGKAT BAHASASEJARAHSINGKAT BAHASA INDONESIAINDONESIA Ada empat ejaan yangAda empat ejaan yang sudah diresmikansudah diresmikan pemakaiannya yaitu :pemakaiannya yaitu : 1.1. Ejaan VanEjaan Van Ophuijsen (1901)Ophuijsen (1901) 2. Ejaan Soewandi2. Ejaan Soewandi (1947)(1947) 3. Ejaan Yang3. Ejaan Yang DisempurnakanDisempurnakan (1972)(1972) 4. Pedoman Umum4. Pedoman Umum EYD (1975)EYD (1975) Sistem ejaan yang belumSistem ejaan yang belum atau tidak sempatatau tidak sempat diresmikan olehdiresmikan oleh pemerintah adalah :pemerintah adalah : 1.1. EjaanEjaan Pembaharuan (1957)Pembaharuan (1957) 2. Ejaan Melindo2. Ejaan Melindo (1959)(1959) 3. Ejaan LBK (1966)3. Ejaan LBK (1966)
  • 7.
    ASAL KATA INDONESIAASALKATA INDONESIA ► catatan kuno bangsacatatan kuno bangsa India menamaiIndia menamai kepulauan inikepulauan ini DwipantaraDwipantara (Kepulauan Tanah(Kepulauan Tanah Seberang), nama yangSeberang), nama yang diturunkan dari kataditurunkan dari kata SansekertaSansekerta dwipadwipa (pulau) dan(pulau) dan antaraantara (luar, seberang)(luar, seberang) ► catatan bangsacatatan bangsa Tionghoa kawasanTionghoa kawasan kepulauan kita dinamaikepulauan kita dinamai Nan-haiNan-hai (Kepulauan(Kepulauan Laut Selatan)Laut Selatan)
  • 8.
    ► Bangsa ArabBangsaArab menyebut tanah airmenyebut tanah air kitakita Jaza’ir al-JawiJaza’ir al-Jawi (Kepulauan Jawa).(Kepulauan Jawa). Nama Latin untukNama Latin untuk kemenyan adalahkemenyan adalah benzoebenzoe, berasal dari, berasal dari bahasa Arabbahasa Arab lubanluban jawijawi (kemenyan Jawa),(kemenyan Jawa), sebab para pedagangsebab para pedagang Arab memperolehArab memperoleh kemenyan dari batangkemenyan dari batang pohonpohon StyraxStyrax SumatranaSumatrana yangyang dahulu hanya tumbuhdahulu hanya tumbuh ► Bangsa-bangsa EropaBangsa-bangsa Eropa yang pertama kaliyang pertama kali datang itudatang itu beranggapan bahwaberanggapan bahwa Asia hanya terdiri dariAsia hanya terdiri dari Arab, Persia, India,Arab, Persia, India, dan Cina. Bagidan Cina. Bagi mereka, daerah yangmereka, daerah yang terbentang luas antaraterbentang luas antara Persia dan CinaPersia dan Cina semuanya adalahsemuanya adalah “Hindia”.“Hindia”.
  • 9.
    ►Semenanjung Asia Selatanmereka sebutSemenanjung Asia Selatan mereka sebut “Hindia Muka” dan daratan Asia Tenggara“Hindia Muka” dan daratan Asia Tenggara dinamai “Hindia Belakang”. Sedangkandinamai “Hindia Belakang”. Sedangkan tanah air kita memperoleh namatanah air kita memperoleh nama “Kepulauan Hindia” (“Kepulauan Hindia” (Indische Archipel,Indische Archipel, Indian Archipelago, l’Archipel IndienIndian Archipelago, l’Archipel Indien) atau) atau “Hindia Timur” (“Hindia Timur” (Oost Indie, East Indies,Oost Indie, East Indies, Indes OrientalesIndes Orientales).). ►Nama lain yang juga dipakai adalahNama lain yang juga dipakai adalah “Kepulauan Melayu” (“Kepulauan Melayu” (Maleische Archipel,Maleische Archipel, Malay Archipelago, l’Archipel MalaisMalay Archipelago, l’Archipel Malais).).
  • 10.
    ► Masa penjajahanMasapenjajahan Belanda, nama resmi yangBelanda, nama resmi yang digunakan adalahdigunakan adalah Nederlandsch-IndieNederlandsch-Indie (Hindia(Hindia Belanda)Belanda) ► PPemerintah pendudukan Jepang 1942-1945emerintah pendudukan Jepang 1942-1945 memakai istilahmemakai istilah To-IndoTo-Indo (Hindia Timur(Hindia Timur ► Eduard Douwes Dekker (1820-1887), yangEduard Douwes Dekker (1820-1887), yang dikenal dengan nama samaran Multatuli, pernahdikenal dengan nama samaran Multatuli, pernah mengusulkan nama yang spesifik untukmengusulkan nama yang spesifik untuk menyebutkan kepulauan tanah air kita, yaitumenyebutkan kepulauan tanah air kita, yaitu InsulindeInsulinde, yang artinya juga “Kepulauan Hindia”, yang artinya juga “Kepulauan Hindia” (bahasa Latin(bahasa Latin insulainsula berarti pulau). Tetapiberarti pulau). Tetapi rupanya namarupanya nama InsulindeInsulinde ini kurang populer.ini kurang populer.
  • 11.
    ► Pada tahun1920-an, Ernest Francois EugenePada tahun 1920-an, Ernest Francois Eugene Douwes Dekker (1879-1950), yang kita kenalDouwes Dekker (1879-1950), yang kita kenal sebagai Dr. Setiabudi (cucu dari adik Multatuli),sebagai Dr. Setiabudi (cucu dari adik Multatuli), memopulerkan suatu nama untuk tanah air kitamemopulerkan suatu nama untuk tanah air kita sebagaisebagai Nusantara, suatu istilah yang telahNusantara, suatu istilah yang telah tenggelam berabad-abad lamanya. Setiabuditenggelam berabad-abad lamanya. Setiabudi mengambil nama itu dari Pararaton, naskah kunomengambil nama itu dari Pararaton, naskah kuno zaman Majapahit yang ditemukan di Bali padazaman Majapahit yang ditemukan di Bali pada akhir abad ke-19 lalu diterjemahkan oleh J.L.A.akhir abad ke-19 lalu diterjemahkan oleh J.L.A. Brandes dan diterbitkan oleh NicholaasBrandes dan diterbitkan oleh Nicholaas Johannes Krom pada tahun 1920.Johannes Krom pada tahun 1920.
  • 12.
    ►Nusantara usulan Setiabudijauh berbedaNusantara usulan Setiabudi jauh berbeda dengan pengertian, nusantara zamandengan pengertian, nusantara zaman Majapahit.Majapahit. ►MMasa Majapahit Nusantara digunakan untukasa Majapahit Nusantara digunakan untuk menyebutkan pulau-pulau di luar Jawamenyebutkan pulau-pulau di luar Jawa (antara dalam bahasa Sansekerta artinya(antara dalam bahasa Sansekerta artinya luar, seberang) sebagai lawan dariluar, seberang) sebagai lawan dari JawadwipaJawadwipa (Pulau Jawa). Kita tentu pernah(Pulau Jawa). Kita tentu pernah mendengar Sumpah Palapa dari Gajahmendengar Sumpah Palapa dari Gajah Mada, *”Lamun huwus kalah nusantara,Mada, *”Lamun huwus kalah nusantara, isun amukti palapa” *(Jika telah kalah pulau-isun amukti palapa” *(Jika telah kalah pulau- pulau seberang, barulah saya menikmatipulau seberang, barulah saya menikmati istirahat).istirahat).
  • 13.
    ►Oleh Dr. Setiabudikata nusantara diberiOleh Dr. Setiabudi kata nusantara diberi pengertian yang nasionalistis.pengertian yang nasionalistis. ►Dengan mengambil kata Melayu asli antara,Dengan mengambil kata Melayu asli antara, maka Nusantara kini memiliki arti yang barumaka Nusantara kini memiliki arti yang baru yaitu “nusa di antara dua benua dan duayaitu “nusa di antara dua benua dan dua samudra”, sehingga Jawa pun termasuksamudra”, sehingga Jawa pun termasuk dalam definisi nusantara yang modern.dalam definisi nusantara yang modern. ►Istilah nusantara dari Setiabudi ini denganIstilah nusantara dari Setiabudi ini dengan cepat menjadi populer penggunaannyacepat menjadi populer penggunaannya sebagai alternatif dari nama Hindiasebagai alternatif dari nama Hindia Belanda.Belanda.
  • 14.
    ►Sampai hari iniistilah nusantara tetap kitaSampai hari ini istilah nusantara tetap kita pakai untuk menyebutkan wilayah tanah airpakai untuk menyebutkan wilayah tanah air kita dari Sabang sampai Merauke.kita dari Sabang sampai Merauke. ►Sampai hari ini istilah nusantara tetap kitaSampai hari ini istilah nusantara tetap kita pakai untuk menyebutkan wilayah tanah airpakai untuk menyebutkan wilayah tanah air kita dari Sabang sampai Merauke.kita dari Sabang sampai Merauke. ►Pada tahun 1847 di Singapura terbit sebuahPada tahun 1847 di Singapura terbit sebuah majalah ilmiah tahunan,majalah ilmiah tahunan, Journal of theJournal of the Indian Archipelago and Eastern AsiaIndian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA), yang dikelola oleh James(JIAEA), yang dikelola oleh James Richardson Logan (1819-1869), orangRichardson Logan (1819-1869), orang Skotlandia yang meraih sarjana hukum dariSkotlandia yang meraih sarjana hukum dari Universitas Edinburgh.Universitas Edinburgh.
  • 15.
    ►Sampai hari iniistilah nusantara tetap kitaSampai hari ini istilah nusantara tetap kita pakai untuk menyebutkan wilayah tanah airpakai untuk menyebutkan wilayah tanah air kita dari Sabang sampai Merauke.kita dari Sabang sampai Merauke. ►Pada tahun 1847 di Singapura terbit sebuahPada tahun 1847 di Singapura terbit sebuah majalah ilmiah tahunan,majalah ilmiah tahunan, Journal of theJournal of the Indian Archipelago and Eastern AsiaIndian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA), yang dikelola oleh James(JIAEA), yang dikelola oleh James Richardson Logan (1819-1869), orangRichardson Logan (1819-1869), orang Skotlandia yang meraih sarjana hukum dariSkotlandia yang meraih sarjana hukum dari Universitas Edinburgh.Universitas Edinburgh.
  • 16.
    ► TTahun 1849seorang ahli etnologi bangsa Inggris,ahun 1849 seorang ahli etnologi bangsa Inggris, George Samuel Windsor Earl (1813-1865),George Samuel Windsor Earl (1813-1865), menggabungkan diri sebagai redaksi majalahmenggabungkan diri sebagai redaksi majalah JIAEA. Dalam JIAEA Volume IV tahun 1850,JIAEA. Dalam JIAEA Volume IV tahun 1850, halaman 66-74, Earl menulis artikelhalaman 66-74, Earl menulis artikel On theOn the Leading Characteristics of the Papuan, AustralianLeading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nationsand Malay-Polynesian Nations.. ► Dalam artikelnya itu Earl menegaskan bahwaDalam artikelnya itu Earl menegaskan bahwa sudah tiba saatnya bagi penduduk Kepulauansudah tiba saatnya bagi penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu untuk memilikiHindia atau Kepulauan Melayu untuk memiliki nama khas (nama khas (a distinctive namea distinctive name), sebab nama), sebab nama Hindia tidaklah tepat dan sering rancu denganHindia tidaklah tepat dan sering rancu dengan penyebutan India yang lain.penyebutan India yang lain.
  • 17.
    ► Earl mengajukandua pilihan nama:Earl mengajukan dua pilihan nama: IndunesiaIndunesia atauatau MalayunesiaMalayunesia ((nesosnesos dalam bahasa Yunanidalam bahasa Yunani berarti pulau). Pada halaman 71 artikelnya ituberarti pulau). Pada halaman 71 artikelnya itu tertulis:tertulis: … the inhabitants of the Indian… the inhabitants of the Indian Archipelago or Malayan Archipelago wouldArchipelago or Malayan Archipelago would become respectively Indunesians orbecome respectively Indunesians or Malayunesians.Malayunesians. ► Earl memilih namaEarl memilih nama MalayunesiaMalayunesia (Kepulauan(Kepulauan Melayu) daripadaMelayu) daripada IndunesiaIndunesia (Kepulauan Hindia),(Kepulauan Hindia), sebabsebab MalayunesiaMalayunesia sangat tepat untuk rassangat tepat untuk ras Melayu, sedangkanMelayu, sedangkan IndunesiaIndunesia bisa juga digunakanbisa juga digunakan untuk Ceylon (Srilanka) dan Maldives (Maladewa).untuk Ceylon (Srilanka) dan Maldives (Maladewa). Lagi pula, kata Earl, bukankah bahasa MelayuLagi pula, kata Earl, bukankah bahasa Melayu dipakai di seluruh kepulauan ini? Dalam tulisannyadipakai di seluruh kepulauan ini? Dalam tulisannya itu Earl memang menggunakan istilahitu Earl memang menggunakan istilah
  • 18.
    ►Dalam JIAEA VolumeIV itu juga, halamanDalam JIAEA Volume IV itu juga, halaman 252-347, James Richardson Logan menulis252-347, James Richardson Logan menulis artikelartikel The Ethnology of the IndianThe Ethnology of the Indian ArchipelagoArchipelago. Pada awal tulisannya, Logan. Pada awal tulisannya, Logan pun menyatakan perlunya nama khas bagipun menyatakan perlunya nama khas bagi kepulauan tanah air kita, sebab istilahkepulauan tanah air kita, sebab istilah “Indian Archipelago” terlalu panjang dan“Indian Archipelago” terlalu panjang dan membingungkan. Logan memungut namamembingungkan. Logan memungut nama IndunesiaIndunesia yang dibuang Earl, dan huruf uyang dibuang Earl, dan huruf u digantinya dengan huruf o agar ucapannyadigantinya dengan huruf o agar ucapannya lebih baik.lebih baik. Maka lahirlah istilahMaka lahirlah istilah IndonesiaIndonesia..
  • 19.
    ►Sejak saat ituLogan secara konsistenSejak saat itu Logan secara konsisten menggunakan nama “Indonesia” dalammenggunakan nama “Indonesia” dalam tulisan-tulisan ilmiahnya, dan lambat launtulisan-tulisan ilmiahnya, dan lambat laun pemakaian istilah ini menyebar di kalanganpemakaian istilah ini menyebar di kalangan para ilmuwan bidang etnologi dan geografi.para ilmuwan bidang etnologi dan geografi. ►Pada tahun 1884 guru besar etnologi diPada tahun 1884 guru besar etnologi di Universitas Berlin yang bernama AdolfUniversitas Berlin yang bernama Adolf Bastian (1826-1905) menerbitkan bukuBastian (1826-1905) menerbitkan buku IIndonesien oder die Inseln des Malayischenndonesien oder die Inseln des Malayischen ArchipelArchipel sebanyak lima volume, yangsebanyak lima volume, yang memuat hasil penelitiannya ketikamemuat hasil penelitiannya ketika mengembara ke tanah air kita tahun 1864mengembara ke tanah air kita tahun 1864 sampai 1880.sampai 1880.
  • 20.
    ►Buku Bastian inilahyang memopulerkanBuku Bastian inilah yang memopulerkan istilah “Indonesia” di kalangan sarjanaistilah “Indonesia” di kalangan sarjana Belanda, sehingga sempat timbul anggapanBelanda, sehingga sempat timbul anggapan bahwa istilah “Indonesia” itu ciptaanbahwa istilah “Indonesia” itu ciptaan Bastian. Pendapat yang tidak benar itu,Bastian. Pendapat yang tidak benar itu, antara lain tercantum dalamantara lain tercantum dalam EncyclopedieEncyclopedie van Nederlandsch-Indievan Nederlandsch-Indie tahun 1918.tahun 1918. Padahal Bastian mengambil istilahPadahal Bastian mengambil istilah “Indonesia” itu dari tulisan-tulisan Logan.“Indonesia” itu dari tulisan-tulisan Logan.
  • 21.
    ► Putra ibupertiwi yang mula-mulaPutra ibu pertiwi yang mula-mula menggunakan istilah “Indonesia” adalahmenggunakan istilah “Indonesia” adalah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara).Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara). Ketika di buang ke negeri Belanda tahun 1913Ketika di buang ke negeri Belanda tahun 1913 beliau mendirikan sebuah biro pers denganbeliau mendirikan sebuah biro pers dengan namanama Indonesische Pers-bureauIndonesische Pers-bureau.. ► Makna politis Pada dasawarsa 1920-an, namaMakna politis Pada dasawarsa 1920-an, nama “Indonesia” yang merupakan istilah ilmiah“Indonesia” yang merupakan istilah ilmiah dalam etnologi dan geografi itu diambil alihdalam etnologi dan geografi itu diambil alih oleh tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaanoleh tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan tanah air kita, sehingga nama “Indonesia”tanah air kita, sehingga nama “Indonesia” akhirnya memiliki makna politis, yaitu identitasakhirnya memiliki makna politis, yaitu identitas suatu bangsa yang memperjuangkansuatu bangsa yang memperjuangkan kemerdekaan!kemerdekaan!
  • 22.
    ►Pada tahun 1922atas inisiatif MohammadPada tahun 1922 atas inisiatif Mohammad Hatta, seorang mahasiswaHatta, seorang mahasiswa HandelsHandels HoogeschoolHoogeschool (Sekolah Tinggi Ekonomi) di(Sekolah Tinggi Ekonomi) di Rotterdam, organisasi pelajar danRotterdam, organisasi pelajar dan mahasiswa Hindia di Negeri Belanda (yangmahasiswa Hindia di Negeri Belanda (yang terbentuk tahun 1908 dengan namaterbentuk tahun 1908 dengan nama Indische VereenigingIndische Vereeniging) berubah nama) berubah nama menjadimenjadi Indonesische VereenigingIndonesische Vereeniging atauatau Perhimpoenan Indonesia.Perhimpoenan Indonesia.
  • 23.
    ► Majalah mereka,Hindia Poetra, berganti namaMajalah mereka, Hindia Poetra, berganti nama menjadi Indonesia Merdeka. Bung Hattamenjadi Indonesia Merdeka. Bung Hatta menegaskan dalam tulisannya, “Negaramenegaskan dalam tulisannya, “Negara Indonesia Merdeka yang akan datang (Indonesia Merdeka yang akan datang (dede toekomstige vrije Indonesische staattoekomstige vrije Indonesische staat) mustahil) mustahil disebut “Hindia Belanda”. Juga tidak “Hindia”disebut “Hindia Belanda”. Juga tidak “Hindia” saja, sebab dapat menimbulkan kekeliruansaja, sebab dapat menimbulkan kekeliruan dengan India yang asli. Bagi kami namadengan India yang asli. Bagi kami nama Indonesia menyatakan suatu tujuan politik (Indonesia menyatakan suatu tujuan politik (eeneen politiek doelpolitiek doel), karena melambangkan dan), karena melambangkan dan mencita-citakan suatu tanah air di masa depan,mencita-citakan suatu tanah air di masa depan, dan untuk mewujudkannya tiap orangdan untuk mewujudkannya tiap orang Indonesia (Indonesia (IndonesierIndonesier) akan berusaha dengan) akan berusaha dengan segala tenaga dan kemampuannya.segala tenaga dan kemampuannya.
  • 24.
    ►Sementara itu, ditanah air Dr. SutomoSementara itu, di tanah air Dr. Sutomo mendirikanmendirikan Indonesische Studie ClubIndonesische Studie Club padapada tahun 1924. Tahun itu juga Perserikatantahun 1924. Tahun itu juga Perserikatan Komunis Hindia berganti nama menjadiKomunis Hindia berganti nama menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI). Lalu padaPartai Komunis Indonesia (PKI). Lalu pada tahun 1925 Jtahun 1925 Jong Islamieten Bondong Islamieten Bond membentuk kepanduanmembentuk kepanduan NationaalNationaal Indonesische PadvinderijIndonesische Padvinderij (Natipij). Itulah(Natipij). Itulah tiga organisasi di tanah air yang mula-mulatiga organisasi di tanah air yang mula-mula menggunakan nama “Indonesia”.menggunakan nama “Indonesia”.
  • 25.
    ► Akhirnya nama“Indonesia” dinobatkan sebagaiAkhirnya nama “Indonesia” dinobatkan sebagai nama tanah air, bangsa dan bahasa kita padanama tanah air, bangsa dan bahasa kita pada Kerapatan Pemoeda-Pemoedi Indonesia tanggalKerapatan Pemoeda-Pemoedi Indonesia tanggal 28 Oktober 1928, yang kini kita sebut Sumpah28 Oktober 1928, yang kini kita sebut Sumpah Pemuda.Pemuda. ► Pada bulan Agustus 1939 tiga orang anggotaPada bulan Agustus 1939 tiga orang anggota VolksraadVolksraad (Dewan Rakyat; DPR zaman Belanda),(Dewan Rakyat; DPR zaman Belanda), Muhammad Husni Thamrin, WiwohoMuhammad Husni Thamrin, Wiwoho Purbohadidjojo, dan Sutardjo Kartohadikusumo,Purbohadidjojo, dan Sutardjo Kartohadikusumo, mengajukan mosi kepada Pemerintah Belandamengajukan mosi kepada Pemerintah Belanda agar nama “Indonesia” diresmikan sebagaiagar nama “Indonesia” diresmikan sebagai pengganti nama “Nederlandsch-Indie”. Tetapipengganti nama “Nederlandsch-Indie”. Tetapi Belanda keras kepala sehingga mosi ini ditolakBelanda keras kepala sehingga mosi ini ditolak mentah-mentah.mentah-mentah.
  • 26.
    ►Maka kehendak Allahpun berlaku. DenganMaka kehendak Allah pun berlaku. Dengan jatuhnya tanah air kita ke tangan Jepangjatuhnya tanah air kita ke tangan Jepang pada tanggal 8 Maret 1942, lenyaplah namapada tanggal 8 Maret 1942, lenyaplah nama “Hindia Belanda” untuk selama-lamanya.“Hindia Belanda” untuk selama-lamanya. Lalu pada tanggal 17 Agustus 1945, atasLalu pada tanggal 17 Agustus 1945, atas berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa,berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa, lahirlah Republik Indonesia.lahirlah Republik Indonesia.