Pemberontakan APRA di Bandung pada 23 Januari 1950 dipimpin oleh Kapten Westerling dan Sultan Hamid II, dipicu oleh ketidakpahaman dalam pembentukan APRIS. APRA menyerbu kota dengan 800 pasukan dan berencana menculik tokoh-tokoh penting, namun akhirnya dihancurkan oleh kekuatan militer pemerintah, sementara Westerling melarikan diri. Pemberontakan ini juga mengakibatkan gugurnya Kolonel Lembong.