OTAK MANUSIA ????

OTAK???
Otak adalah organ
pengendendali seluruh
aktivitas manusia
BAGIAN OTAK
CEDERA OTAK
CEDERA OTAK SECARA UMUM
BERDAMPAK PADA GANGGUAN
BAHASA Arifuddin (2013:278),
CEDERA AREA
BROCA DAN
WERNICKE
APHASIA BROCA DAN
WERNICKEY
(Yule, via Garnham, 1995
aphasia anterior dan
aphasia posterior
AREA BROCA
BAGIAN OTAK
MANUSIA YANG
BERFUNGSI
MEMPRODUKSI
BAHASA
PENYEBAB CEDERA OTAK
Cedera otak terjadi karena berbagai
hal, seperti cacat bawaan sejak
lahir, kecelakaan/benturan,
penurunan fungsi otak akibat usia,
dan lainnya
AFASIA BROCA ???
GANGGUAN BAHASA
AKIBAT CEDERA
AREA BROCA (akibat
cedera lobe frontal )
APHASIA WERNICKE
Ganguan bahasa
akibat cedera otak
pada daerahLOBE
TEMPORAL
B. Aphasia Broca dan Jenisnya
BERDASARKAN TAKSONOMI BENSON
ADA 3 JENIS APHASIA BROCA
1. Aphasia motorik kortikal
adalah gangguan bahasa yang
berkaitan dengan hilangnya
perbendaharaan kosakata yang
dikuasai manusia yang
tersimpan di daerah korteks
Aphasia Broca dan Jenisnya
Dampak dari aphasia motorik korteks adalah
hilangnya kemampuan mengekpresikan
kemampuan verbal atau hilangnya kemampuan
untuk mengutarakan isi pikiran dengan
menggunakan kata-kata, meski demikian
apharsic jenis ini masih mampu mengekpresikan
pikirannya secara visual ( masih mampu
mengerti bahasa lisan dan bahasa tulisan)
LANJUTAN
Aphasia Broca dan Jenisnya
2.Aphasia Motorik Subkortikal
Aphasia motorik subkortikal adalah gangguan bahasa yang
berkaitan dengan ketidakmampuan apharsic
menggunakan kata-kata untuk mengutarakan ide. Hal ini
terjadi karena saraf area kortek tidak terhubung dengan
area subkortek (putus), akibatnya area kortek sebagai
penyimpan kosakata tidak dapat menjalankan fungsi
mengistruksikan area korteks untuk mengeluarkan
kosakata agar digunakan ketika berkomunikasi, tetapi
apharsic motorik subkorteks masih dapat melakukan
komunikasi verbal tetapi dengan membeo ucapan orang
lain. Apharsic motorik subkorteks masih memiliki
kemampuan memahami verbal dan kemampuan visual
tidak terganggu.
Aphasia Broca dan Jenisnya
3. Aphasia Motorik Trankortikal
Aphasia motorik trankortikal adalah gangguan
bahasa yang terjadi karena terganggunya
hubungan antara area Broca dan area Wernicke.
Hal ini menunjukkan bahwa antara area Broca dan
Wernicke tidaklah bekerja sendiri sendiri, walau
kedua area tersebut memiliki fungsi masing-
masing. Apharsic aphasia motorik trankortikal
mengalami disorientasi antara pengertian yang
dimaksud dengan makna kata yang dimaksud
Aphasia Broca dan Jenisnya
Meski mengalami gangguan pada penggunaan kata-kata tertentu
dengan makna yang sesungguhnya, apharsic aphasia motorik
trankortikal masih mampu menggunakan kata atau makna
pengganti dari kata yang dimaksud. Sebagai contoh Apharsic
aphasia motorik trankortikal dapat menggunakan “itu , untuk
makan” ketika kepadanya ditunjukkan sebuah sendok, tetapi tidak
mampu menyebut sendok. Ketiga apharsic aphasia motorik atau
aphasia Broca mengalami ketakberdayaan
pada kemampuan mengungkapan isi pikirannya secara verbal,
komunikasi yang dilakukan untuk menengemukan idenya
dilakukan secara visual.
PENDEKATAN TERAPI
APHASIA
 Merupakan suatu pendekatan yang diterapkan dalam
upaya penanggulangan kesulitan bahasa. Pendekatan
ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan
bahasa anak berkesulitan bahasa dengan jalan
menganalisis arti kata (semantik), struktur bahasa
(sintak dan morphologi) dan fungsi bahasa
(pragmatik) secara bertahap dan dalarn tugas yang
diuraikan secara rinci
DUA PENDEKATAN TERAPI APHASIA
PENDEKATAN TERAPI APHASIA ((Medika,2003)
PENDEKATAN
FARMAKOLOGI
PENDKATAN YANG
MENGGUNAKAN OBAT
PENDEKATAN
NONFARMAKOLOGI
PENDEKATAN
NONFARMAKOLOGI
 ADA LIMA PENDEKATAN TERAPI APHASIA BROCA
(http://childspeechclinic.wordpress.com/2013/08/17/ .
1. Pendekatan task analysis
Pendekatan ini diterapkan dalam upaya penanggulangan
kesulitan bahasa yang bertujuan untuk meningkatkan
kemampuan apharsic broca dengan jalan menganalisis arti kata
(semantik), struktur bahasa (sintak dan morphologi) dan fungsi
bahasa (pragmatik) secara bertahap. Sebagai contoh ” makan”
untuk rnenjelaskan makna makan pada apharsic aphasia Broca
diperlihatkan baik secara kongkrit ataupun melalui media
(gambar, rekaman. dll) kegiatan individu yang sedang makan,
diperlihatkan proses yang dilakukan dalam kegiatan makan,
diperlihatkan perbandingan kegiatan makan dengan kegiatan
yang lain, seperti kegiatan dalam mencuci piring
PENDEKATAN
NONFARMAKOLOGI
2. Pendekatan Perilaku
Pendekatan perilaku digunakan untuk mengatasi
apharsic aphasia Broca dengan jalan memodivikasi
prilaku. Prosedur pelaksanaannya, pendekatan ini
dilakukan dengan memperhatikan interaksi
interpersonal apharsic dengan teman-teman
seusianya, atau dengan orang vang berada di
sekitarnya.
PENDEKATAN
NONFARMAKOLOGI
Ungkapan-ungkapan verbal yang diperlihatkan oleh
apharsic akan di observasi. Hasil observasi tersebut
akan menjelaskan apakah Hasil observasi menjadi
dasar untuk program remedial yang ditekankan pada
perubahan perilaku yang bertujuan untuk perbaikan
atau perubahan perilaku berbahasa dalam
berkomunikasi, khususnya.
PENDEKATAN
NONFARMAKOLOGI
3. Pendekatan Proses
Pendekatan proses adalah suatu pendekatan yang
bertujuan untuk memperkuat dan menormalisir
proses yang berkaitan dengan proses dasar bahasa
yaitu proses penerimaan bahasa dan proses
rnengekpresikan bahasa. Dalam pelaksanaannya,
pendekatan proses menekankan pada intervensi
dalam bidang persepsi auditori, ingatan.
asosiasi,interpretasi dan ekspresi verbal
PENDEKATAN
NONFARMAKOLOGI
Kegiatan remedial (penanggulangan masalah kesulitan
berbahasa) ditujukan untuk memperkuat pemahaman
bahasa dan keterkaitan integratif antara persepsi
auditori, ingatan. asosiasi, interpretasi yang sangat
diperlukan dalam ekspresi verbal. Kegiatan ini
dilakukan secara lisan dan tertulis.
PENDEKATAN
NONFARMAKOLOGI
4.Pendekatan Interpersonal Interakfif
Pendekatan interpersonal interaktif bertujuan untuk
memperkuat kemampuan bahasa dalam bidang pragmatik
dan mengembangkan kemampuan berkomunikasi anak
yang berkesulitan bahasa. Secara khusus, tuiuan dari
pendekatan ini adalah untuk memperkuat kemampuan
dalam menginterpretasikan isyarat-isyarat bahasa secara
kontekstual yang dapat merubah makna dari suatu
ekspresi verbal. Seperti dalam ungkapan “Bukakan pintu”
adalah kalimat perintah. kalimat ini akan berubah
maknanya apabila diungkapkan dalam ekspresi verbal yang
rnembentak “Bukakan pintu!” yang dapat diinterpretasi
suatu ungkapan verbal yang menunjukkan kemarahan.
PENDEKATAN
NONFARMAKOLOGI
Seperti dalam ungkapan “Bukakan pintu” adalah
kalimat perintah. Kalimat ini akan berubah maknanya
apabila diungkapkan dalam ekspresi verbal yang
rnembentak “Bukakan pintu!” yang dapat
diinterpretasi suatu ungkapan verbal yang
menunjukkan kemarahan.
PENDEKATAN
NONFARMAKOLOGI
5.Pendekatan Pengaturan Sistem Lingkungan
Pendekatan pengaturan sistem lingkungan secara
menyeluruh,bertujuan untuk melakukan intervensi
bahasa dengan melakukan pengaturan sistem
lingkungan secara menyeluruh, yang mencakup situasi
dan peristiwa-peristiwa yang ada di dalamnya yang
dapat mendorong apharsic untuk melakukan
berbagai interaksi dalam berkomunikasi dan
mengekspresikan bahasa verbal.

Aphasia broca dan terapi

  • 2.
    OTAK MANUSIA ????  OTAK??? Otakadalah organ pengendendali seluruh aktivitas manusia
  • 3.
  • 4.
    CEDERA OTAK CEDERA OTAKSECARA UMUM BERDAMPAK PADA GANGGUAN BAHASA Arifuddin (2013:278), CEDERA AREA BROCA DAN WERNICKE APHASIA BROCA DAN WERNICKEY (Yule, via Garnham, 1995 aphasia anterior dan aphasia posterior
  • 5.
    AREA BROCA BAGIAN OTAK MANUSIAYANG BERFUNGSI MEMPRODUKSI BAHASA
  • 6.
    PENYEBAB CEDERA OTAK Cederaotak terjadi karena berbagai hal, seperti cacat bawaan sejak lahir, kecelakaan/benturan, penurunan fungsi otak akibat usia, dan lainnya
  • 7.
    AFASIA BROCA ??? GANGGUANBAHASA AKIBAT CEDERA AREA BROCA (akibat cedera lobe frontal )
  • 8.
    APHASIA WERNICKE Ganguan bahasa akibatcedera otak pada daerahLOBE TEMPORAL
  • 9.
    B. Aphasia Brocadan Jenisnya BERDASARKAN TAKSONOMI BENSON ADA 3 JENIS APHASIA BROCA 1. Aphasia motorik kortikal adalah gangguan bahasa yang berkaitan dengan hilangnya perbendaharaan kosakata yang dikuasai manusia yang tersimpan di daerah korteks
  • 10.
    Aphasia Broca danJenisnya Dampak dari aphasia motorik korteks adalah hilangnya kemampuan mengekpresikan kemampuan verbal atau hilangnya kemampuan untuk mengutarakan isi pikiran dengan menggunakan kata-kata, meski demikian apharsic jenis ini masih mampu mengekpresikan pikirannya secara visual ( masih mampu mengerti bahasa lisan dan bahasa tulisan) LANJUTAN
  • 11.
    Aphasia Broca danJenisnya 2.Aphasia Motorik Subkortikal Aphasia motorik subkortikal adalah gangguan bahasa yang berkaitan dengan ketidakmampuan apharsic menggunakan kata-kata untuk mengutarakan ide. Hal ini terjadi karena saraf area kortek tidak terhubung dengan area subkortek (putus), akibatnya area kortek sebagai penyimpan kosakata tidak dapat menjalankan fungsi mengistruksikan area korteks untuk mengeluarkan kosakata agar digunakan ketika berkomunikasi, tetapi apharsic motorik subkorteks masih dapat melakukan komunikasi verbal tetapi dengan membeo ucapan orang lain. Apharsic motorik subkorteks masih memiliki kemampuan memahami verbal dan kemampuan visual tidak terganggu.
  • 12.
    Aphasia Broca danJenisnya 3. Aphasia Motorik Trankortikal Aphasia motorik trankortikal adalah gangguan bahasa yang terjadi karena terganggunya hubungan antara area Broca dan area Wernicke. Hal ini menunjukkan bahwa antara area Broca dan Wernicke tidaklah bekerja sendiri sendiri, walau kedua area tersebut memiliki fungsi masing- masing. Apharsic aphasia motorik trankortikal mengalami disorientasi antara pengertian yang dimaksud dengan makna kata yang dimaksud
  • 13.
    Aphasia Broca danJenisnya Meski mengalami gangguan pada penggunaan kata-kata tertentu dengan makna yang sesungguhnya, apharsic aphasia motorik trankortikal masih mampu menggunakan kata atau makna pengganti dari kata yang dimaksud. Sebagai contoh Apharsic aphasia motorik trankortikal dapat menggunakan “itu , untuk makan” ketika kepadanya ditunjukkan sebuah sendok, tetapi tidak mampu menyebut sendok. Ketiga apharsic aphasia motorik atau aphasia Broca mengalami ketakberdayaan pada kemampuan mengungkapan isi pikirannya secara verbal, komunikasi yang dilakukan untuk menengemukan idenya dilakukan secara visual.
  • 14.
    PENDEKATAN TERAPI APHASIA  Merupakansuatu pendekatan yang diterapkan dalam upaya penanggulangan kesulitan bahasa. Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bahasa anak berkesulitan bahasa dengan jalan menganalisis arti kata (semantik), struktur bahasa (sintak dan morphologi) dan fungsi bahasa (pragmatik) secara bertahap dan dalarn tugas yang diuraikan secara rinci
  • 15.
    DUA PENDEKATAN TERAPIAPHASIA PENDEKATAN TERAPI APHASIA ((Medika,2003) PENDEKATAN FARMAKOLOGI PENDKATAN YANG MENGGUNAKAN OBAT PENDEKATAN NONFARMAKOLOGI
  • 16.
    PENDEKATAN NONFARMAKOLOGI  ADA LIMAPENDEKATAN TERAPI APHASIA BROCA (http://childspeechclinic.wordpress.com/2013/08/17/ . 1. Pendekatan task analysis Pendekatan ini diterapkan dalam upaya penanggulangan kesulitan bahasa yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan apharsic broca dengan jalan menganalisis arti kata (semantik), struktur bahasa (sintak dan morphologi) dan fungsi bahasa (pragmatik) secara bertahap. Sebagai contoh ” makan” untuk rnenjelaskan makna makan pada apharsic aphasia Broca diperlihatkan baik secara kongkrit ataupun melalui media (gambar, rekaman. dll) kegiatan individu yang sedang makan, diperlihatkan proses yang dilakukan dalam kegiatan makan, diperlihatkan perbandingan kegiatan makan dengan kegiatan yang lain, seperti kegiatan dalam mencuci piring
  • 17.
    PENDEKATAN NONFARMAKOLOGI 2. Pendekatan Perilaku Pendekatanperilaku digunakan untuk mengatasi apharsic aphasia Broca dengan jalan memodivikasi prilaku. Prosedur pelaksanaannya, pendekatan ini dilakukan dengan memperhatikan interaksi interpersonal apharsic dengan teman-teman seusianya, atau dengan orang vang berada di sekitarnya.
  • 18.
    PENDEKATAN NONFARMAKOLOGI Ungkapan-ungkapan verbal yangdiperlihatkan oleh apharsic akan di observasi. Hasil observasi tersebut akan menjelaskan apakah Hasil observasi menjadi dasar untuk program remedial yang ditekankan pada perubahan perilaku yang bertujuan untuk perbaikan atau perubahan perilaku berbahasa dalam berkomunikasi, khususnya.
  • 19.
    PENDEKATAN NONFARMAKOLOGI 3. Pendekatan Proses Pendekatanproses adalah suatu pendekatan yang bertujuan untuk memperkuat dan menormalisir proses yang berkaitan dengan proses dasar bahasa yaitu proses penerimaan bahasa dan proses rnengekpresikan bahasa. Dalam pelaksanaannya, pendekatan proses menekankan pada intervensi dalam bidang persepsi auditori, ingatan. asosiasi,interpretasi dan ekspresi verbal
  • 20.
    PENDEKATAN NONFARMAKOLOGI Kegiatan remedial (penanggulanganmasalah kesulitan berbahasa) ditujukan untuk memperkuat pemahaman bahasa dan keterkaitan integratif antara persepsi auditori, ingatan. asosiasi, interpretasi yang sangat diperlukan dalam ekspresi verbal. Kegiatan ini dilakukan secara lisan dan tertulis.
  • 21.
    PENDEKATAN NONFARMAKOLOGI 4.Pendekatan Interpersonal Interakfif Pendekataninterpersonal interaktif bertujuan untuk memperkuat kemampuan bahasa dalam bidang pragmatik dan mengembangkan kemampuan berkomunikasi anak yang berkesulitan bahasa. Secara khusus, tuiuan dari pendekatan ini adalah untuk memperkuat kemampuan dalam menginterpretasikan isyarat-isyarat bahasa secara kontekstual yang dapat merubah makna dari suatu ekspresi verbal. Seperti dalam ungkapan “Bukakan pintu” adalah kalimat perintah. kalimat ini akan berubah maknanya apabila diungkapkan dalam ekspresi verbal yang rnembentak “Bukakan pintu!” yang dapat diinterpretasi suatu ungkapan verbal yang menunjukkan kemarahan.
  • 22.
    PENDEKATAN NONFARMAKOLOGI Seperti dalam ungkapan“Bukakan pintu” adalah kalimat perintah. Kalimat ini akan berubah maknanya apabila diungkapkan dalam ekspresi verbal yang rnembentak “Bukakan pintu!” yang dapat diinterpretasi suatu ungkapan verbal yang menunjukkan kemarahan.
  • 23.
    PENDEKATAN NONFARMAKOLOGI 5.Pendekatan Pengaturan SistemLingkungan Pendekatan pengaturan sistem lingkungan secara menyeluruh,bertujuan untuk melakukan intervensi bahasa dengan melakukan pengaturan sistem lingkungan secara menyeluruh, yang mencakup situasi dan peristiwa-peristiwa yang ada di dalamnya yang dapat mendorong apharsic untuk melakukan berbagai interaksi dalam berkomunikasi dan mengekspresikan bahasa verbal.