PELATIHAN PENINGKATAN
SENSITIFITAS
KESELAMATAN DAN
KESEHATAN KERJA ( K3 )
ALAT PELINDUNG DIRI
(APD)
Alat Pelindung Diri (APD) atau Personal Protective
Equipment (PPE) adalah alat-alat atau perlengkapan yang
wajib digunakan untuk melindungi dan menjaga
keselamatan pekerja saat melakukan pekerjaan yang
memiliki potensi bahaya atau resiko kecelakaan kerja.
Dikarenakan setiap pekerjaan memiliki resiko yang
berbeda, maka Alat-alat Pelindung Diri (APD) yang
digunakan harus sesuai dengan potensi bahaya dan
resiko pekerjaannya masing-masing sehingga efektif
melindungi pekerja sebagai penggunanya.
(1)Pengusaha wajib menyediakan APD
bagi pekerja/buruh di tempat kerja.
(2)APD harus sesuai dengan Standar
Nasional Indonesia (SNI) atau
standar yang berlaku.
(3)APD wajib diberikan oleh
pengusaha secara GRATIS
PERENCANAAN DAN
PENGGUNAAN APD
CAKUPAN ALAT
PELINDUNG DIRI
1
• Alat Pelindung Kepala
2
• Alat Pelindung Mata dan Muka
3
• Alat Pelindung Pernapasan
4
• Alat Pelindung Telinga
5
• Alat Pelindung Tangan
6
• Alat Pelindung Kaki
7
• Alat Pelindung Badan
Dalam pekerjaan apapun, kepala adalah bagian tubuh yang sangat wajib mendapat
perlindungan. Maka dalam daftar Alat Pelindung Diri (APD), pelindung kepala memiliki
peruntukkan agar kepala terhindar dari benturan, kejatuhan benda, terpapar radiasi panas,
terpercik api, hingga untuk melindungi rambut pekerja agar tidak terjerat saat mesin
berputar.
ALAT PELINDUNG
MATA DAN MUKA
Alat Pelindung Mata dan Muka (safety
glass) ialah melindungi mata dan muka
dari paparan bahan kimia berbahaya,
paparan partikel-partikel yang melayang
diudara dan dibadan air, percikan
benda-benda kecil, uap panas, radiasi
gelombang elektromagnetik
Alat pelindung pernapasan berfungsi untuk melindungi
organ pernafasan pekerja dari cemaran bahan kimia,
mikroorganisme, partikulat, kabut (aerosol), uap, gas dan
lain sebagainya. Alat pelindung pernapasan memastikan
udara yang dihirup oleh seseorang berkualitas baik.
Alat pelindung telinga merupakan alat pelindung yang digunakan
oleh pekerja untuk melindungi alat pendengaran terhadap
kebisingan atau tekanan. Dampak penggunaan mesin produksi
adalah kebisingan yang mengakibatkan gangguan pendengaran,
psikologis, dan fisiologis sehingga dapat mengganggu kenyamanan
dan produktifitas pekerja.. Nilai Ambang Batas (NAB) kebisingan yang
diperkenankan menurut Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. 13
Tahun 2011 adalah 85 dB dengan waktu maksimum 8 jam perhari.
Apabila pemaparan bising secara terus menerus di tempat kerja 85
dB maka akan menimbulkan berbagai keluhan kesehatan dan
gangguan pendengaran
ALAT PELINDUNG
KAKI
Alat pelindung kaki berfungsi
untuk melindungi kaki pekerja
dari bahaya yang ada di
lingkungan kerjanya seperti
tertimpa atau berbenturan
dengan benda-benda berat,
tertusuk benda tajam, terkena
cairan panas atau dingin, uap
panas, terpajan suhu yang
ekstrim, tumpahan bahan
kimia berbahaya dan jasad
renik, dan terpleset.
Jenis alat pelindung kaki
berupa sepatu keselamatan
pada pekerjaan peleburan,
pengecoran logam, industri,
kontruksi bangunan,
pekerjaan yang berpotensi
bahaya peledakan, bahaya
listrik, tempat kerja yang
basah atau licin, bahan
kimia dan jasad renik, serta
bahaya binatang.
Alat pelindung tangan (sarung tangan) berfungsi untuk melindungi tangan dan jari-
jari tangan dari bahaya bahan kimia yang mudah terabsorbsi oleh kulit, bahan kimia
yang mudah terbakar, bahan kimia korosif, benda tajam, tersengat listrik, suhu tinggi
dan rendah. Pemilihan yang tepat untuk bahan sarung tangan sangat penting untuk
kinerja sarung tangan. Dalam memilih sarung tangan harus diperhatikan
permeabilitas bahan sarung tangan, waktu pemakaian bahan kimia, suhu bahan
kimia, ketebalan bahan sarung tangan, dan jumlah bahan kimia yang dapat diserap
oleh bahan sarung tangan (efek kelarutan).
Bahan sarung tangan sangat bervariasi.
Neoprene yang baik untuk perlindungan
terhadap semua jenis minyak, hidrokarbon
alifatik, dan pelarut tertentu lainnya, tetapi
tidak cocok untuk digunakan saat bekerja
dengan hidrokarbon aromatik, hidrokarbon
terhalogenasi, keton, dan pelarut lainnya.
Jenis pelindung tangan terdiri dari sarung
Pakaian pelindung digunakan untuk
melindungi badan sebagian atau seluruh
bagian badan dan pakaian yang
dikenakan pekerja dari bahaya
temperatur panas atau dingin yang
ekstrim, pajanan api dan benda-benda
panas, percikan bahan-bahan kimia,
cairan dan logam panas, uap panas,
benturan (impact) dengan mesin,
peralatan dan bahan, tergores, radiasi,
zat kimia dan mikrobiologi.
Jenis alat pelindung tubuh terdiri dari
apron, jaket, rompi (Vests), celemek
(Apron/ Coveralls), jas lab, full body suits.
1
• Konvensi ILO No. 120
• (UU No. 3 Tahun 1969 )
2
• UU No. 1 Tahun 1970
tentang K3
3
• Permenakertrans No.Per-
01 / MEN / 1981
4
• Permenakertrans
No.Per.03 / Men / 1982
5
• Permenakertrans No. Per.
08 / Men / VII / 2010
6
• Permenaker No. 05 Tahun
2018
PEMANTAUAN
PENGGUNAAN APD
Umum :
Persiapan personil
Perilaku personil
Tempat kerja
Khusus
Informasi memuat penggunaan APD
secara tepat
Inspeksi dan monitoring
Pemeliharaan
Hal lain :
Labeling dan penyimpanan
identifikasi
MANAJEMEN ALAT
PELINDUNG DIRI
Identifikasi kebutuhan dan syarat APD
Pemilihan APD yang sesuai dengan jenis bahaya
dan kebutuhan/kenyamanan pekerja
Pelatihan
Penggunaan, perawatan, dan penyimpanan
Penatalaksanaan pembuangan atau pemusnahan
Pembinaan
Inspeksi
Evaluasi dan pelaporan
PEMUSNAHAN
ALAT PELINDUNG DIRI
APD yang rusak, retak atau tidak dapat
berfungsi dengan baik harus dibuang
dan/atau dimusnahkan.
APD yang habis masa
pakainya/kadaluarsa serta
mengandung bahan berbahaya, harus
dimusnahkan sesuai dengan
peraturan perundangan-undangan.
Pemusnahan APD yang mengandung
bahan berbahaya harus dilengkapi
dengan berita acara pemusnahan.
KESIMPULAN
Penggunaan APD adalah hirarki pengendalian bahaya yang
terakhir. Oleh karenanya identifikasi dan penilaian risiko
harus dilakukan sebelum memutuskan penggunaan APD di
tempat kerja.
Untuk optimalisasi dan efektifitas Pelaksanaan K3, maka
manajemen APD harus dikelola dengan baik.
SOAL UJIAN
PENYAKIT AKIBAT
KERJA
FAKTOR PENYEBAB
PENYAKIT AKIBAT KERJA
FAKTOR
FISIKA
FAKTOR
KIMIA
FAKTOR
BIOLOGI
FAKTOR
FISIOLO
GI
FAKTOR
PSIKOSOSI
AL
FAKTOR FISIKA
 Suara tinggi/bising : Ketulian
 Temperatur/suhu tinggi : Heat Cramp, Heat
Exhaustion,
Heat Stroke.
 Temperatur rendah : Frosbite
 Radiasi Non Mengion : Infra merah
(katarak),
ultraviolet (konjungtivitis).
FAKTOR KIMIA
ASAL MUASAL
Bahan baku
Bahan tambahan
Hasil antara
Hasil samping
Hasil (produk)
Sisa produksi atau
Bahan buangan.
Bentuk :
 Padat
 Cair
 Gas
 Uap
 Partikel.
 Jalan masuk :
 Inhalasi = rute paling sering
 Penelanan = tidak lazim
 Penyerapan kulit dan selaput lendir = lebih
sering terjadi
FAKTOR KIMIA
Efek terhadap
tubuh:
 Iritasi
 Alergi
 Korosif
 keracunan
sistemik
 Kanker
 kerusakan /
kelainan
janin
 Pneumoconi
osis
 efek bius
(narkose)
 Pengaruh
genetic
TARGET ORGAN
KULIT
PARU - PARU
HATI
SISTEM SYARAF
SUMSUM TULANG BELAKANG
GINJAL
CARDIOVASKULER
FAKTOR BIOLOGI
VIRUS :
Hepatitis
Rabies
BAKTERI :
TUBERCULOSIS
FAKTOR FISIOLOGI
 Penyebab : cara kerja, posisi kerja,
alat kerja, lingkungan kerja , kontruksi
tidak ergonomis.
 Efek thd tubuh : kelelahan fisik,
nyeri otot, deformitas tulang,
perubahan bentuk, dislokasi
FAKTOR
PSIKOSOSIAL
Penyebab : Organisasi kerja
(type kepemimpinan,
Hubungan kerja, Komunikasi,
keamanan, Type kerja
(monoton, berulang-ulang,
kerja
berlebihan, kerja kurang,
kerja shif,
terpencil)
Akibat : Stress, Psikosomatis,
Somatis
APD-dan-PAK.pptx
APD-dan-PAK.pptx

APD-dan-PAK.pptx

  • 1.
  • 3.
    ALAT PELINDUNG DIRI (APD) AlatPelindung Diri (APD) atau Personal Protective Equipment (PPE) adalah alat-alat atau perlengkapan yang wajib digunakan untuk melindungi dan menjaga keselamatan pekerja saat melakukan pekerjaan yang memiliki potensi bahaya atau resiko kecelakaan kerja. Dikarenakan setiap pekerjaan memiliki resiko yang berbeda, maka Alat-alat Pelindung Diri (APD) yang digunakan harus sesuai dengan potensi bahaya dan resiko pekerjaannya masing-masing sehingga efektif melindungi pekerja sebagai penggunanya.
  • 4.
    (1)Pengusaha wajib menyediakanAPD bagi pekerja/buruh di tempat kerja. (2)APD harus sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) atau standar yang berlaku. (3)APD wajib diberikan oleh pengusaha secara GRATIS PERENCANAAN DAN PENGGUNAAN APD
  • 5.
    CAKUPAN ALAT PELINDUNG DIRI 1 •Alat Pelindung Kepala 2 • Alat Pelindung Mata dan Muka 3 • Alat Pelindung Pernapasan 4 • Alat Pelindung Telinga 5 • Alat Pelindung Tangan 6 • Alat Pelindung Kaki 7 • Alat Pelindung Badan
  • 6.
    Dalam pekerjaan apapun,kepala adalah bagian tubuh yang sangat wajib mendapat perlindungan. Maka dalam daftar Alat Pelindung Diri (APD), pelindung kepala memiliki peruntukkan agar kepala terhindar dari benturan, kejatuhan benda, terpapar radiasi panas, terpercik api, hingga untuk melindungi rambut pekerja agar tidak terjerat saat mesin berputar.
  • 7.
    ALAT PELINDUNG MATA DANMUKA Alat Pelindung Mata dan Muka (safety glass) ialah melindungi mata dan muka dari paparan bahan kimia berbahaya, paparan partikel-partikel yang melayang diudara dan dibadan air, percikan benda-benda kecil, uap panas, radiasi gelombang elektromagnetik
  • 8.
    Alat pelindung pernapasanberfungsi untuk melindungi organ pernafasan pekerja dari cemaran bahan kimia, mikroorganisme, partikulat, kabut (aerosol), uap, gas dan lain sebagainya. Alat pelindung pernapasan memastikan udara yang dihirup oleh seseorang berkualitas baik.
  • 9.
    Alat pelindung telingamerupakan alat pelindung yang digunakan oleh pekerja untuk melindungi alat pendengaran terhadap kebisingan atau tekanan. Dampak penggunaan mesin produksi adalah kebisingan yang mengakibatkan gangguan pendengaran, psikologis, dan fisiologis sehingga dapat mengganggu kenyamanan dan produktifitas pekerja.. Nilai Ambang Batas (NAB) kebisingan yang diperkenankan menurut Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. 13 Tahun 2011 adalah 85 dB dengan waktu maksimum 8 jam perhari. Apabila pemaparan bising secara terus menerus di tempat kerja 85 dB maka akan menimbulkan berbagai keluhan kesehatan dan gangguan pendengaran
  • 10.
    ALAT PELINDUNG KAKI Alat pelindungkaki berfungsi untuk melindungi kaki pekerja dari bahaya yang ada di lingkungan kerjanya seperti tertimpa atau berbenturan dengan benda-benda berat, tertusuk benda tajam, terkena cairan panas atau dingin, uap panas, terpajan suhu yang ekstrim, tumpahan bahan kimia berbahaya dan jasad renik, dan terpleset. Jenis alat pelindung kaki berupa sepatu keselamatan pada pekerjaan peleburan, pengecoran logam, industri, kontruksi bangunan, pekerjaan yang berpotensi bahaya peledakan, bahaya listrik, tempat kerja yang basah atau licin, bahan kimia dan jasad renik, serta bahaya binatang.
  • 11.
    Alat pelindung tangan(sarung tangan) berfungsi untuk melindungi tangan dan jari- jari tangan dari bahaya bahan kimia yang mudah terabsorbsi oleh kulit, bahan kimia yang mudah terbakar, bahan kimia korosif, benda tajam, tersengat listrik, suhu tinggi dan rendah. Pemilihan yang tepat untuk bahan sarung tangan sangat penting untuk kinerja sarung tangan. Dalam memilih sarung tangan harus diperhatikan permeabilitas bahan sarung tangan, waktu pemakaian bahan kimia, suhu bahan kimia, ketebalan bahan sarung tangan, dan jumlah bahan kimia yang dapat diserap oleh bahan sarung tangan (efek kelarutan). Bahan sarung tangan sangat bervariasi. Neoprene yang baik untuk perlindungan terhadap semua jenis minyak, hidrokarbon alifatik, dan pelarut tertentu lainnya, tetapi tidak cocok untuk digunakan saat bekerja dengan hidrokarbon aromatik, hidrokarbon terhalogenasi, keton, dan pelarut lainnya. Jenis pelindung tangan terdiri dari sarung
  • 12.
    Pakaian pelindung digunakanuntuk melindungi badan sebagian atau seluruh bagian badan dan pakaian yang dikenakan pekerja dari bahaya temperatur panas atau dingin yang ekstrim, pajanan api dan benda-benda panas, percikan bahan-bahan kimia, cairan dan logam panas, uap panas, benturan (impact) dengan mesin, peralatan dan bahan, tergores, radiasi, zat kimia dan mikrobiologi. Jenis alat pelindung tubuh terdiri dari apron, jaket, rompi (Vests), celemek (Apron/ Coveralls), jas lab, full body suits.
  • 14.
    1 • Konvensi ILONo. 120 • (UU No. 3 Tahun 1969 ) 2 • UU No. 1 Tahun 1970 tentang K3 3 • Permenakertrans No.Per- 01 / MEN / 1981 4 • Permenakertrans No.Per.03 / Men / 1982 5 • Permenakertrans No. Per. 08 / Men / VII / 2010 6 • Permenaker No. 05 Tahun 2018
  • 15.
    PEMANTAUAN PENGGUNAAN APD Umum : Persiapanpersonil Perilaku personil Tempat kerja Khusus Informasi memuat penggunaan APD secara tepat Inspeksi dan monitoring Pemeliharaan Hal lain : Labeling dan penyimpanan identifikasi
  • 16.
    MANAJEMEN ALAT PELINDUNG DIRI Identifikasikebutuhan dan syarat APD Pemilihan APD yang sesuai dengan jenis bahaya dan kebutuhan/kenyamanan pekerja Pelatihan Penggunaan, perawatan, dan penyimpanan Penatalaksanaan pembuangan atau pemusnahan Pembinaan Inspeksi Evaluasi dan pelaporan
  • 17.
    PEMUSNAHAN ALAT PELINDUNG DIRI APDyang rusak, retak atau tidak dapat berfungsi dengan baik harus dibuang dan/atau dimusnahkan. APD yang habis masa pakainya/kadaluarsa serta mengandung bahan berbahaya, harus dimusnahkan sesuai dengan peraturan perundangan-undangan. Pemusnahan APD yang mengandung bahan berbahaya harus dilengkapi dengan berita acara pemusnahan.
  • 18.
    KESIMPULAN Penggunaan APD adalahhirarki pengendalian bahaya yang terakhir. Oleh karenanya identifikasi dan penilaian risiko harus dilakukan sebelum memutuskan penggunaan APD di tempat kerja. Untuk optimalisasi dan efektifitas Pelaksanaan K3, maka manajemen APD harus dikelola dengan baik.
  • 19.
  • 20.
  • 21.
    FAKTOR PENYEBAB PENYAKIT AKIBATKERJA FAKTOR FISIKA FAKTOR KIMIA FAKTOR BIOLOGI FAKTOR FISIOLO GI FAKTOR PSIKOSOSI AL
  • 22.
    FAKTOR FISIKA  Suaratinggi/bising : Ketulian  Temperatur/suhu tinggi : Heat Cramp, Heat Exhaustion, Heat Stroke.  Temperatur rendah : Frosbite  Radiasi Non Mengion : Infra merah (katarak), ultraviolet (konjungtivitis).
  • 23.
    FAKTOR KIMIA ASAL MUASAL Bahanbaku Bahan tambahan Hasil antara Hasil samping Hasil (produk) Sisa produksi atau Bahan buangan. Bentuk :  Padat  Cair  Gas  Uap  Partikel.  Jalan masuk :  Inhalasi = rute paling sering  Penelanan = tidak lazim  Penyerapan kulit dan selaput lendir = lebih sering terjadi
  • 24.
    FAKTOR KIMIA Efek terhadap tubuh: Iritasi  Alergi  Korosif  keracunan sistemik  Kanker  kerusakan / kelainan janin  Pneumoconi osis  efek bius (narkose)  Pengaruh genetic
  • 25.
    TARGET ORGAN KULIT PARU -PARU HATI SISTEM SYARAF SUMSUM TULANG BELAKANG GINJAL CARDIOVASKULER
  • 26.
  • 27.
    FAKTOR FISIOLOGI  Penyebab: cara kerja, posisi kerja, alat kerja, lingkungan kerja , kontruksi tidak ergonomis.  Efek thd tubuh : kelelahan fisik, nyeri otot, deformitas tulang, perubahan bentuk, dislokasi
  • 28.
    FAKTOR PSIKOSOSIAL Penyebab : Organisasikerja (type kepemimpinan, Hubungan kerja, Komunikasi, keamanan, Type kerja (monoton, berulang-ulang, kerja berlebihan, kerja kurang, kerja shif, terpencil) Akibat : Stress, Psikosomatis, Somatis