MEMAHAMI TENTANG ALAM SEMESTA
Shibu lijack
ALAM SEMESTA
 Teori Keadaan Tetap (Steady-State Theory)
 Teori Dentuman Besar (Big Bang Theory)
 Teori Osilasi (Osciliation Theory)
Teori Keadaan Tetap
(Steady-State Theory)
 Teori keadaan tetap menunjukkan bahwa banyaknya

benda-benda langit yang tersebar di bola langit yang
seolah-olah demikian merata di seluruh bola langit
yang dapat diamati. Keadaan seperti itu tidak hanya
teramati oleh mata yang menggunakan suatu alat,
tetapi demikian juga halnya walaupun kita
menggunakan mata telanjang. Teori keadaan tetap
secara
filosofis
sangat
menarik,
karena
kesederhanaannya. Namun beberapa hasil pengamatan
para ahli kemudian menggoncangkan teori itu, karena
lebih menunjukkan bahwa alam semesta cenderung
mengembang dan tidak tetap.
Teori Keadaan Tetap
(Steady-State Theory)
Teori ini menjelaskan bahwa materi baru yang
berupa hidrogen telah mengisi ruang kosong
yang timbul dari pengembangan jagad raya.
Teori ini dipelopori oleh Fred Hoyle. Di dalam
teori ini dijelaskan pula bahwa jagad raya tetap
keadaannya dan akan selalu tampak sama.
Stephen Hawking mengatakan bahwa materi
yang mengisi ruang dan berupa materi baru
bersifat memencar sehingga keadaan jagad
raya selalu mengalami perubahan.
Teori Dentuman Besar
(Big Bang Theory)
 Teori

Big
Bang
menunjukkan bahwa semua
benda di alam semesta pada
awalnya adalah satu wujud,
dan kemudian terpisahpisah. Ini diartikan bahwa
keseluruhan
materi
diciptakan melalui Big
Bang atau ledakan raksasa
dari satu titik tunggal, dan
membentuk alam semesta
kini dengan cara pemisahan
satu dari yang lain.
Teori Dentuman Besar
(Big Bang Theory)
Teori dentuman besar bergantung kepada dua asumsi utama:
hukum fisika dan prinsip kosmologi. Prinsip kosmologi
menyatakan bahwa pada skala yang luas alam semesta adalah
homogen dan isotropik.
Pada tahun 1929 Astronom Amerika Serikat, Edwin Hubble
melakukan pengamatan dan melihat Galaksi yang jauh dan
bergerak selalu menjauhi kita dengan kecepatan yang tinggi. Ia
juga melihat jarak antara Galaksi-galaksi bertambah setiap
saat. Penemuan Hubble ini menunjukkan bahwa Alam Semesta
kita tidaklah statis seperti yang dipercaya sejak lama, namun
bergerak mengembang. Kemudian ini menimbulkan suatu
perkiraan bahwa Alam Semesta bermula dari pengembangan di
masa lampau yang dinamakan Dentuman Besar.
Teori Osilasi
(Osciliation Theory)

Teori ini disebut juga teori alam semesta “berayun”
yang berpendirian bahwa semua materi bergerak
saling menjauhi yang bermula dari massa termampat.
Materi itu akhirnya memperlambat yang pada suatu
saat akan lebih lambat dari kecepatan lepas kritis,
berhenti dan mulai mengkerut lagi akibat gaya
gravitasi. Materi tersebut akan termampat dan
meledak lagi yang dilanjutkan dengan pemuaian lagi.
Dalam proses itu tidak ada materi yang rusak atau
hilang ataupun tercipta, melainkan hanya berubahnya
tatanannya
atau
hanya
mengalami
goyangan
(oscillation), dengan demikian teori itu merupakan
teori yang mempertahankan bahwa alam semesta itu
terhingga dan bukan tidak terhingga.
ALAM SEMESTA
Pengertian
alam
semesta
mencakup tentang mikrokosmos
dan makrokosmos. Mikrokosmos
adalah
benda-benda
yang
mempunyai ukuran sangat kecil,
misalnya atom, elektron, sel,
amuba, dan sebagainya. Sedang
makrokosmos adalah benda-benda
yang mempunyai ukuran yang
sangat besar, misalnya bintang,
planet, dan galaksi.
ALAM SEMESTA
Konsep pemikiran manusia tentang pusat
universe atau alam semesta sangat radikal.
Awalnya para ilmuan astronom menetapkan
bahwa manusialah yang sebagai pusat,
yang diberi nama teori egosentris. Setelah
itu mereka menetapkan bumi yang menjadi
pusat yang ditokohi oleh Cladius
Ptolemeus. Teori ini dikenal dengan
geosentris. Namun setelah itu Nicolas
Copernicus mengungkap teori baru di mana
matahari dijadikan pusat alam semesta,
heliosentris. Namun saat ini mereka baru
menyadari bahwa teoti tersebut lebih cocok
digelayutkan pada tata surya. Dan tata
surya hanyalah sebagian dari galaksi, dan
galaksi adalah satu kumpulan bintang dari
banyak kumpulan bintang di alam semesta.
ALAM SEMESTA
Segala
bukti
meyakinkan
ini
menyebabkan teori Big Bang
diterima oleh masyarakat ilmiah.
Model Big Bang adalah titik
terakhir
yang
dicapai
ilmu
pengetahuan tentang asal muasal
alam semesta. Begitulah, alam
semesta ini telah diciptakan oleh
Allah Yang Maha Perkasa dengan
sempurna
tanpa
cacat:
Yang telah menciptakan tujuh
langit berlapis-lapis. Kamu sekalikali tidak melihat pada ciptaan
Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu
yang tidak seimbang. Maka lihatlah
berulang-ulang, adakah kamu lihat
sesuatu yang tidak seimbang. (QS.
Al-Mulk, 67:3)
GALAKSI
 Kata galaksi berasal dari bahasa Yunani galaxias
[γαλαξίας], yang berarti "susu," yang merujuk pada
galaksi Bima Sakti (bahasa Inggris: Milky Way).

 Menurut etimologi
Kata galaksi diturunkan dari istilah bahasa Yunani
untuk Milky Way (galaksi kita), galaxias (γαλαξίας ),
atau kyklos galaktikos. Kata ini berarti "lingkaran
susu", sesuai dengan penampakannya di angkasa.
GALAKSI
 Galaksi adalah sebuah sistem yang terikat oleh
gaya gravitasi yang terdiri atas bintang (dengan
segala bentuk manifestasinya, antara lain
bintang neutron dan lubang hitam), gas dan
debu kosmik medium antar bintang, dan
kemungkinan substansi hipotetis yang dikenal
dengan materi gelap.
GALAKSI
 Menurut bentuknya galaksi dibagi menjadi
empat yaitu :
1. Galaksi spiral,
2. Galaksi elips,
3. Galaksi tak beraturan, dan
4. Galaksi spiral berpalang.
MACAM-MACAM GALAKSI
1)
Galaksi
spiral
merupakan tipe galaksi
yang
paling
umum
dikenal. Bagian utama
galaksi spiral adalah
halo,
bidang
galaksi
(lengan
spiral),
dan
bulge
(bagian
pusat
galaksi yang menonjol).
Contoh galaksi tipe ini
adalah
galaksi
Bima
Sakti
dan
galaksi
Andromeda.
MACAM-MACAM GALAKSI
 2) Galaksi elips,

sesuai dengan
namanya
penampakannya
seperti elips, tetapi
bentuk sebenarnya
belum diketahui.
Contoh galaksi tipe
elips adalah galaksi
M87, yaitu
galaksielips raksasa
yang terdapat di Rasi
Virgo.
MACAM-MACAM GALAKSI
 3) Galaksi tak

beraturan, adalah tipe
galaksi yang tidak
simetri dan tidak
memiliki bentuk khusus.
Anggota dari galaksi ini
terdiri atas bintangbintang tua dan bintangbintang muda. Contoh
dari galaksi tipe ini
adalah AwanMagellan
Besar dan Awan
Magellan Kecil, dua
buahgalaksi yang
letaknya paling dekat
dengan galaksi Bima
Sakti.
MACAM-MACAM GALAKSI
 4) Bentuk spiral

berpalang, galaksi
ini memiliki lenganlengan spiral keluar
dari bagian ujung
suatupusat, kirakira 18% dari
jumlah galaksi
merupakanspiralspiral ataupun
spiral-spiral yang
terpotong.
Gambar macam-macam galaksi
CIRI-CIRI GALAKSI
Galaksi mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
 (1) sumber cahaya berasal dari galaksi itu
sendiri dan bukan merupakan cahaya pantulan;
 (2) antara galaksi satu dengan yang lain
mempunyai jarak jutaan tahun cahaya;
 (3) galaksi-galaksi lainnya dapat terlihat berada
di luar Galaksi Bimasakti;
 (4) galaksi punya bentukan tertentu, misalnya:
bentuk spiral, bentuk spiral berpalang, bentuk
elips, dan bentuk tidak beraturan.
GALAKSI BIMA SAKTI
Bima Sakti (dalam bahasa
Inggris Milky Way, yang
berasal dari bahasa Latin Via
Lactea, diambil lagi dari
bahasa
Yunani
Γαλαξίας
Galaxias yang berarti "susu")
adalah galaksi spiral yang
besar termasuk dalam tipe
Hubble SBbc dengan total
masa
sekitar
10massa
matahari yang memiliki 200400 milyarbintang dengan
diameter
100.000
tahun
cahaya dan ketebalan 1000
tahun cahaya
PERBEDAAN
TEORI GEOSENTRIS & HELIOSENTRIS
Teori Geosentris yaitu teori yg menganggap bahwa bumi
adalah pusat tata surya kita teori ini dikemukakan oleh
ilmuwan bernama Galileo Galilei.

Anggapan ini muncul kira-kira pada abad ke-6 sebelum
Masehi. Keberadaan anggapan Geosentris juga didukung
oleh beberapa ilmuan, seperti: Plato, Socrates, Aristoteles,
Anaximander, dan Pythagoras.
PERBEDAAN
TEORI GEOSENTRIS & HELIOSENTRIS
Teori geosentris berhasil Klaudiusz Ptolemeusz astronom Yunani di abad
ke-II dan ia menunjukkan itu dalam karyanya "Megale syntaksis".
Asumsi:
- Bergerak Bumi adalah pusat alam semesta,
- 20 000 earthbeam menjauh dari pusat alam semesta ada bola kristal,
- Di dalam lingkup ada 7 planet: Bulan, Merkurius, Venus, Matahari, Mars,
Jupiter, Saturn,
- Konstan bintang tetap untuk bola,
- Bulan dan Matahari bergerak langsung pada lingkaran (deferents) di
sekitar Bumi,
- Planet lain juga bergerak di aroun lingkaran Bumi, tetapi, lebih jauh lagi,
mereka melakukan gerakan seragam rute yang lebih kecil yang disebut
epicycle.
Ringkasan ini diterjemahkan dari Geocentric Theory
PERBEDAAN
TEORI GEOSENTRIS & HELIOSENTRIS
Teori heliosentris yaitu teori ini mengatakan bahwa
matahari adalah pusat tata surya. Jadi, bumi dan
planet-planet lainnya bergerak mengelilingi matahari,
dan pencentusnya adalah
copernicus (menurut
cendekiawan barat).

Keberadaan anggapan Heliosentris juga didukung oleh beberapa ilmuwan,
seperti: Galileo, Isaac Newton, Nicolaus Copernicus, dan Johanes Kepler.
PERBEDAAN
TEORI GEOSENTRIS & HELIOSENTRIS
Pergantian Musim pada Belahan Bumi
Utara dan Belahan Bumi Selatan
Pada gerak semu matahari tahunan, saat
matahari berada pada posisi 23.5o LS, yang
terjadi pada bulan Desember sampai Maret,
maka bumi belahan selatan (BBS) menerima
panas matahari yang lebih intensif dan pada
saat itu belahan bumi selatan mengalami musim
panas. Sedangkan pada bumi belahan utara
(BBU) mengalami musim dingin.
Pergantian Musim pada Belahan Bumi
Utara dan Belahan Bumi Selatan
Pada bumi belahan utara atau pun belahan
selatan menglami empat musim, sedangkan di
daerah yang terletak di daerah khatulistiwa,
yang memperoleh panas matahari sepanjang
tahun memiliki dua musim, seperti halnya
Indonesia yang mengalami musim kemarau dan
musim penghujan, berikut adalah musim yang
terjadi di belahan bumi selatan (BBS) dan di
belahan bumi utara (BBU).
Pergantian Musim pada Belahan Bumi
Utara dan Belahan Bumi Selatan

 Musim-musim dibelahan bumi utara
Musim
Musim
Musim
Musim

semi : 21 Maret – 21 Juni
panas : 21 Juni – 23 September
gugur : 23 September – 22 Desember
Dingin : 22 Desember – 21 Maret
Pergantian Musim pada Belahan Bumi
Utara dan Belahan Bumi Selatan

 Musim-musim dibelahan bumi selatan
Musim semi : 23 September – 22 Desember
Musim panas : 22 Desember – 21 Maret
Musim gugur : 21 Maret – 22 Juni
Musim dingin : 21 Juni – 23 September
Terjadi Perbedaan Musim di Bumi
Terjadi Perbedaan Musim di Bumi
 Sebenarnya, jarak Bumi dan Matahari tidaklah
menentukan
musim
di
Bumi,
karena
perbedaannya jarak terjauh dan terdekat tidak
signifikan. Perbandingannya seperti kita berdiri
satu meter dari api unggun, kemudian menjauh
sekira dua cm, tentu kita tidak bisa
membedakan perbedaan panas yang kita
rasakan.Ternyata kemiringan poros Bumi-lah
yang membuat terjadinya pergantian musim .
Antariksa dan Galaksi

Antariksa dan Galaksi

  • 1.
    MEMAHAMI TENTANG ALAMSEMESTA Shibu lijack
  • 2.
    ALAM SEMESTA  TeoriKeadaan Tetap (Steady-State Theory)  Teori Dentuman Besar (Big Bang Theory)  Teori Osilasi (Osciliation Theory)
  • 3.
    Teori Keadaan Tetap (Steady-StateTheory)  Teori keadaan tetap menunjukkan bahwa banyaknya benda-benda langit yang tersebar di bola langit yang seolah-olah demikian merata di seluruh bola langit yang dapat diamati. Keadaan seperti itu tidak hanya teramati oleh mata yang menggunakan suatu alat, tetapi demikian juga halnya walaupun kita menggunakan mata telanjang. Teori keadaan tetap secara filosofis sangat menarik, karena kesederhanaannya. Namun beberapa hasil pengamatan para ahli kemudian menggoncangkan teori itu, karena lebih menunjukkan bahwa alam semesta cenderung mengembang dan tidak tetap.
  • 4.
    Teori Keadaan Tetap (Steady-StateTheory) Teori ini menjelaskan bahwa materi baru yang berupa hidrogen telah mengisi ruang kosong yang timbul dari pengembangan jagad raya. Teori ini dipelopori oleh Fred Hoyle. Di dalam teori ini dijelaskan pula bahwa jagad raya tetap keadaannya dan akan selalu tampak sama. Stephen Hawking mengatakan bahwa materi yang mengisi ruang dan berupa materi baru bersifat memencar sehingga keadaan jagad raya selalu mengalami perubahan.
  • 5.
    Teori Dentuman Besar (BigBang Theory)  Teori Big Bang menunjukkan bahwa semua benda di alam semesta pada awalnya adalah satu wujud, dan kemudian terpisahpisah. Ini diartikan bahwa keseluruhan materi diciptakan melalui Big Bang atau ledakan raksasa dari satu titik tunggal, dan membentuk alam semesta kini dengan cara pemisahan satu dari yang lain.
  • 6.
    Teori Dentuman Besar (BigBang Theory) Teori dentuman besar bergantung kepada dua asumsi utama: hukum fisika dan prinsip kosmologi. Prinsip kosmologi menyatakan bahwa pada skala yang luas alam semesta adalah homogen dan isotropik. Pada tahun 1929 Astronom Amerika Serikat, Edwin Hubble melakukan pengamatan dan melihat Galaksi yang jauh dan bergerak selalu menjauhi kita dengan kecepatan yang tinggi. Ia juga melihat jarak antara Galaksi-galaksi bertambah setiap saat. Penemuan Hubble ini menunjukkan bahwa Alam Semesta kita tidaklah statis seperti yang dipercaya sejak lama, namun bergerak mengembang. Kemudian ini menimbulkan suatu perkiraan bahwa Alam Semesta bermula dari pengembangan di masa lampau yang dinamakan Dentuman Besar.
  • 7.
    Teori Osilasi (Osciliation Theory) Teoriini disebut juga teori alam semesta “berayun” yang berpendirian bahwa semua materi bergerak saling menjauhi yang bermula dari massa termampat. Materi itu akhirnya memperlambat yang pada suatu saat akan lebih lambat dari kecepatan lepas kritis, berhenti dan mulai mengkerut lagi akibat gaya gravitasi. Materi tersebut akan termampat dan meledak lagi yang dilanjutkan dengan pemuaian lagi. Dalam proses itu tidak ada materi yang rusak atau hilang ataupun tercipta, melainkan hanya berubahnya tatanannya atau hanya mengalami goyangan (oscillation), dengan demikian teori itu merupakan teori yang mempertahankan bahwa alam semesta itu terhingga dan bukan tidak terhingga.
  • 8.
    ALAM SEMESTA Pengertian alam semesta mencakup tentangmikrokosmos dan makrokosmos. Mikrokosmos adalah benda-benda yang mempunyai ukuran sangat kecil, misalnya atom, elektron, sel, amuba, dan sebagainya. Sedang makrokosmos adalah benda-benda yang mempunyai ukuran yang sangat besar, misalnya bintang, planet, dan galaksi.
  • 9.
    ALAM SEMESTA Konsep pemikiranmanusia tentang pusat universe atau alam semesta sangat radikal. Awalnya para ilmuan astronom menetapkan bahwa manusialah yang sebagai pusat, yang diberi nama teori egosentris. Setelah itu mereka menetapkan bumi yang menjadi pusat yang ditokohi oleh Cladius Ptolemeus. Teori ini dikenal dengan geosentris. Namun setelah itu Nicolas Copernicus mengungkap teori baru di mana matahari dijadikan pusat alam semesta, heliosentris. Namun saat ini mereka baru menyadari bahwa teoti tersebut lebih cocok digelayutkan pada tata surya. Dan tata surya hanyalah sebagian dari galaksi, dan galaksi adalah satu kumpulan bintang dari banyak kumpulan bintang di alam semesta.
  • 10.
    ALAM SEMESTA Segala bukti meyakinkan ini menyebabkan teoriBig Bang diterima oleh masyarakat ilmiah. Model Big Bang adalah titik terakhir yang dicapai ilmu pengetahuan tentang asal muasal alam semesta. Begitulah, alam semesta ini telah diciptakan oleh Allah Yang Maha Perkasa dengan sempurna tanpa cacat: Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekalikali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang. (QS. Al-Mulk, 67:3)
  • 11.
    GALAKSI  Kata galaksiberasal dari bahasa Yunani galaxias [γαλαξίας], yang berarti "susu," yang merujuk pada galaksi Bima Sakti (bahasa Inggris: Milky Way).  Menurut etimologi Kata galaksi diturunkan dari istilah bahasa Yunani untuk Milky Way (galaksi kita), galaxias (γαλαξίας ), atau kyklos galaktikos. Kata ini berarti "lingkaran susu", sesuai dengan penampakannya di angkasa.
  • 12.
    GALAKSI  Galaksi adalahsebuah sistem yang terikat oleh gaya gravitasi yang terdiri atas bintang (dengan segala bentuk manifestasinya, antara lain bintang neutron dan lubang hitam), gas dan debu kosmik medium antar bintang, dan kemungkinan substansi hipotetis yang dikenal dengan materi gelap.
  • 13.
    GALAKSI  Menurut bentuknyagalaksi dibagi menjadi empat yaitu : 1. Galaksi spiral, 2. Galaksi elips, 3. Galaksi tak beraturan, dan 4. Galaksi spiral berpalang.
  • 14.
    MACAM-MACAM GALAKSI 1) Galaksi spiral merupakan tipegalaksi yang paling umum dikenal. Bagian utama galaksi spiral adalah halo, bidang galaksi (lengan spiral), dan bulge (bagian pusat galaksi yang menonjol). Contoh galaksi tipe ini adalah galaksi Bima Sakti dan galaksi Andromeda.
  • 15.
    MACAM-MACAM GALAKSI  2)Galaksi elips, sesuai dengan namanya penampakannya seperti elips, tetapi bentuk sebenarnya belum diketahui. Contoh galaksi tipe elips adalah galaksi M87, yaitu galaksielips raksasa yang terdapat di Rasi Virgo.
  • 16.
    MACAM-MACAM GALAKSI  3)Galaksi tak beraturan, adalah tipe galaksi yang tidak simetri dan tidak memiliki bentuk khusus. Anggota dari galaksi ini terdiri atas bintangbintang tua dan bintangbintang muda. Contoh dari galaksi tipe ini adalah AwanMagellan Besar dan Awan Magellan Kecil, dua buahgalaksi yang letaknya paling dekat dengan galaksi Bima Sakti.
  • 17.
    MACAM-MACAM GALAKSI  4)Bentuk spiral berpalang, galaksi ini memiliki lenganlengan spiral keluar dari bagian ujung suatupusat, kirakira 18% dari jumlah galaksi merupakanspiralspiral ataupun spiral-spiral yang terpotong.
  • 18.
  • 19.
    CIRI-CIRI GALAKSI Galaksi mempunyaiciri-ciri sebagai berikut :  (1) sumber cahaya berasal dari galaksi itu sendiri dan bukan merupakan cahaya pantulan;  (2) antara galaksi satu dengan yang lain mempunyai jarak jutaan tahun cahaya;  (3) galaksi-galaksi lainnya dapat terlihat berada di luar Galaksi Bimasakti;  (4) galaksi punya bentukan tertentu, misalnya: bentuk spiral, bentuk spiral berpalang, bentuk elips, dan bentuk tidak beraturan.
  • 20.
    GALAKSI BIMA SAKTI BimaSakti (dalam bahasa Inggris Milky Way, yang berasal dari bahasa Latin Via Lactea, diambil lagi dari bahasa Yunani Γαλαξίας Galaxias yang berarti "susu") adalah galaksi spiral yang besar termasuk dalam tipe Hubble SBbc dengan total masa sekitar 10massa matahari yang memiliki 200400 milyarbintang dengan diameter 100.000 tahun cahaya dan ketebalan 1000 tahun cahaya
  • 21.
    PERBEDAAN TEORI GEOSENTRIS &HELIOSENTRIS Teori Geosentris yaitu teori yg menganggap bahwa bumi adalah pusat tata surya kita teori ini dikemukakan oleh ilmuwan bernama Galileo Galilei. Anggapan ini muncul kira-kira pada abad ke-6 sebelum Masehi. Keberadaan anggapan Geosentris juga didukung oleh beberapa ilmuan, seperti: Plato, Socrates, Aristoteles, Anaximander, dan Pythagoras.
  • 22.
    PERBEDAAN TEORI GEOSENTRIS &HELIOSENTRIS Teori geosentris berhasil Klaudiusz Ptolemeusz astronom Yunani di abad ke-II dan ia menunjukkan itu dalam karyanya "Megale syntaksis". Asumsi: - Bergerak Bumi adalah pusat alam semesta, - 20 000 earthbeam menjauh dari pusat alam semesta ada bola kristal, - Di dalam lingkup ada 7 planet: Bulan, Merkurius, Venus, Matahari, Mars, Jupiter, Saturn, - Konstan bintang tetap untuk bola, - Bulan dan Matahari bergerak langsung pada lingkaran (deferents) di sekitar Bumi, - Planet lain juga bergerak di aroun lingkaran Bumi, tetapi, lebih jauh lagi, mereka melakukan gerakan seragam rute yang lebih kecil yang disebut epicycle. Ringkasan ini diterjemahkan dari Geocentric Theory
  • 23.
    PERBEDAAN TEORI GEOSENTRIS &HELIOSENTRIS Teori heliosentris yaitu teori ini mengatakan bahwa matahari adalah pusat tata surya. Jadi, bumi dan planet-planet lainnya bergerak mengelilingi matahari, dan pencentusnya adalah copernicus (menurut cendekiawan barat). Keberadaan anggapan Heliosentris juga didukung oleh beberapa ilmuwan, seperti: Galileo, Isaac Newton, Nicolaus Copernicus, dan Johanes Kepler.
  • 24.
  • 25.
    Pergantian Musim padaBelahan Bumi Utara dan Belahan Bumi Selatan Pada gerak semu matahari tahunan, saat matahari berada pada posisi 23.5o LS, yang terjadi pada bulan Desember sampai Maret, maka bumi belahan selatan (BBS) menerima panas matahari yang lebih intensif dan pada saat itu belahan bumi selatan mengalami musim panas. Sedangkan pada bumi belahan utara (BBU) mengalami musim dingin.
  • 26.
    Pergantian Musim padaBelahan Bumi Utara dan Belahan Bumi Selatan Pada bumi belahan utara atau pun belahan selatan menglami empat musim, sedangkan di daerah yang terletak di daerah khatulistiwa, yang memperoleh panas matahari sepanjang tahun memiliki dua musim, seperti halnya Indonesia yang mengalami musim kemarau dan musim penghujan, berikut adalah musim yang terjadi di belahan bumi selatan (BBS) dan di belahan bumi utara (BBU).
  • 27.
    Pergantian Musim padaBelahan Bumi Utara dan Belahan Bumi Selatan  Musim-musim dibelahan bumi utara Musim Musim Musim Musim semi : 21 Maret – 21 Juni panas : 21 Juni – 23 September gugur : 23 September – 22 Desember Dingin : 22 Desember – 21 Maret
  • 28.
    Pergantian Musim padaBelahan Bumi Utara dan Belahan Bumi Selatan  Musim-musim dibelahan bumi selatan Musim semi : 23 September – 22 Desember Musim panas : 22 Desember – 21 Maret Musim gugur : 21 Maret – 22 Juni Musim dingin : 21 Juni – 23 September
  • 29.
  • 30.
    Terjadi Perbedaan Musimdi Bumi  Sebenarnya, jarak Bumi dan Matahari tidaklah menentukan musim di Bumi, karena perbedaannya jarak terjauh dan terdekat tidak signifikan. Perbandingannya seperti kita berdiri satu meter dari api unggun, kemudian menjauh sekira dua cm, tentu kita tidak bisa membedakan perbedaan panas yang kita rasakan.Ternyata kemiringan poros Bumi-lah yang membuat terjadinya pergantian musim .