ANALISIS KERUSAKAN
Permasalahan…
Tindakan perawatan yang dilakukan belum memberikan
performan sesuai yang diharapkan….
Kondisi ini terjadi karena kesalahan dalam
melakukan analisis terhadapa kerusakan terlebih
lagi pada saat pengidentifikasian sumber kerusakan
pada suatu komponen.
….Karena itu dibutuhkan suatu alat bantu untuk
mendeteksi sekaligus melakukan analisa
terhadap kerusakan yang sistematis agar
diperoleh keputusan yang tepat.
A. IDENTIFIKASI POTENSI RESIKO KERUSAKAN
Resiko potensial…
Kejadian yang tidak dikehendaki dengan dampak
negatif terhadap satu sistim/operasi.
Akibatnya…
• Kegagalan
• kerusakan
• Bahaya
Teknik yang bisa digunakan untuk mengidentifikasi
potensial resiko :
 Hazard operability (HAZOP)
 Failure Analisys
 Fault Tree Analisys (FTA)
 Failure Modes And Effect Analisys (FMEA)
 Failure Modes And Effect Crtically Analisys
(FMECA)
 Reability Centered Maintenance (RCM)
 Risk Based Inspection (RBI)
 Risk Based Maintenance (RBM)
 Skala umum
• Skala umum
- Berhentinya kegiatan produksi dan proses peralatan
- pengaruhnya memiliki jangkauan luas dan
membahayakan terhadap manusia dan lingkungan.
• Skala menengah
Tidak berjalannya kegiatan operasional dan kelangsungan
produksi secara teknis dan manajemen.
• Skala rendah
berdampak pada peralatan di area sekitarnya dalam
bentuk gangguan kegagalan maupun kerusakan.
Hasil yang akan diperoleh dari identifikasi potensial resiko
adalah skala yang menunjukkan tingkat pengaruh resiko dan
bahaya yang dapat dijelaskan sbb :
 Skala khusus
• Makro/mekanikal fisikal
kondisi asal dan penyebab terjadinya kerusakan dan
kegagalan yang berakibat terjadinya resiko dan bahaya yang
dapat dilihat tanpa alat bantu khusus. Misal :
 Temperatur tinggi/rendah
 Tekanan tinggi /rendah
 Benturan dan gesekan
 Getaran
 Persinggungan antar material
 Laju dan jenis aliran fluida
 Kelokan dan lengkungan dan
 Potensial korosi /erosi/kelelahan.
 Dsb
 Mikro (karakteristik/komposisi
material)
kondisi asal dan penyebab terjadinya kerusakan dan
kegagalan yang berakibat terjadinya resiko dan bahaya yang
hanya dapat dilihat dengan alat bantu khusus kerana
berhubungan dengan struktur,karakter dan komposisi
material, Misal :
• Ruang kosong
• Pertumbuhan kristal
• Pengerasan permukaan struktur dalam dan
• Komposisi struktur material/anata material lainnya.
Identifikasi potensial resiko juga meninjau data-data
yang ada agar didapat pemetaan titik-titik potensial
resiko secara akurat berdasarkan :
 Identifikasi peralatan
 Identifikasi lokasi tempat pemasangan
 Identifikasi fasilatas yang berhubungan dengan
peralatan yang akan dipasang
 Identifikasi pemasangan/instalasi
 Identifikasi prosedur operasi dan perawatan
 Identifikasi prosedur dan peralatan inspeksi serta
pemantauan
B. PENYEBAB RESIKO DAN BAHAYA
Penyebab dari resiko dan bahaya dapat menyebabkan
kegagalan dan kerusakan.kegagalan dapat disebabkan
oleh :
 Kegagalan desain dan konstruksi
 Kegagalan bahan dan fabrikasi
 Kegagalan instalasi/pemasangan
 Kegagalan perawatan
 Kegagalan pemantauan selama beroperasi
 Kegagalan SDM
 Kegagalan pada prediksi situasi dan kondisi sekitar.
C. Failure Modes And Effect Analisys (FMEA)
Gambar 1. langkah kerja dari FMEA
Gambar 2. identifikasi penyebab kerusakan komponen
D. ROOT CAUSE ANALISYS (RCA)
RCA digunakan untuk mengevaluasi struktur yang
diidentifikasi dari akar penyebab (Root Cause) untuk
menghasilkan keadaan dimana penyebab tersebut
tidak terulang lagi.
RCA sering digunakan untuk membantu menjelaskan :
• Apa yang terjadi
• Bagaimana terjadi
• Kenapa itu terjadi
Gambar 3. urutan kejadian
Gambar 6. RCA ATM Offline
ANALISIS KERUSAKAN.pptx

ANALISIS KERUSAKAN.pptx

  • 1.
  • 3.
    Permasalahan… Tindakan perawatan yangdilakukan belum memberikan performan sesuai yang diharapkan…. Kondisi ini terjadi karena kesalahan dalam melakukan analisis terhadapa kerusakan terlebih lagi pada saat pengidentifikasian sumber kerusakan pada suatu komponen. ….Karena itu dibutuhkan suatu alat bantu untuk mendeteksi sekaligus melakukan analisa terhadap kerusakan yang sistematis agar diperoleh keputusan yang tepat.
  • 4.
    A. IDENTIFIKASI POTENSIRESIKO KERUSAKAN Resiko potensial… Kejadian yang tidak dikehendaki dengan dampak negatif terhadap satu sistim/operasi. Akibatnya… • Kegagalan • kerusakan • Bahaya
  • 5.
    Teknik yang bisadigunakan untuk mengidentifikasi potensial resiko :  Hazard operability (HAZOP)  Failure Analisys  Fault Tree Analisys (FTA)  Failure Modes And Effect Analisys (FMEA)  Failure Modes And Effect Crtically Analisys (FMECA)  Reability Centered Maintenance (RCM)  Risk Based Inspection (RBI)  Risk Based Maintenance (RBM)
  • 6.
     Skala umum •Skala umum - Berhentinya kegiatan produksi dan proses peralatan - pengaruhnya memiliki jangkauan luas dan membahayakan terhadap manusia dan lingkungan. • Skala menengah Tidak berjalannya kegiatan operasional dan kelangsungan produksi secara teknis dan manajemen. • Skala rendah berdampak pada peralatan di area sekitarnya dalam bentuk gangguan kegagalan maupun kerusakan. Hasil yang akan diperoleh dari identifikasi potensial resiko adalah skala yang menunjukkan tingkat pengaruh resiko dan bahaya yang dapat dijelaskan sbb :
  • 7.
     Skala khusus •Makro/mekanikal fisikal kondisi asal dan penyebab terjadinya kerusakan dan kegagalan yang berakibat terjadinya resiko dan bahaya yang dapat dilihat tanpa alat bantu khusus. Misal :  Temperatur tinggi/rendah  Tekanan tinggi /rendah  Benturan dan gesekan  Getaran  Persinggungan antar material  Laju dan jenis aliran fluida  Kelokan dan lengkungan dan  Potensial korosi /erosi/kelelahan.  Dsb
  • 8.
     Mikro (karakteristik/komposisi material) kondisiasal dan penyebab terjadinya kerusakan dan kegagalan yang berakibat terjadinya resiko dan bahaya yang hanya dapat dilihat dengan alat bantu khusus kerana berhubungan dengan struktur,karakter dan komposisi material, Misal : • Ruang kosong • Pertumbuhan kristal • Pengerasan permukaan struktur dalam dan • Komposisi struktur material/anata material lainnya.
  • 9.
    Identifikasi potensial resikojuga meninjau data-data yang ada agar didapat pemetaan titik-titik potensial resiko secara akurat berdasarkan :  Identifikasi peralatan  Identifikasi lokasi tempat pemasangan  Identifikasi fasilatas yang berhubungan dengan peralatan yang akan dipasang  Identifikasi pemasangan/instalasi  Identifikasi prosedur operasi dan perawatan  Identifikasi prosedur dan peralatan inspeksi serta pemantauan
  • 10.
    B. PENYEBAB RESIKODAN BAHAYA Penyebab dari resiko dan bahaya dapat menyebabkan kegagalan dan kerusakan.kegagalan dapat disebabkan oleh :  Kegagalan desain dan konstruksi  Kegagalan bahan dan fabrikasi  Kegagalan instalasi/pemasangan  Kegagalan perawatan  Kegagalan pemantauan selama beroperasi  Kegagalan SDM  Kegagalan pada prediksi situasi dan kondisi sekitar.
  • 11.
    C. Failure ModesAnd Effect Analisys (FMEA)
  • 12.
    Gambar 1. langkahkerja dari FMEA
  • 14.
    Gambar 2. identifikasipenyebab kerusakan komponen
  • 17.
    D. ROOT CAUSEANALISYS (RCA) RCA digunakan untuk mengevaluasi struktur yang diidentifikasi dari akar penyebab (Root Cause) untuk menghasilkan keadaan dimana penyebab tersebut tidak terulang lagi. RCA sering digunakan untuk membantu menjelaskan : • Apa yang terjadi • Bagaimana terjadi • Kenapa itu terjadi
  • 18.
  • 22.
    Gambar 6. RCAATM Offline