ALINEA

Oleh : Nurmaningsih
A. Pengertian Alinea






Alinea adalah suatu kesatuan pikiran, suatu
kesatuan gagasan yang lebih tinggi atau
lebih luas dari kalimat.
Alinea merupakan himpunan dari kalimatkalimat yang bertalian dalam suatu
rangkaian untuk membentuk sebuah
gagasan.
Melalui alinea kita dapat membedakan
dimana suatu tema mulai dan berakhir.
B. Tujuan Alinea
 Pembentukan
1.

sebuah alinea mempunyai

tujuan yaitu:
Memudahkan pengertian dan pemahaman
dengan memisahkan suatu tema yang lain.
Oleh sebab itu tiap alinea hanya boleh
mengandung satu tema. Bila terdapat dua
tema maka alinea itu harus dipecahkan
menjadi dua alinea.
2. Memisahkan dan menegaskan perhentian
secara wajar dan formal, untuk
memungkinkan kita berhenti lebih lama
daripada perhentian pada akhir kalimat.
Dengan perhentian yang lebih lama ini
konsentrasi terhadap tema alinea lebih
terarah.
Macam - Macam Alinea

a.

Berdasarkan sifat dan dibedakan tujuannya,
alinea dapat dibedakan atas:
Alinea Pembuka
Setiap jenis karangan akan mempunyai
alinea yang membuka atau menghantar
karangan itu, oleh karena itu alinea
pembuka ini harus menarik minat dan
perhatian pembaca.
Alinea pembuka yang pendek jauh lebih baik,
karena alinea-alinea yang panjang hanya
akan menimbulkan kebosanan pembaca.
Cara yang dapat digunakan untuk
menimbulkan minat para pembaca dalam
sebuah alinea pembuka yaitu:
Cara yang dapat digunakan untuk
menimbulkan minat para pembaca dalam
sebuah alinea pembuka yaitu:
Mulailah dengan sebuah kutipan, peribahasa atau
anekdot atau mulailah dengan membatasi arti dari
pokok atau subyek tersebut serta menunjukkan
mengapa subyek itu sangat penting, membuat
pernyataan atau pendapat, menciptakan suatu
kontras yang menarik, mengungkapkan pengalaman
pribadi baik yang menyenangkan maupun yang
pahit, menyatakan maksud dan tujuan dari karangan
itu, atau dapat juga membuka karangan itu dengan
mengajukan pertanyaan-pertanyaan.
b. Alinea Penghubung
Alinea penghubung adalah semua alinea
yang terdapat antara alinea pembuka dan
alinea penutup. Sifat alinea penghubung
tergantung dari jenis karangannya.
c. Alinea Penutup
Alinea Penutup adalah alinea yang
dimaksudkan untuk mengakhiri karangan
atau bagian karangan. Dengan kata lain
alinea ini mengandung kesimpulan pendapat
dari apa yang telah diuraikan dalam alineaalinea penghubung.
Syarat-Syarat Pembentukan Alinea:
a.

b.

c.

Kesatuan : bahwa semua kalimat yang
membina alinea itu secara bersama-sama
menyatakan suatu hal, suatu tema tertentu.
Koherensi : kekompakan hubungan antara
sebuah kalimat dengan kalimat yang lain
dan membentuk alinea itu.
Perkembangan alinea: penyusunan atau
perincian daripada gagasan-gagasan yang
membina alinea itu.
Kesatuan Alinea




Sebuah alinea yang memiliki kesatuan biasanya
mengandung beberapa hal atau beberapa perincian,
tetapi semua unsur tersebut haruslah bersama-sama
digerakkan oleh unsur penunjang sebuah maksud
tunggal.
Gagasan utama atau gagasan pokok yang didukung
oleh sebuah alinea biasanya ditempatkan dalam
sebuah kalimat topik atau kalimat utama.
4 Cara Menempatkan Kalimat Topik
Pada Awal Kalimat: menempatkan kalimat pokok
pada awal alinea. Alinea ini biasanya bersifat
deduktif yaitu pertama-tama mengemukakan pokok
persoalan, kemudian menyusul uraian-uraian yang
terperinci.
2. Pada Akhir alinea: menempatkan kalimat pokok
diakhir alinea. Alinea ini biasanya bersifat induktif
yaitu harus disusun sekian macam sehingga dapat
mencapai klimaks dalam kalimat pokok yang
terdapat pada akhir alinea. Cara ini lebih sulit, tetapi
lebih efektif terutama dalam mengemukakan
argumentasi
1.
3. Pada awal dan akhir kalimat: kalimat topik dapat
pula ditempatkan pada bagian awal dan akhir dari
alinea. Dalam hal ini kalimat terakhir sering
mengulangi gagasan dalam kalimat pertama dengan
sedikit tekanan atau variasi.
4. Pada seluruh alinea: kalimat topik dalam seluruh
alinea. Dalam hal ini tidak terdapat kalimat yang
khusus yang menjadi kalimat topiknya.
Koherensi atau Kepaduan
 Koherensi

atau kepaduan yang baik itu
terjadi apabila hubungan timbal balik antara
kalimat-kalimat yang membina alinea itu
baik, wajar dan mudah dipahami tanpa
kesulitan. Pembaca dengan mudah
mengikuti jalan pikiran penulis tanpa merasa
ada sesuatu yang menghambat.
Syarat-Syarat Koherensi dalam
Alinea :
A. Masalah Kebahasaan
 Repetisi atau pengulangan dalam sebuah alinea
dapat diamankan dengan mengulang kata-kata
kunci, yaitu kata yang dianggap penting dalam
sebuah alinea.
 Kata Ganti adalah suatu gejala universal, bahwa
dalam bahasa sebuah kata yang mengacu kepada
manusia, benda atau hal tidak akan dipergunakan
berulang kali dalam sebuah konteks yang sama.
 Kata

Transisi berfungsi dan terletak antara
kata ganti dan repetisi. Bila repetisi
menghendaki pengulangan kata-kata kunci,
serta kata ganti tidak menghendaki
pengulangan sebuah kata benda, maka
dalam masalah kata transisi ditempuh jalan
tengah.
b. Perincian dan Urutan Pikiran
Perincian dan urutan pikiran adalah
bagaimana pengembangan sebuah gagasan
utama dan bagaimana hubungan antara
gagasan-gagasan bawahan yang menunjang
gagasan uatama tadi.
SELESAI
TERIMA KASIH
LATIHAN

1.
2.
3.

Kembangkanlah alinea-alinea yang baik
dengan menggunakan gagasan-gagasan
pokok.
Sastra daerah sangat erat hubungannya
dengan sastra nasional.
Sebagai manusia kita perlu belajar dari
pengalaman-pengalaman orang lain.
Cinta kasih sejati meminta korban.
Latihan:
4. Stabilitas ekonomi dapat tercermin dalam
harga-harga yang stabil dan pandapatan riil
yang stabil.
5.Setiap orang hendaknya mendapat perlakuan
yang sama dalam segala bidang tanpa
mengindahkan perbedaan-perbedaan rasial,
sosial dan kultural.

Alinea

  • 1.
  • 2.
    A. Pengertian Alinea    Alineaadalah suatu kesatuan pikiran, suatu kesatuan gagasan yang lebih tinggi atau lebih luas dari kalimat. Alinea merupakan himpunan dari kalimatkalimat yang bertalian dalam suatu rangkaian untuk membentuk sebuah gagasan. Melalui alinea kita dapat membedakan dimana suatu tema mulai dan berakhir.
  • 3.
    B. Tujuan Alinea Pembentukan 1. sebuah alinea mempunyai tujuan yaitu: Memudahkan pengertian dan pemahaman dengan memisahkan suatu tema yang lain. Oleh sebab itu tiap alinea hanya boleh mengandung satu tema. Bila terdapat dua tema maka alinea itu harus dipecahkan menjadi dua alinea.
  • 4.
    2. Memisahkan danmenegaskan perhentian secara wajar dan formal, untuk memungkinkan kita berhenti lebih lama daripada perhentian pada akhir kalimat. Dengan perhentian yang lebih lama ini konsentrasi terhadap tema alinea lebih terarah.
  • 5.
    Macam - MacamAlinea a. Berdasarkan sifat dan dibedakan tujuannya, alinea dapat dibedakan atas: Alinea Pembuka Setiap jenis karangan akan mempunyai alinea yang membuka atau menghantar karangan itu, oleh karena itu alinea pembuka ini harus menarik minat dan perhatian pembaca.
  • 6.
    Alinea pembuka yangpendek jauh lebih baik, karena alinea-alinea yang panjang hanya akan menimbulkan kebosanan pembaca. Cara yang dapat digunakan untuk menimbulkan minat para pembaca dalam sebuah alinea pembuka yaitu:
  • 7.
    Cara yang dapatdigunakan untuk menimbulkan minat para pembaca dalam sebuah alinea pembuka yaitu: Mulailah dengan sebuah kutipan, peribahasa atau anekdot atau mulailah dengan membatasi arti dari pokok atau subyek tersebut serta menunjukkan mengapa subyek itu sangat penting, membuat pernyataan atau pendapat, menciptakan suatu kontras yang menarik, mengungkapkan pengalaman pribadi baik yang menyenangkan maupun yang pahit, menyatakan maksud dan tujuan dari karangan itu, atau dapat juga membuka karangan itu dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan.
  • 8.
    b. Alinea Penghubung Alineapenghubung adalah semua alinea yang terdapat antara alinea pembuka dan alinea penutup. Sifat alinea penghubung tergantung dari jenis karangannya.
  • 9.
    c. Alinea Penutup AlineaPenutup adalah alinea yang dimaksudkan untuk mengakhiri karangan atau bagian karangan. Dengan kata lain alinea ini mengandung kesimpulan pendapat dari apa yang telah diuraikan dalam alineaalinea penghubung.
  • 10.
    Syarat-Syarat Pembentukan Alinea: a. b. c. Kesatuan: bahwa semua kalimat yang membina alinea itu secara bersama-sama menyatakan suatu hal, suatu tema tertentu. Koherensi : kekompakan hubungan antara sebuah kalimat dengan kalimat yang lain dan membentuk alinea itu. Perkembangan alinea: penyusunan atau perincian daripada gagasan-gagasan yang membina alinea itu.
  • 11.
    Kesatuan Alinea   Sebuah alineayang memiliki kesatuan biasanya mengandung beberapa hal atau beberapa perincian, tetapi semua unsur tersebut haruslah bersama-sama digerakkan oleh unsur penunjang sebuah maksud tunggal. Gagasan utama atau gagasan pokok yang didukung oleh sebuah alinea biasanya ditempatkan dalam sebuah kalimat topik atau kalimat utama.
  • 12.
    4 Cara MenempatkanKalimat Topik Pada Awal Kalimat: menempatkan kalimat pokok pada awal alinea. Alinea ini biasanya bersifat deduktif yaitu pertama-tama mengemukakan pokok persoalan, kemudian menyusul uraian-uraian yang terperinci. 2. Pada Akhir alinea: menempatkan kalimat pokok diakhir alinea. Alinea ini biasanya bersifat induktif yaitu harus disusun sekian macam sehingga dapat mencapai klimaks dalam kalimat pokok yang terdapat pada akhir alinea. Cara ini lebih sulit, tetapi lebih efektif terutama dalam mengemukakan argumentasi 1.
  • 13.
    3. Pada awaldan akhir kalimat: kalimat topik dapat pula ditempatkan pada bagian awal dan akhir dari alinea. Dalam hal ini kalimat terakhir sering mengulangi gagasan dalam kalimat pertama dengan sedikit tekanan atau variasi. 4. Pada seluruh alinea: kalimat topik dalam seluruh alinea. Dalam hal ini tidak terdapat kalimat yang khusus yang menjadi kalimat topiknya.
  • 14.
    Koherensi atau Kepaduan Koherensi atau kepaduan yang baik itu terjadi apabila hubungan timbal balik antara kalimat-kalimat yang membina alinea itu baik, wajar dan mudah dipahami tanpa kesulitan. Pembaca dengan mudah mengikuti jalan pikiran penulis tanpa merasa ada sesuatu yang menghambat.
  • 15.
    Syarat-Syarat Koherensi dalam Alinea: A. Masalah Kebahasaan  Repetisi atau pengulangan dalam sebuah alinea dapat diamankan dengan mengulang kata-kata kunci, yaitu kata yang dianggap penting dalam sebuah alinea.  Kata Ganti adalah suatu gejala universal, bahwa dalam bahasa sebuah kata yang mengacu kepada manusia, benda atau hal tidak akan dipergunakan berulang kali dalam sebuah konteks yang sama.
  • 16.
     Kata Transisi berfungsidan terletak antara kata ganti dan repetisi. Bila repetisi menghendaki pengulangan kata-kata kunci, serta kata ganti tidak menghendaki pengulangan sebuah kata benda, maka dalam masalah kata transisi ditempuh jalan tengah.
  • 17.
    b. Perincian danUrutan Pikiran Perincian dan urutan pikiran adalah bagaimana pengembangan sebuah gagasan utama dan bagaimana hubungan antara gagasan-gagasan bawahan yang menunjang gagasan uatama tadi.
  • 18.
  • 19.
    LATIHAN 1. 2. 3. Kembangkanlah alinea-alinea yangbaik dengan menggunakan gagasan-gagasan pokok. Sastra daerah sangat erat hubungannya dengan sastra nasional. Sebagai manusia kita perlu belajar dari pengalaman-pengalaman orang lain. Cinta kasih sejati meminta korban.
  • 20.
    Latihan: 4. Stabilitas ekonomidapat tercermin dalam harga-harga yang stabil dan pandapatan riil yang stabil. 5.Setiap orang hendaknya mendapat perlakuan yang sama dalam segala bidang tanpa mengindahkan perbedaan-perbedaan rasial, sosial dan kultural.