Algoritma dan Struktur Data (Python) - Notasi Algoritmik
Notasi algoritmik adalah media untuk mendokumentasikan algoritma menjadi bentuk yang dapat dimengerti secara universal dengan menggunakan simbol-simbol dan aturan-aturan tertentu seperti notasi deskriptif, flowchart, dan pseudo-code."
Algoritma dan Struktur Data (Python) - Notasi Algoritmik
3.
Notasi algoritmik merupakanmedia yang
digunakan untuk mendokumentasikan
serangkaian proses dalam suatu
algoritma untuk kemudian
divisualisasikan menjadi bentuk yang
dapat dimengerti secara universal
4.
1. Simbol yangdigunakan dalam visualisasi bukan berasal dari suatu
bahasa pemrograman tertentu
2. Dapat diterapkan ke seluruh bahasa pemrograman, dalam kata
lain tidak terpengaruh dari suatu bahasa pemrograman
3. Isian dari algoritma merupakan representasi serangkaian proses
yang tersusun secara terstruktur dan sistematis, serta logis/rasional
Notasi deskriptif menyatakanlangkah-langkah algoritma dalam
deretan kalimat deskriptif. Adapun memiliki karakteristik:
1. Dijelaskan dengan Bahasa yang gambling
2. Proses diawali dengan kata kerja
3. Notasi mudah dipahami bagi orang awam
4. Sulit diterjemahkan secara langsung ke Bahasa pemrograman
7.
✓ Ambil kantongkentang dari rak
✓ Ambil panci dari almari
✓ if baju berwarna muda then
✓ pakai celemek
✓ while jumlah kentang terkupas belum cukup do
✓ Kupas 1 kentang
✓ Kembalikan kantong kentang ke rak
Algoritma pengupasan kentang
menggunakan perulangan
8.
“Bagan alir (flowchart)adalah bagan (chart) yang menunjukkan alir
(flow) di dalam program atau prosedur sistem secara logika”. Adapun
petunjuk pembuatan flowchart:
1. Gunakanlah simbol-simbol bagan alir yang standar
2. Bagan alir sebaiknya digambar dari atas ke bawah dan mulai dari
bagian kiri dari suatu halaman
3. Kegiatan yang terpotong dan akan disambung di tempat lain harus
ditunjukkan dengan jelas menggunakan simbol penghubung
4. Awal, akhir dan kegiatan dalam bagan alir didefinisikan dengan
jelas
Pseudo-code adalah notasiyang menyerupai dengan bahasa
pemrograman tingkat tinggi. Lebih tepatnya, pseudo-code juga dapat
disebut sebagai campuran antara bahasa alami dan bahasa
pemrograman.
Aturan dalam pseudo-code tidaklah baku seperti halnya simbol-simbol
pada bagan alir, melainkan setiap orang memiliki versi masing-masing,
dengan catatan dapat mudah dibaca
13.
1. Notasi agaksulit dipahami bagi orang
awam
2. Mudah diterjemahkan secara langsung
ke Bahasa pemrograman
3. Tidak memperhatikan tanda
pembuka/penutup layaknya Bahasa
pemrograman
4. Penulisan pseudo-code tidak memiliki
aturan baku
14.
Deklarasi:
a,b : integer{a=jumlah kentang terkupas; b=jumlah kentang diinginkan}
c,d,e : char {c=baju; d=warna muda; e= celemek}
Algoritma:
read (a,b,c)
if c = d then
c ← e {gunakan celemek}
end if
while a ≤ b do
a += 1 {kupas 1 kentang}
end while