Notasi algoritmik merupakan media yang
digunakan untuk mendokumentasikan
serangkaian proses dalam suatu
algoritma untuk kemudian
divisualisasikan menjadi bentuk yang
dapat dimengerti secara universal
1. Simbol yang digunakan dalam visualisasi bukan berasal dari suatu
bahasa pemrograman tertentu
2. Dapat diterapkan ke seluruh bahasa pemrograman, dalam kata
lain tidak terpengaruh dari suatu bahasa pemrograman
3. Isian dari algoritma merupakan representasi serangkaian proses
yang tersusun secara terstruktur dan sistematis, serta logis/rasional
1. Notasi deskriptif
2. Notasi flowchart
3. Notasi pseudo-code
Notasi deskriptif menyatakan langkah-langkah algoritma dalam
deretan kalimat deskriptif. Adapun memiliki karakteristik:
1. Dijelaskan dengan Bahasa yang gambling
2. Proses diawali dengan kata kerja
3. Notasi mudah dipahami bagi orang awam
4. Sulit diterjemahkan secara langsung ke Bahasa pemrograman
✓ Ambil kantong kentang dari rak
✓ Ambil panci dari almari
✓ if baju berwarna muda then
✓ pakai celemek
✓ while jumlah kentang terkupas belum cukup do
✓ Kupas 1 kentang
✓ Kembalikan kantong kentang ke rak
Algoritma pengupasan kentang
menggunakan perulangan
“Bagan alir (flowchart) adalah bagan (chart) yang menunjukkan alir
(flow) di dalam program atau prosedur sistem secara logika”. Adapun
petunjuk pembuatan flowchart:
1. Gunakanlah simbol-simbol bagan alir yang standar
2. Bagan alir sebaiknya digambar dari atas ke bawah dan mulai dari
bagian kiri dari suatu halaman
3. Kegiatan yang terpotong dan akan disambung di tempat lain harus
ditunjukkan dengan jelas menggunakan simbol penghubung
4. Awal, akhir dan kegiatan dalam bagan alir didefinisikan dengan
jelas
1. Bagan alir sistem (systems flowchart)
2. Bagan alir dokumen (document
flowchart)
3. Bagan alir skematik (schematic
flowchart)
4. Bagan alir program (program
flowchart)
5. Bagan alir proses (process flowchart)
Pseudo-code adalah notasi yang menyerupai dengan bahasa
pemrograman tingkat tinggi. Lebih tepatnya, pseudo-code juga dapat
disebut sebagai campuran antara bahasa alami dan bahasa
pemrograman.
Aturan dalam pseudo-code tidaklah baku seperti halnya simbol-simbol
pada bagan alir, melainkan setiap orang memiliki versi masing-masing,
dengan catatan dapat mudah dibaca
1. Notasi agak sulit dipahami bagi orang
awam
2. Mudah diterjemahkan secara langsung
ke Bahasa pemrograman
3. Tidak memperhatikan tanda
pembuka/penutup layaknya Bahasa
pemrograman
4. Penulisan pseudo-code tidak memiliki
aturan baku
Deklarasi:
a,b : integer {a=jumlah kentang terkupas; b=jumlah kentang diinginkan}
c,d,e : char {c=baju; d=warna muda; e= celemek}
Algoritma:
read (a,b,c)
if c = d then
c ← e {gunakan celemek}
end if
while a ≤ b do
a += 1 {kupas 1 kentang}
end while
Algoritma dan Struktur Data (Python) - Notasi Algoritmik

Algoritma dan Struktur Data (Python) - Notasi Algoritmik

  • 3.
    Notasi algoritmik merupakanmedia yang digunakan untuk mendokumentasikan serangkaian proses dalam suatu algoritma untuk kemudian divisualisasikan menjadi bentuk yang dapat dimengerti secara universal
  • 4.
    1. Simbol yangdigunakan dalam visualisasi bukan berasal dari suatu bahasa pemrograman tertentu 2. Dapat diterapkan ke seluruh bahasa pemrograman, dalam kata lain tidak terpengaruh dari suatu bahasa pemrograman 3. Isian dari algoritma merupakan representasi serangkaian proses yang tersusun secara terstruktur dan sistematis, serta logis/rasional
  • 5.
    1. Notasi deskriptif 2.Notasi flowchart 3. Notasi pseudo-code
  • 6.
    Notasi deskriptif menyatakanlangkah-langkah algoritma dalam deretan kalimat deskriptif. Adapun memiliki karakteristik: 1. Dijelaskan dengan Bahasa yang gambling 2. Proses diawali dengan kata kerja 3. Notasi mudah dipahami bagi orang awam 4. Sulit diterjemahkan secara langsung ke Bahasa pemrograman
  • 7.
    ✓ Ambil kantongkentang dari rak ✓ Ambil panci dari almari ✓ if baju berwarna muda then ✓ pakai celemek ✓ while jumlah kentang terkupas belum cukup do ✓ Kupas 1 kentang ✓ Kembalikan kantong kentang ke rak Algoritma pengupasan kentang menggunakan perulangan
  • 8.
    “Bagan alir (flowchart)adalah bagan (chart) yang menunjukkan alir (flow) di dalam program atau prosedur sistem secara logika”. Adapun petunjuk pembuatan flowchart: 1. Gunakanlah simbol-simbol bagan alir yang standar 2. Bagan alir sebaiknya digambar dari atas ke bawah dan mulai dari bagian kiri dari suatu halaman 3. Kegiatan yang terpotong dan akan disambung di tempat lain harus ditunjukkan dengan jelas menggunakan simbol penghubung 4. Awal, akhir dan kegiatan dalam bagan alir didefinisikan dengan jelas
  • 9.
    1. Bagan alirsistem (systems flowchart) 2. Bagan alir dokumen (document flowchart) 3. Bagan alir skematik (schematic flowchart) 4. Bagan alir program (program flowchart) 5. Bagan alir proses (process flowchart)
  • 12.
    Pseudo-code adalah notasiyang menyerupai dengan bahasa pemrograman tingkat tinggi. Lebih tepatnya, pseudo-code juga dapat disebut sebagai campuran antara bahasa alami dan bahasa pemrograman. Aturan dalam pseudo-code tidaklah baku seperti halnya simbol-simbol pada bagan alir, melainkan setiap orang memiliki versi masing-masing, dengan catatan dapat mudah dibaca
  • 13.
    1. Notasi agaksulit dipahami bagi orang awam 2. Mudah diterjemahkan secara langsung ke Bahasa pemrograman 3. Tidak memperhatikan tanda pembuka/penutup layaknya Bahasa pemrograman 4. Penulisan pseudo-code tidak memiliki aturan baku
  • 14.
    Deklarasi: a,b : integer{a=jumlah kentang terkupas; b=jumlah kentang diinginkan} c,d,e : char {c=baju; d=warna muda; e= celemek} Algoritma: read (a,b,c) if c = d then c ← e {gunakan celemek} end if while a ≤ b do a += 1 {kupas 1 kentang} end while