ABSTRAK
Rindy Dwi Primanda 1)
Rina Sri Widayati 2)
Sri Kustiyati 3)
Latar belakang: Setiap ibu yang telah melahirkan mempunyai kebahagiaan
tersediri dalam memberikan asi kepada bayinya. Asi yang diberikan pertama kali
sering disebut dengan kolostrum. Di Kabupaten Pacitan menunjukkan bahwa
cakupan ASI Eksklusif pada tahun 2011 mengalami penurunan . Menurunnya
angka pemberian ASI yang berarti juga menurunnya pemberian kolostrum salah
satunya disebabkan oleh rendahnya informasi yang diperoleh ibu. Kurangnya
informasi tersebut juga dapat berpengaruh pada pengetahuan dan kepatuhan ibu
dalam memberikan kolostrum pada bayinya. Di Kelurahan Ploso, masih banyak
yang beranggapan bahwa ASI yang keluar hari pertama harus dibuang karena
diaggap kotor, tidak jernih dan sedikit kekuningan. Berdasarkan studi
pendahuluan dari 10 ibu menyusui didapatkan bahwa sebanyak 6 orang ibu yang
masih beranggapan bahwa ASI pertama itu tidak bagus, kotor, berwarna
kekuningan dan merupakan sumber penyakit bagi bayi. Akan tetapi sebanyak 4
orang ibu sudah tidak menghiraukan mitos yang berkembang di masyarakat.
Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang kolostrum dengan
kepatuhan memberikan kolostrum. Metode: Penelitian observasional analitik
dengan rancangan cross sectional terhadap 45 ibu menyusui yang bayinya
berumur 0-12 bulan di Kelurahan Ploso Pacitan. Hasil: Analisa data dengan Chi-
Square diperoleh nilai p value 0,000 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima.
Simpulan: Ada hubungan pengetahuan ibu tentang kolostrum dengan kepatuhan
memberikan kolostrum di Kelurahan Ploso Pacitan.
Kata kunci: Kolostrum, Pengetahuan, Kepatuhan
1
Mahasiswa STIKES ‘Aisyiyah Surakarta
2
Dosen Pembimbing I STIKES ‘Aisyiyah Surakarta
3
Dosen Pembimbing II STIKES ‘Aisyiyah Surakarta
ABSTRACT
Rindy Dwi Primanda1)
Rina Sri Widayati2)
Sri Kustiyati3)
Background of Study : Every mother who had utter have a happiness their self in
giving asi to their baby. In Pacitan regency showed that exclusive asi at 2011 has
a decrease in giving colostrums cause of low information mom’s gotten. Low
information influential too on knowledge and suance mom’s at giving colostrums
to their baby. In Ploso political distric still much opinion that asi first day outten
must be throw cause of dirty reputed, not purify and causing illness. Grounded on
preface study from 10 mothers giving milk get a result that 6 mothers atill have a
hunch that colostrums is not good, dirty, yellowness and illness source for baby.
But 4 mothers are not reck of myth that amend on society. Objectives of study: To
determine the relationship of knowledge mother about giving colostrums with
compliance. Methods : Thestudy was observational analytic cross sectional
design of the 45 mothers who breastfeed their babies 0-12 months old at the
Village Ploso Pacitan. Results : Analysis of data obtained with the Chi-Square p
value 0.000 < 0.05 then Ho is rejected and Ha accepted. Conclusion : There is a
relationship with the mother's knowledge of compliance giving colostrums in the
Village Ploso Pacitan.
Key word : Colostrums, Knowledge, Obedience
1
Student of Midwifery Bachelor ‘Aisyiyah Health School Surakarta
2
Lecture I of Midwifery Bachelor ‘Aisyiyah Health School Surakarta
3
Lecture II of Midwifery Bachelor ‘Aisyiyah Health School Surakarta

Abstrak

  • 1.
    ABSTRAK Rindy Dwi Primanda1) Rina Sri Widayati 2) Sri Kustiyati 3) Latar belakang: Setiap ibu yang telah melahirkan mempunyai kebahagiaan tersediri dalam memberikan asi kepada bayinya. Asi yang diberikan pertama kali sering disebut dengan kolostrum. Di Kabupaten Pacitan menunjukkan bahwa cakupan ASI Eksklusif pada tahun 2011 mengalami penurunan . Menurunnya angka pemberian ASI yang berarti juga menurunnya pemberian kolostrum salah satunya disebabkan oleh rendahnya informasi yang diperoleh ibu. Kurangnya informasi tersebut juga dapat berpengaruh pada pengetahuan dan kepatuhan ibu dalam memberikan kolostrum pada bayinya. Di Kelurahan Ploso, masih banyak yang beranggapan bahwa ASI yang keluar hari pertama harus dibuang karena diaggap kotor, tidak jernih dan sedikit kekuningan. Berdasarkan studi pendahuluan dari 10 ibu menyusui didapatkan bahwa sebanyak 6 orang ibu yang masih beranggapan bahwa ASI pertama itu tidak bagus, kotor, berwarna kekuningan dan merupakan sumber penyakit bagi bayi. Akan tetapi sebanyak 4 orang ibu sudah tidak menghiraukan mitos yang berkembang di masyarakat. Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang kolostrum dengan kepatuhan memberikan kolostrum. Metode: Penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional terhadap 45 ibu menyusui yang bayinya berumur 0-12 bulan di Kelurahan Ploso Pacitan. Hasil: Analisa data dengan Chi- Square diperoleh nilai p value 0,000 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Simpulan: Ada hubungan pengetahuan ibu tentang kolostrum dengan kepatuhan memberikan kolostrum di Kelurahan Ploso Pacitan. Kata kunci: Kolostrum, Pengetahuan, Kepatuhan 1 Mahasiswa STIKES ‘Aisyiyah Surakarta 2 Dosen Pembimbing I STIKES ‘Aisyiyah Surakarta 3 Dosen Pembimbing II STIKES ‘Aisyiyah Surakarta
  • 2.
    ABSTRACT Rindy Dwi Primanda1) RinaSri Widayati2) Sri Kustiyati3) Background of Study : Every mother who had utter have a happiness their self in giving asi to their baby. In Pacitan regency showed that exclusive asi at 2011 has a decrease in giving colostrums cause of low information mom’s gotten. Low information influential too on knowledge and suance mom’s at giving colostrums to their baby. In Ploso political distric still much opinion that asi first day outten must be throw cause of dirty reputed, not purify and causing illness. Grounded on preface study from 10 mothers giving milk get a result that 6 mothers atill have a hunch that colostrums is not good, dirty, yellowness and illness source for baby. But 4 mothers are not reck of myth that amend on society. Objectives of study: To determine the relationship of knowledge mother about giving colostrums with compliance. Methods : Thestudy was observational analytic cross sectional design of the 45 mothers who breastfeed their babies 0-12 months old at the Village Ploso Pacitan. Results : Analysis of data obtained with the Chi-Square p value 0.000 < 0.05 then Ho is rejected and Ha accepted. Conclusion : There is a relationship with the mother's knowledge of compliance giving colostrums in the Village Ploso Pacitan. Key word : Colostrums, Knowledge, Obedience 1 Student of Midwifery Bachelor ‘Aisyiyah Health School Surakarta 2 Lecture I of Midwifery Bachelor ‘Aisyiyah Health School Surakarta 3 Lecture II of Midwifery Bachelor ‘Aisyiyah Health School Surakarta