Ketua : Abrar Fadhilah 
Wakil Ketua : Reyza Ramadhan 
Anggota : M. Arif Reza 
M. Johansyah 
Tandri Frillian A 
Materi : Bab 8 s/d 10
ABRAR FADHILAH 
1. Pemberontakan PKI Madiun pimpinan Muso tahun 1926 
 Untuk menarik simpati masyarakat dengan mengajukan 3 tuntutan, yaitu: 
a. Menghentikan perundingan dengan Belanda 
b. Mengadakan pertukaran diplomat dengan duta Uni Soviet 
c. Menyediakan separuh anggota cabinet umtuk PKI 
 18 September 1948 mengadakan pemberontakan Madiun. Dan berhasil menguasai 
Madiun, Blora, Rembang, Pati, Kudus, Purwodadi, Ponorogo dan Trenggalek. 
 Upaya pemberontakan PKI dipimpin Ki. Gatot Subroto, Kol. Sungkono, Kol. AH. Nasution, 
Mayor Subarudin, Jono Sewoyo, Letkol. Alit Sadikin. 
 RI berhasil merebut kembali Madiun. Muso di tembak mati, Amir Syarifudin di jatuhi 
hukuman mati. Pemberontakanpun dapat di padamkan. 
2. Pemberontakan Daarul Islam (DI) dan Tentara Islam Indonesia (TII) 
a. Jawa Barat, gerakan ini dipimpin oleh Sekarmadji Maridjan Kartosuwiryo. 
Tujuan : Ingin mendirikan Negara islam Indonesia yang diplokamirkan 7 Agustus 1949. 
Pusatnya di Gunung Beber, Tasikmalaya. 
Usaha menumpas gerakan ini memakan waktu lama karena factor: 
 Medannya berupa pegunungan 
 Pasukan Kartosuwiryo leluasa bergerak di kalangan masyarakat 
 Keadaan politik yang tidak stabil 
 Mendapat bantuan dari beberapa orang Belanda 
Tahun 1960 pasukan Siliwangi melakukan gerakan “ Operasi Pagar Betis” dan 
“Barathyuda” dan berhasil menangkap Kartosuwiryo 4 Juni 1962. 
b. Jawa Tengah, (Brebes, Tegal, Pekalongan) gerakan ini dipimpin oleh Amir Fatah yang 
diangkat menjadi Jendral Mayor TII oleh Kartosuwiryo. 
REYZA RAMADHAN 
c. Sulawesi Selatan, gerakan DI/TII dipimpin oleh Kahar Muzakar. Ia kembali ke Sulawesi 
Selatan menghimpun lascar gerilya dan bergabung dengan KGSS. Tanggal 30 April 1950, 
menuntut agar anggota KGGS masuk APRIS brigade Hasanudin namun ditolak. Dilantik 
tanggal 17 Agustus 1951 sebagai letkol dan tahun 1952 menyatakan Sulawesi Selatan 
sebagai bagian TII Kartosuwiryo. Februari 1965 ia di tembak mati bersama ditangkapnya 
tokoh gerungan bulan Juli 1965.
d. Aceh, gerakan DI/TII diproklamirkan 20 September 1953 dipimpin Daud Beureuh. 
Mengeluarkan maklumat proklamasi Negara islam Indonesia, usaha menumpas gerakan 
ini : 
1) Operasi militer, bantuan dari pasukan Sumatera Utara dan Tengah 
2) Musyawarah kerukunan rakyat Aceh, atas prakarsa pangdam I/ Iskandar Muda kol. 
M Jasin berhasil menyadarkan Daud Bereuh untuk kembali ke tengah masyarakat. 
M. ARIF REZA 
A. Gangguan keamanan yang dipalangi oleh kolonialis Belanda 
1. Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) 
Pembentukan APRA di Bandung dilancarkan oleh sekitar 800 orang yang terdiri dari 
bekas KNIL, pelarian pasukan payung, barisan pengawal (stoottroepen) dan polisi 
Belanda. Aksi APRA tersebut disebabkan oleh hal-hal: 
 Antara TNI dan KNIL tidak dapat berkerja sama 
 KNIL menuntut agar bekas kesatuannya ditetapkan sebagai alat Negara bagian 
 Pertentangan politik golongan federalis (Negara bagian) dengan unitaris 
(menginginkan Negara kesatuan) 
2. Pemberontakan Andi Azis (5 April 1950) 
Pemberontakan Andi Azis dilancarkan tanggal 5 April 1950 di Makassar (Ujung Pandang) 
yang dipimpin kapten Andi Azis, dengan tujuan: 
 Mempertahankan Negara Indonesia Timur (NIT) 
 Menolak pasukan TNI masuk ke Makassar 
3. Republik Maluku Selatan (RMS) 25 April 1950 
RMS dilancarkan pada tanggal 25 April 1950 di Maluku Tengah (ambon) yang dipimpin 
Dr. Soumokil yang tujuannya ingin mendirikan Negara Republik Maluku Selatan. 
Upaya penanggulangan melalui: 
Penyelesaian secara damai, pemerintah mengirim misi yang dipimpin dr. Leimana 
namun tidak berhasil 
Pada tanggal 14 Juli 1950 melakukan operasi milter yang dipimpin Kol. Alex 
Kawilarang 
Tahun 1951 Manahutu tokoh RMS menyerahkan diri dan Dr. Soumokil berhasil 
ditangkap oleh kesatuan pemerintah, tanggal 21 April 1964 dijatuhi hukuman mati.
MUHAMMAD JOHANSYAH 
B. Pergolakan di beberapa daerah 
1. Pemberontakan Pemerintah Revolusioner republic Indonesia (PRRI) 
Pemberontakan ini terjadi di daerah yang terpisah , diawali dengan pembentukan 
dewan daerah dan pengambilan kekuasaan pemerintah setempat diantaranya: 
a. Dewan Banteng, 20 November 1956 di Padang Sumatera Barat dipimpin Letkol. 
Achmad Husein 
b. Dewan Gajah, 22 Desember 1956 di Sumatera Utara yang dipimpin Kol. M. Simbolon 
c. Dewan Garuda, 18 Februari 1957 di Sumatera Selatan dipimpin Letkol Barlian 
d. Dewan Manguni, 18 Februari 1957 di Sulawesi Utara dipimpin Letkol. Ventij Sumual 
21 Februari 1957 presiden Soekarno mengeluarkan “Konsepsi Presiden” yang berisi: 
a) Demokrasi Liberal ala eropa diganti dengan demokrasi terpimpin 
b) Pembentukan cabinet gotong royong 
c) Pembentukan Dewan Nasional 
2. Pemberontakan Perjuangan Rakyat Semesta (PERMESTA) 
Pemberontakan terjadi di Sulawesi Utara dan Sulawesi Tenggara yang pernah di bentuk 
Dewan Manguni yang dipelopori oleh Letkol DJ. Somba. Permesta diproklamasikan 
tanggal 1 Maret 1957 oleh Kol. Ventje Sumual, upaya penumpasan dalam 
pemberontakan ini antara lain: 
a. Cara damai, tetapi tak berhasil 
b. Operasi Sapta Marga I, II, III, IV dan operasi mena I dan Mena II 
c. Operasi merdeka dipimpin oleh Roekminto Hendraningrat 
TANDRI FRILLIAN AULIA

Abay only

  • 1.
    Ketua : AbrarFadhilah Wakil Ketua : Reyza Ramadhan Anggota : M. Arif Reza M. Johansyah Tandri Frillian A Materi : Bab 8 s/d 10
  • 2.
    ABRAR FADHILAH 1.Pemberontakan PKI Madiun pimpinan Muso tahun 1926  Untuk menarik simpati masyarakat dengan mengajukan 3 tuntutan, yaitu: a. Menghentikan perundingan dengan Belanda b. Mengadakan pertukaran diplomat dengan duta Uni Soviet c. Menyediakan separuh anggota cabinet umtuk PKI  18 September 1948 mengadakan pemberontakan Madiun. Dan berhasil menguasai Madiun, Blora, Rembang, Pati, Kudus, Purwodadi, Ponorogo dan Trenggalek.  Upaya pemberontakan PKI dipimpin Ki. Gatot Subroto, Kol. Sungkono, Kol. AH. Nasution, Mayor Subarudin, Jono Sewoyo, Letkol. Alit Sadikin.  RI berhasil merebut kembali Madiun. Muso di tembak mati, Amir Syarifudin di jatuhi hukuman mati. Pemberontakanpun dapat di padamkan. 2. Pemberontakan Daarul Islam (DI) dan Tentara Islam Indonesia (TII) a. Jawa Barat, gerakan ini dipimpin oleh Sekarmadji Maridjan Kartosuwiryo. Tujuan : Ingin mendirikan Negara islam Indonesia yang diplokamirkan 7 Agustus 1949. Pusatnya di Gunung Beber, Tasikmalaya. Usaha menumpas gerakan ini memakan waktu lama karena factor:  Medannya berupa pegunungan  Pasukan Kartosuwiryo leluasa bergerak di kalangan masyarakat  Keadaan politik yang tidak stabil  Mendapat bantuan dari beberapa orang Belanda Tahun 1960 pasukan Siliwangi melakukan gerakan “ Operasi Pagar Betis” dan “Barathyuda” dan berhasil menangkap Kartosuwiryo 4 Juni 1962. b. Jawa Tengah, (Brebes, Tegal, Pekalongan) gerakan ini dipimpin oleh Amir Fatah yang diangkat menjadi Jendral Mayor TII oleh Kartosuwiryo. REYZA RAMADHAN c. Sulawesi Selatan, gerakan DI/TII dipimpin oleh Kahar Muzakar. Ia kembali ke Sulawesi Selatan menghimpun lascar gerilya dan bergabung dengan KGSS. Tanggal 30 April 1950, menuntut agar anggota KGGS masuk APRIS brigade Hasanudin namun ditolak. Dilantik tanggal 17 Agustus 1951 sebagai letkol dan tahun 1952 menyatakan Sulawesi Selatan sebagai bagian TII Kartosuwiryo. Februari 1965 ia di tembak mati bersama ditangkapnya tokoh gerungan bulan Juli 1965.
  • 3.
    d. Aceh, gerakanDI/TII diproklamirkan 20 September 1953 dipimpin Daud Beureuh. Mengeluarkan maklumat proklamasi Negara islam Indonesia, usaha menumpas gerakan ini : 1) Operasi militer, bantuan dari pasukan Sumatera Utara dan Tengah 2) Musyawarah kerukunan rakyat Aceh, atas prakarsa pangdam I/ Iskandar Muda kol. M Jasin berhasil menyadarkan Daud Bereuh untuk kembali ke tengah masyarakat. M. ARIF REZA A. Gangguan keamanan yang dipalangi oleh kolonialis Belanda 1. Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) Pembentukan APRA di Bandung dilancarkan oleh sekitar 800 orang yang terdiri dari bekas KNIL, pelarian pasukan payung, barisan pengawal (stoottroepen) dan polisi Belanda. Aksi APRA tersebut disebabkan oleh hal-hal:  Antara TNI dan KNIL tidak dapat berkerja sama  KNIL menuntut agar bekas kesatuannya ditetapkan sebagai alat Negara bagian  Pertentangan politik golongan federalis (Negara bagian) dengan unitaris (menginginkan Negara kesatuan) 2. Pemberontakan Andi Azis (5 April 1950) Pemberontakan Andi Azis dilancarkan tanggal 5 April 1950 di Makassar (Ujung Pandang) yang dipimpin kapten Andi Azis, dengan tujuan:  Mempertahankan Negara Indonesia Timur (NIT)  Menolak pasukan TNI masuk ke Makassar 3. Republik Maluku Selatan (RMS) 25 April 1950 RMS dilancarkan pada tanggal 25 April 1950 di Maluku Tengah (ambon) yang dipimpin Dr. Soumokil yang tujuannya ingin mendirikan Negara Republik Maluku Selatan. Upaya penanggulangan melalui: Penyelesaian secara damai, pemerintah mengirim misi yang dipimpin dr. Leimana namun tidak berhasil Pada tanggal 14 Juli 1950 melakukan operasi milter yang dipimpin Kol. Alex Kawilarang Tahun 1951 Manahutu tokoh RMS menyerahkan diri dan Dr. Soumokil berhasil ditangkap oleh kesatuan pemerintah, tanggal 21 April 1964 dijatuhi hukuman mati.
  • 4.
    MUHAMMAD JOHANSYAH B.Pergolakan di beberapa daerah 1. Pemberontakan Pemerintah Revolusioner republic Indonesia (PRRI) Pemberontakan ini terjadi di daerah yang terpisah , diawali dengan pembentukan dewan daerah dan pengambilan kekuasaan pemerintah setempat diantaranya: a. Dewan Banteng, 20 November 1956 di Padang Sumatera Barat dipimpin Letkol. Achmad Husein b. Dewan Gajah, 22 Desember 1956 di Sumatera Utara yang dipimpin Kol. M. Simbolon c. Dewan Garuda, 18 Februari 1957 di Sumatera Selatan dipimpin Letkol Barlian d. Dewan Manguni, 18 Februari 1957 di Sulawesi Utara dipimpin Letkol. Ventij Sumual 21 Februari 1957 presiden Soekarno mengeluarkan “Konsepsi Presiden” yang berisi: a) Demokrasi Liberal ala eropa diganti dengan demokrasi terpimpin b) Pembentukan cabinet gotong royong c) Pembentukan Dewan Nasional 2. Pemberontakan Perjuangan Rakyat Semesta (PERMESTA) Pemberontakan terjadi di Sulawesi Utara dan Sulawesi Tenggara yang pernah di bentuk Dewan Manguni yang dipelopori oleh Letkol DJ. Somba. Permesta diproklamasikan tanggal 1 Maret 1957 oleh Kol. Ventje Sumual, upaya penumpasan dalam pemberontakan ini antara lain: a. Cara damai, tetapi tak berhasil b. Operasi Sapta Marga I, II, III, IV dan operasi mena I dan Mena II c. Operasi merdeka dipimpin oleh Roekminto Hendraningrat TANDRI FRILLIAN AULIA