A. PENDAHULUAN
Kualitaspendidikandi Indonesiasaatini sangatmemprihatinkan.Ini dibuktikanantaralaindengan
data UNESCO (2000) tentangperingkatIndeksPengembanganManusia(HumanDevelopment
Index),yaitukomposisidari peringkatpencapaian pendidikan,kesehatan,danpenghasilanper
kepalayangmenunjukkan,bahwaindekspengembanganmanusiaIndonesiamakinmenurun.Di
antara 174 negaradi dunia,Indonesiamenempatiurutanke-102(1996), ke-99(1997), ke-105
(1998), danke-109 (1999).
Menurutsurvei Political andEconomicRiskConsultant(PERC),kualitaspendidikandi Indonesia
beradapada urutan ke-12dari 12 negaradi Asia.Posisi Indonesiaberadadi bawahVietnam.Data
yang dilaporkanThe WorldEconomicForumSwedia(2000),Indonesiamemiliki dayasaingyang
rendah,yaituhanyamenduduki urutanke-37dari 57 negarayang disurvei di dunia.Danmasih
menurutsurvai dari lembagayangsama Indonesiahanyaberpredikatsebagai followerbukan
sebagai pemimpinteknologidari 53 negaradi dunia.
Memasuki abadke- 21 duniapendidikandi Indonesiamenjadi heboh.Kehebohantersebutbukan
disebabkanolehkehebatanmutupendidikannasionaltetapi lebihbanyakdisebabkankarena
kesadaranakanbahaya keterbelakanganpendidikandi Indonesia.Perasanini disebabkankarena
beberapahal yangmendasar.
Salahsatunyaadalahmemasuki abadke- 21 gelombangglobalisasidirasakankuatdanterbuka.
Kemajaunteknologi danperubahanyangterjadi memberikankesadaranbarubahwaIndonesiatidak
lagi berdiri sendiri.Indonesiaberadadi tengah-tengahduniayangbaru,duniaterbukasehingga
orang bebasmembandingkankehidupandengannegaralain.
Yang kitarasakan sekarangadalahadanya ketertinggalandidalammutupendidikan.Baikpendidikan
formal maupuninformal.Danhasil itudiperolehsetelahkitamembandingkannyadengannegara
lain.Pendidikanmemangtelahmenjadi penopangdalammeningkatkansumberdayamanusia
Indonesiauntukpembangunanbangsa.Olehkarenaitu,kitaseharusnyadapatmeningkatkan
sumberdayamanusiaIndonesiayangtidakkalahbersaingdengansumberdayamanusiadi negara-
negaralain.
Setelahkitaamati,nampakjelasbahwamasalahyangseriusdalampeningkatanmutupendidikandi
Indonesiaadalahrendahnyamutupendidikandi berbagai jenjangpendidikan,baik pendidikan
formal maupuninformal.Danhal itulahyangmenyebabkanrendahnyamutupendidikanyang
menghambatpenyediaansumberdayamenusiayangmempunyai keahliandanketerampilanuntuk
memenuhi pembangunanbangsadi berbagai bidang.
KualitaspendidikanIndonesiayangrendahitujugaditunjukkandataBalitbang(2003) bahwadari
146.052 SD di Indonesiaternyatahanyadelapansekolahsajayangmendapatpengakuandunia
dalamkategori The PrimaryYears Program(PYP).Dari 20.918 SMP di Indonesiaternyatajuga hanya
delapansekolahyangmendapatpengakuanduniadalamkategori The MiddleYearsProgram(MYP)
dan dari 8.036 SMA ternyatahanya tujuhsekolahsajayangmendapatpengakuanduniadalam
kategori The DiplomaProgram(DP).
Penyebabrendahnyamutupendidikan di Indonesiaantaralainadalahmasalahefektifitas,efisiensi
dan standardisasi pengajaran.Hal tersebutmasihmenjadi masalahpendidikandi Indonesiapada
umumnya.Adapunpermasalahankhususdalamduniapendidikanyaitu:
(1).Rendahnyasaranafisik,
(2).Rendahnyakualitasguru,
(3).Rendahnyakesejahteraanguru,
(4).Rendahnyaprestasi siswa,
(5).Rendahnyakesempatanpemerataanpendidikan,
(6).Rendahnyarelevansipendidikandengankebutuhan,
(7).Mahalnya biayapendidikan.
B. Ciri-ciri Pendidikandi Indonesia
Cara melaksanakanpendidikandi Indonesiasudahtentutidakterlepasdari tujuanpendidikandi
Indonesia,sebabpendidikanIndonesiayangdimaksuddi sini ialahpendidikanyangdilakukandi
bumi IndonesiauntukkepentinganbangsaIndonesia.
Aspek ketuhanansudahdikembangkandenganbanyakcaraseperti melalui pendidikan-pendidikan
agama di sekolahmaupundi perguruantinggi,melalui ceramah-ceramahagamadi masyarakat,
melalui kehidupanberagamadi asrama-asrama,lewatmimbar-mimbaragamadanketuhanandi
televisi,melalui radio,suratkabardan sebagainya.Bahan-bahanyangdiserapmelalui mediaituakan
berintegrasi dalamrohani parasiswa/mahasiswa.
Pengembanganpikiransebagianbesardilakukandi sekolah-sekolahatauperguruan-perguruan
tinggi melalui bidangstudi-bidangstudi yangmerekapelajari.Pikiranparasiswa/mahasiswadiasah
melalui pemecahansoal-soal,pemecahanberbagai masalah,menganalisissesuatuserta
menyimpulkannya.
C. KualitasPendidikandi Indonesia
Seperti yangtelahkitaketahui,kualitaspendidikandi Indonesiasemakinmemburuk.Hal ini terbukti
dari kualitasguru,saranabelajar,danmurid-muridnya.Guru-gurutentuyapunyaharapan
terpendamyangtidakdapatmerekasampaikankepadasiswanya.Memang,guru-gurusaatini
kurangkompeten.Banyakorangyangmenjadi gurukarenatidakditerimadi jurusanlainatau
kekurangandana.Kecuali guru-gurulamayangsudahlamamendedikasikandirinyamenjadiguru.
Selainberpengalamanmengajarmurid,merekamemiliki pengalamanyangdalammengenai
pelajaranyangmerekaajarkan.Belumlagi masalahgaji guru.Jikafenomenaini dibiarkanberlanjut,
tidaklamalagi pendidikandi Indonesiaakanhancurmengingatbanyakguru-guruberpengalaman
yang pensiun.
Sarana pembelajaranjugaturutmenjadi faktorsemakinterpuruknyapendidikandi Indonesia,
terutamabagi pendudukdi daerahterbelakang.Namun,bagi pendudukdi daerahterbelakang
tersebut,yangterpentingadalahilmuterapanyangbenar-benardipakai buathidupdankerja.Ada
banyakmasalahyang menyebabkanmerekatidakbelajarsecaranormal seperti kebanyakansiswa
pada umumnya,antaralainguru dansekolah.
“Pendidikaninimenjadi tanggungjawabpemerintahsepenuhnya,”kataPresidenSusiloBambang
Yudhoyonousai rapatkabinetterbatasdi Gedung Depdiknas,Jl Jenderal Sudirman,Jakarta,Senin
(12/3/2007).
Presidenmemaparkanbeberapalangkahyangakandilakukanolehpemerintahdalamrangka
meningkatkankualitaspendidikandi Indonesia,antaralainyaitu:
Langkah pertamayangakan dilakukanpemerintah,yakni meningkatkan•aksesterhadap
masyarakatuntukbisamenikmati pendidikandi Indonesia.Tolakukurnyadari angkapartisipasi.
Langkah kedua,menghilangkanketidakmerataandalamaksespendidikan,sepertiketidakmerataan
di desadan kota, sertajender.•
Langkah ketiga,meningkatkanmutupendidikandenganmeningkatkan•kualifikasi gurudandosen,
sertameningkatkannilai rata-ratakelulusandalamujiannasional.
Langkah keempat,pemerintahakanmenambahjumlahjenispendidikandi•bidangkompetensi
atau profesi sekolahkejuruan.Untukmenyiapkantenagasiappakai yangdibutuhkan.
Langkah kelima,pemerintahberencanamembanguninfrastrukturseperti•menambahjumlah
komputerdanperpustakaandi sekolah-sekolah.
Langkah keenam,pemerintahjugameningkatkananggaranpendidikan.Untuktahunini dianggarkan
Rp 44 triliun.•
Langkah ketujuh,adalahpenggunaanteknologiinformasi dalamaplikasi pendidikan.•
Langkah terakhir,pembiayaanbagi masyarakatmiskinuntukbisamenikmati fasilitaspenddikan.•
D. PenyebabRendahnyaKualitasPendidikandi Indonesia
Di bawahini akan diuraikanbeberapapenyebabrendahnyakualitaspendidikandi Indonesiasecara
umum,yaitu:
1. EfektifitasPendidikanDi Indonesia
Pendidikanyangefektif adalahsuatupendidikanyang memungkinkanpesertadidikuntukdapat
belajardenganmudah,menyenangkandandapattercapai tujuansesuai denganyangdiharapkan.
Dengandemikian,pendidik(dosen,guru,instruktur,dantrainer) dituntutuntukdapatmeningkatkan
keefektifanpembelajaran agarpembelajarantersebutdapatberguna.
Efektifitaspendidikandi Indonesiasangatrendah.Setelahpraktisipendidikanmelakukanpenelitian
dan surveyke lapangan,salahsatupenyebabnyaadalahtidakadanyatujuanpendidikanyangjelas
sebelmkegiatanpembelajarandilaksanakan.Hal ini menyebabkanpesertadidikdanpendidiktidak
tahu “goal”apa yang akan dihasilkansehinggatidakmempunyai gambaranyangjelasdalamproses
pendidikan.Jelashal ini merupakanmasalahterpentingjikakitamenginginkanefektifitas
pengajaran.Bagaimanamungkintujuanakantercapai jikakitatidaktahuapa tujuankita.
Selamaini,banyakpendapatberanggapanbahwapendidikanformal dinilai hanyamenjadi
formalitassajauntukmembentuksumberdayamanusiaIndonesia.Tidakperdulibagaimanahasil
pembelajaranformal tersebut,yangterpentingadalahtelahmelaksanakanpendidikandi jenjang
yang tinggi dandapat dianggaphebatolehmasyarakat.Anggapanseperti itujugalahyang
menyebabkanefektifitaspengajarandi Indonesiasangat rendah.Setiaporangmempunyaikelebihan
dibidangnyamasing-masingdandiharapkandapatmengambil pendidikaansesuai bakatdan
minatnyabukanhanyauntukdianggaphebatolehoranglain.
Dalampendidikandi sekolahmenegahmisalnya,seseorangyangmempunyai kelebihandibidang
sosial dandipaksamengikuti programstudi IPA akanmenghasilkanefektifitaspengajaranyanglebih
rendahjikadibandingkanpesertadidikyangmengikuti programstudi yangsesuai denganbakatdan
minatnya.Hal-hal sepetiitulahyangbanyakterjadi di Indonesia.Dansayangnyamasalahgengsi tidak
kalahpentingnyadalammenyebabkanrendahnyaefektifitaspendidikandi Indonesia.
2. Efisiensi PengajaranDi Indonesia
Efisienadalahbagaimanamenghasilkanefektifitasdari suatutujuandengan prosesyanglebih
‘murah’.Dalamprosespendidikanakanjauhlebihbaikjikakitamemperhitungkanuntuk
memperolehhasil yangbaiktanpamelupakanprosesyangbaikpula.Hal-hal itujugalahyangkurang
jikakitalihatpendidikandi Indonesia.Kitakurangmempertimbangkanprosesnya,hanyabagaimana
dapat meraihstandarhasil yangtelahdisepakati.
Beberapamasalahefisiensi pengajarandi dindonesiaadalahmahalnyabiayapendidikan,waktuyang
digunakandalamprosespendidikan,mutupegajardanbanyakhal lainyangmenyebabkankurang
efisiennyaprosespendidikandi Indonesia.Yangjugaberpengaruhdalampeningkatansumberdaya
manusiaIndonesiayanglebihbaik.
Masalah mahalnyabiayapendidikandi Indonesiasudahmenjadi rahasiaumumbagi kita.
Sebenarnyahargapendidikandi IndonesiarelativelebihrandahjikakitabandingkandenganNegara
lainyangtidakmengambil sitemfreecosteducation.Namunmengapakitamenganggappendidikan
di Indonesiacukupmahal?Hal itutidakkami kemukakandi sini jikapenghasilanrakyatIndonesia
cukuptinggi dan sepadanuntukbiayapendidiakan.
Jikakitaberbicaratentangbiayapendidikan,kitatidakhanyaberbicaratenangbiayasekolah,
training,kursusataulembagapendidikanformal atauinformal lainyangdipilih,namunkita juga
berbicaratentangproperti pendukungseperti buku,danberbicaratentangbiayatransportasi yang
ditempuhuntukdapatsampai ke lembagapengajaranyangkitapilih.Di sekolahdasarnegeri,
memangbenarjikasudahdiberlakukanpembebasanbiayapengajaran,nemunpesertadidiktidak
hanyaitu saja,kebutuhanlainnyaadalahbukutekspengajaran,alattulis,seragamdanlain
sebagainyayangketikakami survey,hal itudiwajibkanolehpendidikyangberssngkutan.Yang
mengejutkanyalagi,adapendidikyangmewajibkanleskepadapesertadidiknya,yangtentudengan
bayaran untukpendidiktersebut.
Selainmasalahmahalnyabiayapendidikandi Indonesia,masalahlainnyaadalahwaktupengajaran.
Dengansurveylapangan,dapatkitalihatbahwapendidikantatapmukadi Indonesiarelative lebih
lamajikadibandingkannegaralain.Dalampendidikanformal di sekolahmenengahmisalnya,ada
sekolahyangjadwal pengajarnnyaperhari dimulai dari pukul 07.00 dandiakhiri sampai pukul 16.00..
Hal tersebutjelastidakefisien,karenaketikakami amati lagi,pesertadidikyangmengikuti proses
pendidikanformalyangmenghabiskanbanyakwaktutersebut,banyakpesertadidikyangmengikuti
lembagapendidikaninformal lainsepertilesakademis,bahasa,dansebagainya.Jelasjugaterlihat,
bahwaprosespendidikanyanglamatersebuttidakefektifjuga,karenapesertadidikakhirnya
mengikuti pendidikaninformaluntukmelengkapi pendidikanformal yangdinilai kurang.
Selainitu,masalahlainefisiensipengajaranyangakankami bahas adalah mutupengajar.Kurangnya
mutupengajarjugalahyangmenyebabkanpesertadidikkurangmencapaihasil yangdiharapkandan
akhirnyamengambil pendidikantambahanyangjugamembutuhkanuanglebih.
Yang kami lihat,kurangnyamutupengajardisebabkanolehpengajaryangmengajartidakpada
kompetensinya.Misalnyasaja,pengajarA mempunyaidasarpendidikandi bidangbahasa,namundi
mengajarkanketerampilan,yangsebenarnyabukankompetensinya.Hal-tersebutbenar-benar
terjadi jikakitamelihatkondisi pendidikan di lapanganyangsebanarnya.Hal lainadalahpendidik
tidakdapat mengomunikasikanbahanpengajarandenganbaik,sehinggamudahdimengertidan
menbuattertarikpesertadidik.
Sistempendidikanyangbaikjugaberperanpentingdalammeningkatkanefisiensi pendidikandi
Indonesia.Sangatdisayangkanjugasistempendidikankitaberubah-ubahsehinggamembingungkan
pendidikdanpesertadidik.
Dalambeberapatahunbelakanganini,kitamenggunakansistempendidikankurikulum1994,
kurikulum2004, kurikulumberbasiskompetensi yangpengubahprosespengajaranmenjadiproses
pendidikanaktif,hinggakurikulumbarulainnya.Ketikamenggantikurikulum,kitajugamengganti
cara pendidikanpengajar,danpengajarharusdiberi pelatihanterlebihdahuluyangjugamenambah
cost biayapendidikan.Sehinggaamatdisayangkanjikaterlaluseringmengganti kurikulumyang
dianggapkuaranefektif lalulangsungmenggantinyadengankurikulumyangdinilailebihefektif.
Konsepefisiensi akanterciptajikakeluaranyangdiinginkandapat dihasilkansecaraoptimal dengan
hanyamasukanyang relative tetap,ataujikamasukanyangsekecil mungkindapatmenghasilkan
keluaranyangoptimal.Konsepefisiensi sendiri terdiridari efisiensi teknologisdanefisiensi
ekonomis.Efisiensi teknologisditerapkandalampencapaiankuantitaskeluaransecarafisiksesuai
denganukuranhasil yangsudahditetapkan.Sementaraefisiensi ekonomisterciptajikaukurannilai
kepuasanatauharga sudah diterapkanterhadapkeluaran.
Konsepefisiensi selaludikaitkandenganefektivitas.Efektivitasmerupakanbagiandari konsep
efisiensi karenatingkatefektivitasberkaitaneratdenganpencapaiantujuanrelative terhadap
harganya.Apabiladikaitkandenganduniapendidikan,makasuatuprogrampendidikanyangefisien
cenderungditandai denganpolapenyebarandanpendayagunaansumber-sumberpendidikanyang
sudahditatasecara efisien.Programpendidikanyangefisienadalahprogramyangmampu
menciptakankeseimbanganantarapenyediaandankebutuhanakansumber-sumberpendidikan
sehinggaupayapencapaiantujuantidakmengalami hambatan.
3. Standardisasi PendidikanDi Indonesia
Jikakitainginmeningkatkanmutupendidikandi Indonesia,kitajugaberbicaratentangstandardisasi
pengajaranyangkitaambil.Tentunyasetelahmelewatiprosesuntukmenentukanstandaryangakan
diambil.
Duniapendidikanterusberudah.Kompetensi yangdibutuhkaolehmasyarakatterus-menertus
berunahapalagi di dalamduniaterbukayaitudi dalamduniamoderndalamere globalisasi.
Kompetendi-kompetensi yangharusdimiliki olehseseorangdalamlembagapendidikanharuslah
memenuhi standar.
Seperti yangkitalihatsekarangini,standardankompetensidalampendidikanformal maupun
informal terlihathanyakeranjinganterhadapstandardankompetensi.Kualitaspendidikandiukur
olehstandardan kompetensidi dalamberbagai versi,demikianpulasehinggadibentukbadan-badan
baru untukmelaksanakanstandardisasi dankompetensi tersebutseperti BadanStandardisasi
Nasional Pendidikan(BSNP).
Tinjauanterhadapstandardisasi dankompetensi untukmeningkatkanmutupendidikanakhirnya
membawakami dalampengunkapanadanyabahayayangtersembunyiyaitukemungkinanadanya
pendidikanyangterkekungolehstandarkompetensisajasehnggakehilanganmaknadantujuan
pendidikantersebut.
PesertadidikIndonesiaterkadanghanyamemikirkanbagaimanagarmencapai standarpendidikan
saja,bukanbagaimanaagar pendidikanyangdiambilefektifdandapatdigunakan.Tidakperduli
bagaimanacara agar memperolehhasil ataulebihspesifiknyanilai yangdiperoleh,yangterpentinga
adalahmemenuhi nilai di atasstandarsaja.
Hal seperti di atassangat disayangkankarenaberarti pendidikanseperti kehilanganmaknasaja
karenaterlalumenuntunstandarkompetensi.Hal itujelassalahsatupenyebabrendahnyamutu
pendidikandi Indonesia.
Selainitu,akanlebihbaikjikakitamempertanyakankembali apakahstandarpendidikandi Indonesia
sudahsesuai ataubelum.DalamkasusUAN yanghampirselalumenjadi kontrofesi misalnya.Kami
menilai adanyasistemevaluasiseperti UAN sudahcukupbaik,namunyangkami sayangkanadalah
evaluasi pendidikanseperti ituyangmenentukanlulustidaknyapesertadidikmengikuti pendidikan,
hanyadilaksanakansekali sajatanpamelihatprosesyangdilalupesertadidikyangtelahmenenpuh
prosespendidikanselamabeberapatahun.Selainhanyaberlanhsugsekali,evaluasi seperti ituhanya
mengevaluasi 3bidangstudi sajatanpa mengevaluasi bidangstudi lainyangtelahdidikuti oleh
pesertadidik.
Banyakhal lainjugayang sebenarnyadapatkami bahasdalampembahasansandardisasipengajaran
di Indonesia.Jugapermasalahanyangadadi dalamnya,yangtentulebihbanyak,danmembutuhkan
penelitianyanglebihdalamlagi
Penyebabrendahnyamutupendidikandi Indonesiajugatentutidahhanyasebatasyangkami bahas
di atas. Banyak hal yang menyebabkanrendahnyamutupendidikankita.Tentunyahal sepertiitu
dapat kitatemukanjikakitamenggali lebihdalamakarpermasalahannya.Dansemogajikakita
mengetehuiakarpermasalahannya,kitadapatmemperbaiki mutupendidikandi Indonesiasehingga
jadi kebihbaiklagi.
Selainbeberapapenyebabrendahnyakualitaspendidikandi atas,berikutini akandipaparkanpula
secara khususbeberapamasalahyangmenyebabkanrendahnyakualitaspendidikandi Indonesia.
1. RendahnyaKualitasSaranaFisik
Untuk sarana fisikmisalnya,banyaksekali sekolahdanperguruantinggi kitayanggedungnyarusak,
kepemilikandanpenggunaanmediabelajarrendah,bukuperpustakaantidaklengkap.Sementara
laboratoriumtidakstandar,pemakaianteknologi informasi tidakmemadai dansebagainya.Bahkan
masihbanyaksekolahyangtidakmemiliki gedungsendiri,tidakmemiliki perpustakaan,tidak
memilikilaboratoriumdansebagainya.
Data BalitbangDepdiknas(2003) menyebutkanuntuksatuanSDterdapat146.052 lembagayang
menampung25.918.898 siswasertamemiliki865.258 ruang kelas.Dari seluruhruangkelastersebut
sebanyak364.440 atau 42,12% berkondisi baik,299.581 atau 34,62% mengalami kerusakanringan
dan sebanyak201.237 atau 23,26% mengalami kerusakanberat.KalaukondisiMIdiperhitungkan
angka kerusakannyalebihtinggi karenakondisiMIlebihburukdaripadaSDpada umumnya.Keadaan
ini jugaterjadi di SMP, MTs, SMA, MA, dan SMK meskipundenganpersentase yangtidaksama.
2. RendahnyaKualitasGuru
Keadaanguru di Indonesiajugaamatmemprihatinkan.Kebanyakangurubelummemiliki
profesionalisme yangmemadai untukmenjalankantugasnyasebagaimanadisebutdalampasal 39
UU No 20/2003 yaitumerencanakanpembelajaran,melaksanakanpembelajaran,menilai hasil
pembelajaran,melakukanpembimbingan,melakukanpelatihan,melakukanpenelitiandan
melakukanpengabdianmasyarakat.
Bukanitu saja,sebagiangurudi Indonesiabahkandinyatakantidaklayakmengajar.Persentaseguru
menurutkelayakanmengajardalamtahun2002-2003 di berbagai satuanpendidikansbb:untukSD
yang layakmengajarhanya21,07% (negeri) dan28,94% (swasta),untukSMP54,12% (negeri) dan
60,99% (swasta),untukSMA 65,29% (negeri) dan64,73% (swasta),sertauntukSMK yang layak
mengajar55,49% (negeri) dan58,26% (swasta).
Kelayakanmengajaritujelasberhubungandengantingkatpendidikanguruitusendiri.Data
BalitbangDepdiknas(1998) menunjukkandari sekitar1,2juta guru SD/MI hanya13,8% yang
berpendidikandiplomaD2-Kependidikanke atas.Selainitu,dari sekitar680.000 guruSLTP/MTs baru
38,8% yangberpendidikandiplomaD3-Kependidikanke atas.Di tingkatsekolahmenengah,dari
337.503 guru,baru 57,8% yangmemiliki pendidikanS1ke atas. Di tingkatpendidikantinggi,dari
181.544 dosen,baru18,86% yang berpendidikanS2ke atas (3,48% berpendidikanS3).
Walaupungurudan pengajarbukansatu-satunyafaktorpenentukeberhasilanpendidikantetapi,
pengajaranmerupakantitiksentral pendidikandankualifikasi,sebagaicerminkualitas,tenaga
pengajarmemberikanandil sangatbesarpadakualitaspendidikanyangmenjadi tanggungjawabnya.
Kualitasgurudan pengajaryangrendahjugadipengaruhi olehmasihrendahnyatingkat
kesejahteraanguru.
3. RendahnyaKesejahteraanGuru
Rendahnyakesejahteraangurumempunyai perandalammembuatrendahnyakualitaspendidikan
Indonesia.Berdasarkansurvei FGII(Federasi GuruIndependenIndonesia) padapertengahantahun
2005, idealnyaseoranggurumenerimagaji bulananserbesarRp3 juta rupiah.Sekarang,pendapatan
rata-rata guru PNSperbulansebesarRp1,5 juta.guru bantu Rp,460 ribu,dan guruhonorerdi
sekolahswastarata-rataRp 10 ribu perjam.Denganpendapatanseperti itu,terangsaja,banyak
guru terpaksamelakukanpekerjaansampingan.Adayangmengajarlagi di sekolahlain,memberi les
pada sore hari,menjadi tukangojek,pedagangmie rebus,pedagangbuku/LKS,pedagangpulsa
ponsel,dansebagainya(Republika,13 Juli,2005).
DenganadanyaUU Guru danDosen,barangkali kesejahteraangurudandosen(PNS) agaklumayan.
Pasal 10 UU itu sudahmemberikanjaminankelayakanhidup.Di dalampasal itudisebutkangurudan
dosenakanmendapatpenghasilanyangpantasdanmemadai,antaralainmeliputi gaji pokok,
tunjanganyangmelekatpadagaji,tunjanganprofesi,dan/atautunjangankhusussertapenghasilan
lainyangberkaitandengantugasnya.Merekayangdiangkatpemkot/pemkabbagi daerahkhusus
jugaberhakatas rumah dinas.
Tapi,kesenjangankesejahteraanguruswastadannegeri menjadimasalah lainyangmuncul.Di
lingkunganpendidikanswasta,masalahkesejahteraanmasihsulitmencapaitaraf ideal.Diberitakan
PikiranRakyat9 Januari 2006, sebanyak70 persendari 403 PTS di Jawa Barat dan Bantentidak
sanggupuntukmenyesuaikankesejahteraandosensesuai denganamanatUU Guru dan Dosen
(PikiranRakyat9 Januari 2006).
4. RendahnyaPrestasi Siswa
Dengankeadaanyangdemikianitu(rendahnyasaranafisik,kualitasguru,dankesejahteraanguru)
pencapaianprestasi siswapunmenjadi tidakmemuaskan. Sebagai misal pencapaianprestasi fisika
dan matematikasiswaIndonesiadi duniainternasionalsangatrendah.MenurutTrendsin
Mathematicand Science Study(TIMSS) 2003 (2004), siswaIndonesiahanyaberadadi rankingke-35
dari 44 negaradalamhal prestasi matematikadandi rankingke-37dari 44 negara dalamhal prestasi
sains.Dalamhal ini prestasi siswakitajauhdi bawahsiswaMalaysiadanSingapurasebagai negara
tetanggayang terdekat.
Dalamhal prestasi,15 September2004 laluUnitedNationsforDevelopmentProgramme (UNDP)
jugatelahmengumumkanhasil studi tentangkualitasmanusiasecaraserentakdi seluruhdunia
melalui laporannyayangberjudul HumanDevelopmentReport2004. Di dalamlaporantahunanini
Indonesiahanyamenduduki posisi ke-111dari 177 negara.Apabiladibandingdengannegara-negara
tetanggasaja,posisi Indonesiaberadajauhdi bawahnya.
Dalamskala internasional,menurutLaporanBankDunia(Greaney,1992),studi IEA (Internasional
Associationforthe Evaluationof Educational Achievement)di AsiaTimurmenunjukanbahwa
keterampilanmembacasiswakelasIV SDberadapadaperingkatterendah.Rata-rataskortes
membacauntuksiswaSD: 75,5 (Hongkong),74,0 (Singapura),65,1(Thailand),52,6(Filipina),dan
51,7 (Indonesia).
Anak-anakIndonesiaternyatahanyamampumenguasai 30% dari materi bacaan dan ternyata
merekasulitsekali menjawabsoal-soal berbentukuraianyangmemerlukanpenalaran.Hal ini
mungkinkarenamerekasangatterbiasamenghafaldanmengerjakansoal pilihanganda.
Selainitu,hasil studi The ThirdInternational MathematicandScience Study-Repeat-TIMSS-R,1999
(IEA,1999) memperlihatkanbahwa,diantara38 negarapeserta,prestasi siswaSLTPkelas2
Indonesiaberadapadaurutanke-32untuk IPA,ke-34untukMatematika.Dalamduniapendidikan
tinggi menurutmajalahAsiaWeekdari 77 universitasyangdisurvai di asiapasifikternyata4
universitasterbaikdi Indonesiahanyamampumenempati peringkatke-61,ke-68,ke-73dan ke-75.
5. KurangnyaPemerataanKesempatanPendidikan
KesempatanmemperolehpendidikanmasihterbataspadatingkatSekolahDasar.DataBalitbang
DepartemenPendidikanNasional danDirektoratJenderalBinbagaDepartemenAgamatahun2000
menunjukanAngkaPartisipasiMurni (APM) untukanakusiaSD pada tahun1999 mencapai 94,4%
(28,3 jutasiswa).PencapaianAPMini termasukkategori tinggi.AngkaPartisipasiMurni Pendidikan
di SLTP masihrendahyaitu54, 8% (9,4 jutasiswa).Sementaraitulayananpendidikanusiadinimasih
sangat terbatas.Kegagalanpembinaandalamusiadini nantinyatentuakanmenghambat
pengembangansumberdayamanusiasecarakeseluruhan.Olehkarenaitudiperlukankebijakandan
strategi pemerataanpendidikanyangtepatuntukmengatasi masalahketidakmerataantersebut.
6. RendahnyaRelevansiPendidikanDenganKebutuhan
Hal tersebutdapatdilihatdari banyaknyalulusanyangmenganggur.DataBAPPENAS(1996) yang
dikumpulkansejaktahun1990 menunjukanangkapengangguranterbukayangdihadapi olehlulusan
SMU sebesar25,47%, Diploma/S0sebesar27,5% dan PT sebesar36,6%, sedangkanpadaperiode
yang samapertumbuhankesempatankerjacukuptinggi untukmasing-masingtingkatpendidikan
yaitu13,4%, 14,21%, dan 15,07%. Menurutdata BalitbangDepdiknas1999, setiaptahunnyasekitar3
jutaanak putussekolahdantidakmemilikiketerampilanhidupsehinggamenimbulkanmasalah
ketenagakerjaantersendiri.Adanyaketidakserasianantarahasil pendidikandankebutuhandunia
kerjaini disebabkankurikulumyangmaterinyakurangfunsional terhadapketerampilanyang
dibutuhkanketikapesertadidikmemasuki duniakerja.
7. Mahalnya BiayaPendidikan
Pendidikanbermutuitumahal.Kalimatini seringmunculuntukmenjustifikasimahalnyabiayayang
harus dikeluarkanmasyarakatuntukmengenyambangkupendidikan.Mahalnyabiayapendidikan
dari TamanKanak-Kanak(TK) hinggaPerguruanTinggi (PT) membuatmasyarakatmiskintidak
memilikipilihanlainkecuali tidakbersekolah.Orangmiskintidakbolehsekolah.
Untuk masukTK dan SDN saja saat ini dibutuhkanbiayaRp500.000, — sampai Rp 1.000.000. Bahkan
ada yang memungutdi atasRp 1 juta.Masuk SLTP/SLTA bisamencapai Rp 1 jutasampai Rp 5 juta.
Makin mahalnyabiayapendidikansekarangini tidaklepasdari kebijakanpemerintahyang
menerapkanMBS(ManajemenBerbasisSekolah).MBS di Indonesiapadarealitanyalebihdimaknai
sebagai upayauntukmelakukanmobilisasi dana.Karenaitu,KomiteSekolah/DewanPendidikan
yang merupakanorganMBS selaludisyaratkanadanyaunsurpengusaha.
Asumsinya,pengusahamemilikiaksesatasmodal yang lebihluas.Hasilnya,setelahKomite Sekolah
terbentuk,segalapungutanuangselaluberkedok,“sesuai keputusanKomite Sekolah”.Namun,pada
tingkatimplementasinya,iatidaktransparan,karenayangdipilihmenjadi pengurusdananggota
Komite Sekolahadalahorang-orangdekatdenganKepalaSekolah.Akibatnya,Komite Sekolahhanya
menjadi legitimatorkebijakanKepalaSekolah,danMBSpun hanyamenjadi legitimasidari pelepasan
tanggungjawabnegara terhadappermasalahanpendidikanrakyatnya.
Kondisi ini akan lebihburukdenganadanyaRUUtentangBadan HukumPendidikan(RUUBHP).
Berubahnyastatuspendidikandari milikpublikke bentukBadanHukumjelasmemiliki konsekuensi
ekonomisdanpolitisamatbesar.DenganperubahanstatusituPemerintahsecaramudahdapat
melemparkantanggungjawabnyaataspendidikanwarganyakepadapemilikbadanhukumyang
sosoknyatidakjelas.PerguruanTinggi Negeripunberubahmenjadi BadanHukumMilikNegara
(BHMN).MunculnyaBHMN dan MBS adalahbeberapacontohkebijakanpendidikan yang
kontroversial.BHMN sendiri berdampakpadamelambungnyabiayapendidikandi beberapa
PerguruanTinggi favorit.
Privatisasi atausemakinmelemahnyaperannegaradalamsektorpelayananpubliktaklepasdari
tekananutangdan kebijakanuntukmemastikanpembayaranutang.Utangluarnegeri Indonesia
sebesar35-40 persendari APBN setiaptahunnyamerupakanfaktorpendorongprivatisasi
pendidikan.Akibatnya,sektoryangmenyerappendanaanbesarsepertipendidikanmenjadi korban.
Dana pendidikanterpotonghinggatinggal 8persen(Kompas,10/5/2005).
Dari APBN 2005 hanya5,82% yang dialokasikanuntukpendidikan.Bandingkandengandanauntuk
membayarhutangyangmenguras25% belanjadalamAPBN (www.kau.or.id).RencanaPemerintah
memprivatisasi pendidikandilegitimasi melaluisejumlahperaturan,seperti Undang-UndangSistem
PendidikanNasional,RUUBadan HukumPendidikan,RancanganPeraturanPemerintah(RPP)
tentangPendidikanDasardanMenengah,danRPP tentangWajibBelajar.Penguatanpadaprivatisasi
pendidikan itu,misalnya,terlihatdalamPasal 53 (1) UU No 20/2003 tentangSistemPendidikan
Nasional (Sisdiknas).Dalampasal itudisebutkan,penyelenggaradan/atausatuanpendidikanformal
yang didirikanolehPemerintahataumasyarakatberbentukbadanhukumpendidikan.
Seperti halnyaperusahaan,sekolahdibebaskanmencari modaluntukdiinvestasikandalam
operasional pendidikan.KoordinatorLSMEducationNetworkforJustice (ENJ),Yanti Mukhtar
(Republika,10/5/2005) menilai bahwadenganprivatisasi pendidikanberarti Pemerintahtelah
melegitimasikomersialisasi pendidikandenganmenyerahkantanggungjawabpenyelenggaraan
pendidikanke pasar.Denganbegitu,nantinyasekolahmemiliki otonomi untukmenentukansendiri
biayapenyelenggaraanpendidikan.Sekolahtentusaja akanmematokbiayasetinggi-tingginyauntuk
meningkatkandanmempertahankanmutu.Akibatnya,aksesrakyatyangkurangmampuuntuk
menikmati pendidikanberkualitasakanterbatasi danmasyarakatsemakinterkotak-kotak
berdasarkanstatussosial,antarayang kayadan miskin.
Hal senadadituturkanpengamatekonomi RevrisondBawsir.Menurutdia,privatisasi pendidikan
merupakanagendaKapitalisme globalyangtelahdirancangsejaklamaolehnegara-negaradonor
lewatBankDunia.Melalui RancanganUndang-UndangBadanHukumPendidikan(RUUBHP),
Pemerintahberencanamemprivatisasi pendidikan.Semuasatuanpendidikankelakakanmenjadi
badan hukumpendidikan(BHP) yangwajibmencari sumberdananyasendiri.Hal ini berlakuuntuk
seluruhsekolahnegeri,dari SDhinggaperguruantinggi.
Bagi masyarakattertentu,beberapaPTN yangsekarangberubahstatusmenjadiBadanHukumMilik
Negara(BHMN) itumenjadi momok.Jikaalasannyabahwapendidikanbermutuituharusmahal,
maka argumenini hanyaberlakudi Indonesia.Di Jerman, Prancis,Belanda,dandi beberapanegara
berkembanglainnya,banyakperguruantinggi yangbermutunamunbiayapendidikannyarendah.
Bahkanbeberapanegaraada yang menggratiskanbiayapendidikan.
Pendidikanberkualitasmemangtidakmungkinmurah,atautepatnya,tidakharusmurahataugratis.
Tetapi persoalannyasiapayangseharusnyamembayarnya?Pemerintahlahsebenarnyayang
berkewajibanuntukmenjaminsetiapwarganyamemperolehpendidikandanmenjaminakses
masyarakatbawah untukmendapatkanpendidikanbermutu.Akantetapi,kenyataannyaPemerintah
justruinginberkilahdari tanggungjawab.Padahal keterbatasandanatidakdapatdijadikanalasan
bagi Pemerintahuntuk‘cuci tangan’.
E. Solusi dari Permasalahan-permasalahanPendidikandi Indonesia
Untuk mengatasi masalah-masalahdi atas,secaragarisbesarada dua solusi yangdapatdiberikan
yaitu:
Pertama,solusi sistemik,yakni solusi denganmengubahsistem-sistemsosial yangberkaitandengan
sistempendidikan.Seperti diketahuisistempendidikansangatberkaitandengansistemekonomi
yang diterapkan.Sistempendidikandi Indonesiasekarangini,diterapkandalamkontekssistem
ekonomi kapitalisme (mazhabneoliberalisme),yangberprinsipantaralainmeminimalkanperandan
tanggungjawabnegara dalamurusanpublik,termasukpendanaanpendidikan.
Maka, solusi untukmasalah-masalahyangada,khususnyayangmenyangkutperihal pembiayaan –
seperti rendahnyasaranafisik,kesejahteraanguru,danmahalnyabiayapendidikan–berarti
menuntutjugaperubahansistemekonomiyangada.Akansangat kurangefektif kitamenerapkan
sistempendidikanIslamdalamatmosfersistemekonomi kapitalisyangkejam.Makasistem
kapitalisme saatini wajibdihentikandandiganti dengansistemekonomi Islamyangmenggariskan
bahwapemerintah-lahyangakanmenanggungsegalapembiayaanpendidikannegara.
Kedua,solusi teknis,yakni solusi yangmenyangkuthal-hal teknisyangberkaitlangsungdengan
pendidikan.Solusiini misalnyauntukmenyelesaikanmasalahkualitasgurudanprestasi siswa.
Maka, solusi untukmasalah-masalahteknisdikembalikankepadaupaya-upayapraktisuntuk
meningkatkankualitassistempendidikan.Rendahnyakualitasguru,misalnya,di sampingdiberi
solusi peningkatankesejahteraan,jugadiberi solusi denganmembiayai gurumelanjutkanke jenjang
pendidikanyanglebihtinggi,danmemberikanberbagaipelatihanuntukmeningkatkankualitasguru.
Rendahnyaprestasi siswa,misalnya,diberi solusi denganmeningkatkankualitasdankuantitas
materi pelajaran,meningkatkanalat-alatperagadansarana-saranapendidikan,dansebagainya.
F. Kesimpulan
Kualitaspendidikandi Indonesiamemangmasihsangatrendahbiladi bandingkandengankualitas
pendidikandi negara-negaralain.Hal-hal yangmenjadipenyebabutamanyayaituefektifitas,
efisiensi,danstandardisasi pendidikanyangmasihkurangdioptimalkan.Masalah-masalahlainya
yang menjadi penyebabnyayaitu:
(1).Rendahnyasaranafisik,
(2).Rendahnyakualitasguru,
(3).Rendahnyakesejahteraanguru,
(4).Rendahnyaprestasi siswa,
(5).Rendahnyakesempatanpemerataanpendidikan,
(6).Rendahnyarelevansipendidikandengankebutuhan,
(7).Mahalnya biayapendidikan.
Adapunsolusi yangdapatdiberikandari permasalahandi atasantaralaindenganmengubahsistem-
sistemsosial yangberkaitandengan sistempendidikan,danmeningkatkankualitasguruserta
prestasi siswa.
G. Saran
Perkembanganduniadi eraglobalisasi ini memangbanyakmenuntutperubahankesistem
pendidikannasional yanglebihbaiksertamampubersaingsecarasehatdalamsegalabidang.Salah
satu cara yang harus di lakukanbangsaIndonesiaagartidaksemakinketinggalandengannegara-
negaralainadalahdenganmeningkatkankualitaspendidikannyaterlebihdahulu.
Denganmeningkatnyakualitaspendidikanberarti sumberdayamanusiayangterlahirakansemakin
baikmutunyadan akanmampu membawabangsaini bersaingsecarasehatdalamsegalabidangdi
duniainternasional.
DAFTARPUSTAKA
http://forum.detik.com.
http://tyaeducationjournals.blogspot.com/2008/04/efektivitas-dan-efisiensi-anggaran.
http://www.detiknews.com.
Pidarta,Prof.Dr. Made.2004. ManajemenPendidikanIndonesia.Jakarta:PTRinekaCipta.
sayapbarat.wordpress.com/2007/08/29/masalah-pendidikan-di-indonesia.

A

  • 1.
    A. PENDAHULUAN Kualitaspendidikandi Indonesiasaatinisangatmemprihatinkan.Ini dibuktikanantaralaindengan data UNESCO (2000) tentangperingkatIndeksPengembanganManusia(HumanDevelopment Index),yaitukomposisidari peringkatpencapaian pendidikan,kesehatan,danpenghasilanper kepalayangmenunjukkan,bahwaindekspengembanganmanusiaIndonesiamakinmenurun.Di antara 174 negaradi dunia,Indonesiamenempatiurutanke-102(1996), ke-99(1997), ke-105 (1998), danke-109 (1999). Menurutsurvei Political andEconomicRiskConsultant(PERC),kualitaspendidikandi Indonesia beradapada urutan ke-12dari 12 negaradi Asia.Posisi Indonesiaberadadi bawahVietnam.Data yang dilaporkanThe WorldEconomicForumSwedia(2000),Indonesiamemiliki dayasaingyang rendah,yaituhanyamenduduki urutanke-37dari 57 negarayang disurvei di dunia.Danmasih menurutsurvai dari lembagayangsama Indonesiahanyaberpredikatsebagai followerbukan sebagai pemimpinteknologidari 53 negaradi dunia. Memasuki abadke- 21 duniapendidikandi Indonesiamenjadi heboh.Kehebohantersebutbukan disebabkanolehkehebatanmutupendidikannasionaltetapi lebihbanyakdisebabkankarena kesadaranakanbahaya keterbelakanganpendidikandi Indonesia.Perasanini disebabkankarena beberapahal yangmendasar. Salahsatunyaadalahmemasuki abadke- 21 gelombangglobalisasidirasakankuatdanterbuka. Kemajaunteknologi danperubahanyangterjadi memberikankesadaranbarubahwaIndonesiatidak lagi berdiri sendiri.Indonesiaberadadi tengah-tengahduniayangbaru,duniaterbukasehingga orang bebasmembandingkankehidupandengannegaralain. Yang kitarasakan sekarangadalahadanya ketertinggalandidalammutupendidikan.Baikpendidikan formal maupuninformal.Danhasil itudiperolehsetelahkitamembandingkannyadengannegara lain.Pendidikanmemangtelahmenjadi penopangdalammeningkatkansumberdayamanusia Indonesiauntukpembangunanbangsa.Olehkarenaitu,kitaseharusnyadapatmeningkatkan sumberdayamanusiaIndonesiayangtidakkalahbersaingdengansumberdayamanusiadi negara- negaralain. Setelahkitaamati,nampakjelasbahwamasalahyangseriusdalampeningkatanmutupendidikandi Indonesiaadalahrendahnyamutupendidikandi berbagai jenjangpendidikan,baik pendidikan formal maupuninformal.Danhal itulahyangmenyebabkanrendahnyamutupendidikanyang menghambatpenyediaansumberdayamenusiayangmempunyai keahliandanketerampilanuntuk memenuhi pembangunanbangsadi berbagai bidang. KualitaspendidikanIndonesiayangrendahitujugaditunjukkandataBalitbang(2003) bahwadari 146.052 SD di Indonesiaternyatahanyadelapansekolahsajayangmendapatpengakuandunia dalamkategori The PrimaryYears Program(PYP).Dari 20.918 SMP di Indonesiaternyatajuga hanya delapansekolahyangmendapatpengakuanduniadalamkategori The MiddleYearsProgram(MYP) dan dari 8.036 SMA ternyatahanya tujuhsekolahsajayangmendapatpengakuanduniadalam kategori The DiplomaProgram(DP). Penyebabrendahnyamutupendidikan di Indonesiaantaralainadalahmasalahefektifitas,efisiensi dan standardisasi pengajaran.Hal tersebutmasihmenjadi masalahpendidikandi Indonesiapada umumnya.Adapunpermasalahankhususdalamduniapendidikanyaitu: (1).Rendahnyasaranafisik, (2).Rendahnyakualitasguru, (3).Rendahnyakesejahteraanguru, (4).Rendahnyaprestasi siswa,
  • 2.
    (5).Rendahnyakesempatanpemerataanpendidikan, (6).Rendahnyarelevansipendidikandengankebutuhan, (7).Mahalnya biayapendidikan. B. Ciri-ciriPendidikandi Indonesia Cara melaksanakanpendidikandi Indonesiasudahtentutidakterlepasdari tujuanpendidikandi Indonesia,sebabpendidikanIndonesiayangdimaksuddi sini ialahpendidikanyangdilakukandi bumi IndonesiauntukkepentinganbangsaIndonesia. Aspek ketuhanansudahdikembangkandenganbanyakcaraseperti melalui pendidikan-pendidikan agama di sekolahmaupundi perguruantinggi,melalui ceramah-ceramahagamadi masyarakat, melalui kehidupanberagamadi asrama-asrama,lewatmimbar-mimbaragamadanketuhanandi televisi,melalui radio,suratkabardan sebagainya.Bahan-bahanyangdiserapmelalui mediaituakan berintegrasi dalamrohani parasiswa/mahasiswa. Pengembanganpikiransebagianbesardilakukandi sekolah-sekolahatauperguruan-perguruan tinggi melalui bidangstudi-bidangstudi yangmerekapelajari.Pikiranparasiswa/mahasiswadiasah melalui pemecahansoal-soal,pemecahanberbagai masalah,menganalisissesuatuserta menyimpulkannya. C. KualitasPendidikandi Indonesia Seperti yangtelahkitaketahui,kualitaspendidikandi Indonesiasemakinmemburuk.Hal ini terbukti dari kualitasguru,saranabelajar,danmurid-muridnya.Guru-gurutentuyapunyaharapan terpendamyangtidakdapatmerekasampaikankepadasiswanya.Memang,guru-gurusaatini kurangkompeten.Banyakorangyangmenjadi gurukarenatidakditerimadi jurusanlainatau kekurangandana.Kecuali guru-gurulamayangsudahlamamendedikasikandirinyamenjadiguru. Selainberpengalamanmengajarmurid,merekamemiliki pengalamanyangdalammengenai pelajaranyangmerekaajarkan.Belumlagi masalahgaji guru.Jikafenomenaini dibiarkanberlanjut, tidaklamalagi pendidikandi Indonesiaakanhancurmengingatbanyakguru-guruberpengalaman yang pensiun. Sarana pembelajaranjugaturutmenjadi faktorsemakinterpuruknyapendidikandi Indonesia, terutamabagi pendudukdi daerahterbelakang.Namun,bagi pendudukdi daerahterbelakang tersebut,yangterpentingadalahilmuterapanyangbenar-benardipakai buathidupdankerja.Ada banyakmasalahyang menyebabkanmerekatidakbelajarsecaranormal seperti kebanyakansiswa pada umumnya,antaralainguru dansekolah. “Pendidikaninimenjadi tanggungjawabpemerintahsepenuhnya,”kataPresidenSusiloBambang Yudhoyonousai rapatkabinetterbatasdi Gedung Depdiknas,Jl Jenderal Sudirman,Jakarta,Senin (12/3/2007). Presidenmemaparkanbeberapalangkahyangakandilakukanolehpemerintahdalamrangka meningkatkankualitaspendidikandi Indonesia,antaralainyaitu: Langkah pertamayangakan dilakukanpemerintah,yakni meningkatkan•aksesterhadap masyarakatuntukbisamenikmati pendidikandi Indonesia.Tolakukurnyadari angkapartisipasi. Langkah kedua,menghilangkanketidakmerataandalamaksespendidikan,sepertiketidakmerataan di desadan kota, sertajender.• Langkah ketiga,meningkatkanmutupendidikandenganmeningkatkan•kualifikasi gurudandosen, sertameningkatkannilai rata-ratakelulusandalamujiannasional. Langkah keempat,pemerintahakanmenambahjumlahjenispendidikandi•bidangkompetensi
  • 3.
    atau profesi sekolahkejuruan.Untukmenyiapkantenagasiappakaiyangdibutuhkan. Langkah kelima,pemerintahberencanamembanguninfrastrukturseperti•menambahjumlah komputerdanperpustakaandi sekolah-sekolah. Langkah keenam,pemerintahjugameningkatkananggaranpendidikan.Untuktahunini dianggarkan Rp 44 triliun.• Langkah ketujuh,adalahpenggunaanteknologiinformasi dalamaplikasi pendidikan.• Langkah terakhir,pembiayaanbagi masyarakatmiskinuntukbisamenikmati fasilitaspenddikan.• D. PenyebabRendahnyaKualitasPendidikandi Indonesia Di bawahini akan diuraikanbeberapapenyebabrendahnyakualitaspendidikandi Indonesiasecara umum,yaitu: 1. EfektifitasPendidikanDi Indonesia Pendidikanyangefektif adalahsuatupendidikanyang memungkinkanpesertadidikuntukdapat belajardenganmudah,menyenangkandandapattercapai tujuansesuai denganyangdiharapkan. Dengandemikian,pendidik(dosen,guru,instruktur,dantrainer) dituntutuntukdapatmeningkatkan keefektifanpembelajaran agarpembelajarantersebutdapatberguna. Efektifitaspendidikandi Indonesiasangatrendah.Setelahpraktisipendidikanmelakukanpenelitian dan surveyke lapangan,salahsatupenyebabnyaadalahtidakadanyatujuanpendidikanyangjelas sebelmkegiatanpembelajarandilaksanakan.Hal ini menyebabkanpesertadidikdanpendidiktidak tahu “goal”apa yang akan dihasilkansehinggatidakmempunyai gambaranyangjelasdalamproses pendidikan.Jelashal ini merupakanmasalahterpentingjikakitamenginginkanefektifitas pengajaran.Bagaimanamungkintujuanakantercapai jikakitatidaktahuapa tujuankita. Selamaini,banyakpendapatberanggapanbahwapendidikanformal dinilai hanyamenjadi formalitassajauntukmembentuksumberdayamanusiaIndonesia.Tidakperdulibagaimanahasil pembelajaranformal tersebut,yangterpentingadalahtelahmelaksanakanpendidikandi jenjang yang tinggi dandapat dianggaphebatolehmasyarakat.Anggapanseperti itujugalahyang menyebabkanefektifitaspengajarandi Indonesiasangat rendah.Setiaporangmempunyaikelebihan dibidangnyamasing-masingdandiharapkandapatmengambil pendidikaansesuai bakatdan minatnyabukanhanyauntukdianggaphebatolehoranglain. Dalampendidikandi sekolahmenegahmisalnya,seseorangyangmempunyai kelebihandibidang sosial dandipaksamengikuti programstudi IPA akanmenghasilkanefektifitaspengajaranyanglebih rendahjikadibandingkanpesertadidikyangmengikuti programstudi yangsesuai denganbakatdan minatnya.Hal-hal sepetiitulahyangbanyakterjadi di Indonesia.Dansayangnyamasalahgengsi tidak kalahpentingnyadalammenyebabkanrendahnyaefektifitaspendidikandi Indonesia. 2. Efisiensi PengajaranDi Indonesia Efisienadalahbagaimanamenghasilkanefektifitasdari suatutujuandengan prosesyanglebih ‘murah’.Dalamprosespendidikanakanjauhlebihbaikjikakitamemperhitungkanuntuk memperolehhasil yangbaiktanpamelupakanprosesyangbaikpula.Hal-hal itujugalahyangkurang jikakitalihatpendidikandi Indonesia.Kitakurangmempertimbangkanprosesnya,hanyabagaimana dapat meraihstandarhasil yangtelahdisepakati. Beberapamasalahefisiensi pengajarandi dindonesiaadalahmahalnyabiayapendidikan,waktuyang digunakandalamprosespendidikan,mutupegajardanbanyakhal lainyangmenyebabkankurang efisiennyaprosespendidikandi Indonesia.Yangjugaberpengaruhdalampeningkatansumberdaya manusiaIndonesiayanglebihbaik. Masalah mahalnyabiayapendidikandi Indonesiasudahmenjadi rahasiaumumbagi kita.
  • 4.
    Sebenarnyahargapendidikandi IndonesiarelativelebihrandahjikakitabandingkandenganNegara lainyangtidakmengambil sitemfreecosteducation.Namunmengapakitamenganggappendidikan diIndonesiacukupmahal?Hal itutidakkami kemukakandi sini jikapenghasilanrakyatIndonesia cukuptinggi dan sepadanuntukbiayapendidiakan. Jikakitaberbicaratentangbiayapendidikan,kitatidakhanyaberbicaratenangbiayasekolah, training,kursusataulembagapendidikanformal atauinformal lainyangdipilih,namunkita juga berbicaratentangproperti pendukungseperti buku,danberbicaratentangbiayatransportasi yang ditempuhuntukdapatsampai ke lembagapengajaranyangkitapilih.Di sekolahdasarnegeri, memangbenarjikasudahdiberlakukanpembebasanbiayapengajaran,nemunpesertadidiktidak hanyaitu saja,kebutuhanlainnyaadalahbukutekspengajaran,alattulis,seragamdanlain sebagainyayangketikakami survey,hal itudiwajibkanolehpendidikyangberssngkutan.Yang mengejutkanyalagi,adapendidikyangmewajibkanleskepadapesertadidiknya,yangtentudengan bayaran untukpendidiktersebut. Selainmasalahmahalnyabiayapendidikandi Indonesia,masalahlainnyaadalahwaktupengajaran. Dengansurveylapangan,dapatkitalihatbahwapendidikantatapmukadi Indonesiarelative lebih lamajikadibandingkannegaralain.Dalampendidikanformal di sekolahmenengahmisalnya,ada sekolahyangjadwal pengajarnnyaperhari dimulai dari pukul 07.00 dandiakhiri sampai pukul 16.00.. Hal tersebutjelastidakefisien,karenaketikakami amati lagi,pesertadidikyangmengikuti proses pendidikanformalyangmenghabiskanbanyakwaktutersebut,banyakpesertadidikyangmengikuti lembagapendidikaninformal lainsepertilesakademis,bahasa,dansebagainya.Jelasjugaterlihat, bahwaprosespendidikanyanglamatersebuttidakefektifjuga,karenapesertadidikakhirnya mengikuti pendidikaninformaluntukmelengkapi pendidikanformal yangdinilai kurang. Selainitu,masalahlainefisiensipengajaranyangakankami bahas adalah mutupengajar.Kurangnya mutupengajarjugalahyangmenyebabkanpesertadidikkurangmencapaihasil yangdiharapkandan akhirnyamengambil pendidikantambahanyangjugamembutuhkanuanglebih. Yang kami lihat,kurangnyamutupengajardisebabkanolehpengajaryangmengajartidakpada kompetensinya.Misalnyasaja,pengajarA mempunyaidasarpendidikandi bidangbahasa,namundi mengajarkanketerampilan,yangsebenarnyabukankompetensinya.Hal-tersebutbenar-benar terjadi jikakitamelihatkondisi pendidikan di lapanganyangsebanarnya.Hal lainadalahpendidik tidakdapat mengomunikasikanbahanpengajarandenganbaik,sehinggamudahdimengertidan menbuattertarikpesertadidik. Sistempendidikanyangbaikjugaberperanpentingdalammeningkatkanefisiensi pendidikandi Indonesia.Sangatdisayangkanjugasistempendidikankitaberubah-ubahsehinggamembingungkan pendidikdanpesertadidik. Dalambeberapatahunbelakanganini,kitamenggunakansistempendidikankurikulum1994, kurikulum2004, kurikulumberbasiskompetensi yangpengubahprosespengajaranmenjadiproses pendidikanaktif,hinggakurikulumbarulainnya.Ketikamenggantikurikulum,kitajugamengganti cara pendidikanpengajar,danpengajarharusdiberi pelatihanterlebihdahuluyangjugamenambah cost biayapendidikan.Sehinggaamatdisayangkanjikaterlaluseringmengganti kurikulumyang dianggapkuaranefektif lalulangsungmenggantinyadengankurikulumyangdinilailebihefektif. Konsepefisiensi akanterciptajikakeluaranyangdiinginkandapat dihasilkansecaraoptimal dengan hanyamasukanyang relative tetap,ataujikamasukanyangsekecil mungkindapatmenghasilkan keluaranyangoptimal.Konsepefisiensi sendiri terdiridari efisiensi teknologisdanefisiensi ekonomis.Efisiensi teknologisditerapkandalampencapaiankuantitaskeluaransecarafisiksesuai denganukuranhasil yangsudahditetapkan.Sementaraefisiensi ekonomisterciptajikaukurannilai
  • 5.
    kepuasanatauharga sudah diterapkanterhadapkeluaran. Konsepefisiensiselaludikaitkandenganefektivitas.Efektivitasmerupakanbagiandari konsep efisiensi karenatingkatefektivitasberkaitaneratdenganpencapaiantujuanrelative terhadap harganya.Apabiladikaitkandenganduniapendidikan,makasuatuprogrampendidikanyangefisien cenderungditandai denganpolapenyebarandanpendayagunaansumber-sumberpendidikanyang sudahditatasecara efisien.Programpendidikanyangefisienadalahprogramyangmampu menciptakankeseimbanganantarapenyediaandankebutuhanakansumber-sumberpendidikan sehinggaupayapencapaiantujuantidakmengalami hambatan. 3. Standardisasi PendidikanDi Indonesia Jikakitainginmeningkatkanmutupendidikandi Indonesia,kitajugaberbicaratentangstandardisasi pengajaranyangkitaambil.Tentunyasetelahmelewatiprosesuntukmenentukanstandaryangakan diambil. Duniapendidikanterusberudah.Kompetensi yangdibutuhkaolehmasyarakatterus-menertus berunahapalagi di dalamduniaterbukayaitudi dalamduniamoderndalamere globalisasi. Kompetendi-kompetensi yangharusdimiliki olehseseorangdalamlembagapendidikanharuslah memenuhi standar. Seperti yangkitalihatsekarangini,standardankompetensidalampendidikanformal maupun informal terlihathanyakeranjinganterhadapstandardankompetensi.Kualitaspendidikandiukur olehstandardan kompetensidi dalamberbagai versi,demikianpulasehinggadibentukbadan-badan baru untukmelaksanakanstandardisasi dankompetensi tersebutseperti BadanStandardisasi Nasional Pendidikan(BSNP). Tinjauanterhadapstandardisasi dankompetensi untukmeningkatkanmutupendidikanakhirnya membawakami dalampengunkapanadanyabahayayangtersembunyiyaitukemungkinanadanya pendidikanyangterkekungolehstandarkompetensisajasehnggakehilanganmaknadantujuan pendidikantersebut. PesertadidikIndonesiaterkadanghanyamemikirkanbagaimanagarmencapai standarpendidikan saja,bukanbagaimanaagar pendidikanyangdiambilefektifdandapatdigunakan.Tidakperduli bagaimanacara agar memperolehhasil ataulebihspesifiknyanilai yangdiperoleh,yangterpentinga adalahmemenuhi nilai di atasstandarsaja. Hal seperti di atassangat disayangkankarenaberarti pendidikanseperti kehilanganmaknasaja karenaterlalumenuntunstandarkompetensi.Hal itujelassalahsatupenyebabrendahnyamutu pendidikandi Indonesia. Selainitu,akanlebihbaikjikakitamempertanyakankembali apakahstandarpendidikandi Indonesia sudahsesuai ataubelum.DalamkasusUAN yanghampirselalumenjadi kontrofesi misalnya.Kami menilai adanyasistemevaluasiseperti UAN sudahcukupbaik,namunyangkami sayangkanadalah evaluasi pendidikanseperti ituyangmenentukanlulustidaknyapesertadidikmengikuti pendidikan, hanyadilaksanakansekali sajatanpamelihatprosesyangdilalupesertadidikyangtelahmenenpuh prosespendidikanselamabeberapatahun.Selainhanyaberlanhsugsekali,evaluasi seperti ituhanya mengevaluasi 3bidangstudi sajatanpa mengevaluasi bidangstudi lainyangtelahdidikuti oleh pesertadidik. Banyakhal lainjugayang sebenarnyadapatkami bahasdalampembahasansandardisasipengajaran di Indonesia.Jugapermasalahanyangadadi dalamnya,yangtentulebihbanyak,danmembutuhkan penelitianyanglebihdalamlagi Penyebabrendahnyamutupendidikandi Indonesiajugatentutidahhanyasebatasyangkami bahas di atas. Banyak hal yang menyebabkanrendahnyamutupendidikankita.Tentunyahal sepertiitu
  • 6.
    dapat kitatemukanjikakitamenggali lebihdalamakarpermasalahannya.Dansemogajikakita mengetehuiakarpermasalahannya,kitadapatmemperbaikimutupendidikandi Indonesiasehingga jadi kebihbaiklagi. Selainbeberapapenyebabrendahnyakualitaspendidikandi atas,berikutini akandipaparkanpula secara khususbeberapamasalahyangmenyebabkanrendahnyakualitaspendidikandi Indonesia. 1. RendahnyaKualitasSaranaFisik Untuk sarana fisikmisalnya,banyaksekali sekolahdanperguruantinggi kitayanggedungnyarusak, kepemilikandanpenggunaanmediabelajarrendah,bukuperpustakaantidaklengkap.Sementara laboratoriumtidakstandar,pemakaianteknologi informasi tidakmemadai dansebagainya.Bahkan masihbanyaksekolahyangtidakmemiliki gedungsendiri,tidakmemiliki perpustakaan,tidak memilikilaboratoriumdansebagainya. Data BalitbangDepdiknas(2003) menyebutkanuntuksatuanSDterdapat146.052 lembagayang menampung25.918.898 siswasertamemiliki865.258 ruang kelas.Dari seluruhruangkelastersebut sebanyak364.440 atau 42,12% berkondisi baik,299.581 atau 34,62% mengalami kerusakanringan dan sebanyak201.237 atau 23,26% mengalami kerusakanberat.KalaukondisiMIdiperhitungkan angka kerusakannyalebihtinggi karenakondisiMIlebihburukdaripadaSDpada umumnya.Keadaan ini jugaterjadi di SMP, MTs, SMA, MA, dan SMK meskipundenganpersentase yangtidaksama. 2. RendahnyaKualitasGuru Keadaanguru di Indonesiajugaamatmemprihatinkan.Kebanyakangurubelummemiliki profesionalisme yangmemadai untukmenjalankantugasnyasebagaimanadisebutdalampasal 39 UU No 20/2003 yaitumerencanakanpembelajaran,melaksanakanpembelajaran,menilai hasil pembelajaran,melakukanpembimbingan,melakukanpelatihan,melakukanpenelitiandan melakukanpengabdianmasyarakat. Bukanitu saja,sebagiangurudi Indonesiabahkandinyatakantidaklayakmengajar.Persentaseguru menurutkelayakanmengajardalamtahun2002-2003 di berbagai satuanpendidikansbb:untukSD yang layakmengajarhanya21,07% (negeri) dan28,94% (swasta),untukSMP54,12% (negeri) dan 60,99% (swasta),untukSMA 65,29% (negeri) dan64,73% (swasta),sertauntukSMK yang layak mengajar55,49% (negeri) dan58,26% (swasta). Kelayakanmengajaritujelasberhubungandengantingkatpendidikanguruitusendiri.Data BalitbangDepdiknas(1998) menunjukkandari sekitar1,2juta guru SD/MI hanya13,8% yang berpendidikandiplomaD2-Kependidikanke atas.Selainitu,dari sekitar680.000 guruSLTP/MTs baru 38,8% yangberpendidikandiplomaD3-Kependidikanke atas.Di tingkatsekolahmenengah,dari 337.503 guru,baru 57,8% yangmemiliki pendidikanS1ke atas. Di tingkatpendidikantinggi,dari 181.544 dosen,baru18,86% yang berpendidikanS2ke atas (3,48% berpendidikanS3). Walaupungurudan pengajarbukansatu-satunyafaktorpenentukeberhasilanpendidikantetapi, pengajaranmerupakantitiksentral pendidikandankualifikasi,sebagaicerminkualitas,tenaga pengajarmemberikanandil sangatbesarpadakualitaspendidikanyangmenjadi tanggungjawabnya. Kualitasgurudan pengajaryangrendahjugadipengaruhi olehmasihrendahnyatingkat kesejahteraanguru. 3. RendahnyaKesejahteraanGuru Rendahnyakesejahteraangurumempunyai perandalammembuatrendahnyakualitaspendidikan Indonesia.Berdasarkansurvei FGII(Federasi GuruIndependenIndonesia) padapertengahantahun 2005, idealnyaseoranggurumenerimagaji bulananserbesarRp3 juta rupiah.Sekarang,pendapatan rata-rata guru PNSperbulansebesarRp1,5 juta.guru bantu Rp,460 ribu,dan guruhonorerdi sekolahswastarata-rataRp 10 ribu perjam.Denganpendapatanseperti itu,terangsaja,banyak
  • 7.
    guru terpaksamelakukanpekerjaansampingan.Adayangmengajarlagi disekolahlain,memberi les pada sore hari,menjadi tukangojek,pedagangmie rebus,pedagangbuku/LKS,pedagangpulsa ponsel,dansebagainya(Republika,13 Juli,2005). DenganadanyaUU Guru danDosen,barangkali kesejahteraangurudandosen(PNS) agaklumayan. Pasal 10 UU itu sudahmemberikanjaminankelayakanhidup.Di dalampasal itudisebutkangurudan dosenakanmendapatpenghasilanyangpantasdanmemadai,antaralainmeliputi gaji pokok, tunjanganyangmelekatpadagaji,tunjanganprofesi,dan/atautunjangankhusussertapenghasilan lainyangberkaitandengantugasnya.Merekayangdiangkatpemkot/pemkabbagi daerahkhusus jugaberhakatas rumah dinas. Tapi,kesenjangankesejahteraanguruswastadannegeri menjadimasalah lainyangmuncul.Di lingkunganpendidikanswasta,masalahkesejahteraanmasihsulitmencapaitaraf ideal.Diberitakan PikiranRakyat9 Januari 2006, sebanyak70 persendari 403 PTS di Jawa Barat dan Bantentidak sanggupuntukmenyesuaikankesejahteraandosensesuai denganamanatUU Guru dan Dosen (PikiranRakyat9 Januari 2006). 4. RendahnyaPrestasi Siswa Dengankeadaanyangdemikianitu(rendahnyasaranafisik,kualitasguru,dankesejahteraanguru) pencapaianprestasi siswapunmenjadi tidakmemuaskan. Sebagai misal pencapaianprestasi fisika dan matematikasiswaIndonesiadi duniainternasionalsangatrendah.MenurutTrendsin Mathematicand Science Study(TIMSS) 2003 (2004), siswaIndonesiahanyaberadadi rankingke-35 dari 44 negaradalamhal prestasi matematikadandi rankingke-37dari 44 negara dalamhal prestasi sains.Dalamhal ini prestasi siswakitajauhdi bawahsiswaMalaysiadanSingapurasebagai negara tetanggayang terdekat. Dalamhal prestasi,15 September2004 laluUnitedNationsforDevelopmentProgramme (UNDP) jugatelahmengumumkanhasil studi tentangkualitasmanusiasecaraserentakdi seluruhdunia melalui laporannyayangberjudul HumanDevelopmentReport2004. Di dalamlaporantahunanini Indonesiahanyamenduduki posisi ke-111dari 177 negara.Apabiladibandingdengannegara-negara tetanggasaja,posisi Indonesiaberadajauhdi bawahnya. Dalamskala internasional,menurutLaporanBankDunia(Greaney,1992),studi IEA (Internasional Associationforthe Evaluationof Educational Achievement)di AsiaTimurmenunjukanbahwa keterampilanmembacasiswakelasIV SDberadapadaperingkatterendah.Rata-rataskortes membacauntuksiswaSD: 75,5 (Hongkong),74,0 (Singapura),65,1(Thailand),52,6(Filipina),dan 51,7 (Indonesia). Anak-anakIndonesiaternyatahanyamampumenguasai 30% dari materi bacaan dan ternyata merekasulitsekali menjawabsoal-soal berbentukuraianyangmemerlukanpenalaran.Hal ini mungkinkarenamerekasangatterbiasamenghafaldanmengerjakansoal pilihanganda. Selainitu,hasil studi The ThirdInternational MathematicandScience Study-Repeat-TIMSS-R,1999 (IEA,1999) memperlihatkanbahwa,diantara38 negarapeserta,prestasi siswaSLTPkelas2 Indonesiaberadapadaurutanke-32untuk IPA,ke-34untukMatematika.Dalamduniapendidikan tinggi menurutmajalahAsiaWeekdari 77 universitasyangdisurvai di asiapasifikternyata4 universitasterbaikdi Indonesiahanyamampumenempati peringkatke-61,ke-68,ke-73dan ke-75. 5. KurangnyaPemerataanKesempatanPendidikan KesempatanmemperolehpendidikanmasihterbataspadatingkatSekolahDasar.DataBalitbang DepartemenPendidikanNasional danDirektoratJenderalBinbagaDepartemenAgamatahun2000 menunjukanAngkaPartisipasiMurni (APM) untukanakusiaSD pada tahun1999 mencapai 94,4% (28,3 jutasiswa).PencapaianAPMini termasukkategori tinggi.AngkaPartisipasiMurni Pendidikan
  • 8.
    di SLTP masihrendahyaitu54,8% (9,4 jutasiswa).Sementaraitulayananpendidikanusiadinimasih sangat terbatas.Kegagalanpembinaandalamusiadini nantinyatentuakanmenghambat pengembangansumberdayamanusiasecarakeseluruhan.Olehkarenaitudiperlukankebijakandan strategi pemerataanpendidikanyangtepatuntukmengatasi masalahketidakmerataantersebut. 6. RendahnyaRelevansiPendidikanDenganKebutuhan Hal tersebutdapatdilihatdari banyaknyalulusanyangmenganggur.DataBAPPENAS(1996) yang dikumpulkansejaktahun1990 menunjukanangkapengangguranterbukayangdihadapi olehlulusan SMU sebesar25,47%, Diploma/S0sebesar27,5% dan PT sebesar36,6%, sedangkanpadaperiode yang samapertumbuhankesempatankerjacukuptinggi untukmasing-masingtingkatpendidikan yaitu13,4%, 14,21%, dan 15,07%. Menurutdata BalitbangDepdiknas1999, setiaptahunnyasekitar3 jutaanak putussekolahdantidakmemilikiketerampilanhidupsehinggamenimbulkanmasalah ketenagakerjaantersendiri.Adanyaketidakserasianantarahasil pendidikandankebutuhandunia kerjaini disebabkankurikulumyangmaterinyakurangfunsional terhadapketerampilanyang dibutuhkanketikapesertadidikmemasuki duniakerja. 7. Mahalnya BiayaPendidikan Pendidikanbermutuitumahal.Kalimatini seringmunculuntukmenjustifikasimahalnyabiayayang harus dikeluarkanmasyarakatuntukmengenyambangkupendidikan.Mahalnyabiayapendidikan dari TamanKanak-Kanak(TK) hinggaPerguruanTinggi (PT) membuatmasyarakatmiskintidak memilikipilihanlainkecuali tidakbersekolah.Orangmiskintidakbolehsekolah. Untuk masukTK dan SDN saja saat ini dibutuhkanbiayaRp500.000, — sampai Rp 1.000.000. Bahkan ada yang memungutdi atasRp 1 juta.Masuk SLTP/SLTA bisamencapai Rp 1 jutasampai Rp 5 juta. Makin mahalnyabiayapendidikansekarangini tidaklepasdari kebijakanpemerintahyang menerapkanMBS(ManajemenBerbasisSekolah).MBS di Indonesiapadarealitanyalebihdimaknai sebagai upayauntukmelakukanmobilisasi dana.Karenaitu,KomiteSekolah/DewanPendidikan yang merupakanorganMBS selaludisyaratkanadanyaunsurpengusaha. Asumsinya,pengusahamemilikiaksesatasmodal yang lebihluas.Hasilnya,setelahKomite Sekolah terbentuk,segalapungutanuangselaluberkedok,“sesuai keputusanKomite Sekolah”.Namun,pada tingkatimplementasinya,iatidaktransparan,karenayangdipilihmenjadi pengurusdananggota Komite Sekolahadalahorang-orangdekatdenganKepalaSekolah.Akibatnya,Komite Sekolahhanya menjadi legitimatorkebijakanKepalaSekolah,danMBSpun hanyamenjadi legitimasidari pelepasan tanggungjawabnegara terhadappermasalahanpendidikanrakyatnya. Kondisi ini akan lebihburukdenganadanyaRUUtentangBadan HukumPendidikan(RUUBHP). Berubahnyastatuspendidikandari milikpublikke bentukBadanHukumjelasmemiliki konsekuensi ekonomisdanpolitisamatbesar.DenganperubahanstatusituPemerintahsecaramudahdapat melemparkantanggungjawabnyaataspendidikanwarganyakepadapemilikbadanhukumyang sosoknyatidakjelas.PerguruanTinggi Negeripunberubahmenjadi BadanHukumMilikNegara (BHMN).MunculnyaBHMN dan MBS adalahbeberapacontohkebijakanpendidikan yang kontroversial.BHMN sendiri berdampakpadamelambungnyabiayapendidikandi beberapa PerguruanTinggi favorit. Privatisasi atausemakinmelemahnyaperannegaradalamsektorpelayananpubliktaklepasdari tekananutangdan kebijakanuntukmemastikanpembayaranutang.Utangluarnegeri Indonesia sebesar35-40 persendari APBN setiaptahunnyamerupakanfaktorpendorongprivatisasi pendidikan.Akibatnya,sektoryangmenyerappendanaanbesarsepertipendidikanmenjadi korban. Dana pendidikanterpotonghinggatinggal 8persen(Kompas,10/5/2005).
  • 9.
    Dari APBN 2005hanya5,82% yang dialokasikanuntukpendidikan.Bandingkandengandanauntuk membayarhutangyangmenguras25% belanjadalamAPBN (www.kau.or.id).RencanaPemerintah memprivatisasi pendidikandilegitimasi melaluisejumlahperaturan,seperti Undang-UndangSistem PendidikanNasional,RUUBadan HukumPendidikan,RancanganPeraturanPemerintah(RPP) tentangPendidikanDasardanMenengah,danRPP tentangWajibBelajar.Penguatanpadaprivatisasi pendidikan itu,misalnya,terlihatdalamPasal 53 (1) UU No 20/2003 tentangSistemPendidikan Nasional (Sisdiknas).Dalampasal itudisebutkan,penyelenggaradan/atausatuanpendidikanformal yang didirikanolehPemerintahataumasyarakatberbentukbadanhukumpendidikan. Seperti halnyaperusahaan,sekolahdibebaskanmencari modaluntukdiinvestasikandalam operasional pendidikan.KoordinatorLSMEducationNetworkforJustice (ENJ),Yanti Mukhtar (Republika,10/5/2005) menilai bahwadenganprivatisasi pendidikanberarti Pemerintahtelah melegitimasikomersialisasi pendidikandenganmenyerahkantanggungjawabpenyelenggaraan pendidikanke pasar.Denganbegitu,nantinyasekolahmemiliki otonomi untukmenentukansendiri biayapenyelenggaraanpendidikan.Sekolahtentusaja akanmematokbiayasetinggi-tingginyauntuk meningkatkandanmempertahankanmutu.Akibatnya,aksesrakyatyangkurangmampuuntuk menikmati pendidikanberkualitasakanterbatasi danmasyarakatsemakinterkotak-kotak berdasarkanstatussosial,antarayang kayadan miskin. Hal senadadituturkanpengamatekonomi RevrisondBawsir.Menurutdia,privatisasi pendidikan merupakanagendaKapitalisme globalyangtelahdirancangsejaklamaolehnegara-negaradonor lewatBankDunia.Melalui RancanganUndang-UndangBadanHukumPendidikan(RUUBHP), Pemerintahberencanamemprivatisasi pendidikan.Semuasatuanpendidikankelakakanmenjadi badan hukumpendidikan(BHP) yangwajibmencari sumberdananyasendiri.Hal ini berlakuuntuk seluruhsekolahnegeri,dari SDhinggaperguruantinggi. Bagi masyarakattertentu,beberapaPTN yangsekarangberubahstatusmenjadiBadanHukumMilik Negara(BHMN) itumenjadi momok.Jikaalasannyabahwapendidikanbermutuituharusmahal, maka argumenini hanyaberlakudi Indonesia.Di Jerman, Prancis,Belanda,dandi beberapanegara berkembanglainnya,banyakperguruantinggi yangbermutunamunbiayapendidikannyarendah. Bahkanbeberapanegaraada yang menggratiskanbiayapendidikan. Pendidikanberkualitasmemangtidakmungkinmurah,atautepatnya,tidakharusmurahataugratis. Tetapi persoalannyasiapayangseharusnyamembayarnya?Pemerintahlahsebenarnyayang berkewajibanuntukmenjaminsetiapwarganyamemperolehpendidikandanmenjaminakses masyarakatbawah untukmendapatkanpendidikanbermutu.Akantetapi,kenyataannyaPemerintah justruinginberkilahdari tanggungjawab.Padahal keterbatasandanatidakdapatdijadikanalasan bagi Pemerintahuntuk‘cuci tangan’. E. Solusi dari Permasalahan-permasalahanPendidikandi Indonesia Untuk mengatasi masalah-masalahdi atas,secaragarisbesarada dua solusi yangdapatdiberikan yaitu: Pertama,solusi sistemik,yakni solusi denganmengubahsistem-sistemsosial yangberkaitandengan sistempendidikan.Seperti diketahuisistempendidikansangatberkaitandengansistemekonomi yang diterapkan.Sistempendidikandi Indonesiasekarangini,diterapkandalamkontekssistem ekonomi kapitalisme (mazhabneoliberalisme),yangberprinsipantaralainmeminimalkanperandan tanggungjawabnegara dalamurusanpublik,termasukpendanaanpendidikan. Maka, solusi untukmasalah-masalahyangada,khususnyayangmenyangkutperihal pembiayaan – seperti rendahnyasaranafisik,kesejahteraanguru,danmahalnyabiayapendidikan–berarti
  • 10.
    menuntutjugaperubahansistemekonomiyangada.Akansangat kurangefektif kitamenerapkan sistempendidikanIslamdalamatmosfersistemekonomikapitalisyangkejam.Makasistem kapitalisme saatini wajibdihentikandandiganti dengansistemekonomi Islamyangmenggariskan bahwapemerintah-lahyangakanmenanggungsegalapembiayaanpendidikannegara. Kedua,solusi teknis,yakni solusi yangmenyangkuthal-hal teknisyangberkaitlangsungdengan pendidikan.Solusiini misalnyauntukmenyelesaikanmasalahkualitasgurudanprestasi siswa. Maka, solusi untukmasalah-masalahteknisdikembalikankepadaupaya-upayapraktisuntuk meningkatkankualitassistempendidikan.Rendahnyakualitasguru,misalnya,di sampingdiberi solusi peningkatankesejahteraan,jugadiberi solusi denganmembiayai gurumelanjutkanke jenjang pendidikanyanglebihtinggi,danmemberikanberbagaipelatihanuntukmeningkatkankualitasguru. Rendahnyaprestasi siswa,misalnya,diberi solusi denganmeningkatkankualitasdankuantitas materi pelajaran,meningkatkanalat-alatperagadansarana-saranapendidikan,dansebagainya. F. Kesimpulan Kualitaspendidikandi Indonesiamemangmasihsangatrendahbiladi bandingkandengankualitas pendidikandi negara-negaralain.Hal-hal yangmenjadipenyebabutamanyayaituefektifitas, efisiensi,danstandardisasi pendidikanyangmasihkurangdioptimalkan.Masalah-masalahlainya yang menjadi penyebabnyayaitu: (1).Rendahnyasaranafisik, (2).Rendahnyakualitasguru, (3).Rendahnyakesejahteraanguru, (4).Rendahnyaprestasi siswa, (5).Rendahnyakesempatanpemerataanpendidikan, (6).Rendahnyarelevansipendidikandengankebutuhan, (7).Mahalnya biayapendidikan. Adapunsolusi yangdapatdiberikandari permasalahandi atasantaralaindenganmengubahsistem- sistemsosial yangberkaitandengan sistempendidikan,danmeningkatkankualitasguruserta prestasi siswa. G. Saran Perkembanganduniadi eraglobalisasi ini memangbanyakmenuntutperubahankesistem pendidikannasional yanglebihbaiksertamampubersaingsecarasehatdalamsegalabidang.Salah satu cara yang harus di lakukanbangsaIndonesiaagartidaksemakinketinggalandengannegara- negaralainadalahdenganmeningkatkankualitaspendidikannyaterlebihdahulu. Denganmeningkatnyakualitaspendidikanberarti sumberdayamanusiayangterlahirakansemakin baikmutunyadan akanmampu membawabangsaini bersaingsecarasehatdalamsegalabidangdi duniainternasional. DAFTARPUSTAKA http://forum.detik.com. http://tyaeducationjournals.blogspot.com/2008/04/efektivitas-dan-efisiensi-anggaran. http://www.detiknews.com. Pidarta,Prof.Dr. Made.2004. ManajemenPendidikanIndonesia.Jakarta:PTRinekaCipta. sayapbarat.wordpress.com/2007/08/29/masalah-pendidikan-di-indonesia.