Meramal Valuta Asing
Kuliah ke 7
Peramalan valas dalam praktik
Periode            Sistem Devisa   Metode Peramalan yang
peramalan                          direkomendasikan
Jangka Pendek      Tetap           1. Asumsikan kurs tetap dipertahankan
                                   2. Adakah indikasi tekanan terhadap
                                      kurs tetap
                                   3. Kontrol modal, terdapat kurs pasar
                                      gelap
                                   4. Adakah indikator kemampuan
                                      pemerintah mempertahankan kurs
                                      tetap?
                                   5. Perubahan dalam cadangan devisa
                                      pemerintah

                   Mengambang      1. Metode teknikal untuk menangkap
                                      trend
                                   2. Kurs forward sebagai ramalan: (1) <30
                                      hari diasumsikan terjadi random walk
                                      (2) 30-90 hari: kurs forward (3) 90-30
                                      hari: kombinasi trend dengan analisis
                                      fundamental
                                   3. Analisis fundamental tentang inflasi
                                      menjadi perhatian
4. Pernyataan dan persetujuan
                       pemerintah mengenai tujuan kurs
                       5. Persetujuan kerjasama dengan
                       negara lain
Jangka    Tetap        1. Analisis Fundamental
Panjang                2. Manajemen neraca pembayaran
                       3. Kemampuan mengontrol inflasi
                          domestik
                       4. Kemampuan menggerakkan cadangan
                          devisa untuk intervensi
                       5. Kemampuan untuk melakukan surplus
                          perdagangan

          Mengambang   1. Memfokuskan pada gejala inflasioner
                          fundamental dan PPP
                       2. Indikator kesehatan ekonomi secara
                          umum seperti pertumbuhan ekonomi
                          dan stabilitas
                       3. Analisis teknikal untuk trend jangka
                          panjang; penelitian terbaru
                          menunjukkan kemungkinan teknikal
                          jangka panjang
HUBUNGAN INFLASI, SUKU BUNGA DAN VALUTA ASING
PPP : perubahan kurs spot dan persentase
 (perbedaan laju inflasi )

Teori :kurs spot suatu valas akan berubah sebagai
 reaksi terhadap perbedaan inflasi antara 2 negara.
 Akibatnya, daya beli konsumen ketika membeli
 barang ketika membeli dinegaranya sendiri akan
 sama dengan daya beli ketika mengimpor dari
 negara lain.
• IRP : premi atau diskon foward ( perbedaan suku
  bunga )



• Teori : kurs foward suatu mata uang yang
  mengandung premi (atau diskon) ditentukan oleh
  perbedaan suku bunga antar 2 negara. Akibatnya,
  arbitrase suku bungan yang diproteksi (covered
  interest arbitrage) akan jauh lebih menguntungkan
  dibandingkan suku bunga domestik.
• IFE : presentase perubahan kurs spot (perbedaan
  suku bunga)

• Teori : kurs spot suatu mata uang akan berubah
  sesuai dengan perbedaan suku bunga antara 2
  negara. Akibatnya, rata2 keuntungan dari sekuritas
  pasar keuangan internasional yang akan diproteksi
  akan tidak lebih dari keuntungan yang diperoleh dari
  sekuritas pasar keuangan domestik, terutama dari
  sudut pandang investor di negara asal.
Ruang lingkup manajemen resiko
• Keputusan pembiayaan (financing decision), dalam
  arti bagaimana cara memperoleh dana
• Keputusan investasi, yaitu bagaimana
  mengalokasikan dana yang dimiliki
• Total resiko valas merupakan kombinasi risiko
  sistemik dan risiko bukan sistemik.
• Risiko sistemik adalah segala pengaruh pasar,
  misalnya kondisi perekonomian, yang
  mempengaruhi semua aktiva
• Risiko bukan sistemik pada dasarnya adalah risiko-
  risiko lain yang khas terjadi pada suatu perusahaan,
  misalnya pemogokan, inflasi, valas dan politik
Eksposur
• Seberapa jauh suatu perusahaan dipengaruhi oleh perubahan
  kurs valas
• Eksposur transaksi, yang berasal dari kemungkinan diperolehnya
  keuntungan atau kerugian usaha (net flows) akibat transaksi yang
  terlanjur menggunakan mata uang asing sebagai denominasi
• Segala bentuk penerimaan maupun pembayaran di masa
  mendatang pada masing-masing valas
• Potensi derajat pergerakan pada setiap nilai mata uang asing
• Korelasi pergerakan mata uang dengan mata uang asing di mana
  perusahaan terlibat disitu
• Eksposur ekonomi, seberapa jauh ‘nilai’ perusahaan
  (diukur dengan nilai sekarang dan harapan aliran kas)
  akan berubah bila kurs valas berubah ke arah yang tidak
  diharapkan.
• Semua faktor penentu eksposur transaksi, ditambah
• Dampak fluktuasi valas terhadap aliran kas yang
  didenominasi dalam mata uang negara induk
• Eksposur akuntansi, seberapa jauh laporan keuangan
  konsolidasai dan neraca suatu perusahaan dipengaruhi
  oleh fluktuasi kurs valas
• Derajat aktivitas bisnis yang dilakukan pada masing-
  masing cabang di luar negeri
• Potensi derajat pergerakan nilai mata uang yang
  digunakan terhadap mata uang yang digunakan dalam
  pelaporan keuangan
• Korelasi pergerakan kurs dari mata uang yang digunakan
Eksposur tidak relevan didasari :
• Menurut teori paritas daya beli (PPP), pergerakan
  kurs valas akan dibarengi dengan pergerakan harga
  (inflasi)
• Para investor pada perusahaan TNC, secara
  individual, dapat mengantisipasi risiko valas dengan
  tindakan lindung nilai (hedging)
• Bila pasar merupakan pasar yang efesien, maka
  lindung nilai tidak diperlukan
Importir tidak memerlukan (hedging)
• Bila ia secara implisit mengasumsikan bahwa ia
  mempunyai harapan yang kuat mengenai arah pergerakan
  kurs, yaitu bila risiko perubahan kurs menuju arah yang
  merugikan amat kecil
• Bila ia berharap mata uang bergerak menuju arah di mana
  tindakan lindung nilai tidak layak untuk dilakukan
• Bila persyaratan kredit perdagangan komersialnya adalah
  a. cash on delevery, b. on account credit, c. payment by
  bill yang ditarik oleh importir, dengan suku bunga tetap
  hingga jatuh tempo.
• Sulistyantoro Pangarso, SE, M.SI
• Manajemen Keuangan Internasional (D & E)
• Tanggal 7 & 9 November 2012
• Take Home Exam (dikumpulkan 21 & 23 November 2012)
1. Jelaskan sejarah system moneter internasional, dan apa
  perbedaan system moneter konvensional dan system
  moneter Islam !
2.Jelaskan apakah implikasinya bagi perusahaan dengan
  munculnya blok-blok ekonomi dan penggunaan mata uang
  tunggal dan pelajaran berharga apakah dari krisis ekonomi
  yang melanda di kawasan Asia mulai pertengahan tahun
  1997 dan bagaimana terjadinya kronologis krisis di Eropa
  dan Amerika ?
3. Beberapa ekonom berpendapat bahwa defisit neraca perdagangan dan
  neraca pembayaran dapat mengakibatkan depresiasi mata uang suatu
  Negara. Bagaimana pendapat saudara ? adakah hubungan antara defisit
  dengan depresiasi mata uang ? dan adakah alternative lain yang dapat
  dilakukan oleh pemerintah suatu negara untuk menghindari devaluasi mata
  uang mereka ?
4. Bagaimanakah pengaruh defisit neraca perdagangan terhadap neraca
  transaksi berjalan ? dan apakah dampak dari masuknya investasi asing ke
  Indonesia terhadap nilai Rupiah dan neraca transaksi berjalan ?
5. Misalkan nilai tukar terhadap mark saat ini Rp. 2.400,-/DM sementara
  bunga mark enam bulan adalah 6 % sedangkan bunga rupiah enam bulan
  adalah 16%. Berapakah nilai tukar rupiah terhadap mark enam bulan
  mendatang ? jika ternyata ada dealer yang berani membeli mark forward
  dengan nilai tukar sebesar Rp. 2.875,-/DM maka dapatkah saudara
  memperoleh keuntungan dengan melakukan arbitrage? Misalkan modal
  saudara Rp. 240.000.000,- saat ini berapa profit yang akan saudara peroleh
  ?
6. Astra Internasional harus membayar impor dari amerika
  senilai $US 125,000,000 dalam waktu tiga bulan mendatang.
  Jelaskan bagaimana Astra Internasional dapat memanfaatkan
  currency futures untuk hedging risiko perubahan nilai tukar
  atau exchange rate risk ? jelaskan pula advantage dan
  disadvantage penggunaan currency futures ?
7. Dalam transaksi derivative khususnya forward, resiko yang
  dihadapi pembeli dan penjual hampir sama. Apa hubungannya
  bukti empirik ini dengan zero sum game concept ?
8. Jelaskan dan gambarkan penentuan kurs dalam pendekatan
  neraca pembayaran, dampak kenaikan jumlah valas yang
  diminta dan dampak kenaikan jumlah valas yang ditawarkan!
9. Jelaskan dan gambarkan hubungan kunci antara kurs spot, kurs
  forward, inflasi dan suku bunga.

10. Jelaskan dan bagaimana aplikasi dalam strategi peramalan

11. Apa yang telah dipahami dari kuliah 1 hingga ke 7 dan jelaskan

7 mki

  • 1.
  • 2.
    Peramalan valas dalampraktik Periode Sistem Devisa Metode Peramalan yang peramalan direkomendasikan Jangka Pendek Tetap 1. Asumsikan kurs tetap dipertahankan 2. Adakah indikasi tekanan terhadap kurs tetap 3. Kontrol modal, terdapat kurs pasar gelap 4. Adakah indikator kemampuan pemerintah mempertahankan kurs tetap? 5. Perubahan dalam cadangan devisa pemerintah Mengambang 1. Metode teknikal untuk menangkap trend 2. Kurs forward sebagai ramalan: (1) <30 hari diasumsikan terjadi random walk (2) 30-90 hari: kurs forward (3) 90-30 hari: kombinasi trend dengan analisis fundamental 3. Analisis fundamental tentang inflasi menjadi perhatian
  • 3.
    4. Pernyataan danpersetujuan pemerintah mengenai tujuan kurs 5. Persetujuan kerjasama dengan negara lain Jangka Tetap 1. Analisis Fundamental Panjang 2. Manajemen neraca pembayaran 3. Kemampuan mengontrol inflasi domestik 4. Kemampuan menggerakkan cadangan devisa untuk intervensi 5. Kemampuan untuk melakukan surplus perdagangan Mengambang 1. Memfokuskan pada gejala inflasioner fundamental dan PPP 2. Indikator kesehatan ekonomi secara umum seperti pertumbuhan ekonomi dan stabilitas 3. Analisis teknikal untuk trend jangka panjang; penelitian terbaru menunjukkan kemungkinan teknikal jangka panjang
  • 4.
    HUBUNGAN INFLASI, SUKUBUNGA DAN VALUTA ASING PPP : perubahan kurs spot dan persentase (perbedaan laju inflasi ) Teori :kurs spot suatu valas akan berubah sebagai reaksi terhadap perbedaan inflasi antara 2 negara. Akibatnya, daya beli konsumen ketika membeli barang ketika membeli dinegaranya sendiri akan sama dengan daya beli ketika mengimpor dari negara lain.
  • 5.
    • IRP :premi atau diskon foward ( perbedaan suku bunga ) • Teori : kurs foward suatu mata uang yang mengandung premi (atau diskon) ditentukan oleh perbedaan suku bunga antar 2 negara. Akibatnya, arbitrase suku bungan yang diproteksi (covered interest arbitrage) akan jauh lebih menguntungkan dibandingkan suku bunga domestik.
  • 6.
    • IFE :presentase perubahan kurs spot (perbedaan suku bunga) • Teori : kurs spot suatu mata uang akan berubah sesuai dengan perbedaan suku bunga antara 2 negara. Akibatnya, rata2 keuntungan dari sekuritas pasar keuangan internasional yang akan diproteksi akan tidak lebih dari keuntungan yang diperoleh dari sekuritas pasar keuangan domestik, terutama dari sudut pandang investor di negara asal.
  • 7.
    Ruang lingkup manajemenresiko • Keputusan pembiayaan (financing decision), dalam arti bagaimana cara memperoleh dana • Keputusan investasi, yaitu bagaimana mengalokasikan dana yang dimiliki
  • 8.
    • Total resikovalas merupakan kombinasi risiko sistemik dan risiko bukan sistemik. • Risiko sistemik adalah segala pengaruh pasar, misalnya kondisi perekonomian, yang mempengaruhi semua aktiva • Risiko bukan sistemik pada dasarnya adalah risiko- risiko lain yang khas terjadi pada suatu perusahaan, misalnya pemogokan, inflasi, valas dan politik
  • 9.
    Eksposur • Seberapa jauhsuatu perusahaan dipengaruhi oleh perubahan kurs valas • Eksposur transaksi, yang berasal dari kemungkinan diperolehnya keuntungan atau kerugian usaha (net flows) akibat transaksi yang terlanjur menggunakan mata uang asing sebagai denominasi • Segala bentuk penerimaan maupun pembayaran di masa mendatang pada masing-masing valas • Potensi derajat pergerakan pada setiap nilai mata uang asing • Korelasi pergerakan mata uang dengan mata uang asing di mana perusahaan terlibat disitu
  • 10.
    • Eksposur ekonomi,seberapa jauh ‘nilai’ perusahaan (diukur dengan nilai sekarang dan harapan aliran kas) akan berubah bila kurs valas berubah ke arah yang tidak diharapkan. • Semua faktor penentu eksposur transaksi, ditambah • Dampak fluktuasi valas terhadap aliran kas yang didenominasi dalam mata uang negara induk
  • 11.
    • Eksposur akuntansi,seberapa jauh laporan keuangan konsolidasai dan neraca suatu perusahaan dipengaruhi oleh fluktuasi kurs valas • Derajat aktivitas bisnis yang dilakukan pada masing- masing cabang di luar negeri • Potensi derajat pergerakan nilai mata uang yang digunakan terhadap mata uang yang digunakan dalam pelaporan keuangan • Korelasi pergerakan kurs dari mata uang yang digunakan
  • 12.
    Eksposur tidak relevandidasari : • Menurut teori paritas daya beli (PPP), pergerakan kurs valas akan dibarengi dengan pergerakan harga (inflasi) • Para investor pada perusahaan TNC, secara individual, dapat mengantisipasi risiko valas dengan tindakan lindung nilai (hedging) • Bila pasar merupakan pasar yang efesien, maka lindung nilai tidak diperlukan
  • 13.
    Importir tidak memerlukan(hedging) • Bila ia secara implisit mengasumsikan bahwa ia mempunyai harapan yang kuat mengenai arah pergerakan kurs, yaitu bila risiko perubahan kurs menuju arah yang merugikan amat kecil • Bila ia berharap mata uang bergerak menuju arah di mana tindakan lindung nilai tidak layak untuk dilakukan • Bila persyaratan kredit perdagangan komersialnya adalah a. cash on delevery, b. on account credit, c. payment by bill yang ditarik oleh importir, dengan suku bunga tetap hingga jatuh tempo.
  • 14.
    • Sulistyantoro Pangarso,SE, M.SI • Manajemen Keuangan Internasional (D & E) • Tanggal 7 & 9 November 2012 • Take Home Exam (dikumpulkan 21 & 23 November 2012) 1. Jelaskan sejarah system moneter internasional, dan apa perbedaan system moneter konvensional dan system moneter Islam ! 2.Jelaskan apakah implikasinya bagi perusahaan dengan munculnya blok-blok ekonomi dan penggunaan mata uang tunggal dan pelajaran berharga apakah dari krisis ekonomi yang melanda di kawasan Asia mulai pertengahan tahun 1997 dan bagaimana terjadinya kronologis krisis di Eropa dan Amerika ?
  • 15.
    3. Beberapa ekonomberpendapat bahwa defisit neraca perdagangan dan neraca pembayaran dapat mengakibatkan depresiasi mata uang suatu Negara. Bagaimana pendapat saudara ? adakah hubungan antara defisit dengan depresiasi mata uang ? dan adakah alternative lain yang dapat dilakukan oleh pemerintah suatu negara untuk menghindari devaluasi mata uang mereka ? 4. Bagaimanakah pengaruh defisit neraca perdagangan terhadap neraca transaksi berjalan ? dan apakah dampak dari masuknya investasi asing ke Indonesia terhadap nilai Rupiah dan neraca transaksi berjalan ? 5. Misalkan nilai tukar terhadap mark saat ini Rp. 2.400,-/DM sementara bunga mark enam bulan adalah 6 % sedangkan bunga rupiah enam bulan adalah 16%. Berapakah nilai tukar rupiah terhadap mark enam bulan mendatang ? jika ternyata ada dealer yang berani membeli mark forward dengan nilai tukar sebesar Rp. 2.875,-/DM maka dapatkah saudara memperoleh keuntungan dengan melakukan arbitrage? Misalkan modal saudara Rp. 240.000.000,- saat ini berapa profit yang akan saudara peroleh ?
  • 16.
    6. Astra Internasionalharus membayar impor dari amerika senilai $US 125,000,000 dalam waktu tiga bulan mendatang. Jelaskan bagaimana Astra Internasional dapat memanfaatkan currency futures untuk hedging risiko perubahan nilai tukar atau exchange rate risk ? jelaskan pula advantage dan disadvantage penggunaan currency futures ? 7. Dalam transaksi derivative khususnya forward, resiko yang dihadapi pembeli dan penjual hampir sama. Apa hubungannya bukti empirik ini dengan zero sum game concept ? 8. Jelaskan dan gambarkan penentuan kurs dalam pendekatan neraca pembayaran, dampak kenaikan jumlah valas yang diminta dan dampak kenaikan jumlah valas yang ditawarkan!
  • 17.
    9. Jelaskan dangambarkan hubungan kunci antara kurs spot, kurs forward, inflasi dan suku bunga. 10. Jelaskan dan bagaimana aplikasi dalam strategi peramalan 11. Apa yang telah dipahami dari kuliah 1 hingga ke 7 dan jelaskan