Dermatofitosis adalah infeksi
jamur superfisial yang
disebabkan oleh dermatofita
20-25% populasi di dunia
Data 2009-2011 terdapat 2,93-
27,6% kejadian di Indonesia
Data RSUD Daya Makassar
periode Januari-Desember 2016
terdapat 120 kasus
Tinea capitis
Tinea barbae
Tinea cruris
Tinea pedis et manum
Tinea unguium
Tinea corporis
RSUD DAYA MAKASSAR
23,07% Tinea pedis
14,1% Tinea corporis
Nama Pasien Ny. S
No. RM 620547
Jenis Kelamin Perempuan
Usia 53 Tahun
Pekerjaan Ibu rumah tangga
KELUHAN UTAMA
Gejala: bercak yang gatal
Lokasi: kedua tangan dan telapak kaki
Onset: gatal pada kedua tangan dan telapak kaki muncul bersamaan sejak 2 bulan yang lalu dan
bertambah banyak sejak 1 bulan yang lalu
Intesitas: bercak terus bertambah
Gejala lain: gatal dirasakan sepanjang hari dan bertambah berat ketika berkeringat, rasa gatal sedikit
mengganggu aktivitas. Nyeri (-), perih (-), panas (-).
Faktor pencetus: tidak ada pencetus yang disadari
KELUHAN SISTEMIK Tidak ada keluhan sistemik
RIWAYAT ALERGI Tidak ada alergi
RIWAYAT PENGOBATAN Pasien tidak pernah mengkonsumsi obat selain dari dokter
RIWAYAT PENYAKIT
TERDAHULU
Tidak pernah menderita penyakit yang sama sebelumnya
RIWAYAT PENYAKIT LAIN Tidak pernah menderita penyakit lain sebelumnya
RIWAYAT PENYAKIT
KELUARGA
Tidak ada yang menderita penyakit yang sama dalam keluarga
RIWAYAT SOSIAL EKONOMI Kebiasaan mandi 1 kali sehari, tidak mempunyai hewan peliharaan
Regio: extremitas superior bilateral
Effloresensi: makula
hiperpigmentasi difus berukuran
miliar sampai lentikular, terdapat
papul dan skuama halus
Regio: plantar pedis bilateral
Effloresensi: maserasi dengan dasar
eritem, terdapat vesikel & skuama
halus
KEADAAN UMUM Compos mentis
TANDA-TANDA
VITAL
Tekanan darah: 169/88 mmHg
Nadi: 90x/i
Pernafasan: 18x/i
STATUS
DERMATOLOGIS
Tinea corporis
Scabies
Dermatitis kontak alergi
Tinea pedis
Dermatitis kontak Alergi
Tinea corporis et Pedis
Cetirizine 10 mg 1x1
Lotion mengandung asam salisilat 3%, asam benzoat 6%,
mikonazol 2% cr 10 gr oles pagi dan sore
Ny. S usia 53 Tahun datang ke RSUD Syekh Yusuf dengan keluhan bercak yang gatal
pada kedua tangan dan telapak kaki. Gatal dirasakan sepanjang hari dan bertambah
berat ketika berkeringat. Keluhan pada kedua tangan dan telapak kaki telah
dirasakan sejak 2 bulan yang lalu dan bertambah berat sejak 1 bulan yang lalu.
Pasien memiliki kebiasaan mandi 1 kali sehari. Hasil pemeriksaan dermatologis
didapatkan makula hiperpigmentasi difus berukuran miliar sampai lentikular,
terdapat papul dan skuama halus pada regio extremitas superior bilateral dan pada
regio plantar pedis bilateral terdapat maserasi dengan dasar eritem, vesikel dan
skuama halus. Tata laksananya diberikan cetirizine 10 mg 1x1, lotion mengandung
asam salisilat 3%, asam benzoat 6%, mikonazol 2% cr 10 gr oles pagi dan sore.
KASUS TEORI
Ny. S usia 53 Tahun datang ke RSUD Syekh Yusuf dengan keluhan bercak
yang gatal pada kedua tangan dan telapak kaki
Sering terjadi pada usia produktif
Gatal dirasakan sepanjang hari dan bertambah berat ketika berkeringat
Pruritus bertambah ketika kondisi tubuh lebih hangat dan lembab
karena kondisi tersebut mendukung pertumbuhan dermatofita
Pasien memiliki kebiasaan mandi 1 kali sehari
Inda dkk. (2020) bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara
mandi sekali sehari dengan mandi 2 kali sehari dimana 75% pasien tinea
memiliki kebiasaan mandi sekali sehari dan
15% sisanya memiliki kebiasaan mandi 2 kali sehari.
Regio: extremitas superior bilateral
Effloresensi: makula hiperpigmentasi difus berukuran miliar sampai
lentikular, terdapat papul dan skuama halus
Regio: plantar pedis bilateral
Effloresensi: maserasi dengan dasar eritem, terdapat vesikel & skuama
halus
Tinea corporis: bulat atau lonjong, berbatas tegas terdiri atas
eritema, skuama, kadang kadang dengan vesikel, papul, dan nodul
di tepi daerah tengahnya biasanya lebih tenang.
vesiko-pustul sampai bula . Setelah pecah , vesikel tersebut
meninggalkan koleret.
Tata laksana:
cetirizine 10 mg 1x1
lotion mengandung asam salisilat 3%, asam benzoat 6%, mikonazol 2% cr 10
gr oles pagi dan sore.
Sistemik
Pilihan utama : terbinafine oral 1x250 mg/hari
Alternatif :intrakonazole 2x100 mg/hari ketoconazole 200 mg/hari,
Griseofulvin 500 mg/hari,
Topikal
Pilihan utama : terbinafin atau butenafin sekali sehari
Alternatif : mikonazole, ketoconazole, klotrimazole 2x1
SCABIES DERMATITIS KONTAK ALERGI TINEA CORPORIS ET PEDIS
Terowongan lurus/ berkelok yang pada ujungnya
terdapat Papul/pustul/vesikel
pada DKA lokalisata lesi berbatas tegas
dan memiliki bentuk sesuai wujud alergen.
Akut: eritema, edema, papul & vesikel
Subakut: eritema, krusta
kronik: likenifikasi, fisura, skuama
Tinea corporis: bulat atau lonjong, berbatas tegas
terdiri atas eritema, skuama, kadang kadang dengan
vesikel, papul, dan nodul di tepi daerah tengahnya
biasanya lebih tenang.(central healing)
vesiko-pustul sampai bula . Setelah pecah , vesikel
tersebut meninggalkan koleret.
Pruritus nokturnal Intensias gatal dipengaruhi pajanan Gatal bertambah berat ketika berkeringat
Sela jari tangan, pergelangan tangan, volar,
lipatan ketiak, areola mammae, umbilikus,
bokong, genitalia eksterna
Tangan, lengan, wajah, leher, badan,
genitalia, tungkai bawah
Tinea corporis: kulit grablosa
Tinea pedis: sela jari kaki, punggung kaki dan telapak
kaki
Kulit tidak intak Imunosupresif Kebersihan tubuh
Kontak langsung dengan
hewan, manusia dan benda
yang mengandung spora
aseksual
Keratinase
Hidrolisis keratin Hidrolisis keratin Maserasi
Invasi epidermis
pelepasan sitokin
pro inflamasi
Invasi ke stratum
korneum lainnya
Pruritus Eritema
Microsporum
Trichopyton
Epidermophyton
central healing
Terjemahan :
“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah
mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu
sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka bersihkanlah (dengan mandi)”
‫ىَل‬
‫ِإ‬ ‫ْم‬‫ُك‬‫َي‬‫ِد‬‫ْي‬‫َأ‬
‫َو‬ ‫ْم‬‫ُك‬‫وَه‬‫ُج‬‫ُو‬ ‫۟ا‬‫و‬‫ُل‬ ‫ِس‬ ‫ْغ‬‫ٱ‬‫َف‬ ‫ِة‬ ‫ٰو‬‫َل‬ ‫َّص‬‫ٱل‬ ‫ىَل‬
‫ِإ‬ ‫ْم‬‫ُت‬ ‫ْم‬‫ُق‬ ‫ا‬‫َذ‬‫ِإ‬
‫۟ا‬‫ٓو‬‫ُن‬ ‫َم‬‫ا‬‫َء‬ ‫َن‬‫ي‬‫ِذ‬‫َّل‬‫ٱ‬ ‫ا‬ ‫َه‬‫ُّي‬‫َأ‬‫َٰٓي‬
 ۚ‫۟ا‬‫و‬‫ُر‬ ‫َّه‬ ‫َّط‬‫ٱ‬‫َف‬ ‫ا‬‫ًب‬‫ُن‬‫ُج‬ ‫ْم‬‫ُت‬‫ن‬‫ُك‬ ‫ن‬‫ِإ‬‫َو‬  ۚ ‫ِن‬‫َبْي‬ ‫ْع‬‫َك‬‫ْل‬‫ٱ‬ ‫ىَل‬
‫ِإ‬ ‫ْم‬‫ُك‬‫َل‬‫ْرُج‬
‫َأ‬
‫َو‬ ‫ْم‬‫ُك‬ ‫ُءوِس‬‫ُر‬‫ِب‬ ‫۟ا‬‫و‬‫ُح‬ ‫َس‬ ‫ْم‬‫ٱ‬‫َو‬ ‫ِق‬‫اِف‬‫َر‬ ‫َم‬‫ْل‬‫ٱ‬
Al- Maidah ayat 6
Dermatofitosis adalah penyakit pada jaringan yang mengandung zat tanduk,
misalnya stratum korneum pada epidermis, rambut, dan kuku, yang disebabkan
golongan jamur dermatofita . Jamur ini dapat menginvasi seluruh lapisan stratum
korneum dan menghasilkan gejala melalui aktivasi respons imun pejamu.
1. Biologi J, Islam U, Alauddin N, Biologi J, Islam U, Alauddin N. Review :
2. Dermatofitosis. 2021;(November):59–64Menaldi SL, Bramono K, Indriatmi W.
Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Edisi 7. 7th ed. Universitas Indonesia. Jakarta: Universitas Indonesia;
2021. 544 p.
3. Ayu, D. P. S. I. (2023). TINEA KORPORIS ET KRURIS ET FASIALIS
DENGAN TERAPI KOMBINASI ANTI JAMUR. Ganesha Medicina, 3(1), 46-56.
4. Sahoo, A.K., & Mahajan, R. (2019). Management of tinea corporis, tinea cruris,
and tinea pedis: A comprehensive review. Indian dermatology online journal, 7(2), 77-86.
5. Ayu, D.P.S.I. (2023). TINEA KORPORIS ET KRURIS ET FASIALIS
DENGAN TERAPI KOMBINASI ANTI JAMUR. Ganesha Medicina,
3(1), 46-56.
6. Feriyanto, D.D., & Dimawan, R.S.A. (2022). Seorang Laki-Laki Usia 58 Tahun
dengan Tinea Kruris: Laporan Kasus. Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran
Universitas Muhammadiyah Surakarta, 986-994.
7. Aryani, I.A., Argentina, F., Diba, S., Darmawan, H., & Garfendo, G. (2020).
Isolasi dan Identifikasi Spesies Dermatofita Penyebab Tinea Kruris di
Pusat Pelayanan Kesehatan Primer. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan:
Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, 7(1), 17-
21.
6DD8CFD3-9B61-41B1-A41D-0A4B7E8ACF29.pdf

6DD8CFD3-9B61-41B1-A41D-0A4B7E8ACF29.pdf

  • 2.
    Dermatofitosis adalah infeksi jamursuperfisial yang disebabkan oleh dermatofita 20-25% populasi di dunia Data 2009-2011 terdapat 2,93- 27,6% kejadian di Indonesia Data RSUD Daya Makassar periode Januari-Desember 2016 terdapat 120 kasus Tinea capitis Tinea barbae Tinea cruris Tinea pedis et manum Tinea unguium Tinea corporis RSUD DAYA MAKASSAR 23,07% Tinea pedis 14,1% Tinea corporis
  • 3.
    Nama Pasien Ny.S No. RM 620547 Jenis Kelamin Perempuan Usia 53 Tahun Pekerjaan Ibu rumah tangga
  • 4.
    KELUHAN UTAMA Gejala: bercakyang gatal Lokasi: kedua tangan dan telapak kaki Onset: gatal pada kedua tangan dan telapak kaki muncul bersamaan sejak 2 bulan yang lalu dan bertambah banyak sejak 1 bulan yang lalu Intesitas: bercak terus bertambah Gejala lain: gatal dirasakan sepanjang hari dan bertambah berat ketika berkeringat, rasa gatal sedikit mengganggu aktivitas. Nyeri (-), perih (-), panas (-). Faktor pencetus: tidak ada pencetus yang disadari KELUHAN SISTEMIK Tidak ada keluhan sistemik RIWAYAT ALERGI Tidak ada alergi RIWAYAT PENGOBATAN Pasien tidak pernah mengkonsumsi obat selain dari dokter RIWAYAT PENYAKIT TERDAHULU Tidak pernah menderita penyakit yang sama sebelumnya RIWAYAT PENYAKIT LAIN Tidak pernah menderita penyakit lain sebelumnya RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA Tidak ada yang menderita penyakit yang sama dalam keluarga RIWAYAT SOSIAL EKONOMI Kebiasaan mandi 1 kali sehari, tidak mempunyai hewan peliharaan
  • 5.
    Regio: extremitas superiorbilateral Effloresensi: makula hiperpigmentasi difus berukuran miliar sampai lentikular, terdapat papul dan skuama halus Regio: plantar pedis bilateral Effloresensi: maserasi dengan dasar eritem, terdapat vesikel & skuama halus KEADAAN UMUM Compos mentis TANDA-TANDA VITAL Tekanan darah: 169/88 mmHg Nadi: 90x/i Pernafasan: 18x/i STATUS DERMATOLOGIS
  • 6.
    Tinea corporis Scabies Dermatitis kontakalergi Tinea pedis Dermatitis kontak Alergi
  • 7.
  • 8.
    Cetirizine 10 mg1x1 Lotion mengandung asam salisilat 3%, asam benzoat 6%, mikonazol 2% cr 10 gr oles pagi dan sore
  • 9.
    Ny. S usia53 Tahun datang ke RSUD Syekh Yusuf dengan keluhan bercak yang gatal pada kedua tangan dan telapak kaki. Gatal dirasakan sepanjang hari dan bertambah berat ketika berkeringat. Keluhan pada kedua tangan dan telapak kaki telah dirasakan sejak 2 bulan yang lalu dan bertambah berat sejak 1 bulan yang lalu. Pasien memiliki kebiasaan mandi 1 kali sehari. Hasil pemeriksaan dermatologis didapatkan makula hiperpigmentasi difus berukuran miliar sampai lentikular, terdapat papul dan skuama halus pada regio extremitas superior bilateral dan pada regio plantar pedis bilateral terdapat maserasi dengan dasar eritem, vesikel dan skuama halus. Tata laksananya diberikan cetirizine 10 mg 1x1, lotion mengandung asam salisilat 3%, asam benzoat 6%, mikonazol 2% cr 10 gr oles pagi dan sore.
  • 10.
    KASUS TEORI Ny. Susia 53 Tahun datang ke RSUD Syekh Yusuf dengan keluhan bercak yang gatal pada kedua tangan dan telapak kaki Sering terjadi pada usia produktif Gatal dirasakan sepanjang hari dan bertambah berat ketika berkeringat Pruritus bertambah ketika kondisi tubuh lebih hangat dan lembab karena kondisi tersebut mendukung pertumbuhan dermatofita Pasien memiliki kebiasaan mandi 1 kali sehari Inda dkk. (2020) bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara mandi sekali sehari dengan mandi 2 kali sehari dimana 75% pasien tinea memiliki kebiasaan mandi sekali sehari dan 15% sisanya memiliki kebiasaan mandi 2 kali sehari. Regio: extremitas superior bilateral Effloresensi: makula hiperpigmentasi difus berukuran miliar sampai lentikular, terdapat papul dan skuama halus Regio: plantar pedis bilateral Effloresensi: maserasi dengan dasar eritem, terdapat vesikel & skuama halus Tinea corporis: bulat atau lonjong, berbatas tegas terdiri atas eritema, skuama, kadang kadang dengan vesikel, papul, dan nodul di tepi daerah tengahnya biasanya lebih tenang. vesiko-pustul sampai bula . Setelah pecah , vesikel tersebut meninggalkan koleret. Tata laksana: cetirizine 10 mg 1x1 lotion mengandung asam salisilat 3%, asam benzoat 6%, mikonazol 2% cr 10 gr oles pagi dan sore. Sistemik Pilihan utama : terbinafine oral 1x250 mg/hari Alternatif :intrakonazole 2x100 mg/hari ketoconazole 200 mg/hari, Griseofulvin 500 mg/hari, Topikal Pilihan utama : terbinafin atau butenafin sekali sehari Alternatif : mikonazole, ketoconazole, klotrimazole 2x1
  • 11.
    SCABIES DERMATITIS KONTAKALERGI TINEA CORPORIS ET PEDIS Terowongan lurus/ berkelok yang pada ujungnya terdapat Papul/pustul/vesikel pada DKA lokalisata lesi berbatas tegas dan memiliki bentuk sesuai wujud alergen. Akut: eritema, edema, papul & vesikel Subakut: eritema, krusta kronik: likenifikasi, fisura, skuama Tinea corporis: bulat atau lonjong, berbatas tegas terdiri atas eritema, skuama, kadang kadang dengan vesikel, papul, dan nodul di tepi daerah tengahnya biasanya lebih tenang.(central healing) vesiko-pustul sampai bula . Setelah pecah , vesikel tersebut meninggalkan koleret. Pruritus nokturnal Intensias gatal dipengaruhi pajanan Gatal bertambah berat ketika berkeringat Sela jari tangan, pergelangan tangan, volar, lipatan ketiak, areola mammae, umbilikus, bokong, genitalia eksterna Tangan, lengan, wajah, leher, badan, genitalia, tungkai bawah Tinea corporis: kulit grablosa Tinea pedis: sela jari kaki, punggung kaki dan telapak kaki
  • 12.
    Kulit tidak intakImunosupresif Kebersihan tubuh Kontak langsung dengan hewan, manusia dan benda yang mengandung spora aseksual Keratinase Hidrolisis keratin Hidrolisis keratin Maserasi Invasi epidermis pelepasan sitokin pro inflamasi Invasi ke stratum korneum lainnya Pruritus Eritema Microsporum Trichopyton Epidermophyton central healing
  • 13.
    Terjemahan : “Hai orang-orangyang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka bersihkanlah (dengan mandi)” ‫ىَل‬ ‫ِإ‬ ‫ْم‬‫ُك‬‫َي‬‫ِد‬‫ْي‬‫َأ‬ ‫َو‬ ‫ْم‬‫ُك‬‫وَه‬‫ُج‬‫ُو‬ ‫۟ا‬‫و‬‫ُل‬ ‫ِس‬ ‫ْغ‬‫ٱ‬‫َف‬ ‫ِة‬ ‫ٰو‬‫َل‬ ‫َّص‬‫ٱل‬ ‫ىَل‬ ‫ِإ‬ ‫ْم‬‫ُت‬ ‫ْم‬‫ُق‬ ‫ا‬‫َذ‬‫ِإ‬ ‫۟ا‬‫ٓو‬‫ُن‬ ‫َم‬‫ا‬‫َء‬ ‫َن‬‫ي‬‫ِذ‬‫َّل‬‫ٱ‬ ‫ا‬ ‫َه‬‫ُّي‬‫َأ‬‫َٰٓي‬ ۚ‫۟ا‬‫و‬‫ُر‬ ‫َّه‬ ‫َّط‬‫ٱ‬‫َف‬ ‫ا‬‫ًب‬‫ُن‬‫ُج‬ ‫ْم‬‫ُت‬‫ن‬‫ُك‬ ‫ن‬‫ِإ‬‫َو‬ ۚ ‫ِن‬‫َبْي‬ ‫ْع‬‫َك‬‫ْل‬‫ٱ‬ ‫ىَل‬ ‫ِإ‬ ‫ْم‬‫ُك‬‫َل‬‫ْرُج‬ ‫َأ‬ ‫َو‬ ‫ْم‬‫ُك‬ ‫ُءوِس‬‫ُر‬‫ِب‬ ‫۟ا‬‫و‬‫ُح‬ ‫َس‬ ‫ْم‬‫ٱ‬‫َو‬ ‫ِق‬‫اِف‬‫َر‬ ‫َم‬‫ْل‬‫ٱ‬ Al- Maidah ayat 6
  • 14.
    Dermatofitosis adalah penyakitpada jaringan yang mengandung zat tanduk, misalnya stratum korneum pada epidermis, rambut, dan kuku, yang disebabkan golongan jamur dermatofita . Jamur ini dapat menginvasi seluruh lapisan stratum korneum dan menghasilkan gejala melalui aktivasi respons imun pejamu.
  • 15.
    1. Biologi J,Islam U, Alauddin N, Biologi J, Islam U, Alauddin N. Review : 2. Dermatofitosis. 2021;(November):59–64Menaldi SL, Bramono K, Indriatmi W. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Edisi 7. 7th ed. Universitas Indonesia. Jakarta: Universitas Indonesia; 2021. 544 p. 3. Ayu, D. P. S. I. (2023). TINEA KORPORIS ET KRURIS ET FASIALIS DENGAN TERAPI KOMBINASI ANTI JAMUR. Ganesha Medicina, 3(1), 46-56. 4. Sahoo, A.K., & Mahajan, R. (2019). Management of tinea corporis, tinea cruris, and tinea pedis: A comprehensive review. Indian dermatology online journal, 7(2), 77-86. 5. Ayu, D.P.S.I. (2023). TINEA KORPORIS ET KRURIS ET FASIALIS DENGAN TERAPI KOMBINASI ANTI JAMUR. Ganesha Medicina, 3(1), 46-56. 6. Feriyanto, D.D., & Dimawan, R.S.A. (2022). Seorang Laki-Laki Usia 58 Tahun dengan Tinea Kruris: Laporan Kasus. Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta, 986-994. 7. Aryani, I.A., Argentina, F., Diba, S., Darmawan, H., & Garfendo, G. (2020). Isolasi dan Identifikasi Spesies Dermatofita Penyebab Tinea Kruris di Pusat Pelayanan Kesehatan Primer. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan: Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, 7(1), 17- 21.