Pertemuan 4
Dasar-Dasar Linguistik
Dr. Wagiran, M.Hum.
Qurrota Ayu Neina, M.Pd.
Ruang Lingkup Materi
• Ciri-ciri bahasa
 Bahasa merupakan sebuah sistem, berwujud
lambang, berupa bunyi, arbitrer, bermakna,
konvensional, unik, universal, produktif, bervariasi,
dinamis, dan manusiawi.
• Ragam bahasa
 Ragam ilmiah, jurnalistik, sastra, dan undang-undang
Bahasa merupakan sebuah sistem
• Yang dimaksud dengan sistem adalah susunan teratur berpola
yang membentuk suatu keseluruhan yang bermakna atau
berfungsi. Sistem terbentuk oleh sejumlah unsur atau komponen
yang saling berhubungan secara fungsional.
• Bahasa merupakan sistem yang dapat dipelajari. Sebagai
sebuah sistem, bahasa itu bersifat sistematis dan sistemis.
Bahasa merupakan sebuah sistem
• Sistematis artinya bahasa tersusun menurut suatu pola yang teratur; tidak tersusun
acak secara sembarangan.
 Contoh: Buku membeli adik.
 merupakan contoh kalimat yang tidak berterima dalam bahasa Indonesia.
Mengapa? Karena kalimat tersebut tidak tersusun menurut pola bahasa
Indonesia.
• Sistemis artinya bahasa itu terdiri dari subsistem-subsistem lain atau sistem bawahan
seperti fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik.
 Contoh morfem buka terdiri atas fonem /b/, /u/, /k/, dan /a/.
Bahasa sebagai lambang
• Kata atau gabungan kata dalam bahasa terdiri atas lambang-lambang
bunyi. Kata-kata tersebut mengacu pada suatu konsep yang disebut
makna. Melalui lambang-lambang tersebutlah manusia berkomunikasi.
• Contoh: Jika Anda ingin menyatakan bahwa kemarin tidak dapat hadir
karena mobil anda mogok. Anda tidak perlu membawa mobil tersebut
untuk menghadirkan konsep mogok di benak para pendengar.
Melalui kalimat "Maaf, kemarin mobil saya mogok", para pendengar
yang Anda ajak bicara sudah paham maksud Anda. Jadi lambang /m/, /o/,
/g/, /o/, /k/ telah mewakili konsep yang Anda inginkan.
Bahasa adalah bunyi
• Yang dimaksud bunyi pada bahasa adalah bunyi-bunyi
yang dihasilkan oleh alat ucap manusia.
• Jadi bunyi bahasa adalah satuan bunyi yang dihasilkan
oleh alat ucap manusia yang di dalam fonetik diamati
sebagai "fon", di dalam fonemik sebagai fonem.
Bahasa bersifat arbitrer
• Arbitrer berasal dari arbitrary yang berarti selected at random
and without reason (dipilih secara acak tanpa alasan).
• Manasuka ini berarti seenaknya, asal bunyi, tidak ada hubungan
logis antara kata-kata sebagai simbol dengan yang
disimbolkannya.
• Contoh, kita menamakan perabot rumah tangga yang digunakan
untuk duduk dengan sebutan kursi atau bangku, Lalu, sepatu
dalam bahasa Indonesia akan dipadankan dengan shoes dalam
bahasa Inggris..
Bahasa itu bermakna
• Sudah dijelaskan bahwa bahasa itu adalah sistem lambang yang
berwujud bunyi. Sebuah lambang tentu melambangkan sesuatu, yaitu
suatu pengertian, suatu konsep, suatu ide, atau pikiran. Dapat
dikatakan bahwa bahasa itu mempunyai makna.
• Misalnya lambang bahasa yang berwujud bunyi [kuda]. Lambang ini
mengacu pada konsep sejenis binatang berkaki empat yang biasa
ditunggangi. Kemudian, konsep tadi dihubungkan dengan benda yang
ada dalam dunia nyata. Jadi, lambang bunyi [kuda] mengacu pada
konsep “binatang berkaki empat yang biasa ditunggangi”.
Bahasa itu konvensional
• Sudah dijelaskan di atas bahwa bahasa bersifat arbitrer, lalu
lamakelamaan menjadi kebiasaan (conventional).
• Artinya, semua anggota masyarakat bahasa itu, mematuhi konvensi
bahwa lambang tertentu digunakan untuk mewakili konsep yang
diwakilinya. Kalau tidak dipatuhi maka akan terjadi hambatan
komunikasi.
Bahasa itu unik
• Unik artinya mempunyai ciri khas spesifik yang tidak dimiliki
oleh bahasa lain. Setiap bahasa memiliki keunikan sendiri-
sendiri.
• Misalnya susunan kata dalam kalimat bahasa Indonesia
sangat menentukan makna, sedangkan dalam bahasa Latin
tidak. Struktur frase bahasa Indonesia adalah MD
(menerangkan diterangkan) sedangkan bahasa Inggris DM.
(diterangkan menerangkan).
Bahasa itu universal
• Di samping keunikan yang telah dikemukakan di atas,
bahasa juga, bersifat universal. Artinya, ada ciri-ciri yang
sama dimiliki oleh setiap bahasa di dunia.
• Contohnya: setiap bahasa memiliki kata-kata berkategori
nomina, verba, ajektiva, adverbia. Setiap bahasa memiliki
unsur konsonan dan vokal. Setiap bahasa memiliki
satuan-satuan bahasa yang bermakna
Bahasa itu produktif
• Produktif berarti "banyak hasilnya". Meskipun unsur-unsur
suatu bahasa terbatas tetapi melalui unsur-unsur tersebut
dapat dihasilkan satuan-satuan bahasa yang tidak
terbatas jumlahnya.
• Contoh dari 6 fonem dan 22 konsonan bahasa Indonesia
dapat terlahir kata, frase, dan kalimat yang tak terbatas
jumlahnya.
Bahasa itu bervariasi
• Bahasa digunakan oleh suatu masyarakat tertentu yang disebut
masyarakat bahasa. Masyarakat bahasa Indonesia adalah
sekelompok orang yang merasa memiliki dan menggunakan
bahasa Indonesia.
• Anggota masyarakat tersebut tentu saja memiliki latar belakang
sosial yang beragam, baik dari segi tempat tinggal, pekerjaan,
maupun pendidikan. Keberagaman inilah yang menimbulkan
variasi bahasa.
Bahasa itu dinamis
• Sesuai dengan kehidupan manusia yang selalu berubah atau dinamis maka
bahasa sebagai satu unsur yang terkait erat dengan manusia otomatis juga
bersifat dinamis. Perkembangan budaya suatu masyarakat bahasa akan
berakibat pula pada perkembangan bahasanya. Perubahan tersebut dapat
berupa pertambahan unsur maupun perubahan bentuk/makna.
• Contoh perubahan makna pada kata canggih yang awalnya bermakna
cerewet menjadi bermakna banyak tuntutan (sangat rumit). Sedangkan
sarjana yang dahulu bermakna orang yang cendekia, sekarang merujuk pada
lulusan perguruan tinggi.
Bahasa itu manusiawi
• Dari penelitian para pakar terhadap alat komunikasi binatang dapat
disimpulkan bahwa komunikasi mereka terbatas hanya pada komunikasi
yang bertujuan untuk mempertahankan hidup dan memenuhi kebutuhan
biologisnya (kebutuhan survival).
• Binatang tidak dapat menyampaikan konsep baru atau ide baru dengan
alat komunikasinya. Mengapa? Binatang tidak dianugerahi akal budi
oleh Tuhan seperti manusia.
• Inilah yang membedakan manusia dengan hewan. Melalui akal budinya,
manusia dapat berkembang sedemikian rupa dan menghasilkan
kedinamisan dalam berbahasa. Oleh karena itulah dikatakan bahwa
bahasa bersifat manusiawi karena hanya dihasilkan oleh manusia.
Ragam bahasa
Bahasa Indonesia digunakan untuk berbagai keperluan sehingga
melahirkan ragam bahasa.
1. Ragam ilmiah
2. Ragam jurnalistik
3. Ragam sastra
4. Ragam undang-undang
Ragam ilmiah
 Ragam bahasa ilmiah digunakan dalam penulisan karya ilmiah.
 Ciri-ciri ragam ilmiah: 1. Bersifat formal objektif. 2. Menggunakan titik
pandang gramatikal yang konsisten.resmi. 3. Gagasan diungkapkan
secara jelas dan tepat. 4. Menghindari ungkapan esktrim dan
emosional. 5. Menggunakan istilah teknis secara tepat dan spesifik.
Ragam jurnalistik
 Ragam bahasa jurnalistik digunakan media massa seperti koran,
majalah, maupun media online.
 Ciri ragam bahasa jurnalistik:
1. Komunikatif.
2. Sederhana.
3. Dinamis.
4. Demokratis.
Ragam sastra
 Ragam sastra bersifat kreatif. Dalam penciptaan karya sastra dikenal
hukum licencia poetica, penulis diberikan kebebasan untuk mencari
bentuk-bentuk baru demi tercapainya keindahan.
 Ciri ragam bahasa sastra: 1. Bersifat kreatif. 2. Menggunakan banyak
gaya bahasa. 3. Makna denotatif dan konotatif. 4. Kata-kata tidak baku.
Ragam undang-undang
 Ragam undang-undang digunakan pada undangundang dan produk
hukum lain.
 Ciri ragam bahasa undang-undang: 1. Menjaga akurasi makna. 2.
Menggunakan konsederan. 3. Menggunakan istilah khusus dalam
bidang hukum.
Tugas 4
• Apakah yang dimaksud fonologi?
• Jelaskan objek studi fonetik dan fonemik!
• Salin ke dalam tulisan fonemik!
a. Komputer
b. Menyanyi
c. Ponsel
d. Adik
e. Bersekolah

4. ciri dan ragam bahasa.pptx

  • 1.
    Pertemuan 4 Dasar-Dasar Linguistik Dr.Wagiran, M.Hum. Qurrota Ayu Neina, M.Pd.
  • 2.
    Ruang Lingkup Materi •Ciri-ciri bahasa  Bahasa merupakan sebuah sistem, berwujud lambang, berupa bunyi, arbitrer, bermakna, konvensional, unik, universal, produktif, bervariasi, dinamis, dan manusiawi. • Ragam bahasa  Ragam ilmiah, jurnalistik, sastra, dan undang-undang
  • 3.
    Bahasa merupakan sebuahsistem • Yang dimaksud dengan sistem adalah susunan teratur berpola yang membentuk suatu keseluruhan yang bermakna atau berfungsi. Sistem terbentuk oleh sejumlah unsur atau komponen yang saling berhubungan secara fungsional. • Bahasa merupakan sistem yang dapat dipelajari. Sebagai sebuah sistem, bahasa itu bersifat sistematis dan sistemis.
  • 4.
    Bahasa merupakan sebuahsistem • Sistematis artinya bahasa tersusun menurut suatu pola yang teratur; tidak tersusun acak secara sembarangan.  Contoh: Buku membeli adik.  merupakan contoh kalimat yang tidak berterima dalam bahasa Indonesia. Mengapa? Karena kalimat tersebut tidak tersusun menurut pola bahasa Indonesia. • Sistemis artinya bahasa itu terdiri dari subsistem-subsistem lain atau sistem bawahan seperti fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik.  Contoh morfem buka terdiri atas fonem /b/, /u/, /k/, dan /a/.
  • 5.
    Bahasa sebagai lambang •Kata atau gabungan kata dalam bahasa terdiri atas lambang-lambang bunyi. Kata-kata tersebut mengacu pada suatu konsep yang disebut makna. Melalui lambang-lambang tersebutlah manusia berkomunikasi. • Contoh: Jika Anda ingin menyatakan bahwa kemarin tidak dapat hadir karena mobil anda mogok. Anda tidak perlu membawa mobil tersebut untuk menghadirkan konsep mogok di benak para pendengar. Melalui kalimat "Maaf, kemarin mobil saya mogok", para pendengar yang Anda ajak bicara sudah paham maksud Anda. Jadi lambang /m/, /o/, /g/, /o/, /k/ telah mewakili konsep yang Anda inginkan.
  • 6.
    Bahasa adalah bunyi •Yang dimaksud bunyi pada bahasa adalah bunyi-bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. • Jadi bunyi bahasa adalah satuan bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia yang di dalam fonetik diamati sebagai "fon", di dalam fonemik sebagai fonem.
  • 7.
    Bahasa bersifat arbitrer •Arbitrer berasal dari arbitrary yang berarti selected at random and without reason (dipilih secara acak tanpa alasan). • Manasuka ini berarti seenaknya, asal bunyi, tidak ada hubungan logis antara kata-kata sebagai simbol dengan yang disimbolkannya. • Contoh, kita menamakan perabot rumah tangga yang digunakan untuk duduk dengan sebutan kursi atau bangku, Lalu, sepatu dalam bahasa Indonesia akan dipadankan dengan shoes dalam bahasa Inggris..
  • 8.
    Bahasa itu bermakna •Sudah dijelaskan bahwa bahasa itu adalah sistem lambang yang berwujud bunyi. Sebuah lambang tentu melambangkan sesuatu, yaitu suatu pengertian, suatu konsep, suatu ide, atau pikiran. Dapat dikatakan bahwa bahasa itu mempunyai makna. • Misalnya lambang bahasa yang berwujud bunyi [kuda]. Lambang ini mengacu pada konsep sejenis binatang berkaki empat yang biasa ditunggangi. Kemudian, konsep tadi dihubungkan dengan benda yang ada dalam dunia nyata. Jadi, lambang bunyi [kuda] mengacu pada konsep “binatang berkaki empat yang biasa ditunggangi”.
  • 9.
    Bahasa itu konvensional •Sudah dijelaskan di atas bahwa bahasa bersifat arbitrer, lalu lamakelamaan menjadi kebiasaan (conventional). • Artinya, semua anggota masyarakat bahasa itu, mematuhi konvensi bahwa lambang tertentu digunakan untuk mewakili konsep yang diwakilinya. Kalau tidak dipatuhi maka akan terjadi hambatan komunikasi.
  • 10.
    Bahasa itu unik •Unik artinya mempunyai ciri khas spesifik yang tidak dimiliki oleh bahasa lain. Setiap bahasa memiliki keunikan sendiri- sendiri. • Misalnya susunan kata dalam kalimat bahasa Indonesia sangat menentukan makna, sedangkan dalam bahasa Latin tidak. Struktur frase bahasa Indonesia adalah MD (menerangkan diterangkan) sedangkan bahasa Inggris DM. (diterangkan menerangkan).
  • 11.
    Bahasa itu universal •Di samping keunikan yang telah dikemukakan di atas, bahasa juga, bersifat universal. Artinya, ada ciri-ciri yang sama dimiliki oleh setiap bahasa di dunia. • Contohnya: setiap bahasa memiliki kata-kata berkategori nomina, verba, ajektiva, adverbia. Setiap bahasa memiliki unsur konsonan dan vokal. Setiap bahasa memiliki satuan-satuan bahasa yang bermakna
  • 12.
    Bahasa itu produktif •Produktif berarti "banyak hasilnya". Meskipun unsur-unsur suatu bahasa terbatas tetapi melalui unsur-unsur tersebut dapat dihasilkan satuan-satuan bahasa yang tidak terbatas jumlahnya. • Contoh dari 6 fonem dan 22 konsonan bahasa Indonesia dapat terlahir kata, frase, dan kalimat yang tak terbatas jumlahnya.
  • 13.
    Bahasa itu bervariasi •Bahasa digunakan oleh suatu masyarakat tertentu yang disebut masyarakat bahasa. Masyarakat bahasa Indonesia adalah sekelompok orang yang merasa memiliki dan menggunakan bahasa Indonesia. • Anggota masyarakat tersebut tentu saja memiliki latar belakang sosial yang beragam, baik dari segi tempat tinggal, pekerjaan, maupun pendidikan. Keberagaman inilah yang menimbulkan variasi bahasa.
  • 14.
    Bahasa itu dinamis •Sesuai dengan kehidupan manusia yang selalu berubah atau dinamis maka bahasa sebagai satu unsur yang terkait erat dengan manusia otomatis juga bersifat dinamis. Perkembangan budaya suatu masyarakat bahasa akan berakibat pula pada perkembangan bahasanya. Perubahan tersebut dapat berupa pertambahan unsur maupun perubahan bentuk/makna. • Contoh perubahan makna pada kata canggih yang awalnya bermakna cerewet menjadi bermakna banyak tuntutan (sangat rumit). Sedangkan sarjana yang dahulu bermakna orang yang cendekia, sekarang merujuk pada lulusan perguruan tinggi.
  • 15.
    Bahasa itu manusiawi •Dari penelitian para pakar terhadap alat komunikasi binatang dapat disimpulkan bahwa komunikasi mereka terbatas hanya pada komunikasi yang bertujuan untuk mempertahankan hidup dan memenuhi kebutuhan biologisnya (kebutuhan survival). • Binatang tidak dapat menyampaikan konsep baru atau ide baru dengan alat komunikasinya. Mengapa? Binatang tidak dianugerahi akal budi oleh Tuhan seperti manusia. • Inilah yang membedakan manusia dengan hewan. Melalui akal budinya, manusia dapat berkembang sedemikian rupa dan menghasilkan kedinamisan dalam berbahasa. Oleh karena itulah dikatakan bahwa bahasa bersifat manusiawi karena hanya dihasilkan oleh manusia.
  • 16.
    Ragam bahasa Bahasa Indonesiadigunakan untuk berbagai keperluan sehingga melahirkan ragam bahasa. 1. Ragam ilmiah 2. Ragam jurnalistik 3. Ragam sastra 4. Ragam undang-undang
  • 17.
    Ragam ilmiah  Ragambahasa ilmiah digunakan dalam penulisan karya ilmiah.  Ciri-ciri ragam ilmiah: 1. Bersifat formal objektif. 2. Menggunakan titik pandang gramatikal yang konsisten.resmi. 3. Gagasan diungkapkan secara jelas dan tepat. 4. Menghindari ungkapan esktrim dan emosional. 5. Menggunakan istilah teknis secara tepat dan spesifik.
  • 18.
    Ragam jurnalistik  Ragambahasa jurnalistik digunakan media massa seperti koran, majalah, maupun media online.  Ciri ragam bahasa jurnalistik: 1. Komunikatif. 2. Sederhana. 3. Dinamis. 4. Demokratis.
  • 19.
    Ragam sastra  Ragamsastra bersifat kreatif. Dalam penciptaan karya sastra dikenal hukum licencia poetica, penulis diberikan kebebasan untuk mencari bentuk-bentuk baru demi tercapainya keindahan.  Ciri ragam bahasa sastra: 1. Bersifat kreatif. 2. Menggunakan banyak gaya bahasa. 3. Makna denotatif dan konotatif. 4. Kata-kata tidak baku.
  • 20.
    Ragam undang-undang  Ragamundang-undang digunakan pada undangundang dan produk hukum lain.  Ciri ragam bahasa undang-undang: 1. Menjaga akurasi makna. 2. Menggunakan konsederan. 3. Menggunakan istilah khusus dalam bidang hukum.
  • 21.
    Tugas 4 • Apakahyang dimaksud fonologi? • Jelaskan objek studi fonetik dan fonemik! • Salin ke dalam tulisan fonemik! a. Komputer b. Menyanyi c. Ponsel d. Adik e. Bersekolah