PERUBAHAN FISIOLOGIS
PADA MASA NIFAS
Ade Ayu Prawita, SST., M.Kes
Periode pascapartum ialah masa enam minggu
sejak bayi lahir sampai organ-organ
reproduksi kembali ke keadaan normal
sebelum hamil. Perubahan fisiologis pada
masa ini sangat jelas yang merupakan
kebalikan dari proses kehamilan.
Pada masa nifas tejadi perubahan-perubahan
fisiologis terutama pada alat-alat genitalia
eksterna maupun interna, dan akan
berangsur-angsur pulih kembali seperti
keadaan sebelum hamil.
Perubahan yang terjadi pada masa nifas ini adalah:
• Perubahan Sistem Reproduksi,
• Perubahan Sistem Pencernaan,
• Perubahan Sistem Perkemihan,
• Perubahan Sistem Muskuloskeletal,
• Perubahan Sistem Endokrin,
• Perubahan Tanda-tanda Vital,
• Perubahan Sistem Kardiovaskuler,
• Perubahan Sistem Hematologi,
• Perubahan Berat badan,
• Perubahan kulit.
PERUBAHAN SISTEM REPRODUKSI
UTERUS
Akhir 6 minggu pertama persalinan :
• Berat uterus berubah dari 1000 gram menjadi
60 gram
• Ukuran uterus berubah dari 15 x 12 x 8 cm
menjadi 8 x 6 x 4cm.
• Uterus secara berangsur-angsur akan menjadi
kecil (involusi) sehingga akhirnya kembali pada
keadaan seperti sebelum hamil.
Tinggi fundus uteri dan berat uterus menurut
masa involusi terlihat pada table berikut :
No. Waktu
Involusi
Tinggi Fundus Uteri Berat Uterus Diameter
Uterus
Palpasi
Serviks
1. Bayi Lahir Setinggi Pusat 1000 gram 12,5 cm Lunak
2. Uri/ Plasenta
lahir
Dua jari bawah
pusat
750 gram 12,5 cm Lunak
3. 1 Minggu Pertengahan pusat-
simfisis
500 gram 7,5 cm 2 cm
4. 2 Minggu Tidak teraba di atas
simfisis
300 gram 5 cm 1 cm
5. 6 Minggu Bertambah kecil 60 gram 2,5 cm Menyempit
Gambar Proses Involusi Uterus
• Fundus Uteri kira-kira sepusat dalam hari
pertama bersalin. Penyusutan antara 1-1,5 cm
atau sekitar 1 jari per hari. Dalam 10-12 hari
uterus tidak teraba lagi di abdomen karena
sudah masuk di bawah simfisis. Pada buku
Keperawatan maternitas pada hari ke-9 uterus
sudah tidak teraba.
• Involusi ligament uterus berangsur-angsur, pada
awalnya cenderung miring ke belakang. Kembali
normal antefleksi dan posisi anteverted pada
akhir minggu keenam.
Lochea adalah ekskresi cairan rahim selama
masa nifas mempunyai reaksi basa/ alkalis
yang dapat membuat organisme
berkembang lebih cepat. Lochea mempunyai
bau amis (anyir), meskipun tidak terlalu
menyengat dan volumenya berbeda pada
setiap wanita. Lochea juga mengalami
perubahan karena proses involusi.
Perubahan lochea tersebut adalah :
a) Lochea rubra (Cruenta)
Muncul pada hari pertama sampai hari kedua
post partum, warnanya merah mengandung
darah dari luka pada plasenta dan serabut dari
decidua dan chorion.
b) Lochea Sanguilenta
Berwarna merah kuning, berisi darah lendir,
hari ke 3-7 paska persalinan.
c) Lochea Serosa
Muncul pada hari ke 7-14, berwarna kecoklatan
mengandung lebih banyak serum, lebih sedikit
darah juga leukosit dan laserasi plasenta.
d) Lochea Alba
Sejak 2 -6 minggu setelah persalinan, warnanya
putih kekuningan menngandung leukosit,
selaput lendir serviks dan serabut jaringan yang
mati.
• Pada awal masa nifas, vagina dan muara
vagina membentuk suatu lorong luas
berdinding licin yang berangsur-angsur
mengecil ukurannya tapi jarang kembali ke
bentuk nulipara.
• Mukosa vagina tetap atrofi pada wanita
yang menyusui sekurang-kurangnya sampai
menstruasi dimulai kembali. Penebalan
mukosa vagina terjadi seiring pemulihan
fungsi ovarium.
Kekurangan estrogen menyebabkan
penurunan jumlah pelumas vagina dan
penipisan mukosa vagina. Kekeringan lokal
dan rasa tidak nyaman saat koitus
(dispareunia) menetap sampai fungsi
ovarium kembali normal dan menstruasi
dimulai lagi.
Mukosa vagina memakan waktu 2-3 minggu
untuk sembuh tetapi pemulihan luka sub-
mukosa lebih lama yaitu 4-6 minggu.
Beberapa laserasi superficial yang dapat
terjadi akan sembuh relatif lebih cepat.
Laserasi perineum sembuh pada hari ke-7
dan otot perineum akan pulih pada hari ke5-
6.
Pada anus umumnya terlihat hemoroid
(varises anus), dengan ditambah gejala
seperti rasa gatal, tidak nyaman, dan
perdarahan berwarna merah terang pada
waktu defekasi. Ukuran hemoroid biasanya
mengecil beberapa minggu postpartum.
Perubahan Sistem Pencernaan
Setelah mengalami proses persalinan, ibu akan
mengalami rasa lapar dan haus akibat banyak
tenaga yang terkuras dan juga stress yang tinggi
karena melahirkan bayinya. Tetapi tidak jarang
juga ditemui ibu yang tidak memiliki nafsu makan
karena kelelahan melahirkan bayinya. Jika
ditemukan keadaan seperti itu, perlu menjadi
perhatian bidan agar dapat memotivasi ibu untuk
makan dan minum pada beberapa jam pertama
postpartum, juga kajian lebih lanjut terhadap
keadaan psikologis ibu.
Proses menyusui, serta pengaruh progesterone
yang mengalami penurunan pada masa nifas
juga dapat menyebabkan ibu konstipasi.
Keinginan ini akan tertunda hingga 2-3 hari
postpartum. Tonus otot polos secara bertahap
meningkat pada seluruh tubuh, dan gejala
heartburn / panas di perut / mulas yang dialami
wanita bisa hilang. Sembelit dapat tetap
menjadi masalah umum pada ibu nifas selama
periode postnatal.
Kondisi perineum yang mengalami jahitan juga
kadang menyebabkan ibu takut untuk BAB. Oleh
karena itu bidan perlu memberikan edukasi agar
keadaan ini tidak menyebabkan gangguan BAB
pada ibu nifas dengan banyak minum air dan
diet tinggi serat serta informasi bahwa jahitan
episiotomy tidak akan terlepas jika ibu BAB.
Perubahan Sistem Perkemihan
Perubahan pada system perkemihan termasuk
terjadinya diuresis setelah persalinan terjadi
pada hari 2-3 postpartum, tetapi seharusnya
tidak terjadi dysuria. Hal ini dapat disebabkan
karena terjadinya penurunan volume darah
yang tiba-tiba selama periode posrpoartum.
Diuresis juga dapat tejadi karena estrogen yang
meingkat pada masa kehamilan yang
menyebabkan sifat retensi pada masa
postpartum kemudian keluar kembali bersama
urine. Dilatasi pada saluran perkemihan terjadi
karena peningkatan volume vascular
menghilang, dan organ ginjal secara bertahap
kembali ke keadaan pregravida.
Segera setelah persalinan kandung kemih akan
mengalami overdistensi pengosongan yang
tidak sempurna dan residu urine yang
berlebihan akibat adanya pembengkakan
kongesti dan hipotonik pada kandung kemih.
Efek ini akan hilang pada 24 jam pertama
postpartum. Jika Keadaan ini masih menetap
maka dapat dicurigai adanya gangguan
saluran kemih.
Bladder dan uretra dapat terjadi kerusakan
selama proses persalinan, yang menyebabkan
kurangnya sensasi untuk mengeluarkan urine
pada dua hari pertama. Hal ini dapat
menyebabkan retensi urin karena overflow, dan
dapat meningkatkan nyeri perut bagian bawah
dan ketidaknyamanan, infeksi saluran kemih dan
sub involusi uterus, yang menjadi kasus primer
dan sekunder dari perdarahan postpartum.
Perubahan Sistem Musculoskeletal
Sistem muskuloskelatal kembali secara bertahap
pada keadaan sebelum hamil dalam periode
waktu selama 3 bulan setelah persalinan.
Kembalinya tonus otot dasar panggung dan
abdomen pulih secara bersamaan. Pemulihan
ini dapat dipercepat dengan latihan atau
senam nifas.
Otot rectus abdominismungkin tetap terpisah
(>2,5 cm) di garis tengah/umbilikus, kondisi
yang dikenal sebagai Diastasis Recti Abdominis
(DRA), sebagai akibat linea alba dan
peregangan mekanis pada dinding abdomen
yang berlebihan, juga karena pengaruh
hormone ibu.
• Mahalaksimi et al (2016) melaporkan bahwa
latihan yang diberikan untuk mengoreksi
diaktasis rekti pada penelitian yang dilakukan
di India terbukti secara signifikan bermanfaat
mengurangi diaktasis rekti, demikian juga
nyeri pinggang atau low back pain.13Low back
painjuga merupakan masalah postnatal umum
pada ibu nifas.
Dampak dari diaktasis rekti ini dapat
menyebabkan hernia epigastric dan umbilikalis.
Oleh karena itu pemeriksaan terhadap rektus
abdominal perlu dilakukan pada ibu nifas,
sehingga dapat diberikan penanganan secara
cepat dan tepat.
3. PERUBAHAN FISIOLOGIS PADA MASA NIFAS.pptx

3. PERUBAHAN FISIOLOGIS PADA MASA NIFAS.pptx

  • 1.
    PERUBAHAN FISIOLOGIS PADA MASANIFAS Ade Ayu Prawita, SST., M.Kes
  • 2.
    Periode pascapartum ialahmasa enam minggu sejak bayi lahir sampai organ-organ reproduksi kembali ke keadaan normal sebelum hamil. Perubahan fisiologis pada masa ini sangat jelas yang merupakan kebalikan dari proses kehamilan. Pada masa nifas tejadi perubahan-perubahan fisiologis terutama pada alat-alat genitalia eksterna maupun interna, dan akan berangsur-angsur pulih kembali seperti keadaan sebelum hamil.
  • 3.
    Perubahan yang terjadipada masa nifas ini adalah: • Perubahan Sistem Reproduksi, • Perubahan Sistem Pencernaan, • Perubahan Sistem Perkemihan, • Perubahan Sistem Muskuloskeletal, • Perubahan Sistem Endokrin, • Perubahan Tanda-tanda Vital, • Perubahan Sistem Kardiovaskuler, • Perubahan Sistem Hematologi, • Perubahan Berat badan, • Perubahan kulit.
  • 4.
    PERUBAHAN SISTEM REPRODUKSI UTERUS Akhir6 minggu pertama persalinan : • Berat uterus berubah dari 1000 gram menjadi 60 gram • Ukuran uterus berubah dari 15 x 12 x 8 cm menjadi 8 x 6 x 4cm. • Uterus secara berangsur-angsur akan menjadi kecil (involusi) sehingga akhirnya kembali pada keadaan seperti sebelum hamil.
  • 5.
    Tinggi fundus uteridan berat uterus menurut masa involusi terlihat pada table berikut : No. Waktu Involusi Tinggi Fundus Uteri Berat Uterus Diameter Uterus Palpasi Serviks 1. Bayi Lahir Setinggi Pusat 1000 gram 12,5 cm Lunak 2. Uri/ Plasenta lahir Dua jari bawah pusat 750 gram 12,5 cm Lunak 3. 1 Minggu Pertengahan pusat- simfisis 500 gram 7,5 cm 2 cm 4. 2 Minggu Tidak teraba di atas simfisis 300 gram 5 cm 1 cm 5. 6 Minggu Bertambah kecil 60 gram 2,5 cm Menyempit
  • 6.
    Gambar Proses InvolusiUterus • Fundus Uteri kira-kira sepusat dalam hari pertama bersalin. Penyusutan antara 1-1,5 cm atau sekitar 1 jari per hari. Dalam 10-12 hari uterus tidak teraba lagi di abdomen karena sudah masuk di bawah simfisis. Pada buku Keperawatan maternitas pada hari ke-9 uterus sudah tidak teraba. • Involusi ligament uterus berangsur-angsur, pada awalnya cenderung miring ke belakang. Kembali normal antefleksi dan posisi anteverted pada akhir minggu keenam.
  • 7.
    Lochea adalah ekskresicairan rahim selama masa nifas mempunyai reaksi basa/ alkalis yang dapat membuat organisme berkembang lebih cepat. Lochea mempunyai bau amis (anyir), meskipun tidak terlalu menyengat dan volumenya berbeda pada setiap wanita. Lochea juga mengalami perubahan karena proses involusi. Perubahan lochea tersebut adalah :
  • 8.
    a) Lochea rubra(Cruenta) Muncul pada hari pertama sampai hari kedua post partum, warnanya merah mengandung darah dari luka pada plasenta dan serabut dari decidua dan chorion. b) Lochea Sanguilenta Berwarna merah kuning, berisi darah lendir, hari ke 3-7 paska persalinan.
  • 9.
    c) Lochea Serosa Munculpada hari ke 7-14, berwarna kecoklatan mengandung lebih banyak serum, lebih sedikit darah juga leukosit dan laserasi plasenta. d) Lochea Alba Sejak 2 -6 minggu setelah persalinan, warnanya putih kekuningan menngandung leukosit, selaput lendir serviks dan serabut jaringan yang mati.
  • 10.
    • Pada awalmasa nifas, vagina dan muara vagina membentuk suatu lorong luas berdinding licin yang berangsur-angsur mengecil ukurannya tapi jarang kembali ke bentuk nulipara. • Mukosa vagina tetap atrofi pada wanita yang menyusui sekurang-kurangnya sampai menstruasi dimulai kembali. Penebalan mukosa vagina terjadi seiring pemulihan fungsi ovarium.
  • 11.
    Kekurangan estrogen menyebabkan penurunanjumlah pelumas vagina dan penipisan mukosa vagina. Kekeringan lokal dan rasa tidak nyaman saat koitus (dispareunia) menetap sampai fungsi ovarium kembali normal dan menstruasi dimulai lagi.
  • 12.
    Mukosa vagina memakanwaktu 2-3 minggu untuk sembuh tetapi pemulihan luka sub- mukosa lebih lama yaitu 4-6 minggu. Beberapa laserasi superficial yang dapat terjadi akan sembuh relatif lebih cepat. Laserasi perineum sembuh pada hari ke-7 dan otot perineum akan pulih pada hari ke5- 6.
  • 13.
    Pada anus umumnyaterlihat hemoroid (varises anus), dengan ditambah gejala seperti rasa gatal, tidak nyaman, dan perdarahan berwarna merah terang pada waktu defekasi. Ukuran hemoroid biasanya mengecil beberapa minggu postpartum.
  • 14.
    Perubahan Sistem Pencernaan Setelahmengalami proses persalinan, ibu akan mengalami rasa lapar dan haus akibat banyak tenaga yang terkuras dan juga stress yang tinggi karena melahirkan bayinya. Tetapi tidak jarang juga ditemui ibu yang tidak memiliki nafsu makan karena kelelahan melahirkan bayinya. Jika ditemukan keadaan seperti itu, perlu menjadi perhatian bidan agar dapat memotivasi ibu untuk makan dan minum pada beberapa jam pertama postpartum, juga kajian lebih lanjut terhadap keadaan psikologis ibu.
  • 15.
    Proses menyusui, sertapengaruh progesterone yang mengalami penurunan pada masa nifas juga dapat menyebabkan ibu konstipasi. Keinginan ini akan tertunda hingga 2-3 hari postpartum. Tonus otot polos secara bertahap meningkat pada seluruh tubuh, dan gejala heartburn / panas di perut / mulas yang dialami wanita bisa hilang. Sembelit dapat tetap menjadi masalah umum pada ibu nifas selama periode postnatal.
  • 16.
    Kondisi perineum yangmengalami jahitan juga kadang menyebabkan ibu takut untuk BAB. Oleh karena itu bidan perlu memberikan edukasi agar keadaan ini tidak menyebabkan gangguan BAB pada ibu nifas dengan banyak minum air dan diet tinggi serat serta informasi bahwa jahitan episiotomy tidak akan terlepas jika ibu BAB.
  • 17.
    Perubahan Sistem Perkemihan Perubahanpada system perkemihan termasuk terjadinya diuresis setelah persalinan terjadi pada hari 2-3 postpartum, tetapi seharusnya tidak terjadi dysuria. Hal ini dapat disebabkan karena terjadinya penurunan volume darah yang tiba-tiba selama periode posrpoartum.
  • 18.
    Diuresis juga dapattejadi karena estrogen yang meingkat pada masa kehamilan yang menyebabkan sifat retensi pada masa postpartum kemudian keluar kembali bersama urine. Dilatasi pada saluran perkemihan terjadi karena peningkatan volume vascular menghilang, dan organ ginjal secara bertahap kembali ke keadaan pregravida.
  • 19.
    Segera setelah persalinankandung kemih akan mengalami overdistensi pengosongan yang tidak sempurna dan residu urine yang berlebihan akibat adanya pembengkakan kongesti dan hipotonik pada kandung kemih. Efek ini akan hilang pada 24 jam pertama postpartum. Jika Keadaan ini masih menetap maka dapat dicurigai adanya gangguan saluran kemih.
  • 20.
    Bladder dan uretradapat terjadi kerusakan selama proses persalinan, yang menyebabkan kurangnya sensasi untuk mengeluarkan urine pada dua hari pertama. Hal ini dapat menyebabkan retensi urin karena overflow, dan dapat meningkatkan nyeri perut bagian bawah dan ketidaknyamanan, infeksi saluran kemih dan sub involusi uterus, yang menjadi kasus primer dan sekunder dari perdarahan postpartum.
  • 21.
    Perubahan Sistem Musculoskeletal Sistemmuskuloskelatal kembali secara bertahap pada keadaan sebelum hamil dalam periode waktu selama 3 bulan setelah persalinan. Kembalinya tonus otot dasar panggung dan abdomen pulih secara bersamaan. Pemulihan ini dapat dipercepat dengan latihan atau senam nifas.
  • 22.
    Otot rectus abdominismungkintetap terpisah (>2,5 cm) di garis tengah/umbilikus, kondisi yang dikenal sebagai Diastasis Recti Abdominis (DRA), sebagai akibat linea alba dan peregangan mekanis pada dinding abdomen yang berlebihan, juga karena pengaruh hormone ibu.
  • 23.
    • Mahalaksimi etal (2016) melaporkan bahwa latihan yang diberikan untuk mengoreksi diaktasis rekti pada penelitian yang dilakukan di India terbukti secara signifikan bermanfaat mengurangi diaktasis rekti, demikian juga nyeri pinggang atau low back pain.13Low back painjuga merupakan masalah postnatal umum pada ibu nifas.
  • 24.
    Dampak dari diaktasisrekti ini dapat menyebabkan hernia epigastric dan umbilikalis. Oleh karena itu pemeriksaan terhadap rektus abdominal perlu dilakukan pada ibu nifas, sehingga dapat diberikan penanganan secara cepat dan tepat.