Pengolahan Citra
4 – Peningkatan Kualitas Citra
Disusun oleh: Teady Matius – teadymatius@yahoo.com
Dari berbagai sumber
Histogram
• Menunjukkan frekuensi kemunculan setiap gradasi warna
• Sumbu x : Nilai intensitas; Sumbu y : Frekuensi kemunculan
(banyaknya pixel dengan intensitas x) pada citra atau kebalikannya
tergantung kebutuhan.
• Semakin besar bit pada sistem yang digunakan, semakin banyak
variasi intensitasnya, semakin panjang pula sumbu yang mewakili
intensitas nya.
– 24 bit = 224 = 256 variasi intensitas pada sumbu x
– 8 bit = 28 = 256 variasi intensitas pada sumbu x
• Pada citra grayscale yang dipergunakan adalah derajat keabu-
abuannya.
• Pada citra RGB yang dipergunakan adalah intensitas masing-
masing channel.
• Pada color template yang dipergunakan adalah nilai yang mewakili
template warnanya.
Contoh Histogram
• Contoh Histogram Channel Red & Histogram
Channel Grayscale
Contoh Manfaat Histogram
• Indikasi visual untuk menentukan skala
intensitas yang tepat, sehingga di peroleh
kualitas citra yang diinginkan
• Pemilihan batas ambang (tresshold)
• Pada Computer vision dapat dimanfaatkan
sebagai feature.
Operasi Negasi (Invers)
• 0 (x,y) = maksimum - i (x,y)
• Tujuan: Untuk mendapatkan Citra negatif
Misal
citra grayscale 7 bit  = maksimum = 127
Brightness
• Intensitas
– mendekati 0  semakin gelap
– Mendekati 255  Semakin cerah
• Citra Grayscale 8 bit:
– 0 (x,y) = i (x,y) + k
• Citra True Color
– Dilakukan pada masing-masing Channel RGB
– 0
R (x,y) = i
R (x,y) + k
– 0
G (x,y) = i
G (x,y) + k
– 0
B (x,y) = i
B (x,y) + k
• k  nilai kecerahan
– k positif  semakin cerah
– k negatif  semakin gelap
– Nilai maksimum dan nilai minimum k tergantung jumlah bit nya.
Kontras (Contrast)
• Tingkat penyebaran piksel-piksel ke dalam intensitas
warna
• Kontras rendah karena kurangnya pencahayaan,
mengakibatkan intensitas warna berkumpul di tengah
skala intensitas
• Kontras tinggi karena terlalu banyak pencahayaan,
mengakibatkan intensitas warna berkumpul di tengah
awal dan akhir skala intensitas, sedangkan di tengah
sangat kecil frekwensinya
• Kontras normal  penyebaran piksel tidak terlalu
ekstrem.
• Operasi kontras adalah melakukan stretching pada
histogram
Fungsi-fungsi peningkatan kontras
(1)
0 (x,y) = G . (i (x,y) – P)+P
• G: Koefesien penguatan kontras
• P: nilai intensitas yang dipakai sebagai
pusat pengontrasan
Fungsi-fungsi peningkatan kontras
(2)
• Max: intensitas piksel yang paling besar dari
citra asal
• Dapat juga untuk mengatur brightness








max
max
-
255
)
,
(
)
,
(
)
,
(
0 y
x
f
y
x
f
y
x
f i
i
Fungsi-fungsi peningkatan kontras
(3)
• k = jumlah bit warna
• Ci = cacah jumlah kumulatif intensitas ke I
• w = lebar citra
• h = tinggi citra







 

h
w
C
y
x
f
k
i
.
)
1
2
(
)
,
(
0
Fungsi-fungsi peningkatan kontras
(4)
a
b
da
bc
a
b
a
d
y
x
f
y
x
f i











 )
,
(
)
,
(
0
• a = nilai intensitas terendah (paling kiri pada histogram)
• b = nilai intensitas tertinggi
• c = nilai intensitas terendah yang diinginkan
• d = nilai intensitas tertinggi yang diinginkan
Fungsi-fungsi peningkatan kontras
(5)
• Dinamakan Contrast
Stretching
• Meningkatkan range
dinamis dari level skala
intensitas pada gambar
saat proses berlangsung
• Range frekwensi
intenstas hasil yang
diharapkan dibagi pada 3
range: 0A1A2 255
• Range frekwensi
intensitas asal dibagi
pada 3 range: 0B1B2
255
Fungsi-fungsi peningkatan kontras
(5 cont.)
• Untuk 0  i (x,y)  A1
• Untuk A1  i (x,y)  A2
• Untuk A2  i (x,y)  255
1
1
0 )
,
(
)
,
(
A
B
y
x
f
y
x
f i

1
2
1
2
1
1
0 )
)
,
(
(
)
,
(
A
A
B
B
A
y
x
f
B
y
x
f i





2
2
2
2
0
255
255
)
)
,
(
(
)
,
(
A
B
A
y
x
f
B
y
x
f i





Operasi ambang batas
(Tressholding)
• Nilai piksel yang memenuhi syarat
ambang batas dipetakan ke suatu nilai
yang dikehendaki
• o (x,y) = 0 jika i (x,y)  0
• o (x,y) = T1 jika T1  i (x,y)  T2
• o (x,y) = T2 jika T2  i (x,y)  T3
• o (x,y) = Tn-1 jika Tn-1  i (x,y)  Tn
Tranformasi Logaritmik
• Memperluas jumlah piksel hitam di dalam
sebuah gambar
• Untuk memperoleh citra yang lebih halus
• 0 (x,y) = 0.1 * log(1+i (x,y) + k)
Tranformasi Power-law
• 0 (x,y) = C.i (x,y)
• C dan  adalah konstanta positif

2736904.ppthhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh

  • 1.
    Pengolahan Citra 4 –Peningkatan Kualitas Citra Disusun oleh: Teady Matius – teadymatius@yahoo.com Dari berbagai sumber
  • 2.
    Histogram • Menunjukkan frekuensikemunculan setiap gradasi warna • Sumbu x : Nilai intensitas; Sumbu y : Frekuensi kemunculan (banyaknya pixel dengan intensitas x) pada citra atau kebalikannya tergantung kebutuhan. • Semakin besar bit pada sistem yang digunakan, semakin banyak variasi intensitasnya, semakin panjang pula sumbu yang mewakili intensitas nya. – 24 bit = 224 = 256 variasi intensitas pada sumbu x – 8 bit = 28 = 256 variasi intensitas pada sumbu x • Pada citra grayscale yang dipergunakan adalah derajat keabu- abuannya. • Pada citra RGB yang dipergunakan adalah intensitas masing- masing channel. • Pada color template yang dipergunakan adalah nilai yang mewakili template warnanya.
  • 3.
    Contoh Histogram • ContohHistogram Channel Red & Histogram Channel Grayscale
  • 4.
    Contoh Manfaat Histogram •Indikasi visual untuk menentukan skala intensitas yang tepat, sehingga di peroleh kualitas citra yang diinginkan • Pemilihan batas ambang (tresshold) • Pada Computer vision dapat dimanfaatkan sebagai feature.
  • 5.
    Operasi Negasi (Invers) •0 (x,y) = maksimum - i (x,y) • Tujuan: Untuk mendapatkan Citra negatif Misal citra grayscale 7 bit  = maksimum = 127
  • 6.
    Brightness • Intensitas – mendekati0  semakin gelap – Mendekati 255  Semakin cerah • Citra Grayscale 8 bit: – 0 (x,y) = i (x,y) + k • Citra True Color – Dilakukan pada masing-masing Channel RGB – 0 R (x,y) = i R (x,y) + k – 0 G (x,y) = i G (x,y) + k – 0 B (x,y) = i B (x,y) + k • k  nilai kecerahan – k positif  semakin cerah – k negatif  semakin gelap – Nilai maksimum dan nilai minimum k tergantung jumlah bit nya.
  • 7.
    Kontras (Contrast) • Tingkatpenyebaran piksel-piksel ke dalam intensitas warna • Kontras rendah karena kurangnya pencahayaan, mengakibatkan intensitas warna berkumpul di tengah skala intensitas • Kontras tinggi karena terlalu banyak pencahayaan, mengakibatkan intensitas warna berkumpul di tengah awal dan akhir skala intensitas, sedangkan di tengah sangat kecil frekwensinya • Kontras normal  penyebaran piksel tidak terlalu ekstrem. • Operasi kontras adalah melakukan stretching pada histogram
  • 8.
    Fungsi-fungsi peningkatan kontras (1) 0(x,y) = G . (i (x,y) – P)+P • G: Koefesien penguatan kontras • P: nilai intensitas yang dipakai sebagai pusat pengontrasan
  • 9.
    Fungsi-fungsi peningkatan kontras (2) •Max: intensitas piksel yang paling besar dari citra asal • Dapat juga untuk mengatur brightness         max max - 255 ) , ( ) , ( ) , ( 0 y x f y x f y x f i i
  • 10.
    Fungsi-fungsi peningkatan kontras (3) •k = jumlah bit warna • Ci = cacah jumlah kumulatif intensitas ke I • w = lebar citra • h = tinggi citra           h w C y x f k i . ) 1 2 ( ) , ( 0
  • 11.
    Fungsi-fungsi peningkatan kontras (4) a b da bc a b a d y x f y x fi             ) , ( ) , ( 0 • a = nilai intensitas terendah (paling kiri pada histogram) • b = nilai intensitas tertinggi • c = nilai intensitas terendah yang diinginkan • d = nilai intensitas tertinggi yang diinginkan
  • 12.
    Fungsi-fungsi peningkatan kontras (5) •Dinamakan Contrast Stretching • Meningkatkan range dinamis dari level skala intensitas pada gambar saat proses berlangsung • Range frekwensi intenstas hasil yang diharapkan dibagi pada 3 range: 0A1A2 255 • Range frekwensi intensitas asal dibagi pada 3 range: 0B1B2 255
  • 13.
    Fungsi-fungsi peningkatan kontras (5cont.) • Untuk 0  i (x,y)  A1 • Untuk A1  i (x,y)  A2 • Untuk A2  i (x,y)  255 1 1 0 ) , ( ) , ( A B y x f y x f i  1 2 1 2 1 1 0 ) ) , ( ( ) , ( A A B B A y x f B y x f i      2 2 2 2 0 255 255 ) ) , ( ( ) , ( A B A y x f B y x f i     
  • 14.
    Operasi ambang batas (Tressholding) •Nilai piksel yang memenuhi syarat ambang batas dipetakan ke suatu nilai yang dikehendaki • o (x,y) = 0 jika i (x,y)  0 • o (x,y) = T1 jika T1  i (x,y)  T2 • o (x,y) = T2 jika T2  i (x,y)  T3 • o (x,y) = Tn-1 jika Tn-1  i (x,y)  Tn
  • 15.
    Tranformasi Logaritmik • Memperluasjumlah piksel hitam di dalam sebuah gambar • Untuk memperoleh citra yang lebih halus • 0 (x,y) = 0.1 * log(1+i (x,y) + k)
  • 16.
    Tranformasi Power-law • 0(x,y) = C.i (x,y) • C dan  adalah konstanta positif