Kemendukbangga/BKKBN
Perwakilan BKKBN ProvinsiSumatera Utara
Juni 2025
Syamsu Rizal Lubis, SH, S.Sos, MH
Penata KKB Ahli Madya
Ketua Tim Kerja Penyelenggaraan Kependudukan
Pengorganisasian Penyelenggaraan
Kampung Keluarga Berkualitas
“POKJA KAMPUNG KB”
KAMPUNG KB
2.
Definisi :
Satuan wilayansetingkat desa
dimana terdapat integrasi dan
konvergensi penyelenggaraan
pemberdayaan dan penguatan
institusi keluarga dalam seluruh
dimensinya guna meningkatkan
kualitas sumber daya manusia,
keluarga, dan masyarakat.
Inpres 3 Tahun 2022
Komitmen pembangunan terintegrasi untuk
menciptakan kualitas keluarga dan kualitas
SDM mulai dari level pemerintahan terkecil
Sinergi pemberdayaan masyarakat dan
pembangunan keluarga dalam seluruh
dimensinya secara holistik
Gerakan bersama seluruh komponen
masyarakat melalui optimalisasi seluruh
sumber daya dan potensi dari berbagai
sumber
Kampung Keluarga
Berkualitas
3.
3
1) Inpres No.3 thn 2022, ttg Optimalisasi Penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas
2) Inpres No. 4 thn 2022, ttg Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem
3) SE Mendagri No. 843.4/2879/SJ/2020, ttg Intensifikasi Kampung Keluarga Berkualitas
4) Kepmendagri No. 050-5889 thn 2021, ttg Hasil Verifikasi, Validasi dan Inventarisasi
Pemutakhiran Klasifikasi, Kodefikasi dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan
Keuangan Daerah
5) Surat Dirjen Bina Pembangunan Daerah No. 400.9.6/345/Bangda tanggal 13 Januari 2023
tentang Optimalisasi Penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas
6) Keputusan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik
Indonesia No. 1 tahun 2023 tentang Tim Koordinasi Optimalisasi Penyelenggaraan Kampung
Keluarga Berkualitas
7) Peraturan BKKBN Nomor 20 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Kampung Keluarga
Berkualitas
Dasar Penyelenggaraan
Integrasi Program K/Ldi Kampung Keluarga Berkualitas
(Inpres No. 3/2022)
• BKKBN
• Kemendagri
• Kemendesa PDTT
• Pemprov,
Pemkab/Pemkot,
Pemdes
• Lainnya
Penyediaan data
dan dokumen
kependudukan
• Kemenkes
• BKKBN
• Kemenag
• KemenPP dan PA
• Lainnya
Perubahan
Perilaku
• BKKBN
• Kemenkes
• Kemendagri
• Kemensos
• Pemprov, Pemkab/Pemkot
• Kemendikbud
• Kemenag
• Kemenkop dan UKM
• Kemen Kelautan dan
Perikanan
• Lainnya
Peningkatan cakupan
layanan & rujukan pada
keluarga
• KemenPUPR
• Kemendesa PDTT
• Pemda
• Lainnya
Penataan Lingkungan
Keluarga dan
masyarakat
Penyediaan data dan
dokumen kependudukan
Penguatan advokasi
dalam GERMAS dan
komunikasi perubahan
perilaku masyarakat
Peningkatan akses dan pelayanan Kesehatan: KB
Kespro bersumber daya masyarakat
Pendampingan dan pelayanan pada keluarga
dengan resiko kejadian stunting
Peningkatan cakupan layanan dan akses pendidikan
Peningkatan cakupan jaminan dan perlindungan sosial
pada keluarga dan masyarakat miskin dan rentan
Pemberdayaan ekonomi keluarga
Penataan Lingkungan keluarga
dan peningkatan akses air
minum serta sanitasi dasar
7.
Melakukan pembentukan
Kampung KeluargaBerkulitas
Melakukan pemaduan,
sinkronisasi kebijakan,
& implementasi
pembangunan keluarga
Memperkuat peran dan
kewenangan pemerintah
setingkat desa
Meningkatkan akses dan
kualitas penyelenggaraan
layanan dasar
Meningkatkan advokasi
perubahan perilaku sosial dan
kesehatan
Memperkuat basis data keluarga dan sistem
informasi keluarga
1 2 3
6 5 4
7
Meningkatkan kesejahteraan
keluarga yang holistik dan
integratif sesuai siklus hidup
Arah Kebijakan Kampung Keluarga Berkualitas
10.
Analisis Situasi
Dukungan
Regulasi
Manajemen
Data
Rapat
Koordinasi
Pembinaan OPD
danKader
Review Kinerja
Tahunan
Perencanaan
Kegiatan
TAHAPAN AKSI
KONVERGENSI
Pengukuran
Keberhasilan
Dilaksanakan dalam 5 (lima) tahapan
managemen program, yaitu:
perencanaan, pelaksanaan, pemantauan,
penilaian, dan pelaporan.
Oleh Tim Koordinasi Optimalisasi
Penyelenggaraan Kampung Keluarga
Berkualitas dan pemangku kepentingan
terkait
11.
TIM KOORDINASI KAMPUNGKELUARGA BERKUALITAS
Bertugas mengoordinasikan, mengintergrasikan dan memadukan penyelenggaraan Kampung Keluarga
Berkualitas dalam rangka memastikan perencanaan dan penganggaran, pelaksanaan, pemantauan dan
penilaian penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas terlaksana dengan baik.
Dibentuk dan ditetapkan
oleh Menteri
Koordinator Bidang
Pembangunan Manusia
dan Kebudayaan
NASIONAL
Dibentuk dan ditetapkan
oleh Gubernur
PROVINSI
Dibentuk dan ditetapkan
oleh Bupati/Wali Kota.
KABUPATEN/KOTA
12.
PENGARAH
Ketua: Eselon IPMK/Gubrnur/Bupati/ Wali Kota
Anggota Eselon I lemb. pemerintah/forum pimp.
daerah
PELAKSANA
Ketua : Asdep Bid PKK/Ka. Bappeda/Sekda
Wakil Ketua: Dir. SUPD IV Kemendagri/Ka.
Bapedda/Sekda
Sekretaris: Dir.Damduk BKKBN/Kaper BKKBN/Ka. OPD
Bidang Pengendalian Penduduk dan KB
BIDANG PERUBAHAN
PERILAKU KELUARGA
Ketua: Es. II bid.substansi
Wakil Ketua: Eselon II bid
Substansi
Anggota: Es. II bid.substansi
BIDANG PENYEDIAAN
DATA KELUARGA DAN
DATA KEPENDUDUKAN
Ketua: Es. II bid.substansi
Wakil Ketua: Eselon II bid
Substansi
Anggota: Es. II bid.substansi
BIDANG PENINGKATAN
CAKUPAN LAYANAN DAN
RUJUKAN PADA KELUARGA
Ketua Es. II bid.substansi
Wakil Ketua: Eselon II bid
Substansi
Anggota: Es. II bid.substansi
BIDANG PENATAAN
LINGKUNGAN KELUARGA
DAN MASYARAKAT
Ketua: Es. II bid.substansi
Wakil Ketua: Eselon II bid
Substansi
Anggota: Es. II bid.substansi
STRUKTUR TIM KOORDINASI NASIONAL
Susunan keanggotaan
bidang-bidang Tim
Pelaksana Koordinasi
dapat menyesuaikan
dengan kebutuhan dan
potensi wilayah yang
dibutuhkan dengan tetap
mengacu pada struktur
Tim Koordinasi Nasional.
Kelompok kerja ataupokja Kampung
Keluarga Berkualitas adalah sekumpulan
orang yang terpilih dan mewakili semua
unsur masyarakat di Kampung Keluarga
Berkualitas yang bertugas melaksanakan
penggerakan individu, keluarga dan
masyarakat
Dalam melaksanakan tugasnya, Pokja Kampung
Keluarga Berkualitas bertanggungjawab kepada
pemerintah desa/kelurahan
Pengertian Kelompok Kerja
(POKJA)
15.
SEKSI
PENYEDIAAN
DATA KELUARGA
DAN DOKUMEN
KEPENDUDUKAN
PElAKSANA:
SEKSI
PENINGKATAN
CAKUPAN
LAYANAN DAN
RUJUKAN PADA
KELUARGA
SEKSI PENATAAN
LINGKUNGAN
KELUARGA DAN
MASYARAKAT
SEKSI PERUBAHAN
PERILAKU
KELUARGA
STRUKTUR POKJA
Di Tingkat
Desa/Kelurahan
Susunan
keanggotaan
bidang-bidang
Pokja dapat
menyesuaikan
dengan kebutuhan
dan potensi wilayah
Penyesuaian Struktur
Pokja 8 Fungsi Keluarga
dengan 4 Seksi harus
selesai pada 29 Juni 2024
sesuai dengan Peraturan
Peralihan Perban No.
20/2023
PENGARAH
Ketua: Kepala Desa/Lurah
Anggota PKK
Ketua
Wakil Ketua
Sekretaris
Bendahara
1. SEKSI PENYEDIAANDATA DAN DOKUMEN KEPENDUDUKAN
3. SEKSI PENINGKATAN LAYANAN DAN RUJUKAN PADA KELUARGA 4. SEKSI PENATAAN LINGKUNGAN KELUARGA DAN MASYARAKAT
• Merencanakan kegiatan penyediaan data dan dokumen kependudukan
• Mengkoordinasikan kegiatan penyediaan data dan dokumen
kependudukan
• Memfasilitasi kegiatan penyediaan data dan dokumen kependudukan
• Mencatat dan melaporkan kegiatan penyediaan data dan dokumen
kependudukan
• Merencanakan kegiatan peningkatan layanan kesehatan, Stunting,
pendidikan, perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi.
• Mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan peningkatan layanan
kesehatan, Stunting, pendidikan, perlindungan sosial dan
pemberdayaan ekonomi.
• Memfasilitasi kegiatan peningkatan layanan kesehatan, Stunting,
pendidikan, perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi.
• Mencatat dan melaporkan kegiatan peningkatan layanan kesehatan,
Stunting, pendidikan, perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi.
• Merencanakan kegiatan penataan lingkungan keluarga dan peningkatan
air minum serta sanitasi dasar.
• Mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan penataan lingkungan keluarga
dan peningkatan air minum serta sanitasi dasar.
• Memfasilitasi pelaksanaan kegiatan penataan lingkungan keluarga dan
peningkatan air minum serta sanitasi dasar.
• Mencatat dan melaporkan pelaksanaan kegiatan penataan lingkungan
keluarga dan peningkatan air minum serta sanitasi dasar
2. SEKSI PERUBAHAN PERILAKU
• Merencanakan kegiatan terkait perubahan perilaku melalui kegiatan KIE
• Mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan terkait perubahan perilaku
melalui kegiatan KIE
• Memfasilitasi pelaksanaan kegiatan terkait perubahan perilaku melalui
kegiatan KIE
• Mencatat dan melaporkan pelaksanaan kegiatan terkait perubahan
perilaku melalui kegiatan KIE
Tugas dan Fungsi Masing-masing
Seksi
18.
1. Rumah datakependudukan dan informasi
keluarga (Rumah Dataku)/ BKKBN
2. Pelayanan administrasi kependudukan Kemendagri )
Rumah DataKu adalah kelompok kegiatan (Poktan)
masyarakat yang melaksanakan kegiatan
pengumpulan, verifikasi, analisis, penyajian serta
pemanfaatan data kependudukan dan keluarga serta
pembangunan di tingkat desa/kelurahan.
Membangun kepedulian dan kesadaran akan data,
permasalahan kependudukan, dan pendidikan
wawasan kependudukan dan keluarga bagi
masyarakat.
Menyediakan data dan analisis kependudukan serta
informasi keluarga bagi pemerintah dan lintas sektoral
Persentase anak (usia 0 s.d. 17 Tahun) yang memiliki
akta kelahiran
Persentase cakupan kepemilikan buku nikah/akta
perkawinan pada semua pasangan yang
perkawinannya tercatat
Persentase cakupan akta kematian yang diterbitkan
akta
PROGRAM DAN KEGIATAN :
PENYEDIAAN DATA DAN DOKUMEN KEPENDUDUKAN
19.
PROGRAM DAN KEGIATAN: PERUBAHAN PERILAKU
2. Peningkatan perubahan perilaku
1. Persentase Kab/Kota yang menerapkan kebijakan GERMAS
2. Persentase Kab/Kota yang melaksanakan pembinaan posyandu aktif
Kementerian
Kesehatan
3.Jumlah kabupaten/kota yang telah melaksanakan Program Indonesia
Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) dengan 100% intervensi keluarga
4. Jumlah kab/kota yang menerapkan Kawasan Tanpa Rokok (KTR)
1. Persentase pasangan calon pengantin yang mendapatkan bimbingan perkawinan
dengan materi pencegahan Stunting
2. Persentase frekuensi penyuluhan agama kepada kelompok sasaran yang memenuhi
standar minimal
Kementerian
Agama
Terselenggaranya Bimtek dan Supervisi dalam Pelaksanaan Pemenuhan Hak anak atas
Kesehatan dan Pendidikan
Kementerian
PPPA
20.
memasyarakatkan budaya hidupsehat serta
meninggalkan kebiasaan dan perilaku masyarakat
yang kurang sehat
1. Melakukan Aktivitas
Fisik
2. Makan Buah dan Sayur
3. Tidak Merokok
4. Tidak mengkonsumsi
minuman beralkohol
5. Melakukan Cek
Kesehatan Berkala
6. Menjaga kebersihan
lingkungan
7. Menggunakan jamban
Peran Seksi mendukung Gerakan hidup sehat, melalui :
1. Sosialisasi/Promosi/Penyuluhan Germas
2. Menggerakkan masyarakat untuk berpartisipasi aktif
dalam kegiatan pendukung, seperti kerja bakti
kebersihan lingkungan
3. Mendorong kebijakan Kawasan tanpa rokok dan
rumah tanpa asap rokok
4. koordinasi kader perubahan perilaku keluarga
1. Merupakan pengembangan dari kunjungan rumah oleh Puskesmas dan
perluasan dari upaya Perawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas),
2. Pendataan profil Kesehatan Keluarga
3. Promosi kesehatan (promotif dan preventif) .
4. tindaklanju pelayanan kesehatan dalam gedung.
5. Pemanfaatan data dan informasi Profil Kesehatan Keluarga untuk
pengorganisasian/ pemberdayaan masyarakat dan manajemen Puskesmas.
Contoh kegiatan :
1. menggoorniasikan forum-forum komunikasi untuk
kontak ke keluarga (Posyandu, Posbidu, majlis
talim, rembug desa, dll)
2. menyiapkan kader penyuluhan
Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PISPK) :
PERAN SEKSI : PERUBAHAN PERILAKU (2)
21.
BKB
BKR
KIE KBKR
BKL
Bimbingan
Catin
Bimbingan, penyuluhan
konsultasiKeagamaan
KIE Pencegahan, perlindungan
perempuan dan Anak dari
Kekerasan
Advokasi dan KIE
pemberian makan bayi
dan anak ASI Ekslusif
Kawasan Tanpa Rokok dan
Impelementasi Rumah Tanpa
Rokok
PIK-R
Contoh kegiatan :
1. Mempromosikan poktan dalam
mendorong partisipasi/kesertaan
keluarga di desa/kelurahan untuk
terlibat secara aktif dalam Poktan
Keluarga berbasis siklus hidup
2. Membentuk poktan
3. Mengajukan layanan perubahan
perilaku yang dibutuhkan
masyarakat
PERAN SEKSI : PERUBAHAN PERILAKU (3)
PESAT
Pojok Edukasi
Kependudukan untuk
Masyarakat
22.
Program/Kegiatan Peningkatan Aksesdan Pelayanan Kesehatan termasuk KB
dan Kespro Bersumber Daya Masyarakat :
1. Penggerakan pelayanan KB dan Kespro
2. Edukasi kesehatan ibu hamil, balita, remaja, dan lansia
3. Melakukan pembinaan posyandu
4. Melaksanakan posyandu aktif
5. Pelayanan KB dan Kespro
6. Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) bagi Keluarga
Penerima Manfaat Pembangunan Manusia (KPM)
PROGRAM DAN KEGIATAN :
PENINGKATAN CAKUPAN LAYANAN DAN RUJUKAN (1)
23.
Proses belajar pesertaProgram Keluarga Harapan (PKH)
Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2)
Program Keluarga Harapan (PKH)
Pemberian Informasi & Pembahasan
Perlindungan anak
Ekonomi
Kesehatan
Pendidikan
Kesejahteraan Keluarga
24.
Pelaksanaan Program Pendampingandan Pelayanan pada Keluarga dengan Risiko Kejadian Stunting
1. Screening kesehatan bagi Calon Pengantin (Catin)
2. Pemberian pendampingan dan edukasi penatalaksanaan keluarga calon Pasangan Usia Subur (PUS)
3. Pendampingan ibu hamil
4. Pemeriksaan Antenatal Care (ANC) bagi ibu hamil
5. Pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri dan ibu hamil
6. Pemberian tambahan asupan gizi bagi ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK)
7. Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak balita
8. Pemberian makanan tambahan bagi anak usia 6-23 bulan
9. Pendampingan Baduta 24-59 bulan dengan gizi kurang
10. Penanganan tata laksana gizi buruk pada balita
11. Pemberian tambahan asupan gizi bagi balita dengan status gizi kurang
12. Pelayanan KB pasca persalinan
13. Pemberian bantuan pangan selain beras dan telur
14. Pendampingan ibu/keluarga balita meliputi pemenuhan gizi
15. Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT)
PROGRAM DAN KEGIATAN :
PENINGKATAN CAKUPAN LAYANAN DAN RUJUKAN (2)
dukung
TPK
25.
Ketika seorang remajakurang gizi dan anemia
PERIODE EMAS
1000 Hari Pertama Kehidupan
Peri konsepsi
Pra Konsepsi
Konsepsi
Post partum
Delivery
Masa keahamilan
2 Tahun
6 bulan 2 bulan 4 bulan
Kehamilan sukses
Tumbuh kembang anak sukses
Sumber:
Prof. Dr. Sri Sumarmi, S.Km., M.Si
Pemutusan
Mata Rantai
Memberikan dukungan dalam cakupan
pendampingan keluarga
Waspada: Malnourish, anemic
and other micronutrient
deficiency (Imunitas
Rendah, Perkembangan Janin
terganggu)
Bayi : lahir < 2,5 kg,
Imunitas rendah
WASPADA
STUNTING
makanan kurang,
Kurus, anemia,
kurang zat gizi mikro
Increased risk of adult
Chronic disease
Asupan makanan tidak cukup, pola asuh yang
keliru, sanitasi dan lingkungan yang buruk
Inadequate catch up growth BALITA STUNTING
TUMBUH JADI REMAJA
MUNGIL
Penurunan fungsi fisik dan otot
Inadequate food, Health and care
Pendampingan Sasaran Stunting
Ketika seorang remaja menjadi ibu yang kurang gizi dan anemia Hidup di lingkungan dengan sanitasi kurang memadai
26.
Pelaksanaan Program PeningkatanCakupan dan Akses
Pendidikan
1. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
2. Pemberian Pendidikan Dasar dan Menengah
3. Pendidikan Agama bagi masyarakat
4. Pemberian informasi dan fasilitasi akses pelayanan pendidikan
5. Pemberian bantuan pendidikan keluarga dengan status miskin
6. Penyelenggaraan pendidikan literasi non formal
7. Penyelenggaraan wahana kreatifitas dan olahraga
PROGRAM DAN KEGIATAN :
PENINGKATAN CAKUPAN LAYANAN DAN RUJUKAN (3)
27.
1. Pemberian bantuantunai bersyarakat kepada PUS
2. Pemberian bantuan pangan non-tunai kepada PUS
3. Pemberian jaminan kesehatan kepada keluarga
PROGRAM DAN KEGIATAN :
PENINGKATAN CAKUPAN LAYANAN DAN RUJUKAN (4)
Pelaksanaan Program Peningkatan Cakupan Layanan Jaminan dan
Perlindungan Sosial pada Keluarga dan Masyarakat Miskin serta
Rentan
28.
Pelaksanaan Program PemberdayaanEkonomi Keluarga
1. Pemberian Program Keluarga Harapan kepada PUS
2. Peningkatan kemampuan akses dan aset Keluarga Penerima Manfaat
(KPM)
3. Peningkatan pendapatan dan kesejahteraan KPM
4. Penyelenggaraan bantuan permodalan
5. Promosi dan pemasaran koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah
(UMKM)
6. Pelatihan produksi dan pemasaran bagi usaha rumah tangga
7. Meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga
8. Fasilitasi dan pembinaan pengembangan usaha nelayan
9. Terkelolanya sistem pembenihan ikan yang berkelanjutan
PROGRAM DAN KEGIATAN :
PENINGKATAN CAKUPAN LAYANAN DAN RUJUKAN (5)
29.
Pelaksanaan Program PenataanLingkungan Keluarga,
Peningkatan Akses Air Minum serta Sanitasi Dasar.
1. Pemicuan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)
2. Penyediaan akses perumahan dan infrastruktur
permukiman yang layak, aman dan terjangkau
3. Pengendalian vektor dan binatang pembawa penyakit
PROGRAM DAN KEGIATAN :
PENATAAN LINGKUNGAN KELUARGA DAN MASYARAKAT
30.
Sanitasi Total BerbasisMasyarakat (STBM) merupakan pendekatan untuk
merubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat
dengan metode pemicuan.
Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat
1. Setiap individu dan komunitas mempunyai akses terhadap sarana sanitasi dasar sehingga
dapat mewujudkan komunitas yang bebas dari buang air di sembarang tempat (ODF)
2. Setiap rumahtangga telah menerapkan pengelolaan air minum dan makanan yang aman
di rumah tangga.
3. Setiap rumah tangga dan sarana pelayanan umum dalam suatu komunitas (seperti
sekolah, kantor, rumah makan, puskesmas, pasar, terminal) tersedia fasilitas cuci tangan
(air, sabun, sarana cuci tangan), sehingga semua orang mencuci tangan dengan benar.
4. Setiap rumah tangga mengelola limbahnya dengan benar.
5. Setiap rumah tangga mengelola sampahnya dengan benar.
• Pemetaan masalahdan potensi merupakan
kegiatan analisa situasi yang dilakukan oleh
Pokja Kampung KB sebagai dasar/acuan dalam
penyusunan rencana kegiatan.
• Pemetaan dapat dilakukan dengan analisa data
dan observasi lingkungan.
Pemetaan sebagai dasar menentukan Prioritas Intervensi
1. Pemetaan Masalah dan
Potensi
RKM
KKB
33.
• Jumlah Pendudukmiskin
• Angka kematian Ibu dan anak
• Angka kelahiran pada usia remaja
• Kesertaan KB dan Unmet Need
• Kasus stunting
• Data tingkat Pendidikan (putus sekolah)
• Jumlah Kepala Keluarga berdasarkan status
pekerjaan
• Data keluarga yang memperoleh bantuan
PKH
Identifikasi Potensi
Data Kondisi
Kependudukan • SDM (Tenaga Kesehatan, Petugas
lapangan)
• Sarana dan prasarana: Kesehatan
(Puskesmas), Pendidikan, Kesling (Jaga,
MCK)
• Sumber daya anggaran,
• Peraturan/kebijakan,
• Sumber daya Program dan kegiatan
• Jejaring
• Capaian Program dan kegiatan Bangga
Kencana serta lintas sektor yang tertuang
dalam Inpres
1. Pemetaan Masalah dan
Potensi
34.
NO
Masalah Penyebab
Potensi
SDM SDAJejaring Lain - lain
1 Rendahnya
capaian
MKJP
Takut efek
samping
PPKBD, sub
PPKBD,
Kader
Posyandu
PKB, Bidan
Desa/Pusk
es mas
Kegiatan
Posyand
u,
pengajia
n rutin
Tidak diberi ijin
oleh suami
2 Banyaknya
kejadian
stunting
Kemiskinan Pendamping
KPM
Penyuluh KB
Pohon kelapa Pendampin
g PKH
UMK
M
KPM
Pola konsumsi
keluarga
Kader
Dashat
Kader
Posyandu
TPK
Banyak ikan Ahli Gizi
Puskesmas
Dashat
Pos Gizi
1. Pemetaan Masalah dan
Potensi
35.
• Prioritas disusunberdasarkan tingkat kebutuhan
dan disesuaikan dengan visi, misi, dan tujuan
yang ingin dicapai.
• Penyusunan prioritas akan memperhatikan
masalah-masalah dasar yang dihadapi maupun
faktor-faktor yang menghambat tercapainya
suatu tujuan
2. Penentuan Prioritas Masalah
36.
(1) Memiliki dampakyang luas bagi
masyarakat (tingkat desa/kelurahan)
Stunting MKJP
(2) Mendukung secara langsung visi
dan misi desa/kelurahan
VISI MISI
(3) Memiliki sumber daya (internal) untuk
menyelesaikan masalah prioritas
SDM
SDA
Infrastruktur
Dana
Jejaring
2. Penentuan Prioritas Masalah
37.
Isi Kertas Kerja4.2
1. No
2. Masalah
3. Menimbulkan masalah lain dan berdampak pada kualitas hidup masyarakat
4. Mendukung visi misi desa
5. Ada potensi dan sumber daya
6. Komitmen untuk menyelesaikan
CONTOH
Penentuan Prioritas Masalah
No Masalah Menimbulkan masalah lain
dan berdampak pada
kualitas hidup
masyarakat
Mendukung Visi dan
Misi Desa
Ada potensi sumber daya
(SDM, SDA, Dana,
Infrastruktur) untuk
menyelesaikan masalah
tersebut
Komitmen utk
menyelesaikan
Total
Skor
1 Rendahnya
MKJP
- Drop out
- Kehamilan yang tidak
diinginkan
Meningkatkan
kualitas
manusia
√ Kurang 3
2 Tingginya
kejadian
stunting
- Kesakitan anak
-Keterlambatan
pertumbuhan dan
perkembangan
- Anak bodoh
Meningkatkan kualitas
manusia
√ √ 4
2. Penentuan Prioritas Masalah
38.
Masalah
• Rendahnya capaianMKJP
Tingginya kejadian stunting
Sering banjir
• Banyak penduduk miskin
• Banyak anak putus sekolah
• Tingginya kejadian stunting
• Rendahnya capaian MKJP
• Masih banyak penduduk
miskin
• Putus sekolah
• Sering banjir
terlampir
PEMETAAN MASALAH
& POTENSI
PENENTUAN
PRIORITAS MASALAH
PENYUSUNAN RKM
Potensi
• SDM: PKB, IMP, kader, TPK,
• Dana: APBDes/APBKel, APBD
(dinkes, dikbud, BOKB)
• Jejaring: bidan, Ahli Gizi Puskesmas,
Pendamping PKH dan KPM,
Koordinator Pendidikan
LIHAT
LAMPIRAN
INPRES
3. Mekanisme Kerja Pokja s/d Penyusunan RKM
39.
RW 1
1. Peningkatancapaian MKJP
• Penyuluhan pilihan kontrasepsi
• KBPP
• Pendampingan
2. Pencegahan new stunting
• KIE tentang pola makan sehat
• Pemberian tablet tambah darah
• Pendampingan KRS
3. Banjir
• jadwal rutin pembersihan
selokan/got
RW 2
1. Penurunan stunting
• Pemberian makanan tambahan bagi bumil, anak
• Pemberian tablet tambah darah
• Pendampingan KRS
• Penerima program PKH
• Penerima bantuan modal dan pendampingan bagi
KPM
2. Peningkatan capaian MKJP
• Penyuluhan pilihan kontrasepsi
• KBPP
• Pendampingan
3. Banyak anak putus sekolah
• Pengajuan nama untuk penerima Program PKH
• Bantuan Biaya Pendidikan
• Pemberian paket belajar
1. Penurunan stunting
•Pemberian makanan tambahan bagi bumil, anak
•Pemberian tablet tambah darah
•Pendampingan KRS
•Penerima program PKH
•Penerima bantuan modal dan
pendampingan bagi KPM
2. Peningkatan capaian MKJP
•Penyuluhan pilihan kontrasepsi
•KBPP
•Pendampingan
3. Peningkatan ekonomi masyarakat
•Pengajuan usaha kredit UKM
•Pendampingan dan bantuan modal
• pelatihan usaha kecil
•Bantuan promosi dan distribusi usaha kecil
RKM
KKB
Peningkatan capaian MKJP
(2)
Penurunan stunting
(1)
Peningkatan ekonomi
masyarakat
( 3)
Banyak anak putus
sekolah
( 4)
Pengentasan Banjir
(5)
3. Implementasi Penyusunan RKM di tingkat Kel./Desa
RW I RW 2 RW 3
40.
Draf RKM sebelumditandatangani oleh Kepala Desa/ Lurah, agar
dikoordinasikan dengan pihak terkait untuk disepakati
• Menjadi Rencana Kerja Masyarakat di Kampung Keluarga Berkualitas.
• Upaya penyepakatan RKM dapat dilakukan pada pertemuan rakordes/
rakorkel/ rakor kecamatan
• Setelah disepakati selanjutnya di tanda tangani oleh Ketua Pokja dan di
ketehui oleh Kepala Desa/Lurah
Setelah RKM disusun,RKM disetujui
oleh pemerintah desa/kelurahan
Melalui PKB, RKM tersebut dilaporkan
ke OPD KB sebagai fasilitator untuk
program OPD lainnya
2
1
OPD KB DI
KABUPATEN/KOTA
Tindak Lanjut Penyusunan RKM
43.
Pimpinan Rapat: KepalaDesa/Lurah/Camat
Peserta: Aparat desa/kel, tenaga penggerak program di tingkat desa/kel, Toga,
Toma, Pokja Kampung KB, PKK, Kader penggerak lainnya
Tujuan: Pembahasan teknis penyelenggaraan kegiatan
Selanjutnya Pokja mensosialisasikan kegiatan yang akan
dilaksanakan kepada masyarakat melalui berbagai media seperti,
WA grup, forum kelompok kegiatan, dst
Penyelenggaran dilakukan sesuai hasil koordinasi
Lakukan Pencataan, pelaporan melalui website kampung KB melalui
alamat https://kampungkb.bkkbn.go.id/
4. Rapat Koordinasi, Sosialisasi, Penyelenggaraan