TATALAKSANATBC ROTERKINI
dr. Bheti Yuliana Fitrianingsih, SpP
1
OJT Penyegaran Tatalaksana TBC RO untuk RS PMDT
19 September 2024
Outline
1.PANDUAN 6 BULAN
2.PANDUAN 9 BULAN
3.PANDUAN JANGKA PANJANG
2
Definitions: Update 2022
Drug-susceptibility status:
• Drug-sensitive TB (DS-TB): TB disease caused by a strain of Mycobacterium tuberculosis complex
that is susceptible to any TB medicines.
• Drug-resistant TB (DR-TB): TB disease caused by a strain of Mycobacterium tuberculosis complex
that is resistant to any TB medicines.
• Rifampicin-resistant TB (RR-TB): TB disease caused by a strain of M. tuberculosis complex that is resistant to
rifampicin. These strains may be susceptible or resistant to isoniazid (i.e., multi drug resistant TB [MDR-TB]), or
resistant to other first-line or second-line TB medicines.
• Multidrug-resistant TB (MDR-TB): TB disease caused by a strain of M. tuberculosis complex that is resistant to
rifampicin and isoniazid.
• MDR/RR-TB: refers to either multidrug-resistant TB (MDR-TB) or rifampicin-resistant TB (RR-TB).
• Pre-extensively drug-resistant TB (pre-XDR-TB): TB disease caused by a strain of M. tuberculosis complex that is
resistant to rifampicin (and may also be resistant to isoniazid), and that is also resistant to at least one
fluoroquinolone (either levofloxacin or moxifloxacin).
• Extensively drug-resistant TB (XDR-TB): TB disease caused by a strain of M. tuberculosis complex that is resistant to
rifampicin (and may also be resistant to isoniazid), and that is also resistant to at least one fluoroquinolone
(levofloxacin or moxifloxacin) and to at least one other “Group A” drug (bedaquiline or linezolid).
• Rifampicin-susceptible, isoniazid-resistant TB (Hr-TB): TB disease caused by a strain of M. tuberculosis complex
that is resistant to isoniazid but susceptible to rifampicin
PRINSIP PENGOBATAN TB RO
▪ Semua pasien yang sudah terkonfirmasi sebagai TBC RR/ MDR harus dapat mengakses pengobatan
secara cepat, sesuai standar dan bermutu
▪ Paduan pengobatan TBC RO OAT tersebut disesuaikan dengan pola resistansi obat berdasarkan hasil
uji kepekaan M. tuberculosis dan kondisi klinis pasien, dan ditetapkan oleh tim ahli klinis TBC RO
▪ Semua pasien TBC RO perlu menjalani berbagai pemeriksaan awal, pemeriksaan pemantauan
pengobatan (selama pengobatan berlangsung sampai pengobatan selesai), dan pemeriksaan pasca
pengobatan
▪ Pengobatan TBC RO harus bisa dimulai secara rawat jalan (ambulatory) dalam waktu 7 hari setelah
diagnosis pasien ditegakkan. Bila >7 hari hasil LPA belum tersedia, pengobatan harus segera dimulai
berdasarkan kriteria pasien
Pengobatan TB RO di Indonesia
● Sejak Agustus 2020, paduan pengobatan TB
RO → All oral regimen
● Paduan pengobatan TB RO dibagi menjadi:
✓ Paduan jangka pendek (9-11 bulan)
✓ Paduan jangka panjang (18-24 bulan)
Pengobatan TBC RO di Indonesia
Mulai tahun 2023, pengobatan TBC resistan obat yang tersedia di
Indonesia:
1)Paduan pengobatan 6 bulan, terdiri dari:
a.Paduan BPaLM
b.Paduan BPaL
c.Paduan pengobatan TBC monoresistan INH (TBC Hr)
2) Paduan pengobatan 9 bulan
a. Paduan mengandung/vaiiasi etionamid
b. Paduan mengandung/vaiiasi linezolid
3) Paduan pengobatan jangka panjang (18–24 bulan)
PENGELOMPOKAN OBAT
Grup A
Levofloksasin / Moxifloksasin
Bedaquiline
Linezolid
Lfx / Mfx
Bdq
Lzd
Grup B
Clofazimine
Sikloserin atau
Terizidone
Cfz
Cs
Trd Grup C
Etambutol
Delamanid
Pirazinamid
Imipenem–silastatin
Meropenem
Amikasin atau
Streptomisin
Etionamid atau
Protionamid
p-aminosalicylic acid
E
Dlm
Z
Ipm-Cln
Mpm
Amk
S
Eto
Pto
PAS
Alur
Pengobatan
TBC RO
di Indonesia
2023
7
Paduan Pengobatan TBC RO berdasarkan Pola
Resistansi dan Kondisi Pasien
Paduan
pengobatan
TB RR/MDR
(FQ sensitif)
TB Pre-
XDR
TB XDR
TB paru
lesi luas
TB ekstra-
paru
Usia
<14 tahun
BPaL/M Bisa (BPaLM)
Bisa
(BPaL)
Tidak Bisa
Bisa, kecuali TB
ekstra-paru
berat**
Tidak
9 bulan Bisa Tidak Tidak Tidak
Bisa, kecuali TB
ekstra-paru
berat**
Bisa
Jangka panjang Bisa*/Tidak
Bisa*/Tid
ak
Bisa Bisa Bisa Bisa
Faktor lain
yang perlu
diperhatikan
- Intoleransi obat atau efek samping
- Riwayat pengobatan sebelumnya, paparan OAT, pertimbangan
efektivitas obat, kontak erat dengan pasien TBC RO
- Pilihan pasien
***TB sistem saraf pusat, osteoarticular, diseminata/milier
Prinsip perubahan paduan pengobatan
pasien TBC RO
❑ Pasien yang memulai paduan BPaL/M dapat pindah ke paduan oral 9 bulan bila toksisitas terhadap linezolid
terjadi di awal pengobatan dengan paduan BPaL/M.
❑ Pasien TB RR/MDR dalam paduan 9 bulan yang kemudian diketahui resistan terhadap fluorokuinolon (TBC pre-
XDR), harus diubah paduannya dan diberikan paduan BPaL bila bdq/lzd digunakan <1 bulan dan tidak terdapat
bukti resistansi terhadap OAT pada paduan BPaL, serta memenuhi kriteria eligibilitas lain.
❑ Pasien yang memulai pengobatan dengan paduan jangka panjang namun memenuhi syarat untuk mendapatkan
paduan pengobatan 9 bulan dapat pindah ke paduan 9 bulan dalam satu bulan pertama pengobatan.
❑ Pasien yang pernah mendapatkan paduan pengobatan 9 bulan kemungkinan besar telah terpapar obat-obatan
utama selama >1 bulan. Apabila pasien tersebut kembali berobat, maka paduan oral 9 bulan masih dapat
dipertimbangkan sebagai pilihan pengobatan jika tidak terdapat resistansi terhadap Bdq, flurokuinolon, Cfz, INH
dosis tinggi, dan Eto/Lzd, serta memenuhi kriteria lain untuk paduan pengobatan 9 bulan. Pasien dapat diberikan
paduan pengobatan jangka panjang terlebih dahulu sambil menunggu hasil uji kepekaan obat tersedia.
10
Paduan Pengobatan BPaLM
Pengobatan TBC Resistan Obat dengan Paduan BPaLM
Kriteria pasien yang boleh mendapat paduan pengobatan
BPaLM:
● TB RR/MDR
● Dewasa dan remaja >14 tahun tanpa memandang status HIV
● TB paru terkonfirmasi atau TB ekstraparu, kecuali TB yang
melibatkan sistem saraf pusat, osteoartikular dan
diseminata/milier
● Tidak sedang hamil dan wanita menyusui karena hasil studi
yang masih terbatas
11
● Belum pernah mendapatkan pengobatan dengan Bdq,
Pretomanid, Lzd atau Dlm >1 bulan.
➢ Jika pernah → paduan BPaLM dapat diberikan bila ada bukti tidak adanya
resistansi
Sambil menunggu hasil DST, pengobatan pasien ditentukan oleh kondisi klinis pasien:
• Bila kondisi klinis baik dan pasien dapat menunggu hasil DST → tunggu sampai
pasien layak diberikan paduan BPaL/M – edukasi PPI
• Bila kondisi pasien tidak memungkinkan untuk menunggu hasil DST → paduan
jangka panjang
Kriteria pasien yang dapat diberikan paduan
pengobatan BPaLM (lanjutan):
CaraPemberianBedaquilinepadaPasiendenganRiwayatPenggunaanBdq
Lama pemberian Bdq
sebelumnya
Lama penghentian Bdq /
mangkir Cara pemberian Bdq
1-2 minggu (saat
dosis awal)
≤ 2 minggu
Selesaikan dosis awal Bdq 400mg/hari hingga 14 hari
terpenuhi, kemudian dilanjutkan dengan Bdq 200 mg/hari 3
kali seminggu sampai akhir pengobatan
1 -2 minggu (saat
dosis awal)
> 2 minggu
400 mg/hari selama 7 hari, kemudian dilanjutkan dengan
Bdq 200 mg/hari 3 kali seminggu sampai akhir pengobatan
≥ 3 minggu ≤ 2 minggu
Tidak perlu dosis awal, langsung lanjutkan dengan
Bdq 200 mg/hari 3 kali seminggu sampai akhir pengobatan
≥ 3 minggu > 2 minggu – < 6 bulan
400 mg/hari selama 7 hari, kemudian dilanjutkan dengan
Bdq 200 mg/hari 3 kali seminggu sampai akhir pengobatan
≥ 3 minggu > 6 bulan
Pasien diberikan Bdq dari awal bila hasil uji kepekaan Bdq
masih sensitif
● Pasien TBC RR/MDR yang tidak memenuhi kriteria di atas → paduan
jangka pendek 9 bulan
● Pasien TBC RR/MDR yang hamil atau menyusui → paduan jangka Panjang
atau paduan 9 bulan variasi LZD
● Hasil uji kepekaan obat Florokuinolon→ untuk menentukan penggunaan
Moksifloksasin.
● Jika terdapat resistansi florokuinolon (pasien TB pre-XDR):
○ Paduan tanpa obat Mfx (Moxifloxacin)
○ → paduan BPaL
● Jika hasil DST resistansi terhadap Bdq, Lzd atau Pretomanid → pasien
dinyatakan “gagal pengobatan”
Pengobatan TBC Resistan Obat dengan Paduan BPaLM
Jenis dan dosis OAT pada paduan BPaL/M
Jenis obat (Sediaan) Dosis OAT
Bedaquiline / Bdq
(Tablet 100 mg)
400 mg 1 kali/hari selama 2 minggu pertama setiap
hari,
dilanjutkan dengan 200 mg 3 kali /minggu
Pretomanid / Pa
(Tablet 200 mg)
200 mg 1 kali/hari setiap hari
Linezolid / Lzd
(Tablet 600 mg)
600 mg 1 kali/hari setiap hari
Moksifloksasin / Mfx
(Tablet 400 mg)
400 mg 1 kali/hari setiap hari
Modifikasi Paduan BPaL/M
Prinsip penyesuaian pengobatan TBC RO paduan BPaL/M:
1. Perubahan dosis untuk Bdq, Pretomanid, dan Mfx tidak diperbolehkan.
2. Penggantian Mfx menjadi levofloksasin tidak direkomendasikan.
3. Bila hanya Mfx yang perlu dihentikan, pengobatan dapat dilanjutkan
sebagai paduan BPaL.
4. Linezolid dapat dihentikan sementara atau permanen, atau dosisnya
dapat dikurangi dengan beberapa kondisi sebagai berikut:
a. Penurunan dosis atau penghentian sementara Lzd sedangkan Bdq, Pa, dan
Mfx dilanjutkan), hanya dapat dilakukan setelah total 9 (sembilan) minggu
pertama pemberian Lzd dengan dosis 600 mg/hari diselesaikan.
Lzd tunggal
b. Penurunan dosis Lzd atau penghentian sementara → hanya dapat
dilakukan setelah total 9 minggu pertama pemberian Lzd dengan dosis 600
mg/hari diselesaikan.
Modifikasi Paduan BPaL/M lanjutan
• Penghentian permanen Lzd, sedangkan Bdq, Pa, dan Mfx
dilanjutkan, diperbolehkan jika:
b. Hanya diperbolehkan untuk pasien yang mengalami toksisitas
signifikan, derajat 1-2 dosis diturunkan menjadi 300 mg/hari
c. Jika Lzd dihentikan di akhir masa pengobatan dengan sisa
durasi 8idak melebihi 8 minggu, paduan BpaL/M dapat
diselesaikan tanpa obat Lzd
d. Respons terhadap pengobatan harus dipantau secara ketat
• Bila tidak memenuhi kondisi di atas, paduan pengobatan BPaL harus
dihentikan → pasien dinyatakan “gagal pengobatan”
● Penghentian semua komponen paduan
BPaL dalam 9 (sembilan) minggu
pertama ini tidak boleh lebih dari 14
hari (baik berturut-turut maupun tidak).
Setelah itu, ketiga obat pada paduan
BPaL harus dimulai kembali, termasuk
Lzd 600 mg/ hr
● Jika penghentian Lzd terjadi lebih dari 14
hari, maka pasien dinyatakan “gagal
pengobatan” dan selanjutnya pasien
diobati dengan paduan jangka panjang.
Modifikasi Paduan BPaL/M lanjutan
18
• Penghentian tunggal Lzd dalam 9
(sembilan) minggu pertama
pengobatan dengan paduan BPaL
tidak diperkenankan.
• Jika perlu penghentian tunggal Lzd
dalam 9 (sembilan) minggu
pertama pengobatan, maka semua
komponen dalam paduan BPaL/M
harus dihentikan.
● Perlu dilakukan penggantian untuk dosis yang terlewat oleh
pasien → (tambahan hari disesuaikan dengan jumlah hari
mangkir).
● Bila Lzd dihentikan namun obat lain pada paduan BPaL/M tetap
diteruskan →
○ Risiko munculnya resistansi terhadap obat lain pada paduan, terutama pada pasien
BPaL (penghentian Lzd mengakibatkan hanya tersisa 2 obat efektif).
19
Modifikasi Paduan BPaL/M lanjutan
Durasi Pengobatan BPaLM
2
0
Pasien yang tidak mengalami konversi biakan pada bulan ke-4 hingga akhir pengobatan
merupakan kasus kegagalan bakteriologis.
• Obat ditelan dengan makanan
setiap hari selama 26 minggu
• Menelan obat pada waktu yang
sama setiap harinya.
○ Dilakukan oleh tim ahli klinis dan didiskusikan dengan pasien.
○ Pemberian paduan pengobatan BPaL/M dapat dihentikan karena hal-hal
berikut:
1. Pasien putus berobat (loss to follow-up)
2. Terjadinya toksisitas atau intoleransi obat
3. Kegagalan pengobatan (respon klinis maupun bakteriologis buruk)
4. Resistansi terhadap obat pada paduan BPaL/M
5. Kehamilan selama pengobatan
○ Pasien perlu dirujuk ke rumah sakit untuk penentuan paduan pengobatan TBC RO
yang akan diberikan selanjutnya.
Penghentian Pengobatan dengan Paduan BPaL/M
PADUAN
PENGOBATAN BPaL
Kriteria pasien paduan BPaL:
■ Pasien TB RR/MDR yang resistan terhadap fluorokuinolon (TB pre-XDR)
● Pasien dewasa dan remaja >14 tahun tanpa memandang status HIV
● Pasien dengan TB paru terkonfirmasi atau TB ekstraparu, kecuali TB yang
melibatkan sistem saraf pusat, osteoartikular dan diseminata/milier
● Pasien belum pernah mendapatkan pengobatan dengan Bdq, Pretomanid, Lzd
atau Dlm >1 bulan.
○ Bila pasien pernah mendapatkan obat-obatan tsb >1 bulan, paduan BPaL dapat
diberikan bila ada bukti tidak adanya resistansi terhadap obat tsb.
● Tidak dapat diberikan pada pasien hamil dan wanita menyusui karena hasil studi
yang masih terbatas
Pengobatan TBC Resistan Obat dengan Paduan BPaL
Jenis dan dosis OAT pada paduan BPaL
Jenis obat (Sediaan) Dosis OAT
Bedaquiline / Bdq
(Tablet 100 mg)
400 mg 1 kali/hari selama 2 minggu pertama
setiap hari,
dilanjutkan dengan 200 mg 3 kali /minggu
Pretomanid / Pa
(Tablet 200 mg)
200 mg 1 kali/hari setiap hari
Linezolid / Lzd
(Tablet 600 mg)
600 mg 1 kali/hari setiap hari
24
Prinsip mengenai hal-hal berikut:
● Modifikasi paduan BPaL
● Ketentuan pemberian paduan BPaL
pada pasien yang pernah mendapatkan
paduan mengandung Bdq, Lzd
● Penghentian pengobatan dengan
paduan BPaL
Pengobatan TBC Resistan Obat dengan Paduan BPaL (2)
Mengikuti prinsip yang
sama dengan paduan
BPaLM
▪ Durasi standar pengobatan BPaL ialah 6 bulan (26 minggu).
▪ Bila hasil biakan dahak bulan ke-4 masih positif → pengobatan BPaL
diperpanjang 3 bulan (harus terjadi perbaikan kondisi klinis),
sehingga total durasi pengobatan menjadi 9 bulan (39 minggu).
▪ Perpanjangan durasi pengobatan BPaL menjadi 9 bulan harus
dengan pengawasan ketat menelan obat dan efek samping, terutama
pada pasien yang banyak mangkir/tidak teratur mendapatkan Lzd.
Pertimbangkan untuk mengganti paduan pengobatan ke paduan
jangka panjang (rujuk pasien ke RS), daripada memperpanjang
durasi pengobatan BPaL.
Durasi Pengobatan BPaL
26
● Pasien yang pernah mangkir pengobatan > 7 hari dan
memerlukan perpanjangan durasi pengobatan untuk melengkapi
dosis obat yang terlewat, harus menyelesaikan pengobatan dalam
waktu:
○
8 bulan (bila total durasi BPaL 6 bulan); atau
○
10 bulan (bila total durasi BPaL 9 bulan).
Durasi Pengobatan BPaL (2)
Durasi Pengobatan BPaL
Pasien yang tidak mengalami konversi biakan pada bulan ke-4 hingga akhir pengobatan merupakan kasus kegagalan bakteriologis.
Waktu Konversi Kultur
Sputum
Durasi Pengobatan BPaL
Bulan 1 – 4 pengobatan 26 minggu
Bulan 5 – 6 pengobatan 39 minggu
Tidak ada konversi hingga
akhir pengobatan (bulan 9)
Pasien dinyatakan “gagal pengobatan”
BPaL, lalu dipindahkan ke paduan
pengobatan TBC RO jangka panjang
28
Pemeriksaan awal dan Pemantauan Pengobatan BPaL/M
TORONTO CLINICAL NEUROPATHY SCORE
(TCNS)
◾Toronto Clinical Neuropathy score merupakan salah satu sistem skoring
yang dapat digunakan untuk mendeteksi adanya neuropati perifer pada
saat awal penyakit.
◾Terdiri dari 3 bagian:skor gejala,skor refleks,dan skor sensorik
◾Mudah dikerjakan,waktu singkat,peralatan yang sederhana
◾TCNS memiliki sensitivitas 77,2% dan spesifisitas 75,6%
TIM KERJA TBC
ALAT YA N G DIPERLUKA N
◾Palu refleks
◾Kapas
◾T
usuk gigi
◾T
abung reaksi
◾Air panas dan air dingin
◾Garpu tala 128Hz
TIM KERJA TBC
APA YANG DIKERJAKAN JIKA DIDAPATKAN NEUROPATI
❖ Berikan vitamin B6; dosis dapat diberikan sampai dengan 200 mg per hari.
❖ Konsultasikan ke dokter spesialis neurologi bila terjadi gejala neuropati berat (nyeri, sulit
berjalan): skor Toronto >6 atau ada efek samping derajat 2 ke atas.
❖ Jika didapatkan efek samping derajat 2 dan 3, pertimbangkan penghentian sementara obat
TBC RO
❖ Jika didapatkan efek samping derajat 4 perlu dipertimbangkan penggantian obat TBC RO
❖ Pemeriksaan kecepatan hantaran saraf atau elektromiografi dikerjakan sesuai ketersediaan
alat, atas pertimbangan spesialis neurologi
❖ Keputusan keberlanjutan pemberian OAT berdasarkan pada hasil konsultasi dokter spesialis
neurologi. – Diagnosis neuropati perifer ditegakkan oleh neurolog. Diperlukan pemeriksaan
kecepatan hantaran saraf dan/atau EMG untuk memastikan diagnosis
TIM KERJA TBC
22
23
Total score Depression severity
1-4
5-9
10-14
15-19
20-27
Minimal depression
Mild depression
Moderate depression
Moderately severe depression
Severe depression
Patient Health Questionaire
24
Interpretasi
0-4
5-9
>10
= normal
= kecemasan ringan
= kecemasan sedang-berat
31
Paduan Pengobatan
Monoresistan INH/TBC Hr
Paduan TBC Monoresistan INH (TBC Hr)
• Pasien TBC Hr dapat ditata laksana di instalasi rawat jalan TBC di rumah
sakit maupun Puskesmas
• Semua OAT untuk pengobatan TBC Hr harus ditelan setiap hari dengan
PMO anggota keluarga pasien
• Rumah sakit / Puskesmas dapat membekali obat TBC Hr 2 minggu
untuk 1 bulan pertama, selanjutnya obat dapat diberikan setiap bulan.
32
PADUAN PENGOBATAN
6 R-(H)-Z-E-Lfx
KDT
Lepasan R-Z-E-Lfx
Rifampisin Bersifat bakterisidal dan memiliki efek sterilisasi yang
sangat baik
Isoniazid Bersifat bakterisidal yang efektif membunuh kuman
yang sedang aktif bereplikasi
Pirazinamid Bakterisidal dan diketahuiberperan
dalam
memperpendek durasi pengobatan TBC
Etambutol Bakteriostatik yang bekerja dengan menghambat
pembentukan dinding sel bakteri
Levofloxacin • Kombinasi rifampisin dan Mfx akan menyebabkan
konsentrasi Mfx berkurang signifkan dibandingkan
dengan kombinasi rifampisin dan Lfx,
• Efek pemanjangan interval QT dari Lfx lebih
rendah dibandingkan Mfx
Pemeriksaan
Awal untuk
Pengobatan
TBC Hr
34
Kondisi yang menyebabkan pengobatan TBC
Monoresistan INH dapat diberikan tanpa levofloksasin
antara lain:
01 Tendinitis berat
02
Pemanjangan interval QT yang
berlanjut ke disritmia fatal
03 Insomnia berat
04 Mual muntah berat
Bila pengobatan TBC Monoresistan INH
tidak dapat menggunakan Lfx,
pemberian INH dosis tinggi pada
paduan R-H-Z-E dapat
dipertimbangkan
Perlu dirujuk ke Fasyankes TBC
RO
Durasi pemberian obat pada pengobatan TBC Monoresistan INH
No Nama Obat
Total Durasi
Pemberian
1 Rifampisin 6 bulan
2 Isoniazid 6 bulan
3 Etambutol 6 bulan
4 Pirazinamid 6 bulan
5 Levofloksasin 6 bulan
Pemanjangan durasi pengobatan
TBC Monoresistan INH menjadi 9–12
bulan:
1. TBC paru lesi luas
2. TBC milier
3. TBC paru konversi lambat (lebih dari 2 bulan, untuk
konversi BTA maupun kultur)
4. TBC ekstraparu berat (TBC meningitis, TBC tulang, TBC
spondilitis, TBC perikarditis, dan TBC abdomen)
Paduan TBC Hr
• Bila pengobatan TBC Hr tidak dapat menggunakan Lfx
• Pemberian INH dosis tinggi pada paduan R-H-Z-E dapat
dipertimbangkan bila diketahui resistansi INH dosis rendah (mutasi
gen inhA) ,
• Inj aminoglikosida (streptomisin, kanamicyn, amikasin) dan kapreomisin
tidak boleh ditambahkan pada paduan pengobatan TBC Hr.
• Semua obat pada pengobatan TBC Hr diberikan setiap hari→ 6 bulan.
37
Pemantauan Pengobatan TBC
Hr
39
Pemeriksaan Pemantauan
Outline
1.PANDUAN 6 BULAN
2.PANDUAN 9 BULAN
3.PANDUAN JANGKA PANJANG
47
Paduan TBC RO 9 bulan
(The 9-Month All-Oral Regimen)
Kriteria PasienTBC RO untuk Paduan pengobatan 9 bulan
1. Tidak resistan atau tidak ada dugaan inefektif terhadap obat Bdq, Cfz,
INH dosis tinggi, Eto / Lzd (sesuai variasi yang digunakan)
2. Tidak ada riwayat penggunaan Bdq, fluorokuinolon (untuk pengobatan
ataupun pencegahan), Cfz, Eto / Lzd selama >1 bulan
3. Tidak pernah mendapat OAT lini kedua paduan 9 bulan selama ≥ 1 bulan
4. Bukan kasus TBC paru lesi luas
5. Bukan kasus TBC ekstraparu berat
6. HIV negative atau ODHIV
7. Tidak hamil atau menyusui
8. Anak dan dewasa yang terdiagnosis TBC RO klinis dan merupakan
kontak pasien terkonfirmasi TBC RR/MDR
TBC paru lesi luas
•Lesi sangat lanjut (far advanced), yaitu luas
yang melebihi lesi lanjut sedang atau kavitas
ukuran > 4 cm, atau terdapat kavitas di kedua
lapang paru.
• Catatan: Lesi lanjut sedang (moderately advanced), dimana
luas sarang-sarang yang berupa bercak tidak melebihi luas
satu paru, ukuran kavitas tidak lebih dari 4 cm, konsolidasi
tidak lebih dari 1 lobus.
TBC ekstra paru berat
•TBC milier
•TBC meningitis,
•TBC tulang (osteoarticular)
•TBC perikarditis.
OAT RO Paduan 9 bulan
• Paduan pengobatan 9 bulan tanpa injeksi direkomendasikan
pada pasien TBC MDR/RR tanpa resistensi fluorokuinolon
• Bdq 6 bulan dalam kombinasi dengan Lfx/Mfx, Eto, E, H (dosis
tinggi), Z, dan Cfz (selama 4 bulan, kemungkinan diperpanjang
hingga 6 bulan jika apusan dahak pasien positif pada akhir 4
bulan), diikuti dengan Lfx/Mfx, Cfz, E, dan Z (5 bulan)
• Ethionamide dapat diganti dengan linezolid selama 2 bulan
600 mg setiap hari
• Paduan 9 bulan dengan linezolid dapat digunakan pada
Wanita hami
wanita hamil
Mulai tahun 2024, Program TBC Nasional menyediakan
2 variasi paduan pengobatan TBC RO 9 bulan
Paduan 9 bulan variasi
etionamid
• Kadar hemoglobin, neutrofil atau
trombosit rendah di awal pengobatan
• Neuropati perifer (Grade 1, 2, berat)
atau gangguan penglihatan di awal
pengobatan
Paduan 9 bulan variasi
linezolid
• Kadar hemoglobin >8 g/dL,
neutrophil >0,75 × 109/L dan
trombosit >150 × 109/L di awal
pengobatan
• Tidak ada bukti pasien mengalami
neuropati perifer, atau tidak ada
tanda/dugaan neuritis optik di awal
pengobatan
Paduan 9 Bulan Variasi Ethionamid
4-6 BDQ(6 bulan) – Lfx – Cfz – Hdt – Z – E – Eto /5 Lfx – Cfz – Z - E
Advance Phase:
4 Drugs
Intensive Phase:
7 Drugs
Bdq = Bedaquiline, Lfx= Levofloksasin, Cfz= Clofazimin, Hdt = Isoniazid
dosis tinggi, Z= Pyrazinamid, E=Ethambutol, Eto= Ethionamid
• Dapat menjadi pilihan pada pasien yang sedang hamil atau menyusui
• Diberikan apabila:
1. Kadar hemoglobin >8 g/dL, neutrophil >0,75 × 109/L dan trombosit
>150 × 109/L di awal pengobatan
2. Tidak ada bukti pasien mengalami neuropati perifer atau tidak ada
tanda / dugaan neuritis optik di awal pengobatan
4-6 BDQ (6 bulan) – Lfx – Cfz – Hdt – Z – E– Lzd (2 bulan) / 5 Lfx – Cfz – Z – E
Tahap awal:
7 macam obat
Tahap lanjutan:
4 macam obat
Paduan 9bulan VariasiLinezolid
Dosis OAT
pada Paduan
Pengobatan
TBC RO 9
bulan
Nama Obat
Dosis Obat
Harian Kemasan
Kelompok berat badan ( 15 tahun)
30–35 kg 36–45 kg 46–55 kg 56–70 kg >70 kg
Bedaquiline* - 100 mg tab
4 tablet pada 2 minggu pertama, 2 tablet
Senin/Rabu/Jumat selama 22 minggu berikutnya
Levofloksasin -
250 mg tab 3 3 4 4 4
500 mg tab 1,5 1,5 2 2 2
Moksifloksasin
Dosis standar 400 mg tab 1 1 1,5 1,5 1,5
Dosis tinggi 400 mg tab 1 atau 1,5 1,5 1,5 atau 2 2 2
Clofazimine -
50 mg cap 2 2 2 2 2
100 mg cap 1 1 1 1 1
Ethambutol 15–25 mg/kg 400 mg tab 2 2 3 3 3
Pirazinamide 20–30 mg/kg
400 mg tab 3 4 4 4 5
500 mg tab 2 3 3 3 4
Ethionamid 15–20 mg/kg 250 mg tab 2 2 3 3 4
INH
10–15 mg/kg
(dosis tinggi) 300 mg tab 1,5 1,5 2 2 2
*Bdq ditelan 1x 4 tablet @100 mg pada 2 minggu pertama, dan 1x 2 tablet @100 mg (3x seminggu) pada 22 minggu berikutnya
Prinsip Pengobatan TBC RO 9 bulan (1)
● Hasil LPA ditunggu maks 7
hari *
● Bila s.d 7 hari tidak
tersedia, pemilihan paduan
pengobatan didasarkan
pada anamnesis & riwayat
pengobatan TB/TB RO
sebelumnya.
● Pasien dengan BTA/ biakan
awal negatif, tahap awal 4
bulan.
Pengobatan
jangkapendek
KonversiBT
A≤4bulan Durasitahap
lanjutan=5bulan
Belumkonversi
padabulanke-4
T
eruskantahapawal
sampaibulanke-5atau6
TerjadikonversiBT
Apada
bulanke-5atauke-6
Durasitahap
awal=4bulan
Tidakterjadikonversi
s/dbulanke-6
Pasiendinyatakangagal
pengobatanjangkapendek
Pasiendirujukuntuk
mendapatkanpaduan
pengobatanjangkapanjang
Lanjutkanpengobatan
ketahaplanjutan
selama5bulan
* Bila masih menggunakan LPA
● Komposisi paduan pengobatan jangka pendek merupakan
paduan standar yang tidak dapat dimodifikasi.
● Bila terdapat ESO: Eto dapat diganti protionamid & Lfx
diganti Mfx.
○ Penggunaan Mfx pada paduan 9 bln harus pengawasan
ESO yang ketat → penggunaan Mfx bersamaan Bdq &
Cfz meningkatkan risiko gangguan irama jantung
(pemanjangan interval QT).
● Paduan pengobatan Paduan 9 bulan tanpa injeksi tidak bisa
diberikan bila hasil LPA lini satu menunjukkan adanya
mutasi pada gen inhA & katG secara bersamaan →
menunjukkan resistansi INHDT & Eto/ Pro.
● Vit. B6 (piridoxin) dapat diberikan untuk pasien dengan
paduan jangka pendek.
Prinsip pemberian
paduan
pengobatan TBC
RO 9 bulan(2) :
Prinsip Pengobatan TBC RO dengan Paduan 9 bulan(3)
○ Bila Paduan 9 bulan sudah dimulai → lalu hasil DST/ LPA atau
○ TCM XDR menunjukkan FQ resistan→ status pengobatan ditutup
sbg “Gagal karena perubahan diagnosis”. → Pasien selanjutnya
didaftarkan kembali (buka register baru) untuk pengobatan jangka
panjang.
○ Intoleransi obat yang memerlukan penghentian salah satu obat
Bdq, Lfx/Mfx, Cfz, Eto, INHDT → gagal pengobatan paduan 9
bulan → status pasien ditutup sebelum diberikan paduan
pengobatan jangka panjang (register baru).
Durasi Paduan Pengobatan TB RO 9 bulan
Nama Obat
Tahap Awal
(4-6 bulan)
Tahap
Lanjutan
(5 bulan)
Total Durasi
Pemberian
Bedaquiline (Bdq) * V 6 bulan
Levofloksasin atau
Moxifloxacin V V 9-11 bulan
Clofazimin V V 9-11 bulan
INH dosis tinggi V - 4-6 bulan
Pirazinamid V V 9-11 bulan
Etambutol V V 9-11 bulan
Etionamid V - 4-6 bulan
Linezolid ** V - 2 bulan
Jenis Pemeriksaan Awal Setiap Bulan
Akhir
Pengobatan
Setiap6 bulan
pascapengobatanh
Pemeriksaan Klinis
Pemeriksaan fisik V V V V
Konseling dan evaluasi
kondisi psikososial V V V V
Berat badan(IMT) V V V V
Skrining neuropati perifer V V V
Skrining fungsi penglihatan a V V V
Skrining psikiatri b V
Pemantauanefek samping obat V V
Konsultasi hasil pengobatan V V
Pemeriksaan Mikrobiologi
BTA sputumc V V V V
Biakan sputumc V V V V
LPAlini kedua atau TCM XDR V Diulangbila BTA/kultur positif padabulan ke-4f
Uji kepekaan obat fenotipik V Diulang bila BTA/kultur positif pada bulanke-4f
Pemeriksaanawal dan
monitoring
pengobatanTBC RO
jangka9 bulan
Tes penglihatan: tes buta
warna & lapang pandang
sederhana
Skrining psikiatri: sesuai
dengan fasilitas yang tersedia
(MINI ICD-10, SCID 2, dsb).
PemeriksaanLaboratorium, Radiologi dan EKG
Rontgendadad V V V
EKGe V V V
Darahperifer lengkap (DPL) V V V
Fungsihati:
SGOT,SGPT,Bilirubintotal
V V V
V V
Elektrolit: Na,K, Ca,Mg
Fungsiginjal:
Ureum, kreatinin serum V V
Pemeriksaan asamurat V V
Guladarahpuasadan2 jamPPg V
TSH/TSHsg V
Teskehamilang V
TesHIVg V
Pemeriksaan awal
dan monitoring
pengobatan TB RO
jangka 9 bulan
Jika fasilitas pemeriksaan
tidak tersedia, maka
pengobatan dapat
dilakukan sambil
memonitor efek samping
Jika ada keluhan atau kelainan pada hasil pemeriksaan, dokter dapat melakukan rujukan
untuk pemeriksaan lebih lanjut ke dokter spesialis terkait.
Keterangan (1)
▪ Pemeriksaan BTA & biakan setiap bulan, 1 (satu) dahak pagi.
− Pada bulan ke-4, ke-5, ke-6 & Akhir pengobatan dilakukan pemeriksaan BTA dari dua (2) dahak pagi
− berurutan.
di rumah sakit TBC RO
− Pemeriksaan BTA dapat dilakukan atau lab biakan. Sisa dahak pemeriksaan
BTAdapat dikirimkan ke lab biakan.
− Pemeriksaan LPA & uji kepekaan mengumpulkan 2 dahak.
▪ Bila BTA/ biakan masih positif pada bulan ke-4, lakukan pemeriksaan LPA lini kedua atau TCM
XD
R
ulang XDR / uji kepekaan untuk mengetahui jika terdapat tambahan resistansi obat (acquired resistance).
− Jika lab biakan = lab LPA/uji kepekaan, pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan isolat yang tumbuh.
− Jika lab biakan BUKAN merupakan lab LPA/uji kepekaan, dilakukan pengambilan dahak baru atau
pengiriman isolat ke lab LPA/uji kepekaan.
Konversi
Pada pasien TBC terkonfirmasi bakteriologis
terdapat setidaknya dua biakan berturut-
turut yang diambil pada waktu yang berbeda
dengan jarak minimal 7 hari yang memiliki
hasil negatif.
Keterangan (2)
▪ Pemeriksaan rontgen dada diulang pada
▪ Pemeriksaan EKG:
akhir tahap awal & di akhir pengobatan.
di awal, minggu ke-2, bulan ke-1, lalu rutin setiap bulan &/
bila terdapat keluhan jantung.
▪ Pemantauan pasca pengobatan dilakukan setiap 6 bulan selama 2 tahun, dan dapat
dilakukan kapan saja bila muncul gejala TB.
Memastikan data pasien terisi dengan benar &
terekam dalam sistem pencatatan yang digunakan,
baik pada formulir pencatatan manual maupun SITB.
Catatan terkait perubahan paduan 9 bulan ke
jangka panjang akibat intoleransi:
● Bila pasien sudah konversi (biakan), maka durasi pengobatan jangka
panjang dapat dilanjutkan
o Misal, pasien sudah berobat 3 bulan Paduan 9 bulan & konversi pada
bulan ke-2, maka lanjutkan pengobatan jangka panjang sampai
mencapai durasi total 18 bulan
● Bila pasien belum mengalami konversi biakan, maka pengobatan
dengan paduan jangka panjang harus dimulai dari awal (bulan 0).
● Pemantauan rutin yang dilakukan meliputi:
− Pemeriksaan klinis (BB, ESO)
− Pemeriksaan bakteriologis
− Pemeriksaan laboratorium & penunjang lain
● BTA sputum
● Biakan sputum
Pemeriksan BTA & biakan sputum HARUS rutin dilakukan karena
sangat penting untuk menentukan waktu konversi dan durasi
pengobatan TBC RO pasien.
Harus dilakukan setiap bulan, baik pada
tahap awal maupun tahap lanjutan.
Outline
1.PANDUAN 6 BULAN
2.PANDUAN 9 BULAN
3.PANDUAN JANGKA PANJANG
69
Pengobatan TBC RO Paduan Jangka Panjang
(Paduan Individual)
Kriteria Pasien Pengobatan TBC-RO dengan Paduan Jangka Panjang
Paduan Jangka
Panjang
atau
Paduan
Individual
6 Bdq – Lfx atau Mfx – Lzd – Cfz – Cs / 14 Lfx atau Mfx– Lzd – Cfz – Cs
Contoh paduan
GroupA Group B
Drug Group Drug Name
GroupA
Include three drugs
Levofloxacin (Lfx) or Moxifloxacin (Mfx)
Bedaquiline (Bdq)
Linezolid (Lzd)
Group B
Include two drugs
Clofazimine (Cfz)
Cycloserine (Cs)
Group C
Add to complete the
regimen and when
medicines from GroupA
and B cannot be used
Ethambutol (E)
Delamanid (DLM)
Pyrazinamide (Z)
Amikacyn (Am) or Streptomycin (S)
Ethionamide (Eto) or Protionamide (Pto)
P-Aminosalicylic Acid
Prinsip Pengobatan TB RO Jangka Panjang
(1)
lima obat TB
● Pengobatan dimulai dengan yang diperkirakan
efektif dan setidaknya tiga obat setelah Bdq dihentikan.
● Paduan pengobatan ideal: 3 obat Grup A dan 2 obat Grup B.
● Bila dari Grup A dan Grup B tidak memenuhi lima (5) obat maka
diambil obat dari grup C untuk melengkapi jumlah obat.
● Obat pada Grup C diurutkan berdasarkan rekomendasi
penggunaan (urutan atas yang paling direkomendasikan).
2A
X +
2B
+
1C
○ 6 Lfx-Lzd-Clz-Cs-E / 14 Lfx-Clz-Cs-E
○ 6 Lfx-Lzd-Clz-Cs-Dlm / 14 Lzd-Clz-Cs
○ 6 Lfx-Lzd-Cfz-Cs-Amk / 14 Lfx-Cfz-Cs
○ 6 Lfx-Lzd-Cfz-Cs-S / 14 Lfx-Lzd-Cfz-Cs
Intolerant or cannot receive BDQ
No. Kondisi atau pola resistansi pasien
Jumlah obat yang
KONTRA-INDIKASI
Jumlah obat yang DAPAT
DITAMBAHKAN
Contoh paduan pengobatan jangka panjang yang dapat
diberikan
Grup A Grup B Grup C
1. Pasien TBC RR/MDR yang tidak bisa STR Tidak ada 3 2 Tidak perlu 6 Bdq – Lfx – Lzd – Cfz – Cs / 14 Lfx – Lzd – Cfz – Cs
2. Resistan / kontraindikasi Bdq 1 obat Grup A (Bdq) 2 2 1 20 Lfx atau Mfx – Lzd – Cfz – Cs – E (atau obat lain dari Grup C)
3.
Resistan FQ (TBC pre-XDR) atau
kontraindikasi FQ 1 obat Grup A (FQ) 2 2 1
6 Bdq – Lzd – Cfz – Cs – E / 14 Lzd – Cfz – Cs – Z (atau obat lain
dari Grup C)
4. Resistan / kontraindikasi Lzd 1 obat Grup A (Lzd) 2 2 1
6 Bdq – Lfx – Cfz – Cs – E / 14 Lfx – Cfz – Cs – Z (atau obat lain
dari Grup C)
5. Resistan / kontraindikasi Bdq dan FQ 2 obat Grup A 1 2 2 20 Lzd – Cfz – Cs – Dlm (6 bulan) – E (atau obat lain dari Grup C)
6. Resistan / kontraindikasi Bdq dan Lzd 2 obat Grup A 1 2 2
20 Lfx atau Mfx – Cfz – Cs – Dlm (6 bulan) – Z (atau obat lain dari
Grup C)
7. Resistan / kontraindikasi FQ dan Lzd 2 obat Grup A 1 2 2
6 Bdq – Cfz – Cs – E – Z / 14 Cfz – Cs – E – Z (atau obat lain dari
Grup C)
8.
Pasien TBC RR/MDR yang gagal
pengobatan STR
2 obat Grup A,
1 obat Grup B 1 1  3
20 Lzd – Cs – Dlm – Z – E – PAS
atau kombinasi obat Grup C lain sesuai kondisi pasien
9. Resistan / intoleran terhadap Cfz atau Cs 1 obat Grup B (Cfz atau Cs) 3 1 1 6 Bdq – Lfx – Lzd – Cfz atau Cs – Z / 14 Lfx – Lzd – Cfz atau Cs – Z
10. Resistan / intoleran terhadap Cfz dan Cs
Semua (2) obat Grup B
3 0 2 6 Bdq – Lfx – Lzd – Dlm – Eto / 14 Lfx – Lzd – Eto
11. Resistan / kontraindikasi Bdq (A) dan Cfz (B)
1 obat Grup A,
1 obat Grup B 2 1 2
6 Lfx atau Mfx – Lzd – Cs – Dlm – E /
14 Lfx atau Mfx – Lzd – Cs – E
12. Resistan / kontraindikasi FQ (A) dan Cs (B) 1 obat Grup A,1 obat Grup B 2 1 2 6 Bdq – Lzd – Cfz – Eto – Z / 14 Lzd – Cfz – Eto – Z
13.
Resistan / kontraindikasi Bdq (A) dan Cfz
dan Cs
1 obat Grup
A, 2 obat
Grup B
2 0  3 6 Lfx atau Mfx – Lzd – Dlm – Z – Eto /14 Lfx atau Mfx – Lzd – Z – Eto
14.
Resistan / kontraindikasi Lzd (A) dan Cfz
dan Cs
1 obat Grup A,
2 obat Grup B 2 0  3
6 Bdq – Lfx atau Mfx – Dlm – Z – E – Eto/ 14 Lfx atau Mfx – Z – E –
Eto
Contoh paduan pengobatan TB RO jangka panjang berdasarkan kondisi pasien
Dosis dan Sediaan Obat TBC RO
Dosis obat berdasarkan pengelompokan berat
badan untuk paduan pengobatan TB RO
jangka panjang pada pasien berusia 15 tahun
dan dewasa
Grup Nama Obat Dosis Obat Harian Kemasan
Kelompok berat badan ( 15 tahun)
30–35 kg 36–45 kg 46–55 kg 56–70 kg >70 kg
A
Levofloksasin - 250 mg tab 3 3 4 4 4
500 mg tab 1,5 1,5 2 2 2
Moksifloksasin
Dosis standar 400 mg tab 1 1 1,5 1,5 1,5
Dosis tinggi 400 mg tab 1 atau 1,5 1,5 1,5 atau 2 2 2
Bedaquiline - 100 mg tab
4 tablet pada 2 minggu pertama, 2 tablet
Senin/Rabu/Jumat selama 22 minggu berikutnya
Linezolid - 600 mg tab (<15 th) (<15 th) 1 1 1
B
Clofazimine -
50 mg cap 2 2 2 2 2
100 mg cap 1 1 1 1 1
Sikloserin 10–15 mg/kg 250 mg cap 2 2 3 3 3
C
Ethambutol 15–25 mg/kg 400 mg tab 2 2 3 3 3
Delamanid - 50 mg tab 2 x 2 tab per hari
Pirazinamide 20–30 mg/kg
400 mg tab 3 4 4 4 5
500 mg tab 2 3 3 3 4
Amikasin 15–20 mg/kg
500 mg/2 ml
(ampul) 2,5 ml 3 ml 3–4 ml 4 ml 4 ml
Streptomisin 12–18 mg/kg 1 g serbuk (vial) Dihitung sesuai dengan zat pelarut yang digunakan
Ethionamid 15–20 mg/kg 250 mg tab 2 2 3 3 4
PAS
8–12 g/hari dalam 2–3
dosis terbagi
PAS Sodium salt
(4g) sachet 1 bd 1 bd 1 bd 1 bd 1–1,5 bd
Durasi Pengobatan
Waktu konversi
biakan (Bulan ke-)
Durasi total paduan
jangka panjang
1–2 18 bulan
3 19 bulan
4–6 20 bulan
>6
Pasien dinyatakan “gagal pengobatan”,
pengobatan jangka panjang diulang
berdasarkan hasil uji kepekaan terbaru.
Pemeriksaan Awal dan Monitoring
● Pemeriksaan awal dan pemantauan pengobatan TBC
ROjangka panjang pada umumnya sama dengan
paduan jangka pendek, dengan penambahan:
○ Pemeriksaan albumin, untuk pasien yang
mendapatkan Dlm
○ Pemeriksaan audiometri, pasien yang mendapatkan
obat injeksi Am/S
Jenis Pemeriksaan Awal
Setiap
Bulan
Akhir
Pengobatan
Pasca
Pengobatan l)
Pemeriksaan Penunjang
Rontgen dada e) V V V
EKG f) V V V
Darah perifer lengkap (DPL) g) V V V
Audiometri h) V
Fungsi hati:
SGOT, SGPT, Bilirubin total
V V V
Elektrolit: Na, K, Ca, Mg V V
Ureum, kreatinin serum i) V V
Albumin j) V V
Asam urat V V
Gula darah puasa dan 2 jam PP V
TSH/TSHs k) V
Tes kehamilan V
Tes HIV V
Pemeriksaan
awal dan
monitoring
pengobatan TB
RO jangka
panjang
(2)
Inisiasi Pengobatan
Paduan Jangka Panjang
Tahapan Inisiasi Pengobatan TBC RO
Setelah diagnosis TB RO pasien ditegakkan, maka petugas di fasyankes TBC
RO melakukan langkah-langkah berikut:
● Melakukan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) terkait penyakit dan
pengobatan TB RO, serta meminta pasien memberikan persetujuan
pengobatan (informed consent).
● Melakukan persiapan awal sebelum memulai pengobatan (anamnesis,
pemeriksaan fisik, pemeriksaan dahak untuk uji kepekaan dengan 2 pot
dahak dan pemeriksaan penunjang awal/baseline).
● Menetapkan paduan pengobatan TBC RO yang sesuai dengan kondisi
pasien (riwayat pengobatan, riwayat intoleransi obat, komorbid, dan
hasil uji kepekaan bila sudah tersedia).
● Pengobatan TBC resistan obat dapat dimulai secara rawat jalan
(ambulatory) tanpa menunggu semua hasil pemeriksaan penunjang awal
tersedia.
● Hasil pemeriksaan penunjang yang harus ada sebelum memulai terapi:
○ Rontgen dada
○ Pemeriksaan DPL
○ EKG
○ Tes kehamilan pada Wanita usia subur
● Hasil pemeriksaan LPA lini kedua* dapat ditunggu selama maksimal
7 hari. (*bila masih menggunakan LPA)
● Selama menunggu memulai pengobatan, pasien perlu memakai masker,
menerapkan etika batuk dan protokol kesehatan yang benar untuk
mencegah penularan TBC pada keluarga.
● Jika pasien membutuhkan rawat inap dan tidak tersedia sarana rawat
inap di fasyankes pelaksana layanan TBC RO tersebut, maka pasien
akan dirujuk ke fasyankes TBC RO lain di provinsi untuk inisiasi
pengobatan.
● Kunjungan rumah oleh petugas fasyankes wilayah tempat tinggal
pasien atau organisasi kemasyarakatan terkait untuk memastikan
alamat yang jelas dan kesiapan keluarga untuk mendukung
pengobatan TB RO pasien.
Penghentian Paduan Pengobatan TBC RO
pada Paduan Jangka Panjang
● Efek samping obat yang berat
● perubahan paduan pengobatan TBC RO yaitu ≥ 2 obat TBC RO
● Tidak ada respon yang adekuat terhadap pengobatan
● Terjadi reversi pada tahap lanjutan
Pertimbangan untuk menghentikan pengobatan TBC RO pada
pasien yang mengalami kegagalan pengobatan ialah:
• Pertimbangan klinis
• Pertimbangan kesehatan masyarakat (public health)
Semoga Bermanfaat
Link Materi WS:
https://bit.ly/MATERI
WSTBRO2024

2. update tatalaksana tb ro - ojt 190924.pdf

  • 1.
    TATALAKSANATBC ROTERKINI dr. BhetiYuliana Fitrianingsih, SpP 1 OJT Penyegaran Tatalaksana TBC RO untuk RS PMDT 19 September 2024
  • 2.
    Outline 1.PANDUAN 6 BULAN 2.PANDUAN9 BULAN 3.PANDUAN JANGKA PANJANG 2
  • 3.
    Definitions: Update 2022 Drug-susceptibilitystatus: • Drug-sensitive TB (DS-TB): TB disease caused by a strain of Mycobacterium tuberculosis complex that is susceptible to any TB medicines. • Drug-resistant TB (DR-TB): TB disease caused by a strain of Mycobacterium tuberculosis complex that is resistant to any TB medicines. • Rifampicin-resistant TB (RR-TB): TB disease caused by a strain of M. tuberculosis complex that is resistant to rifampicin. These strains may be susceptible or resistant to isoniazid (i.e., multi drug resistant TB [MDR-TB]), or resistant to other first-line or second-line TB medicines. • Multidrug-resistant TB (MDR-TB): TB disease caused by a strain of M. tuberculosis complex that is resistant to rifampicin and isoniazid. • MDR/RR-TB: refers to either multidrug-resistant TB (MDR-TB) or rifampicin-resistant TB (RR-TB). • Pre-extensively drug-resistant TB (pre-XDR-TB): TB disease caused by a strain of M. tuberculosis complex that is resistant to rifampicin (and may also be resistant to isoniazid), and that is also resistant to at least one fluoroquinolone (either levofloxacin or moxifloxacin). • Extensively drug-resistant TB (XDR-TB): TB disease caused by a strain of M. tuberculosis complex that is resistant to rifampicin (and may also be resistant to isoniazid), and that is also resistant to at least one fluoroquinolone (levofloxacin or moxifloxacin) and to at least one other “Group A” drug (bedaquiline or linezolid). • Rifampicin-susceptible, isoniazid-resistant TB (Hr-TB): TB disease caused by a strain of M. tuberculosis complex that is resistant to isoniazid but susceptible to rifampicin
  • 4.
    PRINSIP PENGOBATAN TBRO ▪ Semua pasien yang sudah terkonfirmasi sebagai TBC RR/ MDR harus dapat mengakses pengobatan secara cepat, sesuai standar dan bermutu ▪ Paduan pengobatan TBC RO OAT tersebut disesuaikan dengan pola resistansi obat berdasarkan hasil uji kepekaan M. tuberculosis dan kondisi klinis pasien, dan ditetapkan oleh tim ahli klinis TBC RO ▪ Semua pasien TBC RO perlu menjalani berbagai pemeriksaan awal, pemeriksaan pemantauan pengobatan (selama pengobatan berlangsung sampai pengobatan selesai), dan pemeriksaan pasca pengobatan ▪ Pengobatan TBC RO harus bisa dimulai secara rawat jalan (ambulatory) dalam waktu 7 hari setelah diagnosis pasien ditegakkan. Bila >7 hari hasil LPA belum tersedia, pengobatan harus segera dimulai berdasarkan kriteria pasien
  • 5.
    Pengobatan TB ROdi Indonesia ● Sejak Agustus 2020, paduan pengobatan TB RO → All oral regimen ● Paduan pengobatan TB RO dibagi menjadi: ✓ Paduan jangka pendek (9-11 bulan) ✓ Paduan jangka panjang (18-24 bulan)
  • 6.
    Pengobatan TBC ROdi Indonesia Mulai tahun 2023, pengobatan TBC resistan obat yang tersedia di Indonesia: 1)Paduan pengobatan 6 bulan, terdiri dari: a.Paduan BPaLM b.Paduan BPaL c.Paduan pengobatan TBC monoresistan INH (TBC Hr) 2) Paduan pengobatan 9 bulan a. Paduan mengandung/vaiiasi etionamid b. Paduan mengandung/vaiiasi linezolid 3) Paduan pengobatan jangka panjang (18–24 bulan)
  • 7.
    PENGELOMPOKAN OBAT Grup A Levofloksasin/ Moxifloksasin Bedaquiline Linezolid Lfx / Mfx Bdq Lzd Grup B Clofazimine Sikloserin atau Terizidone Cfz Cs Trd Grup C Etambutol Delamanid Pirazinamid Imipenem–silastatin Meropenem Amikasin atau Streptomisin Etionamid atau Protionamid p-aminosalicylic acid E Dlm Z Ipm-Cln Mpm Amk S Eto Pto PAS
  • 8.
  • 9.
    Paduan Pengobatan TBCRO berdasarkan Pola Resistansi dan Kondisi Pasien Paduan pengobatan TB RR/MDR (FQ sensitif) TB Pre- XDR TB XDR TB paru lesi luas TB ekstra- paru Usia <14 tahun BPaL/M Bisa (BPaLM) Bisa (BPaL) Tidak Bisa Bisa, kecuali TB ekstra-paru berat** Tidak 9 bulan Bisa Tidak Tidak Tidak Bisa, kecuali TB ekstra-paru berat** Bisa Jangka panjang Bisa*/Tidak Bisa*/Tid ak Bisa Bisa Bisa Bisa Faktor lain yang perlu diperhatikan - Intoleransi obat atau efek samping - Riwayat pengobatan sebelumnya, paparan OAT, pertimbangan efektivitas obat, kontak erat dengan pasien TBC RO - Pilihan pasien ***TB sistem saraf pusat, osteoarticular, diseminata/milier
  • 10.
    Prinsip perubahan paduanpengobatan pasien TBC RO ❑ Pasien yang memulai paduan BPaL/M dapat pindah ke paduan oral 9 bulan bila toksisitas terhadap linezolid terjadi di awal pengobatan dengan paduan BPaL/M. ❑ Pasien TB RR/MDR dalam paduan 9 bulan yang kemudian diketahui resistan terhadap fluorokuinolon (TBC pre- XDR), harus diubah paduannya dan diberikan paduan BPaL bila bdq/lzd digunakan <1 bulan dan tidak terdapat bukti resistansi terhadap OAT pada paduan BPaL, serta memenuhi kriteria eligibilitas lain. ❑ Pasien yang memulai pengobatan dengan paduan jangka panjang namun memenuhi syarat untuk mendapatkan paduan pengobatan 9 bulan dapat pindah ke paduan 9 bulan dalam satu bulan pertama pengobatan. ❑ Pasien yang pernah mendapatkan paduan pengobatan 9 bulan kemungkinan besar telah terpapar obat-obatan utama selama >1 bulan. Apabila pasien tersebut kembali berobat, maka paduan oral 9 bulan masih dapat dipertimbangkan sebagai pilihan pengobatan jika tidak terdapat resistansi terhadap Bdq, flurokuinolon, Cfz, INH dosis tinggi, dan Eto/Lzd, serta memenuhi kriteria lain untuk paduan pengobatan 9 bulan. Pasien dapat diberikan paduan pengobatan jangka panjang terlebih dahulu sambil menunggu hasil uji kepekaan obat tersedia.
  • 11.
  • 12.
    Pengobatan TBC ResistanObat dengan Paduan BPaLM Kriteria pasien yang boleh mendapat paduan pengobatan BPaLM: ● TB RR/MDR ● Dewasa dan remaja >14 tahun tanpa memandang status HIV ● TB paru terkonfirmasi atau TB ekstraparu, kecuali TB yang melibatkan sistem saraf pusat, osteoartikular dan diseminata/milier ● Tidak sedang hamil dan wanita menyusui karena hasil studi yang masih terbatas 11
  • 13.
    ● Belum pernahmendapatkan pengobatan dengan Bdq, Pretomanid, Lzd atau Dlm >1 bulan. ➢ Jika pernah → paduan BPaLM dapat diberikan bila ada bukti tidak adanya resistansi Sambil menunggu hasil DST, pengobatan pasien ditentukan oleh kondisi klinis pasien: • Bila kondisi klinis baik dan pasien dapat menunggu hasil DST → tunggu sampai pasien layak diberikan paduan BPaL/M – edukasi PPI • Bila kondisi pasien tidak memungkinkan untuk menunggu hasil DST → paduan jangka panjang Kriteria pasien yang dapat diberikan paduan pengobatan BPaLM (lanjutan):
  • 14.
    CaraPemberianBedaquilinepadaPasiendenganRiwayatPenggunaanBdq Lama pemberian Bdq sebelumnya Lamapenghentian Bdq / mangkir Cara pemberian Bdq 1-2 minggu (saat dosis awal) ≤ 2 minggu Selesaikan dosis awal Bdq 400mg/hari hingga 14 hari terpenuhi, kemudian dilanjutkan dengan Bdq 200 mg/hari 3 kali seminggu sampai akhir pengobatan 1 -2 minggu (saat dosis awal) > 2 minggu 400 mg/hari selama 7 hari, kemudian dilanjutkan dengan Bdq 200 mg/hari 3 kali seminggu sampai akhir pengobatan ≥ 3 minggu ≤ 2 minggu Tidak perlu dosis awal, langsung lanjutkan dengan Bdq 200 mg/hari 3 kali seminggu sampai akhir pengobatan ≥ 3 minggu > 2 minggu – < 6 bulan 400 mg/hari selama 7 hari, kemudian dilanjutkan dengan Bdq 200 mg/hari 3 kali seminggu sampai akhir pengobatan ≥ 3 minggu > 6 bulan Pasien diberikan Bdq dari awal bila hasil uji kepekaan Bdq masih sensitif
  • 15.
    ● Pasien TBCRR/MDR yang tidak memenuhi kriteria di atas → paduan jangka pendek 9 bulan ● Pasien TBC RR/MDR yang hamil atau menyusui → paduan jangka Panjang atau paduan 9 bulan variasi LZD ● Hasil uji kepekaan obat Florokuinolon→ untuk menentukan penggunaan Moksifloksasin. ● Jika terdapat resistansi florokuinolon (pasien TB pre-XDR): ○ Paduan tanpa obat Mfx (Moxifloxacin) ○ → paduan BPaL ● Jika hasil DST resistansi terhadap Bdq, Lzd atau Pretomanid → pasien dinyatakan “gagal pengobatan” Pengobatan TBC Resistan Obat dengan Paduan BPaLM
  • 16.
    Jenis dan dosisOAT pada paduan BPaL/M Jenis obat (Sediaan) Dosis OAT Bedaquiline / Bdq (Tablet 100 mg) 400 mg 1 kali/hari selama 2 minggu pertama setiap hari, dilanjutkan dengan 200 mg 3 kali /minggu Pretomanid / Pa (Tablet 200 mg) 200 mg 1 kali/hari setiap hari Linezolid / Lzd (Tablet 600 mg) 600 mg 1 kali/hari setiap hari Moksifloksasin / Mfx (Tablet 400 mg) 400 mg 1 kali/hari setiap hari
  • 17.
    Modifikasi Paduan BPaL/M Prinsippenyesuaian pengobatan TBC RO paduan BPaL/M: 1. Perubahan dosis untuk Bdq, Pretomanid, dan Mfx tidak diperbolehkan. 2. Penggantian Mfx menjadi levofloksasin tidak direkomendasikan. 3. Bila hanya Mfx yang perlu dihentikan, pengobatan dapat dilanjutkan sebagai paduan BPaL. 4. Linezolid dapat dihentikan sementara atau permanen, atau dosisnya dapat dikurangi dengan beberapa kondisi sebagai berikut: a. Penurunan dosis atau penghentian sementara Lzd sedangkan Bdq, Pa, dan Mfx dilanjutkan), hanya dapat dilakukan setelah total 9 (sembilan) minggu pertama pemberian Lzd dengan dosis 600 mg/hari diselesaikan. Lzd tunggal b. Penurunan dosis Lzd atau penghentian sementara → hanya dapat dilakukan setelah total 9 minggu pertama pemberian Lzd dengan dosis 600 mg/hari diselesaikan.
  • 18.
    Modifikasi Paduan BPaL/Mlanjutan • Penghentian permanen Lzd, sedangkan Bdq, Pa, dan Mfx dilanjutkan, diperbolehkan jika: b. Hanya diperbolehkan untuk pasien yang mengalami toksisitas signifikan, derajat 1-2 dosis diturunkan menjadi 300 mg/hari c. Jika Lzd dihentikan di akhir masa pengobatan dengan sisa durasi 8idak melebihi 8 minggu, paduan BpaL/M dapat diselesaikan tanpa obat Lzd d. Respons terhadap pengobatan harus dipantau secara ketat • Bila tidak memenuhi kondisi di atas, paduan pengobatan BPaL harus dihentikan → pasien dinyatakan “gagal pengobatan”
  • 19.
    ● Penghentian semuakomponen paduan BPaL dalam 9 (sembilan) minggu pertama ini tidak boleh lebih dari 14 hari (baik berturut-turut maupun tidak). Setelah itu, ketiga obat pada paduan BPaL harus dimulai kembali, termasuk Lzd 600 mg/ hr ● Jika penghentian Lzd terjadi lebih dari 14 hari, maka pasien dinyatakan “gagal pengobatan” dan selanjutnya pasien diobati dengan paduan jangka panjang. Modifikasi Paduan BPaL/M lanjutan 18 • Penghentian tunggal Lzd dalam 9 (sembilan) minggu pertama pengobatan dengan paduan BPaL tidak diperkenankan. • Jika perlu penghentian tunggal Lzd dalam 9 (sembilan) minggu pertama pengobatan, maka semua komponen dalam paduan BPaL/M harus dihentikan.
  • 20.
    ● Perlu dilakukanpenggantian untuk dosis yang terlewat oleh pasien → (tambahan hari disesuaikan dengan jumlah hari mangkir). ● Bila Lzd dihentikan namun obat lain pada paduan BPaL/M tetap diteruskan → ○ Risiko munculnya resistansi terhadap obat lain pada paduan, terutama pada pasien BPaL (penghentian Lzd mengakibatkan hanya tersisa 2 obat efektif). 19 Modifikasi Paduan BPaL/M lanjutan
  • 21.
    Durasi Pengobatan BPaLM 2 0 Pasienyang tidak mengalami konversi biakan pada bulan ke-4 hingga akhir pengobatan merupakan kasus kegagalan bakteriologis. • Obat ditelan dengan makanan setiap hari selama 26 minggu • Menelan obat pada waktu yang sama setiap harinya.
  • 22.
    ○ Dilakukan olehtim ahli klinis dan didiskusikan dengan pasien. ○ Pemberian paduan pengobatan BPaL/M dapat dihentikan karena hal-hal berikut: 1. Pasien putus berobat (loss to follow-up) 2. Terjadinya toksisitas atau intoleransi obat 3. Kegagalan pengobatan (respon klinis maupun bakteriologis buruk) 4. Resistansi terhadap obat pada paduan BPaL/M 5. Kehamilan selama pengobatan ○ Pasien perlu dirujuk ke rumah sakit untuk penentuan paduan pengobatan TBC RO yang akan diberikan selanjutnya. Penghentian Pengobatan dengan Paduan BPaL/M
  • 23.
  • 24.
    Kriteria pasien paduanBPaL: ■ Pasien TB RR/MDR yang resistan terhadap fluorokuinolon (TB pre-XDR) ● Pasien dewasa dan remaja >14 tahun tanpa memandang status HIV ● Pasien dengan TB paru terkonfirmasi atau TB ekstraparu, kecuali TB yang melibatkan sistem saraf pusat, osteoartikular dan diseminata/milier ● Pasien belum pernah mendapatkan pengobatan dengan Bdq, Pretomanid, Lzd atau Dlm >1 bulan. ○ Bila pasien pernah mendapatkan obat-obatan tsb >1 bulan, paduan BPaL dapat diberikan bila ada bukti tidak adanya resistansi terhadap obat tsb. ● Tidak dapat diberikan pada pasien hamil dan wanita menyusui karena hasil studi yang masih terbatas Pengobatan TBC Resistan Obat dengan Paduan BPaL
  • 25.
    Jenis dan dosisOAT pada paduan BPaL Jenis obat (Sediaan) Dosis OAT Bedaquiline / Bdq (Tablet 100 mg) 400 mg 1 kali/hari selama 2 minggu pertama setiap hari, dilanjutkan dengan 200 mg 3 kali /minggu Pretomanid / Pa (Tablet 200 mg) 200 mg 1 kali/hari setiap hari Linezolid / Lzd (Tablet 600 mg) 600 mg 1 kali/hari setiap hari 24
  • 26.
    Prinsip mengenai hal-halberikut: ● Modifikasi paduan BPaL ● Ketentuan pemberian paduan BPaL pada pasien yang pernah mendapatkan paduan mengandung Bdq, Lzd ● Penghentian pengobatan dengan paduan BPaL Pengobatan TBC Resistan Obat dengan Paduan BPaL (2) Mengikuti prinsip yang sama dengan paduan BPaLM
  • 27.
    ▪ Durasi standarpengobatan BPaL ialah 6 bulan (26 minggu). ▪ Bila hasil biakan dahak bulan ke-4 masih positif → pengobatan BPaL diperpanjang 3 bulan (harus terjadi perbaikan kondisi klinis), sehingga total durasi pengobatan menjadi 9 bulan (39 minggu). ▪ Perpanjangan durasi pengobatan BPaL menjadi 9 bulan harus dengan pengawasan ketat menelan obat dan efek samping, terutama pada pasien yang banyak mangkir/tidak teratur mendapatkan Lzd. Pertimbangkan untuk mengganti paduan pengobatan ke paduan jangka panjang (rujuk pasien ke RS), daripada memperpanjang durasi pengobatan BPaL. Durasi Pengobatan BPaL 26
  • 28.
    ● Pasien yangpernah mangkir pengobatan > 7 hari dan memerlukan perpanjangan durasi pengobatan untuk melengkapi dosis obat yang terlewat, harus menyelesaikan pengobatan dalam waktu: ○ 8 bulan (bila total durasi BPaL 6 bulan); atau ○ 10 bulan (bila total durasi BPaL 9 bulan). Durasi Pengobatan BPaL (2)
  • 29.
    Durasi Pengobatan BPaL Pasienyang tidak mengalami konversi biakan pada bulan ke-4 hingga akhir pengobatan merupakan kasus kegagalan bakteriologis. Waktu Konversi Kultur Sputum Durasi Pengobatan BPaL Bulan 1 – 4 pengobatan 26 minggu Bulan 5 – 6 pengobatan 39 minggu Tidak ada konversi hingga akhir pengobatan (bulan 9) Pasien dinyatakan “gagal pengobatan” BPaL, lalu dipindahkan ke paduan pengobatan TBC RO jangka panjang 28
  • 30.
    Pemeriksaan awal danPemantauan Pengobatan BPaL/M
  • 32.
    TORONTO CLINICAL NEUROPATHYSCORE (TCNS) ◾Toronto Clinical Neuropathy score merupakan salah satu sistem skoring yang dapat digunakan untuk mendeteksi adanya neuropati perifer pada saat awal penyakit. ◾Terdiri dari 3 bagian:skor gejala,skor refleks,dan skor sensorik ◾Mudah dikerjakan,waktu singkat,peralatan yang sederhana ◾TCNS memiliki sensitivitas 77,2% dan spesifisitas 75,6% TIM KERJA TBC
  • 33.
    ALAT YA NG DIPERLUKA N ◾Palu refleks ◾Kapas ◾T usuk gigi ◾T abung reaksi ◾Air panas dan air dingin ◾Garpu tala 128Hz TIM KERJA TBC
  • 34.
    APA YANG DIKERJAKANJIKA DIDAPATKAN NEUROPATI ❖ Berikan vitamin B6; dosis dapat diberikan sampai dengan 200 mg per hari. ❖ Konsultasikan ke dokter spesialis neurologi bila terjadi gejala neuropati berat (nyeri, sulit berjalan): skor Toronto >6 atau ada efek samping derajat 2 ke atas. ❖ Jika didapatkan efek samping derajat 2 dan 3, pertimbangkan penghentian sementara obat TBC RO ❖ Jika didapatkan efek samping derajat 4 perlu dipertimbangkan penggantian obat TBC RO ❖ Pemeriksaan kecepatan hantaran saraf atau elektromiografi dikerjakan sesuai ketersediaan alat, atas pertimbangan spesialis neurologi ❖ Keputusan keberlanjutan pemberian OAT berdasarkan pada hasil konsultasi dokter spesialis neurologi. – Diagnosis neuropati perifer ditegakkan oleh neurolog. Diperlukan pemeriksaan kecepatan hantaran saraf dan/atau EMG untuk memastikan diagnosis TIM KERJA TBC
  • 35.
  • 36.
    23 Total score Depressionseverity 1-4 5-9 10-14 15-19 20-27 Minimal depression Mild depression Moderate depression Moderately severe depression Severe depression Patient Health Questionaire
  • 37.
    24 Interpretasi 0-4 5-9 >10 = normal = kecemasanringan = kecemasan sedang-berat
  • 38.
  • 39.
    Paduan TBC MonoresistanINH (TBC Hr) • Pasien TBC Hr dapat ditata laksana di instalasi rawat jalan TBC di rumah sakit maupun Puskesmas • Semua OAT untuk pengobatan TBC Hr harus ditelan setiap hari dengan PMO anggota keluarga pasien • Rumah sakit / Puskesmas dapat membekali obat TBC Hr 2 minggu untuk 1 bulan pertama, selanjutnya obat dapat diberikan setiap bulan. 32
  • 40.
    PADUAN PENGOBATAN 6 R-(H)-Z-E-Lfx KDT LepasanR-Z-E-Lfx Rifampisin Bersifat bakterisidal dan memiliki efek sterilisasi yang sangat baik Isoniazid Bersifat bakterisidal yang efektif membunuh kuman yang sedang aktif bereplikasi Pirazinamid Bakterisidal dan diketahuiberperan dalam memperpendek durasi pengobatan TBC Etambutol Bakteriostatik yang bekerja dengan menghambat pembentukan dinding sel bakteri Levofloxacin • Kombinasi rifampisin dan Mfx akan menyebabkan konsentrasi Mfx berkurang signifkan dibandingkan dengan kombinasi rifampisin dan Lfx, • Efek pemanjangan interval QT dari Lfx lebih rendah dibandingkan Mfx
  • 41.
  • 42.
    Kondisi yang menyebabkanpengobatan TBC Monoresistan INH dapat diberikan tanpa levofloksasin antara lain: 01 Tendinitis berat 02 Pemanjangan interval QT yang berlanjut ke disritmia fatal 03 Insomnia berat 04 Mual muntah berat Bila pengobatan TBC Monoresistan INH tidak dapat menggunakan Lfx, pemberian INH dosis tinggi pada paduan R-H-Z-E dapat dipertimbangkan Perlu dirujuk ke Fasyankes TBC RO
  • 43.
    Durasi pemberian obatpada pengobatan TBC Monoresistan INH No Nama Obat Total Durasi Pemberian 1 Rifampisin 6 bulan 2 Isoniazid 6 bulan 3 Etambutol 6 bulan 4 Pirazinamid 6 bulan 5 Levofloksasin 6 bulan Pemanjangan durasi pengobatan TBC Monoresistan INH menjadi 9–12 bulan: 1. TBC paru lesi luas 2. TBC milier 3. TBC paru konversi lambat (lebih dari 2 bulan, untuk konversi BTA maupun kultur) 4. TBC ekstraparu berat (TBC meningitis, TBC tulang, TBC spondilitis, TBC perikarditis, dan TBC abdomen)
  • 44.
    Paduan TBC Hr •Bila pengobatan TBC Hr tidak dapat menggunakan Lfx • Pemberian INH dosis tinggi pada paduan R-H-Z-E dapat dipertimbangkan bila diketahui resistansi INH dosis rendah (mutasi gen inhA) , • Inj aminoglikosida (streptomisin, kanamicyn, amikasin) dan kapreomisin tidak boleh ditambahkan pada paduan pengobatan TBC Hr. • Semua obat pada pengobatan TBC Hr diberikan setiap hari→ 6 bulan. 37
  • 46.
  • 47.
    Outline 1.PANDUAN 6 BULAN 2.PANDUAN9 BULAN 3.PANDUAN JANGKA PANJANG 47
  • 48.
    Paduan TBC RO9 bulan (The 9-Month All-Oral Regimen)
  • 50.
    Kriteria PasienTBC ROuntuk Paduan pengobatan 9 bulan 1. Tidak resistan atau tidak ada dugaan inefektif terhadap obat Bdq, Cfz, INH dosis tinggi, Eto / Lzd (sesuai variasi yang digunakan) 2. Tidak ada riwayat penggunaan Bdq, fluorokuinolon (untuk pengobatan ataupun pencegahan), Cfz, Eto / Lzd selama >1 bulan 3. Tidak pernah mendapat OAT lini kedua paduan 9 bulan selama ≥ 1 bulan 4. Bukan kasus TBC paru lesi luas 5. Bukan kasus TBC ekstraparu berat 6. HIV negative atau ODHIV 7. Tidak hamil atau menyusui 8. Anak dan dewasa yang terdiagnosis TBC RO klinis dan merupakan kontak pasien terkonfirmasi TBC RR/MDR
  • 51.
    TBC paru lesiluas •Lesi sangat lanjut (far advanced), yaitu luas yang melebihi lesi lanjut sedang atau kavitas ukuran > 4 cm, atau terdapat kavitas di kedua lapang paru. • Catatan: Lesi lanjut sedang (moderately advanced), dimana luas sarang-sarang yang berupa bercak tidak melebihi luas satu paru, ukuran kavitas tidak lebih dari 4 cm, konsolidasi tidak lebih dari 1 lobus.
  • 52.
    TBC ekstra paruberat •TBC milier •TBC meningitis, •TBC tulang (osteoarticular) •TBC perikarditis.
  • 53.
    OAT RO Paduan9 bulan • Paduan pengobatan 9 bulan tanpa injeksi direkomendasikan pada pasien TBC MDR/RR tanpa resistensi fluorokuinolon • Bdq 6 bulan dalam kombinasi dengan Lfx/Mfx, Eto, E, H (dosis tinggi), Z, dan Cfz (selama 4 bulan, kemungkinan diperpanjang hingga 6 bulan jika apusan dahak pasien positif pada akhir 4 bulan), diikuti dengan Lfx/Mfx, Cfz, E, dan Z (5 bulan) • Ethionamide dapat diganti dengan linezolid selama 2 bulan 600 mg setiap hari • Paduan 9 bulan dengan linezolid dapat digunakan pada Wanita hami wanita hamil
  • 54.
    Mulai tahun 2024,Program TBC Nasional menyediakan 2 variasi paduan pengobatan TBC RO 9 bulan Paduan 9 bulan variasi etionamid • Kadar hemoglobin, neutrofil atau trombosit rendah di awal pengobatan • Neuropati perifer (Grade 1, 2, berat) atau gangguan penglihatan di awal pengobatan Paduan 9 bulan variasi linezolid • Kadar hemoglobin >8 g/dL, neutrophil >0,75 × 109/L dan trombosit >150 × 109/L di awal pengobatan • Tidak ada bukti pasien mengalami neuropati perifer, atau tidak ada tanda/dugaan neuritis optik di awal pengobatan
  • 55.
    Paduan 9 BulanVariasi Ethionamid 4-6 BDQ(6 bulan) – Lfx – Cfz – Hdt – Z – E – Eto /5 Lfx – Cfz – Z - E Advance Phase: 4 Drugs Intensive Phase: 7 Drugs Bdq = Bedaquiline, Lfx= Levofloksasin, Cfz= Clofazimin, Hdt = Isoniazid dosis tinggi, Z= Pyrazinamid, E=Ethambutol, Eto= Ethionamid
  • 56.
    • Dapat menjadipilihan pada pasien yang sedang hamil atau menyusui • Diberikan apabila: 1. Kadar hemoglobin >8 g/dL, neutrophil >0,75 × 109/L dan trombosit >150 × 109/L di awal pengobatan 2. Tidak ada bukti pasien mengalami neuropati perifer atau tidak ada tanda / dugaan neuritis optik di awal pengobatan 4-6 BDQ (6 bulan) – Lfx – Cfz – Hdt – Z – E– Lzd (2 bulan) / 5 Lfx – Cfz – Z – E Tahap awal: 7 macam obat Tahap lanjutan: 4 macam obat Paduan 9bulan VariasiLinezolid
  • 57.
    Dosis OAT pada Paduan Pengobatan TBCRO 9 bulan Nama Obat Dosis Obat Harian Kemasan Kelompok berat badan ( 15 tahun) 30–35 kg 36–45 kg 46–55 kg 56–70 kg >70 kg Bedaquiline* - 100 mg tab 4 tablet pada 2 minggu pertama, 2 tablet Senin/Rabu/Jumat selama 22 minggu berikutnya Levofloksasin - 250 mg tab 3 3 4 4 4 500 mg tab 1,5 1,5 2 2 2 Moksifloksasin Dosis standar 400 mg tab 1 1 1,5 1,5 1,5 Dosis tinggi 400 mg tab 1 atau 1,5 1,5 1,5 atau 2 2 2 Clofazimine - 50 mg cap 2 2 2 2 2 100 mg cap 1 1 1 1 1 Ethambutol 15–25 mg/kg 400 mg tab 2 2 3 3 3 Pirazinamide 20–30 mg/kg 400 mg tab 3 4 4 4 5 500 mg tab 2 3 3 3 4 Ethionamid 15–20 mg/kg 250 mg tab 2 2 3 3 4 INH 10–15 mg/kg (dosis tinggi) 300 mg tab 1,5 1,5 2 2 2 *Bdq ditelan 1x 4 tablet @100 mg pada 2 minggu pertama, dan 1x 2 tablet @100 mg (3x seminggu) pada 22 minggu berikutnya
  • 58.
    Prinsip Pengobatan TBCRO 9 bulan (1) ● Hasil LPA ditunggu maks 7 hari * ● Bila s.d 7 hari tidak tersedia, pemilihan paduan pengobatan didasarkan pada anamnesis & riwayat pengobatan TB/TB RO sebelumnya. ● Pasien dengan BTA/ biakan awal negatif, tahap awal 4 bulan. Pengobatan jangkapendek KonversiBT A≤4bulan Durasitahap lanjutan=5bulan Belumkonversi padabulanke-4 T eruskantahapawal sampaibulanke-5atau6 TerjadikonversiBT Apada bulanke-5atauke-6 Durasitahap awal=4bulan Tidakterjadikonversi s/dbulanke-6 Pasiendinyatakangagal pengobatanjangkapendek Pasiendirujukuntuk mendapatkanpaduan pengobatanjangkapanjang Lanjutkanpengobatan ketahaplanjutan selama5bulan * Bila masih menggunakan LPA
  • 59.
    ● Komposisi paduanpengobatan jangka pendek merupakan paduan standar yang tidak dapat dimodifikasi. ● Bila terdapat ESO: Eto dapat diganti protionamid & Lfx diganti Mfx. ○ Penggunaan Mfx pada paduan 9 bln harus pengawasan ESO yang ketat → penggunaan Mfx bersamaan Bdq & Cfz meningkatkan risiko gangguan irama jantung (pemanjangan interval QT). ● Paduan pengobatan Paduan 9 bulan tanpa injeksi tidak bisa diberikan bila hasil LPA lini satu menunjukkan adanya mutasi pada gen inhA & katG secara bersamaan → menunjukkan resistansi INHDT & Eto/ Pro. ● Vit. B6 (piridoxin) dapat diberikan untuk pasien dengan paduan jangka pendek. Prinsip pemberian paduan pengobatan TBC RO 9 bulan(2) :
  • 60.
    Prinsip Pengobatan TBCRO dengan Paduan 9 bulan(3) ○ Bila Paduan 9 bulan sudah dimulai → lalu hasil DST/ LPA atau ○ TCM XDR menunjukkan FQ resistan→ status pengobatan ditutup sbg “Gagal karena perubahan diagnosis”. → Pasien selanjutnya didaftarkan kembali (buka register baru) untuk pengobatan jangka panjang. ○ Intoleransi obat yang memerlukan penghentian salah satu obat Bdq, Lfx/Mfx, Cfz, Eto, INHDT → gagal pengobatan paduan 9 bulan → status pasien ditutup sebelum diberikan paduan pengobatan jangka panjang (register baru).
  • 61.
    Durasi Paduan PengobatanTB RO 9 bulan Nama Obat Tahap Awal (4-6 bulan) Tahap Lanjutan (5 bulan) Total Durasi Pemberian Bedaquiline (Bdq) * V 6 bulan Levofloksasin atau Moxifloxacin V V 9-11 bulan Clofazimin V V 9-11 bulan INH dosis tinggi V - 4-6 bulan Pirazinamid V V 9-11 bulan Etambutol V V 9-11 bulan Etionamid V - 4-6 bulan Linezolid ** V - 2 bulan
  • 62.
    Jenis Pemeriksaan AwalSetiap Bulan Akhir Pengobatan Setiap6 bulan pascapengobatanh Pemeriksaan Klinis Pemeriksaan fisik V V V V Konseling dan evaluasi kondisi psikososial V V V V Berat badan(IMT) V V V V Skrining neuropati perifer V V V Skrining fungsi penglihatan a V V V Skrining psikiatri b V Pemantauanefek samping obat V V Konsultasi hasil pengobatan V V Pemeriksaan Mikrobiologi BTA sputumc V V V V Biakan sputumc V V V V LPAlini kedua atau TCM XDR V Diulangbila BTA/kultur positif padabulan ke-4f Uji kepekaan obat fenotipik V Diulang bila BTA/kultur positif pada bulanke-4f Pemeriksaanawal dan monitoring pengobatanTBC RO jangka9 bulan Tes penglihatan: tes buta warna & lapang pandang sederhana Skrining psikiatri: sesuai dengan fasilitas yang tersedia (MINI ICD-10, SCID 2, dsb).
  • 63.
    PemeriksaanLaboratorium, Radiologi danEKG Rontgendadad V V V EKGe V V V Darahperifer lengkap (DPL) V V V Fungsihati: SGOT,SGPT,Bilirubintotal V V V V V Elektrolit: Na,K, Ca,Mg Fungsiginjal: Ureum, kreatinin serum V V Pemeriksaan asamurat V V Guladarahpuasadan2 jamPPg V TSH/TSHsg V Teskehamilang V TesHIVg V Pemeriksaan awal dan monitoring pengobatan TB RO jangka 9 bulan Jika fasilitas pemeriksaan tidak tersedia, maka pengobatan dapat dilakukan sambil memonitor efek samping Jika ada keluhan atau kelainan pada hasil pemeriksaan, dokter dapat melakukan rujukan untuk pemeriksaan lebih lanjut ke dokter spesialis terkait.
  • 64.
    Keterangan (1) ▪ PemeriksaanBTA & biakan setiap bulan, 1 (satu) dahak pagi. − Pada bulan ke-4, ke-5, ke-6 & Akhir pengobatan dilakukan pemeriksaan BTA dari dua (2) dahak pagi − berurutan. di rumah sakit TBC RO − Pemeriksaan BTA dapat dilakukan atau lab biakan. Sisa dahak pemeriksaan BTAdapat dikirimkan ke lab biakan. − Pemeriksaan LPA & uji kepekaan mengumpulkan 2 dahak. ▪ Bila BTA/ biakan masih positif pada bulan ke-4, lakukan pemeriksaan LPA lini kedua atau TCM XD R ulang XDR / uji kepekaan untuk mengetahui jika terdapat tambahan resistansi obat (acquired resistance). − Jika lab biakan = lab LPA/uji kepekaan, pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan isolat yang tumbuh. − Jika lab biakan BUKAN merupakan lab LPA/uji kepekaan, dilakukan pengambilan dahak baru atau pengiriman isolat ke lab LPA/uji kepekaan.
  • 65.
    Konversi Pada pasien TBCterkonfirmasi bakteriologis terdapat setidaknya dua biakan berturut- turut yang diambil pada waktu yang berbeda dengan jarak minimal 7 hari yang memiliki hasil negatif.
  • 66.
    Keterangan (2) ▪ Pemeriksaanrontgen dada diulang pada ▪ Pemeriksaan EKG: akhir tahap awal & di akhir pengobatan. di awal, minggu ke-2, bulan ke-1, lalu rutin setiap bulan &/ bila terdapat keluhan jantung. ▪ Pemantauan pasca pengobatan dilakukan setiap 6 bulan selama 2 tahun, dan dapat dilakukan kapan saja bila muncul gejala TB. Memastikan data pasien terisi dengan benar & terekam dalam sistem pencatatan yang digunakan, baik pada formulir pencatatan manual maupun SITB.
  • 67.
    Catatan terkait perubahanpaduan 9 bulan ke jangka panjang akibat intoleransi: ● Bila pasien sudah konversi (biakan), maka durasi pengobatan jangka panjang dapat dilanjutkan o Misal, pasien sudah berobat 3 bulan Paduan 9 bulan & konversi pada bulan ke-2, maka lanjutkan pengobatan jangka panjang sampai mencapai durasi total 18 bulan ● Bila pasien belum mengalami konversi biakan, maka pengobatan dengan paduan jangka panjang harus dimulai dari awal (bulan 0).
  • 68.
    ● Pemantauan rutinyang dilakukan meliputi: − Pemeriksaan klinis (BB, ESO) − Pemeriksaan bakteriologis − Pemeriksaan laboratorium & penunjang lain ● BTA sputum ● Biakan sputum Pemeriksan BTA & biakan sputum HARUS rutin dilakukan karena sangat penting untuk menentukan waktu konversi dan durasi pengobatan TBC RO pasien. Harus dilakukan setiap bulan, baik pada tahap awal maupun tahap lanjutan.
  • 69.
    Outline 1.PANDUAN 6 BULAN 2.PANDUAN9 BULAN 3.PANDUAN JANGKA PANJANG 69
  • 70.
    Pengobatan TBC ROPaduan Jangka Panjang (Paduan Individual)
  • 71.
    Kriteria Pasien PengobatanTBC-RO dengan Paduan Jangka Panjang
  • 72.
    Paduan Jangka Panjang atau Paduan Individual 6 Bdq– Lfx atau Mfx – Lzd – Cfz – Cs / 14 Lfx atau Mfx– Lzd – Cfz – Cs Contoh paduan GroupA Group B Drug Group Drug Name GroupA Include three drugs Levofloxacin (Lfx) or Moxifloxacin (Mfx) Bedaquiline (Bdq) Linezolid (Lzd) Group B Include two drugs Clofazimine (Cfz) Cycloserine (Cs) Group C Add to complete the regimen and when medicines from GroupA and B cannot be used Ethambutol (E) Delamanid (DLM) Pyrazinamide (Z) Amikacyn (Am) or Streptomycin (S) Ethionamide (Eto) or Protionamide (Pto) P-Aminosalicylic Acid
  • 73.
    Prinsip Pengobatan TBRO Jangka Panjang (1) lima obat TB ● Pengobatan dimulai dengan yang diperkirakan efektif dan setidaknya tiga obat setelah Bdq dihentikan. ● Paduan pengobatan ideal: 3 obat Grup A dan 2 obat Grup B. ● Bila dari Grup A dan Grup B tidak memenuhi lima (5) obat maka diambil obat dari grup C untuk melengkapi jumlah obat. ● Obat pada Grup C diurutkan berdasarkan rekomendasi penggunaan (urutan atas yang paling direkomendasikan).
  • 74.
    2A X + 2B + 1C ○ 6Lfx-Lzd-Clz-Cs-E / 14 Lfx-Clz-Cs-E ○ 6 Lfx-Lzd-Clz-Cs-Dlm / 14 Lzd-Clz-Cs ○ 6 Lfx-Lzd-Cfz-Cs-Amk / 14 Lfx-Cfz-Cs ○ 6 Lfx-Lzd-Cfz-Cs-S / 14 Lfx-Lzd-Cfz-Cs Intolerant or cannot receive BDQ
  • 75.
    No. Kondisi ataupola resistansi pasien Jumlah obat yang KONTRA-INDIKASI Jumlah obat yang DAPAT DITAMBAHKAN Contoh paduan pengobatan jangka panjang yang dapat diberikan Grup A Grup B Grup C 1. Pasien TBC RR/MDR yang tidak bisa STR Tidak ada 3 2 Tidak perlu 6 Bdq – Lfx – Lzd – Cfz – Cs / 14 Lfx – Lzd – Cfz – Cs 2. Resistan / kontraindikasi Bdq 1 obat Grup A (Bdq) 2 2 1 20 Lfx atau Mfx – Lzd – Cfz – Cs – E (atau obat lain dari Grup C) 3. Resistan FQ (TBC pre-XDR) atau kontraindikasi FQ 1 obat Grup A (FQ) 2 2 1 6 Bdq – Lzd – Cfz – Cs – E / 14 Lzd – Cfz – Cs – Z (atau obat lain dari Grup C) 4. Resistan / kontraindikasi Lzd 1 obat Grup A (Lzd) 2 2 1 6 Bdq – Lfx – Cfz – Cs – E / 14 Lfx – Cfz – Cs – Z (atau obat lain dari Grup C) 5. Resistan / kontraindikasi Bdq dan FQ 2 obat Grup A 1 2 2 20 Lzd – Cfz – Cs – Dlm (6 bulan) – E (atau obat lain dari Grup C) 6. Resistan / kontraindikasi Bdq dan Lzd 2 obat Grup A 1 2 2 20 Lfx atau Mfx – Cfz – Cs – Dlm (6 bulan) – Z (atau obat lain dari Grup C) 7. Resistan / kontraindikasi FQ dan Lzd 2 obat Grup A 1 2 2 6 Bdq – Cfz – Cs – E – Z / 14 Cfz – Cs – E – Z (atau obat lain dari Grup C) 8. Pasien TBC RR/MDR yang gagal pengobatan STR 2 obat Grup A, 1 obat Grup B 1 1  3 20 Lzd – Cs – Dlm – Z – E – PAS atau kombinasi obat Grup C lain sesuai kondisi pasien 9. Resistan / intoleran terhadap Cfz atau Cs 1 obat Grup B (Cfz atau Cs) 3 1 1 6 Bdq – Lfx – Lzd – Cfz atau Cs – Z / 14 Lfx – Lzd – Cfz atau Cs – Z 10. Resistan / intoleran terhadap Cfz dan Cs Semua (2) obat Grup B 3 0 2 6 Bdq – Lfx – Lzd – Dlm – Eto / 14 Lfx – Lzd – Eto 11. Resistan / kontraindikasi Bdq (A) dan Cfz (B) 1 obat Grup A, 1 obat Grup B 2 1 2 6 Lfx atau Mfx – Lzd – Cs – Dlm – E / 14 Lfx atau Mfx – Lzd – Cs – E 12. Resistan / kontraindikasi FQ (A) dan Cs (B) 1 obat Grup A,1 obat Grup B 2 1 2 6 Bdq – Lzd – Cfz – Eto – Z / 14 Lzd – Cfz – Eto – Z 13. Resistan / kontraindikasi Bdq (A) dan Cfz dan Cs 1 obat Grup A, 2 obat Grup B 2 0  3 6 Lfx atau Mfx – Lzd – Dlm – Z – Eto /14 Lfx atau Mfx – Lzd – Z – Eto 14. Resistan / kontraindikasi Lzd (A) dan Cfz dan Cs 1 obat Grup A, 2 obat Grup B 2 0  3 6 Bdq – Lfx atau Mfx – Dlm – Z – E – Eto/ 14 Lfx atau Mfx – Z – E – Eto Contoh paduan pengobatan TB RO jangka panjang berdasarkan kondisi pasien
  • 76.
    Dosis dan SediaanObat TBC RO Dosis obat berdasarkan pengelompokan berat badan untuk paduan pengobatan TB RO jangka panjang pada pasien berusia 15 tahun dan dewasa
  • 77.
    Grup Nama ObatDosis Obat Harian Kemasan Kelompok berat badan ( 15 tahun) 30–35 kg 36–45 kg 46–55 kg 56–70 kg >70 kg A Levofloksasin - 250 mg tab 3 3 4 4 4 500 mg tab 1,5 1,5 2 2 2 Moksifloksasin Dosis standar 400 mg tab 1 1 1,5 1,5 1,5 Dosis tinggi 400 mg tab 1 atau 1,5 1,5 1,5 atau 2 2 2 Bedaquiline - 100 mg tab 4 tablet pada 2 minggu pertama, 2 tablet Senin/Rabu/Jumat selama 22 minggu berikutnya Linezolid - 600 mg tab (<15 th) (<15 th) 1 1 1 B Clofazimine - 50 mg cap 2 2 2 2 2 100 mg cap 1 1 1 1 1 Sikloserin 10–15 mg/kg 250 mg cap 2 2 3 3 3 C Ethambutol 15–25 mg/kg 400 mg tab 2 2 3 3 3 Delamanid - 50 mg tab 2 x 2 tab per hari Pirazinamide 20–30 mg/kg 400 mg tab 3 4 4 4 5 500 mg tab 2 3 3 3 4 Amikasin 15–20 mg/kg 500 mg/2 ml (ampul) 2,5 ml 3 ml 3–4 ml 4 ml 4 ml Streptomisin 12–18 mg/kg 1 g serbuk (vial) Dihitung sesuai dengan zat pelarut yang digunakan Ethionamid 15–20 mg/kg 250 mg tab 2 2 3 3 4 PAS 8–12 g/hari dalam 2–3 dosis terbagi PAS Sodium salt (4g) sachet 1 bd 1 bd 1 bd 1 bd 1–1,5 bd
  • 78.
    Durasi Pengobatan Waktu konversi biakan(Bulan ke-) Durasi total paduan jangka panjang 1–2 18 bulan 3 19 bulan 4–6 20 bulan >6 Pasien dinyatakan “gagal pengobatan”, pengobatan jangka panjang diulang berdasarkan hasil uji kepekaan terbaru.
  • 79.
    Pemeriksaan Awal danMonitoring ● Pemeriksaan awal dan pemantauan pengobatan TBC ROjangka panjang pada umumnya sama dengan paduan jangka pendek, dengan penambahan: ○ Pemeriksaan albumin, untuk pasien yang mendapatkan Dlm ○ Pemeriksaan audiometri, pasien yang mendapatkan obat injeksi Am/S
  • 81.
    Jenis Pemeriksaan Awal Setiap Bulan Akhir Pengobatan Pasca Pengobatanl) Pemeriksaan Penunjang Rontgen dada e) V V V EKG f) V V V Darah perifer lengkap (DPL) g) V V V Audiometri h) V Fungsi hati: SGOT, SGPT, Bilirubin total V V V Elektrolit: Na, K, Ca, Mg V V Ureum, kreatinin serum i) V V Albumin j) V V Asam urat V V Gula darah puasa dan 2 jam PP V TSH/TSHs k) V Tes kehamilan V Tes HIV V Pemeriksaan awal dan monitoring pengobatan TB RO jangka panjang (2)
  • 82.
  • 83.
    Tahapan Inisiasi PengobatanTBC RO Setelah diagnosis TB RO pasien ditegakkan, maka petugas di fasyankes TBC RO melakukan langkah-langkah berikut: ● Melakukan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) terkait penyakit dan pengobatan TB RO, serta meminta pasien memberikan persetujuan pengobatan (informed consent). ● Melakukan persiapan awal sebelum memulai pengobatan (anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan dahak untuk uji kepekaan dengan 2 pot dahak dan pemeriksaan penunjang awal/baseline). ● Menetapkan paduan pengobatan TBC RO yang sesuai dengan kondisi pasien (riwayat pengobatan, riwayat intoleransi obat, komorbid, dan hasil uji kepekaan bila sudah tersedia).
  • 84.
    ● Pengobatan TBCresistan obat dapat dimulai secara rawat jalan (ambulatory) tanpa menunggu semua hasil pemeriksaan penunjang awal tersedia. ● Hasil pemeriksaan penunjang yang harus ada sebelum memulai terapi: ○ Rontgen dada ○ Pemeriksaan DPL ○ EKG ○ Tes kehamilan pada Wanita usia subur ● Hasil pemeriksaan LPA lini kedua* dapat ditunggu selama maksimal 7 hari. (*bila masih menggunakan LPA) ● Selama menunggu memulai pengobatan, pasien perlu memakai masker, menerapkan etika batuk dan protokol kesehatan yang benar untuk mencegah penularan TBC pada keluarga.
  • 85.
    ● Jika pasienmembutuhkan rawat inap dan tidak tersedia sarana rawat inap di fasyankes pelaksana layanan TBC RO tersebut, maka pasien akan dirujuk ke fasyankes TBC RO lain di provinsi untuk inisiasi pengobatan. ● Kunjungan rumah oleh petugas fasyankes wilayah tempat tinggal pasien atau organisasi kemasyarakatan terkait untuk memastikan alamat yang jelas dan kesiapan keluarga untuk mendukung pengobatan TB RO pasien.
  • 86.
    Penghentian Paduan PengobatanTBC RO pada Paduan Jangka Panjang ● Efek samping obat yang berat ● perubahan paduan pengobatan TBC RO yaitu ≥ 2 obat TBC RO ● Tidak ada respon yang adekuat terhadap pengobatan ● Terjadi reversi pada tahap lanjutan Pertimbangan untuk menghentikan pengobatan TBC RO pada pasien yang mengalami kegagalan pengobatan ialah: • Pertimbangan klinis • Pertimbangan kesehatan masyarakat (public health)
  • 87.
    Semoga Bermanfaat Link MateriWS: https://bit.ly/MATERI WSTBRO2024