MEMILIH BENIH YANG AKAN DISEMAIKAN
(38)
Fisik : - Benih tua dan bernas
- Utuh, tidak cacat atau pecah
- Tidak tercampur bahan asing
(pasir,biji gulma dll.)
Fisiologi : - Viabilitas tinggi,
- Daya berkecambah minimal 80%.
Genetik : - Varietasnya benar.
- Murni, seragam,
tidak tercampur varietas lain.
LOKASI PEMBIBITAN
Tempat harus cukup terbuka, mendapat sinar
matahari cukup terutama pada pagi hari.
Lapisan tanahnya cukup tebal, subur, daya
menahan air dan drainase baik.
Dekat dengan sumber air untuk memudahkan
penyiraman.
Agak jauh dari perkampungan untuk
menghindari gangguan hewan peliharaan, hama
dan penyakit.
Sungai kecil →
PENGOLAHAN TANAH UNTUK BEDENGAN
Tanah diolah dengan cangkul
atau bajak
Dibiarkan 1 – 2 minggu terkena
sinar matahari untuk mematikan
bibit penyakit dan rerumputan.
UKURAN BEDENGAN
Tanah dihancurkan dan dihaluskan,
kemudian dibuat bedengan.
Arah bedengan dibuat membujur Utara-
Selatan, dengan lebar 1 m, tinggi
permukaan + 25 cm, panjang 5 m atau
disesuaikan dengan panjang lahan.
Jarak antar bedengan dibuat selebar 1-
1,5 m.
Dibuat got keliling
DESINFEKSI BEDENGAN
Untuk mencegah pathogen (penyebab
penyakit) di pesemaian seperti jamur
dan bakteri, bedengan didesinfeksi
dengan larutan terusi (CuSO4)
konsentrasi 2% (20 g terusi/1liter air).
Setiap m2 bedengan disiram dengan
0,5 liter larutan terusi paling lambat 2
hari sebelum benih ditabur.
PENABURAN BENIH
Untuk benih yang daya
kecambahnya lebih dari 90%,
kebutuhan benih per m2 adalah
0,1 gram.
Benih dengan berat sesuai
dengan luas bedengan dicampur
rata dengan abu atau pasir halus,
kemudian ditabur merata di atas
bedengan.
Kemudian ditutup dengan jerami
Setelah itu disiram dengan gembor sampai
cukup basah.
Jerami dibuka 10 hari setelah tabur benih
ATAP BEDENGAN
Atap bedengan dapat dibuat dari
jerami, alang-alang atau plastik
transparan. Apabila pembibitan
dilakukan pada musim hujan
sebaiknya dipergunakan atap plastik
Atap bedengan dapat dibuat miring
atau melengkung.
Untuk atap miring, tinggi atap yang
menghadap ke Timur antara 0,80 – 1
m, sedang yang menghadap ke Barat
0,60 – 0,8 m.
Untuk atap melengkung, tinggi bagian
tengah antara 50 – 60 cm, sedang
tinggi bagian samping + 5 cm dari
permukaan bedengan
PENYIRAMAN BEDENGAN
PENYIRAMAN BEDENGAN
Selama tujuh hari pertama setelah
tabur benih, pesemaian harus
disiram secara intensif, biasanya
dilakukan sampai tiga kali sehari,
yaitu pagi, siang dan sore hari.
Penyiraman menggunakan gembor.
Setelah bibit berumur 30 hari jumlah
air yang diberikan dikurangi agar
pertumbuhan akar bagus, akan tetapi
harus dijaga agar tanah tidk terlalu
kering
PENJARANGAN BIBIT
Pataran bibit
Setelah bibit berumur 20-25 hari dilakukan
penjarangan, sehingga jarak antara bibit
teratur antara 4 cm x 4 cm sampai 5 cm x 5
cm, sehingga tiap m2 bedengan terdapat
400 – 625 bibit
Atau dilakukan pencabutan bibit dan
dipindah ke bedengan lain dengan jarak
tanam 5cm x 5 cm (disebut ”pataran” bibit).
Bedengan pataran biasanya di dekat lahan
yang akan ditanami tembakau. Bibit pataran
ini dapat ditanam di lahan setelah 20-25
hari.
PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT
Dimulai umur 12 hari dan diakhiri umur 40 hari.
Macam pestisida tergantung penyakit/ hama yang ada.
Selang waktu penyemprotan 5 – 7 hari.
Sebelum penyemprotan, penyiraman pesemaian diperbanyak, setelah disemprot tidak boleh
disiram sampai pagi berikutnya.
MELATIH BIBIT (HARDENING)
Mulai umur 3 minggu, bibit dilatih terhadap sinar matahari dengan membuka atap bedengan
setiap pagi.
Mula-mula dibuka sebentar (sampai jam 09.00 pagi), semakin bertambah umur, pembukaan
semakin lama.
Lima hari sebelum bibit dicabut, atap dibuka sepanjang hari, kecuali bila hujan.
PENCABUTAN BIBIT
• Sehari sebelum bibit dicabut, bedengan disiram sampai ‘’kenyang’’, sehingga
tanah menjadi longgar untuk memudahkan pencabutan bibit
• Beberapa jam sebelum dicabut, bedengan disiram lagi.
• Pencabutan bibit sebaiknya dilakukan pagi hari.
• Cara mencabut bibit dilakukan dengan memegang dua daun terbesar, kemudian
ditarik.
• Jangan sekali-kali menarik batangnya , karena masih sangat lunak.
BIBIT YANG MEMENUHI SYARAT
Tinggi 10 -12,5 cm, jumlah
daun 5 lembar
Tidak terlalu subur (sukulen)
dan terlalu kurus.
Perakaran baik.
Sehat, bebas hama dan
penyakit
Umur antara 40-45 hari.
Sehari sebelum bibit dicabut, bedengan
disiram air sampai ‘’kenyang’’, sehingga
tanah menjadi longgar untuk
memudahkan pencabutan bibit.
Beberapa jam sebelum dicabut,
bedengan disiram lagi.
Pencabutan bibit sebaiknya dilakukan
pagi hari
Cara mencabut bibit dilakukan dengan
memegang dua daun terbesar, kemudian
ditarik.
Jangan sekali-kali menarik batangnya ,
karena masih sangat lunak
Donomulyo, 2-3- 2018

1.PembibitanTEMB.ppt

  • 1.
    MEMILIH BENIH YANGAKAN DISEMAIKAN (38) Fisik : - Benih tua dan bernas - Utuh, tidak cacat atau pecah - Tidak tercampur bahan asing (pasir,biji gulma dll.) Fisiologi : - Viabilitas tinggi, - Daya berkecambah minimal 80%. Genetik : - Varietasnya benar. - Murni, seragam, tidak tercampur varietas lain.
  • 2.
    LOKASI PEMBIBITAN Tempat haruscukup terbuka, mendapat sinar matahari cukup terutama pada pagi hari. Lapisan tanahnya cukup tebal, subur, daya menahan air dan drainase baik. Dekat dengan sumber air untuk memudahkan penyiraman. Agak jauh dari perkampungan untuk menghindari gangguan hewan peliharaan, hama dan penyakit. Sungai kecil → PENGOLAHAN TANAH UNTUK BEDENGAN Tanah diolah dengan cangkul atau bajak Dibiarkan 1 – 2 minggu terkena sinar matahari untuk mematikan bibit penyakit dan rerumputan.
  • 3.
    UKURAN BEDENGAN Tanah dihancurkandan dihaluskan, kemudian dibuat bedengan. Arah bedengan dibuat membujur Utara- Selatan, dengan lebar 1 m, tinggi permukaan + 25 cm, panjang 5 m atau disesuaikan dengan panjang lahan. Jarak antar bedengan dibuat selebar 1- 1,5 m. Dibuat got keliling DESINFEKSI BEDENGAN Untuk mencegah pathogen (penyebab penyakit) di pesemaian seperti jamur dan bakteri, bedengan didesinfeksi dengan larutan terusi (CuSO4) konsentrasi 2% (20 g terusi/1liter air). Setiap m2 bedengan disiram dengan 0,5 liter larutan terusi paling lambat 2 hari sebelum benih ditabur.
  • 4.
    PENABURAN BENIH Untuk benihyang daya kecambahnya lebih dari 90%, kebutuhan benih per m2 adalah 0,1 gram. Benih dengan berat sesuai dengan luas bedengan dicampur rata dengan abu atau pasir halus, kemudian ditabur merata di atas bedengan. Kemudian ditutup dengan jerami
  • 5.
    Setelah itu disiramdengan gembor sampai cukup basah. Jerami dibuka 10 hari setelah tabur benih ATAP BEDENGAN Atap bedengan dapat dibuat dari jerami, alang-alang atau plastik transparan. Apabila pembibitan dilakukan pada musim hujan sebaiknya dipergunakan atap plastik Atap bedengan dapat dibuat miring atau melengkung. Untuk atap miring, tinggi atap yang menghadap ke Timur antara 0,80 – 1 m, sedang yang menghadap ke Barat 0,60 – 0,8 m. Untuk atap melengkung, tinggi bagian tengah antara 50 – 60 cm, sedang tinggi bagian samping + 5 cm dari permukaan bedengan PENYIRAMAN BEDENGAN
  • 6.
    PENYIRAMAN BEDENGAN Selama tujuhhari pertama setelah tabur benih, pesemaian harus disiram secara intensif, biasanya dilakukan sampai tiga kali sehari, yaitu pagi, siang dan sore hari. Penyiraman menggunakan gembor. Setelah bibit berumur 30 hari jumlah air yang diberikan dikurangi agar pertumbuhan akar bagus, akan tetapi harus dijaga agar tanah tidk terlalu kering PENJARANGAN BIBIT Pataran bibit Setelah bibit berumur 20-25 hari dilakukan penjarangan, sehingga jarak antara bibit teratur antara 4 cm x 4 cm sampai 5 cm x 5 cm, sehingga tiap m2 bedengan terdapat 400 – 625 bibit Atau dilakukan pencabutan bibit dan dipindah ke bedengan lain dengan jarak tanam 5cm x 5 cm (disebut ”pataran” bibit). Bedengan pataran biasanya di dekat lahan yang akan ditanami tembakau. Bibit pataran ini dapat ditanam di lahan setelah 20-25 hari.
  • 7.
    PENGENDALIAN HAMA DANPENYAKIT Dimulai umur 12 hari dan diakhiri umur 40 hari. Macam pestisida tergantung penyakit/ hama yang ada. Selang waktu penyemprotan 5 – 7 hari. Sebelum penyemprotan, penyiraman pesemaian diperbanyak, setelah disemprot tidak boleh disiram sampai pagi berikutnya. MELATIH BIBIT (HARDENING) Mulai umur 3 minggu, bibit dilatih terhadap sinar matahari dengan membuka atap bedengan setiap pagi. Mula-mula dibuka sebentar (sampai jam 09.00 pagi), semakin bertambah umur, pembukaan semakin lama. Lima hari sebelum bibit dicabut, atap dibuka sepanjang hari, kecuali bila hujan. PENCABUTAN BIBIT • Sehari sebelum bibit dicabut, bedengan disiram sampai ‘’kenyang’’, sehingga tanah menjadi longgar untuk memudahkan pencabutan bibit • Beberapa jam sebelum dicabut, bedengan disiram lagi. • Pencabutan bibit sebaiknya dilakukan pagi hari. • Cara mencabut bibit dilakukan dengan memegang dua daun terbesar, kemudian ditarik. • Jangan sekali-kali menarik batangnya , karena masih sangat lunak.
  • 8.
    BIBIT YANG MEMENUHISYARAT Tinggi 10 -12,5 cm, jumlah daun 5 lembar Tidak terlalu subur (sukulen) dan terlalu kurus. Perakaran baik. Sehat, bebas hama dan penyakit Umur antara 40-45 hari. Sehari sebelum bibit dicabut, bedengan disiram air sampai ‘’kenyang’’, sehingga tanah menjadi longgar untuk memudahkan pencabutan bibit. Beberapa jam sebelum dicabut, bedengan disiram lagi. Pencabutan bibit sebaiknya dilakukan pagi hari Cara mencabut bibit dilakukan dengan memegang dua daun terbesar, kemudian ditarik. Jangan sekali-kali menarik batangnya , karena masih sangat lunak Donomulyo, 2-3- 2018