DIARE
Apakah diare itu?
Buang air besar dengan konsistensi lembek
atau cair bahkan dapat berupa air saja dengan
frekuensi lebih sering dari biasanya ( tiga
kali atau lebih ) dalam satu hari
Bagaimana cara penularannya?
Melalui makanan dan atau
minuman yang tercemar kuman
Faktor resiko terjadinya diare
• Faktor perilaku
• Faktor lingkungan
Faktor perilaku
• Tidak memberikan ASI eksklusif,memberikan
makanan pendamping ASI terlalu dini akan
mempercepat bayi kontak terhadap kuman
• Menggunakan botol susu terbukti meningkatkan
resiko terkena penyakit diare
• Tidak menerapkan kebiasaan cuci tangan pakai sabun
(sebelum memberi ASI/makan,setelah BAB,setelah
membersihkan BAB anak)
• Penyimpanan makanan yang tidak higienis
Faktor lingkungan
• Ketersediaan air bersih yang tidak memadai
• Kurangnya ketersediaan MCK
• Kebersihan lingkungan dan pribadi yang buruk
Penyebab diare
• Infeksi (bakteri,virus,infestasi parasit)
• Alergi
• Keracunan
• Imunodefisiensi
Jenis diare
Berdasarkan lama diare :
• Diare akut : diare yg berlangsung kurang dari
14 hari
• Diare kronik : diare yg berlangsung lebih dari
14 hari
Berdasarkan masalah :
• Diare berdarah
• Kolera
Derajat dehidrasi dalam diare
• Diare tanpa dehidrasi
• Diare dengan dehidrasi ringan/sedang
• Diare dengan dehidrasi berat
Diare tanpa dehidrasi
• Keadaan umum : baik,sadar
• Mata : tidak cekung
• Keinginan untuk minum : normal,tidak ada
rasa haus
• Turgor : kembali segera
Diare dengan dehidrasi ringan/sedang
• Keadaan umum : gelisah,rewel
• Mata : cekung
• Keinginan untuk minum : ingin minum
terus,ada rasa haus
• Turgor : kembali lambat
Diare dengan dehidrasi berat
• Keadaan umum : lesu,lunglai / tidak sadar
• Mata : tidak cekung
• Keinginan untuk minum : malas minum
• Turgor : kembali sangat lambat
Terapi diare
1. Beri cairan lebih banyak dari biasanya
2. Beri obat zinc
3. Beri anak makanan untuk mencegah kurang
gizi
4. Antibiotik selektif
5. Nasihat ibu/pengasuh
Beri cairan lebih banyak dari biasanya
• Teruskan ASI lebih sering dan lebih lama
• Anak yg mendapat ASI eksklusif, beri susu yg biasa
diminum dan oralit atau cairan rumah tangga sebagai
tambahan (kuah sayur.air tajin,air matang)
• umur < 1 tahun diberi 50-100 ml tiap kali berak
umur > 1 tahun diberi 100-200 ml tiap kali berak
Cara membuat oralit
• Sediakan 1 gelas air minum (200 cc)
• Pastikan oralit masih dalam keadaan bubuk kering
• Masukkan 1 bungkus bubuk oralit ke dalam air
minum di gelas,dengan cara menggunting seluruh
bagian atas bungkus oralit (jangan hanya
menggunting bagian ujungnya saja)
• Aduk cairan oralit sampai larut
Cara memberikan oralit
• Berikan oralit sampai diare berhenti
• Anak < 1 tahun diberi 50 -100 cc cairan oralit (1/4 –
½ gelas cairan oralit) setiap kali anak diare
• Anak > 1 tahun diberi 100 - 200 cc cairan oralit (1/2 –
1 gelas cairan oralit) setiap kali anak diare
• Bila anak muntah tunggu sekitar 10 menit dan
lanjutkan pemberian cairan oralit sedikit demi sedikit
setiap 2 atau 3 menit
• Larutan oralit jangan disimpan lebih dari 24 jam
Beri obat zinc
• Beri zinc 10 hari berturut-turut walaupun diare
sudah berhenti, dapat diberikan dengan cara
dikunyah atau dilarutkan dalam 1 sendok air matang
• Bila anak muntah sekitar ½ jam setelah pemberian
obat zinc ulangi pemberian dengan cara memberikan
potongan lebih kecil
umur < 6 bulan diberi 10 mg (1/2 tablet) perhari
umur > 6 bulan diberi 20 mg (1 tablet) perhari
Beri anak makanan untuk mencegah
kurang gizi
• Beri makan sesuai umur anak dengan menu yg sama
pada waktu anak sehat
• Tambahkan 1-2 sendok teh minyak sayur setiap porsi
makan
• Beri makanan kaya kalsium seperti buah
segar,pisang,air kelapa hijau
• Beri makan lebih sering dari biasanya dengan porsi
lebih kecil (setiap 3-4 jam)
• Setelah diare berhenti beri makanan yg sama dan
makanan tambahan selama 2 minggu
Antibiotik selektif
• Antibiotik hanya diberikan pada diare
berdarah dan kolera
Nasihat ibu/pengasuh
Untuk membawa anak kembali ke petugas kesehatan /
puskesmas /rumah sakit bila :
•Berak cair lebih sering
•Muntah berulang
•Sangat haus
•Makan dan minum sangat sedikit
•Timbul demam
•Berak berdarah
•Tidak membaik dalam 3 hari
Cara pencegahan diare :
• Memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan dan diteruskan sampai 2 tahun
• Memberikan makanan pendamping ASI sesuai umur
• Memberikan minum air yang sudah direbus dan menggunakan air bersih yang cukup
• cuci tangan dengan sabun dan bilas dengan air sampai bersih :
– sebelum makan
– sebelum menyusui
– setelah buang air besar
– sebelum menyiapkan makan anak
– sebelum menyuapi makan anak
– sesudah membuang tinja/kotoran anak
• cuci peralatan makan dan minum dengan baik dan benar
• Buang air besar di jamban
• Membuang tinja bayi dengan benar (dijamban)
• berikan imunisasi campak untuk meningkatkan kekebalan tubuh agar tidak mudah terkena
diare
TERIMA KASIH

1.diare

  • 1.
  • 2.
    Apakah diare itu? Buangair besar dengan konsistensi lembek atau cair bahkan dapat berupa air saja dengan frekuensi lebih sering dari biasanya ( tiga kali atau lebih ) dalam satu hari
  • 3.
    Bagaimana cara penularannya? Melaluimakanan dan atau minuman yang tercemar kuman
  • 4.
    Faktor resiko terjadinyadiare • Faktor perilaku • Faktor lingkungan
  • 5.
    Faktor perilaku • Tidakmemberikan ASI eksklusif,memberikan makanan pendamping ASI terlalu dini akan mempercepat bayi kontak terhadap kuman • Menggunakan botol susu terbukti meningkatkan resiko terkena penyakit diare • Tidak menerapkan kebiasaan cuci tangan pakai sabun (sebelum memberi ASI/makan,setelah BAB,setelah membersihkan BAB anak) • Penyimpanan makanan yang tidak higienis
  • 6.
    Faktor lingkungan • Ketersediaanair bersih yang tidak memadai • Kurangnya ketersediaan MCK • Kebersihan lingkungan dan pribadi yang buruk
  • 7.
    Penyebab diare • Infeksi(bakteri,virus,infestasi parasit) • Alergi • Keracunan • Imunodefisiensi
  • 8.
    Jenis diare Berdasarkan lamadiare : • Diare akut : diare yg berlangsung kurang dari 14 hari • Diare kronik : diare yg berlangsung lebih dari 14 hari Berdasarkan masalah : • Diare berdarah • Kolera
  • 9.
    Derajat dehidrasi dalamdiare • Diare tanpa dehidrasi • Diare dengan dehidrasi ringan/sedang • Diare dengan dehidrasi berat
  • 10.
    Diare tanpa dehidrasi •Keadaan umum : baik,sadar • Mata : tidak cekung • Keinginan untuk minum : normal,tidak ada rasa haus • Turgor : kembali segera
  • 11.
    Diare dengan dehidrasiringan/sedang • Keadaan umum : gelisah,rewel • Mata : cekung • Keinginan untuk minum : ingin minum terus,ada rasa haus • Turgor : kembali lambat
  • 12.
    Diare dengan dehidrasiberat • Keadaan umum : lesu,lunglai / tidak sadar • Mata : tidak cekung • Keinginan untuk minum : malas minum • Turgor : kembali sangat lambat
  • 13.
    Terapi diare 1. Bericairan lebih banyak dari biasanya 2. Beri obat zinc 3. Beri anak makanan untuk mencegah kurang gizi 4. Antibiotik selektif 5. Nasihat ibu/pengasuh
  • 14.
    Beri cairan lebihbanyak dari biasanya • Teruskan ASI lebih sering dan lebih lama • Anak yg mendapat ASI eksklusif, beri susu yg biasa diminum dan oralit atau cairan rumah tangga sebagai tambahan (kuah sayur.air tajin,air matang) • umur < 1 tahun diberi 50-100 ml tiap kali berak umur > 1 tahun diberi 100-200 ml tiap kali berak
  • 15.
    Cara membuat oralit •Sediakan 1 gelas air minum (200 cc) • Pastikan oralit masih dalam keadaan bubuk kering • Masukkan 1 bungkus bubuk oralit ke dalam air minum di gelas,dengan cara menggunting seluruh bagian atas bungkus oralit (jangan hanya menggunting bagian ujungnya saja) • Aduk cairan oralit sampai larut
  • 16.
    Cara memberikan oralit •Berikan oralit sampai diare berhenti • Anak < 1 tahun diberi 50 -100 cc cairan oralit (1/4 – ½ gelas cairan oralit) setiap kali anak diare • Anak > 1 tahun diberi 100 - 200 cc cairan oralit (1/2 – 1 gelas cairan oralit) setiap kali anak diare • Bila anak muntah tunggu sekitar 10 menit dan lanjutkan pemberian cairan oralit sedikit demi sedikit setiap 2 atau 3 menit • Larutan oralit jangan disimpan lebih dari 24 jam
  • 17.
    Beri obat zinc •Beri zinc 10 hari berturut-turut walaupun diare sudah berhenti, dapat diberikan dengan cara dikunyah atau dilarutkan dalam 1 sendok air matang • Bila anak muntah sekitar ½ jam setelah pemberian obat zinc ulangi pemberian dengan cara memberikan potongan lebih kecil umur < 6 bulan diberi 10 mg (1/2 tablet) perhari umur > 6 bulan diberi 20 mg (1 tablet) perhari
  • 19.
    Beri anak makananuntuk mencegah kurang gizi • Beri makan sesuai umur anak dengan menu yg sama pada waktu anak sehat • Tambahkan 1-2 sendok teh minyak sayur setiap porsi makan • Beri makanan kaya kalsium seperti buah segar,pisang,air kelapa hijau • Beri makan lebih sering dari biasanya dengan porsi lebih kecil (setiap 3-4 jam) • Setelah diare berhenti beri makanan yg sama dan makanan tambahan selama 2 minggu
  • 20.
    Antibiotik selektif • Antibiotikhanya diberikan pada diare berdarah dan kolera
  • 21.
    Nasihat ibu/pengasuh Untuk membawaanak kembali ke petugas kesehatan / puskesmas /rumah sakit bila : •Berak cair lebih sering •Muntah berulang •Sangat haus •Makan dan minum sangat sedikit •Timbul demam •Berak berdarah •Tidak membaik dalam 3 hari
  • 22.
    Cara pencegahan diare: • Memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan dan diteruskan sampai 2 tahun • Memberikan makanan pendamping ASI sesuai umur • Memberikan minum air yang sudah direbus dan menggunakan air bersih yang cukup • cuci tangan dengan sabun dan bilas dengan air sampai bersih : – sebelum makan – sebelum menyusui – setelah buang air besar – sebelum menyiapkan makan anak – sebelum menyuapi makan anak – sesudah membuang tinja/kotoran anak • cuci peralatan makan dan minum dengan baik dan benar • Buang air besar di jamban • Membuang tinja bayi dengan benar (dijamban) • berikan imunisasi campak untuk meningkatkan kekebalan tubuh agar tidak mudah terkena diare
  • 24.