Perum Bulog Divre Jatim menyerap sekitar 148.000 ton gabah dan beras dari petani Jawa Timur antara Januari hingga Mei 2015, dengan subdivre Surabaya Selatan menyumbang 31.000 ton. Meskipun target penyerapan untuk subdivision tersebut adalah 49.000 ton, saat ini telah mencapai 62% dari target, sementara subdivre Bojonegoro hanya mencapai 27%. Kendala yang dihadapi Bulog dalam penyerapan optimal termasuk persaingan dengan sektor swasta dan batasan harga yang ditetapkan melalui instruksi presiden.