OLEH :DRS.SUAIDIN
                     FASILITATOR BIMTEK KTSP
                       PENGAWAS SMA/SMK
                           DOMPU – NTB
                          HP.085239756500
                 DIREKTORAT PEMBINAAN SMA
              DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
                            2011
       DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN   1
PESERTA MEMAHAMI SUBSTANSI ANALISIS
     KALENDER PENDIDIKAN, PENILAIAN
       BERDASARKAN KTPS /KUR 2006

       DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
PERMEN 22. STANDAR ISI
Bab I. Pendahuluan
Bab II.Kerangka Dasar & Struktur Kurikulum
Bab III. Beban Belajar


BAB IV . KALENDER
  PENDIDIKAN
Kurikulum satuan pendidikan pada setiap jenis dan
  jenjang diselenggarakan dengan mengikuti kalender
  pendidikan pada setiap tahun ajaran. Kalender
  pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan
  pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran
  yang mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu
  efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari
  libur.
          DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009               3
   DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
A. ALOKASI WAKTU
 Permulaan tahun pelajaran adalah waktu dimulainya kegiatan
  pembelajaran pada awal tahun pelajaran pada setiap satuan
  pendidikan.
 Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan
  pembelajaran untuk setiap tahun pelajaran pada setiap satuan
  pendidikan.
 Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran
  setiap minggu, meliputi jumlah jam pembelajaran untuk seluruh
  matapelajaran termasuk muatan lokal, ditambah jumlah jam untuk
  kegiatan pengembangan diri.
 Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan
  kegiatan pembelajaran terjadwal pada satuan pendidikan yang
  dimaksud.
 Waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester, jeda antar
  semester, libur akhir tahun pelajaran, hari libur keagamaan, hari libur
  umum termasuk hari-hari besar nasional, dan hari libur khusus.
          DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009                               4
   DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
PROGRAM TAHUNAN
                        RINCIAN MINGGU EFEKTIF

                                   A. PERHITUNGAN ALOKASI
 Mata Pelajaran : …..             WAKTU
 Satuan Pend. :………                     2. Banyak Pekan Dalam Semester
                                               Genap 2010/2011
  Kelas, Program : …..
                                       Jan                   4   Pekan
 Semester : …………..
 Tahun Pelajaran :
                                       Peb                  4     Pekan

  2010/2011                            Maret                5     Pekan


                                       April                4     Pekan

                                       Mei                  4     Pekan


                                       Juni                 5     Pekan


                                       Juli                 4     Pekan
             DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
      DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   JML PEKAN
                                         HALAMAN            30   Pekan
LANJUTAN……

                         2. PEKAN TIDAK EFEKTIF
NO                           URAIN                BANYAK PEKAN
   Persiapan pemb. Rapor semester gasal
1
  2010/2011
                                                       1
2 Libur semester gasal 2010/2011                       1
3 Ulangan mid semester genap 2010/2011                 1
4  UN dan US 2010/2011                                 2
5 Ulangan umum semester genap
  2010/2011
                                                       1
6 Persiapan pemb. Rapor semester genap
  2010/2011
                                                       1
7 Libur semester genap 2010/2011                       2
8     Libur Umum/Khusus                                1
8     Kegiatan semester gasal 2011/2012                2
      J u m l a h P e KTSP 2009
           DIKLAT/BIMTEK k a n
                                                       12
     DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
Lanjutan………
                                          B. DISTRIBUSI ALOKASI WAKTU
                                      N      SK/KD/Pokok     Alokasi
                                      O                      waktu
 Banyak Pekan Efektif                1
 Dalam Semester Genap                 1.1
 2010/2011 (30 - 12) pekan            1.2
 = 18 pekan Banyak Jam                       UH1/R1
 Pelajaran Efektif Dalam              2
 Semester Genap 2010/2011             2.1
 18 pekan x 4 Jam                     2.2
 pelajaran = 72 Jam                          UH2/R2
 pelajaran                            2.3
                                             UH2/R3
                                             Cadangan
                                             JUMLAH          72 JP
         DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009                               7
  DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
C.PROGRAM SEMESTER GENAP



N S W                                                               KET
OK K
  / T JAN     PEB        MART        APRL       MEI   JUNI   JULI
  K
  D




           DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009                           8
    DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA    HALAMAN
PROGRAM TAHUNAN
    Mata Pelajaran :
    Kelas :                                            Tahun Pelajaran:
A. PERHITUNGAN ALOKASI WAKTU TIAP SEMESTER

     1.SEMESTER GANJIL

                                   BANYAAK PEKAN SEMESTER GANJIL
N
          BLAN                          Tdk
O                       Seluruhnya               Efektif     KETERANGAN
                                       Efektif
1     JULI
2     AGUSTUS
3     SEPTEEMBER
4     OKTOBER
5     NOPEMBER
6     DESEMBER
JUMLAH


             DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009                                9
      DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
2.SEMESTER GENAP

                                      BANYAAK PEKAN SEMESTER GANJIL
N
            BLAN                           Tdk
O                       Seluruhnya                  Efektif   KETERANGAN
                                          Efektif
1     JANUARI
2     PEBRUARI
3     MARET
4     APRIL
5     MEI
6     JUNI
7.    JULI
       JUMLAH




            DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009                               10
     DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA      HALAMAN
B.RINCIAN PROGRAM
SEMSTER        STANDAR    KOMPETENSI ALOKASI            KETERANGAN
               KOMPETENSI DASAR      WAKTU


  GANJIL




                           JUMLAH              ………………

  GENAP




                           JUMLAH              ………………
           DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009                           11
    DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
JADWAL KEGIATAN UN 2011
 1. Jenjang (SMA/MA/SMK) akan digelar pada 18-21 April
  2011.
 2. pelaksanaan UN (SMP/MTs) pada 25-28 April 2011.
 3. UN Susulan SMA/MA/SMK pada 25-28 April 2011
 dan UN Susulan SMP/MTs pada 3-6 Mei 2011,
 5.Pengumuman kelulusan oleh satuan pendidikan paling
  lambat 16 Mei 2011
 6. pengumuman UN SMP/MTs oleh satuan pendidikan
  pada 4 Juni 2011.
 7."UN kompetensi keahlian kejuruan SMK dilaksanakan
  oleh sekolah paling lambat sebulan sebelum UN
  dimulai,"

         DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009                 12
  DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009             13
DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
SELAYANG PANDANG
         SETELAH MEMASUKI TAHUN KE-5
             PEMBERLAKUKAN KTSP




       DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009             14
DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
KEANEHAN?
 Tidak pernah melakukan perubahan apapun.
 sekolah yang demikian, akan stagnan.
 model kurikulum, dibentuk tim pengembang kurikulum
  tingkat sekolah yang bertugas untuk memanage kurikulum
  di sekolah (TPS).
 sudah ditunjuk petugas khusus yang menangani kurikulum
  (wakasek kurikulum), tugas -tugas yang rutin dan teknis
 Usaha untuk mendesain, mengimplementasikan, dan
  mengevaluasi serta mengembangan kurikulum yang lebih
  inovatif tampaknya kurang diperhatikan.
 Dengan adanya Tim Pengembang Kurikulum di sekolah
  maka kegiatan manajemen kurikulum mungkin akan jauh
  lebih terarah, sehingga pada gilirannya pendidikan di
  sekolah pun akan jauh lebih efektif dan efisien
         DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
  DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN   15
PERBEDAAN KURIKULUM 2004 Dan KTSP
             (Sesuai PP No. 19 th 2005)
                                                                       KURIKULUM 2006
ESENSI PERBEDAAN          KURIKULUM 2004
                                                                    (Sesuai PP No. 19 th 2005)
PENAMAAN            Kurikulum 2004 atau KBK             Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
MANAJEMEN           Ujicoba, pemodelan dan MBS          BSNP sebagai penyusun Standar Isi (Kerangka Dasar,
                    dilakukan oleh pusat (Direktiorat   Stuktur kurikulum) sekolah mengembangkan dalam
                    dan Balitbang)                      kurikulum tingkat satuan pendidikan
KERANGKA DASAR      memuat :                            memuat
DAN STRUKTUR            a.Standar kompetensi            a.Kelompok Mata Pelajaran
KURIKULUM               b.Kompetensi dasar              b.Struktur Kurikulum Tiap Jenjang
                        c.Indikator                     c.Standar kompetensi dan Kompotensi dasar
                        d.Materi pokok

PEMBELAJARAN        Berbasis kompetensi, guru sebagai   Berorientasi kompetensi, siswa sebagai pusat
                    fasilitator                         pembelajar
PELAKSANAAN         Diberikan model-model (model        Sekolah dan komite sekolah mengembangkan
                    silabus, . model pembelajaean,      kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya
                    model penilaian) dalam dokumen      berdasarkan:
                    lengkap yang disusun pusat          1.Kerangka dasar kurikulum,
                    sebagai acuan/pedoman               2.Standar kompetensi,
                                                        di bawah supervisi dinas kab/kota (SD/MI,
                                                        SMP/MTs, PAKET A & B), dan/atau dinas provinsi
                                                        (SMA, SMK, PLB, PAKET C)
            DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
     DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA           HALAMAN
PERBANDINGAN STRUKTUR PROGRAM DAN MATA PELAJARAN
         PADA KURIKULUM 94, KURIKULUM 2004, DAN
                    STANDAR ISI SD/MI

   Kurikulum 94                   Kurikulum 2004                                             Standar Isi
    Mara pelajaran            A. Mata Pelajaran               A. Mata Pelajaran                       Kelompok Mata Pelajaran
Pendidikan Agama              1. Pendidikan Agama             1.   Pendidikan Agama             a.kelompok mata pelajaran agama dan
                                                                                                akhlak mulia (etika, budi pekerti, atau moral)
Pendidikan Pancasila dan      2. Pendidikan Kewarganegaraan   2.   Pendidikan Kewarganegaraan   b. kelompok mata pelajaran
Kewarganegaraan               dan Pengetahuan Sosial                                            kewarganegaraan dan kepribadian
Bahasa Indonesia              3. Bahasa Indonesia             3. Bahasa Indonesia               c. kelompok mata pelajaran ilmu
                                                                                                pengetahuan dan teknologi
Matematika                    4. Matematika                   4.   Matematika
Ilmu Pengetahuan Alam         5. Sains                        5.   Ilmu Pengetahuan Alam
Ilmu Pengetahuan Sosial                                       6.   Ilmu Pengetahuan Sosial
Kerajinan    Tangan     dan   6. Kerajinan Tangan dan         7. Seni Budaya dan Keterampilan   d. kelompok mata pelajaran estetika
Kesenian                      Kesenian
Pendidikan Jasmani dan        7. Pendidikan Jasmani           8. Pendidikan Jasmani, Olahraga   e. kelompok mata pelajaran jasmani,
Kesehatan                                                     dan kesehatan                     olahraga dan kesehatan
Muatan Lokal                  C. Muatan Lokal                 B. Muatan Lokal
                              B. Pembiasaan                   C. Pengembangan Diri
Cawu                    Semester
                   DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009                    Semester
            DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA                     HALAMAN
HASIL TEMUAN




       DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN   18
    Hasil evaluasi kegiatan Bimtek KTSP tahun 2009 dan hasil
     supervisi Direktorat Pembinaan SMA ditemukan bahwa :
    1. guru telah menyusun RPP akan tetapi masih banyak yang
       belum memenuhi ketentuan standar proses
    2. banyak guru menggunakan RPP yang belum disesuaikan
       dengan kondisi dan kebutuhan peserta didik pada satuan
       pendidikan, bahkan pembuatan RPP belum sesuai dengan
       tujuan yang telah dirumuskan dalam silabus

    3.Guru Melaksanakan remedial dan pengayaan tetapi tidak
        melalui analisis hasil belajar peserta didik
    4.Guru Melakukan tes ulang terhadap peserta didik yang tidak
        tuntas tanpa melakukan pembelajaran remedial
 DIR PSMA Jkt telah menerbitkan Petunjuk Teknis
     Materi Pembelajaran dan Penilaian (Panduan )
           DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
    DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN   19
TEMUAN DI LAPANGAN

                                            Perlu Juknis
                                           Pengembangan
• Ada SMA yang belum
                                               KTSP
  membentuk TPK
• Peran Komite Sekolah
  dalam pengembangan
  KTSP belum optimal
• Sistematika dokumen
  KTSP sangat bervariasi
  dan belum sesuai panduan
• Ada dokumen KTSP
  SMA yang tidak
  divalidasi setiap tahun
• Panduan KTSP yang
  sudah ada belum
  operasional PEMBINAAN 2009
          DIKLAT/BIMTEK KTSP
   DEPDIKNAS – DIT.          SMA HALAMAN
MENGANALISIS
 SK, KD DAN
 INDIKATOR
       DALAM SILABUS

       DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
1. Mengkaji SK dan KD
Mengkaji standar kompetensi dan
 kompetensi
dasar mata pelajaran sebagaimana
 tercantum
Pada Standar Isi, dengan memperhatikan
 hal-hal
berikut:
a. urutan berdasarkan hirarki konsep disiplin ilmu
   dan/atau tingkat kesulitan materi, tidak harus selalu
   sesuai dengan urutan yang ada di SI;
b. keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi
   dasar dalam mata pelajaran;
c. keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi
   dasar antarmata pelajaran.
         DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
  DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN   22
Mata Pelajaran                      : FISIKA
  SK : Menerapkan konsep besaran fisika dan pengukur-
      annya                                              C3
  KD : Melakukan penjumlahan vektor                      C3

Indikator (***)             Tahapa Materi Pokok
                            n        Pengembang   Redaksi Soal   C?
                            Berpikir an           Sebutkan prinsip
1) Menyebutkan                C1     Besaran      penjumlahan besaran
prinsip penjumlahan                  Fisika       vektor
vektor                        C2     omassa,
2) Menerangkan                       opanjang,    Hasil penjumlahan
penjumlahan vektor            C3                  besaran vektor
                                     dan
3) Menghitung                        owaktu       dari……… adalah …..
penjumlahan vektor           C3/4    Penjumlaha   a…………
4) Melakukan                         n vektor     b…………
penjumlahan vektor                                c…………
           DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
                                                  d………..
    DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN      E…………
Mata Pelajaran                             : FISIKA
SK(*)         KD (**)               Tahapan      Indikator (***)    Tahapa     Materi Pokok
                                    Berpikir                        n          Pengembangan
                                                                    Berpikir
1.Menerap     1.1 Mengukur               C3      oMengenal            C1       Besaran Fisika
-kan          besaran fisika                     besaran fisika                omassa,
konsep        (massa, panjang,                   (massa, panjang,              opanjang, dan
besaran       dan waktu)                         dan waktu)                    owaktu
fisika dan                                       oMenjelaskan         C2       Penjumlahan
pengukur-                                        besaran fisika                vektor
annya                                            (massa, panjang,
                                                 dan waktu)
                                                 oMengukur            C3
                                                 besaran fisika
                                                 (massa, panjang,
                                                 dan waktu)




               DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
        DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA        HALAMAN
Mata Pelajaran                             : FISIKA
SK(*)          KD (**)             Tahapan Indikator (***)       Tahapan    Materi Pokok
                                   Berpikir                      Berpikir   Pengembangan
1.Menera       1.2 Melakukan             C4     o) Menyebutkan      C1      Besaran
p-kan          penjumlahan                      penjumlahan                 Fisika
konsep         vektor                           vektor                      omassa,
besaran                                         oMenerangkan        C2      opanjang,
fisika dan                                      penjumlahan                 dan
pengukur-                                       vektor                      owaktu
annya                                           oMengihitung        C3      Penjumlahan
                                                penjumlahan                 vektor
                                                vektor
                                                oMelakukan        C3/ 4
                                                penjumlahan
                                                vektor




               DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
        DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA        HALAMAN
Mata Pelajaran : MATEMATIKA

SK(*)        KD (**)               Taha    Indikator (***)   Taha    Materi Pokok
                                   pan                       pan     Pengembangan
                                   Berpi                     Berpi
                                   kir                       kir
Memec             1.Mengguna         C3    oMengenal          C1     oaturan
ahkan             kan aturan               aturan pangkat,           pangkat,
masalah           pangkat,                 akar, dan                 oakar, dan
yang              akar, dan                logaritma                 ologaritma
berkait           logaritma
                                           oMenjelaskan       C2     manipulasi
an                2.                       aturan pangkat,           aljabar dalam
dengan                                     akar, dan                 perhitungan
bentuk                                     logaritma                 yang
pangkat                                    oMenggunakan       C3     melibatkan
, akar,                                    aturan pangkat,           pangkat, akar,
dan                                        akar, dan
                                                                     dan logaritma
logarit                                    logaritma
ma
               DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
        DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA     HALAMAN
Mata Pelajaran : MATEMATIKA
SK(*)        KD (**)             Tahapan Indikator (***)        Tahap    Materi Pokok
                                 Berpikir                       an       Pengembangan
                                                                Berpik
                                                                ir
Memeca            1.Melakukan       C4     oMenjelaskan          C2      oaturan pangkat,
hkan              manipulasi               manipulasi aljabar            oakar, dan
masalah           aljabar                  dalam perhitungan             ologaritma
yang              dalam                    yang melibatkan               manipulasi
berkaita          perhitungan              pangkat, akar, dan            aljabar dalam
n dengan          yang                     logaritma                     perhitungan yang
bentuk            melibatkan               oMenghitung           C3      melibatkan
pangkat,          pangkat,                 manipulasi aljabar            pangkat, akar,
akar,             akar, dan                dalam perhitungan             dan logaritma
dan               logaritma                yang melibatkan
logaritm                                   pangkat, akar, dan
a                                          logaritma
                                           oMelakukan            C4
                                           manipulasi aljabar
                                           dalam perhitungan
                                           yang melibatkan
                                           pangkat, akar, dan
               DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
        DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA     logaritma
                                          HALAMAN
Mata Pelajaran : BAHASA INDONESIA
SK(*)        KD (**)           Tahapan    Indikator (***)     Tahap    Materi Pokok
                               Berpikir                       an       Pengembangan
                                                              Berpik
                                                              ir

Memah         Menanggapi           C4     Menuliskan isi       C1      -Siaran
                                          siaran radio/
ami           siaran atau                                              (langsung) dari
                                          televisi da­lam
siaran        informasi                   beberapa kalimat             radio/ televisi,
atau          dari media                  dengan urutan                teks yang
cerita        elektronik                  yang runtut dan              dibacakan, atau
                                          mudah dipahami.      C2
yang          (berita dan                                              rekaman berita/
disamp        nonberita)                  Menyampaikan                 nonberita
aikan                                     secara lisan isi             -Pokok-pokok
                                          siaran yang telah   C 4/5
secara                                                                 isi berita
                                          ditulis secara
langsun                                   runtut dan jelas             -Tanggapan isi
g /tidak                                                               berita
langsun                                    Mengajukan
                                           pertanyaan/
g                                          tanggapan
               DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009     berdasarkan
        DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA    HALAMAN
                                           siaran yang
Mata Pelajaran : TIK
SK(*)       KD (**)        Tahap Indikator (***)                Taha    Materi Pokok
                           an                                   pan     Pengembangan
                           Berpik                               Berpi
                           ir                                   kir
Melaku        Mengaktif    C 3/P2 Mengidentifikasi perangkat     C1     oFungsi dan
kan           kan dan               komputer                            jenis-jenis port
operasi       mematika                                                  yang terdapat
                                    Mendemonstrasikan cara       C
dasar         n                                                 3/P2    pada
                                    merangkai console/system
komput        komputer              unit, monitor, keyboard
                                                                        console/system
er            sesuai                dan mouse dengan benar              unit
              dengan
              prosedur              Mendemonstrasikan cara       C      oProsedur
                                    menghidupkan komputer       3/P2    menghidupkan
                                    sesuai dengan prosedur              dan mematikan
                                    baku
                                                                        komputer
                                       Mendemonstrasikan cara   C3/P2
               DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 mematikan komputer
        DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA sesuai dengan prosedur
                                            HALAMAN
PEMETAAN STANDAR ISI
Mata Pelajaran : …………….
Kelas/Semester : …………….

                                                                        RUANG LINGKUP *)       ALOK
SK          KD       THP     INDIKATOR     THP   MATERI POKOK   1   2     3 4 5 6 7        8   WKT




       DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA       HALAMAN
CONTOH PEMETAAN STANDAR ISI
          Mata Pelajaran : Fisika
          Kelas/Semester : X / 1

                                                                                              RUANG LINGKUP          ALOK
                            THP                              THP
                                                                                    Pengukuran Gerak dan Gejala      WKT
     SK            KD       PIKIR         INDIKATOR          PIKIR   MATERI POKOK
                                                                                     berbagai     analisis gelombang
                                                                                      besaran     vektor

1. Menerapkan 1.1 Mengukur C-3 Mengenal besaran fisika C-1 Besaran fisika               V                          2 x 45’
 konsep          besaran       (massa, panjang, dan        (massa, panjang,
 besaran         fisika        waktu)                      dan waktu)
 fisika dan      (massa, pan-
 pengu-          jang, dan     Menjelaskan besaran     C-2
 kurannya        waktu)        fisika

                                    Melakukan pengukuran     C-3
                                    massa, panjang, dan         P
                                    waktu


                  DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
           DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA                  HALAMAN   31
CONTOH PEMETAAN STANDAR ISI
Mata Pelajaran : TIK
Kelas/Semester : X / 1

                                                                                                 RUANG LINGKUP
                                                                                    Perangkat keras dan    Penggunaan alat
                                                                                    perangkat lunak yang   bantu untuk
                               THP                           THP                    digunakan untuk me-    memproses dan
     SK             KD         PIKIR         INDIKATOR       PIKIR   MATERI POKOK   ngumpulkan, menyim-    memindah data dari ALOK
                                                                                                                              WKT
                                                                                    pan, memanipulasi,     satu perangkat ke
                                                                                    dan menyajikan         perangkat lainnya.
                                                                                    informasi

1. Melaku-    1.1 Mengaktifkan C-3 Menunjukkan bagian-    C-1 Operasi dasar                  V                                45’
kan operasi   dan mematikan        bagian komputer            komputer
dasar         komputer sesuai
komputer      dengan prosedur      Menjelaskan fungsi     C-2
                                   bagian-bagian komputer

                                       Mendemonstrasikan cara C-3
                                       mengaktifkan dan
                                       mematikan komputer
                                       sesuai prosedur



            DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
     DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA                      HALAMAN
CONTOH PEMETAAN STANDAR ISI
  Mata Pelajaran: Sejarah
  Kelas/Semester: X/1
                                                                                                         Ruang         Prediksi
  SK(*)           KD (**)         Tahapan        Indikator (***)      Tahapan    Materi Pokok dan       Lingkup       Waktu (jam
                                  Berpikir                            Berpikir    Pengembangan                        pelajaran)
                                                                                                    1     2       3

1.Memaha 1.1 Menjelaskan                                                         pengertian dan
                                  C2         o Mengidentifikasi         C1                          V                  45 menit
mi prinsip pengertian dan ruang                                                  ruang lingkup
                                               peristiwa bersejarah
dasar ilmu lingkup ilmu sejarah                                                  ilmu sejarah
sejarah
                                             o Menjelaskan
                                               pengertian ilmu          C2
                                               sejarah

                                             o Menjelaskan ruang
                                               lingkup ilmu sejarah     C2




                 DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
Ruang lingkup:DIT. PEMBINAAN SMA ilmu sejarah
    DEPDIKNAS – 1. Prinsip dasar    HALAMAN
PEMETAAN STANDAR ISI
Mata Pelajaran : MATEMATIKA
Kelas/Program : XI / IPA
Semester       : 1
STANDAR KOMPETENSI:
Menggunakan aturan statistika, kaidah pencacahan, dan sifat-sifat peluang dalam pemecahan masala h

    KOMPETENSI          THP                                                       TINGKAT      MATERI POKOK/           RUANG
                                                 INDIKATOR                        BERPIKIR                                      WAKTU
      DASAR                                                                                   PENGEMBANGAN            LINGKUP
        1.   Menyaj      C3     •     Menjelaskan langkah-langkah                     C2     Statistika:           Statistika   2 x 45’
             ikan                     menyajikan dalam bentuk tabel,
             data                     diagram batang, diagram garis,                         Diagram garis,
             dalam                    diagram lingkaran histogram dan ogive                  diagram batang,
             bentuk                                                                          diagram lingkaran.
             tabel                                                                           Histogram dan ogive
             dan
             diagra
             m
             batang
             , garis,           •     Menggambarkan data dalam bentuk                 C3                                        2 x 45’
             lingkar                  tabel, diagram batang, diagram garis,
             an,                      diagram lingkaran..
             dan
             ogive
             serta
             penafsi
             rannya             •     Menggambarkan data dalam bentuk                 C3                                        2 x 45’
                                      tabel distribusi frekuensi dan histogram
                                      serta ogive




               DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
        DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA                           HALAMAN         34
PEMETAAN STANDAR ISI
Mata Pelajaran : MATEMATIKA
Kelas/Program : XI / IPA
Semester       : 1
STANDAR KOMPETENSI:
Menggunakan aturan statistika, kaidah pencacahan, dan sifat-sifat peluang dalam pemecahan masala h

                                THP                              TINGKAT
                                                                 BERPIKIR        MATERI POKOK/
     KOMPETENSI DASAR                        INDIKATOR                                                RUANG LINGKUP   WAKTU
                                                                                 PENGEMBANGAN

        •    Membaca data                •    Membaca               C1           Statistika:          Statistika      2 x 45’
             dalam bentuk       C1            sajian data
             tabel dan                        dalam                              Diagram garis,
             diagram                          bentuk                             diagram batang,
             batang, garis,                   tabel,                             diagram lingkaran.
             lingkaran, dan                   diagram                            Histogram dan
             ogive                            batang,                            ogive
                                              diagram
                                              garis,
                                              diagram
                                              lingkaran
                                              dan ogive
                                         •    Mengidentifi          C1                                                2 x 45’
                                              kasi nilai
                                              suatu data
                                              yang
                                              ditampilkan
                                              pada tabel
                                              dan
                                              diagram




               DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
        DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA                         HALAMAN      35
DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN   36
Departemen Pendidikan
       DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009                    37
DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA    HALAMAN
                      Nasional Materi 6 -
Ranah Kognitip




                           Departemen Pendidikan
        DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009                    38
 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA    HALAMAN
                       Nasional Materi 6 -
Ranah Afektif




                           Departemen Pendidikan
        DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009                    39
 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA    HALAMAN
                       Nasional Materi 6 -
Departemen Pendidikan
       DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009                    40
DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA    HALAMAN
                      Nasional Materi 6 -
BAGAIMANA MENYUSUN SILABUS DAN RRP
                   YANG MUDAH
Berdasar kan pengertian silabus dan RPP diatas
Penyusunan Silabus dan RPP diawali dengan cara
 melakukan analisis :
1.Materi apa yang harus diajarkan kepada siswa (materi ajar)
2.Bagaimana cara mengajarkan materi tersebut (metoda)
3.Tujuan apa yang hendak dicapai dari mengajarkan materi
 tersebut (Tujuan Pembelajaran)
4.Bagaimana siswa belajar agar tujuan pembelajaran
 tercapai (Keg Pembelajaran)
5.Bagaimana cara mengukur apakah TP sudah tercapai
 (penilaian)

            DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
     DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN   41
KATA KUNCI SILABUS DAN RPP
 Kata konci dari Silabus dan RPP terletak pada Tujuan
  pembelajaran
 Tujuan pembelajaran merupakan indikator yang ditulis
  secara lengkap
 Indikator yang lengkap memiliki 5 komponen
 1.Audien = A (siswa)
 2.Behavior = B Perubahan tingkalaku yang ingin
  dicapai dan dapat diukur sebagai hasil belajar
 3.Condition =C Situasi /lingkungan KBM
 4.Degree = D Tingkat kesulitan sesuai kemampuan
  siswa
 5.Content = E Kedalaman materi sebagai isi Kegiatan
  belajar
           DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
    DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN   42
Contoh Tujuan Pembelajaran :
Setelah tanya jawab siswa dapat menuliskan
 lima ciri ciri mahluk hidup

Rumusan
1.Setelah tanya jawab E ( Konten )
2.Siswa               A ( Audiens)
3.dapat menuliskan      B ( Behavior )
4.lima                D ( Degree )
5.ciri ciri mahlk hidup C (Condisi )


         DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
  DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN   43
Tujuan pembelajaran yang baik didalamnya terdat
                        5 Aspek
 1.Indikator 2.Soal 3.Metoda4. Kegiatan
 pembelajaran5. Aspek penilaian
Contoh TP :
 Setelah diskusi siswa dapat menuliskan 5 ciri ciri
 mahluk hidup
 1.Indikator Menuliskan 5 ciriciri mahluk hidup
2.Soal Tuliskan 5 ciri Mahluk hidup
3.Metoda diskusi
4.Kegiatan pembelajaran Diskusi tentang ciri ciri
 mahluk hidup
5.Aspek penilaian Kognitip, Teknik tertulis

         DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
  DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN   44
BAGAIMANA CARA MELAKUKAN ANALISIS SILBUS
DAN RPP ? Yang merupakan gabungan dari silabus dan
                      RPP
KOMPET    MATERI    MATERI AJAR          INDIKATOR              SOAL         METODA
  ENSI    POKOK
 DASAR
  1          2           3                   5                    4             6

Menya     KD       Uraikan        Tiap soal satu indikator    Diambil      Untuk
lin       buang    dari Materi    rumusan indikator          dari tiap     mencapai
dari      kata     pokok          yang paling sederhana      sub materi    iundikator
standa    kerja    seluas         memiliki 2 penciri yaitu   ajar          tsb
r isi              mungkin        perubahan tingka laku       soal yang    Materi ajar
                   dengan         dan pengetahuan (yang      baik          disampai
                   mempertim      mencerminkan               mengandun     kan dengan
                   bangkan        pengelolaan                g 2 aspek     metoda apa
                   alokasi        pengalaman belajar         pengetahua
                   waktu,kem      peserta didik yaitu        n dan
                   ampuan         kegiatan siswa dan         perubahan
                   siswa dan      materi).                   tingka laku
                   guru


             DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
      DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA     HALAMAN   45
TUJUAN          KEGIATAN                     JENIS PENILAIAN               ALOKASI   SUMBER
PEMBELAJA        PEMBELAJA                             9                     WAKTU      BAHAN
   RAN              RAN
      7                8            ASPEK         TEKNIK         KKM           10        11
Tujuan           Merupakan        Lihat soal    Bisa           Dibuat       Untuk KD
pembelajaran     pengalaman
adalah           belajar siswa    sesuai        berupa         per          sesuaikan 1 sumber
indikator yang   yang             kan dg        tertulis,      indikator    dengan    2 Bahan
                                                                            program 3 alat
ditulis secara   berhubungan
lengkap yang     dengan metoda    aspek         lisan,         atau KD
memiliki
5 aspek yaitu
                 pembelajaran
                 dan memiliki 2
                                  pada          Unjuk          dengan       semester
 1 A             penciri yaitu    raport        kerja,         memper
 2 B
3. C
                 kegiatan siswa
                 dan
                                                Produk         hatikan
 4 D             pengetahuan                    proyek         Aspek
 5.E                                                           komplek
                                                               sitas,daya
                                                               dukung
                                                               dan intake
                                                               siswa




           DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
    DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA              HALAMAN   46
BAGAIMANA CARA MELAKUKAN ANALISIS SILBUS DAN RPP ?
      Yang merupakan gabungan dari silabus dan RPP
KOM       MATE          MATERI AJAR               INDIKATOR           SOAL           METODA
PETE       RI
 NSI      POKO
DASA        K
  R

  1        2                  3                       5                4                6

Mengi
dentifi
          Stru   a.Struktur daun tumbuhan      1.Menunjukan   1.Amati sehelai     1.Observasi/P
                     1 Tangkai daun
kasi      ktur       2 Tulang daun
                                               mana           daun lalu           engamatan
strukt    dan                                  tangkai,tulang tunjukkan Mana        2.Diskusi
ur dan               3 Helai daun
fungsi    fung     b.Fungsi Daun tumbuhan      dan helai daun tangkai,tulang dan
daun      si         1 Tangkai daun            yang diamati   helai daun yang
tumb             berfungsi untuk
uhan      daun   melekatkan daun pada                                diamati
          tum    batang /Ranting               2.Menyebutkan tersebut
          buha       2 Tulang daun berfungsi   fungsi tangkai    2.Sebutkan
                 untuk memberikan bentuk
          n      pada daun
                                               daun           fungsi tangkai daun
                     3 Helai daun berfungsi
                 untuk memasak makanan
                 dan untuk bernapas



                  DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
           DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA          HALAMAN   47
TUJUAN PEMBELAJARAN   KEGIATAN              JENIS PENILAIAN              ALOKASI     SUMBER
                      PEMBELAJ                      9                     WAKTU       BAHAN
                        ARAN

         7                8          ASPEK        TEKNIK      KKM          10          11

1.Setelah             1.Menga     1.Aspek         Teknik      KKM 89   2 jam       Sumber ;
Mengamati helai       mati        Kinerja         Proses               Pelajaran   Buku IPA
daun siswa dapat      helai       ilmiah,         kerja
Menunjukkan           daun                        konsep,                              Bahan
Mana                                                                                ; Daun
tangkai,tulang        2.Diskusi   2.Aspek       Teknik        KKM 78               tumbuha
 dan helai daun       tentang     Penguasaan Tertuli                                   Alat
yang di amati         fungsi      konsep,Tek s,                                    ;-
dengan benar          tangkai     nik Tertulis,
 2.Setelah diskusi    daun        KKM 78
siswa dapat
Menyebutkan
fungsi tangkai daun
dengan tepat



               DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
        DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA       HALAMAN   48
ADA
                        PERTANYAAN
                         SAMPAI DI
                           SINI???

       DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
                                           December 27, 2012
PENILAIAN

                  APA,MENGAPA,
                       dan
                    BAGAIMANA ?




       DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009               50
DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA    HALAMAN
Perancangan
Perancangan                      Pelaksanaan
                                 Pelaksanaan          Analisis Hasil
                                                      Analisis Hasil
 Penilaian
  Penilaian                       Penilaian
                                   Penilaian            Penilaian
                                                        Penilaian




                         Pelaporan Hasil
                         Pelaporan Hasil               Tindak lanjut
                                                       Tindak lanjut
                            Penilaian
                            Penilaian                 Hasil Penilaian
                                                      Hasil Penilaian




       DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009                51/29
DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA      HALAMAN
• Perancangan strategi penilaian oleh pendidik dilakukan pada saat penyusunan silabus yang
   penjabarannya merupakan bagian dari rencana peiaksanaan pembelajaran (RPP) –
   Permendiknas No.20 Tahun 2007, Lampiran D.2
• Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau
   proses, kemajuan, dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian, ulangan tengah semester,
   ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas (PP No.19 Tahun 2005 Pasal 64 ayat 1)
• Penilaian yang didokumentasikan disertai bukti kesahihan, keandalan, dan dievaluasi secara
   periodik untuk perbaikan metode penilaian (Permendiknas No.19 – Lampiran B.5 butir d.13).
• Penilaian pendidik digunakan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik; bahan
   penyusunan laporan kemajuan hasil belajar; dan memperbaiki proses pembelajaran (PP No.19
   Tahun 2005 Pasal 64 ayat 1 dan 2).
 Penilaian hasil belajar oleh pendidik menggunakan berbagai teknik penilaian berupa tes,
  observasi, penugasan perseorangan atau kelompok, dan bentuk lain yang sesuai dengan
  karakteristik kompetensi dan tingkat perkembangan peserta didik (Permendiknas No.20
  Tahun 2007 – Lampiran C.1)
             DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
      DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA       HALAMAN
 Kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur pencapaian kompetensi
              peserta didik setelah menyelesaikan satu KD atau lebih (Permendiknas No.20 Tahun
              2007 – Lampiran A.4)
             Ketuntasan KD ditandai dengan ketuntasan setiap indikator pada KD ybs
             Bentuk dan teknik penilaian sesuai dengan penilaian yang direncanakan dalam silabus
             Peserta didik yang belum mencapai ketuntasan KD mengikuti remedial, dan yang sudah
              tuntas mendapat pengayaan



                                                  NILAI HARIAN                                RATA-
N      NAMA SISWA           KD-1         KD-2        KD-3          KD-4          KD-5         RATA
O                                                                                              NH




Catatan :            Nilai Harian setiap KD merupakan kumulatif dari hasil ulangan harian dan nilai
        penugasan pada KDKTSP 2009
           DIKLAT/BIMTEK
                            yang bersangkutan
    DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA          HALAMAN
Kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk
       mengukur pencapaian kompetensi peserta didik
       setelah melaksanakan 8 - 9 minggu kegiatan
       pembelajaran. Cakupan ulangan meliputi seluruh
       indikator yang merepresentasikan seluruh KD pada
       periode tersebut (Permendiknas No.20 Tahun 2007 –
       Lampiran A.5)
    Pelaksanaannya dikoordinasikan oleh satuan
       pendidikan
    Pencapaian kompetensi peserta didik untuk
       beberapa kompetensi dasar yang diperoleh dari
       pelaksanaan ulangan tengah semester menghasilkan
       satu Nilai Tengah Semester (NTS)/Rapor UTS
       DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
• Ulangan akhir semester adalah kegiatan yang dilakukan
       oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi
       peserta didik di akhir semester. Cakupan ulangan
       meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan
       semua KD pada semester tersebut (Permendiknas
       No.20 Tahun 2007 – Lamp A.6)
    • Ulangan kenaikan kelas adalah kegiatan yang dilakukan
       oleh pendidik di akhir semester genap untuk mengukur
       pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester
       genap pada satuan pendidikan yang menggunakan
       sistem paket. Cakupan ulangan meliputi seluruh
       indikator yang merepresentasikan KD pada semester
       tersebut (Permendiknas No.20 Tahun 2007 – Lampiran
       A.7)
    • Pencapaian kompetensi peserta didik untuk semua
       kompetensi dasar yang diperoleh dari pelaksanaan
       ulangan akhir semester/ulangan kenaikan kelas
       menghasilkan satu Nilai Akhir Semester (NAS/NKK)
      DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
• Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dirancang dan dilaksanakan dalam
  kerangka manajemen berbasis sekolah
• Pelaporan hasil belajar yang dilakukan oleh guru atas perkembangan
  pembelajaran siswa berupa rapor.
• LHB (Rapor) adalah laporan kemajuan belajar peserta didik dalam kurun
  waktu satu semester. Laporan prestasi mata pelajaran, berisi informasi
  tentang pencapaian kompetensi yang telah ditetapkan dalam kurikulum
  tingkat satuan pendidikan
• Pelaporan hasil belajar hendaknya merinci hasil belajar peserta didik
  berdasarkan kriteria yang telah ditentukan dan dikaitkan dengan penilaian
  yang bermanfaat bagi pengembangan peserta didik
• Laporan kemajuan belajar peserta didik disajikan dalam data kuantitatif
  maupun kualitatif. Data kuantitatif disajikan dalam angka (0-100) untuk
  setiap mata pelajaran, sedangkan data kualitatif berupa ketercapaian
  Kompetensi yang berisi deskripsi yang menggambarkan tingkat
  pencapaian kompetensi utuh peserta didik untuk setiap mata pelajaran.
• Penilaian selama proses pembelajaran berlangsung dilakukan secara
  periodik melalui: ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan
  akhir semester dan ulangan kenaikan kelas
       DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
• Nilai Harian (kumulatif dari hasil nilai ulangan harian dan nilai
  penugasan)
• Nilai Ulangan Tengah Semester
• Nilai Ulangan Akhir Semester atau Nilai Ulangan



•   Nilai pada rapor merupakan gambaran pencapaian kemampuan peserta
    didik dalam satu semestar. Nilai tersebut berasal dari nilai Ulangan
    Harian, Ulangan Tengah Semester, dan Ulangan Akhir Semester
•   Kedudukan atau bobot nilai Ulangan Harian , nilai Ulangan Tengah
    Semester, dan Ulangan Akhir Semester/Nilai Ulangan Kenaikan kelas
    merupakan kebijakan satuan pendidikan yang dirumuskan bersama
    dengan dewan guru
•   Hal yang dapat menjadi pertimbangan bagi satuan pendidikan dalam
    menentukan kedudukan atau bobot adalah cakupan indikator yang diukur,
    konsistensi dan kontinuitas pengukuran pencapaian kompetensi sehingga
    kedudukan atau bobot nilai Ulangan Harian sama atau lebih besar nilai
    Ulangan Tengah Semester, dan Ulangan Akhir Semester/Nilai Ulangan
    Kenaikan kelas

            DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
     DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
Nilai LHB (rapor) = x NH + y NTS + z (NAS/NKK)

 Keterangan
 NH       :    Nilai Harian
 NTS      :    Nilai Ulangan Tengah Semester
 NAS/NKK :     Nilai Ulangan Akhir Semester/Nilai Ulangan Kenaikan Kelas
 x, y, z  :    pembobotan masing-masing nilai

Contoh 1
Pembobotan nilai Ulangan Harian lebih besar dari Ulangan Tengah Semester dan
Ulangan Akhir Semester, misal: 50% - 25% - 25%
Mata Pelajaran Sosiologi :
             Nilai Ulangan Harian                 = 75
             Nilai Ulangan Tengah Semester = 70
             Nilai Ulangan Akhir Semester = 60
             Jadi Nilai pada rapor= (50% x 75) + (25% x 70) + (25% x 60)
                   = 37,5 + 17,5 + 15
                   = 70


            DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
     DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
Contoh 2
Pembobotan nilai Ulangan Harian sama dengan Ulangan Tengah
Semester dan Ulangan Akhir Semester.
Mata Pelajaran Pendidikan Seni:
           Nilai Ulangan Harian            = 75
           Nilai Ulangan Tengah Semester = 70
           Nilai Ulangan Akhir Semester = 65
           Jadi Nilai pada rapor= (75 + 70 + 65)/3
                = 70


CATATAN
Penentuan pembobotan dalam menentukan nilai
LHB (rapor) diserahkan pada satuan pendidikan



           DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
    DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
PENGOLAHAN NILAI
   HASIL BELAJAR

  Semua hasil penilaian (UH, Tugas, UTS, UAS
  dan UKK) dipertimbangkan dalam
  menentukan nilai rapor

 Contoh format berikut tidak baku, sekolah
 dapat mengembangkan sesuai dengan
 kebutuhan masing-masing


60/29      DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
    DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
NILAI HARIAN
       NAMA                                                   RT-RT               NILAI
NO                                                                    NTS   NAS
       SISWA                                                   NH                  LHB
                 KD-1     KD-2        KD-3     KD-4    KD-5




            DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
     DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA          HALAMAN
*
                    CONTOH FORMAT                                                    *



        PENGOLAHAN NILAI HASIL BELAJAR
 Mata Pelajaran        PESERTA DIDIK
                : ……………………
 Kelas/Semester : ……………………

                           Ulangan Harian                     Tugas
            Nama
                                                                                UT   UA
No Pes.ddk                                                                 NH             NR
                       1    R-1   2   R-2   3     R-3     1   2   3   Rt
                                                                                 S    S




62/29          DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
        DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA          HALAMAN
CONTOH FORMAT
    Keterangan :

 R           : Nilai hasil remedial
 NH          : Nilai Harian (gabungan dari rata-rata nilai tugas dan
               rata-rata nilai UH setelah remedial, dua desimal, tidak
               dibulatkan)

 UTS         :   Nilai Ulangan Tengah Semester (dua desimal, tidak
                 dibulatkan)
                 Nilai Ulangan Akhir Semester (dua desimal, tidak
 UAS         :
                 dibulatkan)
 NR          :   Nilai Rapor (bilangan bulat)


63/29          DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
        DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
Kriteria Ketuntasan Minimal

        DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
     KKM ditetapkan oleh sekolah pada awal tahun

      pelajaran dengan memperhatikan :

      1.   Intake (kemampuan rata-rata peserta didik)

      2.   Kompleksitas (mengidentifikasi indikator sebagai

           penanda tercapainya kompetensi dasar)

      3.   Kemampuan daya pendukung (berorientasi pada

           sumber belajar)



           DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
    DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
LANGKAH-LANGKAH PENETAPAN KKM
B                                                                    *



1
  Guru atau kelompok guru menetapkan KKM mata pelajaran
    dengan mempertimbangkan tiga aspek kriteria, yaitu
    kompleksitas, daya dukung, dan intake peserta didik dengan
    skema sebagai berikut:


                     KKM                            KKM
                   Indikator                    Mata Pelajaran




                KKM                                    KKM
           Kompetensi Dasar                     Standar Kompetensi


            DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
     DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
LANGKAH-LANGKAH PENETAPAN KKM
B                                                               *



2
     Hasil penetapan KKM oleh guru atau kelompok guru mata
     pelajaran disahkan oleh kepala sekolah untuk dijadikan
     patokan guru dalam melakukan penilaian


3    KKM yang ditetapkan disosialisaikan kepada pihak-pihak
     yang berkepentingan, yaitu peserta didik, orang tua, dan
     dinas pendidikan


4    KKM dicantumkan dalam LHB pada saat hasil penilaian
     dilaporkan kepada orang tua/wali peserta didik


           DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
    DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
KOMPLEKSITAS
 1                                                       *
Tingkat Kompleksitas:
(kesulitan dan kerumitan) setiap KD atau indikator yang harus
dicapai oleh peserta didik
Kompleksitas tinggi, apabila dalam mencapai kompetensi
diperlukan :
 A.Pendidik
1. memahami dengan benar kompetensi yang harus
   dibelajarkan pada peserta didik;
2. kreatif dan inovatif dengan metode pembelajaran yang
   bervariasi;
3. menguasai pengetahuan dan kemampuan sesuai
   bidang yang diajarkan;

            DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
     DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA      HALAMAN
1                              KOMPLEKSITAS      *

     B.Peserta didik

     1. kemampuan penalaran tinggi;
     2. cakap/terampil menerapkan konsep;
     3. cermat, kreatif dan inovatif dalam
        penyelesaian tugas/pekerjaan;
     4. tingkat kemampuan penalaran dan
        kecermatan yang tinggi agar dapat mencapai
        ketuntasan belajar

    C.Waktu
    Memerlukan waktu yang cukup lama untuk
    memahami materi tersebut sehingga dalam proses
    pembelajarannya memerlukan pengulangan.
           DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
    DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
1                             KOMPLEKSITAS      *

Selanjutnya

    Jika suatu indikator hanya meliputi sebagian
    dari kondisi tersebut di atas dapat dinyatakan
    memiliki kompleksitas sedang dan apabila
    tidak memerlukan kondisi tersebut indikator
    dapat dinyatakan memiliki kompleksitas
    rendah .




            DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
     DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
ANALISIS TINGKAT KOMPLESITAS
                                                     1 (Tinggi)     2           3       Jumlah
        ASPEK YANG DI ANALISIS
                                                                  (sedng )   (Rndah)
1. memahami dengan benar kompetensi yang                 1                                   1
harus dibelajarkan pada peserta did
2. kreatif dan inovatif dengan metode                                2                    2
pembelajaran yang bervariasi;
3. menguasai pengetahuan dan kemampuan sesuai            1                                   1
bidang yang diajarkan;
4. kemampuan penalaran tinggi                                                   3            3
5. cakap/terampil menerapkan konsep                                  2                    2
6. cermat, kreatif dan inovatif dalam penyelesaian                              3            3
tugas/pekerjaan
7. tingkat kemampuan penalaran dan kecermatan                        2                    2
yang tinggi agar dapat mencapai ketuntasan
belajar
8. Memerlukan waktu yang cukup lama untuk                1                                   1
memahami materi tersebut sehingga dalam proses
pembelajarannya memerlukan pengulangan
JUMLAH                                                   3           6         6          15
TINGKAT KOMPLESITAS
            DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009                      15/8=1,88=2                RENDAH
         DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA        HALAMAN
2                             DAYA DUKUNG       *

    *    Ketersediaan Tenaga

         Sarana dan prasarana pendidikan
    *
         yang diperlukan

    *    Biaya operasional pendidikan

    *    Manajemen Sekolah


    *    Kepedulian stakeholders sekolah

            DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
     DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
ANALISIS DAYA DUKUNG
     ASPEK             3 ( TINGGI )      2 ( SEDANG)   1 (RENDAH )   JML

1.Ketersediaan                3                                       3
Tenaga
2.Sarpras pend.                                   2                  2
yang diperlukan
3.Biaya oper                  3                                       3
S.pend
4.Manajemen Sek                                   2                  2
5.Kepedulian                                                1         1
stakeholders sek

JUMLAH                       6                    4         1        11
TKT D.DUKUNG                      11/5 =2,2 =2             RENDAH


            DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
     DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA     HALAMAN
INTAKE
3                                                                     *
         (Tingkat Kemampuan Rata-rata Peserta
                         Didik)

                                Kelas X dapat didasarkan pada
                                hasil seleksi Penerimaan Peserta
                                Didik Baru (PPDB), Nilai Ujian
                                Nasional (NUN), Rapor kelas 3
                                SMP, tes seleksi masuk, atau
                                psikotes


intake
                               Kelas XI dan XII didasarkan pada
                               tingkat pencapaian KKM peserta didik
                               pada semester atau kelas sebelumnya
                               keterkaitan antara indikator dengan
                               indikator sebelumnya yang telah di
                               capai oleh peserta didik

           DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
    DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA    HALAMAN
* Menafsirkan Kriteria Menjadi Nilai                             *
A. Dengan memberikan poin :
                                                  NILAI
  NO.              KRITERIA
                                        Tinggi    Sedang   Rendah

   1      Kompleksitas                     1        2        3
   2      Daya Dukung                      3        2        1
   3      Intake                           3        2        1
 Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas rendah, daya
 dukung tinggi dan intake peserta didik sedang  nilainya
 adalah
 ( 3 + 3 + 2)
         9
                      x 100 = 88,89
                                                    89
              DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
       DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
*           Menafsirkan Kriteria Menjadi Nilai                         *
B. Dengan menggunakan rentang nilai :
    Penentuan rentang nilai dan penetapan nilai dari setiap kriteria
    merupakan kesepakatan forum MGMP sekolah, misalnya :
                                                    NILAI
     NO.           KRITERIA
                                         Tinggi     Sedang        Rendah

       1    Kompleksitas                 50 - 64    65 - 80        81 - 100
       2    Daya Dukung                  81 - 100   65 - 80        50 - 64
       3    Intake                       81 - 100   65 - 80        50 - 64
    Nilai KKM indikator adalah rata-rata dari nilai ketiga kriteria yang
    ditentukan. Contoh : kompleksitas sedang (75), daya dukung tinggi (95),
    dan intake sedang (70),
    maka nilai KKM indikator = (75 + 95 + 70) : 3 = 80



             DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
      DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
* Menafsirkan Kriteria Menjadi Nilai                                   *
C. Dengan memberikan pertimbangan professional
  judgement pada setiap kriteria untuk menetapkan nilai


      Kompleksitas
      Kompleksitas              Daya Dukung
                                Daya Dukung            Intake
                                                        Intake
       • Tinggi                                    • Tinggi
                                • Tinggi
       • Sedang                                    • Sedang
                                • Sedang
       • Rendah                 • Rendah           • Rendah
                                     Contoh :
   Jika indikator memiliki kriteria: kompleksitas rendah, daya dukung tinggi
     dan intake peserta didik sedang  maka terdapat dua komponen yang
     memungkinkan untuk menetapkan nilai KKM 100 yaitu kompleksitas
      rendah dan daya dukung tinggi. Karena intake peserta didik sedang,
      guru dapat mengurangi nilai KKM, misalnya menjadi antara 80 – 90.
                                                                    90

          DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
   DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
*                 PENETAPAN KKM
Contoh : Dengan Memberi Poin

                                                   Kriteria Ketuntasan Minimal
                                              Kriteria Penetapan Ketuntasan      Nilai
      Kompetensi dasar dan Indikator                                             KKM
                                                            Daya
                                          Kompleksitas                 Intake
                                                           dukung

1.1. Mendeskripsikan hakikat bangsa                                              75.25
  dan unsur-unsur terbentuknya negara
•Menguraikan pengertian bangsa               Rendah        Tinggi     Sedang
                                                                                   89
                                                3            3          2
•Mendeskripsikan unsur terbentuknya           Tinggi      Sedang      Sedang
                                                                                   56
bangsa                                          1           2           2
•Mendeskripsikan pengertian negara           Sedang        Tinggi     Sedang
                                                                                   78
                                               2             3          2
•Mengidentifikasi unsur terbentuknya
                                             Sedang        Tinggi     Sedang
Negara                                                                             78
                                               2             3          2
               DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
        DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
*                 PENETAPAN KKM
Contoh : Dengan Memberi Rentang

                                                   Kriteria Ketuntasan Minimal
                                              Kriteria Penetapan Ketuntasan      Nilai
      Kompetensi dasar dan Indikator                                             KKM
                                                            Daya
                                          Kompleksitas                 Intake
                                                           dukung

1.1. Mendeskripsikan hakikat bangsa                                              75.5
  dan unsur-unsur terbentuknya negara
•Menguraikan pengertian bangsa              Sedang         Tinggi    Sedang
                                                                                   78
                                              75             90        70
•Mendeskripsikan unsur terbentuknya          Tinggi       Sedang     Sedang
bangsa                                                                             68
                                               55           80         70
•Mendeskripsikan pengertian negara          Sedang         Tinggi    Sedang
                                                                                   78
                                              78             85        70
•Mengidentifikasi unsur terbentuknya
                                             Sedang        Tinggi     Sedang
Negara                                                                             78
               DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
                                               76            90         78
        DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
*             ANALISIS KETUNTASAN                             *

Analisis ketuntasan adalah kegiatan yang dilakukan untuk
mengetahui tingkat ketercapaian KKM yang telah ditetapkan


    Hasil analisis ditindaklanjuti dengan memberikan perbaikan
    (remedial) bagi peserta didik yang belum tuntas dan pengayaan
    (enrichment) bagi yang sudah tuntas.


                  Manfaat Analisis:
          1. Sebagai dasar untuk menetapkan KKM
             pada tahun berikutnya
          2. Perbaikan proses pembelajaran

            DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
     DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
*                         Alur prosedur kerja   *




           DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
    DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
PETUNJUK TEKNIS
PENILAIAN LIMA KELOMPOK MATA
          PELAJARAN




       DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
PENILAIAN HASIL BELAJAR
(PP 19 TAHUN 2005, PASAL 64)
No     Kel. Mapel                 Kognitif      Psiko-          Afektif
                                                motor
1    Agama & akhlak                  V                             V
     mulia
2    Kewarganegaraan                 V                             V
     & kepribadian
3    Ilmu                          Sesuai      karakteristik   kompetensi
     Pengetahuan &                             yang dinilai
     Teknologi
4    Estetika                                       V              V

5    Jasmani,                        V              V              V
     olahraga, dan
     Kesehatan
        DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009                                        84
 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA      HALAMAN
PENGERTIAN DAN KONSEP
  Kelompok Mata
                            Kognitif          Psikomotor        Afektif
    Pelajaran
Agama dan            Ujian, Ulangan               -        Pengamatan
Akhlak Mulia         dan/atau Penugasan                    prilaku dan
                                                           sikap
Kewarganegaraan Ujian, Ulangan                    -        Pengamatan
dan Kepribadian dan/atau Penugasan                         prilaku dan
                                                           sikap

                     Ulangan, penugasan, dan/atau bentuk lain yang
IPTEK
                     sesuai dengan karakteristik materi yang dinilai

                                             Pengamatan    Pengamatan
Estetika                       -             ekspesi       prilaku dan sikap
                                             psikomotor
Jasmani Olahraga Ulangan dan/atau            Pengamatan Pengamatan
dan KesehatanDIT. PEMBINAAN 2009
                       Penugasan
            DIKLAT/BIMTEK KTSP
     DEPDIKNAS –               SMA HALAMAN
                                             psikomotor prilaku dan
PENILAIAN KELOMPOK MATA PELAJARAN
No    Kelompok mata pelajaran         Contoh Mata pelajaran         Aspek yang dinilai
1    Agama dan akhlak mulia      Pendidikan Agama              Pengetahuan dan sikap

2    Kewarganegaraan dan         Pendidikan                    Pengetahuan dan sikap
     kepribadian                 Kewarganegaraan
                                 Matematika                    Pengetahuan dan sikap
                                 Fisika, Kimia, Biologi        Pengetahuan, praktik, dan
                                                               sikap

                                 Ekonomi, Sejarah, Geografi,   Pengetahuan dan sikap
     Ilmu Pengetahuan dan        Sosiologi, Antropologi
3
     Teknologi
                                 Bhs Indonesia, bhs Inggris,   Pengetahuan, praktik, dan
                                 bhs Asing lain                sikap

                                 Teknologi Informasi dan       Pengetahuan, praktik, dan
                                 Komunikasi                    sikap

4    Estetika                    Seni Budaya                   Praktik dan sikap

5    Jasmani, olahraga, dan      Pendidikan jasmani,           Pengetahuan, praktik, dan
     kesehatan                   olahraga, dan kesehatan       sikap



            DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009                                            86
     DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA        HALAMAN
BAGAN PENILAIAN KELOMPOK MAPEL AGAMA DAN AKHLAK
MULIA




         DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
  DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
BAGAN PENILAIAN KELOMPOK MAPEL
  KEWARGANEGARAAN DAN KEPRIBADIAN




       DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
BAGAN PENILAIAN KELOMPOK MAPEL JASMANI OLAHRAGA
                 DAN KESEHATAN




        DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
BAGAN PENILAIAN KELOMPOK MAPEL ESTETIKA




         DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
  DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
PROSES PEMBELAJARAN


                       PENILAIAN / ULANGAN


                                                    < KKM
            ≥ KKM

                                                 PEMB. REMEDIAL

      PEMB.
    PENGAYAAN                                      ULANGAN


     FORTOFOLIO                                      LULUS


                                     TUNTAS


       DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009   KD BERIKUTNYA
DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA     HALAMAN
PENILAIA
                           N
 Sistem penilaian menggunakan ulangan
  berkelanjutan, yang ciri-cirinya adalah:
 UH dilaksanakan untuk melihat ketuntasan setiap
  Kompetensi Dasar.
 UH dapat dilaksanakan untuk satu atau lebih Kompetensi
  Dasar.
 Hasil UH dianalisis dan ditindaklanjuti melalui program
  remedial, program pengayaan.
 UH mencakup aspek kognitif dan psikomotor.
 Aspek afektif diukur melalui kegiatan inventori afektif
  seperti:pengamatan, kuesioner, dsb.

          DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
   DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA        94 - 39
                                    HALAMAN
1. Kompetensi yang ingin dicapai peserta didik
1. Kompetensi yang ingin dicapai peserta didik
   dirumuskan dalam urutan yang hirarkis
   dirumuskan dalam urutan yang hirarkis
2. Evalusi yang digunakan adalah penilaian
2. Evalusi yang digunakan adalah penilaian
   acuan patokan, dan setiap kompetensi harus
   acuan patokan, dan setiap kompetensi harus
   diberikan feedback
   diberikan feedback
3. Pemberian pembelajaran remedial serta
3. Pemberian pembelajaran remedial serta
   bimbingan yang diperlukan
   bimbingan yang diperlukan
4. Pemberian program pengayaan bagi peserta
4. Pemberian program pengayaan bagi peserta
   didik yang mencapai ketuntasan belajar lebih
   didik yang mencapai ketuntasan belajar lebih
   awal
   awal
         DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
  DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
Langkah-langkah

                         • Kesulitan belajar ringan.
                         • Kesulitan belajar sedang.
1. Mendiagnosis          • Kesulitan belajar berat.
Kesulitan
   Belajar
                         Dilakukan dengan tes prasyarat, tes
                          diagnostik, wawancara, pengamatan, dsb.


                         • Pemberian pembelajaran ulang dengan metode dan
                           media yang berbeda
                         • Pemberian bimbingan secara khusus, misalnya bimbingan
Memberikan                 perorangan
Perlakuan                • Pemberian tugas-tugas kelompok
(treatment)              • Pemanfaatan tutorial teman sebaya.
Pembelajaran
Remedial                 Diakhiri dengan tes ulang dilakukan di luar jam tatap muka


             DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
      DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
PEMBELAJARAN REMEDIAL
    Pembelajaran remedial adalah pembelajaran
    yang diberikan kepada peserta didik yang
    belum mencapai ketuntasan pada KD
    tertentu, menggunakan berbagai metode
    yang diakhiri dengan penilaian untuk
    mengukur kembali tingkat ketuntasan belajar
    peserta didik.
    Pada hakikatnya semua peserta didik akan
    dapat mencapai standar kompetensi yang
    ditentukan, hanya waktu pencapaian yang
    berbeda. Oleh karenanya perlu adanya
    program pembelajaran remedial (perbaikan)

       DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
Penilaian               ulang            diberikan       kepada
peserta            didik           yang       telah   mengikuti
program pembelajaran remedial agar
dapat diketahui apakah peserta didik
telah         mencapai                  ketuntasan        dalam
penguasaan                   kompetensi           yang    telah
ditetapkan.


         DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
  DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA    HALAMAN
Waktu Pelaksanaan
  Pembelajaran Remedial

     Pembelajaran remedial diberikan
     setelah peserta didik mempelajari
     satu atau beberapa KD tertentu
     yang diuji melalui Ulangan Harian.




       DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA        99 - 39
                                 HALAMAN
PELAKSANAAN REMEDIAL
 Pembelajaran ulang dengan metode
    dan media yang berbeda,
   Belajar mandiri atau pemberian
    bimbingan secara khusus,
   Pemberian tugas/latihan,
   Belajar kelompok dengan bimbingan
    alumni atau tutor sebaya,
   dan lain-lain, yang semuanya diakhiri
    dengan ulangan.
       DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009         100 -
DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
                                        39
T
E                        Tes ulang diberikan kepada
                         peserta didik yang telah
S                        mengikuti program
                         pembelajaran remedial agar
U                        dapat diketahui apakah
L                        peserta didik telah mencapai
                         ketuntasan dalam
A                        penguasaan kompetensi yang
N                        telah ditetapkan.
G
       DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009         101 -
DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
                                        39
Nilai Remedial
      Nilai remedi idealnya dapat lebih tinggi dari
       KKM. Apabila kebijakan ini diberlakukan, maka
       setiap peserta didik (termasuk yang sudah
       mencapai KKM) berhak mengikuti
       remedi/perbaikan nilai sehingga mencapai nilai
       maksimal (100).
      Oleh karena itu, mempertimbangkan
       kepraktisan dalam pelaksanaan remedial
       sekolah dapat menetapkan nilai remedi sama
       dengan nilai KKM. Kebijakan ini harus
       disosialisasikan sejak awal tahun pelajaran.

       DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009         102 -
DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
                                        39
Guru ;;
 Guru
1.Menentukan jenis program remedial atau pengayaan berdasarkan
 1.Menentukan jenis program remedial atau pengayaan berdasarkan
pencapaian kompetensi peserta didik dengan analisis ketuntasan
 pencapaian kompetensi peserta didik dengan analisis ketuntasan
KKM.
 KKM.
    a. Program remedial jika pencapaian kompetensi peserta
     a. Program remedial jika pencapaian kompetensi peserta
         didik kurang dari KKM
          didik kurang dari KKM
    b. Program pengayaan jika pencapaian kompetensi peserta
     b. Program pengayaan jika pencapaian kompetensi peserta
         didik lebih atau sama dengan nilai KKM
          didik lebih atau sama dengan nilai KKM
2.Melaksanakan program remedial dan pengayaan berdasarkan
 2.Melaksanakan program remedial dan pengayaan berdasarkan
hasil klasifikasi pencapaian hasil peserta didik
 hasil klasifikasi pencapaian hasil peserta didik
3.Melaksanakan penilaian ulang bagi peserta didik yang remedial
 3.Melaksanakan penilaian ulang bagi peserta didik yang remedial
dan hasilnya sebagai nilai pencapaian kompetensi peserta didik
 dan hasilnya sebagai nilai pencapaian kompetensi peserta didik
4.Melaksanakan penilaian bagi siswa yang mengikuti program
 4.Melaksanakan penilaian bagi siswa yang mengikuti program
pengayaan yang hasilnya dimasukkan dalam fortofolio.
 pengayaan yang hasilnya dimasukkan dalam fortofolio.

          DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
   DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
Contoh:
       Teknik pelaksanaan
     penugasan/pembelajaran
            remedial
  Penugasan individu diakhiri dengan tes
   (lisan/tertulis) bila jumlah peserta didik yang
   mengikuti remedial maksimal 20%.
  Penugasan kelompok diakhiri dengan tes
   individual (lisan/tertulis) bila jumlah peserta
   didik yang mengikuti remedi lebih dari 20%
   tetapi kurang dari 50%.
  Pembelajaran ulang diakhiri dengan tes
   individual (tertulis) bila jumlah peserta didik
   yang mengikuti remedi lebih dari 50 %.dan
   atau lebih dari 50% rata2 pencapaian
   Indikator yang diujika lebih dari 50%
       DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009         104 -
DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
                                        39
Langkah-langkah

                        •   Siswa yang belajar lebih cepat.
                        •   Siswa yang menyimpan informasi lebih mudah
                        •   Siswa dengan keingintahuan yang tinggi
Identifikasi            •   Siswa dengan kemampuan berfikir mandiri
Kelebihan               •   Siswa yang superior berfikir abstrak
Kemampuan               •   Siswa yang memiliki banyak minat
Belajar
                        Dilakukan dengan ; Tes IQ, Tes Inventori, Wawancara,
                         Pengamata (Observasi)


                       •    Belajar Kelompok
                       •    Belajar Mandiri
Bentuk                 •    Pembelajaran berbasis Tema
Pelaksanaan            •    Pemadatan Kurikulum
Pembelajaran
Pengayaan
                          Penilaian dilakukan dengan penilaian fortofolio, dan
                            harus dihargai sebagai nilai tambah (lebih) dari
             DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
                            peserta didik HALAMAN
      DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA
                                          yang normal
PEMBELAJARAN
              PENGAYAAN
 Peserta didik yang telah mencapai
    kompetensi lebih cepat dari peserta didik
    lain dapat mengembangkan dan
    memperdalam kecakapannya secara
    optimal melalui pembelajaran pengayaan.
 Pembelajaran pengayaan dapat diartikan
    sebagai suatu pengalaman atau kegiatan
    peserta didik yang telah melampaui
    persyaratan minimal (KKM) yang
    ditentukan oleh Satuan Pendidikan dan
    tidak semua peserta didik dapat
    melakukannya.
       DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
PEMBELAJARAN PENGAYAAN
                                 (lanjutan ….)


 Pembelajaran pengayaan memberikan
     kesempatan bagi peserta didik yang
     memiliki kelebihan sehingga mereka
     dapat mengembangkan minat dan bakat
     serta mengoptimalkan kecakapannya.
 Pengayaan merupakan penguatan pada
     KD tertentu dengan memberi tugas
     membaca, tutor sebaya, diskusi, dan lain-
     lain

       DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA      HALAMAN
1. Belajar Kelompok
Bentuk                                2. Belajar mandiri
Pelaksanaan                           3. Pembelajaran
Pembelajaran                             berbasis tema
Pengayaan                             4. Pemadatan
                                         kurikulum



        DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009         108 -
 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
                                         39
Penilaian

    Sebagai bagian integral dari kegiatan
       pembelajaran, kegiatan pengayaan ini
       tidak lepas dengan penilaian.

    Penilaian hasil belajar kegiatan
       pengayaan tidak sama dengan
       kegiatan pembelajaran biasa tetapi
       cukup dalam bentuk portofolio dan
       harus dihargai sebagai nilai lebih dari
       peserta didik yang lainnya

       DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009         109 -
DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
                                        39
DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
LATAR BELAKANG
Kondisi Ideal:
 Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar
  Nasional Pendidikan, Pasal 64 ayat (1) menyatakan bahwa
  Penilaian hasil belajar oleh guru dilakukan secara
  berkesinambungan untuk memantau proses, kemajuan, dan
  perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian, ulangan tengah
  semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan
  kelas.
 Salah satu tugas utama guru sebagai tenaga profesional
  adalah menilai dan mengevaluasi peserta didik.


          DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
   DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
LATAR BELAKANG
Kondisi Riil:
 Hasil supervisi dan evaluasi keterlaksanaan KTSP 2009 dan
  masukan pada pelaksanaan bimtek, masih banyak
  ditemukan guru yang belum memahami dan mampu
  mengembangkan soal, menganalisis butir soal sesuai
  dengan prinsip, mekanisme, dan prosedur penilaian, serta
  interpretasinya
Upaya Pemenuhan:
 Direktorat     Pembinaan SMA, menyempurnakan dan
  melengkapi pedoman yang telah disusun pada tahun
  sebelumnya dengan “Petunjuk Teknis Analisis Butir Soal di
  SMA”.DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
   DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
TUJUAN
 Sebagai acuan bagi seluruh guru dalam melakukan
  analisis butir soal, agar menghasilkan soal yang valid
  dan reliabel;
 Meningkatkan pemahaman guru dalam pengelolaan
  dan penyimpanan soal;
 Tersedianya soal yang tersimpan secara tersistem yang
  dapat dimanfaatkan oleh guru dalam melaksanakan
  penilaian secara berkesinambungan melalui ulangan
  harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir
  semester, ulangan kenaikan kelas, termasuk remedial.


         DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
  DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
UNSUR YANG TERLIBAT
 Kepala sekolah,
 Tim Pengembang Kurikulum Sekolah (TPK Sekolah),
 Guru Mata Pelajaran /Tim MGMP.




           DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
    DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
PENGERTIAN DAN KONSEP

   Soal pilihan ganda adalah soal yang menyediakan sejumlah
    pilihan jawaban dengan hanya ada satu pilihan jawaban yang
    benar;
   Indikator: karakteristik, ciri-ciri, tanda-tanda, perbuatan, atau
    respons, yang harus dapat dilakukan atau ditampilkan oleh
    peserta didik, untuk menunjukkan bahwa peserta didik telah
    memiliki kompetensi dasar tertentu;
   Analisis Kualitatif adalah analisis/penelaahan butir soal (tes
    tertulis, perbuatan, sikap) sebelum soal tersebut
    digunakan/diujikan;
   Analisis Kuantitatif adalah analisis/penelaahan butir soal (tes
    tertulis, perbuatan, sikap) setelah soal tersebut
    digunakan/diujikan;

        DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
PENGERTIAN DAN KONSEP

  Daya Beda soal adalah daya dalam membedakan atara peserta tes
    yang berkemampuan tinggi dengan peserta tes yang berkemampuan
    rendah;
  Tingkat kesukaran soal adalah mengkaji soal-soal dari segi
    kesulitannya sehingga dapat diperoleh soal-soal mana yang temasuk
    rendah, sedang, dan sukar;
  Penyebaran pilihan jawaban pada soal bentuk pilihan ganda, dijadikan
    dasar dalam penelaahan soal. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui
    berfungsi tidaknya jawaban yang tersedia;
  Reliabilitas suatu soal adalah untuk mengetahui tingkat ketepatan
    (precision) dan keajegan (consistency) skor tes. Indeks reliabilitas
    berkisar antara 0 - 1. Semakin tinggi koefisien reliabilitas suatu tes
    (mendekati 1), makin tinggi pula keajegan/ketepatannya;
        DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
Alur Prosedur Kerja Analisis Butir Soal
                                                   PROSES
     INPUT                                                                                     OUTPUT
                      KEPSEK/FAS                     TPK                  GURU/MGMP
                    Memberikan              Menyusun rencana
 1.PP no 19/2005    pengarahan kebijakan
                                            kegiatan analisis butir
                    teknis analisis butir
 2.PP no 74/2008    soal:
                                            soal & pengembangan
 3.Permendiknas     1.Tujuan                bank soal
   no 22/2006       2.Hasil yang
 4.Permendiknas     diharapkan                                        1.Melakukan analisis
                    3.Mekanisme Kerja       Menyusun rambu2:            butir soal
   no 23/2006                               mekanisme analisis
                    4.Unsur yang terlibat                               (kulaitatif dan
 5.Permendiknas                             butir soal dan              Kuantitatif)
   no 41/2006                               pengembangan bank
 6.Permendiknas                             soal                      2.Melakukan
   no 19/2007                                                           pembahasan &         Hasil Analisis
 7.Permendiknas                                                         penyempurnaan        Butir Soal
   no 20/2007                                Pembagian tugas            hasil analisis
 8.Panduan
   penyusunan                                                         T
                                                     Layak
   Silabus KTSP
 9.Hasil                                                 Y
   Ulangan/Ujian                             Pembagian tugas

             DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 prog dan pemanfaantan bank soal
                             Sosialisasi
      DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA       HALAMAN
ANALISIS BUTIR SOAL
                          Form Telaah
                          Butir Soal PG
                           Form Telaah
                         Butir Soal Uraian
                          Form Telaah
                          Tes Perbuatan
 KUALITATIF                Form Telaah
                           Soal Non Tes


                                                       BA + BB
                         Taraf Kesukaran        TK =
KUANTITATIF                                              N

                                                       BA − BB
                         Taraf Daya Beda        DB =
                                                         2N
                                                         1




                                              Pengecoh dipilih Min 5% peserta tesntuk
                         Fungsi Pengecoh
                                              PG

                                              PG: Poin Biserial
                             Validitas
                                              Uraian: Produk Momenttuk

                                              PG: Kuder Richadson
                           Realiabilitas
       DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009                Uraian: Alfa Cronbach
DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA      HALAMAN
URAIAN ANALISIS KUANTITATIF

1.   Mengurutkan daftar nilai hasil ulangan/ujian dari yang terbesar sampai yang terkecil setiap kelas;
2.   Daftar nilai pada poin (a) diatas dibagi kedalam tiga kelompok, yaitu kelompok pandai (uper
     group), kelompok kurang (lower group), dan kelompok sedang (middle group).
3.   Selanjutnya yang dianalisis adalah kelompok pandai atau kelompok atas dan kelompok kurang
     atau kelompok bawah, sedangkan kelompok menengah kita biarkan. Umumnya diambil kelompok
     atas dan bawah masing-masing 27%- 27%, (perbandingan tersebut tidak mutlak, tergantung
     kondisi jumlah objek yang akan di analisis sehingga bisa 25% - 25%, 33% - 33% , dst);
4.   Tiap soal ditabulasikan kemudian dijumlahkan pada setiap kelompok atas dan kelompok bawah;
5.   Hitung taraf kesukaran dengan rumus:
     TK: indeks tingkat kesukaran
     BA: jumlah jawab benar tiap soal kel atas
     BB: jumlah jawab benar tiap soal kel bawah
     N : Jumlah testee kel atas dan kel bawah
6.   Konsultasi ke tabel indeks tingkat kesukaran sbb:

       Indeks tingkat kesukaran:
       0,00 ≤TK≤ 0,30 = sukar
       0,31 ≤TK≤ 0,70 = sedang
       0,71≤TK≤ 1,00 = mudah
             DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
      DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA            HALAMAN
URAIAN ANALISIS KUANTITATIF




        DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
URAIAN ANALISIS KUANTITATIF
Hitung Tingkat Validitas dirumuskan:



    Untuk Pilihan Ganda
    Korelasi Poin Biserial:


    Untuk Bentuk Uraian
    Produck Moment:



Tabel kriteria korelasi koefisien:
0,00 ≤r11≤ 0,20 = korelasi sangat rendah
0,20 ≤DB≤ 0,40 = korelasi rendah
0,40 ≤DB≤ 0,70 = korelasi cukup
0,70 ≤DB≤ 0,90 = korelasi tinggi
0,90 ≤DB≤ 1,00 = korelasi sangat tinggi (sempurna)


                DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
         DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
URAIAN ANALISIS KUANTITATIF

Hitung Reliabilitas dirumuskan:

Untuk Pilihan Ganda
Kuder Richadson 20:


Untuk Bentuk Uraian
Alfa Cronbach:


Tabel kriteria korelasi koefisien:
0,00 ≤r11≤ 0,20      = korelasi sangat rendah
0,20 ≤DB≤ 0,40       = korelasi rendah
0,40 ≤DB≤ 0,70       = korelasi cukup
0,70 ≤DB≤ 0,90       = korelasi tinggi
0,90 ≤DB≤ 1,00       = korelasi sangat tinggi (sempurna)
           DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
    DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN
Contoh
FORMAT PENELAAHAN BUTIR SOAL
BENTUK URAIAN
 No.                            Aspek yang ditelaah
                                                                              1   2   3   4   5   6   7   8   9   …

 A.     Materi
 1      Soal sesuai dengan indikator (menuntut tes tertulis untuk bentuk
 2      Uraian)
 3      Batasan pertanyaan dan jawaban yang diharapkan sudah sesuai
 4      Materi yang ditanyakan sesuai dengan kompetensi (urgensi, relevasi,
        kontinyuitas, keterpakaian sehari-hari tinggi)
        Isi materi yang ditanyakan sesuai dengan jenjang jenis sekolah atau
        tingkat kelas


 B      Konstruksi
 5      Menggunakan kata tanya atau perintah yang menuntut jawaban
 6      uraian
 7      petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal
 8      pedoman penskorannya
        Tabel, gambar, grafik, peta, atau yang sejenisnya disajikan dengan
        jelas dan terbaca
 C.     Bahasa/Budaya
  9     Rumusan kalimat coal komunikatif
 10     Butir soal menggunakan bahasa yang
 11     Tidak menggunakan kata/ungkapan yang menimbulkan penafsiran
 12     ganda atau salah pengertian
 13     Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu
        Rumusan soal tidak mengandung kata/ungkapan yang dapat
                  DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
        menyinggung perasaan siswa
       DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA                          HALAMAN
Contoh
FORMAT PENELAAHAN BUTIR SOAL
BENTUK PILHAN GANDA
 No.                                                     Aspek yang ditelaah                      1   2   3   4   5   …


 A. Materi
 1 Soal sesuai dengan indikator (menuntut tes tertulis untuk bentuk pilihan ganda
 2. Materi yang ditanyakan sesuai dengan kompetensi (urgensi, relevasi, kontinyuitas,
    keterpakaian sehari-hari tinggi)
 3. Pilihan jawaban homogen dan logis
 4. Hanya ada satu kunci jawaban
 B. Konstruksi
 5.  Pokok soal dirumuskan dengan singkat, jelas, dan tegas
 6.  Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban merupakan pernyataan yang diperlukan saja
 7.  Pokok soal tidak memberi petunjuk kunci jawaban
  8  Pokok soal bebas dan pernyataan yang bersifat negatif ganda
 9.  Pilihan jawaban homogen dan logis ditinjau dari segi materi
 10. Gambar, grafik, tabel, diagram, atau sejenisnya jelas dan berfungsi
 11. Panjang pilihan jawaban relatif sama
 12. Pilihan jawaban tidak menggunakan pernyataan "semua jawaban di atas salah/benar"
     dan sejenisnya
 13. Pilihan jawaban yang berbentuk angka/waktu disusun berdasarkan urutan besar
     kecilnya angka atau kronologisnya
 14. Butir soal tidak bergantung pada jawaban soal sebelumnya
 C. Bahasa/Budaya
 15. Menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa
 16. Menggunakan bahasa yang komunikatif
                           DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
 17. Tidak menggunakanPEMBINAAN SMA setempat/tabu
   DEPDIKNAS – DIT. yang sama, kecuali merupakan satuberlaku
                                                        bahasa yang                     HALAMAN
 18.
     Pilihan jawaban tidak mengulang kata/kelompok kata             kesatuan pengertian
ANALISIS HASIL UJI COBA UN 2011


Coba lakukan analisis hasil ujian coba siswa
 Mata Pela
1.       Jumlah butir soal : 30 butir
2.        Jumlah siswa       : 32 orang
 3.        Standar Kelulusan 5.5
4.        Bentuk soal         : Objektitiptos
 5.        Skor               : benar 1 dan skor salah 0
 6.        Pormat analisis dirancang sendiri sesuaikebutuhan
7.        Data hasil ujian terlampir

              DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
       DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN   127
DATA HASIL UJI COBA
N   No.Soal                                                              JML   NILA   KET
0   Siswa             1    2      3        .     .        .     .   30   SKO   I      UNT
                                                                         R            ASAN
1   Ali               1    0     1         1     1        1         0    19     63    YA
2   Badu              1    1     1         1     1        1         0    25     83    YA
3   Camndra           1    0     1         0     1        0         1    17     57    YA
4   halim             0    1     1         0     0        0         1    12     40    TDK
…. ………                                                                          ….    YA
                      ..   ..    ..        ..    ..       ..        1    29
32 Didin              1    1     0         1     1        0         1    23     77    YA
    KUNCI
                      A    C     A         D     C        .     .   B
    JAWABAN


                 DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
          DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA        HALAMAN   128
Teknik Merandom Kunci Jawaban
            RUMUS = (Σ SOAL : Σ OPTION) ± 3




       DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN   129
DATA HASIL UJI COBA DI
                      URUTKAN
N    No.Soal                                                             JML   NILA   KET
0    Siswa             1    2      3        .    .        .     .   30   SKO   I      UNT
                                                                         R            ASAN
1    Badu              1    1     1         1    1        1         0    25     83    YA
2    Ali               1    0     1         1    1        1         0    19     63    YA
3    Didin             1    1     0         1    1        0         1    23     77    YA
4    Candra            1    0     1         0    1        0         1    17     57    YA
….
32 Halim               0    1     1         0    0        0         1    12     40    TDK
     KUNCI
                       A    C     A         D    C        .     .   B
     JAWABAN



                  DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
           DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA       HALAMAN   130
Analisis Butir Soal
No.s Kun      Kelo
                                                                            Kome
Soal ci       mpo       A      B     C     D          E   O   TK     DB
                                                                             ntar
              k
       A      KA        11      0    0     0          0   0
1                                                             0.56   0.25
              KB        7       0    1     1          1   0
                        0       0          0          0   0            
2      C      KA                     11
                                                                       
              KB                     5




           DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
    DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA    HALAMAN   131
DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN   132
DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009
DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA   HALAMAN

0.sma 1 pajo rev.ok

  • 1.
    OLEH :DRS.SUAIDIN FASILITATOR BIMTEK KTSP PENGAWAS SMA/SMK DOMPU – NTB HP.085239756500 DIREKTORAT PEMBINAAN SMA DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2011 DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 1
  • 2.
    PESERTA MEMAHAMI SUBSTANSIANALISIS KALENDER PENDIDIKAN, PENILAIAN BERDASARKAN KTPS /KUR 2006 DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 3.
    PERMEN 22. STANDARISI Bab I. Pendahuluan Bab II.Kerangka Dasar & Struktur Kurikulum Bab III. Beban Belajar BAB IV . KALENDER PENDIDIKAN Kurikulum satuan pendidikan pada setiap jenis dan jenjang diselenggarakan dengan mengikuti kalender pendidikan pada setiap tahun ajaran. Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 3 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 4.
    A. ALOKASI WAKTU Permulaan tahun pelajaran adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan.  Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan.  Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu, meliputi jumlah jam pembelajaran untuk seluruh matapelajaran termasuk muatan lokal, ditambah jumlah jam untuk kegiatan pengembangan diri.  Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran terjadwal pada satuan pendidikan yang dimaksud.  Waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester, jeda antar semester, libur akhir tahun pelajaran, hari libur keagamaan, hari libur umum termasuk hari-hari besar nasional, dan hari libur khusus. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 4 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 5.
    PROGRAM TAHUNAN RINCIAN MINGGU EFEKTIF A. PERHITUNGAN ALOKASI  Mata Pelajaran : ….. WAKTU  Satuan Pend. :……… 2. Banyak Pekan Dalam Semester Genap 2010/2011 Kelas, Program : ….. Jan 4 Pekan  Semester : …………..  Tahun Pelajaran : Peb 4 Pekan 2010/2011 Maret 5 Pekan April 4 Pekan Mei 4 Pekan Juni 5 Pekan Juli 4 Pekan DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA JML PEKAN HALAMAN 30 Pekan
  • 6.
    LANJUTAN…… 2. PEKAN TIDAK EFEKTIF NO URAIN BANYAK PEKAN Persiapan pemb. Rapor semester gasal 1 2010/2011 1 2 Libur semester gasal 2010/2011 1 3 Ulangan mid semester genap 2010/2011 1 4 UN dan US 2010/2011 2 5 Ulangan umum semester genap 2010/2011 1 6 Persiapan pemb. Rapor semester genap 2010/2011 1 7 Libur semester genap 2010/2011 2 8 Libur Umum/Khusus 1 8 Kegiatan semester gasal 2011/2012 2 J u m l a h P e KTSP 2009 DIKLAT/BIMTEK k a n 12 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 7.
    Lanjutan……… B. DISTRIBUSI ALOKASI WAKTU N SK/KD/Pokok Alokasi O waktu  Banyak Pekan Efektif 1 Dalam Semester Genap 1.1 2010/2011 (30 - 12) pekan 1.2 = 18 pekan Banyak Jam UH1/R1 Pelajaran Efektif Dalam 2 Semester Genap 2010/2011 2.1 18 pekan x 4 Jam 2.2 pelajaran = 72 Jam UH2/R2 pelajaran 2.3 UH2/R3 Cadangan JUMLAH 72 JP DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 7 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 8.
    C.PROGRAM SEMESTER GENAP NS W KET OK K / T JAN PEB MART APRL MEI JUNI JULI K D DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 8 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 9.
    PROGRAM TAHUNAN Mata Pelajaran : Kelas : Tahun Pelajaran: A. PERHITUNGAN ALOKASI WAKTU TIAP SEMESTER 1.SEMESTER GANJIL BANYAAK PEKAN SEMESTER GANJIL N BLAN Tdk O Seluruhnya Efektif KETERANGAN Efektif 1 JULI 2 AGUSTUS 3 SEPTEEMBER 4 OKTOBER 5 NOPEMBER 6 DESEMBER JUMLAH DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 9 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 10.
    2.SEMESTER GENAP BANYAAK PEKAN SEMESTER GANJIL N BLAN Tdk O Seluruhnya Efektif KETERANGAN Efektif 1 JANUARI 2 PEBRUARI 3 MARET 4 APRIL 5 MEI 6 JUNI 7. JULI JUMLAH DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 10 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 11.
    B.RINCIAN PROGRAM SEMSTER STANDAR KOMPETENSI ALOKASI KETERANGAN KOMPETENSI DASAR WAKTU GANJIL JUMLAH ……………… GENAP JUMLAH ……………… DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 11 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 12.
    JADWAL KEGIATAN UN2011  1. Jenjang (SMA/MA/SMK) akan digelar pada 18-21 April 2011.  2. pelaksanaan UN (SMP/MTs) pada 25-28 April 2011.  3. UN Susulan SMA/MA/SMK pada 25-28 April 2011  dan UN Susulan SMP/MTs pada 3-6 Mei 2011,  5.Pengumuman kelulusan oleh satuan pendidikan paling lambat 16 Mei 2011  6. pengumuman UN SMP/MTs oleh satuan pendidikan pada 4 Juni 2011.  7."UN kompetensi keahlian kejuruan SMK dilaksanakan oleh sekolah paling lambat sebulan sebelum UN dimulai," DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 12 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 13.
    DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 13 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 14.
    SELAYANG PANDANG SETELAH MEMASUKI TAHUN KE-5 PEMBERLAKUKAN KTSP DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 14 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 15.
    KEANEHAN?  Tidak pernahmelakukan perubahan apapun.  sekolah yang demikian, akan stagnan.  model kurikulum, dibentuk tim pengembang kurikulum tingkat sekolah yang bertugas untuk memanage kurikulum di sekolah (TPS).  sudah ditunjuk petugas khusus yang menangani kurikulum (wakasek kurikulum), tugas -tugas yang rutin dan teknis  Usaha untuk mendesain, mengimplementasikan, dan mengevaluasi serta mengembangan kurikulum yang lebih inovatif tampaknya kurang diperhatikan.  Dengan adanya Tim Pengembang Kurikulum di sekolah maka kegiatan manajemen kurikulum mungkin akan jauh lebih terarah, sehingga pada gilirannya pendidikan di sekolah pun akan jauh lebih efektif dan efisien DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 15
  • 16.
    PERBEDAAN KURIKULUM 2004Dan KTSP (Sesuai PP No. 19 th 2005) KURIKULUM 2006 ESENSI PERBEDAAN KURIKULUM 2004 (Sesuai PP No. 19 th 2005) PENAMAAN Kurikulum 2004 atau KBK Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) MANAJEMEN Ujicoba, pemodelan dan MBS BSNP sebagai penyusun Standar Isi (Kerangka Dasar, dilakukan oleh pusat (Direktiorat Stuktur kurikulum) sekolah mengembangkan dalam dan Balitbang) kurikulum tingkat satuan pendidikan KERANGKA DASAR memuat : memuat DAN STRUKTUR a.Standar kompetensi a.Kelompok Mata Pelajaran KURIKULUM b.Kompetensi dasar b.Struktur Kurikulum Tiap Jenjang c.Indikator c.Standar kompetensi dan Kompotensi dasar d.Materi pokok PEMBELAJARAN Berbasis kompetensi, guru sebagai Berorientasi kompetensi, siswa sebagai pusat fasilitator pembelajar PELAKSANAAN Diberikan model-model (model Sekolah dan komite sekolah mengembangkan silabus, . model pembelajaean, kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya model penilaian) dalam dokumen berdasarkan: lengkap yang disusun pusat 1.Kerangka dasar kurikulum, sebagai acuan/pedoman 2.Standar kompetensi, di bawah supervisi dinas kab/kota (SD/MI, SMP/MTs, PAKET A & B), dan/atau dinas provinsi (SMA, SMK, PLB, PAKET C) DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 17.
    PERBANDINGAN STRUKTUR PROGRAMDAN MATA PELAJARAN PADA KURIKULUM 94, KURIKULUM 2004, DAN STANDAR ISI SD/MI Kurikulum 94 Kurikulum 2004 Standar Isi Mara pelajaran A. Mata Pelajaran A. Mata Pelajaran Kelompok Mata Pelajaran Pendidikan Agama 1. Pendidikan Agama 1. Pendidikan Agama a.kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia (etika, budi pekerti, atau moral) Pendidikan Pancasila dan 2. Pendidikan Kewarganegaraan 2. Pendidikan Kewarganegaraan b. kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Pengetahuan Sosial kewarganegaraan dan kepribadian Bahasa Indonesia 3. Bahasa Indonesia 3. Bahasa Indonesia c. kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi Matematika 4. Matematika 4. Matematika Ilmu Pengetahuan Alam 5. Sains 5. Ilmu Pengetahuan Alam Ilmu Pengetahuan Sosial 6. Ilmu Pengetahuan Sosial Kerajinan Tangan dan 6. Kerajinan Tangan dan 7. Seni Budaya dan Keterampilan d. kelompok mata pelajaran estetika Kesenian Kesenian Pendidikan Jasmani dan 7. Pendidikan Jasmani 8. Pendidikan Jasmani, Olahraga e. kelompok mata pelajaran jasmani, Kesehatan dan kesehatan olahraga dan kesehatan Muatan Lokal C. Muatan Lokal B. Muatan Lokal B. Pembiasaan C. Pengembangan Diri Cawu Semester DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 Semester DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 18.
    HASIL TEMUAN DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 18
  • 19.
    Hasil evaluasi kegiatan Bimtek KTSP tahun 2009 dan hasil supervisi Direktorat Pembinaan SMA ditemukan bahwa : 1. guru telah menyusun RPP akan tetapi masih banyak yang belum memenuhi ketentuan standar proses 2. banyak guru menggunakan RPP yang belum disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan peserta didik pada satuan pendidikan, bahkan pembuatan RPP belum sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan dalam silabus 3.Guru Melaksanakan remedial dan pengayaan tetapi tidak melalui analisis hasil belajar peserta didik 4.Guru Melakukan tes ulang terhadap peserta didik yang tidak tuntas tanpa melakukan pembelajaran remedial  DIR PSMA Jkt telah menerbitkan Petunjuk Teknis Materi Pembelajaran dan Penilaian (Panduan ) DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 19
  • 20.
    TEMUAN DI LAPANGAN Perlu Juknis Pengembangan • Ada SMA yang belum KTSP membentuk TPK • Peran Komite Sekolah dalam pengembangan KTSP belum optimal • Sistematika dokumen KTSP sangat bervariasi dan belum sesuai panduan • Ada dokumen KTSP SMA yang tidak divalidasi setiap tahun • Panduan KTSP yang sudah ada belum operasional PEMBINAAN 2009 DIKLAT/BIMTEK KTSP DEPDIKNAS – DIT. SMA HALAMAN
  • 21.
    MENGANALISIS SK, KDDAN INDIKATOR DALAM SILABUS DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 22.
    1. Mengkaji SKdan KD Mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran sebagaimana tercantum Pada Standar Isi, dengan memperhatikan hal-hal berikut: a. urutan berdasarkan hirarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi, tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di SI; b. keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran; c. keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar antarmata pelajaran. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 22
  • 23.
    Mata Pelajaran : FISIKA SK : Menerapkan konsep besaran fisika dan pengukur- annya C3 KD : Melakukan penjumlahan vektor C3 Indikator (***) Tahapa Materi Pokok n Pengembang Redaksi Soal C? Berpikir an Sebutkan prinsip 1) Menyebutkan C1 Besaran penjumlahan besaran prinsip penjumlahan Fisika vektor vektor C2 omassa, 2) Menerangkan opanjang, Hasil penjumlahan penjumlahan vektor C3 besaran vektor dan 3) Menghitung owaktu dari……… adalah ….. penjumlahan vektor C3/4 Penjumlaha a………… 4) Melakukan n vektor b………… penjumlahan vektor c………… DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 d……….. DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN E…………
  • 24.
    Mata Pelajaran : FISIKA SK(*) KD (**) Tahapan Indikator (***) Tahapa Materi Pokok Berpikir n Pengembangan Berpikir 1.Menerap 1.1 Mengukur C3 oMengenal C1 Besaran Fisika -kan besaran fisika besaran fisika omassa, konsep (massa, panjang, (massa, panjang, opanjang, dan besaran dan waktu) dan waktu) owaktu fisika dan oMenjelaskan C2 Penjumlahan pengukur- besaran fisika vektor annya (massa, panjang, dan waktu) oMengukur C3 besaran fisika (massa, panjang, dan waktu) DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 25.
    Mata Pelajaran : FISIKA SK(*) KD (**) Tahapan Indikator (***) Tahapan Materi Pokok Berpikir Berpikir Pengembangan 1.Menera 1.2 Melakukan C4 o) Menyebutkan C1 Besaran p-kan penjumlahan penjumlahan Fisika konsep vektor vektor omassa, besaran oMenerangkan C2 opanjang, fisika dan penjumlahan dan pengukur- vektor owaktu annya oMengihitung C3 Penjumlahan penjumlahan vektor vektor oMelakukan C3/ 4 penjumlahan vektor DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 26.
    Mata Pelajaran :MATEMATIKA SK(*) KD (**) Taha Indikator (***) Taha Materi Pokok pan pan Pengembangan Berpi Berpi kir kir Memec 1.Mengguna C3 oMengenal C1 oaturan ahkan kan aturan aturan pangkat, pangkat, masalah pangkat, akar, dan oakar, dan yang akar, dan logaritma ologaritma berkait logaritma oMenjelaskan C2 manipulasi an 2. aturan pangkat, aljabar dalam dengan akar, dan perhitungan bentuk logaritma yang pangkat oMenggunakan C3 melibatkan , akar, aturan pangkat, pangkat, akar, dan akar, dan dan logaritma logarit logaritma ma DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 27.
    Mata Pelajaran :MATEMATIKA SK(*) KD (**) Tahapan Indikator (***) Tahap Materi Pokok Berpikir an Pengembangan Berpik ir Memeca 1.Melakukan C4 oMenjelaskan C2 oaturan pangkat, hkan manipulasi manipulasi aljabar oakar, dan masalah aljabar dalam perhitungan ologaritma yang dalam yang melibatkan manipulasi berkaita perhitungan pangkat, akar, dan aljabar dalam n dengan yang logaritma perhitungan yang bentuk melibatkan oMenghitung C3 melibatkan pangkat, pangkat, manipulasi aljabar pangkat, akar, akar, akar, dan dalam perhitungan dan logaritma dan logaritma yang melibatkan logaritm pangkat, akar, dan a logaritma oMelakukan C4 manipulasi aljabar dalam perhitungan yang melibatkan pangkat, akar, dan DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA logaritma HALAMAN
  • 28.
    Mata Pelajaran :BAHASA INDONESIA SK(*) KD (**) Tahapan Indikator (***) Tahap Materi Pokok Berpikir an Pengembangan Berpik ir Memah Menanggapi C4 Menuliskan isi C1 -Siaran siaran radio/ ami siaran atau (langsung) dari televisi da­lam siaran informasi beberapa kalimat radio/ televisi, atau dari media dengan urutan teks yang cerita elektronik yang runtut dan dibacakan, atau mudah dipahami. C2 yang (berita dan rekaman berita/ disamp nonberita) Menyampaikan nonberita aikan secara lisan isi -Pokok-pokok siaran yang telah C 4/5 secara isi berita ditulis secara langsun runtut dan jelas -Tanggapan isi g /tidak berita langsun Mengajukan pertanyaan/ g tanggapan DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 berdasarkan DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN siaran yang
  • 29.
    Mata Pelajaran :TIK SK(*) KD (**) Tahap Indikator (***) Taha Materi Pokok an pan Pengembangan Berpik Berpi ir kir Melaku Mengaktif C 3/P2 Mengidentifikasi perangkat C1 oFungsi dan kan kan dan komputer jenis-jenis port operasi mematika yang terdapat Mendemonstrasikan cara C dasar n 3/P2 pada merangkai console/system komput komputer unit, monitor, keyboard console/system er sesuai dan mouse dengan benar unit dengan prosedur Mendemonstrasikan cara C oProsedur menghidupkan komputer 3/P2 menghidupkan sesuai dengan prosedur dan mematikan baku komputer Mendemonstrasikan cara C3/P2 DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 mematikan komputer DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA sesuai dengan prosedur HALAMAN
  • 30.
    PEMETAAN STANDAR ISI MataPelajaran : ……………. Kelas/Semester : ……………. RUANG LINGKUP *) ALOK SK KD THP INDIKATOR THP MATERI POKOK 1 2 3 4 5 6 7 8 WKT DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 31.
    CONTOH PEMETAAN STANDARISI Mata Pelajaran : Fisika Kelas/Semester : X / 1 RUANG LINGKUP ALOK THP THP Pengukuran Gerak dan Gejala WKT SK KD PIKIR INDIKATOR PIKIR MATERI POKOK berbagai analisis gelombang besaran vektor 1. Menerapkan 1.1 Mengukur C-3 Mengenal besaran fisika C-1 Besaran fisika V 2 x 45’ konsep besaran (massa, panjang, dan (massa, panjang, besaran fisika waktu) dan waktu) fisika dan (massa, pan- pengu- jang, dan Menjelaskan besaran C-2 kurannya waktu) fisika Melakukan pengukuran C-3 massa, panjang, dan P waktu DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 31
  • 32.
    CONTOH PEMETAAN STANDARISI Mata Pelajaran : TIK Kelas/Semester : X / 1 RUANG LINGKUP Perangkat keras dan Penggunaan alat perangkat lunak yang bantu untuk THP THP digunakan untuk me- memproses dan SK KD PIKIR INDIKATOR PIKIR MATERI POKOK ngumpulkan, menyim- memindah data dari ALOK WKT pan, memanipulasi, satu perangkat ke dan menyajikan perangkat lainnya. informasi 1. Melaku- 1.1 Mengaktifkan C-3 Menunjukkan bagian- C-1 Operasi dasar V 45’ kan operasi dan mematikan bagian komputer komputer dasar komputer sesuai komputer dengan prosedur Menjelaskan fungsi C-2 bagian-bagian komputer Mendemonstrasikan cara C-3 mengaktifkan dan mematikan komputer sesuai prosedur DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 33.
    CONTOH PEMETAAN STANDARISI Mata Pelajaran: Sejarah Kelas/Semester: X/1 Ruang Prediksi SK(*) KD (**) Tahapan Indikator (***) Tahapan Materi Pokok dan Lingkup Waktu (jam Berpikir Berpikir Pengembangan pelajaran) 1 2 3 1.Memaha 1.1 Menjelaskan pengertian dan C2 o Mengidentifikasi C1 V 45 menit mi prinsip pengertian dan ruang ruang lingkup peristiwa bersejarah dasar ilmu lingkup ilmu sejarah ilmu sejarah sejarah o Menjelaskan pengertian ilmu C2 sejarah o Menjelaskan ruang lingkup ilmu sejarah C2 DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 Ruang lingkup:DIT. PEMBINAAN SMA ilmu sejarah DEPDIKNAS – 1. Prinsip dasar HALAMAN
  • 34.
    PEMETAAN STANDAR ISI MataPelajaran : MATEMATIKA Kelas/Program : XI / IPA Semester : 1 STANDAR KOMPETENSI: Menggunakan aturan statistika, kaidah pencacahan, dan sifat-sifat peluang dalam pemecahan masala h KOMPETENSI THP TINGKAT MATERI POKOK/ RUANG INDIKATOR BERPIKIR WAKTU DASAR PENGEMBANGAN LINGKUP 1. Menyaj C3 • Menjelaskan langkah-langkah C2 Statistika: Statistika 2 x 45’ ikan menyajikan dalam bentuk tabel, data diagram batang, diagram garis, Diagram garis, dalam diagram lingkaran histogram dan ogive diagram batang, bentuk diagram lingkaran. tabel Histogram dan ogive dan diagra m batang , garis, • Menggambarkan data dalam bentuk C3 2 x 45’ lingkar tabel, diagram batang, diagram garis, an, diagram lingkaran.. dan ogive serta penafsi rannya • Menggambarkan data dalam bentuk C3 2 x 45’ tabel distribusi frekuensi dan histogram serta ogive DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 34
  • 35.
    PEMETAAN STANDAR ISI MataPelajaran : MATEMATIKA Kelas/Program : XI / IPA Semester : 1 STANDAR KOMPETENSI: Menggunakan aturan statistika, kaidah pencacahan, dan sifat-sifat peluang dalam pemecahan masala h THP TINGKAT BERPIKIR MATERI POKOK/ KOMPETENSI DASAR INDIKATOR RUANG LINGKUP WAKTU PENGEMBANGAN • Membaca data • Membaca C1 Statistika: Statistika 2 x 45’ dalam bentuk C1 sajian data tabel dan dalam Diagram garis, diagram bentuk diagram batang, batang, garis, tabel, diagram lingkaran. lingkaran, dan diagram Histogram dan ogive batang, ogive diagram garis, diagram lingkaran dan ogive • Mengidentifi C1 2 x 45’ kasi nilai suatu data yang ditampilkan pada tabel dan diagram DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 35
  • 36.
    DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS– DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 36
  • 37.
    Departemen Pendidikan DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 37 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN Nasional Materi 6 -
  • 38.
    Ranah Kognitip Departemen Pendidikan DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 38 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN Nasional Materi 6 -
  • 39.
    Ranah Afektif Departemen Pendidikan DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 39 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN Nasional Materi 6 -
  • 40.
    Departemen Pendidikan DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 40 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN Nasional Materi 6 -
  • 41.
    BAGAIMANA MENYUSUN SILABUSDAN RRP YANG MUDAH Berdasar kan pengertian silabus dan RPP diatas Penyusunan Silabus dan RPP diawali dengan cara melakukan analisis : 1.Materi apa yang harus diajarkan kepada siswa (materi ajar) 2.Bagaimana cara mengajarkan materi tersebut (metoda) 3.Tujuan apa yang hendak dicapai dari mengajarkan materi tersebut (Tujuan Pembelajaran) 4.Bagaimana siswa belajar agar tujuan pembelajaran tercapai (Keg Pembelajaran) 5.Bagaimana cara mengukur apakah TP sudah tercapai (penilaian) DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 41
  • 42.
    KATA KUNCI SILABUSDAN RPP  Kata konci dari Silabus dan RPP terletak pada Tujuan pembelajaran  Tujuan pembelajaran merupakan indikator yang ditulis secara lengkap  Indikator yang lengkap memiliki 5 komponen  1.Audien = A (siswa)  2.Behavior = B Perubahan tingkalaku yang ingin dicapai dan dapat diukur sebagai hasil belajar  3.Condition =C Situasi /lingkungan KBM  4.Degree = D Tingkat kesulitan sesuai kemampuan siswa  5.Content = E Kedalaman materi sebagai isi Kegiatan belajar DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 42
  • 43.
    Contoh Tujuan Pembelajaran: Setelah tanya jawab siswa dapat menuliskan lima ciri ciri mahluk hidup Rumusan 1.Setelah tanya jawab E ( Konten ) 2.Siswa A ( Audiens) 3.dapat menuliskan B ( Behavior ) 4.lima D ( Degree ) 5.ciri ciri mahlk hidup C (Condisi ) DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 43
  • 44.
    Tujuan pembelajaran yangbaik didalamnya terdat 5 Aspek 1.Indikator 2.Soal 3.Metoda4. Kegiatan pembelajaran5. Aspek penilaian Contoh TP : Setelah diskusi siswa dapat menuliskan 5 ciri ciri mahluk hidup 1.Indikator Menuliskan 5 ciriciri mahluk hidup 2.Soal Tuliskan 5 ciri Mahluk hidup 3.Metoda diskusi 4.Kegiatan pembelajaran Diskusi tentang ciri ciri mahluk hidup 5.Aspek penilaian Kognitip, Teknik tertulis DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 44
  • 45.
    BAGAIMANA CARA MELAKUKANANALISIS SILBUS DAN RPP ? Yang merupakan gabungan dari silabus dan RPP KOMPET MATERI MATERI AJAR INDIKATOR SOAL METODA ENSI POKOK DASAR 1 2 3 5 4 6 Menya KD Uraikan Tiap soal satu indikator Diambil Untuk lin buang dari Materi rumusan indikator dari tiap mencapai dari kata pokok yang paling sederhana sub materi iundikator standa kerja seluas memiliki 2 penciri yaitu ajar tsb r isi mungkin perubahan tingka laku soal yang Materi ajar dengan dan pengetahuan (yang baik disampai mempertim mencerminkan mengandun kan dengan bangkan pengelolaan g 2 aspek metoda apa alokasi pengalaman belajar pengetahua waktu,kem peserta didik yaitu n dan ampuan kegiatan siswa dan perubahan siswa dan materi). tingka laku guru DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 45
  • 46.
    TUJUAN KEGIATAN JENIS PENILAIAN ALOKASI SUMBER PEMBELAJA PEMBELAJA 9 WAKTU BAHAN RAN RAN 7 8 ASPEK TEKNIK KKM 10 11 Tujuan Merupakan Lihat soal Bisa Dibuat Untuk KD pembelajaran pengalaman adalah belajar siswa sesuai berupa per sesuaikan 1 sumber indikator yang yang kan dg tertulis, indikator dengan 2 Bahan program 3 alat ditulis secara berhubungan lengkap yang dengan metoda aspek lisan, atau KD memiliki 5 aspek yaitu pembelajaran dan memiliki 2 pada Unjuk dengan semester 1 A penciri yaitu raport kerja, memper 2 B 3. C kegiatan siswa dan Produk hatikan 4 D pengetahuan proyek Aspek 5.E komplek sitas,daya dukung dan intake siswa DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 46
  • 47.
    BAGAIMANA CARA MELAKUKANANALISIS SILBUS DAN RPP ? Yang merupakan gabungan dari silabus dan RPP KOM MATE MATERI AJAR INDIKATOR SOAL METODA PETE RI NSI POKO DASA K R 1 2 3 5 4 6 Mengi dentifi Stru a.Struktur daun tumbuhan 1.Menunjukan 1.Amati sehelai 1.Observasi/P 1 Tangkai daun kasi ktur 2 Tulang daun mana daun lalu engamatan strukt dan tangkai,tulang tunjukkan Mana 2.Diskusi ur dan 3 Helai daun fungsi fung b.Fungsi Daun tumbuhan dan helai daun tangkai,tulang dan daun si 1 Tangkai daun yang diamati helai daun yang tumb berfungsi untuk uhan daun melekatkan daun pada diamati tum batang /Ranting 2.Menyebutkan tersebut buha 2 Tulang daun berfungsi fungsi tangkai 2.Sebutkan untuk memberikan bentuk n pada daun daun fungsi tangkai daun 3 Helai daun berfungsi untuk memasak makanan dan untuk bernapas DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 47
  • 48.
    TUJUAN PEMBELAJARAN KEGIATAN JENIS PENILAIAN ALOKASI SUMBER PEMBELAJ 9 WAKTU BAHAN ARAN 7 8 ASPEK TEKNIK KKM 10 11 1.Setelah 1.Menga 1.Aspek Teknik KKM 89 2 jam Sumber ; Mengamati helai mati Kinerja Proses Pelajaran Buku IPA daun siswa dapat helai ilmiah, kerja Menunjukkan daun konsep, Bahan Mana ; Daun tangkai,tulang 2.Diskusi 2.Aspek Teknik KKM 78 tumbuha dan helai daun tentang Penguasaan Tertuli Alat yang di amati fungsi konsep,Tek s, ;- dengan benar tangkai nik Tertulis, 2.Setelah diskusi daun KKM 78 siswa dapat Menyebutkan fungsi tangkai daun dengan tepat DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 48
  • 49.
    ADA PERTANYAAN SAMPAI DI SINI??? DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN December 27, 2012
  • 50.
    PENILAIAN APA,MENGAPA, dan BAGAIMANA ? DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 50 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 51.
    Perancangan Perancangan Pelaksanaan Pelaksanaan Analisis Hasil Analisis Hasil Penilaian Penilaian Penilaian Penilaian Penilaian Penilaian Pelaporan Hasil Pelaporan Hasil Tindak lanjut Tindak lanjut Penilaian Penilaian Hasil Penilaian Hasil Penilaian DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 51/29 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 52.
    • Perancangan strategipenilaian oleh pendidik dilakukan pada saat penyusunan silabus yang penjabarannya merupakan bagian dari rencana peiaksanaan pembelajaran (RPP) – Permendiknas No.20 Tahun 2007, Lampiran D.2 • Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas (PP No.19 Tahun 2005 Pasal 64 ayat 1) • Penilaian yang didokumentasikan disertai bukti kesahihan, keandalan, dan dievaluasi secara periodik untuk perbaikan metode penilaian (Permendiknas No.19 – Lampiran B.5 butir d.13). • Penilaian pendidik digunakan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik; bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar; dan memperbaiki proses pembelajaran (PP No.19 Tahun 2005 Pasal 64 ayat 1 dan 2).  Penilaian hasil belajar oleh pendidik menggunakan berbagai teknik penilaian berupa tes, observasi, penugasan perseorangan atau kelompok, dan bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik kompetensi dan tingkat perkembangan peserta didik (Permendiknas No.20 Tahun 2007 – Lampiran C.1) DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 53.
     Kegiatan yangdilakukan secara periodik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu KD atau lebih (Permendiknas No.20 Tahun 2007 – Lampiran A.4)  Ketuntasan KD ditandai dengan ketuntasan setiap indikator pada KD ybs  Bentuk dan teknik penilaian sesuai dengan penilaian yang direncanakan dalam silabus  Peserta didik yang belum mencapai ketuntasan KD mengikuti remedial, dan yang sudah tuntas mendapat pengayaan NILAI HARIAN RATA- N NAMA SISWA KD-1 KD-2 KD-3 KD-4 KD-5 RATA O NH Catatan : Nilai Harian setiap KD merupakan kumulatif dari hasil ulangan harian dan nilai penugasan pada KDKTSP 2009 DIKLAT/BIMTEK yang bersangkutan DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 54.
    Kegiatan yang dilakukanoleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8 - 9 minggu kegiatan pembelajaran. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan seluruh KD pada periode tersebut (Permendiknas No.20 Tahun 2007 – Lampiran A.5) Pelaksanaannya dikoordinasikan oleh satuan pendidikan Pencapaian kompetensi peserta didik untuk beberapa kompetensi dasar yang diperoleh dari pelaksanaan ulangan tengah semester menghasilkan satu Nilai Tengah Semester (NTS)/Rapor UTS DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 55.
    • Ulangan akhirsemester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD pada semester tersebut (Permendiknas No.20 Tahun 2007 – Lamp A.6) • Ulangan kenaikan kelas adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik di akhir semester genap untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester genap pada satuan pendidikan yang menggunakan sistem paket. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan KD pada semester tersebut (Permendiknas No.20 Tahun 2007 – Lampiran A.7) • Pencapaian kompetensi peserta didik untuk semua kompetensi dasar yang diperoleh dari pelaksanaan ulangan akhir semester/ulangan kenaikan kelas menghasilkan satu Nilai Akhir Semester (NAS/NKK) DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 56.
    • Kurikulum TingkatSatuan Pendidikan dirancang dan dilaksanakan dalam kerangka manajemen berbasis sekolah • Pelaporan hasil belajar yang dilakukan oleh guru atas perkembangan pembelajaran siswa berupa rapor. • LHB (Rapor) adalah laporan kemajuan belajar peserta didik dalam kurun waktu satu semester. Laporan prestasi mata pelajaran, berisi informasi tentang pencapaian kompetensi yang telah ditetapkan dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan • Pelaporan hasil belajar hendaknya merinci hasil belajar peserta didik berdasarkan kriteria yang telah ditentukan dan dikaitkan dengan penilaian yang bermanfaat bagi pengembangan peserta didik • Laporan kemajuan belajar peserta didik disajikan dalam data kuantitatif maupun kualitatif. Data kuantitatif disajikan dalam angka (0-100) untuk setiap mata pelajaran, sedangkan data kualitatif berupa ketercapaian Kompetensi yang berisi deskripsi yang menggambarkan tingkat pencapaian kompetensi utuh peserta didik untuk setiap mata pelajaran. • Penilaian selama proses pembelajaran berlangsung dilakukan secara periodik melalui: ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester dan ulangan kenaikan kelas DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 57.
    • Nilai Harian(kumulatif dari hasil nilai ulangan harian dan nilai penugasan) • Nilai Ulangan Tengah Semester • Nilai Ulangan Akhir Semester atau Nilai Ulangan • Nilai pada rapor merupakan gambaran pencapaian kemampuan peserta didik dalam satu semestar. Nilai tersebut berasal dari nilai Ulangan Harian, Ulangan Tengah Semester, dan Ulangan Akhir Semester • Kedudukan atau bobot nilai Ulangan Harian , nilai Ulangan Tengah Semester, dan Ulangan Akhir Semester/Nilai Ulangan Kenaikan kelas merupakan kebijakan satuan pendidikan yang dirumuskan bersama dengan dewan guru • Hal yang dapat menjadi pertimbangan bagi satuan pendidikan dalam menentukan kedudukan atau bobot adalah cakupan indikator yang diukur, konsistensi dan kontinuitas pengukuran pencapaian kompetensi sehingga kedudukan atau bobot nilai Ulangan Harian sama atau lebih besar nilai Ulangan Tengah Semester, dan Ulangan Akhir Semester/Nilai Ulangan Kenaikan kelas DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 58.
    Nilai LHB (rapor)= x NH + y NTS + z (NAS/NKK) Keterangan NH : Nilai Harian NTS : Nilai Ulangan Tengah Semester NAS/NKK : Nilai Ulangan Akhir Semester/Nilai Ulangan Kenaikan Kelas x, y, z : pembobotan masing-masing nilai Contoh 1 Pembobotan nilai Ulangan Harian lebih besar dari Ulangan Tengah Semester dan Ulangan Akhir Semester, misal: 50% - 25% - 25% Mata Pelajaran Sosiologi : Nilai Ulangan Harian = 75 Nilai Ulangan Tengah Semester = 70 Nilai Ulangan Akhir Semester = 60 Jadi Nilai pada rapor= (50% x 75) + (25% x 70) + (25% x 60) = 37,5 + 17,5 + 15 = 70 DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 59.
    Contoh 2 Pembobotan nilaiUlangan Harian sama dengan Ulangan Tengah Semester dan Ulangan Akhir Semester. Mata Pelajaran Pendidikan Seni: Nilai Ulangan Harian = 75 Nilai Ulangan Tengah Semester = 70 Nilai Ulangan Akhir Semester = 65 Jadi Nilai pada rapor= (75 + 70 + 65)/3 = 70 CATATAN Penentuan pembobotan dalam menentukan nilai LHB (rapor) diserahkan pada satuan pendidikan DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 60.
    PENGOLAHAN NILAI HASIL BELAJAR Semua hasil penilaian (UH, Tugas, UTS, UAS dan UKK) dipertimbangkan dalam menentukan nilai rapor Contoh format berikut tidak baku, sekolah dapat mengembangkan sesuai dengan kebutuhan masing-masing 60/29 DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 61.
    NILAI HARIAN NAMA RT-RT NILAI NO NTS NAS SISWA NH LHB KD-1 KD-2 KD-3 KD-4 KD-5 DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 62.
    * CONTOH FORMAT * PENGOLAHAN NILAI HASIL BELAJAR Mata Pelajaran PESERTA DIDIK : …………………… Kelas/Semester : …………………… Ulangan Harian Tugas Nama UT UA No Pes.ddk NH NR 1 R-1 2 R-2 3 R-3 1 2 3 Rt S S 62/29 DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 63.
    CONTOH FORMAT  Keterangan : R : Nilai hasil remedial NH : Nilai Harian (gabungan dari rata-rata nilai tugas dan rata-rata nilai UH setelah remedial, dua desimal, tidak dibulatkan) UTS : Nilai Ulangan Tengah Semester (dua desimal, tidak dibulatkan) Nilai Ulangan Akhir Semester (dua desimal, tidak UAS : dibulatkan) NR : Nilai Rapor (bilangan bulat) 63/29 DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 64.
    Kriteria Ketuntasan Minimal DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 65.
    KKM ditetapkan oleh sekolah pada awal tahun pelajaran dengan memperhatikan : 1. Intake (kemampuan rata-rata peserta didik) 2. Kompleksitas (mengidentifikasi indikator sebagai penanda tercapainya kompetensi dasar) 3. Kemampuan daya pendukung (berorientasi pada sumber belajar) DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 66.
    LANGKAH-LANGKAH PENETAPAN KKM B * 1 Guru atau kelompok guru menetapkan KKM mata pelajaran dengan mempertimbangkan tiga aspek kriteria, yaitu kompleksitas, daya dukung, dan intake peserta didik dengan skema sebagai berikut: KKM KKM Indikator Mata Pelajaran KKM KKM Kompetensi Dasar Standar Kompetensi DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 67.
    LANGKAH-LANGKAH PENETAPAN KKM B * 2 Hasil penetapan KKM oleh guru atau kelompok guru mata pelajaran disahkan oleh kepala sekolah untuk dijadikan patokan guru dalam melakukan penilaian 3 KKM yang ditetapkan disosialisaikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan, yaitu peserta didik, orang tua, dan dinas pendidikan 4 KKM dicantumkan dalam LHB pada saat hasil penilaian dilaporkan kepada orang tua/wali peserta didik DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 68.
    KOMPLEKSITAS 1 * Tingkat Kompleksitas: (kesulitan dan kerumitan) setiap KD atau indikator yang harus dicapai oleh peserta didik Kompleksitas tinggi, apabila dalam mencapai kompetensi diperlukan : A.Pendidik 1. memahami dengan benar kompetensi yang harus dibelajarkan pada peserta didik; 2. kreatif dan inovatif dengan metode pembelajaran yang bervariasi; 3. menguasai pengetahuan dan kemampuan sesuai bidang yang diajarkan; DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 69.
    1 KOMPLEKSITAS * B.Peserta didik 1. kemampuan penalaran tinggi; 2. cakap/terampil menerapkan konsep; 3. cermat, kreatif dan inovatif dalam penyelesaian tugas/pekerjaan; 4. tingkat kemampuan penalaran dan kecermatan yang tinggi agar dapat mencapai ketuntasan belajar C.Waktu Memerlukan waktu yang cukup lama untuk memahami materi tersebut sehingga dalam proses pembelajarannya memerlukan pengulangan. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 70.
    1 KOMPLEKSITAS * Selanjutnya Jika suatu indikator hanya meliputi sebagian dari kondisi tersebut di atas dapat dinyatakan memiliki kompleksitas sedang dan apabila tidak memerlukan kondisi tersebut indikator dapat dinyatakan memiliki kompleksitas rendah . DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 71.
    ANALISIS TINGKAT KOMPLESITAS 1 (Tinggi) 2 3 Jumlah ASPEK YANG DI ANALISIS (sedng ) (Rndah) 1. memahami dengan benar kompetensi yang 1 1 harus dibelajarkan pada peserta did 2. kreatif dan inovatif dengan metode 2 2 pembelajaran yang bervariasi; 3. menguasai pengetahuan dan kemampuan sesuai 1 1 bidang yang diajarkan; 4. kemampuan penalaran tinggi 3 3 5. cakap/terampil menerapkan konsep 2 2 6. cermat, kreatif dan inovatif dalam penyelesaian 3 3 tugas/pekerjaan 7. tingkat kemampuan penalaran dan kecermatan 2 2 yang tinggi agar dapat mencapai ketuntasan belajar 8. Memerlukan waktu yang cukup lama untuk 1 1 memahami materi tersebut sehingga dalam proses pembelajarannya memerlukan pengulangan JUMLAH 3 6 6 15 TINGKAT KOMPLESITAS DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 15/8=1,88=2 RENDAH DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 72.
    2 DAYA DUKUNG * * Ketersediaan Tenaga Sarana dan prasarana pendidikan * yang diperlukan * Biaya operasional pendidikan * Manajemen Sekolah * Kepedulian stakeholders sekolah DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 73.
    ANALISIS DAYA DUKUNG ASPEK 3 ( TINGGI ) 2 ( SEDANG) 1 (RENDAH ) JML 1.Ketersediaan 3 3 Tenaga 2.Sarpras pend. 2 2 yang diperlukan 3.Biaya oper 3 3 S.pend 4.Manajemen Sek 2 2 5.Kepedulian 1 1 stakeholders sek JUMLAH 6 4 1 11 TKT D.DUKUNG 11/5 =2,2 =2 RENDAH DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 74.
    INTAKE 3 * (Tingkat Kemampuan Rata-rata Peserta Didik) Kelas X dapat didasarkan pada hasil seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), Nilai Ujian Nasional (NUN), Rapor kelas 3 SMP, tes seleksi masuk, atau psikotes intake Kelas XI dan XII didasarkan pada tingkat pencapaian KKM peserta didik pada semester atau kelas sebelumnya keterkaitan antara indikator dengan indikator sebelumnya yang telah di capai oleh peserta didik DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 75.
    * Menafsirkan KriteriaMenjadi Nilai * A. Dengan memberikan poin : NILAI NO. KRITERIA Tinggi Sedang Rendah 1 Kompleksitas 1 2 3 2 Daya Dukung 3 2 1 3 Intake 3 2 1 Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas rendah, daya dukung tinggi dan intake peserta didik sedang  nilainya adalah ( 3 + 3 + 2) 9 x 100 = 88,89 89 DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 76.
    * Menafsirkan Kriteria Menjadi Nilai * B. Dengan menggunakan rentang nilai : Penentuan rentang nilai dan penetapan nilai dari setiap kriteria merupakan kesepakatan forum MGMP sekolah, misalnya : NILAI NO. KRITERIA Tinggi Sedang Rendah 1 Kompleksitas 50 - 64 65 - 80 81 - 100 2 Daya Dukung 81 - 100 65 - 80 50 - 64 3 Intake 81 - 100 65 - 80 50 - 64 Nilai KKM indikator adalah rata-rata dari nilai ketiga kriteria yang ditentukan. Contoh : kompleksitas sedang (75), daya dukung tinggi (95), dan intake sedang (70), maka nilai KKM indikator = (75 + 95 + 70) : 3 = 80 DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 77.
    * Menafsirkan KriteriaMenjadi Nilai * C. Dengan memberikan pertimbangan professional judgement pada setiap kriteria untuk menetapkan nilai Kompleksitas Kompleksitas Daya Dukung Daya Dukung Intake Intake • Tinggi • Tinggi • Tinggi • Sedang • Sedang • Sedang • Rendah • Rendah • Rendah Contoh : Jika indikator memiliki kriteria: kompleksitas rendah, daya dukung tinggi dan intake peserta didik sedang  maka terdapat dua komponen yang memungkinkan untuk menetapkan nilai KKM 100 yaitu kompleksitas rendah dan daya dukung tinggi. Karena intake peserta didik sedang, guru dapat mengurangi nilai KKM, misalnya menjadi antara 80 – 90. 90 DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 78.
    * PENETAPAN KKM Contoh : Dengan Memberi Poin Kriteria Ketuntasan Minimal Kriteria Penetapan Ketuntasan Nilai Kompetensi dasar dan Indikator KKM Daya Kompleksitas Intake dukung 1.1. Mendeskripsikan hakikat bangsa 75.25 dan unsur-unsur terbentuknya negara •Menguraikan pengertian bangsa Rendah Tinggi Sedang 89 3 3 2 •Mendeskripsikan unsur terbentuknya Tinggi Sedang Sedang 56 bangsa 1 2 2 •Mendeskripsikan pengertian negara Sedang Tinggi Sedang 78 2 3 2 •Mengidentifikasi unsur terbentuknya Sedang Tinggi Sedang Negara 78 2 3 2 DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 79.
    * PENETAPAN KKM Contoh : Dengan Memberi Rentang Kriteria Ketuntasan Minimal Kriteria Penetapan Ketuntasan Nilai Kompetensi dasar dan Indikator KKM Daya Kompleksitas Intake dukung 1.1. Mendeskripsikan hakikat bangsa 75.5 dan unsur-unsur terbentuknya negara •Menguraikan pengertian bangsa Sedang Tinggi Sedang 78 75 90 70 •Mendeskripsikan unsur terbentuknya Tinggi Sedang Sedang bangsa 68 55 80 70 •Mendeskripsikan pengertian negara Sedang Tinggi Sedang 78 78 85 70 •Mengidentifikasi unsur terbentuknya Sedang Tinggi Sedang Negara 78 DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 76 90 78 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 80.
    * ANALISIS KETUNTASAN * Analisis ketuntasan adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui tingkat ketercapaian KKM yang telah ditetapkan Hasil analisis ditindaklanjuti dengan memberikan perbaikan (remedial) bagi peserta didik yang belum tuntas dan pengayaan (enrichment) bagi yang sudah tuntas. Manfaat Analisis: 1. Sebagai dasar untuk menetapkan KKM pada tahun berikutnya 2. Perbaikan proses pembelajaran DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 81.
    * Alur prosedur kerja * DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 82.
    PETUNJUK TEKNIS PENILAIAN LIMAKELOMPOK MATA PELAJARAN DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 83.
    DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS– DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 84.
    PENILAIAN HASIL BELAJAR (PP19 TAHUN 2005, PASAL 64) No Kel. Mapel Kognitif Psiko- Afektif motor 1 Agama & akhlak V V mulia 2 Kewarganegaraan V V & kepribadian 3 Ilmu Sesuai karakteristik kompetensi Pengetahuan & yang dinilai Teknologi 4 Estetika V V 5 Jasmani, V V V olahraga, dan Kesehatan DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 84 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 85.
    PENGERTIAN DAN KONSEP Kelompok Mata Kognitif Psikomotor Afektif Pelajaran Agama dan Ujian, Ulangan - Pengamatan Akhlak Mulia dan/atau Penugasan prilaku dan sikap Kewarganegaraan Ujian, Ulangan - Pengamatan dan Kepribadian dan/atau Penugasan prilaku dan sikap Ulangan, penugasan, dan/atau bentuk lain yang IPTEK sesuai dengan karakteristik materi yang dinilai Pengamatan Pengamatan Estetika - ekspesi prilaku dan sikap psikomotor Jasmani Olahraga Ulangan dan/atau Pengamatan Pengamatan dan KesehatanDIT. PEMBINAAN 2009 Penugasan DIKLAT/BIMTEK KTSP DEPDIKNAS – SMA HALAMAN psikomotor prilaku dan
  • 86.
    PENILAIAN KELOMPOK MATAPELAJARAN No Kelompok mata pelajaran Contoh Mata pelajaran Aspek yang dinilai 1 Agama dan akhlak mulia Pendidikan Agama Pengetahuan dan sikap 2 Kewarganegaraan dan Pendidikan Pengetahuan dan sikap kepribadian Kewarganegaraan Matematika Pengetahuan dan sikap Fisika, Kimia, Biologi Pengetahuan, praktik, dan sikap Ekonomi, Sejarah, Geografi, Pengetahuan dan sikap Ilmu Pengetahuan dan Sosiologi, Antropologi 3 Teknologi Bhs Indonesia, bhs Inggris, Pengetahuan, praktik, dan bhs Asing lain sikap Teknologi Informasi dan Pengetahuan, praktik, dan Komunikasi sikap 4 Estetika Seni Budaya Praktik dan sikap 5 Jasmani, olahraga, dan Pendidikan jasmani, Pengetahuan, praktik, dan kesehatan olahraga, dan kesehatan sikap DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 86 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 87.
    BAGAN PENILAIAN KELOMPOKMAPEL AGAMA DAN AKHLAK MULIA DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 88.
    BAGAN PENILAIAN KELOMPOKMAPEL KEWARGANEGARAAN DAN KEPRIBADIAN DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 89.
    BAGAN PENILAIAN KELOMPOKMAPEL JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 90.
    BAGAN PENILAIAN KELOMPOKMAPEL ESTETIKA DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 91.
    DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS– DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 92.
    DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS– DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 93.
    PROSES PEMBELAJARAN PENILAIAN / ULANGAN < KKM ≥ KKM PEMB. REMEDIAL PEMB. PENGAYAAN ULANGAN FORTOFOLIO LULUS TUNTAS DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 KD BERIKUTNYA DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 94.
    PENILAIA N  Sistem penilaian menggunakan ulangan berkelanjutan, yang ciri-cirinya adalah:  UH dilaksanakan untuk melihat ketuntasan setiap Kompetensi Dasar.  UH dapat dilaksanakan untuk satu atau lebih Kompetensi Dasar.  Hasil UH dianalisis dan ditindaklanjuti melalui program remedial, program pengayaan.  UH mencakup aspek kognitif dan psikomotor.  Aspek afektif diukur melalui kegiatan inventori afektif seperti:pengamatan, kuesioner, dsb. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA 94 - 39 HALAMAN
  • 95.
    1. Kompetensi yangingin dicapai peserta didik 1. Kompetensi yang ingin dicapai peserta didik dirumuskan dalam urutan yang hirarkis dirumuskan dalam urutan yang hirarkis 2. Evalusi yang digunakan adalah penilaian 2. Evalusi yang digunakan adalah penilaian acuan patokan, dan setiap kompetensi harus acuan patokan, dan setiap kompetensi harus diberikan feedback diberikan feedback 3. Pemberian pembelajaran remedial serta 3. Pemberian pembelajaran remedial serta bimbingan yang diperlukan bimbingan yang diperlukan 4. Pemberian program pengayaan bagi peserta 4. Pemberian program pengayaan bagi peserta didik yang mencapai ketuntasan belajar lebih didik yang mencapai ketuntasan belajar lebih awal awal DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 96.
    Langkah-langkah • Kesulitan belajar ringan. • Kesulitan belajar sedang. 1. Mendiagnosis • Kesulitan belajar berat. Kesulitan Belajar Dilakukan dengan tes prasyarat, tes diagnostik, wawancara, pengamatan, dsb. • Pemberian pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda • Pemberian bimbingan secara khusus, misalnya bimbingan Memberikan perorangan Perlakuan • Pemberian tugas-tugas kelompok (treatment) • Pemanfaatan tutorial teman sebaya. Pembelajaran Remedial Diakhiri dengan tes ulang dilakukan di luar jam tatap muka DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 97.
    PEMBELAJARAN REMEDIAL Pembelajaran remedial adalah pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai ketuntasan pada KD tertentu, menggunakan berbagai metode yang diakhiri dengan penilaian untuk mengukur kembali tingkat ketuntasan belajar peserta didik. Pada hakikatnya semua peserta didik akan dapat mencapai standar kompetensi yang ditentukan, hanya waktu pencapaian yang berbeda. Oleh karenanya perlu adanya program pembelajaran remedial (perbaikan) DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 98.
    Penilaian ulang diberikan kepada peserta didik yang telah mengikuti program pembelajaran remedial agar dapat diketahui apakah peserta didik telah mencapai ketuntasan dalam penguasaan kompetensi yang telah ditetapkan. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 99.
    Waktu Pelaksanaan Pembelajaran Remedial Pembelajaran remedial diberikan setelah peserta didik mempelajari satu atau beberapa KD tertentu yang diuji melalui Ulangan Harian. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA 99 - 39 HALAMAN
  • 100.
    PELAKSANAAN REMEDIAL  Pembelajaranulang dengan metode dan media yang berbeda,  Belajar mandiri atau pemberian bimbingan secara khusus,  Pemberian tugas/latihan,  Belajar kelompok dengan bimbingan alumni atau tutor sebaya,  dan lain-lain, yang semuanya diakhiri dengan ulangan. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 100 - DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 39
  • 101.
    T E Tes ulang diberikan kepada peserta didik yang telah S mengikuti program pembelajaran remedial agar U dapat diketahui apakah L peserta didik telah mencapai ketuntasan dalam A penguasaan kompetensi yang N telah ditetapkan. G DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 101 - DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 39
  • 102.
    Nilai Remedial  Nilai remedi idealnya dapat lebih tinggi dari KKM. Apabila kebijakan ini diberlakukan, maka setiap peserta didik (termasuk yang sudah mencapai KKM) berhak mengikuti remedi/perbaikan nilai sehingga mencapai nilai maksimal (100).  Oleh karena itu, mempertimbangkan kepraktisan dalam pelaksanaan remedial sekolah dapat menetapkan nilai remedi sama dengan nilai KKM. Kebijakan ini harus disosialisasikan sejak awal tahun pelajaran. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 102 - DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 39
  • 103.
    Guru ;; Guru 1.Menentukanjenis program remedial atau pengayaan berdasarkan 1.Menentukan jenis program remedial atau pengayaan berdasarkan pencapaian kompetensi peserta didik dengan analisis ketuntasan pencapaian kompetensi peserta didik dengan analisis ketuntasan KKM. KKM. a. Program remedial jika pencapaian kompetensi peserta a. Program remedial jika pencapaian kompetensi peserta didik kurang dari KKM didik kurang dari KKM b. Program pengayaan jika pencapaian kompetensi peserta b. Program pengayaan jika pencapaian kompetensi peserta didik lebih atau sama dengan nilai KKM didik lebih atau sama dengan nilai KKM 2.Melaksanakan program remedial dan pengayaan berdasarkan 2.Melaksanakan program remedial dan pengayaan berdasarkan hasil klasifikasi pencapaian hasil peserta didik hasil klasifikasi pencapaian hasil peserta didik 3.Melaksanakan penilaian ulang bagi peserta didik yang remedial 3.Melaksanakan penilaian ulang bagi peserta didik yang remedial dan hasilnya sebagai nilai pencapaian kompetensi peserta didik dan hasilnya sebagai nilai pencapaian kompetensi peserta didik 4.Melaksanakan penilaian bagi siswa yang mengikuti program 4.Melaksanakan penilaian bagi siswa yang mengikuti program pengayaan yang hasilnya dimasukkan dalam fortofolio. pengayaan yang hasilnya dimasukkan dalam fortofolio. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 104.
    Contoh: Teknik pelaksanaan penugasan/pembelajaran remedial  Penugasan individu diakhiri dengan tes (lisan/tertulis) bila jumlah peserta didik yang mengikuti remedial maksimal 20%.  Penugasan kelompok diakhiri dengan tes individual (lisan/tertulis) bila jumlah peserta didik yang mengikuti remedi lebih dari 20% tetapi kurang dari 50%.  Pembelajaran ulang diakhiri dengan tes individual (tertulis) bila jumlah peserta didik yang mengikuti remedi lebih dari 50 %.dan atau lebih dari 50% rata2 pencapaian Indikator yang diujika lebih dari 50% DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 104 - DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 39
  • 105.
    Langkah-langkah • Siswa yang belajar lebih cepat. • Siswa yang menyimpan informasi lebih mudah • Siswa dengan keingintahuan yang tinggi Identifikasi • Siswa dengan kemampuan berfikir mandiri Kelebihan • Siswa yang superior berfikir abstrak Kemampuan • Siswa yang memiliki banyak minat Belajar Dilakukan dengan ; Tes IQ, Tes Inventori, Wawancara, Pengamata (Observasi) • Belajar Kelompok • Belajar Mandiri Bentuk • Pembelajaran berbasis Tema Pelaksanaan • Pemadatan Kurikulum Pembelajaran Pengayaan Penilaian dilakukan dengan penilaian fortofolio, dan harus dihargai sebagai nilai tambah (lebih) dari DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 peserta didik HALAMAN DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA yang normal
  • 106.
    PEMBELAJARAN PENGAYAAN  Peserta didik yang telah mencapai kompetensi lebih cepat dari peserta didik lain dapat mengembangkan dan memperdalam kecakapannya secara optimal melalui pembelajaran pengayaan.  Pembelajaran pengayaan dapat diartikan sebagai suatu pengalaman atau kegiatan peserta didik yang telah melampaui persyaratan minimal (KKM) yang ditentukan oleh Satuan Pendidikan dan tidak semua peserta didik dapat melakukannya. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 107.
    PEMBELAJARAN PENGAYAAN (lanjutan ….)  Pembelajaran pengayaan memberikan kesempatan bagi peserta didik yang memiliki kelebihan sehingga mereka dapat mengembangkan minat dan bakat serta mengoptimalkan kecakapannya.  Pengayaan merupakan penguatan pada KD tertentu dengan memberi tugas membaca, tutor sebaya, diskusi, dan lain- lain DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 108.
    1. Belajar Kelompok Bentuk 2. Belajar mandiri Pelaksanaan 3. Pembelajaran Pembelajaran berbasis tema Pengayaan 4. Pemadatan kurikulum DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 108 - DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 39
  • 109.
    Penilaian Sebagai bagian integral dari kegiatan pembelajaran, kegiatan pengayaan ini tidak lepas dengan penilaian. Penilaian hasil belajar kegiatan pengayaan tidak sama dengan kegiatan pembelajaran biasa tetapi cukup dalam bentuk portofolio dan harus dihargai sebagai nilai lebih dari peserta didik yang lainnya DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 109 - DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 39
  • 110.
    DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS– DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 111.
    DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS– DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 112.
    DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS– DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 113.
    LATAR BELAKANG Kondisi Ideal: Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Pasal 64 ayat (1) menyatakan bahwa Penilaian hasil belajar oleh guru dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas.  Salah satu tugas utama guru sebagai tenaga profesional adalah menilai dan mengevaluasi peserta didik. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 114.
    LATAR BELAKANG Kondisi Riil: Hasil supervisi dan evaluasi keterlaksanaan KTSP 2009 dan masukan pada pelaksanaan bimtek, masih banyak ditemukan guru yang belum memahami dan mampu mengembangkan soal, menganalisis butir soal sesuai dengan prinsip, mekanisme, dan prosedur penilaian, serta interpretasinya Upaya Pemenuhan:  Direktorat Pembinaan SMA, menyempurnakan dan melengkapi pedoman yang telah disusun pada tahun sebelumnya dengan “Petunjuk Teknis Analisis Butir Soal di SMA”.DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 115.
    TUJUAN  Sebagai acuanbagi seluruh guru dalam melakukan analisis butir soal, agar menghasilkan soal yang valid dan reliabel;  Meningkatkan pemahaman guru dalam pengelolaan dan penyimpanan soal;  Tersedianya soal yang tersimpan secara tersistem yang dapat dimanfaatkan oleh guru dalam melaksanakan penilaian secara berkesinambungan melalui ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ulangan kenaikan kelas, termasuk remedial. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 116.
    UNSUR YANG TERLIBAT Kepala sekolah,  Tim Pengembang Kurikulum Sekolah (TPK Sekolah),  Guru Mata Pelajaran /Tim MGMP. DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 117.
    PENGERTIAN DAN KONSEP  Soal pilihan ganda adalah soal yang menyediakan sejumlah pilihan jawaban dengan hanya ada satu pilihan jawaban yang benar;  Indikator: karakteristik, ciri-ciri, tanda-tanda, perbuatan, atau respons, yang harus dapat dilakukan atau ditampilkan oleh peserta didik, untuk menunjukkan bahwa peserta didik telah memiliki kompetensi dasar tertentu;  Analisis Kualitatif adalah analisis/penelaahan butir soal (tes tertulis, perbuatan, sikap) sebelum soal tersebut digunakan/diujikan;  Analisis Kuantitatif adalah analisis/penelaahan butir soal (tes tertulis, perbuatan, sikap) setelah soal tersebut digunakan/diujikan; DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 118.
    PENGERTIAN DAN KONSEP  Daya Beda soal adalah daya dalam membedakan atara peserta tes yang berkemampuan tinggi dengan peserta tes yang berkemampuan rendah;  Tingkat kesukaran soal adalah mengkaji soal-soal dari segi kesulitannya sehingga dapat diperoleh soal-soal mana yang temasuk rendah, sedang, dan sukar;  Penyebaran pilihan jawaban pada soal bentuk pilihan ganda, dijadikan dasar dalam penelaahan soal. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui berfungsi tidaknya jawaban yang tersedia;  Reliabilitas suatu soal adalah untuk mengetahui tingkat ketepatan (precision) dan keajegan (consistency) skor tes. Indeks reliabilitas berkisar antara 0 - 1. Semakin tinggi koefisien reliabilitas suatu tes (mendekati 1), makin tinggi pula keajegan/ketepatannya; DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 119.
    Alur Prosedur KerjaAnalisis Butir Soal PROSES INPUT OUTPUT KEPSEK/FAS TPK GURU/MGMP Memberikan Menyusun rencana 1.PP no 19/2005 pengarahan kebijakan kegiatan analisis butir teknis analisis butir 2.PP no 74/2008 soal: soal & pengembangan 3.Permendiknas 1.Tujuan bank soal no 22/2006 2.Hasil yang 4.Permendiknas diharapkan 1.Melakukan analisis 3.Mekanisme Kerja Menyusun rambu2: butir soal no 23/2006 mekanisme analisis 4.Unsur yang terlibat (kulaitatif dan 5.Permendiknas butir soal dan Kuantitatif) no 41/2006 pengembangan bank 6.Permendiknas soal 2.Melakukan no 19/2007 pembahasan & Hasil Analisis 7.Permendiknas penyempurnaan Butir Soal no 20/2007 Pembagian tugas hasil analisis 8.Panduan penyusunan T Layak Silabus KTSP 9.Hasil Y Ulangan/Ujian Pembagian tugas DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 prog dan pemanfaantan bank soal Sosialisasi DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 120.
    ANALISIS BUTIR SOAL Form Telaah Butir Soal PG Form Telaah Butir Soal Uraian Form Telaah Tes Perbuatan KUALITATIF Form Telaah Soal Non Tes BA + BB Taraf Kesukaran TK = KUANTITATIF N BA − BB Taraf Daya Beda DB = 2N 1 Pengecoh dipilih Min 5% peserta tesntuk Fungsi Pengecoh PG PG: Poin Biserial Validitas Uraian: Produk Momenttuk PG: Kuder Richadson Realiabilitas DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 Uraian: Alfa Cronbach DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 121.
    URAIAN ANALISIS KUANTITATIF 1. Mengurutkan daftar nilai hasil ulangan/ujian dari yang terbesar sampai yang terkecil setiap kelas; 2. Daftar nilai pada poin (a) diatas dibagi kedalam tiga kelompok, yaitu kelompok pandai (uper group), kelompok kurang (lower group), dan kelompok sedang (middle group). 3. Selanjutnya yang dianalisis adalah kelompok pandai atau kelompok atas dan kelompok kurang atau kelompok bawah, sedangkan kelompok menengah kita biarkan. Umumnya diambil kelompok atas dan bawah masing-masing 27%- 27%, (perbandingan tersebut tidak mutlak, tergantung kondisi jumlah objek yang akan di analisis sehingga bisa 25% - 25%, 33% - 33% , dst); 4. Tiap soal ditabulasikan kemudian dijumlahkan pada setiap kelompok atas dan kelompok bawah; 5. Hitung taraf kesukaran dengan rumus: TK: indeks tingkat kesukaran BA: jumlah jawab benar tiap soal kel atas BB: jumlah jawab benar tiap soal kel bawah N : Jumlah testee kel atas dan kel bawah 6. Konsultasi ke tabel indeks tingkat kesukaran sbb: Indeks tingkat kesukaran: 0,00 ≤TK≤ 0,30 = sukar 0,31 ≤TK≤ 0,70 = sedang 0,71≤TK≤ 1,00 = mudah DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 122.
    URAIAN ANALISIS KUANTITATIF DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 123.
    URAIAN ANALISIS KUANTITATIF HitungTingkat Validitas dirumuskan: Untuk Pilihan Ganda Korelasi Poin Biserial: Untuk Bentuk Uraian Produck Moment: Tabel kriteria korelasi koefisien: 0,00 ≤r11≤ 0,20 = korelasi sangat rendah 0,20 ≤DB≤ 0,40 = korelasi rendah 0,40 ≤DB≤ 0,70 = korelasi cukup 0,70 ≤DB≤ 0,90 = korelasi tinggi 0,90 ≤DB≤ 1,00 = korelasi sangat tinggi (sempurna) DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 124.
    URAIAN ANALISIS KUANTITATIF HitungReliabilitas dirumuskan: Untuk Pilihan Ganda Kuder Richadson 20: Untuk Bentuk Uraian Alfa Cronbach: Tabel kriteria korelasi koefisien: 0,00 ≤r11≤ 0,20 = korelasi sangat rendah 0,20 ≤DB≤ 0,40 = korelasi rendah 0,40 ≤DB≤ 0,70 = korelasi cukup 0,70 ≤DB≤ 0,90 = korelasi tinggi 0,90 ≤DB≤ 1,00 = korelasi sangat tinggi (sempurna) DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 125.
    Contoh FORMAT PENELAAHAN BUTIRSOAL BENTUK URAIAN No. Aspek yang ditelaah 1 2 3 4 5 6 7 8 9 … A. Materi 1 Soal sesuai dengan indikator (menuntut tes tertulis untuk bentuk 2 Uraian) 3 Batasan pertanyaan dan jawaban yang diharapkan sudah sesuai 4 Materi yang ditanyakan sesuai dengan kompetensi (urgensi, relevasi, kontinyuitas, keterpakaian sehari-hari tinggi) Isi materi yang ditanyakan sesuai dengan jenjang jenis sekolah atau tingkat kelas B Konstruksi 5 Menggunakan kata tanya atau perintah yang menuntut jawaban 6 uraian 7 petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal 8 pedoman penskorannya Tabel, gambar, grafik, peta, atau yang sejenisnya disajikan dengan jelas dan terbaca C. Bahasa/Budaya 9 Rumusan kalimat coal komunikatif 10 Butir soal menggunakan bahasa yang 11 Tidak menggunakan kata/ungkapan yang menimbulkan penafsiran 12 ganda atau salah pengertian 13 Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu Rumusan soal tidak mengandung kata/ungkapan yang dapat DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 menyinggung perasaan siswa DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN
  • 126.
    Contoh FORMAT PENELAAHAN BUTIRSOAL BENTUK PILHAN GANDA No. Aspek yang ditelaah 1 2 3 4 5 … A. Materi 1 Soal sesuai dengan indikator (menuntut tes tertulis untuk bentuk pilihan ganda 2. Materi yang ditanyakan sesuai dengan kompetensi (urgensi, relevasi, kontinyuitas, keterpakaian sehari-hari tinggi) 3. Pilihan jawaban homogen dan logis 4. Hanya ada satu kunci jawaban B. Konstruksi 5. Pokok soal dirumuskan dengan singkat, jelas, dan tegas 6. Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban merupakan pernyataan yang diperlukan saja 7. Pokok soal tidak memberi petunjuk kunci jawaban 8 Pokok soal bebas dan pernyataan yang bersifat negatif ganda 9. Pilihan jawaban homogen dan logis ditinjau dari segi materi 10. Gambar, grafik, tabel, diagram, atau sejenisnya jelas dan berfungsi 11. Panjang pilihan jawaban relatif sama 12. Pilihan jawaban tidak menggunakan pernyataan "semua jawaban di atas salah/benar" dan sejenisnya 13. Pilihan jawaban yang berbentuk angka/waktu disusun berdasarkan urutan besar kecilnya angka atau kronologisnya 14. Butir soal tidak bergantung pada jawaban soal sebelumnya C. Bahasa/Budaya 15. Menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa 16. Menggunakan bahasa yang komunikatif DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 17. Tidak menggunakanPEMBINAAN SMA setempat/tabu DEPDIKNAS – DIT. yang sama, kecuali merupakan satuberlaku bahasa yang HALAMAN 18. Pilihan jawaban tidak mengulang kata/kelompok kata kesatuan pengertian
  • 127.
    ANALISIS HASIL UJICOBA UN 2011 Coba lakukan analisis hasil ujian coba siswa  Mata Pela 1. Jumlah butir soal : 30 butir 2. Jumlah siswa : 32 orang  3. Standar Kelulusan 5.5 4. Bentuk soal : Objektitiptos  5. Skor : benar 1 dan skor salah 0  6. Pormat analisis dirancang sendiri sesuaikebutuhan 7. Data hasil ujian terlampir DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 127
  • 128.
    DATA HASIL UJICOBA N No.Soal JML NILA KET 0 Siswa 1 2 3 . . . . 30 SKO I UNT R ASAN 1 Ali 1 0 1 1 1 1 0 19 63 YA 2 Badu 1 1 1 1 1 1 0 25 83 YA 3 Camndra 1 0 1 0 1 0 1 17 57 YA 4 halim 0 1 1 0 0 0 1 12 40 TDK …. ……… …. YA .. .. .. .. .. .. 1 29 32 Didin 1 1 0 1 1 0 1 23 77 YA KUNCI A C A D C . . B JAWABAN DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 128
  • 129.
    Teknik Merandom KunciJawaban RUMUS = (Σ SOAL : Σ OPTION) ± 3 DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 129
  • 130.
    DATA HASIL UJICOBA DI URUTKAN N No.Soal JML NILA KET 0 Siswa 1 2 3 . . . . 30 SKO I UNT R ASAN 1 Badu 1 1 1 1 1 1 0 25 83 YA 2 Ali 1 0 1 1 1 1 0 19 63 YA 3 Didin 1 1 0 1 1 0 1 23 77 YA 4 Candra 1 0 1 0 1 0 1 17 57 YA …. 32 Halim 0 1 1 0 0 0 1 12 40 TDK KUNCI A C A D C . . B JAWABAN DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 130
  • 131.
    Analisis Butir Soal No.sKun Kelo Kome Soal ci mpo A B C D E O TK DB ntar k A KA 11 0 0 0 0 0 1 0.56 0.25 KB 7 0 1 1 1 0 0 0 0 0 0     2 C KA 11               KB 5 DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS – DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 131
  • 132.
    DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS– DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN 132
  • 133.
    DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS– DIT. PEMBINAAN SMA HALAMAN