Hukum rokok dalam islam adalah haram atau makruh

7,866 views

Published on

1 Comment
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
7,866
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
44
Comments
1
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Hukum rokok dalam islam adalah haram atau makruh

  1. 1. HUKUM ROKOK DALAM ISLAM ADALAH HARAMATAU MAKRUH? (****)Pada awal tahun 2009 MUI mengeluarkan fatwa tentang hukum rokok. Pendapat yang lebihkuat adalah rokok haram.PendahuluanKebiasan merokok di masyarakat kita sudah menjadi kebiasaan yang dianggap biasa, mungkinkarena begitu banyaknya para perokok atau juga karena begitu banyaknya aktivitas merokokyang biasa kita jumpai disekitar kita sehingga merokok menjadi hal yang lumrah dan biasa saja.Dari kalangan pengusaha sampai karyawan dan buruhnya, dari mulai pejabat sampai rakyatjelatanya, dari kalangan intelektual sampai kalangan orang awamnya, dan dari kalangan tokohagama sampai umatnya, mereka tidak lepas dari kebiasaan merokok. Lihat lah orang-orang yangada disekitar kita, keluarga dan teman-teman kita, tetangga dan relasi kita, banyak diantaramereka adalah perokok maka begitu akrabnya kita dengan dunia rokok.Di tengah masyarakat kita telah tersebar dan terbentuk opini bahwa hukum rokok adalah makruh.Keyakinan ini membuat para perokok seakan mendapat jastifikasi dari agama bahwa merokokdiperbolehkan oleh islam, bukan haram. Kita telah mengetahui bahwa mayoritas penduduk kitaadalah muslim tentunya kaum muslimin lah yang paling banyak mengkonsumsi rokok.Kemudian ketika dikatakan kepada para perokok bahwa hukum rokok dalam agama islam adalahharam dengan mengacu kepada dalil-dalil yang ada, banyak diantara mereka yang kaget danheran. Mereka merasa aneh dan ganjil dengan orang yang mengatakan bahwa rokok adalahharam. Islam apakah ini, yang berani mengharamkan rokok.Walhasil, kondisi masyarakat di negara kita lebih parah dalam maslah rokok dibanding kondisimasyarakat di sebagian negara yang para ulamanya telah memberi fatwa dengan terang-teranganbahwa rokok adalah haram, seperti Malaysia, Brunei, dan kebanyakan negara Timur Tengah.Meskipun di negara-negara tersebut juga masih banyak dijumpai para perokok.Dalil-dalil Tentang Haramnya Rokok.Begitu banyak dalam yang menunjukkan keharaman rokok, tetapi pada kesempatan ini akan kitabawakan sebagiannya saja: 1. Rokok adalah sesuatu yang buruk dan sama sekali bukanlah sesuatu yang baik. Dan agama islam mengharamkan segala yang buruk. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :“…Dan (Rosul) itu menghalalkan yang baik-baik dan mengharamkan segala yang buruk …”.(QS. Al-A’raf : 157).       
  2. 2.                          157. (yaitu) orang-orang yang mengikut rasul, nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalamTaurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang maruf dan melarang merekadari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi merekasegala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka[574].Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yangditurunkan kepadanya (Al Quran), mereka Itulah orang-orang yang beruntung.[574] Maksudnya: dalam syariat yang dibawa oleh Muhammad itu tidak ada lagi beban-beban yang berat yangdipikulkan kepada Bani Israil. Umpamanya: mensyariatkan membunuh diri untuk sahnya taubat, mewajibkan kisaspada pembunuhan baik yang disengaja atau tidak tanpa membolehkan membayar diat, memotong anggota badanyang melakukan kesalahan, membuang atau menggunting kain yang kena najis.Siapa pun yang berakal dan mau jujur, kalau ditanya apakah rokok termasuk sesuatu yang baikatau tidak, pasti mereka menjawab: “Tidak, bahkan rokok adalah sesuatu yang buruk.” ----------Buruknya rokok juga bisa dilihat dari adanya larangan merokok di sana-sini, seperti di tempatumum, gedung-gedung pertemuan, masjid-masjid, sekolahan apalagi di tempat-tempat yangharus terbebas dari sesuatu yang mengganggu seperti rumah sakit.Buruknya rokok juga diketahui dari para perokok yang melarang anaknya untuk merokok. Tidaksatu pun dari perokok yang mengajari anak-anaknya agar pandai merokok seperti dirinya.Bahkan keburukan rokok terbukti dengan pernyataan pabrik rokok sendiri yang menyatatakandalam iklan maupun bungkus rokoknya dengan tulisan “Merokok dapat menyebabkankanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin”. Lalu apakahpara perokok menutup mata atau pura-pura buta dengan membeli sesuatu yang jelas-jelasdisepakati tentang bahayanya?!. 1. Rokok adalah sesuatu yang membinasakan. Buktinya, salah satu penyebab kematian terbesar di dunia adalah rokok, maka orang yang mengkonsumsi rokok sama dengan
  3. 3. orang yang meminum racun. Sedangkan Allah subhanahu wa ta’ala melarang manusia membunuh dirinya sendiri:“…Janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan…” (QS. Al-Baqarah:195).Rokok sangat membahyakan kesehatan badan, merusak pernafasan, jantung, impoten, kankerdan penyakit lainnya, sebagaimana tertulis di bungkus rokok dan papan reklame. Ayat di atasmenjelaskan keharaman rokok dan membantah orang yang memakruhkannya, karena sesuatuyang dihukumi makruh tidaklah akan merusak badan, sedangkan rokok jelas merusak, sekalipunmulut bisa berbohong dengan mengingkari kenyataan ini.Bahkan para dokter dan ahli medis telah sepakat akan bahayanya rokok bagi kesehatan manusia.Telah digelar berbagai seminar kedokteran yang berskala internasional, para dokter mengambilkesimpulan bahwa rokok telah menyebabkan berbagai macam kpenyakit yang berbahaya. 1. Allah mengharamkan segala sesuatu yang mudharat (bahaya) nya lebih besar dari manfaatnya seperti arak dan judi, sebagaimana firman-Nya:”… Dan dosa keduanya (arak dan judi) lebih besar ketimbang manfaatnya… ” (QS. Al-Baqarah: 219).Rokok jelas bahaya dan dosanya lebih besar dari manfaatnya yang belum jelas sehinggatermasuk hal yang diharamkan Allah. Sesungguhnya manfaat rokok hanyalah klaim danpembelaan dari dari perokok belaka tanpa ditunjang dalil dan bukti.Dalam kaidah fiqih disebutkan ”Mencegah kerusakan/bahaya lebih didahulukan daripadamengambil manfaat”. Maka seharusnya kita mendahulukan mecegah diri kita dari bahaya rokokdengan tidak merokok dari pada mengambil manfaat menkonsumsi rokok yang hanya isapanjempol belaka. 1. Dalam agama islam dilarang melakukan perbuatan yang membahayakan diri dan orang lain, sebagaimana sabda Rosululloh shallallahu ’alaihi wa sallam:”Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan orang lain.” (HR. Baihaqi dan al-Hakimdishohihkan oleh Syaikh Al-Albani).Rokok tidak diragukan membahayakan diri dan orang lain sehingga termasuk hal yang dilarang.Bahkan asap rokok juga membahayakan para perokok pasif (orang yang tidak merokok tetapimenghirup asap rokok orang lain). 1. Agama islam melarang kita mengganggu sesama muslim, sebagaimana fiman-Nya :
  4. 4. “Dan sesungguhnya orang-orang yang mengganggu/menyakiti orang-orang mukmin laki-lakidan perempuan dengan tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka mereka telah memikulkebohongan dan dosa yang nyata.” (QS. Al-Ahzab: 58)Rokok sungguh membahyakan kesehatan orang lain yang menjadi perokok pasif. Bau rokok jugamengganggu orang yang ada di sekitarnya, dan apabila kita menghadiri sholat jum’at ataujama’ah hendaknya kita memakai wewangian bukan malah mengganggu jama’ah lain denganbau rokok. 1. Allah melarang pemborosan dan menyia-nyiakan harta, sebagaimana firman-Nya:”… Dan janganlah kalian menghamburkan hartumu dengan boros, karena pemboros itu adalahsaudaranya setan…” (AS. Al-Isra’: 26-27).Orang yang merokok menghamburkan hartanya dengan sia-sia bahkan mereka rela membelirokok padahal ada kebutuhan yang lebih penting dan bermanfaat.Dalam skala nasional memang dari perusahan rokok, pemerintah dapat memungut pajak yangcukup besar, tetapi perlu diketahui bahwa pemerintah juga mengeluarkan anggaran untuk biayakesehatan dan pengobatan akibat rokok ini. Bahkan anggaran untuk biaya kesehatan danpengobatan akibat rokok lebih besar dari pada pajak yang diperoleh dari bisnis rokok tidakkahini adalah suatu pemborosan yang nyata. (lihat artikel Tulus Abadi, S.H. Ketua Bidang HukumPerundang-undangan Komnas PMM bertajuk ”Biaya Sosial Akibat Merokok”.Demikian juga dalam skala individu, merokok adalah membelanjakan harta untuk hal yang tidakada manfaatnya dan sia-sia, merokok adalah membakar uang untuk hal yang membahayakankita, lalu apakah ini bukan suatu pemborosan. 1. Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:”Kedua kaki seorang hamba tidak akan bergeming pada hari kiamat nanti sebelum ditanyatentang empat perkara: tentang umurnya untuk apa dia habiskan, tentang tubuhnya tubuhnyauntuk apa dia gunakan, tentang hartanya dari mana dia dapatkan dan kemana iamembelanjakannya, serta tentang ilmunya untuk apa dia gunakan.” (Hadits shohih,diriwayatkan oleh At-Tirmidzi).Apa jawaban seorang perokok bila ditanya di Hari Kiamat nanti:Umurnya: umurnya dihabiskan untuk menghisap rokok.Ilmunya: ia mengetahui rokok itu haram, akan tetapi masih terus menerus menghisapnya,padahal hujjah telah ditegakkan kepadanya.Hartanya: hartanya dia hamburkan untuk sesuatu yaqng tidak berguna.Tubuhnya: ia telah mempersembahkan tubuhnya kepada bahaya dan penyakit.
  5. 5. Untuk mendapatkan dalil yang lebih banyak dan rinci anda bisa membaca buku berjudul ”RokokPembunuh Berdarah Dingin” semoga anda mendapat pelajaran yang banyak dari buku yangbagus tersebut.Bantahan Terhadap Dalih Para PerokokSyubhat: Sebagian perokok mengatakan: ”Rokok sudah menjadi kebiasaan sebagian besarmanusia, sehingga tidak mungkin kita mengatakan kebiasaan yang berjalan adalah haram.”Jawaban: Kebiasaan yang berjalan ditengah masyarakat bukan dalil untuk membolehkankebiasaan tersebut, karena banyak sekali hal-hal yang haram telah menjadi kebiasaan yangberjalan di tengah masyarakat, seperti tersebarnya riba, minuman keras, zina, alat musik,kebiasaan mempertontonkan aurat, menggunjing sesama muslim dan lain sebagainya.Syubhat: Sebagian perokok mengatakan bahwa dirinya sudah bertahun-tahun bergaul denganrokok sehingga tidak mungkin dapat dipisahkan antara dirinya dengan rokok yang telah menjaditeman setia dalam hidupnya.Jawaban: Semua dapat dilakukan kalau pelakunya mempunyai niatan ikhlas karena Allah jallawa ’ala, buktinya ketika berpuasa di siang hari mereka mampu meninggalkan rokok. Olehkarena itu, tinggalkan rokok hanya karena Alloh jalla wa ’ala bukan karena yang lain. Apakahrokok adalah kebutuhan pokok kita, sehingga tidak bisa berpisah dengannya. Padahal rokoktidaklah membuat kenyang dan gemuk, padahal tanpa rokok juga kita masih bisa bertahan hidup.Justru rokok adalah musuh kita karena setiap saat mencuri uang kita, membakar uang kita. Hartakita dia palingkan kepadanya padahal masih banyak hal yang lebih penting dan bermanfaat.Begitulah sebagian kejahatan rokok bagi kehidupan manusia tetapi adakah yang faham denganmusuh dalam selimut ini?!.Syubhat: Sebagian perokok membantah: ”Rokok pada zaman Nabi tidak ada sehingga tidakmungkin haram.” atau ”Mana Ayat Al-Qur’an yang menyebutkan bahwa rokok itu haram.!”Jawaban: Dalam Al-Qur’an telah disebutkan semua barang yang buruk dan barang yang baik,sebagaimana firman-Nya azza wa jalla:”… Tidak satupun (yang tidak disebutkan) dalam Al-Qur’an …” (QS. Al-An’am:38).Akan tetapi, kita harus tahu bahwa tidak semuanya disebutkan satu per satu namanya di dalamAl-Qur’an. Allah subhanahu wa ta’ala adakalanya menyebutkan sesuatu dengan namanyanamun adakalanya hanya menyebutkan sesuatu dengan sifatnya. Adapun rokok maka termasukyang disebut oleh Allah subhanahu wa ta’ala dengan sifatnya. Andaikan semuanya yang halaldan haram harus disebut namanya, maka berapa jilid kah diperlukan untuk menyebutkannnya. Inilah hikmah Al-Qur’an hanya menyebutkan rokok dan hal-hal yang diharamkan lainnya hanyadengan penyebutan sifatnya sehingga kitab Al-Qur’an tetap simpel dan tipis tetapi mencakupseluruh problematika manusia. Dengan ukuran yang kecil dan tipis ini maka Al-Qur’an mudahuntuk dipelajari dan mudah untuk dihafal.
  6. 6. Syubhat: Sebagian perokok mengatakan rokok adalah simbol kejantanan sejati, menurut merekalaki-laki tidak lengkap kalau tidak menghisap rokok”Jawaban: Ini anggapan yang keliru apakah orang yang melanggar larangan Allah adalah orangyang jantan? Bukankah orang yang melaksakan apa yang diharamkan Allah adalah orang yangkurang ajar. Bukankah juga jelas peringatan bahwa merokok bisa menimbulkan impotensi,gangguan kehamilan dan janin?!.Syubhat: Sebagian perokok mengatakan dengan sikap fanatiknya: ”Guru dan kyai saya jugamerokok, bahkan dokter juga ada yang merokok.”Jawaban: Kalau sudah jelas dalil bahwa rokok hukumnya haram dan sudah banyak kenyataanbahwa rokok berbahaya, maka wajib bagi kita mengikuti dalil, bukan mengikuti manusiawalaupun dia adalah seorang guru, kyai, maupun dokter karena semua manusia pasti pernah danbisa bersalah dan keliru karena mereka tidak ma’shum (terjaga dari kesalahan).Syubhat: Sebagian perokok mengatakan mereka yang merokok toh bisa berumur panjang dansehat tidak merasakan bahaya merokok.”Jawaban: Kita tegaskan kepada mereka: Kalaupun rokok memang belum membahayakan jiwamereka setidaknya rokok telah membahayakan harta mereka, akhlak mereka, agama danmasyarakat mereka. Bahaya rokok terhadap kesehatan terkadang hanya bisa terlihat suatu saat,sebagaimana biasanya disaksikan pada mereka yang bertahan hidup lama dengan tetap merokok.Kita katakan pada mereka: ”Apakah anda rela bila anak-anak anda merokok? Kan umur ditanganAllah dan ada perokok yang umurnya panjang.” atau kita katakan: ”Kenapa anda tidakmenyarankan dan menganjurkan kepada anak anda untuk merokok sedari kecil, kalau memangrokok tidak membahayakan kesehatan.”PenutupKesimpulan yang bisa didapat dari tulisan ini maka kita mengetahui bahwa rokok bukanlahtermasuk barang-barang yang pantas dinikmati oleh seorang muslim. Ini mengingat dalil-dalilmenunjukkan bahwa hukum rokok adalah haram, juga besarnya bahaya yang ditimbulkan rokok.Apalagi bila disulut oleh masyarakat secara rutin, maka semakin meyakinkan bahwa tidak adapilihan lain, jika rokok harus ditinggalkan. Gangguan kesehatan pada perokok aktif maupunpasif, gangguan sosial dan ekonomi sudah tidak terelakkan lagi, dan semakin menguatkanpandangan, bahwa rokok hanya akan membuat hidup lebih redup bahkan suram. Sehingga jikamasih diperdebatkan boleh atau tidaknya untuk mengkonsumsi rokok padahal telah jelaskeharaman rokok dan kerusakan yang disebabkannya, akan memporak-porandakan kaidah umumsyariat islam, yang menjunjung tinggi dalam melindungi jiwa, harta dan keturunan dankemaslahatan umum.
  7. 7. Terakhir, kita harus tegas terhadap diri dan jiwa kita ketika telah jelas kebenaran bahwa hukumrokok adalah haram. Kita harus segera mengikuti kebenaran tersebut bukan malah mengikutihawa nafsu dan banyak berdalih. Kita tidak bisa memilih milih kebenaran yang datang pada kita.Alloh berfirman:”Maka demi Robbmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikankamu (Muhammad) hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidakmerasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan merekamenerima dengan sepenuhnya.” (An-Nisa’:65)Allah juga berfirman:”Dan tidak patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin,apabila Alloh dan Rasul-Nya telah menetapkan sesuatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan(yang lain) tentang urusan mereka.” (Al-Ahzab: 36).Rasulullah juga bersabda:”Seseorang diantara kalain tidak dianggap beriman sebelum mengikuti ajaran yang akubawa..”Bila kebenaran bahwa hukum rokok adalah haram dalam diri seorang mukmin, tentunya akanmudah baginya untuk meninggalkan rokok dan apa saja demi mencari keridhoan Allah. Lihatlahpara sahabat radhiyallohu ’anhum dahulunya adalah pecandu miniman keras. Namun ketikaturun ayat yang mengharamkan minuman keras, mereka langsung berhenti meminimnya tanpamemberikan berbagai alasan bahwa mereka tidak mampu melakukannya. Semuanya justruberkta: ”Kami berhenti, kami berhenti”

×