Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Pendidikan positif [positive education]

63 views

Published on

Materi seminar di Universitas Pembangunan Jaya oleh Juneman Abraham dari Universitas Bina Nusantara. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Asosiasi Psikologi Sekolah Indonesia (APSI) Wilayah Banten, dan juga diliput oleh InfoBintaro di https://infobintaro.com/seminar-psikologi-positif-bagi-siswa-sekolah/

Published in: Education
  • Be the first to comment

Pendidikan positif [positive education]

  1. 1. PENDIDIKAN POSITIF Juneman Abraham juneman@binus.ac.id Seminar “How to Build Positive School Culture: Budaya Sekolah Positif, Anak Senang di Sekolah”, 29-08-2019
  2. 2. https://www.infobintaro.com/seminar-psikologi-positif- bagi-siswa-sekolah/
  3. 3. EKOSISTEM • 1. Suka lupa tugas dan tanggung jawab karena over enjoy dan guru lalai. • 2. Sulit dinasehati, kebal-bebal karena efek stres yang bertubi-tubi baik dari sekolah, keluarga dan lingkungan bermain. • 3. Bandel/tak patuh/suka melawan karena salah didik-asuh baik dari keluarga ataupun sekolah. • 4. Tak peduli kesulitan guru karena mereka dicueki, tidak dipedulikan keluarga dan sekolah. • 5. Mudah bete-stres karena bekal akal mental yang lemah/lelah.
  4. 4. PSIKOLOGI POSITIF • Psikologi positif merupakan istilah yang memayungi studi-studi terhadap emosi- emosi positif, sifat-sifat dasar positif, dan pemberdayaan institusi/komunitas. Seligman, Steen, Park, dan Peterson (2005)
  5. 5. • Emosi Positif: joy (bersukacita), gratitude (berterima kasih/bersyukur), serenity (tenang), interest (berminat), hope (berpengharapan), pride (bangga), amusement (terhibur?), inspiration (terinspirasi), awe (kagum), dan love (cinta). • Karakter positif: berintegritas, jujur, setia, hormat, bertanggungjawab, adil, rendah hati, bersimpati, pemaaf, otentik. • Lembaga yang Tidak berdaya: anomik, mudah diatur dengan suap, lembaga yang tidak mampu mengemansipasikan siswa
  6. 6. KISAH PANDORA DAN KOTAKNYA…. Dalam sekejap, semua kutukan dilepaskan ke dunia, dan semua berkat lolos dan hilang - kecuali satu - harapan. Tanpa harapan, manusia tidak bisa bertahan. https://s3.ap-south-1.amazonaws.com/hansindia- bucket/500x300_Pandora_Box_4376.jpg
  7. 7. POSITIF, SEBERAPA POSITIF? Kebahagiaan sulit dikenali (Takwin, 2009)
  8. 8. DUA PERTANYAAN Apa yang Anda inginkan bagi anak atau siswa Anda? Apa yang sekolah ajarkan & hargai?
  9. 9. Pemahaman Umum
  10. 10. Kenyataan Perkembangan •Baltes, Staudinger, and Lindenberger (1999, hal. 480): PLASTISITAS " menyoroti pencarian potensi pengembangan, termasuk kondisi batas atas dan bawah. Tersirat dalam gagasan plastisitas adalah bahwa setiap hasil perkembangan yang ada hanyalah salah satu dari banyak kemungkinan hasil, dan bahwa pencarian untuk kondisi dan rentang plastisitas merupakan dasar dari studi perkembangan”
  11. 11. Pengertian Daya Lenting Digital •“kemampuan untuk terus memberikan hasil yang diniatkan meskipun mengalami peristiwa siber yang menyakitkan” •“ability to continuously deliver the intended outcome despite adverse cyber events” (Björck, Henkel, Stirna, & Zdravkovic, 2015, hal. 311) •Antonim dari “online vulnerability” (Vandoninck, d’Haenens, & Roe, 2013), mis. Menerima Sexting •Tidak serta-merta “BATAL SAJA!”
  12. 12. https://www.slideshare.net/MASwellness/science-of- happiness-slides
  13. 13. MENGAPA MENGAJARKAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS DI SEKOLAH? •….. •….. •…..
  14. 14. MENGAPA MENGAJARKAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS DI SEKOLAH? •….. •….. •Membantu (memaknai) target “tradisional”
  15. 15. PERANGKAP DALAM MENGEJAR KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS Tekanan untuk tampil berbahagia, bukan menemukan diri ….. …..
  16. 16. https://www.slideshare.net/MASwellness/science-of- happiness-slides
  17. 17. DUA KUALITAS YANG UMUMNYA DIAJARKAN DI SEKOLAH Berpikir kritis vs. ……………….. Patuhi aturan vs. ………………
  18. 18. DUA KUALITAS YANG UMUMNYA DIAJARKAN DI SEKOLAH Berpikir kritis vs. Pengambilan Perspektif Patuhi aturan vs. Kesempatan Belajar
  19. 19. APROPRIASI
  20. 20. Christina Flanders, PsyD, NCSP Tari Selig, MEd, CAGS
  21. 21. MINDSET TUMBUH •Menulis Blog •…… •…… https://www.redandyellow.co.za/content/uploads/2018/03/fixed-growth-mindset.png
  22. 22. INTERVENSI BERBASIS PSIKOLOGI POSITIF •..…… •…….. •……..
  23. 23. UNSUR KELAS POSITIF • Hubungan berbasis aset positif terlihat di antara semua di kelas. • Siswa memiliki suara dan pilihan dalam hal-hal yang berkaitan dengan mereka. • Pelajaran dibuat relevan dengan menghubungkan kurikulum dengan kehidupan siswa. • Lingkungan fisik kelas merespons preferensi belajar siswa. • Rutinitas dan praktik memiliki ritme yang dapat diprediksi. http://inservice.ascd.org/five-elements-of-a-positive- classroom-environment-for-students-living-with- adversity/
  24. 24. PSIKOLOGI POSITIF: DARI KETIDAKBERDAYAAN YANG DIPELAJARI MENUJU OPTIMISME YANG DIPELAJARI https://s3.amazonaws.com/kajabi-storefronts- production/blogs/8482/images/BX5Wwjp3Q0Cbv8l4NFv1_Blog_ 1_Helplessness_to_Optimism.png
  25. 25. SIKAP ILMIAH DALAM PENDIDIKAN POSITIF • Guru perlu menyikapi perkembangan sekolahnya secara ilmiah – mencakup aspek-aspek fisik, psikologis, sosial, dan kultural sekolah – untuk menangkap gejala yang tidak mendukung pendidikan positif. • Dengan demikian, intervensi berbasis psikologi positif dapat menjadi jauh lebih efektif. Juneman Abraham ( http://about.me/juneman )

×