Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Disiplin

4,445 views

Published on

Presentasi Makalah Pembanding untuk materi "Mujahidun Li Nafs"

Published in: Spiritual, Technology
  • Login to see the comments

Disiplin

  1. 1. Ardhianto Murcahya, S.Psi
  2. 2. <ul><li>Ustadz Anis Matta dalam bukunya Delapan Mata Air Kecemerlangan, Pada Bab Konsep Diri, menuturkan 4 (empat) hakikat besar manusia, yaitu </li></ul><ul><ul><li>Misi hidup yang merupakan sesuatu given atau anugerah, sebagai khalifah Allah di muka bumi dan sebagai seorang Abdullah yang dengan sepenuh hati ikhlas dalam penghambaan. </li></ul></ul><ul><ul><li>Yang kedua adalah Umur yang misteri,  </li></ul></ul><ul><ul><li>ketiga Peta Potensi yang nisbi, </li></ul></ul><ul><ul><li>dan keempat Lingkungan yang ditakdirkan. </li></ul></ul><ul><ul><li>Sehingga perlu sebuah formula  yang tepat agar hidup semakin produktif dan efektif selaras dengan misi yang diberikan, potensi termaksimalkan. </li></ul></ul><ul><ul><li>Rahasianya adalah kecerdasan mengelola umur. Ust. Anis Matta memberikan istilah umur efektif. Yaitu satu unit waktu sama dengan satu unit amal. </li></ul></ul>
  3. 3. <ul><li>hidup bukanlah diciptakan untuk “bermain-main” : Dia Allah, berfirman: ‘berapa tahunkah kamu tinggal di bumi?’ mereka menjawab : “Kami tinggal di bumi sehari atau setengah hari saja, maka tanyakan kepada mereka yang menghitung.’ Allah berfirman: ‘Kamu tinggal dibumi hanya sebentar, jika kamu benar-benar mengetahuinya” ( QS.Al mu’minun: 112-114 </li></ul>
  4. 4. <ul><li>Hidup adalah sebuah proses perlombaan  untuk mengumpulkan prestasi dan perbekalan pulang ke negeri nan abadi : “ Dia yang menciptakan kehidupan dan kematian untuk menguji siapa yang terbaik dalam amal” ( QS. Al Mulk : 2 ) </li></ul>
  5. 5. <ul><li>wa shaabiru waraabithu wattaqullaaha la'allakum tuflihun ... ( QS. Ali Imran : 220)  bersabarlah kemudian teguhlah </li></ul><ul><li>mujahidun li nafsi . Bersungguh dalam membina diri </li></ul><ul><li>Ibnul Qoyyim al jauziyah menerangkan untuk mencapai pada tingkat ar - ribath . Diperlukan sebuah perencaan yang matang atau berfokus pada proses.  </li></ul><ul><li>Allahumma paksain </li></ul>
  6. 6. <ul><li>Imam Asy Syahid Hasan Al Banna, menuturkan bahwa kewajiban yang kita miliki dan harus ditunaikan lebih besar daripada jumlah waktu yang disediakan untuk mengerjakannya. Al Wajibat aktsaru minnal auqot . </li></ul><ul><li>Waktu yang hanya 24 jam sehari dan kemudian (mungkin) berulang lagi pada esok hari. Seperti nasihat bijak Imam Hasan Al Bashri, “ Kamu adalah kumpulan hari-hari, bila  terlewatkan satu hari dari dirimu maka  hilanglah satu bagian padanya” . Maka sebuah keniscayaan adalah untuk memiliki rencana amal  atau kerja yang jelas. Ingat satu unit waktu adalah satu unit amal. </li></ul>
  7. 7. <ul><li> “ Bekerjalah, maka Allah, Rasul-Nya dan Orang-orang beriman akan melihat hasil kerjamu”  ( QS. At Taubah : 105).).  </li></ul><ul><li>Namun permasalahannya kembali pada jatah waktu kita yang  memang dijadikan sebuah misteri oleh Allah. </li></ul><ul><li>Kita tidak tahu sampai dimana perlombaan ini berakhir. Inilah yang membuat perlombaan semakin sulit dan menantang.  Sehingga menentut setiap mukmin untuk senantiasa bersiapsiaga. </li></ul><ul><li>Belum lagi jebakan iblis yang mengintai dan sentasia siap menanti kita tergelincir. Jika seorng berlomba lari pada jalan luas dan halus serta waktu yang terketahui, maka niscaya kita bisa memperkirakan kapan akan berhenti dengan  waktu terbaik.  Tetapi ini adalah jalan taqwa, seperti yang dikatakan oleh Umar ibn al khaththab, bahwa pejalan taqwa laksana berjalan di tengah gulita nan penuh onak duri. Maka kehatian-hatian, kesiapsiagaan, dan ketepatan dalam melahirkan sebuah amal terbaik, kemudian beristiqomah didalamnya. Semua itu terhimpun dalam sebuah kata “DISIPLIN”.   </li></ul>
  8. 8. <ul><li>Seorang yang siap siaga, tak peduli kondisi apapun itu, selalu semangat  menjaga kualitas amalnya harus tetap. There ‘is no excuse . Tidak ada Alasan untuk itu, Maka BERSIAP SIAGALAH. Dalam Surah At-Taubah : 41 infiruu khifafaan wa tsiqolan... berangkatlah berjuang dalam keadaan ringan atau berat. So There' no excuse. Disiplin untuk beramal terbaik dan menjaga  agar selalu berada dalam kondisi kualitas amal terbaik adalah sebuah keniscayaaan. </li></ul>
  9. 9. <ul><li>Mujahidun Li Nafs , kesungguhan menempa diri dalam kawah candradimuka ketaqwaan. Sehingga  menjadi pribadi-pribadi mukmin yang muntijah. </li></ul><ul><li>Maka balasannya pun juga tidak main-main. “Pada hari engkau akan melihat orang-orang beriman laki-laki dan perempuan, betapa cahaya mereka bersinar didepan dan disamping kanan mereka. Dikatakan kepada mereka: ‘Pada hari ini ada kabar gembira untukmu, yaitu surga-surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai. Mereka kekal didalamnya. Demikian itulah kemenangan yang agung” ( QS. Al Hadid : 12) </li></ul>

×