Pertanian Organik
Edhi Martono
Fakultas Pertanian
Universitas Gadjah Mada
peran
pertanian
harus mampu menjadi pemasoksumber
pangan yang dapat diandalkan dan
lumintu untuklima miliarpenduduk
bumi, ditambah sekian miliarternak
dan hewan peliharaan; serta sebagai
penyedia produk-produkpertanian lain
yang harus ada dalamskala besar
karena kebutuhan yang juga besar
Mengapa?
Dorongan untukmenghasilkan produkyang
cukup demi kebutuhan pendudukdan
ubarampe-nya yang selalu meningkat,
menyebabkan berbagai cara
mengeksploitasi sumberdaya digunakan
orang,
yang banyakdilakukan
=> meningkatkan masukan dari luarpertanian
Masukan yang dipergunakan tak hanya
memberikan peningkatan hasil, tetapi juga
membentuk paradigma baru pertanian dan
menciptakan ketergantungan
Masukan-masukan baru itu juga menolak
kearifan lama yang telah menjadi bagian
tradisi petani
Pada akhirnya mengarah ke usaha tani
yang menghancurkan dirinya sendiri,
usaha yang tidak lestari atau non-
sustainable
. . . Ithink Im ay fairly m ake two po stulata. First, That fo o d
is ne ce ssary to the e xiste nce o f m an. Se co ndly, That
the passio n be twe e n the se xe s is ne ce ssary and will
re m ain ne arly in its pre se nt state . . . Assum ing the n
m y po stulata as g rante d, Isay, that thepowerof
populationis indefintelygreaterthanthepowerinthe
earthto producesubsistenceforman...
Malthus (1798)
Peringatan Dini Malthus
SALAHKONSEP…..
Banyakpeneliti, penyusun kebijakan
dan pengambil keputusan mempercayai
teknologi pertanian modern sebagai
suatu keharusan, dan menolak
anggapan Malthus sebagai “tidak
memperhitungkan kemajuan cara
bertani”
Anonim, 1953
kesejahteraan dan ketersediaan yang dicapai
tidaklah merata karena tidaksemua bangsa
dan negara memiliki akses yang sama ke
penggunaan teknologi
Upaya alih teknologi banyakyang justru
meremukkondisi alamdan lingkungan
Perkembangan yang terjadi:
LEISA (Low External Input Sustainable
Agriculture), Organic Agriculture, Eco-friendly
Agriculture
usaha pertanian yang mencoba melepaskan
diri dari bentuk pertanian konvensional, lahir
dari kesadaran yang makin meningkat
terhadap perlunya lingkungan yang baik dan
serasi, serta berusaha menjaga agar usaha
tani tetap berlangsung dan terlanjutkan
Indikator kerusakan = indikator
keberlanjutan
Secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi
pembangunan terlanjutkan dalam bidang pertanian
dan kehutanan
a. Menetapkan pola penggunaan sumber daya langka
(prudent and efficient)
b. Mengurangi gas buang rumah kaca
c. Menggandakan peran sumberdaya terbarui guna
penyediaan energi primer seperti listrik
d. Mencegah reduksi tanah garapan (up to 30
hectares per day in 2020)
e. Mencagar spesies dan melindungi habitat
Indikator kerusakan = indikator
keberlanjutan
f. Mengurangi utang, agar lebih mampu bergerak
luwes
g. Menciptakan kondisi investasi yang positif
jangka panjang
h. Proses produksi pangan sehat yang akarab
lingkungan
i. Peningkatan input ekonomi yang akrab
lingkungan dan dapat diterima secara sosial
j. Peningkatan kesempatan kerja
k. Pencagaran lingkungan sehat
TINDAKAN KITA, KEMARIN DAN KINI:
Terdapat praktek khas dan tradisional yang sesuai dengan
kondisi ekologis tertentu, misalnya sistem pekarangan, sistem
surjan, minapadi, pesawahan pasang-surut dan berbagai cara
yang tergolong GIAHS (Globally-important Ingenious
Agriculture Heritage System)
Terdapat program dan konsep Pengelolaan Hama Terpadu
(PHT), Pertanian Organik, Pertanian Berkelanjutan /
Terlanjutkan dll. Diterapkan untuk mengatasi masalah tanpa
mengabaikan watak ekologis usaha tani
Yang dibutuhkan adalah ... a unifying framework to guide
national debate and action on policies and methods to achieve
sustainable agriculture...
PERMASALAHAN KITA, SAAT INI:
anak-anakpetani yang tidakmau lagi
menjadi petani
urbanisasi yang meningkatkan jumlah
pendudukberpredikat ‘agriculturallynon-
productive’
masalah pendudukmiskin perkotaan yang
terus bertambah karena daya pikat kota
tergesernya lahan suburuntukpemukiman,
niaga, tempat hiburan atau keperluan lainnya
Beberapa fakta yang perlu dijadikan dasar
pengembangan teknologi pertanian
sebagian besarberas dan jagung—bukan gandum
atau bijian subtropik—dikonsumsi di tempat
produksinya (Teng, 2000)
terdapat jurang pemisah yang lebarantara produksi
pertanian dan kebutuhan di wilayah Asia dan Afrika
pemerataan produksi dari wilayah-wilayah produksi
tinggi akan mengakibatkan ketergantungan dan
meminggirkan peran para petani kecil
Langkah lokal yang perlu diambil
Pemberdayaan!
Karena ekstensifikasi tidak mungkin, maka
pilihannya:
1. Menentukan komoditas dengan nilai
ekonomi tinggi
2. Pemanfaatan lahan sesuai watak
ekologinya
3. Mencermati dan menerapkan kriteria
pertanian terlanjutkan, baik pada hulu
maupun hilirnya
KETERLANJUTAN
SUSTAINABILITY
Sustainability is a concept to conserve
resources, reflecting the economic,
environmental and social demands. In
practices, it safeguards the resources
for generations, avoids pollution,
manages appropriate livestock welfare,
ensures economic viability of companies,
and is responsible for food supply,
safety and quality.
TERIMA KASIH
Peningkatan produksi--apa pun
komoditasnya--haruslah
dilakukan, caranya tentu dengan
teknologi,yang cermat, aman
tetapi memberi hasil memadai

Pertanian organik

  • 1.
    Pertanian Organik Edhi Martono FakultasPertanian Universitas Gadjah Mada
  • 2.
    peran pertanian harus mampu menjadipemasoksumber pangan yang dapat diandalkan dan lumintu untuklima miliarpenduduk bumi, ditambah sekian miliarternak dan hewan peliharaan; serta sebagai penyedia produk-produkpertanian lain yang harus ada dalamskala besar karena kebutuhan yang juga besar
  • 3.
    Mengapa? Dorongan untukmenghasilkan produkyang cukupdemi kebutuhan pendudukdan ubarampe-nya yang selalu meningkat, menyebabkan berbagai cara mengeksploitasi sumberdaya digunakan orang, yang banyakdilakukan => meningkatkan masukan dari luarpertanian
  • 4.
    Masukan yang dipergunakantak hanya memberikan peningkatan hasil, tetapi juga membentuk paradigma baru pertanian dan menciptakan ketergantungan Masukan-masukan baru itu juga menolak kearifan lama yang telah menjadi bagian tradisi petani Pada akhirnya mengarah ke usaha tani yang menghancurkan dirinya sendiri, usaha yang tidak lestari atau non- sustainable
  • 5.
    . . .Ithink Im ay fairly m ake two po stulata. First, That fo o d is ne ce ssary to the e xiste nce o f m an. Se co ndly, That the passio n be twe e n the se xe s is ne ce ssary and will re m ain ne arly in its pre se nt state . . . Assum ing the n m y po stulata as g rante d, Isay, that thepowerof populationis indefintelygreaterthanthepowerinthe earthto producesubsistenceforman... Malthus (1798) Peringatan Dini Malthus
  • 6.
    SALAHKONSEP….. Banyakpeneliti, penyusun kebijakan danpengambil keputusan mempercayai teknologi pertanian modern sebagai suatu keharusan, dan menolak anggapan Malthus sebagai “tidak memperhitungkan kemajuan cara bertani” Anonim, 1953
  • 7.
    kesejahteraan dan ketersediaanyang dicapai tidaklah merata karena tidaksemua bangsa dan negara memiliki akses yang sama ke penggunaan teknologi Upaya alih teknologi banyakyang justru meremukkondisi alamdan lingkungan Perkembangan yang terjadi:
  • 8.
    LEISA (Low ExternalInput Sustainable Agriculture), Organic Agriculture, Eco-friendly Agriculture usaha pertanian yang mencoba melepaskan diri dari bentuk pertanian konvensional, lahir dari kesadaran yang makin meningkat terhadap perlunya lingkungan yang baik dan serasi, serta berusaha menjaga agar usaha tani tetap berlangsung dan terlanjutkan
  • 9.
    Indikator kerusakan =indikator keberlanjutan Secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi pembangunan terlanjutkan dalam bidang pertanian dan kehutanan a. Menetapkan pola penggunaan sumber daya langka (prudent and efficient) b. Mengurangi gas buang rumah kaca c. Menggandakan peran sumberdaya terbarui guna penyediaan energi primer seperti listrik d. Mencegah reduksi tanah garapan (up to 30 hectares per day in 2020) e. Mencagar spesies dan melindungi habitat
  • 10.
    Indikator kerusakan =indikator keberlanjutan f. Mengurangi utang, agar lebih mampu bergerak luwes g. Menciptakan kondisi investasi yang positif jangka panjang h. Proses produksi pangan sehat yang akarab lingkungan i. Peningkatan input ekonomi yang akrab lingkungan dan dapat diterima secara sosial j. Peningkatan kesempatan kerja k. Pencagaran lingkungan sehat
  • 11.
    TINDAKAN KITA, KEMARINDAN KINI: Terdapat praktek khas dan tradisional yang sesuai dengan kondisi ekologis tertentu, misalnya sistem pekarangan, sistem surjan, minapadi, pesawahan pasang-surut dan berbagai cara yang tergolong GIAHS (Globally-important Ingenious Agriculture Heritage System) Terdapat program dan konsep Pengelolaan Hama Terpadu (PHT), Pertanian Organik, Pertanian Berkelanjutan / Terlanjutkan dll. Diterapkan untuk mengatasi masalah tanpa mengabaikan watak ekologis usaha tani Yang dibutuhkan adalah ... a unifying framework to guide national debate and action on policies and methods to achieve sustainable agriculture...
  • 12.
    PERMASALAHAN KITA, SAATINI: anak-anakpetani yang tidakmau lagi menjadi petani urbanisasi yang meningkatkan jumlah pendudukberpredikat ‘agriculturallynon- productive’ masalah pendudukmiskin perkotaan yang terus bertambah karena daya pikat kota tergesernya lahan suburuntukpemukiman, niaga, tempat hiburan atau keperluan lainnya
  • 13.
    Beberapa fakta yangperlu dijadikan dasar pengembangan teknologi pertanian sebagian besarberas dan jagung—bukan gandum atau bijian subtropik—dikonsumsi di tempat produksinya (Teng, 2000) terdapat jurang pemisah yang lebarantara produksi pertanian dan kebutuhan di wilayah Asia dan Afrika pemerataan produksi dari wilayah-wilayah produksi tinggi akan mengakibatkan ketergantungan dan meminggirkan peran para petani kecil
  • 14.
    Langkah lokal yangperlu diambil Pemberdayaan! Karena ekstensifikasi tidak mungkin, maka pilihannya: 1. Menentukan komoditas dengan nilai ekonomi tinggi 2. Pemanfaatan lahan sesuai watak ekologinya 3. Mencermati dan menerapkan kriteria pertanian terlanjutkan, baik pada hulu maupun hilirnya
  • 15.
    KETERLANJUTAN SUSTAINABILITY Sustainability is aconcept to conserve resources, reflecting the economic, environmental and social demands. In practices, it safeguards the resources for generations, avoids pollution, manages appropriate livestock welfare, ensures economic viability of companies, and is responsible for food supply, safety and quality.
  • 16.
    TERIMA KASIH Peningkatan produksi--apapun komoditasnya--haruslah dilakukan, caranya tentu dengan teknologi,yang cermat, aman tetapi memberi hasil memadai