• Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
No Downloads

Views

Total Views
3,060
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
88
Comments
0
Likes
2

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide
  • Infeksi Nosokomial disebut juga sebagai infeksi rumah sakit atau Hospital Associated Infection. Infeksi Nosokomial adalah.....................................Jadi sewaktu pasien masuk rumah sakit tidak ada masa inkubasi dari suatu penyakit lain.Infeksi ini timbul setelah 48 jam...........................................
  • Interaksiantarapejamu (pasien, perawat, dokter, dll), agen (mikroorganismepatogen) danlingkungan (lingkunganrumahsakit, prosedurpengobatan, dll) menentukanseseorangdapatterinfeksiatautidak.
  • Intervensi : Prosedur pemeriksaan dan terapi seperti biopsi, endoskopi, kateterisasi, intubasi, dan tindakan pembedahan juga dapat meningkatkan resiko infeksi nosokomial.
  • Infeksi nosokomial dapat disebabkan dari penggunaan kateter urin, jarum infus, alat bantu nafas yang tidak sesuai prosedur. Pemakaian kateter urin dan infus dalam waktu yang lama dan tidak diganti-ganti dapat meningkatkan resiko terjadinya infeksi.
  • - Staphylococcus aureusmerupakanbakteri gram positif yang menjadi parasit di kulit dan hidung dapat menyebabkan gangguan pada paru, jantung dan infeksi pembuluh darah serta telah resistenterhadapantibiotikBakteri gram negatif, seperti Pseudomonas sering ditemukan di penampungan air yang menyebabkan infeksi di saluran pencernaan pasien. Kemungkinan infeksi nosokomial disebabkan oleh berbagai macam virus, diantaranya virus hepatitis B dan C dengan penularan dari transfusi, dialisis, suntikan dan endoskopi. Respiratory syncytial virus (RSV), rotavirus, dan enterovirus yang ditularkan dari kontak tangan ke mulut atau melalui jalur fekal-oral. Virus HIV dapat ditularkan melalui pemakaian jarum suntik, dan transfusi darah. Virus lain yang sering menyebabkan infeksi nosokomial adalah sitomegalovirus, Ebola, virus influenza, virus herpes simpleks, dan varicella-zoster ­virus.
  • Transmisimikroorganismedirumahsakitdapatterjadidenganberbagaicara, bisalebihdarisatucara. Ada lima caraterjadinyatransmisimikroorganismeyaitu: kontak (langsung & tidaklangsung), droplet, airbone, common vehicle, danvectorborne
  • Transmisimikroorganismedirumahsakitdapatterjadidenganberbagaicara, bisalebihdarisatucara. Ada lima caraterjadinyatransmisimikroorganismeyaitu: kontak (langsung & tidaklangsung), droplet, airbone, common vehicle, danvectorborne
  • Transmisimikroorganismedirumahsakitdapatterjadidenganberbagaicara, bisalebihdarisatucara. Ada lima caraterjadinyatransmisimikroorganismeyaitu: kontak (langsung & tidaklangsung), droplet, airbone, common vehicle, danvectorborne
  • Transmisimikroorganismedirumahsakitdapatterjadidenganberbagaicara, bisalebihdarisatucara. Ada lima caraterjadinyatransmisimikroorganismeyaitu: kontak (langsung & tidaklangsung), droplet, airbone, common vehicle, danvectorborne
  • MRSA infections should be treated with parenteralvancomycin or, if the patient is vancomycin allergic, teicoplaninPenatalaksanaaninfeksinosokomialtergantungdariinfeksi yang ditimbulkan, danpemberianobat-obatansepertiantibiotik yang sesuai.Bilasetelahtigaharimasihterdapatdemamdanpenyakitprogresif, bisaditambahkanvancomycin. Vancomycinharusdipakaidalamkombinasidenganantibiotika lain. Apabilasetelah 7 harimasihdemamditambahdenganadanyadugaankandidiasissistemik, bisadimulaidenganterapi antifungal oral atauintravenatanpamengesampingkanadanyainfeksidarisumberkateter.
  • Pencegahan dapat dilakukan dengan mengurangi transmisi antara orang ke orang yang lain, orang ke lingkungan dan-Pencegahan infeksinosokomialyangutama dilakukan adalah dengan memastikanbahwasemuaprosedurdantindakanmedissertaperawatanalat-alatmedisharusbenar-benaramanataubebasdariadanyamikrobapatogensesuaikewaspadaanstandar.

Transcript

  • 1. L/O/G/O SGD A5 Dewa Ayu Indah Gitaswari I Wayan Rivandi Pradiyadnya Mardana Sherly Yunita Tintyani Rahmani Wikananda (1202005140) (1202005125) (1202005012) (1202005191) Infeksi Nosokomial Fakultas Kedokteran Universitas Udayana 2013
  • 2. OUTLINE PENDAHULUAN TINJAUAN PUSTAKA • Definisi, Patogenesis, Etiologi, Transmisi, Manifestasi Klinis, Penatalaksanaan dan Pecegahan RINGKASAN
  • 3. PENDAHULUAN Penelitian yang dilakukan oleh Survei yang dilakukan di 11 rumah World sakit di DKI Jakarta pada Health Organization 2004 menunjukkan sakit 9,8% (WHO) di 55 rumahbahwa di 14 pasien rawat inap mendapat negara didapatkan data bahwa infeksi nosokomial selama 8,7% pasien yang dirawat di dirawat. rumah sakit mengalami infeksi nosokomial. Hasil survei di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar didapatkan data 144 kejadian infeksi nosokomial selama tahun 2011. Raka Lul. Prevention and control of hospital-related infections in low and middle income countries. The Open Infetious Disease Journal. 2010;4:125-131. World Health Organization. National Guideline On Hand Hygiene For Prevention of Hospital Acquired Infection (HAI). Geneva : WHO. 2011:1-30. Lindayati NLN. Pengaruh edukasi dengan metode demonstrasi cuci tangan terhadap perilaku penunggu pasien untuk melakukan cuci tangan dengan benar di ruang nusa indah RSUP Sanglah Denpasar (Tanggal akses: 21 Desember 2013). Tersedia pada: http://www.sanglahhospitalbali.com
  • 4. PENDAHULUAN Masalah yang ditimbulkan dari infeksi nosokomial:  Pasien yang mendapat infeksi nosokomial harus dirawat lebih lama di rumah sakit  Meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas  Menghabiskan biaya yang cukup besar bagi pasien. Raka Lul. Prevention and control of hospital-related infections in low and middle income countries. The Open Infetious Disease Journal. 2010;4:125-131.
  • 5. TINJAUAN PUSTAKA Definisi Patogenesis Etiologi Transmisi Manifestasi Klinis Penatalaksanaan Pencegahan • Infeksi nosokomial adalah infeksi yang didapat di rumah sakit pada pasien rawat inap dengan tidak adanya atau masa inkubasi sewaktu masuk rumah sakit. • Infeksi ini timbul setelah 48 jam perawatan pada pasien rawat inap atau dalam 30 hari setelah keluar rumah sakit. Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid 3. 5th ed. Jakarta: Interna Publishing; 2009. p. 2906-2910. David OM, Famurewa O. Toward effective management of nosocomial infections in nigerian hospitals - a review. Academic Arena. 2010;2(5):1-7. Samuel SO, Kayode OO, Musa OI, Nwigwe GC, Aboderin AO, Salami TAT, Taiwo SS. Nosocomial infections and the challenges of control in developing countries. African Journal of Clinical and Experimental Microbiology. 2010;11(2):102-110.
  • 6. TINJAUAN PUSTAKA Definisi Pejamu Patogenesis Etiologi Transmisi Manifestasi Klinis Penatalaksanaan Pencegahan Agen Lingkungan
  • 7. TINJAUAN PUSTAKA Definisi Agen Patogenesis Etiologi Transmisi Manifestasi Klinis Penatalaksanaan Pencegahan Faktor yang dapat menyebabkan infeksi:  Kemampuan menempel pada permukaan sel pejamu  Melakukan invasi dan reproduksi  Kemampuan memproduksi toksin  Kemampuan untuk menekan sistem imun pejamu.
  • 8. TINJAUAN PUSTAKA Definisi Patogenesis Etiologi Transmisi Manifestasi Klinis Penatalaksanaan Pencegahan Pejamu  Umur  Status imunitas pasien  Penyakit yang diderita  Obesitas dan malnutrisi  Pasien yang menggunakan obat-obat immunosupresan dan steroid  Intervensi lainnya yang dilakukan pada tubuh untuk menegakan diagnosis maupun terapi.
  • 9. TINJAUAN PUSTAKA Definisi Patogenesis Etiologi Transmisi Manifestasi Klinis Lingkungan  Faktor fisik : Suhu, kelembaban, lokasi dan alat kesehatan yang digunakan  Faktor biologik : Serangga perantara  Faktor sosial : Status ekonomi dan perilaku. Penatalaksanaan Pencegahan Darmadi. Infeksi Nosokomial Problematika dan Pengendaliannya. Jakarta: Salemba Medika. 2008:131-135.
  • 10. TINJAUAN PUSTAKA Definisi Patogenesis Etiologi Infeksi nosokomial disebabkan mikroorganisme yang berasal orang lain (cross infection) disebabkan oleh flora normal pasien itu sendiri oleh dari atau dari Transmisi Manifestasi Klinis Penatalaksanaan Pencegahan Agen infeksi penyebab infeksi nosokomial : - Bakteri - Jamur - Virus - Parasit Darmadi. Infeksi Nosokomial Problematika dan Pengendaliannya. Jakarta: Salemba Medika. 2008:131-135. David OM, Famurewa O. Toward effective management of nosocomial infections in nigerian hospitals - a review. Academic Arena. 2010;2(5):1-7.
  • 11. TINJAUAN PUSTAKA Definisi Patogenesis Bakteri penyebab infeksi nosokomial yang tersering adalah S. Aureus, Proteus, E. coli, dan pseudomonas. Etiologi Virus Hepatitis B dan C, HIV, Ebola, Sitomegalovirus, influenza, herpes simpleks, dan varicella-zoster Bakteri Virus Parasit Jamur Transmisi Manifestasi Klinis Penatalaksanaan Amoeba histolitica, Giardia Lamblia, Cryptosporidium Candida albicans, Aspergillus spp. Pencegahan Darmadi. Infeksi Nosokomial Problematika dan Pengendaliannya. Jakarta: Salemba Medika. 2008:131-135. Adams K, Corrigan JM. Priority areas for national action. Tranforming health care quality. 2009.
  • 12. TINJAUAN PUSTAKA Definisi Patogenesis Bentuk Transmisi 1. Kontak : a. Kontak langsung Keterangan Transmisi mikroorganisme langsung permukaan tubuh ke permukaan tubuh Contoh Transmisi Memandikan pasien, Etiologi membalikkan pasien, dapat Transmisi terjadi di antara dua pasien Manifestasi b. Kontak tidak Kontak dengan orang Jarum, alat Klinis langsung melalui peralatan dressing, dan yang terkontaminasi sarung tangan Penatalaksanaan tidak diganti di antara pasien. Pencegahan
  • 13. TINJAUAN PUSTAKA Bentuk Keterangan Transmisi 2. Droplet Transmisi terjadi ketika Patogenesis (Percikan) droplet berisi mikroorganisme yang Etiologi berasal dari orang terinfeksi dalam jarak Transmisi dekat melalui udara menetap / tinggal pada Manifestasi konjunctiva, mukosa, Klinis hidung, dan mulut yang terkena. Ukuran partikel Penatalaksanaan lebih dari 5 mikron. Definisi Pencegahan Contoh Transmisi Terjadi ketika batuk, bersin, berbicara, dan saat melakukan tindakan khusus, seperti saat melakukan pengisapan lendir, dan tindakan bronkoskopi.
  • 14. TINJAUAN PUSTAKA Definisi Patogenesis Etiologi Transmisi Manifestasi Klinis Penatalaksanaan Pencegahan Bentuk Transmisi 3. Airbone (melalui udara) Keterangan Transmisi terjadi ketika menghirup udara yang mengandung mikroorganisme patogen. Ukuran partikel kurang dari 5 mikron. Contoh Transmisi Mikroorganisme yang ditransmisi melalui udara adalah virus Mycrobacterium tubercolusis, Legionella, Rubeola, dan varicella
  • 15. TINJAUAN PUSTAKA Definisi Patogenesis Bentuk Transmisi 4. Common Vehicle Etiologi Transmisi Manifestasi Klinis Penatalaksanaan Pencegahan 5. Vectorborne Keterangan Contoh Transmisi Transmisi Makanan, mikroorganisme minuman, alat patogen melalui kesehatan, objek / benda dan peralatan mati lain yang terkontaminasi Transmisi Nyamuk, lalat, mikroorganisme tikus, melalui vector serangga lainya
  • 16. TINJAUAN PUSTAKA Definisi Patogenesis Etiologi Transmisi Manifestasi Klinis Penatalaksanaan Kejadian dan jenis infeksi nosokomial berbeda beda sesuai dengan tempat peralatan dan tindakan yang dilakukan terhadap pasien, seperti: - Pemakaian infus dan kateter yang tidak mengindahkan antisepsis dapat menyebabkan komplikasi kanulasi intravena - Infeksi saluran kemih pasca operasi ginekologi - Infeksi luka operasi dan infeksi luka bakar - Infeksi bakteri gram (-) di ruang rawat intensif dapat menyebabkan pneumoni. Pencegahan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid 3. 5th ed. Jakarta: Interna Publishing; 2009. p. 2906-2910.
  • 17. TINJAUAN PUSTAKA Definisi Patogenesis Etiologi Transmisi Manifestasi Klinis Penatalaksanaan Pencegahan Pemberian Antimikroba • Empiris • Definitif : Antimikroba bergantung pada hasil tes suseptibilitas dari kultur. Pemberian antibiotika : Betalaktam (Sefalosporin, Sefoperazon, Seftazidim i.v/i.m), Vancomycin Pengobatan untuk pasien dengan ventilasi mekanik (VAP) memakai kombinasi antibiotik seperti sefalosporin generasi ketiga dan aminoglikosida atau aztreoham Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid 3. 5th ed. Jakarta: Interna Publishing; 2009. p. 2906-2910.
  • 18. TINJAUAN PUSTAKA Definisi Patogenesis Etiologi Transmisi Manifestasi Klinis Penatalaksanaan Pencegahan Mencuci tangan dan menggunakan personal items Menjaga kebersihan Faktor nutrisi Kontrol dan pengawasan administrasi Mencegah infeksi saluran kemih Mencegah infeksi pasca operasi Mencegah “waterborne” infeksi Mencegah penyebaran TBC Curtis LT. Prevention of hospital-acquired infections: review of non-pharmacological interventions. Journal of Hospital Infection. 2008;69:204-219 Allegranzi B, Pittet D. Role of hand hygiene in healthcare-associated infection prevention. Journal of Hospital Infection. 2009;73:305-315.
  • 19. TINJAUAN PUSTAKA Definisi Patogenesis Etiologi Transmisi Manifestasi Klinis Penatalaksanaan Pencegahan
  • 20. RINGKASAN Infeksi nosokomial adalah infeksi yang didapat di rumah sakit pada pasien rawat inap dengan tidak adanya atau masa inkubasi sewaktu masuk rumah sakit. Mikroorganisme seperti bakteri, virus, jamur, dan parasit dapat menyebabkan infeksi nosokomial melalui trasmisi, yaitu: kontak, droplet, airbone, common vehicle, dan vectorborne. Manifestasi klinis infeksi nosokomial yang biasa ditimbulkan adalah kejadian infeksi saluran kemih, pneumonia, infeksi luka operasi dan infeksi akibat luka bakar. Di ruangan rawat bayi, infeksi nosokomial dapat terjadi pada permukaan kulit, selaput lendir mulut, dan bisa menyebabkan diare sepsis, selulitis, dan meningitis.
  • 21. RINGKASAN Penatalaksanaan infeksi nosokomial tergantung dari infeksi yang ditimbulkan, dan pemberian obat-obatan seperti antibiotik yang sesuai. Pencegahan yang dilakukan adalah memastikan bahwa semua prosedur dan tindakan medis serta perawatan harus benar-benar aman atau bebas dari adanya mikroba patogen sesuai standar. Mencuci tangan adalah cara terbaik dan termudah yang dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran infeksi nosokomial.